Claim Missing Document
Check
Articles

Reproductive Health Education through Video and Leaflet Increased Knowledge and Attitudes of Junior High School 1 Lobalain Students Sinlaeloe, Ervina Betsi Cahyani; Nayoan, Christina R; Sir, Amelya B
Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Vol 7, No 3 (2024): Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jphtcr.v7i3.20455

Abstract

Abstract Introduction: Adolescents’ knowledge about puberty is very important to prevent health problems such as unwanted pregnancies, early marriage, abortion and Sexual Transmitted Infections (STI’s). Thus, health education to increase awareness is really needed. This research aimed to determine the effect of reproductive health education through video and leaflet media on Lobalain 1 junior high school students.  Methods: This quasi-experimental study with pre and post-test design approaches was conducted on 184 junior high school students, who were selected using a stratified random sampling technique. Subjects were divided evenly into 2 groups, who received reproductive health education through video and leaflet and the control group. Knowledge and attitude data were collected through questionnaires. Data were analyzed by chi square tests, with a significance level of < 0.05.Results: The subjects were students aged 12-17 years in grades 7 to 9. In the experimental group there was a significant increase in good knowledge scores category from 20% to 77% (p<0.05), while there was no increase (28% to 30%) in the control group. In the experimental group, the positive attitude score category also significantly increased from 64% to 83% (p<0.05), while in the control group the positive attitude score category did not increase significantly (from 59 to 66%).Conclusion: Health reproduction education through video media and leaflet increased knowledge and attitude of Lobalain 1 junior high school students. It is recommended that local governments and schools increased health promotion efforts in adolescents. 
Demonstration Method Better Increased Knowledge, Attitude, and Skills on Hand Washing With Soap in Elementary School Students Polly, Junitry Yublina; Nayoan, Christina R; Limbu, Ribka; Marni, Marni
Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region Vol 7, No 3 (2024): Journal of Public Health for Tropical and Coastal Region
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Diponegoro, Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jphtcr.v7i3.22869

Abstract

Background: Every year, about 100,000 children in Indonesia die from diarrhea. In 2021, diarrhea cases in Taurus Health Center, Kupang, East Nusa Tenggara working area occurred more in elementary school children. Hand washing with soap (HWS) reduced diarrhea rates by 47%. This study aimed to analyze the different effect between lecture and demonstration methods on knowledge, attitudes and skills on hand washing with soap in GMIT Manumuti Elementary School students.Method: This quasi-experimental study was done in “pretest-posttest group design”. The subjects were all of 68 students in grade 5 (total sampling technique), who were evenly and randomly divided into 2 groups of lecture and demonstration. Data were collected through observations and interviews using structured questionnaires and were analyzed by paired and independent sample t-tests.Results: The subjects were 10-12 years old and 58.5% were boys. The mean knowledge scores increased from 52.2±8.89 to 75.1±7.17 (p=0.001) in the lecture group and from 62.5±8.89 to 86.9±7.17 (p=0.001).in the demonstration group, respectively. The mean attitude scores increased from 57.9±10.52.to 70.1±5.46 (p=0.001) in the lecture group and from 67.1 ±10.11 to 82.8±8.78 (p=0.001) in the demonstration group, respectively. The mean skill scores increased from 53.3±13.38 to 68.94±7.80 (p=0.001) in the lecture and from 60.76±17.11 to 82.7±10.33 (p=0.001) in the demonstration group. The mean knowledge, attitude and skills’ scores in the demonstration group after the intervention were all higher (p<0.05) than the control group.Conclusion: Demonstration method increased knowledge, attitude and skills on hand washing with soap better than the lecture method in elementary school students at GMIT Manumuti Elementary School.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN PRAKTIK KEBERSIHAN ANAK SEKOLAH DASAR: EVALUASI AKHIR PROGRAM MEMBACA II DI NUSA TENGGARA TIMUR Christina Rony Nayoan
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 7 No. 1 (2022): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v7i1.605

