Claim Missing Document
Check
Articles

Tingkat Depresi, Kecemasan, dan Stres Dokter Gigi Muda terhadap Kinerja dan Pelayanan Dokter Gigi Muda: A Systematic Review Cynthia, Cynthia; Syakurah, Rizma Adlia; Idris, Haerawati; Windusari, Yuanita; Novrikasari, Novrikasari; Fajar , Nur Alam
Jurnal Keperawatan Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Keperawatan: Juni 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v16i2.1888

Abstract

Dokter gigi muda dihadapkan pada tekanan fisik dan psikologis yang tinggi dalam praktik klinis, menyebabkan gejala depresi, kecemasan, dan stres yang signifikan, mendorong perlunya intervensi untuk meningkatkan kesejahteraan dan keterampilan profesional mereka. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi upaya-upaya intervensi guna meningkatkan kesehatan mental dan keterampilan profesional dokter gigi muda. Penelitian ini menggunakan metode Systematic reviewe menggunakan total keseluruhan 80 artikel mulai dari tahun 2013 sampai 2023 dan 5 jurnal yang disertakan dalam analisis akhir.Hasil yang didapatkan adalah 5 literatur menunjukkan hampir seluruh mahasiswa kedokteran gigi memiliki tingkat stress yang tinggi disebabkan beban akademik yang tinggi dan lingkungan kerja yang buruk. Kesimpulan penelitian menyoroti pentingnya manajemen kesehatan mental dan peningkatan tata letak ruang praktik sebagai dukungan bagi kinerja dan pelayanan dokter gigi muda.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKSES PELAYANAN KESEHATAN DI PUSKESMAS: STUDY LITERATURE SYADZA, EGA RAVA; NAJMAH, NAJMAH; IDRIS, HAERAWATI
Journal of Nursing and Public Health Vol 11 No 2 (2023)
Publisher : UNIVED Press, Universitas Dehasen Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/jnph.v11i2.5219

Abstract

Setiap orang berhak atas kesehatan yang baik, yang merupakan bagian terpenting dari kehidupan manusia. Meskipun seseorang dapat mencapai banyak hal dalam hidupnya, kesehatan yang baik bukanlah sesuatu yang terjadi begitu saja. Kesehatan harus menjadi kebutuhan dasar bagi masyarakat karena dibutuhkan berbagai macam upaya untuk menjaga tubuh dalam keadaan sehat.Bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat bagi semua orang. Metodologi penelitian tinjauan sistematis. Penelitian tinjauan sistematis adalah metode yang bertujuan untuk menemukan hasil terbaik yang dapat diperoleh dengan mencari literatur secara sistematismenunjukkan bahwa ada 61,2% lebih banyak responden yang merasa membutuhkan dan menggunakan layanan di puskesmas daripada ada responden yang tidak merasa perlu dan tidak menggunakan layanan di puskesmas. Premis dan motivator utama untuk menggunakan perawatan kesehatan adalah faktor kebutuhan,waktu perjalanan. Keterlambatan pasien adalah penghalang karena sulit untuk pergi ke pusat kesehatan, biaya transportasi dan tempat tinggal Akses ke fasilitas medis terhambat, Penggunaan layanan kesehatan sangat berkorelasi dengan bagaimana penduduk memandang Kesehatan.
ANALISIS IMPLEMENTASI KONVERGENSI PERCEPATAN PENURUNAN STUNTING DI KOTA LUBUKLINGGAU Ekananda, Detya Sella; Hasyim, Hamzah; Idris, Haerawati
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.34577

