Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis Perbedaan Persepsi Bahasa Toxic dalam Komunikasi Antara Gen Z dan Gen Milenial Nazwa Wahyuni; Refny Yanti; Nada Nafisyah Salsabila; Nada Nabilah; Naysila Berliandri Putri; Delmira Syafrini; Nora Susilawati; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab perbedaan makna bahasa toxic yang digunakan oleh Gen Z dan Gen Milenial. Fenomena ini penting untuk dikaji sebab adanya kesenjangan komunikasi dan potensi konflik antar generasi yang diakibatkan oleh perbedaan dalam memaknai, menggunakan, dan menanggapi bahasa yang dianggap kasar atau ofensif antara Gen Z dan Gen Milenial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan tujuan untuk menggali dan menganalisis fenomena penggunaan bahasa toxic dalam komunikasi sehari-hari. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in-depth interviews) yang melibatkan partisipan dari Generasi Z dan Generasi Milenial sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gen Z cenderung menormalisasi bahasa toxic sebagai humor atau bentuk keakraban, sementara Milenial lebih memaknainya sebagai tindakan tidak sopan dan berpotensi menyinggung. Perbedaan ini dipengaruhi oleh budaya digital, pengalaman sosial, serta sensitivitas emosional masing-masing generasi. Temuan ini menegaskan pentingnya pemahaman lintas generasi untuk meminimalkan kesenjangan komunikasi dalam penggunaan bahasa toxic.
Pemaknaan Healing Sebagai Salah Satu Bentuk Self-Care Pada Mahasiswa Universitas Negeri Padang Putri Fatima Natasha; Puti Syahira; Nurul Muthia Afifah; Muhammad Gauvi Al Mustakim; Muhammad Falih Al Hakim; Delmira Syafrini; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.190

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemaknaan mahasiswa Universitas Negeri Padang tentang healing sebagai kegiatan yang membantu merawat kesehatan mental mereka dalam proses perkuliahan. Healing memiliki pemakanaan ditinjau dari sisi psikologis, namun yang menarik dalam penelitian ini dari sisi sosial makna healing memiliki perbedaan sehingga mempengaruhi persepsi mahasiswa. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif, dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan studi kasus kepada 20 orang mahasiswa Universitas Negeri Padang. Narasumber diberikan pertanyaan terkait pemaknaan healing bagi mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pemaknaan healing bagi setiap mahasiswa Universitas Negeri Padang, mahasiswa Universitas Negeri Padang memaknai healing sebagai bentuk kegiatan untuk menenangkan diri dari setiap rutinitas. Bentuk kegiatan healing bagi mahasiswa Universitas Negeri Padang antara lain seperti rekreasi, mengistirahatkan diri, atau sekadar meluangkan waktu untuk bersosialisasi bersama orang terdekat.
Literasi Digital Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Padang dalam Penggunaan Platform X sebagai Media Informasi Tiara Putri Anggraini; Syifah Ayu Lia Sabrina; Rice Yunica Azkia; Shifa Hulqha Andari; Zaki Ibnu Rasyid; Zaki Mubarok Arrafly; Delmira Syafrini; Ikhwan Ikhwan; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.191

Abstract

Penelitian ini menjelaskan literasi digital mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Padang dalam menggunakan platform X sebagai media informasi. Permasalahan utama penelitian adalah masih bervariasinya kemampuan mahasiswa dalam menyeleksi, memahami, dan memverifikasi informasi di tengah arus informasi digital yang cepat. Penelitian bertujuan mengetahui strategi mahasiswa dalam menilai kredibilitas sumber, menyikapi berita viral, serta kecenderungan mereka dalam membagikan informasi. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui model Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki sikap kritis dalam menerima informasi, seperti memeriksa sumber resmi dan membandingkan informasi dari berbagai platform sebelum membagikan konten. Namun, beberapa mahasiswa masih bersikap pasif dan hanya memverifikasi informasi tertentu. Secara keseluruhan, literasi digital mahasiswa tergolong baik, tetapi konsistensi verifikasi informasi masih perlu ditingkatkan.  
Implementasi Program GATI terhadap Penguatan Kesehatan Mental Anak dalam Keluarga di Kota Padang Zoya Anandhita Ifwan; Vioni Siti Nurhadijah; Nazifa Neysha Gumanti; Salsa Martavena; Zhaskiah Amelia; Delmira Syafrini; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.222

