Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS ALAK TAHUN 2024 Engge, Elisabeth Tresia; Mado, Fransiskus G.; Nayoan, Christina R.; Littik, Serlie K. A.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46049

Abstract

Ibu hamil wajib melakukan pemeriksaan antenatal care (ANC) sebanyak enam kali selama masa kehamilan. Namun, di wilayah kerja Puskesmas Alak, tingkat pemanfaatan pelayanan ANC masih tergolong rendah. Tujuan dari penelitian ini yaitu diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan ANC pada ibu hamil di Puskesmas Alak tahun 2024. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester II dan III yang berjumlah 130 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 55 orang yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji chi-square untuk melihat adanya hubungan antara masing-masing faktor terhadap pemanfaatan pelayanan ANC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden kurang memanfaatkan pelayanan ANC (<6 kali kunjungan) sebanyak 21 orang (38,2%), sedangkan yang memanfaatkan sebanyak 34 orang (61,8%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan (p = 0,003), paritas (p = 0,009), dan dukungan keluarga (p = 0,006) dengan pemanfaatan pelayanan ANC. Ibu hamil dengan pendidikan tinggi, paritas rendah (primipara), dan dukungan keluarga yang baik lebih banyak memanfaatkan pelayanan ANC. Sementara itu, variabel jarak tempat tinggal (p = 0,300), ketersediaan fasilitas kesehatan, dan dukungan tenaga kesehatan (p = 0,150) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan pemanfaatan pelayanan ANC. Keluarga, diharapkan dapat lebih proaktif dalam mendampingi dan memberikan dukungan kepada ibu hamil. Keterlibatan keluarga terbukti berpengaruh besar dalam mendorong ibu melakukan pemeriksaan ANC secara lengkap. Dukungan ini tidak hanya berupa materi, tetapi juga perhatian, motivasi, serta kesiapan untuk mendampingi ibu ke fasilitas kesehatan.
GAMBARAN STIGMA DAN DISKRIMINASI PADA REMAJA TERDIAGNOSIS HIV/AIDS DI KOTA KUPANG weni, ima fitriyani; Bunga, Eryc Z. Haba; Ndun, Helga J. N.; Nayoan, Christina R.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48476

Abstract

Remaja terdiagnosis HIV/AIDS berisiko menghadapi stigma dan diskriminasi yang dapat memperburuk kehidupan sosial, psikologis dan kesehatan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stigma dan diskriminasi pada remaja terdiagnosis HIV/AIDS di Kota Kupang. Pendekatan ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan melibatkan 10 informan yang terdiri dari remaja terdiagnosis HIV/AIDS, ibu remaja, dan staf Yayasan Flobamora Jaya Peduli. Data dikumpul melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan  teknik analisis data tematik deduktif. Hasil penelitian menunjukkan remaja terdiagnosis HIV/AIDS mengalami stigma instrumental, stigma simbolis, dan stigma kesopanan, sedangkan diskriminasi yang dialami meliputi penghinaan verbal, penghindaran, dan pengucilan, namun kekerasan fisik tidak dialami oleh remaja. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam pembuatan program kesehatan yang lebih implementatif melalui media video yang mengangkat pengalaman stigma dan diskriminasi pernah dialami ODHA, serta dampaknya terhadap kehidupan ODHA. Melalui program kesehatan dengan media video diharapkan membuat masyarakat melihat dan merasakan dampak stigmadan diskriminasi bagi kehidupan ODHA, sehingga masyarakt bisa mendukung upaya menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA.
GAMBARAN DUKUNGAN SOSIAL PADA REMAJA TERDIAGNOSIS HIV/AIDS DI KOTA KUPANG Weni, Ima Fitriyani; Bunga, Eryc Z. Haba; Ndun, Helga J. N.; Nayoan, Christina R.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48478

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Deficiency syndrome (AIDS) telah mejadi permasalahan kesehatan dikalangan remaja. HIV/AIDS membawa dampak buruk bagi psikologis, kehidupan sosial dan kesehatan remaja. Menghadapi permasalahan ini membuat remaja terdiagnosis HIV/AIDS membutuhkan dukungan sosial dari lingkungan sekitarnya. Dukungan sosial merupakan aspek penting dalam peningkatan kualitas hidup remaja terdiagnosis HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dukungan sosial pada remaja terdiagnosis HIV/AIDS di Kota Kupang. Dukungan sosial pada remaja terdiagnosis HIV/AIDS yang dikaji dalam penelitian ini terkait dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan penghargaan dan dukungan informasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologi, melibatkan 10 informan yang terdiri dari remaja terdiagnosis HIV/AIDS, anggota keluarga, dan anggota pihak Yayasan Flobamora Jaya Peduli. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, dengan teknik analisis data tematik dari Braun & Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja terdiagnosis HIV/AIDS di Kota Kupang mendapatkan dukungan sosial dari keluarga, tetangga dan Yayasan HIV/AIDS seperti dukungan emosioanal, dukungan instrumental, dukungan penghargaan dan dukungan informasi. Hasil penelitian ini juga menunjukkan jika dukungan sosial membawa dampak terhadap perasaan, perilaku dan pola pikir remaja maupun keluarga. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam menyusun program kesehatan dalam memberikan dukungan sosial yang sesuai dengan kebutuhan remaja terdiagnosis HIV/AIDS.
Hubungan Antara Self-Afficacy Dan Motivasi Berprestasi Pada Atlet Shorinji Kempo Sekolah Keberbakatan Olahraga Flobamorata Kupang Ndun, Alfaleon Rivael; Nayoan, Christina; Ratu, Feronika; Kiling , Indra Yohanes
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20863

