p-Index From 2021 - 2026
9.139
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Cakrawala Pendidikan Socia : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora ANTHROPOS: JURNAL ANTROPOLOGI SOSIAL DAN BUDAYA (JOURNAL OF SOCIAL AND CULTURAL ANTHROPOLOGY) Jurnal Harkat : Media Komunikasi Gender JUPIIS: Jurnal Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial KOMUNITAS: INTERNATIONAL JOURNAL OF INDONESIAN SOCIETY AND CULTURE Forum Ilmu Sosial Equilibrium: Jurnal Pendidikan Musawa : Jurnal Studi Gender dan Islam International Journal Pedagogy of Social Studies Martabat: Jurnal Perempuan dan Anak Perspektif Ilmu Pendidikan JURNAL PENDIDIKAN TAMBUSAI International Journal of Educational Dynamics (IJEDS) JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) IJISH (International Journal of Islamic Studies and Humanities) Jurnal Perencanaan Pembangunan The Journal of Society and Media Potret Pemikiran Buana Ilmu Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial ENTITA: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Ilmu-Ilmu Sosial PROGRES PENDIDIKAN Jurnal Paedagogy Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Pendidikan Sosiologi Undiksha AL MA'ARIEF : JURNAL PENDIDIKAN SOSIAL DAN BUDAYA Jurnal Adat dan Budaya Indonesia Indonesian Journal of Sociology, Education and Development (IJSED) Jurnal DinamikA Kafa’ah: Journal of Gender Studies International Journal of Social Service and Research Jurnal Abmas Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi International Journal of Science and Society (IJSOC) Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Brawijaya Journal of Social Science Council: Education Journal of Social Studies E-Amal: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Pendidikan Ilmu Sosial Jurnal Pendidikan Progresif
Claim Missing Document
Check
Articles

Tourist Attraction: Personal Branding and New Social Movement Nindita Fajria Utami; Wilodati Wilodati; Siti Komariah; Mila Nabila
SOSIETAS Vol 11, No 1 (2021): Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (236.715 KB) | DOI: 10.17509/sosietas.v11i1.36094

Abstract

Hijrah, pada saat ini merupakan sebuah fenomena yang sedang digandrungi oleh generasi milenial. terlihat di kotakota besar anak muda banyak mengikuti event keagamaan yang diselenggarakan oleh komunitas Dak’wah, salah satunya “Pemuda Hijrah.” Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pergerakan pemuda kota Bandung sebagai fenomena wisata religi saat ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode fenomenologis. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, survei, wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini antara lain menunjukkan bahwa kajian dakwah yang rutin dilakukan setiap minggu di tempat tersebut, menghadirkan fenomena wisata religi yang cukup banyak didatangkan wisatawan ke Kota Bandung.
Dampak Pembelajaran Daring pada Siswa dalam Kajian Teori Behaviostik Dede Nugraha Pratama; Elly Malihah Setiadi; Wilodati Wilodati
SOSIETAS Vol 12, No 2 (2022): Sosietas : Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/sosietas.v12i2.58695

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak pembelajaran daring pada siswa dalam kajian teori behavioristik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Temuan dari penelitian ini, diperoleh bahwa memiliki beberapa dampak yang dialami oleh siswa. pertama siswa merasakan pembelajaran daring kurang efektif, kedua siswa merasa terbebani dengan adanya pembelajaran daring, ketiga siswa merasakan lebih malas dalam mengikuti pembelajaran daring, keempat siswa merasakan susah sinyal ketika mereka melaksanakan pembelajaran daring. Kelima siswa cenderung telat ketika memasuki pembelajaran daring. Rekomendasi dari penelitian ini adalah diharapkan dapat dilakukan penelitian yang lebih mendalam terkait fenomena pembelajaran daring ini sehingga hasil penelitian bisa ditinjau menggunakan berbagai perspektif dan mampu dianalisis secara mendalam.
Pendidikan Informal sebagai Upaya Pelestarian Perkawinan Endogami (Studi Kasus di Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Bali) Ni Nyoman Putri Nursanti; Wilodati Wilodati; Siti Komariah
Jurnal Paedagogy Vol 10, No 3: Jurnal Paedagogy (July 2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jp.v10i3.7445