Abstract

Upaya konvergensi dalam percepatan dan penurunan stunting adalah dengan integrasi intervensi gizi secara sensitif maupun intervensi secara spesifik. Berdasarkan SSGI 2022 Kota Lubuklinggau berhasil melampaui target nasional yakni penurunan stunting hingga di angka 11,7%. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana implementasi kebijakan dari konvergensi di Kota Lubuklinggau dengan pendekatan teori implementasi oleh Edward III. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, dengan informan penelitian dipilih secara purposive. Data yang dikumpulkan melalui wawancara, telaah dokumen dan dokumentasi. Kemudian data di analisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan secara umum komunikasi, sumber daya, disposisi dan birokrasi dalam implementasi konvergensi stunting di Kota Lubuklinggau telah berjalan cukup baik. Pada aspek komunikasi ditemukan kejelasan data lokasi prioritas dan peraturan daerah mengenai stunting namun masih memiliki kendala yaitu belum meratanya sosialisasi srategi nasional konvergensi stunting sampai tingkat pelaksana teknis lapangan. Pada aspek sumber daya ditemukan kendala keterbatasan anggaran program intervensi. Pada aspek disposisi OPD menunjukkan komitmen dan tidak ada ego sektoral dalam penyelenggaraan konvergensi. Sedangkan pada birokrasi pada tingkat kota Lubuklinggau dilakukan berdasarkan SK TPPS sedangkan SOP program berdasarkan internal pada masing-masing OPD pelaksana terkait. Kota Lubuklinggau diharapakan mampu melakukan pengembangan dan peningkatan TPPS hingga pada level pelaksana teknis lapangan program dan dapat merumuskan inovasi berbasis potensi lokal
FAKTOR YANG BERKONTRIBUSI PADA KEIKUSERTAAN SEKTOR FORMAL DALAM SKEMA ASURANSI KESEHATAN SOSIAL: NARRATIVE REVIEW Idris, Haerawati
Jurnal Ekonomi Kesehatan Indonesia Vol. 8, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Countries worldwide have been working towards achieving universal health coverage target, including countries with low and middle incomes. Even though it is mandatory, the formal sector does not automatically become a participant in social health insurance. This study describes the factors contributing to formal sector participation in social health insurance. This study uses a narrative review approach. This study focuses on the factors that contribute to the participation of the formal sector in social health insurance schemes. We identified articles selected according to the inclusion criteria covering the formal sector, English and Indonesian, adopting social insurance, and open access articles. We then collect selected articles and synthesize the factors that contribute to formal sector participation in social health insurance schemes. We found that the formal sector's participation in social health insurance is related to the following factors: the mandatory scheme, knowledge of the business sector/company, company finances, type of company, risks that the company may experience, and perceptions of the quality of health services provided. This study found several factors that contribute to the participation of the business sector in social health insurance. Factors that are structural/policy in nature, knowledge of social insurance policies, and service quality from the supply side need to be of concern to the government in efforts to expand to this group
PENGALAMAN DAN TINGKAT PENDIDIKAN PASIEN JKN TERHADAP PERSEPSI PELAYANAN KESEHATAN Kurnia Sari, Wulan; Idris, Haerawati; Misnaniarti, Misnaniarti
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 8 No. 3 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v8i3.36466

Abstract

Penelitian ini berjudul pengalaman dan tingkat pendidikan pasien JKN terhadap persepsi pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi persepsi dan pengalaman pasien dalam menggunakan layanan kesehatan yang dibiayai oleh Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini melibatkan wawancara. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema utama terkait kepuasan, tantangan, dan harapan pasien terhadap program JKN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien menghargai aksesibilitas dan biaya rendah yang ditawarkan oleh JKN, namun juga menghadapi beberapa masalah seperti lamanya waktu tunggu dan keterbatasan pilihan fasilitas kesehatan. Penelitian ini menggunakan penelitian field research dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai aspek-aspek yang perlu ditingkatkan dalam sistem JKN untuk meningkatkan kualitas pengalaman pasien dan efektivitas layanan kesehatan yang disediakan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi perbaikan program JKN guna memenuhi kebutuhan dan ekspektasi pasien dengan lebih baik.
PERCEPTIONS AND THEIR CORRELATION WITH ENROLLMENT IN THE INDONESIAN NATIONAL HEALTH INSURANCE SCHEME Ainy, Asmaripa; Idris, Haerawati; Inaku, Hartati; Tembo, Tannia
Indonesian Journal of Health Administration (Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia) Vol. 12 No. 2 (2024): December
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jaki.v12i2.2024.218-227

Abstract

Background: Health insurance serves as a key mechanism in facilitating wider and more equitable availability of healthcare services, ensuring that every individual can access the services they need. Aims: This research aims to examine the correlation between community perceptions and enrollment in the National Health Insurance (JKN) in the Musi Rawas Utara District, Indonesia. Methods: This research applied a cross-sectional study by collecting data from 384 respondents. Logistic regression analysis was used to assess the correlation between perceptions and JKN enrollment. Results: The results showed that 68.49% of respondents were not enrolled in the JKN. Factors associated with JKN enrollment include perceptions regarding JKN, income, and the history of illness. People with favorable perceptions have a 1.90 times higher chance to join the JKN membership. People with income ≥ provincial minimum wage (UMR) have an opportunity of 0.50 times higher than people with income < UMR to join the JKN membership. The history of illness is likely to enhance JKN enrollment by 7.86 times. Conclusion: In the Musi Rawas Utara District, the rate of enrollment in the JKN program remains low. Strategic policy reforms, accompanied by targeted advocacy and health education promotion, have the potential to significantly increase JKN enrollment and contribute to the realization and sustainability of universal health coverage (UHC) goals. Keywords: Perception, Enrollment, National Health Insurance 
Pengaruh stress kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai : literature review Silvi Aulia Rahmah; Andarini, Desheila; Anggraini, Rini; Idris, Haerawati
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/ggke2h70