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengalaman remaja perempuan yang hidup dalam kondisi fatherless serta mengevaluasi relevansi Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) dalam mengurangi dampak psikologis dan sosial akibat ketidakhadiran ayah. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini ditujukan kepada remaja perempuan yang ayahnya mengikuti program GATI di Kota Padang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fatherless memengaruhi konsep diri, regulasi emosi, dan hubungan interpersonal perempuan dewasa awal. Program GATI dinilai relevan karena mampu meningkatkan keterlibatan ayah, memperbaiki pola komunikasi keluarga, dan memberikan edukasi mengenai peran ayah dalam perkembangan psikososial anak. Penelitian ini menarik karena tidak hanya menggambarkan dampak fatherless, tetapi juga menyoroti bagaimana program GATI dapat menjadi jembatan untuk membangun komunikasi yang lebih intim, hangat, dan efektif antara ayah dan anak.
Analisis Kasus Sandwich Generation Yang Terdapat dalam Film 1 Kakak 7 Ponakan Intan Afri Yunita; Nadinda Jeehan Frischa; Nazwa Luthfia Maisa; Nadya Komala Firsty; Muhammad Raihan Iwata; Delmira Syafrini; Hanafi Saputra; Rani Kartika; Bunga Dinda Permata
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.242

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran generasi sandwich pada film 1 Kakak 7 Ponakan. Generasi sandwich adalah kelompok orang-orang yang menanggung beban ganda, memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarganya. Hal ini menyebabkan tekanan secara ekonomi, sosial, dan psikologis bagi orang yang mengalaminya. Pada film 1 Kakak 7 Ponakan, tokoh Moko menggambarkan terjadinya kasus generasi sandwich. Moko yang harus menjadi orang tua pengganti untuk ke tujuh ponakannya, bahkan sampai harus mengubur mimpinya untuk menjadi arsitek. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik studi pustaka, yang dimana data diperoleh dari sumber-sumber yang relevan seperti buku, jurnal ilmiah, berita media online, dan penelitian-penelitian terdahulu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan kasus generasi sandwich pada film 1 Kakak 7 Ponakan merupakan representasi dari realitas sosial yang terlihat pada data yang ada. Pada film ini karakter tokoh Moko menggambarkan kondisi generasi sandwich pada saat ini. Film ini meningkat kesadaran masyarakat mengenai sulitnya peran generasi sandwich serta pentingnya dukungan sosial dan emosional bagi orang-orang yang berada di kondisi tersebut.
Community Based Tourism Mendorong Pariwisata Berkelanjutan Wisata Kapalo Banda Nagari Taram Kabupaten Lima Puluh Kota Qavka Navisa; Nurhaliza Maharani; Mutiara Mutiara; Najwa Rosyidah; Letta Maharani; Muhammad Rifat Armensyah; Delmira Syafrini; Bunga Dinda Permata; Fauzanah Fauzan El Muhammady
Social Empirical Vol. 2 No. 2 (2025): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v2i2.263

