p-Index From 2021 - 2026
11.645
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Program KKN Melalui Pembuatan Lapangan dan Kompetisi Bola Voli Sebagai Upaya Pengembangan Olahraga Masyarakat Kudu Ganting Barat Setiyo Utoyo; Muhammad Teguh; Agus Ato; Nengsih Surya Putri
Kolaborasi : Jurnal Hasil Kegiatan Kolaborasi Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Juni: Kolaborasi : Jurnal Hasil Kegiatan Kolaborasi Pengabdian
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Matematika dan Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/kolaborasi.v4i2.990

Abstract

Community Service Programs (KKN) serve as a platform for students to contribute to the community, aiming to synergize academic knowledge with real-world needs. This article discusses the implementation of the KKN program focused on sports in Nagari Kudu Ganting Barat, V Koto Timur District, Padang Pariaman Regency. The program was realized through two main activities: the construction of a volleyball court and the holding of an inter-village volleyball competition. The deteriorating condition of the volleyball court, damaged by weather, was the primary motivation for this program. Methods employed included direct observation, a participatory approach (Participatory Action Research/PAR), and organizing a competition to encourage social engagement. Results indicate that the field construction—carried out collaboratively with the community—successfully rehabilitated the sports facility, while the inter-village competition increased community spirit and social cohesion. This program demonstrates that interventions focused on local needs, when designed with active community participation, can have a meaningful and sustainable social impact.
Membangun Gaya Hidup Aktif melalui Program Senam Rutin di Lingkungan Masyarakat Nagari kudu gantiang barat Setiyo Utoyo; Taufik Hidayat; Mely Jumita Gultom; Windi Pebrianti; Melisa Alya Safitri; Raxel Julian Putra
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 06 (2026): JUNI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya hidup aktif merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun, perkembangan teknologi dan perubahan pola hidup menyebabkan aktivitas fisik masyarakat cenderung menurun. Oleh karena itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan program senam rutin sebagai upaya membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan masyarakat Nagari Kudu Gantiang Barat. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya olahraga, mempererat hubungan sosial antarwarga, serta menciptakan lingkungan yang sehat dan produktif. Kegiatan dilakukan melalui senam bersama yang dilaksanakan secara berkala dengan melibatkan berbagai kelompok usia. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya antusiasme masyarakat yang tinggi serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik untuk kesehatan.
Peran Mahasiswa KKN UNP dalam Mengali Potensi Seni Anak Nagari dengan Menampilkan Seni Tari Kolaborasi di Nagari Kudu Gantiang Barat Setiyo Utoyo; Bunga Khairania Amara; Shintia Afrina; Tasya Nazwa Nafisa; Zifra Temi
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan seni budaya merupakan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang dapat dilakukan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mahasiswa KKN Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan kegiatan tari kolaborasi di Korong Kolam Janiah, Nagari Kudu Gantiang Barat sebagai upaya menggali dan mengembangkan potensi seni anak nagari. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat generasi muda terhadap seni budaya daerah, menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak dan remaja, serta mempererat hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendekatan partisipatif dengan melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses latihan hingga pementasan tari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memberikan respon positif terhadap pelaksanaan tari kolaborasi. Anak-anak terlihat antusias mengikuti latihan dan mampu menampilkan pertunjukan dengan baik di hadapan masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya Minangkabau di tengah perkembangan zaman. Dengan adanya kegiatan tari kolaborasi, potensi seni anak nagari dapat berkembang serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga budaya lokal.
Peningkatan Minat Baca Anak melalui Program Sosialisasi dan Pemanfaatan Perpustakaan Nagari Setiyo Utoyo; Mutia Wulandari; Oktaviani Wahyudianti; Vanesya Ezia Fitri; Muhammad Bintang Purnadytia
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 03 (2026): JUNI - JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya minat baca anak masih menjadi tantangan dalam pengembangan budaya literasi masyarakat, termasuk di Nagari Kudu Gantiang Barat, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padang Pariaman. Meskipun nagari telah memiliki perpustakaan umum yang baru dibangun, pemanfaatannya oleh anak-anak masih belum optimal. Oleh karena itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan program sosialisasi peningkatan minat baca kepada siswa SDN 09 V Koto Timur sebagai upaya mengenalkan pentingnya membaca dan pemanfaatan perpustakaan nagari. Kegiatan ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan selama pelaksanaan kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi selama sosialisasi dan terjadi peningkatan kunjungan ke perpustakaan pada hari-hari awal setelah kegiatan dilaksanakan. Namun, peningkatan tersebut belum berlangsung secara berkelanjutan karena adanya kendala dalam pengelolaan perpustakaan, seperti belum tersedianya petugas tetap, serta adanya distraksi dari kegiatan lain yang lebih menarik bagi anak-anak. Meskipun demikian, program sosialisasi berhasil meningkatkan kesadaran awal siswa terhadap pentingnya membaca dan pemanfaatan perpustakaan. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi dapat menjadi langkah awal yang efektif dalam menumbuhkan budaya literasi, tetapi perlu didukung oleh pengelolaan perpustakaan yang baik dan program literasi yang berkelanjutan. 
Peningkatan Kemampuan Klasifikasi Melalui Aktivitas Visual Interaktif Pada Anak Usia 5-6 Tahun Di TKN Pembina Santur Delfi Yajuantari; Setiyo Utoyo
Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 2 No. 6 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/3xh19650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan klasifikasi anak usia 5–6 tahun melalui aktivitas visual interaktif di Taman Kanak-Kanak Negeri Pembina Santur Kota Sawahlunto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 10 anak kelompok B1. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur menggunakan lembar penilaian kemampuan klasifikasi anak. Aktivitas visual interaktif diterapkan melalui kegiatan mengelompokkan objek berdasarkan warna, bentuk, dan ukuran dengan menggunakan media visual yang menarik. Data dianalisis secara kuantitatif deskriptif dengan membandingkan hasil kemampuan klasifikasi anak pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan klasifikasi anak dari siklus I ke siklus II, ditandai dengan meningkatnya persentase anak yang mencapai kriteria mampu. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa aktivitas visual interaktif efektif dalam meningkatkan kemampuan klasifikasi anak usia 5–6 tahun di TK Negeri Pembina Santur Kota Sawahlunto.
Peningkatan Kemampuan Oral Pada Aspek Bercerita Melalui Pemanfaatan Legenda Minangkabau Asal Usul Lunto Awlia Ramadhani; Setiyo Utoyo
Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 3, Nomor 1, Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/rjef5577

