Claim Missing Document
Check
Articles

Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri pada Perawat di UPTD Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Utara Hasibuan, Talitha Azaria; Arrazy, Syafran
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36969

Abstract

Penggunaan alat pelindung diri (APD) merupakan salah satu upaya penting dalam mencegah risiko kerja dan penularan penyakit di rumah sakit. Namun, tingkat kepatuhan perawat dalam menggunakan APD masih menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penggunaan APD pada perawat di UPTD Rumah Sakit Khusus Paru Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat, dengan jumlah sampel sebanyak 57 orang yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p=0,003), sikap (p=0,000), pengawasan (p=0,008), dan ketersediaan APD (p=0,009) dengan kepatuhan perawat dalam penggunaan APD. Disimpulkan bahwa faktor pengetahuan, sikap, pengawasan, dan ketersediaan APD berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan perawat terhadap penggunaan APD. Diharapkan pihak rumah sakit dapat meningkatkan program edukasi, pengawasan, serta menjamin ketersediaan APD secara optimal untuk mendukung keselamatan kerja perawat.
Hubungan Pengetahuan dan Personal Hygiene dengan Kejadian Pediculosis Capitis Pada Santriwati MTs di Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Medan Putri, Amelia; Arrazy, Syafran
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.37991

Abstract

Pedikulosis kapitis masih menjadi masalah kesehatan yang sering ditemukan di lingkungan pesantren akibat kepadatan hunian dan kebiasaan kebersihan diri yang kurang optimal. Kondisi ini menunjukkan perlunya perhatian terhadap faktor pengetahuan dan personal hygiene pada santriwati agar kejadian infestasi kutu rambut dapat ditekan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan personal hygiene dengan kejadian pediculosis capitis. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Besar sampel pada penelitian ini sebanyak 79 santriwati. Analisa data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa sebagian besar santriwati MTs Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Medan mengalami Pediculosis Capitis, yakni 47 orang (59,5%) positif dan 32 orang (40,5%) negatif dari total 79 responden. Analisis lebih lanjut menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian Pediculosis Capitis (p = 0,020; PR = 1,741; 95% CI: 1,321-2,294), di mana santriwati dengan pengetahuan kurang baik memiliki risiko 1,7 kali lebih besar untuk terinfestasi kutu rambut. Selain itu, personal higiene juga berhubungan signifikan dengan kejadian Pediculosis Capitis (p = 0,012; PR = 1,775; 95% CI: 1,350–2,334), sehingga santriwati yang menjaga kebersihan diri kurang baik berisiko 1,8 kali lebih tinggi mengalami infestasi dibandingkan dengan yang menjaga kebersihan diri dengan baik.
Strengthening Religious Values and Environmental Concerns: A Pro-environmental Behavior Education Program for Adolescent Santri in Indonesia Rapotan Hasibuan; Radinal Mukhtar Harahap; Syafran Arrazy; Fifi Afifah Hasibuan; Wafida Tunnur Siregar; Diva Keysha Aura Silalahi
Wikrama Parahita : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): May 2026
Publisher : Universitas Serang Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30656/jpmwp.v10i1.11620

Abstract

Climate change and environmental degradation have become urgent global challenges, marked by the significant rise in average global temperatures due to human activity, industrialization, and carbon emissions. The low level of environmental concern in Indonesia worsens this challenge, as reflected by the Environmental Care Behavior Index (ECBI/ IPRLH) of only 0.57 (low category). Furthermore, only 38% of Indonesian adolescents are actively involved in environmental preservation. Initial observations at Pesantren Ar-Raudlatul Hasanah Medan indicate that high institutional compliance does not fully translate into individual pro-environmental actions by santri (students). This is evidenced by inconsistent waste segregation, reliance on single-use plastics, and limited water conservation. This community service activity aimed to enhance religiosity toward environmentally friendly behavior among adolescent santri. The CBPR model was implemented from July to October 2025 at the pesantren. The results indicated that the santri’s level of religiosity was in the high category across all dimensions, and their pro-environmental behavior was categorized as good to very good, especially concerning waste disposal discipline and water conservation. Spiritual values (such as amanah and ihsan) have reached affective and behavioral stages. However, personal initiatives, such as sorting waste or reducing single-use plastic, require further strengthening. It is concluded that pesantren hold significant potential as a foundation for forming religiously rooted pro-environmental behavior.
The Relationship Between Housing Physical Conditions and the Incidence of Acute Respiratory Infections (ARI) Among Coastal Communities in Medan City Syafran Arrazy; Baihaqy Azro Hidayat
Jurnal Sanitasi Profesional Indonesia Vol 6 No 01 (2025): Juni 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33088/jspi.v6i01.999