Abstract

Tantangan yang dihadapi perusahaan di bidang sumber daya manusia adalah mencari cara untuk memitigasi dampak stres kerja sehingga meningkatkan motivasi kerja dan pada akhirnya dapat meningkatkan kinerja pegawai untuk mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk fokus pada karyawannya, memastikan kenyamanan dan kesejahteraan mereka, karena hal ini secara langsung mempengaruhi kinerja mereka. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh stress kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai. Penulisan artikel ini menggunakan metode literature review dari beberapa jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres kerja berpengaruh negatif terhadap kinerja, dan motivasi kerja berpengaruh positif terhadap kinerja pegawai serta motivasi kerja dapat memediasi pengaruh stres kerja terhadap kinerja karyawan. Hal lain yang dapat disimpulkan adalah stres memiliki dampak positif dan negatif. Motivasi kerja memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kinerja karyawan.
Hubungan Tingkat Kesehatan Emosional Mental Pada ADHA dan NON ADHA : Literature Review Monika, Salsabila; Andarini, Desheila; Idris, Haerawati; Anggreini, Rini
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/hdmbcd13

Abstract

Kondisi emosional mental yang baik tidak hanya mencakup ketahanan terhadap tekanan dan tantangan hidup, tetapi juga kemampuan untuk berperan aktif dalam masyarakat, menjalin hubungan yang sehat, dan meraih potensi penuh dalam berbagai aspek kehidupan. Anak-anak yang terinfeksi HIV seringkali mengalami hambatan dalam proses belajar, kesulitan dalam memusatkan perhatian, masalah perilaku, serta defisit kognitif. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan membandingkan tingkat kesehatan emosional antara ADHA dan NON ADHA . Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui tinjauan literatur dengan mengakses data dari empat database elektronik terkemuka, yaitu Elsevier, Google Scholar, ScienceDirect, dan Sci-Hub. Penelitian ini didasarkan pada tinjauan literatur yang mencakup artikel-artikel yang diterbitkan dalam rentang waktu tahun 2018 hingga 2023. Hasil yang ditemukan dari analisis 25 artikel dan 15 artikel yang dianalisis dalam tinjauan literatur ini telah disusun secara sistematis dalam bentuk tabel. Hasil ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam tingkat kesehatan emosional antara ADHA dan NON ADHA. Lebih khusus lagi, ADHA cenderung memiliki tingkat kesehatan emosional yang lebih tinggi daripada NON ADHA
Analisis Faktor Resiko Prilaku Masyarakat Dalam Pengendalian Vektor Pada Kasus ( DBD) : Literatur Riview Restu Wulandari, Anggun; Andarini, Desheilla; Idris, Haerawati; Anggraeni, Rini
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/g4mdta62

Abstract

Salah satu masalah kesehatan yang dialami negara tropis dan sebagian negara sub tropis adalah tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), Demam Berdarah Dengue telah menjadi endemik di Indonesia.Tujuan dari kepenulisan ini ialah untuk mengenalisis factor resiko prilaku Masyarakat dalam pengendalian vector pada kasus (DBD).Adapun metode yang di gunakan dalam penelitian ini ialah penelusuran literatur reviuw dari 10 jurnal nasional dan 15 jurnal internasional yang bersumberkan dari beberapa web publikasi dengan tahun jurnal kisaran dari tahun 2018-2023.Hasil dari Penelitian ini ialah di dapatkan bahwa adanya faktor resiko yang muncuk di akibatkan dari prilaku Masyarakat dalam pengendalian vector pada kasus (DBD).Dapat di Simpulkan bahwa prilaku manusia bisa menjadi faktor resiko dalam kasus DBD serta ada beberapa cara yang berhubungan dengan prilaku manusia dalam pengendalian vektor pada kejadian (DBD).
Hubungan Status Stunting dengan Faktor Ekonomi : Literature Riview Dini Nabila Aryani; Andarini, Desheilla; Idris, Haerawati; Anggraeni, Rini
Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Lentera Kesehatan Masyarakat
Publisher : PT. Lentera Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69883/72jst350

