Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Pendekatan Edukatif dan Sosial dalam Mencegah Tawuran di Kalangan Remaja Kota Padang Salsabila Luthfiyana; Rahma Juita; Salsabila Ramadani Sitompul; Bunga Dinda Permata; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.85

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pendekatan edukatif di sekolah dan pendekatan sosial yang dilakukan oleh pihak kepolisian dalam mengendalikam kasus tawuran di Kota Padang. Penelitian ini penting dilakukan karena tawuran di kalangan remaja semakin meningkat dan menggangu ketertiban umum serta membahayakan masa depan generasi muda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tipe studi kasus. Teknik pemilihan informan penelitian menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah 5 informan, dengan kriteria informan adalah Guru BK, Kepolisian, dan pelajar. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi literature. Observasi dilakukan untuk mengamati proses pendekatan edukatif yang dilakukan oleh pihak sekolah dan mengamati pendekatan sosial yang dilakukan pihak kepolisian dalam menangani kasus tawuran di kota padang. Wawancara dilakukan untuk mendapatkan informasi dengan jelas mengenai pencegahan yang dilakukan oleh sekolah dan pihak kepolisian dalam menangani kasus tawuran di Kota Padang melalaui pendekatan edukatif dan pendekatan sosial. Teknik analisis data interaktif dari Miles dan Huberman, yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pencegahan tawuran dikalangan remaja dapat dilakukan diantaranya pertama, pendekatan edukatif dilakukan untuk memberikan pemahaman, membentuk sikap, dan membina perilaku remaja melalui kegiatan pendidikan baik formal maupun informal. Kedua, pendekatan sosial melibatkan upaya membangun hubungan, komunikasi, dan kolaborasi antara berbagai pihak di lingkungan sekitar remaja termasuk keluarga, masyarakat, sekolah, dan kepolisian.
Kearifan Lokal dalam Membangun Ketahanan Sosial Masyarakat Melalui Festival Rang Solok Baralek Gadang di Kota Solok Nabila Zavrilia; Nafisa Reva Arianto; Exelly Ananda Rinzzy; Lirra Dwinaya Rachma; Bunga Dinda Permata; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kearifan lokal masyarakat Kota Solok diwujudkan melalui Festival Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) dalam memperkuat ketahanan sosial. Festival ini tidak hanya berperan sebagai ajang pelestarian budaya, namun juga sebagai sarana untuk ketahanan pangan dan keindahan alam yang dikombinasikan sekaligus. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam dilakukan terhadap tiga informan dari Dinas Pariwisata Kota Solok, serta generasi muda yang terlibat langsung dalam pelaksanaan festival. Observasi yang difokuskan melalui observasi partisipatif, yaitu dengan keterlibatan langsung peneliti dalam kegiatan festival untuk mengamati interaksi sosial, pelaksanaan acara, serta peran aktif masyarakat. Studi dokumentasi dilakukan dengan menelaah arsip, laporan kegiatan, media publikasi, dan materi promosi yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata Kota Solok. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Festival Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) merupakan upaya pelestarian budaya masyarakat Kota Solok yang memperkuat sistem gotong royong sebagai pilar ketahanan sosial, mempertahankan praktik adat istiadat yang hidup, serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya.
Culture Shock pada Mahasiswa Aceh Perantau Padang Atiqah Mufidah; Nur Aisyah; Alycia Safana Milanda; Bunga Dinda Permata; Fadilla Saputri; Delmira Syafrini; Hanafi Saputra
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.98

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor penyebab terjadinya culture shock yang dialami oleh mahasiswa Aceh perantau di Kota Padang Sumatera Barat. Penelitian ini menarik untuk di kaji karena fenomena culture shock merupakan tantangan nyata yang dihadapi mahasiswa perantau dalam proses penyesuaian diri di lingkungan baru yang berbeda secara sosial dan budaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik pemilihan informan yang digunakan yaitu teknik purposive sampling dengan jumlah informan 7 orang. Adapun kriteria informan berupa mahasiswa Aceh perantau Sumatera Barat. Observasi dilakukan untuk mengamati langsung terhadap apa saja faktor-faktor penyebab terjadinya culture shock pada mahasiswa perantau Aceh di padang Sumatera Barat. Wawancara digunakan untuk menggali informasi mengenai alasan terjadinya culture shock dan faktor penyebabnya. Dokumentasi juga dilakukan dengan mengumpulkan dokumen terkait seperti foto, video, laporan kegiatan, dan data lain yang mendukung. Analisis data menggunakan teknik analisis kualitatif, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan empat hal utama penyebab terjadinya culture shock diantaranya pertama, perbedaan bahasa. Kedua, cara berpakaian bagi perempuan. Ketiga, perbedaan makanan. Keempat, tradisi dan adat istiadat.
Tantangan Pengangguran di Kalangan Pemuda Kabupaten Padang Pariaman Restian Oktavia; Farisa; Lidya Lastuti; Bunga Dinda Permata; Delmira Syafrini
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.99

