Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Journal of Nursing Science Update

LITERATUR REVIEW:APLIKASI MODEL SOSIAL DALAM PELAYANAN KESEHATAN JIWA PADA IBU HAMIL DENGAN HIV/AIDS Dian Pitaloka Priasmoro
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 4 No. 1 (2016)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.42 KB)

Abstract

Tren gangguan kesehatan jiwa saat ini banyak dilatar belakangi oleh penyalahgunaan alkohol, zat adiktif, dan  beberapa kondisi penyakit seperti penyakit kronis maupun penyakit infeksi salah satunya adalah HIV/AIDS. Dari sekian banyak penderita sebagian besar adalah pada kelompok ibu hamil dengan resiko penularan pada janin hamper mencapai 91%. Kondisi tersebut akan berdampak kepada kesehatan jiwa wanita, sehingga kelompok ini memerlukan suatu penanganan secara psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk  mengumpulkan dan menganalisa artikel yang berhubungan dengan aplikasi model pelayanan kesehatan jiwa pada ibu hail dengan HIV/AIDS. Desain yang digunakan adalah literature review, artikel dikumpulkan dengan menggunakan mesin pencari seperti EBSCO, Sciencedirect, dan Proquest . Kriteria artikel yang digunakan adalah yang diterbitkan tahun 2007-2015. Berdasarkan artikel yang dikumpulkan didapatkan hasil bahwa situasi sosial dan menjadi faktor predisposisi gangguan jiwa. Karena kondisi ini akhirnya individu mengalami ketidakmampuan mengkoping stes, ditambah lagi dukungan dari lingkungan sangat sedikit menyebabkan individu mengembangkan koping yang patologis. Peran perawat dalam memberikan terapi menurut model ini adalah pasien harus menyampaikan masalah menggunakan sumber yag ada dimasyarakat melibatkan teman sejawat, atasan,keluarga atau suami istri. Dan berupaya menggali sistem sosial klien seperti suasana dirumah, dikantor, disekolah, dimasyarakat atau tempat kerja. Saran untuk dilakukan riset mendalam khususnya dengan latar belakang budaya di Indonesia yang beragam. Kata Kunci: Aplikasi Model sosial, kesehatan jiwa pada ibu hamil, HIV/AIDS
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KELUARGA YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU AGRESIF PADA REMAJA DI KOTA MALANG (DENGAN PENDEKATAN TEORI STRUKTURAL FUNGSIONAL KELUARGA) Dian Pitaloka Priasmoro; Edi Widjajanto; Lilik Supriati
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 4 No. 2 (2016)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.616 KB)

Abstract

Remaja memiliki tugas perkembangan yang harus dicapai yaitu identitas diri (identity). Tugas ini menekankan pentingnya rasa percaya diri. Ketidak berhasilan dalam mencapai tugas perkembangan akan mengakibatkan kebingungan peran (role confusion) yang dapat menyebabkan perilaku menyimpang seperti perillaku agresif. Perilaku ini muncul sebagai interaksi dari beberapa faktor seperti individu, keluarga, sosiokultural, dan paparan. Pendekatan teori struktural fungsional keluarga memandang terjadinya,perubahan fungsi, dukungan, dan lingkungan didalam keluarga dapat mempengaruhi anggota keluarga. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor keluarga (fungsi, dukungan, lingkungan didalam keluarga) yang berhubungan dengan perilaku agresif. Metode dalam penelitian ini deskriptif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel 83 responden diambil dengan proportional stratified random sampling. Alat ukur yang digunakan kusioner fungsi Family Assesment Device (FAD),dukungan Model Friedman, lingkungan Family Environment System (FES), dan perilaku agresif Aggression Questionnaire(AQ). Hasil penelitian menunjukkan mean skor fungsi keluarga 36,24 (59%) dalam kategori fungsional keluarga, dukungan keluarga 58,13 (58%) kategori dukungan sedang, lingkungan keluarga 72,18 (94%) kategori lingkungan terstruktur, dan perilaku agresif 76,24 (75%) kategori agresif diatas rata-rata. Analisis korelasi dengan Pearson didapatkan faktor yang berhubungan dengan perilaku agresif p-value < α 0,05 adalah fungsi (p-value=0,001,r=-0,361), dukungan (p-value=0,000,r=-0,416), dan lingkungan (p-value=0,000,r=-0,37). Analisis multivariat dengan regresi linier berganda didapatkan sig 0,000<0,05, dan koefisien fungsi keluarga paling besar (-0,390). Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara bersama-sama faktor fungsi, dukungan, dan lingkungan keluarga berhubungan secara bermakna dengan perilaku agresif. Peningkatan faktor fungsi, dukungan dan lingkungan keluarga akan menurunkan perilaku agresif. Dan faktor fungsi keluarga adalah yang paling berkontribusi atau berhubungan dengan perilaku agresif.Kata Kunci: Faktor-Faktor Keluarga, Perilaku Agresif, Remaja, Teori Struktural Fungsional Keluarga
ANALISIS FAKTOR- FAKTOR YANG YANG BERHUBUNGAN DENGAN RESILIENSI ORANG TUA ANAK RETARDASI MENTAL (DOWN SYNDROME) STUDI DI SDLB-C YAYASAN BHAKTI LUHUR KOTA MALANG Dian Pitaloka Priasmoro; Nunung Ernawati
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 5 No. 1 (2017)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1545.725 KB)