Abstract

Penelitian ini merupakan bagian dari evaluasi akhir proyek MEMBACA II diKabupaten Kupang, Indonesia. Proyek MEMBACA II merupakan proyek yangdikerjakan sejak tahun 2017 hingga tahun 2020 oleh Save The Children Indonesiayang bertujuan untuk meningkatkan hasil literasi anak dan partisipasi masyarakatdalam memberikan pendidikan dasar yang berkualitas. Penelitian ini melaporkanhasil dari pengetahuan dan praktik kebersihan perseorangan pada anak-anakakibat dari pelaksanaan proyek ini. Sebanyak 31 peserta (misalnya guru, kepalasekolah, kepala desa, pengawas sekolah, staf pelaksana) diwawancarai melaluitelepon dalam penelitian ini, dan wawancara direkam dan ditranskripsikan.Analisis tematik transkripsi dikombinasikan dengan analisis dokumenpemantauan proyek untuk memberikan hasil yang menyeluruh dan komprehensif.Analisis menunjukkan bahwa proyek ini telah berhasil meningkatkanketerampilan literasi anak secara keseluruhan, lebih khusus lagi dalammeningkatkan pengetahuan dan praktik kebersihan siswa dan masyarakat.Mencuci tangan telah menjadi kebiasaan baru bagi anak-anak, dan telah terbuktibermanfaat di masa pandemi COVID-19 di tahun 2020. Aktivitas dokter kecildianggap berhasil sebagai pendekatan untuk mendorong anak-anakmempraktikkan perilaku kebersihan. Namun, ditemukan juga bahwa perubahanperilaku kebersihan tidak signifikan dan masih membutuhkan lebih banyakpekerjaan dan waktu untuk melanjutkan proses perubahan perilaku. Berdasarkanhasil tersebut, disarankan bagi pemerintah daerah dan pemangku kepentinganterkait lainnya untuk melanjutkan kegiatan utama yang sekarang telah terbuktiefektif seperti dokter kecil, dan pelatihan untuk guru.
HUBUNGAN PERILAKU KELUARGA PEMBERATASAN SARANG NYAMUK 3M PLUS DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAE NAKENG LEMBOR Elisa Vanti; Christina Rony Nayoan; Honey Ivon Ndoen
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 7 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v7i2.620

Abstract

DBD merupakan penyakit menular disebabkan virus Dengue ditularkan gigitan nyamuk Aedes aegypti dan albopictus. Penyebaran kasus DBD tahun 2021 ini, puskesmas Wae Nakeng masuk dalam urutan 2 besar puskesmas tinggi kasus DBD di Manggarai Barat dengan total kasus pada tahun 2021 sebesar 107 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku 3M Plus keluarga dengan kejadian DBD di wilayah kerja Puskemas Wae Nakeng Lembor 2022. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian case control. penelitian dimulai bulan juni sampai juli 2022 di Wilayah kerja puskesmas Wae Nakeng Lembor kabupaten Manggarai Barat. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 7.269 IRT berusia 20-70 tahun. Pemilihan sampel kasus menggunakan teknik sampel sensus atau sampling total. Sampel berjumlah 90 yang terbagi menjadi 45 sampel kasus dan 45 control dengan rasio perbandingan 1:1. Teknik analisis data yaitu univariat dan bivariat. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan variable yang memiliki hubungan dengan kejadian DBD yaitu menguras TPA (p-value=0,000 (OR=4.923), menyingkirkan/mendaur ulang barang bekas (p-value=0,001 (OR=4.125), sedangkan variable penelitian yang tidak berhubungan yaitumenutup TPA (p=value=0,517 (OR=755) dan menggantung pakaian (p=value=0,655 (OR=819.). Diharapkan kepada masyarakat terutama ibu rumah tangga untuk terus meningkatkan perilaku pencegahan DBD melalui 3M plus agar terhindar dari penyakit demam berdarah dengue.
GAMBARAN KEPATUHAN PENGGUNAAAN ALAT PELINDUNG DIRI PADA PEKERJA BENGKEL LAS KECAMATAN OEBOBO KOTA KUPANG Christina Rony Nayoan; Marni Ledoh; Johny Salmun
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 8 No. 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v8i1.811