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor penyebab terjadinya peningkatan  angka pengangguran di Kabupaten Padang Pariaman. Penelitian ini perlu dilakukan karena pengangguran di kalangan pemuda menjadi salah satu masalah yang setiap tahun mengalami peningkatan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan informan melalui Purposive Sampling dengan jumlah informan enam orang dengan kriteria empat orang pemuda dan dua orang tokoh masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi yang dimana peneliti mengamati kegiatan sehari-hari pemuda dan wawancara mendalam dengan empat pemuda pengangguran di Desa Bari, Kecamatan 2x11 Enam Lingkung. Berdasarkan Hasil penelitian mengenai tingkat pengangguran di Kabupaten Padang Pariaman, dapat dijelaskan dua faktor utama yang mengakibatkan meningkatnya angka pengangguran pada pemuda di Kabupaten Padang Pariaman: kecanduan game online dan  kurangnya kesempatan kerja.
Perubahan Nilai dan Visibilitas Kelompok Marginal: Pergeseran Pandangan Masyarakat Minangkabau Terhadap LGBTQ+ Muhammad Alfian; Delmira Syafrini; Asifa Zahwa; Raihani Sava Alzena; Muhammad Rizki Alvarizi; Elbunia Untari; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 1 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i1.140

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran media sosial dalam mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap LGBTQ+ di Sumatera Barat. Penelitian ini penting dikaji untuk menilai peningkatan visibilitas LGBTQ+ dan adanya benturan nilai tradisional dalam hal ini ABS-SBK di masyarakat. hal ini dipengaruhi oleh kehadiran media sosial yang menghapus batasan-batasan di masyaraka karena media sosial memberikan ruang bagi siapa saja untuk mengekspresikan diri. Dengan menggunakan teori Konstruksi Sosial oleh Berger & Luckmann dan teori Hypodermic Needle oleh Harold Lasswell, penelitian ini melihat perubahan  nilai dan bagaimana media sosial menjadi katalisator utama dalam kasus ini. Metode yang digunakan adalah kualitatif, dengan pengumpulan data melalui studi literatur dan wawancara dengan ahli seperti Satgas PPKS UNP. Teknik pengambilan informan dilakukan secara purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak lima belas orang, sembilan di antaranya mendukung komunitas LGBTQ+ dan enam lainnya menolak. Hasil penelitian berupa peningkatan yang tidak konsisten akan pelaku LGBTQ+ yang didukung oleh kehadiran media sosial, serta adanya ketidaksesuaian terhadap nilai sosial budaya Minangkabau yang diakibatkan terjadinya pergeseran pandangan masyarakat Minangkabau LGBTQ+.
Pola Komunikasi dalam Upaya Pencegahan Ancaman Bahaya Kecanduan Narkoba Pada Masyarakat Kayu Kalek Kelurahan Padang Sarai Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Putra Fahrishal Pratama; Muhammad Rivaldo Agriza; Muhammad Rafif Aradhi; Rara Indah Mutiara; Raudhah Binti Rustam; Delmira Syafrini; Ika Sandra; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.183

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana pola komunikasi digunakan dalam upaya mencegah kecanduan narkoba di lingkungan masyarakat Kayu Kalek, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Permasalahan muncul karena masyarakat semakin rentan terhadap ancaman tersebut, yang dipengaruhi oleh pergaulan, akses internet yang luas, serta kurangnya informasi yang tersampaikan secara terstruktur mengenai dampak negatifnya. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan bentuk komunikasi yang dilakukan oleh tokoh masyarakat, pemuda-pemuda , dan pihak terkait dalam menyampaikan pesan pencegahan serta membangun kesadaran kolektif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kasus melalui wawancara dengan 6 informan  yang terdiri tadi tokoh masyarakat pemuda ,dan warga setempat, serta melakukan observasi langsung. Temuan penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal dan komunikasi kelompok kecil masih menjadi saluran utama, seperti melalui pertemuan warga, kegiatan keagamaan. Meskipun demikian, pola komunikasi tersebut belum berjalan secara teratur dan belum memiliki koordinasi yang kuat.
Resiliensi Sosial Mahasiswa di Lingkungan Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang Pasca Perceraian Orang Tua Rosalina Mustika Sari; Rasya Dwi Raditia; Syadza Hanifa Putri; Yudrison; Salsabilla Ummara; Delmira Syafrini; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.184

