Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan UMKM Bale Mpaq melalui Sosialisasi Pengelolaan Limbah Perikanan Menuju Zero Waste Pawestri, Setyaning; Zuhriatika Rasyda, Riezka; Fajar Perdhana, Firman; Nofrida, Rini; Devi Ariyana, Mutia; Rahayu, Novia; Marisya Dwi Anggraini, Ines; Murad; Vrisco Harjanto; Putri Sulhana El Fiesha Balqis; Iqlima Khaerunnisa
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 2 (2025): April-Juni 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i2.11664

Abstract

The global challenge of zero waste is paramount for optimizing resource use and curbing environmental pollution, aligning directly with the Sustainable Development Goals (SDGs). This concept holds particular significance within the food processing industry. Bale Mpaq, a small-scale fish processing enterprise, has demonstrated commitment to waste reduction by repurposing fish bones into fish sticks. Despite these efforts, fish waste still accounts for 30–40% of their production, presenting a substantial environmental concern if not properly addressed. In response, a community service program was initiated to bolster the expertise of Bale Mpaq's participants in sustainable fish waste management. The program will deliver comprehensive outreach and practical training, enabling participants to identify waste sources, understand their environmental ramifications, explore avenues for material recovery, and implement appropriate waste management methodologies. This initiative is designed to not only minimize environmental harm but also to elevate the quality and market competitiveness of products from small businesses. Furthermore, it will foster the development of novel, value-added products from fish waste, thereby generating new income streams and increasing productivity for Bale Mpaq.
Kajian Literatur : Senyawa Volatil Pembentuk Flavor Terasi: Literature Review : Volatile Compounds Forming Terasi Flavor Setyaning Pawestri; Made Gendis Putri Pertiwi; Firman Fajar Perdhana
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 6: Juni 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i6.7737

Abstract

Terasi merupakan produk fermentasi tradisional berbahan dasar udang yang memiliki peran penting dalam kuliner Indonesia, terutama sebagai penyedap dengan cita rasa dan aroma khas. Ciri utama dari flavor terasi terbentuk melalui fermentasi spontan yang melibatkan aktivitas mikroorganisme halofilik dan enzim yang memecah protein dan lipid menjadi senyawa volatil. Senyawa-senyawa ini, seperti alkohol, aldehida, keton, ester, asam organik, senyawa sulfur, dan nitrogen, memberikan aroma kompleks dan karakteristik yang khas pada terasi. Proses pembentukan senyawa volatil ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal, seperti jenis bahan baku, kadar garam, suhu, kelembaban, dan lama fermentasi. Perbedaan waktu fermentasi, yang bervariasi antara beberapa minggu hingga beberapa tahun di berbagai negara, turut menentukan komposisi dan intensitas senyawa volatil yang terbentuk. Senyawa sulfur dan aldehida umumnya bertanggung jawab atas aroma tajam dan menyengat, sedangkan ester dan keton menyumbang aroma yang lebih lembut dan kompleks. Pemahaman terhadap jalur biokimia dan interaksi mikroorganisme selama fermentasi menjadi krusial dalam mengontrol dan mengoptimalkan pembentukan flavor khas terasi. Ulasan ini disusun menggunakan metode literature review naratif, dengan menekankan pada peran senyawa volatil dalam pembentukan flavor dan biogenesis senyawa volatil terasi.
Sosialisasi Pedoman Gizi Seimbang "Isi Piringku" di Desa Pakuan, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat Bachmida, Elya Antariksana; Afni, Nur; Widyastuti, Sri; Alamsyah, Ahmad; Handayani, Baiq Rien; Handito, Dody; Ariyana, Mutia Devi; Cicilia, Siska; Amaro, Moegiratul; Rahayu, Tri Isti; Sinaga, Yesica Marcelina Romauli; Pawestri, Setyaning; Perdhana, Firman Fajar
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Vol 5, No 3 (2025): JPM: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpm.v5i3.1628