Abstract

Kemampuan oral (literasi ekspresif) merupakan kemampuan fundamental dalam perkembangan anak usia dini yang mencakup keterampilan berbicara, bercerita, dan mengekspresikan diri. Namun, banyak lembaga PAUD menghadapi tantangan dalam mengembangkan oral anak karena keterbatasan media pembelajaran yang kontekstual dan relevan dengan budaya lokal. Penelitian ini bertujuan untuk “meningkatkan kemampuan oral anak kelompok B melalui pemanfaatan Legenda Minangkabau Asal Usul Lunto di TK Al Ikhlas Lunto”.  Penelitian ini menggunakan “Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 12 anak kelompok B (usia 5-6 tahun) yang terdiri dari 8 anak laki-laki dan 4 anak perempuan. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara”.  Hasil penelitian menunjukkan “peningkatan signifikan kemampuan oral anak dari kondisi awal ke siklus I dan siklus II. Pada kondisi awal, persentase ketercapaian oral anak hanya 41,67%”. Setelah siklus I, meningkat menjadi 66,67%, dan pada siklus II mencapai 91,67%. Anak menunjukkan peningkatan dalam keberanian berbicara, kemampuan menceritakan kembali cerita, mengekspresikan pendapat, serta antusiasme dalam kegiatan pembelajaran. Pemanfaatan Legenda Minangkabau Asal Usul Lunto terbukti efektif meningkatkan kemampuan oral anak usia dini. Cerita lokal yang kontekstual dan sarat nilai moral memberikan media pembelajaran yang menarik, bermakna, dan relevan dengan kehidupan anak. Implikasi penelitian ini adalah pentingnya mengintegrasikan kearifan lokal dalam pembelajaran PAUD untuk mengembangkan kemampuan literasi ekspresif sekaligus melestarikan budaya lokal.
Peningkatan Kemampuan Motorik Halus Melalui Permainan Clay Tematik Naratif Di Kober Kamboja Afrida Yenti Salim; Setiyo Utoyo
Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): Volume 3, Nomor 1, Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/8nrb9k10