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a significant public health issue in Indonesia, including in the working area of UPT Puskesmas Teluk Putat, Labuhan Batu Regency. Poor environmental conditions such as substandard housing, open water containers, and inadequate waste management increase the risk of DHF transmission. This study aimed to analyze the relationship between environmental sanitation and DHF incidence using a case-control approach. A total of 63 respondents were involved, consisting of 21 DHF cases and 42 controls in a 1:2 ratio. Data were collected through structured questionnaires, environmental observations, and secondary data from the health center. The results showed a significant association between water storage conditions (p = 0.019; OR = 3.76; 95% CI: 1.25–11.34) and waste management (p = 0.000; OR = 10.00; 95% CI: 2.96–33.78) with DHF incidence. However, housing conditions were not statistically significant (p = 1.000). These findings suggest that specific aspects of environmental sanitation, particularly water and waste management, play a critical role in DHF prevention. It is recommended that DHF control programs focus more on public education regarding environmental hygiene and strengthening household-based preventive behavior.
Co-Authors ABdul Karim Batubara, ABdul Karim Adinda Azima Riskiya Sibarani Agung Aji Perdana Ahsan, Abdillah Alelga, Elsa Alfareza, Alditia Amalia Rahmi Nasution Aminuddin Aminuddin Andhani, Intan Andi Susilowati Anindya, Nazla Anissa Rizkianti Anita Rahmiwati Anjaini, Nurul Ansar Aprida Aulia Rizki Arini Fajriani Assyifa, Rumaisha Ayu Ardillah Azhari Akmal Tarigan Baihaqy Azro Hidayat Balqis, Alya Alfianti Barus, Dila Diwani Br Billa, Nurna br Ginting, Nurkholisah Br.SK, Dea Ananda Bunga Christita Rosha Damanik, Kemala sari Desy Nuri Fajarningtiyas Dias, Monica Amelia Diva Aulia Nathasya Diva Keysha Aura Silalahi Dwi Astuti, Ikes Eliska, Eliska Elvi Sunarsih Fadilah, Sylva Qamara Nur Fahrul Islam Fatimah Azzahra Fifi Afifah Hasibuan Fithia Dyah Puspita Fitri Hayati Fitria Ulfah Fitriana, Ranti Gurendro Putro Haeranah Ahmad Hamonangan Pasaribu, Asrul Hasibuan, Seri Rahmadani Hasibuan, Talitha Azaria Hazrin, Yosita Heny Lestary Hidayat, Baihaqy Azro Ika Saptarini Indah Rahayu Ritonga Indah Rizqika Indri Yunita Putri Iram Barida Maisya Israyani, Israyani Joko Pambudi Jufri Naldo Kadar Ramadhan Kadijah Hamid, St. Kadillah Suherry Kencana Sari Laila Sari Lestari, Ninis Lubis, Delfi Yunita Lubis, Fatma Sri Ramadhan Manik, Hubban Fathani Masnaeni Ahmad Masyithah, Ruhul Milwiyandia Milwiyandia Mochamad Iqbal Nurmansyah Ms, Saidana Wahyudi Putra Muhammad Ancha Sitorus Muhammad Sahputra Muhammad Syukri Muhammad Syukri Albani Nasution Mutia Azuba Nahar, Syamsu Nasri Mohammed Nasution, Dinda Azria Nasution, Nur Chairani Rizki Ningsih, Nining Ade Nofi Susanti Noor Edi Widya Soekotjo Novianti Novianti Nurbaya Nurhayati Nurhayati Nurhayati Nuri Nabila Syahputri Nurillah Amaliah Pardosi, Fadhila Azzahra Peralihan, Hotmatua Permata Amalia Mursyid Pohan, Arja Adi Jaya Purnama, Tri Bayu Putra Apriadi Siregar Putri, Adelia Putri, Hikmathine Osella Radinal Mukhtar Harahap Rahmadillah, Al Fiza Putri Rambe, Desi Rapotan Hasibuan Raspiyahni Rika Rachmalina Rina Khairuna Nasution Rina Marina Riska, Zamharira Rizka Fadilla, Septiani Romiza Arika Salsabila, Assyifa Azzahra Salsabila, Mutiara Sintia, Ayunda Siregar, Deborah Siregar, Siti Romaito Siti Masitoh Sugiharti Sugiharti Sumiati Sumiati Sundari, Sri Suparmi Suparmi Suraya, Rani Susilawati Susilawati, Susilawati susilawati, Susilawati Syafa Rangkuti, Nur Ashilah Syafina Aisyah Syah, Dwiki Wardana Syahrani, Putri Syahrial Arif Hutagalung Syam, Abdi Mubarrak Ulfa, Syahla Shatira Utami, Arvina Putri Utami, Tri Niswati Wafida Tunnur Siregar WAHYUDI Wahyudi Wahyudi Wahyuni, Raduwi Wasiyem, Wasiyem Yulia Khairina Ashar Yunita Warina Zahrani, Windi Zata Ismah Zuhrina Aidha