Abstract

Penelitian ini membahas tentang bagaimana keterlibatan masyarakat lokal dan dukungan pemerintah dalam pengelolaan wisata Kapalo Banda atau yang dikenal dengan Wakanda (Wisata Alam Kapalo Banda) di Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan keterlibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan wisata serta dukungan pemerintah dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan. Teori yang digunakan untuk menganalisis hasil penelitian ini adalah teori agency Anthony Giddens.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, ditemukan masyarakat berperan sebagai agen penggerak kegiatan wisata, sedangkan pemerintah berperan sebagai stakeholder utama yang memberikan arahan dan dukungan terhadap pembangunan dan pengelolaan wisata kapalo banda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat khususnya pemuda Jorong Tanjung Ateh  memiliki inisiatif dan tanggung jawab dalam membangun serta mengelola  kawasan wisata secara mandiri melalui sistem bagi hasil dan kegiatan gotong royong rutin yang dilakukan. Community Based Tourism tidak hanya memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat tetapi juga dampak lingkungan dan juga meningkatkan hubungan sosial diantara masyarakat.
Co-Authors , Siti Nurhaliza Adri Febrianto Adzmy Altha Azkiya Aget Sepriadi Aisyah Zahra Ajeya Tymalfin Radasa Alifia Izmi Azzahra Aliya Rhamadani Aliya Syaputry Alya Farhani Alycia Safana Milanda Ameydea Nisratil Wahyuni Ani Gustina Annisa Febriana Yasmin Annisa Khomsi Rahmawati Annisya Sukma Dewi Ardiani Fadila Asifa Zahwa Atiqah Mufidah Aulia Uzzaki Az Zikra Harun Al Rasyid Berthan Kurniawan Callista Salma Nathania Clara Risti Mulana Della Rahmadani Delmira Syafrini Dewi Sartika Nainggolan Diah Handayani Lubis Dicky Aulia Perdana Diella Nanda Paramitha Difa Afriani Salsabila Dira April Indria Diska Dwi Zamiarti Dwi Kurnia Putri Dwi Sulistia Wati Dyanatul Arsyi Ega Bayolla Elbunia Untari Elsy Puspita Yanti Elvaririn Elvaririn Ema Oktavia Ramadhani Enjhel Tyara Eri Sakinah Piliang Erianjoni Erianjoni Exelly Ananda Rinzzy Fadilla Saputri Fara Aisyah Zalma Farisa Farisa Aulia Fauzan Fauzan Fauzanah Fauzan El Muhammady Fauziah Nadila Nelson Putri Febi Dwi Lianda Feby Tria Octari Fikry Awaludin Fira Fadila Fitri Yulianti Ghina Asyifa Rahmadani Gustila Hasanah Hafid Pradana Hanafi Saputra Hanifa Yulia Putri Husnatul Ayni Ika Sandra Ikhwan Ikhwan Indrawadi, Junaidi Intan Afri Yunita Irfan Setiawan Putra Irwan Saputra Jannatul Arifa Jessica Devani Junaidi Ikhsan Fajri Khairul Fahmi Lathifah Azzahra Leona Saskia Letta Maharani Lia Amelia Lidya Lastuti Lirra Dwinaya Rachma Maitri Pinta Marwatil Husna Melly Putri Azhari Metra Alvionita Muhammad Aidil Muhammad Alfian Muhammad David Hendra Muhammad Falih Al Hakim Muhammad Gauvi Al Mustakim Muhammad Rafif Aradhi Muhammad Raihan Iwata Muhammad Rifat Armensyah Muhammad Rivaldo Agriza Muhammad Rizki Alvarizi Muhammad Satria Zaky Mutiara Mutiara Mutiara Qolbuna Nabila Zavrilia Nada Nabilah Nada Nafisyah Salsabila Nadinda Jeehan Frischa Nadya Komala Firsty Nadyan Achmad Nafisa Reva Arianto Najwa Izzatul Waafirah Najwa Rosyidah Nara Ramadani Naysila Berliandri Putri Nazifa Neysha Gumanti Nazwa Luthfia Maisa Nazwa Wahyuni Neza Rahma Dianti Nora Susilawati Nur Aisyah Nurhaliza Maharani Nurlizawati Nurul Muthia Afifah Puti Syahira Putra Fahrishal Pratama Putri Fatima Natasha Qavka Navisa Rahma Juita Rahmad Ilahi Rahmi Atika Azwir Raihani Sava Alzena Rani Kartika Rara Indah Mutiara Rasya Dwi Raditia Rasyadah Karimah Ratu Fitri Aisyah Raudhah Binti Rustam Refny Yanti Reno Fernandes Reri Damai Gea Restian Oktavia Rhavy Ferdyan Rice Yunica Azkia Ridha Alma Ririn Desti Putri Rizky Azzrany Rosalina Mustika Sari Sabar Aulia Rahman Sakina Rihadatul ‘Aisa Syasfa Salma Azzahra Nabila Salma Hayati Salsa Martavena Salsabila Luthfiyana Salsabila Muhadi Salsabila Ramadani Sitompul Salsabilla Ummara Selfira Cania Shifa Hulqha Andari Silfia Rahmi Siti Nurusyifa Yasmin Rinandi Siti Roziana Syadza Hanifa Putri Syarah Maulina Putri Syifah Ayu Lia Sabrina Tari Fitriani Tiara Putri Anggraini Tiara Sabrina Wulandari Tiara Syabrina Wulandari Ufhira Nizea Vioni Siti Nurhadijah Widia Delfita Sari Windi Mardiani Wirdanengsih Wirdanengsih Wita, Gusmira Yoga Hadi Prasetya Suarni Yudrison Yulia Rahmadona Zahara Rijani Zahra Najla Zaki Ibnu Rasyid Zaki Mubarok Arrafly Zhaskiah Amelia Zoya Anandhita Ifwan