Articles
Pelatihan Penderita Diabetes Mellitus Tetap Sehat dengan Resistance Exercise di Tengah Pandemi Covid-19
Ratna Yunita Sari;
Abdul Muhith;
Riska Rohmawati;
Imamatul Faizah;
Lea Maera Shanty;
Diaz Octavia Anggraini
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (928.418 KB)
|
DOI: 10.33086/snpm.v1i1.841
Kebijakan pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) selama pandemi Covid19 guna meminimalisir angka kejadian Covid-19 menyebabkan semua kegiatan mayarakat sangat dibatasi. Hal ini membuat rendahnya aktivitas dan berolahraga sehingga mempengaruhi kesehatan terutama bagi orang penderita diabetes mellitus yang termasuk fator komorbid jika terinfeksi virus Covid-19. Menjaga kesehatan penderita diabetes mellitus sangat dianjurkan selama pandemic Covid-19 dengan berolahraga ringan yang membantu meningkatkan imunitas didalam tubuh, memperlancara sirkulasi darah dan mencegah terjadinya neuropati diabetikum. Kegiatan pengabdian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan melatih tentang pentingnya olahraga dirumah guna menjaga statsus kesehatannya selama pandemic Covid-19 dengan resistance exercise. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di lingkup wilayah posyandu Sapta Lestari RW 07 Kelurahan Sidotopo Wetan Kota Surabaya. Metode pelaksanaan kegiatan mengggunakan pendekatan partisipatif dengan cara ceramah, diskusi, curah pendapat serta demonstrasi langsung untuk meningkatkan pengetahuan penderita diabetes mellitus tentang latihan resistance exercise. Analisis yang digunakan untuk mengamati serta mengevaluasi tingkat pengetahuan menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Hasil evaluasi didapatkan peningkatan pengetahuan masyarakat penderita diabetes mellitus sebesar 46,84% dari hasil pretest dan posttest yaitu 56,77% menjadi 100%. Kesimpulan dari hasil kegiatan pengetahuan masyarakat penderita diabetes mellitus meningkat tentang resistance exercise yang dapat dilaksanakan secara mandiri diruma yang berguna untuk menjaga kesehatan selama pandemic covid-19.
Pelatihan Penderita Diabetes Mellitus Tetap Sehat dengan Resistance Exercise di Tengah Pandemi Covid-19
Ratna Yunita Sari;
Abdul Muhith;
Riska Rohmawati;
Imamatul Faizah;
Lea Maera Shanty
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30651/aks.v7i1.9996
Kebijakan  pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) selama pandemi Covid-19 guna meminimalisir angka kejadian Covid-19 menyebabkan semua kegiatan mayarakat sangat dibatasi. Hal ini membuat rendahnya aktivitas dan berolahraga sehingga mempengaruhi kesehatan terutama bagi orang penderita diabetes mellitus yang termasuk faktor komorbid jika terinfeksi virus  Covid-19. Menjaga kesehatan penderita diabetes mellitus sangat dianjurkan selama pandemic Covid-19 dengan berolahraga ringan yang membantu meningkatkan imunitas didalam tubuh, memperlancara sirkulasi darah dan mencegah terjadinya neuropati diabetikum. Kegiatan pengabdian ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan melatih tentang pentingnya olahraga dirumah guna menjaga statsus kesehatannya selama pandemic Covid-19 dengan resistance exercise. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di lingkup wilayah posyandu Sapta Lestari RW 07 Kelurahan Sidotopo Wetan Kota Surabaya. Metode pelaksanaan kegiatan mengggunakan pendekatan partisipatif dengan cara ceramah, diskusi, curah pendapat serta demonstrasi langsung untuk meningkatkan pengetahuan penderita diabetes mellitus tentang latihan resistance exercise. Analisis yang digunakan untuk mengamati serta mengevaluasi tingkat pengetahuan menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Hasil evaluasi didapatkan peningkatan pengetahuan masyarakat penderita diabetes mellitus sebesar 46,84% dari hasil pretest dan posttest yaitu 56,77% menjadi 100%. Kesimpulan dari hasil kegiatan pengetahuan masyarakat penderita diabetes mellitus meningkat tentang resistance exercise yang dapat dilaksanakan secara mandiri diruma yang berguna untuk menjaga kesehatan selama pandemic covid-19.