Abstract

The background of the problem in this study is that SKO NTT athletes are less confident in their potential or in this case have low self-efficacy, which causes their motivation to achieve to decrease. This study aims to determine the relationship between self-efficacy and achievement motivation in Shorinji Kempo athletes at Flobamorata Kupang Sports Excellence High School. Self-afficacy is an individual's belief in their ability to complete tasks and face challenges, while achievement motivation is an internal drive to achieve success and excellence in the field of sports. This study used a quantitative approach. The research sample consisted of 50 athletes, both male and female. The instruments used were the Physical Self-afficacy Scale (PSE) questionnaire to measure self-afficacy and the achievement motivation scale. Data analysis was conducted with linearity test and determination test. The results of the linearity test showed that there was a significant relationship between self-efficacy and achievement motivation (p < 0.001), which means that the relationship between the two is linear. Furthermore, the determination test shows an R square value of 0.758, which means that 75.8% of the achievement motivation variable is influenced by self-efficacy, while the remaining 24.2% is influenced by other factors outside this study. Based on these results, it can be concluded that the higher the self-efficacy of an athlete, the higher the achievement motivation. It is recommended that coaches and schools provide a reward system and conduct regular evaluations of progress and failure as a means of increasing athletes' self-efficacy and achievement motivation.
Peningkatan Pengetahuan Remaja Mengenai Kesehatan Masa Pubertas Melalui Pelatihan Kader Posyandu Remaja Nayoan, Christina; Petrus Romeo; Nofriyanty M.Lewar
ABDIMAS Madani Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Abdimas Madani
Publisher : LPPM STIKES Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/abdimas.v6i1.110

Abstract

Masa pubertas adalah masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa dengan ditandai perubahan fisik dan psikis serta perubahan hormon pada anak. Contohnya pada remaja perempuan biasanya pada masa pubertas ditandai dengan menstruasi dan karena akibat kurangnya pengetahuan sehingga membuatnya merasa takut dan cemas. Oleh karena itu, peran guru dan orangtua sangat dibutuhkan dalam memberikan informasi dan pengetahuan mengenai pubertas kepada anak remaja awal. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai kesehatan pada masa pubertas pada remaja yang tinggal di daerah kepulauan yaitu kader posyandu remaja di SMPN 1 Semau, Kabupaten Kupang. Kegiatan ini merupakan kegiatan pengabdian , masyarakat bagi masyarakat di daerah kepulauan atau daerah terluar terdepan dan terpencil (3T) dengan mengadakan pelatihan bagi kader posyandu remaja di sekolah SMPN 1 Semau. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatkan pengetahuan mengenai kesehatan masa pubertas pada siswa kader posyandu remaja SMPN 1 Semau.
Health Belief Model-Based Intervention for Stunting Prevention Among Toddlers in the Sikumana Health Centre Area Kupang City Poy, Galfari Elsatria Digiferen; Lerik, M. Dinah Charlota.; Roga, Anderias Umbu; Nayoan, Christina; Marni, Marni
Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/ejpazih.v14i1.405

Abstract

Background: Stunting is a chronic nutritional issue that hinders child growth due to prolonged malnutrition from pregnancy to early childhood, with visible effects after age two. It affects cognitive and physical development, lowering the quality of future generations. Objective: This study aims to analyze the relationship between Health Belief Model (HBM) components, perceived vulnerability, severity, benefits, barriers, and cues to action and stunting prevention efforts among mothers of toddlers in the Sikumana Health Center area, Kupang City. Methods: A quantitative cross-sectional study was conducted from February 6–29, 2024, involving 89 mothers selected through sequential sampling. Data were collected using a questionnaire and analyzed with the chi-square test (p < 0.05). Results: All HBM variables showed significant associations with stunting prevention efforts: perceived vulnerability (p = 0.016), severity (p = 0.010), benefits (p = 0.044), barriers (p = 0.038), and cues to action (p = 0.000). Maternal beliefs regarding stunting risk, its consequences, benefits of action, and external motivators play a crucial role in influencing preventive behavior. Conclusion: HBM components significantly influence maternal efforts in preventing stunting. The model is effective for designing public health interventions, particularly nutrition education strategies aimed at increasing awareness and proactive maternal behavior.
Analysis of Factors Associated with the Participation of Couples of Childbearing Age in the Family Planning Program at the Onekore Health Center In 2024 Ude , Marselina; Marni, Marni; Berek, Noorce Christiani; Nayoan, Christina R.
Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2025): Jurnal Pangan Gizi dan Kesehatan
Publisher : Pergizi Pangan DPD NTT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51556/ejpazih.v14i1.427