Abstract

Keluarga dengan anak down syndrome umumnya mengalami tingkat stres yang lebih tinggi daripada keluarga dengan perkembangan anak-anak yang biasa (Baker et al, 2003 dalam Riper 2007). Sehingga sangat penting bagi orang tua untuk memiliki ketahanan mental atau resiliensi. Resiliensi atau ketahanan mental adalah kemampuan individu untuk bangkit dan pulih dari keadaaan stres. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis  hubungan faktor individu, keluarga, dan komunitas yang berhubungan dengan resiliensi orang tua. Metode dalam penelitian ini adalah korelatif observasional dengan pendekatan cross sectional jumlah sampel 36 yang diambil dengan total sampling. Instrumen faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi orang tua adalah kuisioner yang dibuat peneliti dan kuisioner baku  Resilience Quotient dan telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas dengan Pearson Product Moment dan Alpha Chronbach. Setelah data terkumpul akan dilakukan pengolahan data dengan tahap editing, coding, tabulating dan analisis statistik. Uji analisis yang digunakan adalah Pearson dan untuk mengetahui pengaruh variabel yang paling besar dari beberapa variabel independent terhadap varibel dependen dilakukan uji regresi linier dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor individu tinggi, faktor keluarga sedang, dan faktor komunitas sedang. Analisis korelasi Pearson menunjukkan faktor yang berhubungan dengan resiliensi p-value < α 0,05 adalah individu ( p-value=0.000, r=0,616), keluarga( p-value=0.001, r=0,547), dan komunitas ( p-value=0.000, r=0,634). Analisis multivariat dengan regresi linier berganda didapatkan faktor individu, keluarga dan komunitas memiliki sig 0,000 < 0,05, dan koefisien korelasi > 0,05 yang paling berhubungan adalah faktor individu 0.360). Kesimpulan ada hubungan signifikan antara faktor individu, keluarga dan komunitas dengan resiliensi orang tua. Dengan kekuatan hubungan yang kuat dan arah positif, artinya semakin tinggi faktor individu, keluarga dan komunitas maka akan semakin tinggi resiliensi orang tua. Dan faktor individu yang paling berkontribusi atau berhubungan dengan resiliensi. Kata Kunci: Faktor Individu, Keluarga, Komunitas, Resiliensi, Orang Tua, Retardasi Mental (Down Syndrome)
Personal Character and Stigma in the Acceptance Process of Families Caring for Individuals with Mental Disorders Priasmoro, Dian Pitaloka; Dradjat, Respati S.; Zuhriyah, Lilik; Asri, Yuni
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 12 No. 1 (2024): May
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jik.2024.012.01.08

Abstract

Mental illness necessitates long-term care, impacting both sufferers and their families due to societal stigma. This study examined the correlation between personal character and self-acceptance, stigma, and self-acceptance, and the sociodemographic factors influencing acceptance. The study used a quantitative descriptive design to analyze data from 130 individuals who were purposefully selected from a total population of 175 families with members experiencing mental disorders. The research instruments included standard questionnaires to measure personal character, extraversion, perceived stigmatization, stigma, and family adaptation acceptance. Results indicated that personal character and stigma were significantly associated with acceptance (p-value <0.05). At the same time, the distance to the health center was the most influential demographic factor (p-value <0.005, Chi-Square 170.071). In conclusion, strengthening the personal character of families is crucial to mitigate the negative impact of societal stigma. Furthermore, enhancing services provided through health centers is essential.
Spiritual Support Improves Quality of Life in Diabetes Mellitus Patients Mulyana, Mulyana; Priasmoro, Dian Pitaloka; Kurniawan, Ardhiles Wahyu
Journal of Nursing Science Update (JNSU) Vol. 13 No. 1 (2025): May
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Health Sciencce, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jik.2025.013.01.10