Abstract

Stunting pada masa anak-anak merupakan indikator dari kesejahteraan dan gambaran dari ketidaksetaraan sosial. Kegagalan pertumbuhan sering kali dimulai sejak masih dalam kandungan dan berlanjut setidaknya selama 2 tahun pertama kehidupan pasca kelahiran. Fakta menunjukkan bahwa Stunting lebih banyak dialami oleh anak dalam keluarga dengan sosial ekonomi rendah, yang berdampak pada keberlanjutan kondisi ekonomi yang kurang dan status kesehatan yang kurang baik di masa yang akan datang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode literature riview. Literature riview berfungsi sebagai sumber, referensi, atau panduan penting bagi peneliti dalam karya akademisnya, dan tidak dapat diabaikan. Hasil dalam penelitian ini disajikan dalam bentuk tabel yang dapat memungkinkan pembacaan menjadi lebih mudah. Gizi yang tidak mencukupi, terutama pada balita yang mengalami stunting, dapat menghambat perkembangan fisik dan mental mereka. Balita dengan pertumbuhan terhambat memiliki dampak negatif yang berlangsung hingga ke fase kehidupan selanjutnya. Suatu penelitian menunjukkan bahwa tinggi badan yang kurang pada balita sangat erat kaitannya dengan rendahnya prestasi pendidikan dan pendapatan yang minim ketika mereka dewasa. Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa keluarga yang hidup dalam kondisi kemiskinan cenderung memiliki tingkat stunting yang lebih tinggi pada anak-anak mereka. Faktor-faktor terkait kemiskinan, seperti akses terbatas terhadap pangan bergizi, layanan kesehatan yang terbatas, dan sanitasi yang buruk, dapat berkontribusi pada kondisi stunting.
Co-Authors Achmad Fickry Faisya, Achmad Fickry Agustine, Farina Eka Amrina Rosyada Andarini, Desheilla Anggreini, Rini Anggun Budiastuti Anita Rahmiwati Apriliani, Ferenadia Ardhan, Jery Asmaripa Ainy Astari, Dea Widya Azizah, Shinta Cynthia Cynthia Desheila Andarini, Desheila Dian Safriantini, Dian Dini Nabila Aryani Dinta, Nadya Ariba Ekananda, Detya Sella Elwin, Ghani El Mughni Muhammad Hidayatullah Fajar , Nur Alam Fajarini, Dessy Fatya Rizki Fadillah Febriyanti, Henny Feranita Utama Fitri Fitri Fitriani, Novi Hamzah Hasyim Hanifah, Arindi Dinda Hardina, Siti Hartati Inaku Hayati, Thursina Vera Hidayatullah, Muhammad Dwi Indah Purnama Sari Indahsari, Siti Rahmi Inoy Trisnaini Iqlima, Erni Jangga, Jangga Juliyanda, Nugraha Khaeriyah, Muthia Khairunnisa, Nyayu Maharani Khoirunnisa, Salsabila Kurnia Sari, Wulan Lestari, Peggy Ayu Maretha, Rika Maryanto, Hendri Misnaniarti Misnaniarti Monika, Salsabila Mufarika, Rully Najmah, Najmah Netarisa Nia Novita Sari Ningsih, Nining Ade Nirmalasari, Melisa Yuni Novrikasari Novrikasari, Novrikasari Nur Alam Fajar Nurmalia Ermi Permana Putra, Dicky Permatasari, Rahmalia Pradisa, Dea Purnamasari, Septi Putrisha, Shantya Adeline Rachmawati, Aisyah Restu Wulandari, Anggun Rifka, Niswatul Rini Anggraeni Rini Anggraini, Rini Rizma Adlia Syakurah Rosdiana Rosdiana Rostika Flora Rusdiana Rusdiana Safithri, Vani Saparuddin Latu Sari, Merry Afriliana Sari, Novrika Silvi Ariyanti Silvi Aulia Rahmah Sri Agustini Suhendra, Ahmad Adi SYADZA, EGA RAVA Tembo, Tannia Trisfayeti, Ica Hervita Utama Ningsih, R.E Solfitri Wati, Yeni Arsika Yuanita Windusari Yuliantari, Devy Zaleha, Siti