Abstract

Background: The Family Planning program plays an important role in reducing the population growth rate and improving maternal and child health. However, the participation of couples of childbearing age in the family planning program in Indonesia, especially in East Nusa Tenggara (NTT) Province, is still relatively low. Puskesmas Onekore is one of the health centers with the lowest coverage of active family planning participants in Ende Regency, which amounted to 21.0% in 2023. Objectives This study aims to analyze the factors associated with the participation of couples of childbearing age in the family planning program. Methods: This study used an analytic survey design with a cross-sectional study approach, which was carried out in the Onekore Health Center working area. The population in this study were all couples of childbearing age, namely women aged 15-49 years. The sample amounted to 92 mothers of childbearing age couples selected by simple random sampling. Results: The results showed that the number of children (p=0.01), attitude towards family planning (p=0.00), and husband's support (p=0.00) were significantly associated with the participation of childbearing age couples in the family planning program. Meanwhile, the availability of contraceptives (p=0.057) and the role of health workers (p=0.069) were not significantly associated.  Conclusions: Husband's support, attitude towards family planning, and number of children are the main factors that influence the participation of childbearing age couples in the family planning program at Onekore Health Center.
Analisis Implementasi Kebijakan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga di Puskesmas Pasir Panjang Kota Kupang Rahmawati, Eka Muftiana; Littik, Serlie K. A.; Nayoan, Christina R.
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 12, No 2 (2023): June
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.84695

Abstract

Latar Belakang : Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga merupakan program yang menitikberatkan peran keluarga untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan berbasis keluarga. Capaian IKS Puskesmas yang masih rendah dan tidak mengalami perubahan sejak proses pendataan mendorong penulis untuk melihat lebih dalam proses implementasi PIS-PK di Puskesmas Pasir Panjang.Tujuan :  Penelitian  ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana implementasi PIS-PK di Puskesmas Pasir Panjang  dari segi komunikasi, sumber saya, disposisi dan struktur birokrasi.Metode : Penelitian ini dilakukan dengan metode pendekatan kualitatif deskriptif Pengumpulan data kualitatif dilakukan dengan cara wawancara kepada informan kunci, dan dilakukan analisis data melalui tahapan reduksi, pemusatan data, verifikasi dan analisis naratif untuk tentang model implementasi meliputi variabel komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi.Hasil : Implementasi PIS-PK masih belum masimal dari variabel komunukasi kepada pelaksana kebijakan, sumber daya manusia dan anggaran, disposisi dan struktur birokrasi baik pimpinan puskesmas dan dinas kesehatan kotaSaran : perlu adanya koordinasi antara pelaksana, dinas kesehatan, lintas sektor dan sasaran tentang tujuan pelaksanaan PIS-PK sehingga dapat saling memberikan motivasi dan saling sinergi dalam perbaikan pelaksanaan implemtasi sebelumnya untuk capaian indeks keluarga sehat sesuai target keluarga kategori sehat. 
Hubungan antara Peran Individu, Iklim Organisasi, dan Tuntutan Pekerjaan dengan Stres Kerja pada Guru Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Pembina Kota Kupang Yusuf Monito Kana Lede; Setyobudi, Agus; Christina Rony Nayoan; Ruliati, Luh Putu
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i3.4661