Abstract

Patients with diabetes often experience a decline in their quality of life. Among the various indicators used to assess quality of life, spirituality has garnered increased attention. This emphasis is due to the recognition that spiritual support is a vital component of human well-being, as it embodies an individual's pursuit of meaning and purpose while nurturing a connection with a higher power. This study aimed to investigate the correlation between spiritual support and quality of life among patients with diabetes mellitus at the Wonokerto Health Center in Malang Regency. A correlational study design was employed, utilizing purposive sampling to recruit 64 participants from the health centre's service area. Data collection occurred between October 3 and October 27, 2024. The research instruments utilized included the Daily Spiritual Experience Scale (DSES) and the World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF).  The findings indicated that a majority of diabetes mellitus patients (53 respondents, 82.81%) reported high levels of spiritual support, while a significant portion (44 respondents, 68.75%) indicated an excellent quality of life. Data analysis using the Somers' D and Gamma tests revealed a p-value of 0.016 (p < 0.05), suggesting a statistically significant relationship between spiritual support and quality of life in individuals with diabetes. The correlation index (r = 0.546) showed a moderate strength of association, suggesting that heightened spiritual support is correlated with an improved quality of life for patients with diabetes mellitus. In conclusion, spiritual support for patients with diabetes mellitus must be consistently fostered to enhance their quality of life and facilitate more effective coping strategies for managing their condition.
Co-Authors Adelia, Nony Agung Hadi Endaryanto Ahmad - Abdullah Ahmad Abdullah Ahmad Abdullah Ahmad Abdullah Ahmad Abdullah Amalia, Zelda Amalina, Ayu Amelia, Zahwa Amin Zakaria Andari, Aprilina Sulistya Andita Rosanah Andriani Vivi Rahmawati Andriani, Dhita Wina Anggraini, Yulanda Wahyu Anik Sri Purwanti Anis Hasanah Aprilina Sulistya Andari Apriyani Puji Hastuti Ardiyanti, Sahda Eka Auberta, Shafa Agista Tiara Aziziah, Puput Nida Nur Azzahra, Vania Meysha Belinda Badrus Sholeh, Muhammad Camelia Finda Arisanti Candra W, Dicky Cantika Yustiara Indah Purnama Damayanti, Fina Kartika Della, Nanda Devi Zhariyah, Tania Dian Permatasari Dion Kunto Adi Patria Dradjat, Respati S. Edi Widjajanto Efti Dio Fatma Eka Ardiyanti, Sahda Erik Irham Lutfi Fani, Rifa'tul Febriyantie, Yolla Yohanna Fernanti, Usfania Fina Kartika Damayanti Fitri Yulianti Hamidah, Nur Diana Hengky Irawan Heri Kristianto Ida Bagus Made Dharma Putra Ika Atifatus Sholiha Ikhwan Yuda Kusuma Indari Indari Indari Indari Indari, Indari Indra Susanto Irwanda, Dimas Ilham Putra Ispriantari, Aloysia Juliati Koesrini Karunia Friska Kurniawan, Ardhiles Wahyu Kurniawan, Satria Bagus Laksono, Bayu Budi Lestari, Anisa Putri Lilik Supriati Lilik Zuhriyah M. Ridwanul Dwiona Manga, Yankuba B Mashita, Musthika Wida Mashitah, Musthika Wida Maulana Arif Murtadho Maulina, Rifzul Maulinda, Nandha Dela Mizan Abdul Rouuf Mokhtar Jamil Muhtar, Muhammad Solihuddin Mulyana Mulyana Mulyana Murtadho, Maulana Arif Mustriwi Mustriwi Nunung Ernawati Nur Amalina, Ayu Nuris Kushayati Nurmayunita, Heny Putri, Nisa Zeni Cahya Rachmawati, Triyas Rahma Novita Asdary Reasius Bobby Hudson Rewasan Retno Lestari Rif'atul Fani Riki Ristanto Rizka, Maulid Dhiva Yuanshanda Roesardhyati, Ratna Ruswandi . Sahda Eka Ardiyanti Sari, Shela Permata Sintiya, Melan Noer Soebagijono Soebagijono, Soebagijono Sunarmi Tesalonika, Santa Naftali Tien Aminah Tohiviatuti, Aida Trian Lutfianti Umi Hanik Mardiyana Vera Puspita Wahyu, Ardhiles Wahyuni, Dyah Prapti Wibowo, Yuda Aji Prasetyo Wiwik Handayani Wulandari, Putri Ratna YUNI ASRI Yuni Asri YUNI ASRI, YUNI Zakariya, Amin