Abstract

Perceraian orang tua memberikan dampak emosional dan sosial bagi mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana bentuk-bentuk dari resiliensi sosial mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang pasca perceraian orang tua serta faktor-faktor yang menjadi dukungan proses adaptasi mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara yang mendalam dengan beberapa mahasiswa yang mengalami situasi perceraian orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa mahasiswa mengalami tekanan emosional dan mental pada awalnya, namun secara berkala mampu beradaptasi dan bertahan melalui dukungan lingkungan yang positif ataupun dukungan teman sebaya, serta strategi coping yang berbeda beda seperti mendengarkan musik, tidur, mencari teman, dan refleksi diri. Resiliensi sosial terbentuk melalui penerimaan diri dan dukungan sosial yang berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa lingkungan sosial yang positif berperan penting bagi mahasiswa dalam membantu mereka bangkit dan dapat mempertahankan kesejahteraan emosional pasca perceraian orang tua.
Dinamika Komunikasi Antarbudaya pada Mahasiswa Perantau Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang Nadyan Achmad; Rizky Azzrany; Najwa Izzatul Waafirah; Feby Tria Octari; Zahara Rijani; Delmira Syafrini; Ikhwan Ikhwan; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dinamika komunikasi antar budaya pada mahasiswa perantau di Universitas Negeri Padang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Penelitian ini penting untuk dilakukan karena permasalahan komunikasi mahasiswa perantau sering terjadi di lingkungan mahasiswa karna mereka perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Pendekatan penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara berkaitan tentang bagaimana komunikasi antar budaya yang dilakukan terhadap 10 mahasiswa perantau Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang angkatan 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa perantau mengalami dinamika yang kompleks, meliputi kesulitan memahami bahasa antarbudaya, hambatan lainnya yaitu mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran di kelas. Oleh sebab itu, strategi yang digunakan dalam mengatasi hambatan ini diantaranya belajar bersama teman lokal dan mengikuti komunitas bahasa daerah untuk memahami budaya, menyesuaikan gaya komunikasi, serta meningkatkan kemampuan berkomunikasi mahasiswa perantau dengan lingkungan sekitar.
Analisis Perbedaan Persepsi Bahasa Toxic dalam Komunikasi Antara Gen Z dan Gen Milenial Nazwa Wahyuni; Refny Yanti; Nada Nafisyah Salsabila; Nada Nabilah; Naysila Berliandri Putri; Delmira Syafrini; Nora Susilawati; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab perbedaan makna bahasa toxic yang digunakan oleh Gen Z dan Gen Milenial. Fenomena ini penting untuk dikaji sebab adanya kesenjangan komunikasi dan potensi konflik antar generasi yang diakibatkan oleh perbedaan dalam memaknai, menggunakan, dan menanggapi bahasa yang dianggap kasar atau ofensif antara Gen Z dan Gen Milenial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk menggali dan menganalisis fenomena penggunaan bahasa toxic dalam komunikasi sehari-hari. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in-depth interviews) yang melibatkan partisipan dari Generasi Z dan Generasi Milenial sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gen Z cenderung menormalisasi bahasa toxic sebagai humor atau bentuk keakraban, sementara Milenial lebih memaknainya sebagai tindakan tidak sopan dan berpotensi menyinggung. Perbedaan ini dipengaruhi oleh budaya digital, pengalaman sosial, serta sensitivitas emosional masing-masing generasi. Temuan ini menegaskan pentingnya pemahaman lintas generasi untuk meminimalkan kesenjangan komunikasi dalam penggunaan bahasa toxic.
