Claim Missing Document
Check
Articles

Dinamika Kelompok Dalam Konteks Pendidikan dan Organisasi Sabet, Kristina Novaeli; Ratu, Meliana Riwu; Huky, Stella Elsha Putri Rihi; Tasoin, Asiana Agalta; Takaeb, Afrona E.L; Nayoan, Christina R.
Jurnal Penelitian Multidisiplin Bangsa Vol. 2 No. 1 (2025): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpnmb.v2i1.467

Abstract

Dinamika kelompok adalah salah satu elemen penting yang mempengaruhi keberhasilan interaksi sosial di dalam dunia pendidikan dan organisasi. Dinamika ini meliputi cara hubungan terbentuk, peran masing-masing individu, cara komunikasi, serta langkah-langkah pengambilan keputusan dalam kelompok. Dalam dunia pendidikan, dinamika kelompok berperan dalam meningkatkan kemampuan kerja sama, memotivasi peserta didik, serta membentuk karakter dan keterampilan sosial. Di sisi lain, dalam organisasi, dinamika kelompok memberikan dampak besar terhadap kinerja tim, efektivitas kepemimpinan, dan pencapaian tujuan bersama. Memahami dinamika kelompok secara mendalam adalah kunci untuk menciptakan lingkungan yang harmonis, produktif, dan mampu beradaptasi. Penelitian ini menyoroti pentingnya strategi pengelolaan kelompok yang tepat untuk memaksimalkan potensi individu serta kolektif dalam meraih hasil terbaik.
Praktik Higiene Menstruasi dan Hubungannya dengan Keputihan Abnormal pada Siswi SMP: Studi Cross-Sectional di Kupang, Indonesia Koso, Kamilla Ahmad; Junias, Marilyn S.; Nayoan, Christina R.; Roga, Anderias U.; Marni, Marni
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 4 (2025): Agustus 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i4.2008

Abstract

Leukorea (keputihan abnormal) merupakan salah satu gangguan kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri dan berisiko meningkat akibat perilaku kebersihan menstruasi yang kurang baik. Tujuan penelitian ini untuk Menganalisis hubungan antara perilaku kebersihan menstruasi dengan kejadian leukorea pada siswi SMP di Wilayah Kerja Puskesmas Oebobo Kota Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross–sectional study. Sampel berjumlah 248 siswi SMP yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji chi-square untuk menguji hubungan antara variabel bebas (perilaku, pengetahuan, sikap, peran orang tua, teman sebaya, guru, dan fasilitas) dengan variabel terikat (kejadian leukorea). Hasil analisis munjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan (p=0,039), sikap (p=0,010), dan perilaku (p=0,019) dengan kejadian leukorea. Faktor pendukung seperti ketersediaan fasilitas dan dukungan dari orang tua serta guru juga berpengaruh terhadap kebersihan diri siswi saat menstruasi. Perilaku kebersihan menstruasi yang baik dapat menurunkan risiko kejadian leukorea pada remaja putri. Intervensi pendidikan kesehatan yang memperkuat faktor predisposisi, pendukung, dan penguat sangat penting untuk diterapkan secara menyeluruh di sekolah melalui program PKPR.
Determinan Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Ibu: Pengaruh Komunikasi, Sumber Daya, Disposisi dan Struktur Birokrasi Terhadap Implementasi Standar Pelayanan Minimal Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil di Puskesmas Baumata, Kabupaten Kupang Fanggi, Windy Anisa Veryany; Nayoan, Christina R.; Mado, Fransiskus Geroda; Manurung, Imelda F.; Roga, Anderias Umbu
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 4 (2025): Agustus 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i4.2016