Abstract

Kemampuan motorik halus merupakan “aspek penting dalam perkembangan anak usia dini yang berkaitan dengan koordinasi otot kecil dan mata. Di Kober Kamboja, sekitar 70% anak kelompok B mengalami kesulitan dalam aktivitas motorik halus seperti menggunting, meronce, dan memegang pensil dengan benar”. Metode pembelajaran yang konvensional dan kurang menarik menjadi kendala utama dalam pengembangan keterampilan ini. Penelitian ini bertujuan untuk “meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B di Kober Kamboja melalui permainan clay tematik naratif”. Penelitian menggunakan metode “Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 15 anak kelompok B (8 laki-laki dan 7 perempuan) berusia 5-6 tahun”. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan lembar penilaian kemampuan motorik halus dengan indikator: kemampuan memegang dan meremas clay, koordinasi gerakan tangan, kekuatan jari dalam membentuk objek, dan kemampuan menyelesaikan tugas. Analisis data menggunakan teknik persentase untuk menentukan tingkat keberhasilan tindakan. Hasil penelitian menunjukkan “peningkatan signifikan pada kemampuan motorik halus anak. Pada pra-siklus, hanya 30% anak mencapai kriteria berkembang sesuai harapan. Setelah siklus I, persentase meningkat menjadi 60%, dan pada siklus II mencapai 86,67%”. Permainan clay tematik naratif terbukti efektif melatih koordinasi tangan-mata, kekuatan jari, dan kreativitas anak melalui kegiatan meremas, menggulung, dan membentuk clay sesuai cerita. Permainan clay tematik naratif terbukti efektif meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B di Kober Kamboja. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi guru PAUD dalam mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, dan sesuai dengan karakteristik anak usia dini.
The Effect of Animated Video Traditional Games Learning Media on Kindergarten Children’s Mathematical Abilities: An Experimental Study Nabila Amini Nur; Nurhafizah Nurhafizah; Yaswinda Yaswinda; Setiyo Utoyo
Kiddo: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/kiddo.v7i1.23860

Abstract

This study aims to analyze the influence of traditional game animation video learning media on the mathematical abilities of children aged 5–6 years at Oswald Siahaan Kindergarten. This study uses a quantitative approach with an experimental method. The experimental design used is quasi-experimental with a one-group pretest–posttest model. The population in this study consists of all children in Group B at Oswald Siahaan Kindergarten, totaling 20 children, with the sampling technique being a saturated sample. Data collection was carried out thru structured observation methods to measure children's mathematical abilities, including understanding number concepts, simple arithmetic operations, recognition of geometric shapes, and concepts of measurement. Data analysis was conducted by comparing pretest and posttest results using the paired sample t-test. The research results using the paired sample t-test obtained an Asympsig (2-tailed) value of 0.000 < 0.05. this means there is an improvement in children's mathematical abilities after using traditional game animation video media. These findings indicate that traditional game animation videos have a positive and effective impact on improving early childhood mathematical abilities.
Implementing Sensory Play with Natural Materials to Improve Fine Motor Development in Early Childhood Ganti Ritauli Sianturi; Setiyo Utoyo; Delfi Eliza; Yaswinda
Journal of Educational, Health and Community Psychology VOL 15 NO 1 MARCH 2026
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jehcp.vi.32025

Abstract

This study aims to develop a learning model based on sensory play using natural materials to improve fine motor skills in early childhood at Metta Karunia Kindergarten School. The model was developed using a Research and Development (R&D) approach through the ADDIE model stages (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). The model is designed to provide a fun and meaningful learning experience through the exploration of natural materials such as sand, seeds, clay, and gonggong shells. The research results show that the developed learning model is highly valid, with media validation at 81% (fairly valid), material validation at 93% (very valid), and instrument validation at 91% (very valid). The practicality test resulted in a score of 95% (very practical), while the model's effectiveness in improving children's fine motor skills reached 93% (very effective). The final product of this research is a learning model guide that can be used by teachers in thematic learning activities, particularly on the theme of the natural environment. The implications of this study indicate that using sensory play based on natural materials not only supports the development of fine motor skills but also strengthens the values of cooperation and children's creativity. This model is feasible for broader implementation and further development in other learning themes.
FENOMENA PEMELIHARAAN KUCING RAS DI NAGARI KUDU GANTING BARAT Anisa Julita Fitri; Setiyo Utoyo
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 12 No. 02 (2026): Volume 12 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v12i02.13650