Abstract

This study aims to describe informal education as an effort to preserve endogamous marriages in the Tenganan Pegringsingan Traditional Village Bali. This study used a case study method with a qualitative approach. The subjects of this study were the heads (Kliang) of the Tenganan Pegringsingan Traditional Village, community leaders, and the natives of Tenganan (krama desa). Data were collected through observation, interview, and documentation. Meanwhile, the data analysis technique was interactive analysis through the stages of data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this study indicated that efforts to preserve endogamous marriage in the Traditional Village of Tenganan Pegringsingan Bali, could be done by implementing informal education reflected in the materuna nyoman and madaha rituals. This effort is meant for guiding children who are about to embark on adolescence so that they understand ethics, customs, norms, manners, system of governance, traditional village areas, and ceremonies held in the Tenganan Pegringsingan Traditional Village, and so that they are ready to move on to the next stages of life: adolescence, adulthood, and then marriage. Through these rituals, children were prepared to become village krama (natives of Tenganan), responsible for maintaining and following the traditional village's rules from an early age. Therefore, this process is expected to form a strong mentality so that the younger generation can preserve their key local wisdom, namely endogamous marriage.
Strategi Pengembangan Kemampuan Resolusi Konflik Melalui Pembelajaran Sosiologi bagi Peserta Didik Sekolah Menengah Atas Muh. Hasbi; Siti Komariah; Wilodati Wilodati
Jurnal Paedagogy Vol 10, No 3: Jurnal Paedagogy (July 2023)
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jp.v10i3.7536

Abstract

This study aims to describe strategies for developing conflict resolution skills through sociology learning for high school students. This research method used case studies with a qualitative approach. The informants in this study were sociology teachers, students, and school principals. Informants were selected using a purposive sampling technique. The data collection in this study was carried out by observation, documentation, and in-depth interviews. The data analysis technique of this research used interactive analysis, which includes data reduction, data presentation, and conclusion. Testing the validity of the data in this study used a triangulation technique. The results of this study found that the development of conflict resolution skills through sociology learning for students at SMA Negeri 7 Makassar used the case study method. Students analyzed the cases presented by the teacher to find solutions to the problems of these cases. Through the case study method, students practiced dealing with conflict situations and encouraged them to analyze how to deal with conflicts appropriately to develop conflict resolution abilities.
Women and the Covid-19 Pandemic (Women's Multiple Roles during the Covid-19 Pandemic) Muh. Khaerul Watoni A; Wilodati Wilodati; Elly Malihah
International Journal of Social Service and Research Vol. 3 No. 7 (2023): International Journal of Social Service and Research (IJSSR)
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/ijssr.v3i7.443

Abstract

The purpose of this paper is to determine the dual role of women during a pandemi and its causative faktors, this study uses qualitative methods with literary study techniques, the findings of this discussion are that basically women have a major role as someone who works in the domestic sphere, but because of the pandemi. Covid-19 causes women to have educational and economic functions, which means that there is an additional dual role for women during the pandemi, who initially only became housewives and worked. The faktors that cause the dual role of women are divided into 2, namely: internal and external faktors, where internal faktors include motivation and personality maturity. Then the external faktors include economy, culture and environment.
Efective Learning Form Afar: Optimizing Distance Learning During A Pandemic Wilodati Wilodati
SOSIETAS Vol 11, No 2 (2021): Sosietas: Jurnal Pendidikan Sosiologi
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.575 KB) | DOI: 10.17509/sosietas.v11i2.41614

Abstract

The distance learning should be able to respond to the challenges of the 21st century which require students to have skills, knowledge and abilities in the fields of technology, media and information, learning skills and innovation. Such as the substantial problems that occur during learning at home are difficulty getting access and stable internet facilities, not having access to books with good reading levels, and other problems. This research uses systematic review method, meta-analysis. Through this research, various efforts can be found to make learning effective in a pandemic by improving 21st century skills. Hence, this research has implications for teachers to be able to understand various potential problems in learning and to see how alternative solutions to problems are so that educators are able to apply learning to be more effective and efficient.
Analysis of Cooperative Learning Model in Sociology Education as an Effort to Develop 21st Century 4C Skills Ceni Nur Inayah; Wilodati Wilodati; Sri Wahyuni
Forum Ilmu Sosial Vol 50, No 1 (2023): June 2023
Publisher : Faculty of Social Science, Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/fis.v50i1.41527