Abstract

Nutritional issues within the Indonesian society continue to be a major concern for the  government, as they significantly affect public health and the development of human resources in the long term. West Nusa Tenggara is one of the provinces with a malnutrition rate of 5.75% among children in 2022. Pakuan Village is a tourist village in West Lombok Regency, where most of the residents are farmers with abundant natural resources. "Isi Piringku" is a healthy eating guideline that emphasizes balanced nutrition by considering portion sizes and food variety, including staple foods, animal protein, plant-based protein, vegetables, and fruits. The programme  aims to educate the community in Pakuan Village about the importance of consuming balanced and nutritious meals by developing "Isi Piringku" menus as an effort to prevent nutritional problems in the village. The program consisted of preparation, implementation, and evaluation stages, It was conducted on August 15, 2024, from 09:30 to 11:30 WITA, at the Pakuan Village, Narmada Sub-district, West Lombok Regency. The event was attended by 20 participants, the majority of whom were women and members of the local Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Participants were highly enthusiastic and responded positively to this initiative. The results of this activity indicate that participants were highly enthusiasm throughout the session and demonstrated an improved knowledge, as observed throughtheir ability to answer the feedback questions given.. This programme successfully increased the awareness of the people of Pakuan Village regarding the importance of balanced nutrition and how to create an "Isi Piringku" menu. It is hoped that this programme can be carried out sustainably with support from the government and local healthcare professionals to promote a healthy lifestyle within the community.ABSTRAKPermasalahan gizi yang terjadi di tengah masyarakat Indonesia masih menjadi perhatian pemerintah mengingat dampaknya yang luas terhadap kesehatan dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Nusa Tenggara Barat menjadi salah satu provinsi dengan anak penderita gizi buruk sebesar 5,75% di tahun 2022. Desa Pakuan merupakan salah satu desa wisata di Kabupaten Lombok Barat dimana sebagian besar penduduknya merupakan petani dengan hasil alam yang melimpah. Isi Piringku adalah salah satu pedoman makan sehat yang menekankan pemenuhan gizi seimbang dengan memperhatikan porsi dan variasi makanan, termasuk makanan pokok, lauk hewani, lauk nabati, sayuran, dan buah-buahan. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di Desa Pakuan tentang pentingnya penerapan pedoman gizi seimbang dengan menyusun menu “Isi piringku” sebagai salah satu upaya untuk mencegah terjadinya masalah gizi di masyarakat desa. Kegiatan pengabdian terdiri dari tahap persiapan, pelaksanaan dan evaluasi, dilakukan pada tanggal 15 Agustus 2024 pukul 09.30-11.30 WITA di Aula Balai Desa Pakuan Kecamatan Narmada Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta mayoritas perempuan melibatkan anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pakuan. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta sangat antusias   selama kegiatan dan menunjukkan peningkatan pengetahuan yang dinilai melalui observasi  dimana peserta mampu menjawab pertanyaan umpan balik yang diberikan. Kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat Desa Pakuan tentang pentingnya gizi seimbang dan bagaimana menyusun menu “isi piringku”. Diharapkan program ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan dari pemerintah dan tenaga kesehatan setempat untuk menciptakan pola hidup sehat di masyarakat.
Kajian Pustaka : Antioksidan Alami dari Ulva spp. dan Implikasinya terhadap Perlindungan Seluler: Literature Review: Natural Antioxidants from Ulva spp. and Their Implications for Cellular Protection Setyaning Pawestri; Elmia Kharisma Arsyi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.7920

