Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pemberdayaan pengrajin gerabah abar sentani melalui inovasi teknologi dan analisis pasar Kuddi, Bobbi Frans; Appa, Felycitae Ekalaya; Fitriya B., Winda Ade; Pramarselin, Irene; Putera, Safii Muhammad Jukwati; Tuhumena, Chrisostommi Wirayudha; Tuhumena, Lolita; Hamzah, Hardi; Gea, Liyatin; Papriani, Nada Pertiwi
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.35453

Abstract

Abstrak Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan pengrajin gerabah tradisional di Desa Lalowaru, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan, melalui inovasi desain, digitalisasi produk, dan pelatihan kewirausahaan. Permasalahan utama mitra meliputi keterbatasan desain produk yang kurang inovatif, rendahnya akses terhadap pemasaran digital, serta lemahnya kemampuan manajemen usaha. Metode pelaksanaan melibatkan pelatihan desain dan inovasi bentuk gerabah, pendampingan pembuatan akun pemasaran digital, serta pelatihan kewirausahaan berbasis kebutuhan lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan produktivitas pengrajin sebesar 30%, penurunan waktu produksi sebesar 25%, peningkatan kualitas produk hingga 40%, peningkatan penjualan daring sebesar 50%, serta peningkatan pendapatan pengrajin sebesar 20–40% per bulan. Selain itu, literasi digital pengrajin meningkat dan terbentuk kanal pemasaran daring yang aktif. Program ini berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi lokal serta pelestarian budaya daerah melalui pendekatan inovatif dan berkelanjutan. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat; gerabah tradisional; inovasi desain; digitalisasi produk; kewirausahaan. Abstract This community service program aims to empower traditional pottery artisans in Lalowaru Village, North Moramo District, South Konawe Regency, through design innovation, product digitalization, and entrepreneurship training. The main problems faced by the partners include limited product design innovation, low access to digital marketing, and weak business management skills. The implementation method involved training on creative pottery design, assistance in creating digital marketing platforms, and entrepreneurship workshops tailored to local needs. The results of the activities indicate a 30% increase in artisans’ productivity, a 25% reduction in production time, a 40% improvement in product quality, a 50% increase in online sales, and a 20–40% rise in artisans’ monthly income. In addition, artisans’ digital literacy improved, and active online marketing channels were established. This program contributes to the enhancement of the local economy as well as the preservation of regional culture through an innovative and sustainable approach. Keywords: community empowerment; traditional pottery; design innovation; product digitalization; entrepreneurship.
Perception Coastal Community on Environmental Pollution in Poka Village Ambon City Lolita Tuhumena; Basa T Rumahorbo; Sara Umbekna; Friyuanita Lubis; Muhammad Zia Ulhaq Payapo; Pirhel Pirhel; Felycitae Ekalaya Appa; Nicea Roona Paranoan; Winda Ade B Fitriya
BIOPENDIX Vol 12 No 2 (2025): Biopendix: Jurnal Biologi, Pendidikan & Terapan
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Unpatti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/biopendixvol12issue2page86-93

Abstract

Poka Village, Ambon Bay Distric experiencing significant damage to mangrove ecosystems. There is garbage disposal around the beach of Poka Village. There is garbage disposal around the beach of Poka Village, this has an impact on the ecological and economic functions around the area. Therefore, it is necessary to assess the perception of the behavior of the people around the area and utilize the area. The researcher used 20 respondents as samples and conducted in October to November 2024 on Poka Beach using Random Sampling and using the Likert Scale. Respondents were dominated by women, productive age 45 years, predominantly bachelor degree, with income of IDR 3,000,000 – 4,000,000. Socio-economic characteristics illustrate that respondents live, sell and travel around the area. Respondent characteristics are seen from community perceptions of knowledge of the function of the mangrove ecosystem (3.58) including the strongly agree category, community perceptions of environmental conditions for the growth of the mangrove ecosystem (3.56) including the strongly agree category, community perceptions of the utilization of the mangrove ecosystem (3.35) including the agree. The development of science about public perception that results in environmental pollution to the mangrove ecosystem on Poka beach needs to be known in early countermeasures.
Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga Melalui Pelatihan Pembuatan Tahu Tuna di Koya Timur Yunus P. Paulangan; Basa T. Rumahorbo; Lolita Tuhumena; Nicea Roona Paranoan; Hardi Hamzah; Felycitae Ekalaya Appa; Nur Fadilah Bakri
Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Sipakaraya : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/sipakaraya.v4i1.5313