Abstract

The phenomenon of breeding purebred cats in the village of Kudu Ganting Barat indicates a change in people's preferences towards pets. This study aims to understand the reasons why residents choose purebred cats over local cats, as well as the social impacts that arise. The research method used personal interviews with several villagers. The results of the study show that the maintenance of purebred cats is influenced by aesthetic factors, the cats' more obedient nature, as well as the habit of sharing among residents. In addition, this phenomenon strengthens social relationships in the village, although there are challenges in animal healthcare.
Co-Authors Afrida Yenti Salim Agus Ato Amini Nur, Nabila An Nisa Fitri Mardhotillah Andella, Liza Andrea, Lora Anggraini, Vivi Anisa Julita Fitri Anjelia, Revina Apriyanto A.J. Pauweni Ardila, Ratna Vinky Asdi Wirman Astri Purwanti Asyifa Maharani Aulia Rahma Auliza, Della Awlia Ramadhani Bella, Maysin Laudia Bunga Khairania Amara Cindy Cendriani Balowa Dadan Suryana Delfi Eliza Delfi Yajuantari Desnita, Roza Dila Febriza Dini Englasari Edila Abdul, Velly Sena Elsa Yolanda Elsuprianis, Elsuprianis Evita Paputungan Fadhilah, Amalia Farida Mayar Fauzani Imelya, Dinny fitriyani lie Ganti Ritauli Sianturi Grahitta Ainun Rizky Hajira Burui Harihanti, Desi Icam Sutisna Ili Suharti Iman Cahyadi, Agung Indah Annisa Rahmi Indra Yeni Indra Yeni Irvin Novita Arifin Ismaniar Ismaniar Isti Hidayati Karim, Ainun Ketut Mindi Khairina Mangge Khofifah Apriani Lanter, Nurwan Lilis Sumanti Lola Anjela mahariansyah, nursal Mamonto, Muzdalifa Maulana, Bintang Maya Sari, Dian Mega Rani Melisa Alya Safitri Mely Jumita Gultom Mita Sari Mohamad Zubaidi Mugi Rahayu Muhammad Bintang Purnadytia Muhammad Teguh Muhammad Zacky Alconnery Munira Abdul Rauf Muthiya Sani, Dita Mutia Afnida Mutia Wulandari Muzdalifa Mamonto Nabila Amini Nur Natasa Salsa Bila Nengsih Surya Putri Nenny Mahyuddin Ningsih, Naia Oktavia Niva Sahada Ni’ma Ni’ma Novelika, Sherly Novita Mahmud Nugroho, Fahri Nunung Suryana Jamin Nur Hazizah Nurdiyah Permata Sari Nurdiyah Sari Nurhafizah Nurhafizah Nurhafizah Nuria, Anniska Nurrohmah, Aliza Mei Nurul Huda Nurvika Wahyuni S Padodo Oktaviani Wahyudianti Ozza fahmi Ozza fahmi Podungge, Hajira Puji Astuti, Endah PUPUNG PUSPA ARDINI Putri, Elsy Assari Putri, Stefany Yunita Rahma Fadilla Rahma Yunita, Rahma Rakimahwati Rakimahwati Ramadhan, Salsabila Ramadhani Fitri Ramita Ramita Ramita, Ramita Rapi Us. Djuko Ratih Meyrani Putri Raxel Julian Putra Regista Vallen Reni Supitno Reyza Mutia Adha Rismareni Pransiska Sara Mawaddah Sari, Resti Elma Septia Landa, Klara Serli Marlina Serli Marlina Shelvira Amanda Putri Shintia Afrina Sihombing, Sri Cahaya Siti Aisyah Siti Nurbadrin Sitti Rahmatia Pakabu Sonita, Sandra Soultan Rafif Nadhim Sri Andra R. Sunani Sri Rahayu R, Ratif Sri Rawanti Sri Wahyuningsi Laiya Suryani, Ni Putu Lilis Syahra Savira Mokodompit Syampulma, Hilmainur Tasya Nazwa Nafisa Taufik Hidayat Tisna Syafnita Tisna Syanita Ulfa, inang Namora Ummul Khairunisa Usnia, Usnia Vanesya Ezia Fitri Wahyu Dwi Rahma Waode Eti Hardiyanti Wati, Nenen Welman Saputra Windi Pebrianti Yaswinda Yaswinda Yenti Juniarti Yesi Susanti Yuni Lestari Yusup , Saskiawati Zahara Anggraini Zahra Gustiani Putri Zifra Temi Zulminiati Zulminiati