Abstract

Pelayanan kesehatan ibu hamil merupakan salah satu indikator dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan. Cakupan pelayanan K6 di Puskesmas Baumata masih jauh dari target nasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi terhadap implementasi SPM pelayanan kesehatan ibu hamil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 41 tenaga kesehatan yang terlibat dalam program KIA dan pelayanan ANC, dipilih secara purposive. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, serta analisis data dilakukan secara univariat, dan bivariat (uji Spearman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel komunikasi (p = 0,026), sumber daya (p = 0,025), disposisi (0,022) dan struktur birokrasi (p = 0,011) berpengaruh signifikan terhadap implementasi SPM pelayanan kesehatan ibu hamil. Secara simultan, keempat variabel berkontribusi terhadap keberhasilan implementasi pelayanan. Disimpulkan bahwa komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birokrasi berpengaruh signifikan dalam mendukung pelaksanaan pelayanan kesehatan ibu hamil sesuai SPM di Puskesmas Baumata.
Kesiapan dan Penerimaan Layanan Kontrasepsi Remaja di Kota Kupang Dalam Konteks Implementasi Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2024 Eluama, Luisa Octoviana; Nayoan, Christina R; Mado, Frans G; Littik, Sherlie K. A.; Manurung, Imelda F.
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 4 (2025): Agustus 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i4.2020

Abstract

Remaja adalah masa transisi antara masa anak ke masa dewasa yang mengalami perkembangan dari berbagai aspek kehidupan manusia menuju masa dewasa. Di Indonesia, masalah kehamilan remaja dan perilaku seksual pranikah terus meningkat sehingga perlu mendapatkan perhatian serius. Tujuan Penelitian ini adalah Menganalisis Kesiapan dan Penerimaan Layanan Kontrasepsi Bagi Remaja di Kota Kupang, Menyongsong Implementasi Peraturan Pemerintah (PP) No 28 Tahun 2024. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Informan penelitian sebanyak 26 orang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dua cara melalui wawancara mendalam dan Focus Group Discussion (FGD) serta analisa data dilakukan secara tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan Faktor kontekstual di layanan kesehatan menunjukkan bahwa meskipun secara normatif layanan kontrasepsi masih diperuntukkan bagi pasangan menikah, sebagian besar tenaga kesehatan di Puskesmas menunjukkan kesiapan adaptif. Faktor kontekstual di masyarakat, terutama dari tokoh agama dan tokoh masyarakat, menunjukkan resistensi terhadap layanan kontrasepsi bagi remaja belum menikah karena norma agama dan budaya. Secara keseluruhan, kesiapan dan penerimaan terhadap kebijakan kontrasepsi remaja di Kota Kupang masih menghadapi tantangan multidimensional, namun terdapat peluang besar untuk transformasi melalui pendekatan edukatif, intersektoral, dan ramah remaja.
Determinan Upaya Pencegahan Anemia pada Remaja Putri di Sekolah Menengah Pertama: Studi Cross-Sectional di Indonesia Timur Moka, Susana Alorida; Nayoan, Christina R.; Ruliati, Luh Putu; Roga, Anderias Umbu; Junias, Marilyn Susanti
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 4 (2025): Agustus 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i4.2043

Abstract

Anemia masih menjadi masalah kesehatan utama di kalangan remaja putri, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Sotimori. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan upaya pencegahan anemia pada remaja putri sekolah menengah pertama. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Seluruh remaja putri yang bersekolah di dua SMP yaitu SMPN 1 Landuleko dan SMP Satap Daiama, Kecamatan Landuleko, Kabupaten Rote Ndao. Sample penelitian di hitung menggunakan rumus lemeshow. Jumlah sampel sebanyak 85 responden yang diambil dengan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji chi – square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara sikap (p=0,001), dukungan teman sebaya (p=0,001), dan ketersediaan tablet tambah darah (p=0,001) dengan upaya pencegahan anemia. Namun tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p=0,307) dan peran tenaga kesehatan (p=0,215) dengan upaya pencegahan anemia. Kesimpulannya, faktor predisposisi, pendorong, dan pendukung semuanya memiliki kontribusi terhadap upaya pencegahan anemia pada remaja putri.
FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS OESAPA Lahur, Florensia Anggeli; Mado, Fransiskus G.; Nayoan, Christina R.; Littik, Serlie K. A.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46025