Abstract

Radikal bebas adalah zat berbahaya yang dapat merusak sel dan memicu berbagai penyakit. Ulva spp., jenis alga hijau yang banyak ditemukan di laut, mengandung senyawa alami seperti polifenol, flavonoid, karotenoid, vitamin, dan polisakarida ulvan yang berfungsi sebagai antioksidan. Senyawa-senyawa ini bekerja dengan cara menetralkan radikal bebas, mengikat logam pemicu stres oksidatif, serta membantu meningkatkan sistem pertahanan tubuh. Mekanisme perlindungan zat antioksidan terhadap stres oksidatif, mencakup aktivitas scavenging, kelasi logam, aktivasi jalur transduksi sinyal antioksidan (NrF2-ARE, NF-?B), dan peningkatan ekspresi enzim pelindung seluler. Kajian literatur ini menyajikan informasi mengenai Ulva spp., kandungan senyawa antioksidan yang dimilikinya, serta mekanisme kerjanya dalam mendukung perlindungan seluler.
Edukasi Standar Kemasan, Label, dan PIRT sebagai Upaya Peningkatan Daya Jual Produk Pangan Masyarakat Pawestri, Setyaning; Perdhana, Firman Fajar; Handito, Dody; Pertiwi, Made Gendis Putri; Sinaga, Yesica Marcelina Romauli; Saputra, Oki; Fuadi, Mi’raj; Antesty, Sella; Amaliyah, Wenny; Yasa, I Wayan Sweca; Utama, Qabul Dinanta; Unsunnidhal, Lalu; Rasyda, Riezka Zuhriatika; S., Ince Siti Wardatullatifah
Alamtana: Jurnal Pengabdian Masyarakat UNW Mataram Vol 4 No 3 (2023): Edisi Desember 2023
Publisher : LPPM UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jaltn.v4i3.1894

Abstract

Pemasaran produk-produk yang dihasilkan masyarakat wirausaha Dusun Rangsot Timur, Kabupaten Lombok Utara belum mampu menembus pasar yang lebih luas karena kemasan dan label yang belum sesuai standar serta belum dimilikinya SPPIRT. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan edukasi standar kemasan, label, dan PIRT kepada masyarakat wirausaha produk pangan di Dusun Rangsot Timur. Program dijalankan menjadi 3 (tiga) tahapan, meliputi studi pendahuluan, kegiatan edukasi, dan evaluasi. Metode pendekatan yang ditempuh adalah metode partisipatif. Instrumen evaluasi yang digunakan adalah angket pre-test dan post-test menggunakan Skala Likert (skor 1-4). Ketercapaian program pengabdian kepada masyarakat ditandai dengan terlaksananya keseluruhan tahapan program dan adanya peningkatan pengetahuan peserta program terhadap materi edukasi. Terdapat peningkatan pengetahuan peserta program tentang standar kemasan, label, dan PIRT dari kriteria sedang (68,95%) menjadi tinggi (80,08%) melalui kegiatan edukasi yang telah dilaksanakan. Terlaksananya program ini perlu diikuti kegiatan tindak lanjut oleh peserta bersama dengan pihak terkait untuk memperbaiki kemasan dan mengusahakan kepemilikan SPPIRT
Pemberdayaan masyarakat melalui inovasi pembuatan permen Madu Trigona dan Nira desa Sigar Penjalin Pertiwi, Made Gendis Putri; Sinaga, Yesica Marcelina Romauli; Rasyda, Riezka Zuhriatika; Pawestri, Setyaning; Perdana, Firman Fajar; Utama, Qabul Dinanta; Unsunnidhal, Lalu; Anggraini, Ines Marisya Dwi; Handito, Dody; Fuadi, Mi’raj; Saputra, Oki; Antesty, Sella; Amaliah, Wenny; Wardatullatifah S., Ince Siti; Yasa, I Wayan Sweca
ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masayarakat Vol 4 No 2 (2023): ABSYARA: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/ab.v4i2.23867