Pemaknaan Healing Sebagai Salah Satu Bentuk Self-Care Pada Mahasiswa Universitas Negeri Padang Putri Fatima Natasha; Puti Syahira; Nurul Muthia Afifah; Muhammad Gauvi Al Mustakim; Muhammad Falih Al Hakim; Delmira Syafrini; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan mahasiswa Universitas Negeri Padang tentang healing sebagai kegiatan yang membantu merawat kesehatan mental mereka dalam proses perkuliahan. Healing memiliki pemakanaan ditinjau dari sisi psikologis, namun yang menarik dalam penelitian ini dari sisi sosial makna healing memiliki perbedaan sehingga mempengaruhi persepsi mahasiswa. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif, dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan studi kasus kepada 20 orang mahasiswa Universitas Negeri Padang. Narasumber diberikan pertanyaan terkait pemaknaan healing bagi mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pemaknaan healing bagi setiap mahasiswa Universitas Negeri Padang, mahasiswa Universitas Negeri Padang memaknai healing sebagai bentuk kegiatan untuk menenangkan diri dari setiap rutinitas. Bentuk kegiatan healing bagi mahasiswa Universitas Negeri Padang antara lain seperti rekreasi, mengistirahatkan diri, atau sekadar meluangkan waktu untuk bersosialisasi bersama orang terdekat.
Co-Authors , Siti Nurhaliza Adri Febrianto Adzmy Altha Azkiya Aget Sepriadi Aisyah Zahra Ajeya Tymalfin Radasa Alifia Izmi Azzahra Aliya Rhamadani Aliya Syaputry Alya Farhani Alycia Safana Milanda Ameydea Nisratil Wahyuni Ani Gustina Annisa Febriana Yasmin Annisa Khomsi Rahmawati Annisya Sukma Dewi Ardiani Fadila Asifa Zahwa Atiqah Mufidah Aulia Uzzaki Az Zikra Harun Al Rasyid Berthan Kurniawan Callista Salma Nathania Clara Risti Mulana Della Rahmadani Delmira Syafrini Dewi Sartika Nainggolan Diah Handayani Lubis Dicky Aulia Perdana Diella Nanda Paramitha Difa Afriani Salsabila Dira April Indria Diska Dwi Zamiarti Dwi Kurnia Putri Dwi Sulistia Wati Dyanatul Arsyi Ega Bayolla Elbunia Untari Elsy Puspita Yanti Elvaririn Elvaririn Ema Oktavia Ramadhani Enjhel Tyara Eri Sakinah Piliang Erianjoni Erianjoni Exelly Ananda Rinzzy Fadilla Saputri Fara Aisyah Zalma Farisa Farisa Aulia Fauzan Fauzan Fauziah Nadila Nelson Putri Febi Dwi Lianda Feby Tria Octari Fikry Awaludin Fira Fadila Fitri Yulianti Ghina Asyifa Rahmadani Gustila Hasanah Hafid Pradana Hanafi Saputra Hanifa Yulia Putri Husnatul Ayni Ika Sandra Ikhwan Ikhwan Indrawadi, Junaidi Intan Afri Yunita Irfan Setiawan Putra Irwan Saputra Jannatul Arifa Jessica Devani Junaidi Ikhsan Fajri Khairul Fahmi Lathifah Azzahra Leona Saskia Letta Maharani Lia Amelia Lidya Lastuti Lirra Dwinaya Rachma Maitri Pinta Marwatil Husna Melly Putri Azhari Metra Alvionita Muhammad Aidil Muhammad Alfian Muhammad David Hendra Muhammad Falih Al Hakim Muhammad Gauvi Al Mustakim Muhammad Rafif Aradhi Muhammad Raihan Iwata Muhammad Rifat Armensyah Muhammad Rivaldo Agriza Muhammad Rizki Alvarizi Muhammad Satria Zaky Mutiara Mutiara Mutiara Qolbuna Nabila Zavrilia Nada Nabilah Nada Nafisyah Salsabila Nadinda Jeehan Frischa Nadya Komala Firsty Nadyan Achmad Nafisa Reva Arianto Najwa Izzatul Waafirah Najwa Rosyidah Nara Ramadani Naysila Berliandri Putri Nazifa Neysha Gumanti Nazwa Luthfia Maisa Nazwa Wahyuni Neza Rahma Dianti Nora Susilawati Nur Aisyah Nurhaliza Maharani Nurlizawati Nurul Muthia Afifah Puti Syahira Putra Fahrishal Pratama Putri Fatima Natasha Qavka Navisa Rahma Juita Rahmad Ilahi Rahmi Atika Azwir Raihani Sava Alzena Rani Kartika Rara Indah Mutiara Rasya Dwi Raditia Rasyadah Karimah Ratu Fitri Aisyah Raudhah Binti Rustam Refny Yanti Reno Fernandes Reri Damai Gea Restian Oktavia Rhavy Ferdyan Rice Yunica Azkia Ridha Alma Ririn Desti Putri Rizky Azzrany Rosalina Mustika Sari Sabar Aulia Rahman Sakina Rihadatul ‘Aisa Syasfa Salma Azzahra Nabila Salma Hayati Salsa Martavena Salsabila Luthfiyana Salsabila Muhadi Salsabila Ramadani Sitompul Salsabilla Ummara Selfira Cania Shifa Hulqha Andari Silfia Rahmi Siti Nurusyifa Yasmin Rinandi Siti Roziana Syadza Hanifa Putri Syarah Maulina Putri Syifah Ayu Lia Sabrina Tari Fitriani Tiara Putri Anggraini Tiara Sabrina Wulandari Tiara Syabrina Wulandari Ufhira Nizea Vioni Siti Nurhadijah Widia Delfita Sari Windi Mardiani Wirdanengsih Wirdanengsih Wita, Gusmira Yoga Hadi Prasetya Suarni Yudrison Yulia Rahmadona Zahara Rijani Zahra Najla Zaki Ibnu Rasyid Zaki Mubarok Arrafly Zhaskiah Amelia Zoya Anandhita Ifwan