Abstract

Pemanfaatan pelayanan kesehatan memiliki peran penting dalam pengendalian hipertensi, mulai dari deteksi dini, edukasi kesehatan, pengobatan, hingga pemantauan berkala. Namun, pemanfaatan layanan ini oleh penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Oesapa masih tergolong rendah. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada penderita hipertensi di Puskesmas Oesapa. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh penderita hipertensi yang tercatat dalam rekam medis Puskesmas Oesapa pada tahun 2024 sebanyak 3.186 orang. Sampel sebanyak 94 orang dipilih dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 94 responden ditemukan sebagian besar responden tidak memanfaatkan pelayanan kesehatan 54,3% dibandingkan responden yang memanfaatkan pelayanan kesehatan 45,7%. Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan signifikan antara variabel usia (p=0,022), kepemilikan assuransi kesehatan (p=0,035), dukungan keluarga (p=0,000), dan persepsi sakit (p=0,000) dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada penderita hipertensi di Puskesmas Oesapa. Penderita usia lanjut lebih banyak yang memanfatkkan pelayanan karena mendapatkan dukungan keluarga dan persepsi sakit hipertensi sangat baik. Sedangkan variabel jenis kelamin (p=0,972), peran tenaga kesehatan (p=0,268), dan aksesbilitas (p=0,782) tidak berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada penderita hipertensi di Puskesmas Oesapa. Pihak Puskesmas Oesapa diharapkan dapat mengembangkan strategi untuk meningkatkan jumlah kunjungan penderita hipertensi melalui pendekatan yang edukatif dan partisipatif dengan melibatkan keluarga. memberikan edukasi tidak hanya kepada penderitanya, tetapi juga kepada keluarga agar mereka dapat berperan aktif dalam mengingatkan dan mendukung penderita untuk melakukan kontrol rutin.
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN PELAYANAN ANTENATAL CARE DI PUSKESMAS ALAK TAHUN 2024 Engge, Elisabeth Tresia; Mado, Fransiskus G.; Nayoan, Christina R.; Littik, Serlie K. A.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.46049

Abstract

Ibu hamil wajib melakukan pemeriksaan antenatal care (ANC) sebanyak enam kali selama masa kehamilan. Namun, di wilayah kerja Puskesmas Alak, tingkat pemanfaatan pelayanan ANC masih tergolong rendah. Tujuan dari penelitian ini yaitu diketahui faktor-faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan pelayanan ANC pada ibu hamil di Puskesmas Alak tahun 2024. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester II dan III yang berjumlah 130 orang, dengan jumlah sampel sebanyak 55 orang yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji chi-square untuk melihat adanya hubungan antara masing-masing faktor terhadap pemanfaatan pelayanan ANC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden kurang memanfaatkan pelayanan ANC (<6 kali kunjungan) sebanyak 21 orang (38,2%), sedangkan yang memanfaatkan sebanyak 34 orang (61,8%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan (p = 0,003), paritas (p = 0,009), dan dukungan keluarga (p = 0,006) dengan pemanfaatan pelayanan ANC. Ibu hamil dengan pendidikan tinggi, paritas rendah (primipara), dan dukungan keluarga yang baik lebih banyak memanfaatkan pelayanan ANC. Sementara itu, variabel jarak tempat tinggal (p = 0,300), ketersediaan fasilitas kesehatan, dan dukungan tenaga kesehatan (p = 0,150) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan pemanfaatan pelayanan ANC. Keluarga, diharapkan dapat lebih proaktif dalam mendampingi dan memberikan dukungan kepada ibu hamil. Keterlibatan keluarga terbukti berpengaruh besar dalam mendorong ibu melakukan pemeriksaan ANC secara lengkap. Dukungan ini tidak hanya berupa materi, tetapi juga perhatian, motivasi, serta kesiapan untuk mendampingi ibu ke fasilitas kesehatan.
GAMBARAN STIGMA DAN DISKRIMINASI PADA REMAJA TERDIAGNOSIS HIV/AIDS DI KOTA KUPANG weni, ima fitriyani; Bunga, Eryc Z. Haba; Ndun, Helga J. N.; Nayoan, Christina R.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48476