Abstract

The rapid advancement of information technology and automation marks the 21st century. These conditions encourage an increase in the quality of human resources, one of which is through the realm of education by emphasizing mastery of 4C skills (communication, collaboration, critical thinking and problem-solving, and creative thinking). Cooperative learning is a learning model that emphasizes cooperation and collaboration among students in a study group to solve problems and achieve goals collectively, effectively, and efficiently. The cooperative learning model is relevant to be applied in sociology learning because it emphasizes aspects of collaboration that correlate with sociology learning. Writing this article uses a qualitative approach with the literature study method and data collection techniques by collecting library data from reference books, articles, journals, and other relevant documents—technical data analysis using content analysis techniques. Based on the results of a literature search, it can be seen that the cooperative learning model applied in sociology learning can be an alternative effort to develop 4C skills in students to face the complex 21st century because it emphasizes aspects of collaboration and helps hone communication skills, critical thinking, and creative thinking.
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN BERBASIS FEMINIST RAPID RESPONSE RESEARCH (FRRR) DALAM ADVOKASI MEMINIMALISIR TINDAK KEKERASAN SEKSUAL Elly Malihah; Siti Komariah; Wilodati Wilodati; Rengga Akbar Munggaran; Lingga Utami; Arindini Ayu Kisvi Rizkia; Andreian Yusup
Jurnal Praksis dan Dedikasi Sosial (JPDS) Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um032v6i2p138-149

Abstract

WOMEN'S EMPOWERMENT BASED ON FEMINIST RAPID RESPONSE RESEARCH (FRRR) IN ADVOCACY TO MINIMIZE ACTS OF SEXUAL VIOLENCEThis study aims to analyze the implementation of women's empowerment in the form of advocacy efforts to minimize instances of sexual violence. Sexual violence poses a severe challenge that threatens women's well-being and hinders the achievement of gender equality. Various cases of sexual violence highlight the necessity of community involvement as an essential element in addressing prevention and advocacy for handling crimes and sexual violence against women. The Feminist Rapid Response Research (FRRR) approach is one form of methodology that combines feminist principles with rapid responses to gender issues, enabling an efficient approach to addressing sexual violence. In this research, a qualitative approach and descriptive method are employed to gain profound insights into how women's empowerment through advocacy efforts using the FRRR approach is implemented. Data collection involves conducting in-depth interviews with groups such as the Family Welfare Empowerment and Youth Association to gather information about their perceptions of advocacy in minimizing sexual violence. The research findings indicate that, due to the crisis of sexual violence, there is a need to provide protection for women by enacting appropriate regulations to prevent and reduce sexual violence while also combatting it. Additionally, there is a need for mentorship-based programs capable of achieving new outcomes, such as advocating for resources and supporting facilities that enable collective understanding in documenting collectively when formulating strategies for new feminist organizational approaches as efforts to minimize cases of sexual violence in their environment.Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi pemberdayaan perempuan berbentuk upaya advokasi dalam meminimalisir tindak kekerasan seksual. Kekerasan seksual menjadi tantangan serius yang mengancam kesejahteraan perempuan dan menghambat pencapaian kesetaraan gender. Berbagai kasus kekerasan seksual yang terjadi menyebabkan perlunya peran serta masyarakat sebagai eleman yang berperan menangani bentuk pencegahan dan advokasi penanganan kasus kejahatan dan kekerasan seksual pada perempuan. Pendekatan Feminist Rapid Response Research (FRRR) merupakan salah satu bentuk pendekatan yang menggabungkan prinsip-prinsip feminis dengan respons cepat terhadap isu-isu gender, memungkinkan penanganan yang efisien terhadap tindak kekerasan seksual. Dalam penelitian ini, pendekatan kualitatif dan metode deskriptif digunakan untuk mendapatkan wawasan mendalam tentang bagaimana implementasi pemberdayaan perempuan berbentuk upaya advokasi dengan pendekatan FRRR. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan wawancara mendalam pada kelompok PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) dan Karang Taruna, untuk mengumpulkan data tentang persepsi mereka terhadap advokasi dalam meminimalisir kekerasan seksual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, atas dasar krisis kekerasan seksual, perlu memberikan perlindungan bagi perempuan dengan menjadikan regulasi yang tepat untuk mencegah dan mengurangi kekerasan seksual sekaligus memeranginya. Selain itu, perlu program berbasis pendampingan yang mampu memberikan capaian baru berupa advokasi sarana dan prasarana pendukung yang memungkinkan pemahaman untuk mendokumentasikan secara kolektif dalam penyusunan strategi untuk cara-cara baru pengorganisasian feminis sebagai upaya dalam meminimalisir kasus kekerasan seksual di lingkungan mereka.
Islamic Boarding School Based on Women’s Empowerment and Equality Elly Malihah; S Nurbayani; Puspita Wulandari; Wilodati Wilodati; M.F. Husaeni; R Hartono; S.B. Agista; S.A. Rahmah; Y.A. Kesumah
Komunitas Vol 15, No 1 (2023): March
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v15i1.39561