Abstract

Bengkel Las merupakan industri sektor informal. Bengkel las melayani konstruksi besi dan sejenisnya, biasanya berupa pagar atau pintu besi, teralis pengaman atau teralis jendela, tangga, kanopi, rangka atap dan lain-lain. penerapan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja sektor ini masih sangat lemah. Tidak rutinnya pekerja las dalam memakai kacamata las mengakibatkan pekerja las dapat terpapar secara langsung oleh benda asing, percikan bunga api, sinar infra merah dan sinar ultra violet yang berdampak pada mata. Tujuan penelitian untuk menggambarkan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri pada pekerja bengkel las Kecamatan Oebobo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. uji validitas dan reliabilitas diketahui bahwa nilai r hitung lebih besar dari r tabel, yaitu r tabel sebesar 0,482 maka data dari kuisoner dapat dinyatakan valid sehingga bisa dilanjutkan untuk pengolahan reliabilitas, karena tujuan dari uji validitas adalah untuk mengetahui apakah data hasil dari kuesioner sesuai untuk mengukur variabel penelitian, hasil analisis data uji coba kuisoner cronbach’s Alpha pada penelitian sebesar 0,928 artinya data yang diperoleh telah memenuhi kriteria reliabel. Populasi dan jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 55 responden di Kecamatan Oebobo Kota Kupang data dianalisis menggunakan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki pengetahuan kurang dan sikap negatif terhadap penggunaan alat pelindung diri masing-masing sebesar 50,9% dan 80,0%. Disarankan bengkel las menyediakan alat pelindung diri yang lengkap, dan instansi terkait mensosialisasikan pentingnya alat pelindung diri dan ditingkatkan pengawasan bagi usaha-usaha kecil menengah khususnya dibengkel las.
TINGKAT PENDIDIKAN, PENGETAHUAN DAN MOTIVASI IBU DENGAN KUNJUNGAN PENIMBANGAN BALITA KE POSYANDU DI PUSKESMAS MANUTAPEN KECAMATAN ALAK KOTA KUPANG TAHUN 2023 Marselina Melania Bora; Christina Rony Nayoan; Enjelita M. Ndoen
Medika Tadulako: Jurnal Ilmiah Kedokteran Fakultas Kedokteran Vol. 8 No. 2 (2023): Oktober
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mtj.v8i2.1045