Abstract

Remaja terdiagnosis HIV/AIDS berisiko menghadapi stigma dan diskriminasi yang dapat memperburuk kehidupan sosial, psikologis dan kesehatan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stigma dan diskriminasi pada remaja terdiagnosis HIV/AIDS di Kota Kupang. Pendekatan ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan melibatkan 10 informan yang terdiri dari remaja terdiagnosis HIV/AIDS, ibu remaja, dan staf Yayasan Flobamora Jaya Peduli. Data dikumpul melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, selanjutnya dianalisis dengan menggunakan  teknik analisis data tematik deduktif. Hasil penelitian menunjukkan remaja terdiagnosis HIV/AIDS mengalami stigma instrumental, stigma simbolis, dan stigma kesopanan, sedangkan diskriminasi yang dialami meliputi penghinaan verbal, penghindaran, dan pengucilan, namun kekerasan fisik tidak dialami oleh remaja. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam pembuatan program kesehatan yang lebih implementatif melalui media video yang mengangkat pengalaman stigma dan diskriminasi pernah dialami ODHA, serta dampaknya terhadap kehidupan ODHA. Melalui program kesehatan dengan media video diharapkan membuat masyarakat melihat dan merasakan dampak stigmadan diskriminasi bagi kehidupan ODHA, sehingga masyarakt bisa mendukung upaya menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA.
GAMBARAN DUKUNGAN SOSIAL PADA REMAJA TERDIAGNOSIS HIV/AIDS DI KOTA KUPANG Weni, Ima Fitriyani; Bunga, Eryc Z. Haba; Ndun, Helga J. N.; Nayoan, Christina R.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.48478

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Deficiency syndrome (AIDS) telah mejadi permasalahan kesehatan dikalangan remaja. HIV/AIDS membawa dampak buruk bagi psikologis, kehidupan sosial dan kesehatan remaja. Menghadapi permasalahan ini membuat remaja terdiagnosis HIV/AIDS membutuhkan dukungan sosial dari lingkungan sekitarnya. Dukungan sosial merupakan aspek penting dalam peningkatan kualitas hidup remaja terdiagnosis HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dukungan sosial pada remaja terdiagnosis HIV/AIDS di Kota Kupang. Dukungan sosial pada remaja terdiagnosis HIV/AIDS yang dikaji dalam penelitian ini terkait dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan penghargaan dan dukungan informasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode fenomenologi, melibatkan 10 informan yang terdiri dari remaja terdiagnosis HIV/AIDS, anggota keluarga, dan anggota pihak Yayasan Flobamora Jaya Peduli. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, dengan teknik analisis data tematik dari Braun & Clarke. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja terdiagnosis HIV/AIDS di Kota Kupang mendapatkan dukungan sosial dari keluarga, tetangga dan Yayasan HIV/AIDS seperti dukungan emosioanal, dukungan instrumental, dukungan penghargaan dan dukungan informasi. Hasil penelitian ini juga menunjukkan jika dukungan sosial membawa dampak terhadap perasaan, perilaku dan pola pikir remaja maupun keluarga. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam menyusun program kesehatan dalam memberikan dukungan sosial yang sesuai dengan kebutuhan remaja terdiagnosis HIV/AIDS.
Hubungan Antara Self-Afficacy Dan Motivasi Berprestasi Pada Atlet Shorinji Kempo Sekolah Keberbakatan Olahraga Flobamorata Kupang Ndun, Alfaleon Rivael; Nayoan, Christina; Ratu, Feronika; Kiling , Indra Yohanes
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 5 No. 4 (2025): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v5i4.20863