Abstract

Islamic boarding schools in Indonesia are often considered an important aspect of religious education. One aspect of the discussion that is rarely discussed in Islamic boarding schools is women's empowerment and gender equality because this is often considered an idea derived from western ideology and education. However, to solve the country's economic and development problems, ideas and discussions around gender equality and women's empowerment are now increasingly coming to the fore and becoming a public concern. One of the institutions that became the focus of this research was the involvement of Islamic boarding schools in teaching these ideas to their students. Thus, the main question in this study is how gender and women's empowerment are implemented in Islamic boarding schools. This study uses a qualitative approach with phenomenological studies to explore and identify existing field results by carrying out field observations and interviews with various speakers including educators and students as the primary method of data collection. Observations and interview questions are based on research formulations that focus on the practice and involvement of institutions and each Islamic boarding school actor in gender equality and women's empowerment. The results illustrate the role of an educational institution that optimizes education based on gender equality and women's empowerment in its curriculum. In addition, each individual also has an active role in efforts to empower women to change the negative stigma brought by conservative Islamic understanding of women. Education in Islamic boarding schools also actively tackles radicalism among its students. This study discusses how Islamic boarding schools in Tasikmalaya are reforming their curriculum and environment to assimilate with gender education and women's empowerment.
Peran Ganda Ibu Rumah Tangga dalam Gerakan Anti Radikalisme Sri Wahyuni; Elly Malihah; Siti Nurbayani; Wilodati Wilodati
Brawijaya Journal of Social Science Vol. 1 No. 2 (2022): Social Problems and COVID-19 Pandemic
Publisher : Sociology Department, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.bjss.2022.001.02.6