Pemberian Ice Bag Dikombinasikan dengan Pengaturan Posisi Post Percutaneus Coronary Intervention pada Pasien SKA yang Mengalami Back Pain
Abdul Muhith;
Rining Sulistya Rahayu;
Siti Nur Hasina;
Imamatul Faizah;
Ratna Yunita Sari
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32583/pskm.v13i2.921
Sindrom Koroner Akut (SKA) merupakan suatu masalah kardiovaskular yang utama karena menyebabkan angka perawatan rumah sakit dan angka kematian yang tinggi. Sebagian besar SKA adalah manifestasi akut dari plak ateroma pembuluh darah koroner yang koyak atau pecah. Terapi reperfusi (sebisa mungkin berupa Percutaneus Coronary Intervention primer) diindikasikan apabila terdapat bukti klinis maupun EKG adanya iskemia yang sedang berlangsung, bahkan bila gejala telah ada lebih dari 12 jam yang lalu atau jika nyeri dan perubahan EKG tampak tersendat. Komplikasi mikrovaskuler sering dialami pada pasien setelah tindakan PCI yaitu nyeri pada daerah punggung atau back pain. Beberapa tindakan non farmakologi antara lain pemberian ice bag dan pengaturan posisi.Studi ini bertujuan untuk mengetahui penerapan ice bag dan pengaturan posisi untuk mengurangi back pain pada pasien post PCI. Metode yang digunakan adalah literature review. Pencarian artikel didapatkan dari Pubmed, Science Direct, Google Scholar dalam rentang waktu 2014-2022 dengan kata kunci “Percutaneus Coronary Intervention and Nursing” or “Percutaneus Coronary Intervention and Intrevention Nursing” or “Percutaneus Coronary Intervention and cold pack” or or “Percutaneus Coronary Intervention and positioning” or “Percutaneus Coronary Intervention and back pain” or “Comfort in care nursing and PCI” or “Comfort theory Kolcaba” didapatkan 1129 artikel. Pencarian artikel disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi selanjutnya dilakukan review dengan hasil terdapat 20 artikel yang masuk dalam analisa untuk dilakukan tinjauan literature. Artikel-artikel tersebut menjelaskan efektifitas pemberian kompres dingin : cold pack dan pengaturan posisi pada pasien post PCI dengan cara menghambat perjalanan syaraf berdiameter kecil dalam menghantarkan rangsang nyeri. Simpulan dari studi di atas adalah ice bag dan pengaturan posisi efektif untuk menurunkan nyeri punggung pada pasien post PCI.
Pengaruh Head of Bed (HOB) terhadap Kenyamanan Pasien dengan Nyeri Punggung Post Percutaneous Coronary Intervention: A Systematic Review
Rining Sulistya Rahayu;
Nur Hidayah;
Abdul Muhith;
Hotimah Masdan Salim
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 3 (2023): Jurnal Keperawatan: September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32583/keperawatan.v15i3.1047
Keluhan rasa nyaman banyak terjadi pada pasien Post Percutaneous Coronary Intervention (PCI) karena setelah prosedur, pasien harus dibatasi di tempat tidur selama 6 sampai 12 jam. Pembatasan dan tirah baring untuk waktu yang lama terasa sulit dan berat bagi banyak pasien. Studi ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Head of Bed (HOB) terhadap peningkatan kenyamanan pasien yang mengalami nyeri punggung post PCI. Database pencarian artikel didapatkan dari Pubmed, Science Direct, Google Scholar, Proquest, Scopus dan Klinikal Key dalam rentang waktu 2018-2023 dengan kata kunci istilah pencarian utama termasuk nyeri punggung, angiografi koroner, kateterisasi jantung, intervensi koroner perkutan, percutaneous coronary intervention, back pain, HOB, perubahan posisi. Kata kunci ini dicari secara terpisah atau digabungkan satu sama lain. Pencarian artikel disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi selanjutnya dilakukan review. Berdasarkan telaah terhadap 9 artikel yang ditemukan, didapatkan hasil bahwa HOB dapat meningkatkan kenyamanan pasien yang mengalami nyeri punggung post PCI dengan cara menghambat perjalanan syaraf berdiameter kecil dalam menghantarkan rangsang nyeri. Kesimpulan dari studi di atas adalah penerapan HOB dapat meningkatkan kenyamanan pasien yang mengalami nyeri punggung post PCI.