Abstract

   ABSTRAK  Penimbangan balita yang teratur dan disertai dengan pengawasan dari petugas kesehatan yang ada diposyandu dapat mendeteksi secara dini masalah gizi dan keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan balita. Keteraturan ibu menimbang balita di Posyandu sangat penting untuk memantau tumbuh kembang, status gizi dan kesehatan balitanya. Rendahnya kunjungan Ibu yang tidak menimbang balita ke posyandu dapat menyebabkan tidak terpantau pertumbuhan dan perkembangan balitanya, berisiko keadaan gizinya memburuk sehingga mengalami gangguan pertumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pendidikan, pengetahuan dan motivasi ibu dengan kunjungan penimbangan balita ke Posyandu di Puskesmas Manutapen. Jenis penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Maret 2023 di Wilayah kerja Puskesmas Manutapen dengan populasi 909 jiwa. Sampel pada penelitian ini adalah 91 ibu balita. Teknik pengumpulan data menggunakan Simple Random Sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji statistik chi-square. Hasil uji statisik menunjukkan ada hubungan antara pendidikan (p-value= 0,004), pengetahuan (p-value= 0,004) Baik 40,7%, motivasi (p-value= 0,016) Sedang 56% dengan kunjungan penimbangan balita di Posyandu Baik (71,4%). Ibu balita perlu berperan aktif mengikuti kegiatan Posyandu dan melakukan penimbangan balita sehingga pertumbuhan dan perkembangan anaknya terus dipantau. Tenaga kesehatan diharapkan dapat meningkatkan upaya promosi kesehatan dengan melakukan penyuluhan atau sosialisasi tentang manfaat kunjungan penimbangan balita di Posyandu.  ABSTRACT  Regular weighing of toddlers and accompanied by supervision from health workers in the Posyandu can detect early nutritional problems and delays in growth and development of toddlers. The regularity of mothers weighing toddlers at Posyandu is very important to monitor the growth and development, nutritional status and health of their toddlers. Low visits by mothers who do not weigh toddlers to the posyandu can cause unmonitored growth and development of their toddlers, risking their nutritional condition worsening so that they experience growth disorders. This study aims to determine the relationship between education, knowledge and motivation of mothers with weighing visits of toddlers to Posyandu at Manutapen Health Center. This type of research uses an analytic survey method with a cross sectional approach. The research was conducted in February-March 2023 in the Manutapen Health Center working area with a population of 909 people. The sample in this study were 91 mothers of toddlers. Data collection techniques using Simple Random Sampling. Data analysis used is univariate analysis and bivariate analysis with chi-square statistical test. The results of the statistical test showed there was a relationship between education (p-value = 0.004), knowledge (p-value = 0.004) Good 40.7%, motivation (p-value = 0.016) Medium 56% with toddler weighing visits at the Posyandu Good (71.4%). Mothers of toddlers need to play an active role in participating in Posyandu activities and weighing toddlers so that the growth and development of their children continues to be monitored. Health workers are expected to increase health promotion efforts by conducting counseling or socialization about the benefits of toddler weighing visits at Posyandu.   
Implementation of minimum health service standards on health service coverage for educational age the basis and its influence on student health status Astutik, Yeni Widi; Ratu, Jacob M.; Nayoan, Christina R.
Journal of Evidence-based Nursing and Public Health Vol. 2 No. 1: (February) 2025
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/jevnah.v2i1.2025.1648

Abstract

Background: Minimum Service Standar Health for basic education age health services is one of the 12 minimum service standards in the health sector that must be provided by district/city governments to every citizen with a target of 100% achievement. Findings: However, in 2023, the achievement of the minimum service standar target has not been met for the Kupang City Government so that citizens aged 7-15 years have not fully received basic health services. The aim of this research is to find out how the implementation of Minimum Service Standar Health in primary education age health services in Kupang City and its relationship with students' health status. Methods: This research is a mixed method research with data collection techniques in the form of filling out questionnaires, interviews and desk reviews conducted at Penfui Health Center, Oepoi Health Center, Oebobo Health Center, Kupang City Health Center and Oesapa Health Center. The sample in the study was 45 people consisting of Heads of Community Health Centers, Community Health Center Health Workers, School Health Business/Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) Managers and Teachers. Conclusion: The results of statistical tests show that there is a significant relationship between the variables communication (p=0.03), resources (p=0.018), disposition (p=0.020), bureaucratic structure (p=0.037) on Health Service Coverage at Primary Education Age. Meanwhile, the health service coverage variable for primary education age has no relationship with students' health status (p=0.167). Novelty/Originality of this article: So it is necessary to increase outreach activities from health workers to parents, families and the community in order to increase understanding and awareness about the importance of health checks at the primary education age so that activities can be carried out well and students benefit from these activities.
Description of the Characteristics of Long-Acting Contraceptive Method Users in the Working Area of Aimere Health Center, Ngada Regency Nau, Maria Yolanda; Nayoan, Christina; Sir, Amelia B
Timorese Journal of Public Health Vol 6 No 4 (2024): Timorese Journal of Public Health
Publisher : Faculty of Public Health, Nusa Cendana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/tjph.v6i4.10421