Abstract

Stunting remains an unresolved issue in North Lombok, NTB, Indonesia. One of the government's efforts to reduce stunting rates involves ensuring nutritional fulfillment for mothers and expectant mothers, which can be obtained from local food sources. Nira (palm sap) and Trigona honey are local commodities available in Tanjung, North Lombok. Unfortunately, these commodities have not been optimally utilized for nutritional fulfillment or as income sources. Typically, Nira is only sold as fresh sap, fermented beverage (tuak), or palm sugar, which have relatively low market values. Combining Nira and Trigona honey to create high-value candy products represents an opportunity. This community service project aimed to improve welfare and nutrition in Sigar Penjalin Village by assisting in the production of hard candy from Trigona honey and Nira Aren as a potential local delicacy to combat stunting and enhance local income. The implementation involved 16 community members organized by UMKM Rangsot Kreatif. The training used ingredients like brown sugar, granulated sugar, glucose syrup, Trigona honey, and water. The training stages included preparation, material delivery, hands-on practice, and evaluation through pretests and posttests to measure participants' knowledge, skills, and interests. The pretest results showed a total score of 627 out of 960 (65.31%), indicating a moderate level of understanding. After the training, the posttest showed a significant improvement, with a total score of 829 out of 960 (86.35%), indicating a very high level of understanding. This activity highlights the importance of technological support and the utilization of local resources in developing nutritious and economical snack products, supporting improvements in community nutrition and economy, and providing alternative solutions in local product processing
KAJIAN PUSTAKA : KONTROL DAN REDUKSI ETIL KARBAMAT PADA PRODUK FERMENTASI Pawestri, Setyaning; Syahbanu, Fathma
Agros Journal of Agriculture Science Vol 25, No 4 (2023): edisi Oktober
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v25i4.3700

Abstract

Ethyl carbamate (EC) can be found in fermented products and alcoholic beverages. Tests on animals show this compound is a multisite carcinogen. The International Agency for Research on Cancer (IARC) classifies ethyl carbamate as a group 2A carcinogen. Due to its toxicity, ethyl carbamate in food products can be hazardous to health. Ethyl carbamate can be formed during fermentation and storage, which involves the reaction between ethanol and carbamyl compounds. The main precursor for the formation of ethyl carbamate is arginine metabolism by Saccharomyces cerevisiae and other lactic acid bacteria. Considering the toxicity of ethyl carbamate, it is crucial to understand the formation pathway, prominent analytical and monitoring techniques, mitigation practices and experimental methods to reduce EC. An effort can be conducted to mitigate EC by modifying bacterial genes for fermentation, which can be an applicable solution for the food industry. Keywords: ethyl carbamate; fermentation; carcinogen; precursor INTISARIEtil karbamat  (EK) dapat ditemukan pada produk hasil fermentasi dan minuman beralkohol. Uji pada hewan menunjukkan senyawa ini bersifat multisite karsinogen. International Agency for Research on Cancer (IARC) menggolongkan etil karbamat sebagai golongan 2A karsinogen. Dikarenakan sifat toksisitasnya, keberadaan etil karbamat pada produk makanan dapat membahayakan kesehatan. Etil karbamat dapat terbentuk saat proses fermentasi dan saat penyimpanan dimana melibatkan reaksi antara etanol dan senyawa yang mengandung karbamil. Prekursor utama pembentukan etil karbamat adalah hasil metabolisme arginin oleh Saccharomyces cerevisiae dan bakteri asam laktat lainnya. Mempertimbangkan toksisitas etil karbamat, maka penting untuk  mengetahui jalur pembentukan,  pengembangan teknik analisis dan monitoring, hingga praktik mitigasi dan metode eksperimental untuk mereduksi EK.  Salah satu cara mitigasi EK adalah modifikasi gen bakteri untuk fermentasi yang dapat menjadi solusi aplikatif bagi bidang industri pangan.Kata kunci: etil karbamat; fermentasi; karsinogen; prekursor
AMINA BIOGENIK SEBAGAI INDIKATOR KEAMANAN PRODUK PANGAN Pawestri, Setyaning; Syahbanu, Fathma; Syahidawati, Ahsanatun
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.3832