Pengaruh Mobilisasi Miring Kanan dan Miring Kiri dengan Menggunakan Bedridden Patient Turning Device terhadap Ulkus Dekubitus pada Pasien Stroke
Abdul Manan;
R. Khairiyatul Afiyah;
Abdul Muhith
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32583/pskm.v14i1.1473
Ulkus dekubitus menjadi masalah keperawatan yang sering dan cukup serius, yang secara signifikan dapat meningkatkan angka kesakitan dan kematian. Mobilisasi yang adekwat akan mengurangi kejadian ulkus dekubitus, perawat mempunyai peran penting dalam mencegah terjadinya ulkus dekubitus saat pasien dirawat di rumah sakit. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh mobilisasi miring kanan dan miring kiri dengan menggunakan bedridden patien turning device terhadap kejadian ulkus dekubitus pada pasien stroke. Metode: metode yang digunakan Quasi Eksperimental dengan pretest posttest with control group design. Hasil: Dari hasil uji menggunakan Chi Square terjadi ulkus dekubitus antara kelompok perlakuan dengan kontrol didapat dengan nilai p value sebesar 0,483 dan nilai tersebut > 0,05 yang berarti tidak ada perbedaan siqnifikan kejadian ulkus dekubitus antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol. Kesimpulan: Kejadian ulkus dekubitus grade I pada kelompok kontrol sebanyak 2 orang (13.3%) sedangkan kelompok perlakuan tidak terjadi ulkus dekubitus atau 0%. Tidak ada perbedaan kejadian ulkus dekubitus antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan
PENCEGAHAN ANEMIA DEFISIENSI BESI DENGAN METODE ABC (AMATI, BERI, CEK) DI PP PUTRI WAHID HASYIM BANGIL
Muhammad Nasir;
Marselli Widya Lestari;
Gilang Nugraha;
Abdul Muhith;
Rosda Rodhiyana Rodhiyana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v4i5.21801
Latar belakang: Anemia masuk dalam program Sustainable Development Goals (SDGs) ke-2 dan ke-3 untuk mengurangi semua bentuk kekurangan gizi dan memastikan kehidupan yang sehat bagi semua usia tahun 2030. Anemia menjadi salah satu faktor risiko perdarahan pada kasus persalinan dan penyebab AKI. Adapun santriwati di Pondok Pesantren Wahid Hasyim Bangil belum pernah mendapatkan materi terkait pencegahan anemia. Metode: Penyuluhan mengenai pemberian materi pentingnya pencegahan anemia menggunakan metode ABC (Amati, Beri dan Cek) oleh tim penyuluh dari Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Santri diajarkan cara periksa dini dengan pemeriksaan fisik dari mengamati warna sklera, dilanjut dengan edukasi pemberian tablet Fe dan cek kadar hemoglobin jika diperlukan. Hasil dan Pembahasan: Berdasarkan hasil pre-test dan post-test melalui kuesioner terjadi peningkatan nilai secara langsung oleh santriwati yang mengikuti kegiatan ini. Persentase kenaikan nilai rata-rata adalah 9,4. Hal ini menggambarkan terjadinya peningkatan pengetahuan mengenai materi tersebut bagi santriwati yang telah disampaikan pada kegiatan pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren Wahid Hasyim Bangil. Kesimpulan: Untuk meningkatkan pengetahuan pentingnya pencegahan anemia pada remaja putri di pondok pesantren PP Wahid Hasyim Bangil, maka perlu dilakukan melalui pendekatan yang berbasis kolaborasi pelayanan kesehatan. Peningkatan pengetahuan dikemas dalam kegiatan klasikal berupa ceramah dan praktik oleh tim.