Abstract

Long-acting contraceptive methods (LACMs) have a higher level of effectiveness compared to other family planning methods. The coverage of LACM acceptors in the working area of Aimere Health Center from 2019 to 2021 has shown a significant increase, with implants being the most commonly used method (57.14%), while the use of IUDs remains very low (2.43%). This study aims to describe the characteristics of LACM acceptors in the working area of Aimere Health Center, Ngada Regency. A quantitative descriptive method with a survey design was employed. The study population included 566 LACM acceptors, and a sample of 85 respondents was selected using a simple random sampling technique. The data were analyzed using frequency distribution. The results showed that the majority of LACM acceptors used implants, accounting for 67 respondents (78.8%). Most of the acceptors were aged 36–49 years (54 respondents, 64.7%), had completed senior high school (36 respondents, 42.4%), worked as farmers (53 respondents, 62.4%), had more than two children (59 respondents, 69.4%), and had low knowledge about LACMs (50 respondents, 58.8%). It is recommended that health workers enhance educational outreach in communities to improve public knowledge about contraceptive methods and dispel negative perceptions associated with long-acting contraceptive methods such as IUDs and sterilization.
Pengaruh Interaksi Kelompok terhadap Perubahan Perilaku Kesehatan: Sebuah Tinjauan Literatur Wonlele, Graciella Paula Injilitha; Pandie, Erlian Mariana; Kadek, Triya Tabita; Bahari MS, Andika Putra Perdana; Takaeb, Afrona Elisabeth Lelan; Nayoan, Christina
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i1.456

Abstract

Artikel ini merupakan tinjauan literatur yang mengeksplorasi bagaimana interaksi kelompok memengaruhi perubahan perilaku kesehatan. Penelusuran dilakukan melalui basis data PubMed, Scopus, dan Google Scholar untuk jurnal yang diterbitkan antara tahun 2015–2025, dengan kata kunci “group dynamics”, “health behavior change”, “social support”, dan “health promotion”. Dari 6.270 artikel yang ditelusuri, hanya 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan pendekatan tematik-deskriptif. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa pendekatan berbasis kelompok efektif dalam mendorong perubahan perilaku kesehatan melalui mekanisme dukungan sosial, pembelajaran sosial, peningkatan efikasi diri, serta penguatan norma dan identitas kelompok. Teori-teori seperti Dinamika Kelompok Lewin, Social Cognitive Theory, Health Belief Model, hingga Social Identity Theory mendukung temuan tersebut. Studi yang dianalisis mencakup berbagai populasi mulai dari karyawan, penderita penyakit kronis, ibu hamil, lansia, hingga warga binaan, dan menunjukkan bahwa efektivitas intervensi sangat bergantung pada dinamika internal kelompok, kesesuaian konteks budaya, serta peran fasilitator yang kompeten. Dengan demikian, strategi promosi kesehatan berbasis kelompok merupakan pendekatan yang kuat dan kontekstual untuk mendorong perubahan perilaku yang berkelanjutan.
Studi Literatur: Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Harmonisasi dan Efektivitas Dinamika Kelompok dalam Layanan Konseling Tabun, Kornelia; Abineno, Devidson Aryanto; Mau, Yohana; Peu, Sarlin Dasent; Takaeb, Afrona Elisabeth Lelan; Nayoan, Christina
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i1.459