Abstract

The presence of biogenic amines in food products is a significant indicator of food safety. Consumption of biogenic amines in small quantities is not a problem, but consumption in high levels can endanger the health of consumers. The concentration of biogenic amines in food products is influenced by several factors in the production process, including initial microbial composition, raw material hygiene, fermentation conditions, and duration of fermentation. Biogenic amines can also be formed by the microbiological degradation of high-protein foods during the fermentation process. Two types of biogenic amines that are indicators most often used for safety are histamine and tyramine. Various cases of poisoning with these two substances have been reported, with histamine being associated with fishery product poisoning and tyramine being associated with cheese poisoning. The common methods used to detect biogenic amines are chromatography, such as GC, HPLC, and Thin Layer Chromatography (TLC). The purpose of this literature review is to discuss the phenomenon of the formation of biogenic amines in food products associated with aspects of food product quality, food safety, and methods for detecting the presence of biogenic amine compounds in food products. Keywords: biogenic amines, food safety, fermented food INTISARIKeberadaan amina biogenik pada produk pangan menjadi salah satu indikator keamanan makanan yang signifikan. Konsumsi amina biogenik dalam jumlah kecil tidak menjadi masalah, tetapi konsumsi dalam kadar tinggi dapat membahayakan kesehatan konsumen. Konsentrasi amina biogenik dalam produk pangan dipengaruhi oleh beberapa faktor dalam proses produksinya, diantaranya komposisi mikroba awal, higienitas bahan baku, kondisi fermentasi, dan lama waktu fermentasi. Amina biogenik juga dapat terbentuk oleh degradasi mikrobiologis dari makanan berprotein tinggi selama proses fermentasi. Dua jenis amina biogenik yang menjadi indikator paling sering digunakan untuk keamanan adalah histamin dan tiramin. Berbagai kasus terkait keracunan 2 zat ini telah dilaporkan, histamin dikaitkan dengan kasus keracunan produk perikanan dan tiramin dikaitkan dengan kasus keracunan keju. Metode yang umum digunakan untuk mendeteksi keberadaan amina biogenik ini yaitu kromatografi, seperti GC, HPLC, maupun kromatografi lapis tipis. Tujuan dari kajian literatur ini adalah membahas fenomena terjadinya pembentukan amina biogenik pada produk pangan dihubungkan dengan aspek kualitas produk pangan, keamanan pangan, serta metode deteksi keberadaan senyawa amina biogenik pada produk pangan. Kata kunci: amina biogenik, produk pangan, keamanan pangan
Pelatihan Pengemasan, Stabilitas, dan Pendugaan Umur Simpan Pangan untuk UMKM Bale Mpaq Pawestri, Setyaning; Solekhah, Siti Imroatus
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 4 (2023): Oktober-Desember 2023
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i4.5653

Abstract

Pelatihan pengemasan, stabilitas, dan pendugaan umur simpan pangan bagi UMKM Bale Mpaq diselenggarakan pada Kamis, 10 Agustus 2023. Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama PT. Pertamina Patra Niaga IT Ampenan dengan Fakultas Teknologi Pangan, UNRAM. Kemasan memiliki berbagai fungsi seperti melindungi produk, menarik perhatian konsumen, dan membangun persepsi dan impresi mengenai produk. Salah satu unsur kemasan adalah informasi kadaluwarsa yang dapat diperoleh dengan pengujian pendugaan umur simpan. Produk UMKM Bale Mpaq adalah stik ikan, kacang layang, dan sambal ikan layang. Setiap produk memiliki parameter penting yang berbeda yang digunakan sebagai penentu mutu dan keamanan pangan. Tantangan UMKM Bale Mpaq terkait umur simpan adalah pendeknya umur simpan sambal ikan layang. Setelah ditelusuri ternyata permasalahan terletak pada belum adanya proses pasteurisasi sambal sebelum pengemasan. Lewat pelatihan ini diharap ibu-ibu peserta dapat mengimplementasikan informasi yang diperoleh dalam produksi olahan ikannya, termasuk menambahkan pasteurisasi pada produk sambal untuk memperpanjang masa simpan dan meghilangkan bakteri patogen.
Sosialisasi dan pelatihan Pembuatan Pupuk Organik Menggunakan Limbah Kulit Pisang di Desa Pakuan Lombok Barat Saputra, Oki; Utama, Qabul Dinanta; Pertiwi, Made Gendis Putri; Cicilia, Siska; Pawestri, Setyaning
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 6 No 4 (2023): Oktober-Desember 2023
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v6i4.5823