Hubungan Pengetahuan Ibu dan Dukungan Keluarga dengan Capaian Imunisasi Dasar Lengkap
Hariadi, Mohammad Nazik;
Muhith, Abdul;
Hasina, Siti Nur
Journal of Language and Health Vol 5 No 2 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jlh.v5i2.4137
Imunisasi merupakan salah satu tindakan pencegahan penyebaran penyakit ke wilayah lain yang terbukti sangat cost effective. Dalam rangka pencegahan penularan terhadap beberapa penyakit yang dapat di cegah dengan imunisasi (PD3I). Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dan dukungan keluarga dengan capaian imunisasi lengkap di wilayah Puskesmas Slempit Kabupaten Gresik. Desain penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh Ibu yang memiliki Bayi beserta keluarganya yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Slempit Kecamatan Kedamean Kabupaten Gresik. Besar sample 34 responden dengan tehnik simple random sampling. Variable independen adalah pengetahuan ibu dan dukungan keluarga serta variable dependen adalah capaian imunisasi dasar lengkap. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner pengetahuan ibu dan dukungan keluarga dengan nilai validitas dan reabilitas >0,05. Analisis data menggunakan uji chi square dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian dari uji chi square adalah adanya hubungan antara dukungan keluarga dengan kelengkapan imunisasi dasar. Kepatuhan yang ditunjukkan dengan angka 0,003 pada nilai pearson chi square dan asymptotic significance (2-sided). Nilai tersebut kurang dari 0,05 yang merupakan nilai signifikan maksimum dalam menentukan hubungan. Pengetahuan dan dukungan keluarga yang baik meningkatkan capaian imunisasi dasar lengkap.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kepatuhan Kunjungan Penderita Hipertensi Peserta Prolanis
Aquaristha, Valentine Fadzar;
Muhith, Abdul;
Hasina, Siti Nur
Journal of Language and Health Vol 5 No 2 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.37287/jlh.v5i2.4138
Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama dan hingga saat ini masih menjadi masalah kesehatan global. Salah satu faktor utama dalam tidak terkontrolnya hipertensi adalah kurangnya kepatuhan terhadap pengobatan. Kondisi seperti ini sangat berbahaya karena tekanan darah sebelumnya dapat meningkat dan risiko komplikasi bahkan kematian akibat hipertensi juga akan meningkat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Kunjungan Penderita Hipertensi Peserta Prolanis. Penelitian ini menggunakan jenis analitik dengan pendekatan cross – sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah penderita hipertensi peserta Prolanis di wilayah Puskesmas Nelayan Gresik. Besar sampel 79 responden yang diambil dengan tehnik Simple random sampling. Variabel independen adalah dukungan keluarga serta variabel dependen yaitu kepatuhan kunjungan. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuisioner Dukungn keluarga dan kepatuhan kunjungan dengan nilai validitas dan reabilitas >0,05. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rho atau Rank Spearman dengan tingkat signifikansi ???? = 0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan keluaga yang tinggi, sebagian besar responden patuh melakukan kunjungan di Puskesmas Nelayan, serta hasil uji stastistik menggunakan Uji Rank Spearman diperoleh nilai p=0,000 (p<0,05) berarti pada α=0,05 dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kepatuhan kunjungan pada pasien hipertensi peserta prolanis di Puskesmas Nelayan. Dukungan keluarga yang tinggi atau baik meningkatkan kepatuhan kunjungan penderita hipertensi peserta Prolanis.