Abstract

Work stress does not appear suddenly, but is influenced by three main factors, namely individual factors, organizational factors (including individual roles and job demands), and environmental factors such as organizational climate. Stress in SLB teachers has a broad impact, both on teachers, students, and school institutions. The impacts include psychological and physical disorders, decreased performance, and serious health problems if not treated. This study was conducted at SLB Negeri Pembina Kupang City which has diverse student characteristics, such as blind, deaf, mentally retarded, physically disabled, and autism. This condition makes teachers face different challenges compared to teachers in other SLBs, so this study is considered relevant. The purpose of this study was to determine the factors related to work stress in SLB teachers. The study used an analytical observational approach with a cross-sectional design, implemented in May 2025. Data were collected through questionnaires from 35 teachers selected by simple random sampling from a total of 55 teachers. Data analysis was carried out using the chi-square test with a significance level of 0.005. The results show that individual roles have a significant relationship with work stress (p = 0.003), job demands are also significant (p = 0.002), and organizational climate is significantly related to work stress (p = 0.002).
Analysis of DPT and Polio Immunization Management in Infants in the Health Center Areas of South Central Timor Regency Junia Jessy Sarupy; Muntasir, Muntasir; Christina Rony Nayoan
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia (JIM-ID) Vol. 4 No. 11 (2025): Jurnal Ilmiah Multidisplin Indonesia (JIM-ID) , 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The basic immunization program is a strategic effort to reduce morbidity and mortality in infants from preventable diseases. This study aimed to analyze the management of the DPT and Polio immunization program for infants in the working areas of Health Centers in South Central Timor Regency, covering aspects of planning, implementation, human resources, and digital reporting systems. The study used a qualitative approach with purposive sampling at four health centers, namely Kota, Taneotop, Lotas, and Siso. Data were collected through in-depth interviews, observation, and document review, then analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, presentation, and conclusion drawing. The results showed that most health centers had conducted vaccine and logistics planning according to standards, but were not yet fully capable of independently managing the cold chain. Immunization was carried out routinely and through mass campaigns, although challenges remained related to electricity, vaccine distribution, and limited storage facilities. In terms of human resources, only some staff had received technical training, while others had not fully developed competencies in logistics management and digital reporting. The implementation of the ASIK and SMILE applications improved the accuracy and efficiency of reporting but was not yet uniformly applied across all areas due to infrastructure and network limitations. In conclusion, the success of the immunization program in South Central Timor Regency heavily relies on data-driven planning, capacity building for staff, and the strengthening of an integrated and sustainable digital system.
Co-Authors Abineno, Devidson Aryanto Afrona Elisabeth Lelan Takaeb Amelya Betsalonia Sir Anderias Umbu Roga Arkian, Teobaldus A. Asbanu, Roberth Astutik, Yeni Widi Bahari MS, Andika Putra Perdana Berek, Noorce C Boboy, Jennie Luisa Bunga, Eryc Z. Haba Cathrin W.D. Geghi Delice Vebrida Pobas Dias, Ruth H. Dodo, Dominirsep Ovidius Dwi Julia Lanu Elisa Vanti Eluama, Luisa Octoviana Engge, Elisabeth Tresia Enjelita M. Ndoen Fanggi, Windy Anisa Veryany Fransiska Natalia Igo Garut, Maria Magdalena Dewi Gusti Ayu Made Sulassri Helga Jilvera Nathalia Ndun Helga. J.N. Ndun Huky, Stella Elsha Putri Rihi Indriati tedju hinga Jacob Matheos Ratu Joel Mellu johanes, jefri Johny Salmun Junia Jessy Sarupy Junias, Marilyn S. Junias, Marilyn Susanti Kadek, Triya Tabita Karolina Liho Hewe Kase, Cindy Anita Kiling , Indra Yohanes Koso, Kamilla Ahmad Lahur, Florensia Anggeli Lamak, Maria R.J. Lerik, M. Dinah Charlota. Lewar, Benedicta Sabu Limbu, Ribka Littik, Serlie K A Littik, Sherlie K. A. M.Dinah Charlota Lerik Mado, Frans G Mado, Fransiskus G. Mado, Fransiskus Geroda Manurung, Imelda F. Maria Alfonsia Deran Duli Maria Magdalena Dwi Marni Ledoh Marni Marni Marni Marni, Marni Marni, Marni Marselina Melania Bora Mau, Yohana Moka, Susana Alorida Muntasir, Muntasir Nau, Maria Yolanda Ndoen, Honey Ivon Ndun, Alfaleon Rivael Ngelung, Martini Enga Nofriyanty M.Lewar Noorce Christiani Berek Norma Aufengo Pandie, Erlian Mariana Patriana Minandra Boboy Peu, Sarlin Dasent Picauly, Intje Polly, Junitry Yublina Poy, Galfari Elsatria Digiferen Rahmawati, Eka Muftiana Ratu, Feronika Ratu, Meliana Riwu Reashly Mokola Risca Merlince Isach Riwu, Rut Rosina Roga, Anderias U. Romeo, Petrus Sabet, Kristina Novaeli Serlie K.A. Littik Setyobudi, Agus Sinlaeloe, Ervina Betsi Cahyani Sir, Amelia B Tabun, Kornelia Takaeb, Afrona E. L. Takaeb, Afrona E.L Takaeb, Afrona Elisabeth Lelan Tarigan, Ben V Tasoin, Asiana Agalta Tedjuhinga, Indriati Ude , Marselina WAHYUNI Wahyunita Euniche Elizabeth Loe Wellem, Tamariska P. P. weni, ima fitriyani Weraman, Pius Wonlele, Graciella Paula Injilitha Yusuf Monito Kana Lede