Abstract

The background of the problem in this study is that SKO NTT athletes are less confident in their potential or in this case have low self-efficacy, which causes their motivation to achieve to decrease. This study aims to determine the relationship between self-efficacy and achievement motivation in Shorinji Kempo athletes at Flobamorata Kupang Sports Excellence High School. Self-afficacy is an individual's belief in their ability to complete tasks and face challenges, while achievement motivation is an internal drive to achieve success and excellence in the field of sports. This study used a quantitative approach. The research sample consisted of 50 athletes, both male and female. The instruments used were the Physical Self-afficacy Scale (PSE) questionnaire to measure self-afficacy and the achievement motivation scale. Data analysis was conducted with linearity test and determination test. The results of the linearity test showed that there was a significant relationship between self-efficacy and achievement motivation (p < 0.001), which means that the relationship between the two is linear. Furthermore, the determination test shows an R square value of 0.758, which means that 75.8% of the achievement motivation variable is influenced by self-efficacy, while the remaining 24.2% is influenced by other factors outside this study. Based on these results, it can be concluded that the higher the self-efficacy of an athlete, the higher the achievement motivation. It is recommended that coaches and schools provide a reward system and conduct regular evaluations of progress and failure as a means of increasing athletes' self-efficacy and achievement motivation.
Co-Authors Abineno, Devidson Aryanto Adelia Feren Deninda Bili Afrona Elisabeth Lelan Takaeb Agus Setyobudi Amelya Betsalonia Sir Anderias Umbu Roga Arkian, Teobaldus A. Astutik, Yeni Widi Bahari MS, Andika Putra Perdana Benedicta Sabu Lewar Bunga, Eryc Z. Haba Cathrin W.D. Geghi Dias, Ruth H. Dodo, Dominirsep Ovidius Dominika Mbu Sina Dwi Julia Lanu Elisa Vanti Eluama, Luisa Octoviana Engge, Elisabeth Tresia Enjelita M. Ndoen Fanggi, Windy Anisa Veryany Fransina Ndaong Fransiska Natalia Igo Garut, Maria Magdalena Dewi Gusti Ayu Made Sulassri Helga Jilvera Nathalia Ndun Helga. J.N. Ndun Huky, Stella Elsha Putri Rihi Indra Yohanes Kiling Indriati tedju hinga Jacob Matheos Ratu Joel Mellu johanes, jefri Johny Salmun Junia Jessy Sarupy Junias, Marilyn S. Junias, Marilyn Susanti Kadek, Triya Tabita Karolina Liho Hewe Kase, Cindy Anita Koso, Kamilla Ahmad Lahur, Florensia Anggeli Lamak, Maria R.J. Lerik, M. Dinah Charlota. Limbu, Ribka Littik, Sherlie K. A. M.Dinah Charlota Lerik Mado, Frans G Mado, Fransiskus G. Mado, Fransiskus Geroda Manurung, Imelda F. Maria Alfonsia Deran Duli Maria Magdalena Dwi Maria Saveryani Dua Pare Marni Ledoh Marni Marni Marni Marni Marni Marni, Marni Marni, Marni Marselina Melania Bora Mau, Yohana Moka, Susana Alorida Muntasir, Muntasir Nau, Maria Yolanda Ndoen, Honey Ivon Ndun, Alfaleon Rivael Ngelung, Martini Enga Nofriyanty M.Lewar Noorce Christiani Berek Norma Aufengo Pandie, Erlian Mariana Patriana Minandra Boboy Peu, Sarlin Dasent Picauly, Intje Polly, Junitry Yublina Poy, Galfari Elsatria Digiferen Purba, Sondang Putri Handayani Rahmawati, Eka Muftiana Ratu, Feronika Ratu, Meliana Riwu Risca Merlince Isach Riwu, Rut Rosina Roga, Anderias U. Romeo, Petrus Sabet, Kristina Novaeli Serlie K.A. Littik Sinlaeloe, Ervina Betsi Cahyani Sir, Amelia B Tabun, Kornelia Takaeb, Afrona E. L. Takaeb, Afrona E.L Takaeb, Afrona Elisabeth Lelan Tanti Rahayu Tanti Rahayu Tasoin, Asiana Agalta Tedjuhinga, Indriati Ude , Marselina WAHYUNI Wahyunita Euniche Elizabeth Loe Wellem, Tamariska P. P. weni, ima fitriyani Weraman, Pius Wonlele, Graciella Paula Injilitha Yusuf Monito Kana Lede