THE EFFECT OF REIKI THERAPY ON POSTTRAUMATIC GROWTH (PTG) AMONG CHRONIC RENAL FAILURE PATIENTS THROUGH HEMODIALYSIS
Muhith, Abdul;
Hidaayah, Nur;
Anggreani, Rahayu;
Hartadi, Hartadi
Nurse and Health: Jurnal Keperawatan Vol 10 No 2 (2021): Nurse and Health: Jurnal Keperawatan July-December 2021
Publisher : Institute for Research and Community Service of Health Polytechnic of Kerta Cendekia, Sidoarjo
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36720/nhjk.v10i2.322
Background: Disease Chronic kidney failure can result in positive and negative implications as Posttraumatic Growth (PTG) and problems mental - psychological include self-concept, and the quality of life of patients. Objectives: The research objective was to analyze the effect of spiritual based reiki therapy (prayer) on posttraumatic growth. Methods: The study design was Quasy-Experimental with pre-post test control group design and research conducted by a research assistant. The population was all chronic renal failure patients undergoing hemodialysis. Sample size 40, divided into 20 interventions and 20 controls. The sampling technique is purposive sampling. In the intervention group-based therapy reiki spiritual (prayer) for 45 - 75 minutes of 8-12 meetings (se whenever there are 3 sessions) performed 2 weeks. The control group was given action according to hospital standards. Test analysis Wilcoxon Signed Ranks Test and analysis uji depending Mann Whitney. Results: Results of analysis of test Wilcoxon Signed Ranks Test P no intervention group therapy reiki spiritually based (Prayer) no effect on posttraumatic growth p = 0.000. If the control group was given therapy according to hospital SOP, there was an effect on posttraumatic growth p = 0.025. And the results of the analysis using Mann Whitney found that Results Posttraumatic Growth in the intervention group of the therapy reiki spiritually based (Prayer) - In the group controls are enforcedi according to SOP hospital treatment, the results are no different, p = 0.000. Conclusion: Reiki therapy based spiritual (prayer) is very effective to decrease the Posttraumatic Growth, can improve quality of life and positive attitude in which respondents were willing to change his priorities and biases appreciate herself.
Pengaruh Diabetes Self Management Education(DSME) Berbasis Vidio Terhadap Tingkat Pengetahuan dan Kadargula Darah pada Penderita Diabetes: Sistematic Review
Harahap, Ervina Yanti;
Muhith, Abdul;
Asih, Akas Yekti Pulih
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan: Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.32583/keperawatan.v16i2.1800
Diabetes Melitus merupakan penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi di Indonesia setelah stroke dan jantung. Kematian pada penderita DM disebabkan oleh komplikasi akut dan kronis. Optimalisasi penanganan kasus DM dan kemandirian pasien perlu ditingkatkan untuk mencegah komplikasi dari DM. Diabetes self management education (DSME) berbasis vidio merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan pengetahuan pasien DM sehingga slef care pasien DM meningkat. Tujuan dari peneitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh DSME berbasis vidio terhdap tingkat pengetahuan dan kadar gula darah penderita DM. Metode: menggunakan pencarian literatur dengan tinjauan sistematis (PRISMA) sebagai standar untuk melakukan tinjauan sistematis. Pencarian artikel dilakukan di database elektronik termasuk Science Direct, Pubmed dan Proquest, Google Scholar. Kata kunci yang peneliti digunakan adalah self management, diabetes, pengetahuan, glukosa darah.. Kriteria artikel terpilih adalah 1) terbitan tahun 2018-2023 2) teks lengkap 3) artikel dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Artikel dipilih sesuai dengan kriteria dan total 10 artikel dari 5415 artikel diperoleh dengan PRISMA. Tinjauan sistematis ini menemukan bahwa pemberian DSME berbasis vidio mempengaruhi tingkat pengetahuan pasien DM sehingga dapat meningkatkan self care dan mengontrol kadar gula darah. Oleh karena itu rumah sakit dan puskesmas perlu adanya program untuk memberikan edukasi kepada pasien DM dan keluarga melalui DSME berbasis vidio dalam mencegah terjadinya komplikasi yang bersifat akut atau kronis pada pasien DM.