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi harmonisasi dan efektivitas dinamika kelompok dalam layanan konseling kelompok. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan menelaah 12 jurnal nasional dan internasional serta satu buku yang diterbitkan pada rentang tahun 2014–2024. Sumber literatur dipilih berdasarkan relevansi dengan tema dinamika kelompok, harmonisasi, efektivitas konseling kelompok, serta teknik terapeutik dalam interaksi kelompok. Proses seleksi dilakukan melalui penelusuran Google Scholar dan sumber terbuka lainnya, dengan kriteria inklusi berupa pembahasan faktor internal dan eksternal yang memengaruhi dinamika kelompok dalam konseling. Analisis dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk menyintesis pola, persamaan, dan perbedaan antar penelitian, serta mengelompokkan faktor-faktor kunci seperti karakteristik anggota kelompok, peran dan gaya kepemimpinan konselor, struktur dan proses kelompok, serta dukungan eksternal. Hasil analisis menunjukkan bahwa keterbukaan, kepercayaan, komunikasi efektif, kohesi sosial, dan dukungan institusional merupakan faktor sentral yang mendukung terciptanya kelompok konseling yang harmonis dan efektif. Selain itu, penerapan teori-teori seperti model Tuckman dan teori Lewin, serta pendekatan partisipatif, terbukti memperkuat proses transformasi baik pada tingkat individu maupun kolektif dalam kelompok. Kesimpulan artikel ini menekankan pentingnya pengelolaan dinamika kelompok yang terstruktur, berbasis teori, dan melibatkan partisipasi aktif seluruh anggota untuk mencapai tujuan konseling kelompok secara optimal dan berkelanjutan.
Co-Authors Abineno, Devidson Aryanto Afrona Elisabeth Lelan Takaeb Amelya Betsalonia Sir Anderias Umbu Roga Arkian, Teobaldus A. Asbanu, Roberth Astutik, Yeni Widi Bahari MS, Andika Putra Perdana Berek, Noorce C Boboy, Jennie Luisa Bunga, Eryc Z. Haba Cathrin W.D. Geghi Delice Vebrida Pobas Dias, Ruth H. Dodo, Dominirsep Ovidius Dwi Julia Lanu Elisa Vanti Eluama, Luisa Octoviana Engge, Elisabeth Tresia Enjelita M. Ndoen Fanggi, Windy Anisa Veryany Fransiska Natalia Igo Garut, Maria Magdalena Dewi Gusti Ayu Made Sulassri Helga Jilvera Nathalia Ndun Helga. J.N. Ndun Huky, Stella Elsha Putri Rihi Indriati tedju hinga Jacob Matheos Ratu Joel Mellu johanes, jefri Johny Salmun Junia Jessy Sarupy Junias, Marilyn S. Junias, Marilyn Susanti Kadek, Triya Tabita Karolina Liho Hewe Kase, Cindy Anita Kiling , Indra Yohanes Koso, Kamilla Ahmad Lahur, Florensia Anggeli Lamak, Maria R.J. Lerik, M. Dinah Charlota. Lewar, Benedicta Sabu Limbu, Ribka Littik, Serlie K A Littik, Sherlie K. A. M.Dinah Charlota Lerik Mado, Frans G Mado, Fransiskus G. Mado, Fransiskus Geroda Manurung, Imelda F. Maria Alfonsia Deran Duli Maria Magdalena Dwi Marni Ledoh Marni Marni Marni Marni, Marni Marni, Marni Marselina Melania Bora Mau, Yohana Moka, Susana Alorida Muntasir, Muntasir Nau, Maria Yolanda Ndoen, Honey Ivon Ndun, Alfaleon Rivael Ngelung, Martini Enga Nofriyanty M.Lewar Noorce Christiani Berek Norma Aufengo Pandie, Erlian Mariana Patriana Minandra Boboy Peu, Sarlin Dasent Picauly, Intje Polly, Junitry Yublina Poy, Galfari Elsatria Digiferen Rahmawati, Eka Muftiana Ratu, Feronika Ratu, Meliana Riwu Reashly Mokola Risca Merlince Isach Riwu, Rut Rosina Roga, Anderias U. Romeo, Petrus Sabet, Kristina Novaeli Serlie K.A. Littik Setyobudi, Agus Sinlaeloe, Ervina Betsi Cahyani Sir, Amelia B Tabun, Kornelia Takaeb, Afrona E. L. Takaeb, Afrona E.L Takaeb, Afrona Elisabeth Lelan Tarigan, Ben V Tasoin, Asiana Agalta Tedjuhinga, Indriati Ude , Marselina WAHYUNI Wahyunita Euniche Elizabeth Loe Wellem, Tamariska P. P. weni, ima fitriyani Weraman, Pius Wonlele, Graciella Paula Injilitha Yusuf Monito Kana Lede