Abstract

Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Pakuan, Lombok Barat dengan fokus pada peningkatan kesadaran akan pentingnya penggunaan pupuk organik dalam pertanian, yang bertujuan untuk memperkenalkan metode pembuatan pupuk organik menggunakan limbah kulit pisang. Kegiatan ini mengusung tujuan untuk mendukung pengelolaan limbah secara berkelanjutan sambil meningkatkan produktivitas pertanian di komunitas setempat. Melalui pendekatan interaktif dan demonstrasi praktis, masyarakat diberikan pengetahuan tentang proses produksi pupuk organik yang ramah lingkungan menggunakan bahan sederhana, yakni limbah kulit pisang. Sosialisasi ini dipandang sebagai langkah penting dalam menggerakkan perubahan positif dalam praktik pertanian menuju ke arah yang lebih berkelanjutan. Diharapkan, partisipasi aktif dari masyarakat dalam kegiatan ini akan mendorong adopsi praktik pertanian ramah lingkungan yang dapat memberikan dampak positif secara ekonomi dan lingkungan. Hasil dari kegiatan sosialisasi ini diharapkan akan memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya pengelolaan limbah organik dan penggunaan pupuk organik untuk meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Co-Authors -, Sulaemah Adelia Riezka Rahim Afni, Nur' Ahmad Alamsyah Alamsyah Amaliah, Wenny Amaliyah, Wenny Amaro, Moegiratul Amuddin Anggraini, Ines Marisya Dwi Antesty, Sella Apgrianto, Kurniawan Arrum Fitrianingsih Baiq Ananda Nurhaliza Baiq Rien Handayani, Baiq Rien Boniesta Zulandha Melani Cicilia, Siska Dedy Kurnianto Devi Ariyana, Mutia Dewi, Endang Purnama Ditayara Seftiyani Dody Handito Dody Handito, Dody Eka Partiwi Eko Basuki, Eko Elmia Kharisma Arsyi Elya Antariksana Bachmida Evi Ariani Sutomo Fathma Syahbanu Fathma Syahbanu Febriandito, Muhammad ‘Aidil Firman Fajar Perdhana Hasbi, Nurmi - Herayana, Desi Hijayanti, Yatmi Husnul Khotimah Idayanti, Fitri Iqlima Khaerunnisa Kholisah, Mutia Nur Lalu Ami Osalan Lingga Gita Dwikasari Lingga Gita Dwikasari, Lingga Gita Lumbessy, Salnida Yuniarti M. Azhar Mustafid Made Gendis Putri Pertiwi Mardiana Mardiana Marisya Dwi Anggraini, Ines Miftahul Rizkia M. Mi’raj Fuadi Murad Mutia Devi Ariyana, Mutia Devi Mutia Nur Kholisah Naufal Nanda Fiandra Neva Ayuliani Ni Luh Vidya Wulandhari Novia Rahayu Nur Afni Nurmahraini Oki Saputra OKI SAPUTRA Oktaviana, Sari Partiwi, Eka Perdana, Firman Fajar Pertiwi, Made Gendis Putri Putri Sulhana El Fiesha Balqis Putri, Sasi Fhatmayani Qabul Dinanta Utama Qotrin Mujahidah Rafidi Nasyuro Rasyd, Riezka Zuhriatika Rasyda, Riezka Zuhriatika Renita Wijayanti Riezka Zuhriatika Rasyda Rini Nofrida Roja, Nabillah Rosyunita Rujiatul Azmi S., Ince Siti Wardatullatifah Safira Safira Samsul Anam, Samsul Sandi Lorian Rubay Sandralina, Mika Sari Oktaviana Sari, Ira Musfita Saripah Aminah Satrijo Saloko Sella Antesty Sicilia, Siska Siska Cicilia Solekhah, Siti Imroatus Sri Widyastuti Sulaemah Sulaemah Suryaningsih, Hartati Syahidawati, Ahsanatun Syamsiar, Syamsiar Tina Sonia Tri Isti Rahayu, Tri Isti Trisnayanti, Sri Unsunnidhal, Lalu Vrisco Harjanto Wahyudi Wahyudi Wardatullatifah , Ince Siti Wardatullatifah S., Ince Siti Winda Yuli Alfina Yasa, I Wayan Sweca Yesica Marcelina Romauli Sinaga Yogi Saputra Zainuri Zuhdia, Lulu Diani Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah Zuhriatika Rasyda, Riezka