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi istri nelayan di Koya Timur melalui pelatihan pembuatan tahu tuna sebagai produk olahan bernilai tambah. Metode pelaksanaan mencakup ceramah, diskusi, demonstrasi, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Peserta dilibatkan secara aktif dalam praktik pembuatan tahu tuna, mulai dari persiapan bahan, pencampuran, pencetakan, hingga pengukusan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan terhadap pemahaman peserta, dengan rata-rata nilai pre-test sebesar 51,8 dan post-test 82,9, serta N-gain sebesar 64,6 yang termasuk kategori cukup efektif. Produk tahu tuna yang dihasilkan dinilai bergizi tinggi, bercita rasa baik, serta berpotensi dikembangkan sebagai usaha rumahan berbasis potensi lokal.Secara keilmuan, kegiatan ini memberikan kontribusi pada literatur pemberdayaan perempuan di sektor perikanan, khususnya dalam konteks diversifikasi produk berbasis ikan yang dapat meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan. Implikasi praktis dari kegiatan ini adalah tersedianya model pelatihan sederhana dan aplikatif yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lain dengan karakteristik serupa.
In vivo study of antipyretic activity of Sampare leaf extract (Glochidion sp.) from Biak-Numfor Regency Bakri, Nur F.; Simanjuntak, Artha M.; Pratiwi, Mustika E.; Jedaut, Agatha C.I.; Pasaribu, Napita P.C.; Appa, Felycitae E.
Jurnal Biologi Papua Vol 18 No 1 (2026)
Publisher : Jurusan Biologi FMIPA Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/jbp.5239

Abstract

The local people of Biak Regency use the Sampare Leaf (Glochidion sp.) to cure malaria and reliefe fever. This plant contains flavonoid compounds, alkaloids, saponins, and tannins that can act as antipyretics. This study aims to determine the antipyretic activity and the most effective dosage of Sampare leaf extract as an antipyretic. The research method was a laboratory experimental. The antipyretic testing method used is peptone-induced fever. A total of 30 mice were divided into 6 treatment groups. The inducing solution, peptone, is induced subcutaneously, and the test solution is administered orally. The results showed that Sampare leaf extract had a percent antipyretic power, namely at 150mg/kgBW of 30.17%, a dose of 200mg/kgBW of 49.66%, and a dose of 250mg/kgBW of 70.80%. The ANOVA test showed that the 250mg/kgBW extract treatment group and the 200mg/kgBW dose with the positive control group has no significant difference, so it can be concluded that the 250mg/kgBW extract dose is an effective dose that provides a good antipyretic effect.
Co-Authors A. Muh. Amil Siddik Admawati, Harsi Andre Anusta Barus Arini Anestesia Purba Aris A.L. Toruan Arnold Sau Bakri, Nur F. Basa T Rumahorbo Basa T Rumahorbo Bobi Frans Kuddi Chuvita, Laila Claudius Hendraman B. Tobi Dewi Lidiawati Elfride Irawati, Elfride Eliyah Acantha Manapa Sampetoding Elsye Gunawan Esther Sanda Manapa Febriyanti, Christine Firdaus Fitriya B., Winda Ade Friyuanita Lubis Graciano Aristides Maturbongs Hamzah, Hardi Hardi Hamzah Harsi Admawati Imam Mishbach Irene Sondang Lingga Irmawan, Muhammad Jedaut, Agatha C.I. John Dominggus Kalor John Dominggus Kalor, John Dominggus Juniarto Mende Kalalinggi, Septaria Yolan Krisna Dewi Kuddi, Bobbi Frans Liyatin Gea Lolita Tuhumena Lolita Tuhumena Muayyidah, Nurita A. S. Muhammad Zia Ulhaq Payapo Mustika Endah Pratiwi Nazal, Muhammad Asghar Nicea Roona Paranoan Nunuk Hariani Soekamto Nur Fadilah Bakri Nurhidayah, Annisa Papriani, Nada Pertiwi Pasaribu, Napita P.C. Pattinaja, Yvonne I. Paulangan, Yunus P. Pirhel Pirhel Pitrianti, Siti Pramarselin, Irene Putera, Safii Muhammad Jukwati Rani Dewi Pratiwi Rosa, Stella Rumanasen, David Waranda Rusnaeni Rusnaeni Sara Umbekna Sepsamli, Letus Septaria Yolan Kalalinggi Simanjuntak, Artha M. Sitti Rosnafi’an Sumardi Soltief, Sitti Nurdjaja Suprapti, Kevry Suthelie, Chinry Charolina Tabuni, Frengchy Jalsan Charles Tomasila, Leopold A. Tuhumena, Chrisostommi Wirayudha Umbekna, Sara Winda Ade B Fitriya Winda Ade Fitriya B Yabansabra, Yuliana Ruth Yohana Krisostoma Anduk Mbulang Yuliana Ruth Yabansabra Yulita Sirinti Pongtambing Yunita Pare Rombe Yunus P. Paulangan