Abstract

Aksi terorisme yang terjadi tidak lagi hanya dilakukan oleh laki-laki, perempuan pun turut ambil bagian. Dengan dalih sebagai “makmum” yang harus mengikuti “imam”, para istri pelaku teroris ini kemudian “dipaksa” mengikuti jalan perjuangan yang dilakukan oleh suaminya. Tertutupnya jalan menuju ruang publik juga menjadi penentu yang membelenggu istri untuk terlibat dalam jalan yang telah ditentukan suaminya, menjadi radikal merupakan titik mutlak jihad fisabilillah. Untuk itu, peran perempuan juga diperlukan dalam mengantisipasi semakin maraknya radikalisme di kalangan perempuan sendiri. Kajian ini berupaya mengungkap bagaimana peran perempuan dan kelompok agama mampu bersinergi dalam pendidikan anti radikalisme dalam keluarga. Pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis merupakan metode penelitian yang paling tepat. Teknik Focus Group Discussion (FGD) dan observasi langsung salah satu kelompok agama terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta, Ustadzah di Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, dan Ustadzah di Pondok Pesantren Gontor Putri, membuktikan bahwa perempuan atau istri tidak hanya perlu diberikan ruang publik tetapi juga penting untuk menyatukan pemahaman dengan suaminya. Peran sosial perempuan dalam kelompok keagamaan juga mendukung peran domestik perempuan dalam pendidikan anti radikalisme keluarga. Melalui penanaman nilai-nilai anti radikalisme, terdapat pola yang kemudian menjadi upaya preventif untuk membendung gerakan yang dilakukan oleh perempuan sebagai ibu rumah tangga.
Co-Authors - Sapriya Aceng Kosasih, Aceng Achmad Hufad Ahmad, Yazied Taqiyuddin Aldi Renaldi Alma Gina Wanti Amaliya, Rizki Amir, Putri Permata Amrin Ma'ruf Andreian Yusup Annisa, Tista Rizki Arindini Ayu Kisvi Rizkia Aritonang, Winny Gloria Asyahidda, Fajar Nugraha Athila, Maichel Aulia, Vina Bertuanda, Margareta Bunyamin Maftuh Bunyamin Maftuh BZ Fitri Pebriaisyah Bz. Fitri Pebriaisyah Bz. Fitri Pebriaisyah Ceni Nur Inayah Dadi Mulyadi Nugraha Dara Agnis Septiyuni, Dara Agnis Dasim Budimansyah Dede Nugraha Pratama Dini Miftakhul Jannah Dwi Putri Dio Yoan Sabrina Elly Malihah Ernawati Ernawati Ernawati Esa El Hawa Fakhira, Putri Hasna Febrianti, Adinda Aulya Gusmawan Gusmawan Hakam, Kama A Hanifa, Yanuarita Nur Hasan, Angeline Kurnia Hawa, Esa El Hermawan, Ibnu Hira, Annisa Jannatul Hoerunisa, Elsa Hoerunisa, Elsa Husain, Sabiq Aushaful Ira Siti Rohimah Irda Yusepa Irma Rostiana, Irma Ismail, Mail Isni Nur Azizah K, Angi Anggreani Kama A Hakam Kama Abdulhakam Kristina, Widia Sri Lingga Utami Lushinta, Istiqomah Putri M. Faisal Febriana, M. Faisal M.F. Husaeni Midya Aulia Nisak Mila Nabila Mila Noviana, Mila Mirna Nur Alia Abdullah Mirna Nur Alya, Mirna Nur Morimoto, Elisabeth Muh. Hasbi Muh. Khaerul Watoni A Mulyana Mulyana Abdullah Munggaran, Rengga Akbar Nabila, Mila Nadya, Fikka Neng Kokom Komariah, Neng Kokom Ni Nyoman Putri Nursanti Nindita Fajria Utami Nisak, Midya Aulia Nugraha, Dadi Mulyadi Nur, Rezky Juniarsih Nurazizah Rahmi R Pangestu, Iqbal Barkah Pitriyani Pitriyani Pitriyani Pratiwi, Rifalni Saeful Puspita Wulandari, Puspita R Hartono Rahmi, Nurazizah Ratna Fitria Rengga Akbar Munggaran Rika Sartika Rika Sartika Rina Rahmawati Rizkia, Arindini S Nurbayani S.A. Rahmah S.B. Agista Salsa, Salsa Bila Az Zahra Satria Adi Nugraha Sebastianus Sambi Shopiani, Bunga Suci Siti Komariah Siti Komariah Siti Komariah Siti Komariah Siti Nurbayani Sopi Aprilia Widiyanti Sri Mulyanti Sri Wahyuni Sri Wahyuni Suabuana, Cik Supriyono Supriyono Supriyono Supriyono Tutin Aryanti Udin Supriadi Ulmi, Tiara Fahmiyatul Utami, Lingga Velinda, Azelia Velinda, Azelia Widiyanti, Sopi Aprilia Wisti, Windri Wulandah, Safirah Y.A. Kesumah Yadi Ruyadi Yelvia Septi Mayenti Zahara, Mila Nabila Zahara, Mila Nabila Zahra, Fadia Zainina, Hasny Ainun