Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Kebugaran Jasmani, Sosial Emosional dan Ketangguhan Personal Dilihat Dari Studi Komparatif Berdasarkan Preferensi Ekstrakurikuler Bola Basket Sekolah Menengah Kejuruan Hidayat, Rahmad; Purwati, Titik; Sunuyeko, Nurcholis; Pratama, Raditya
Jurnal Kesehatan Jasmani dan Olahraga (KEJAORA) Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Kejaora (Kesehatan Jasmani dan Olah Raga)
Publisher : Prodi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Universitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/kejaora.v11i1.7779

Abstract

Pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tidak hanya berfokus pada pengembangan kompetensi akademik dan keterampilan vokasional, tetapi juga pada pembentukan karakter serta keseimbangan aspek fisik, sosial, dan emosional siswa. Kegiatan ekstrakurikuler menjadi salah satu sarana penting dalam mendukung tujuan tersebut. Ekstrakurikuler bola basket, sebagai aktivitas fisik yang melibatkan kerja tim, strategi, dan disiplin, diduga memiliki kontribusi signifikan terhadap kebugaran jasmani, Kebugaran jasmani dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari hari dengan kinerja, daya tahan, dan kekuatan yang optimal dengan pengelolaan penyakit, kelelahan, dan stress serta mampu mengurangi perilaku sedentary seseorang yang mempunyai tingkat kebugaran jasmani yang baik akan mudah beraktivitas tanpa mengalami rasa lelah yang berlebihan. Penelitian ini menggunakan pendekatan ex post facto, yang secara metodologis mirip dengan penelitian eksperimen yang menguji hipotesis. Namun, dalam penelitian ex post facto, peneliti tidak memberikan perlakuan atau manipulasi tertentu, karena peristiwa tersebut telah terjadi sebelum penelitian ini dilakukan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK yang ada di Kota Malang dan Pasuruan. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut Tingkat sosial emosional siswa yang mengikuti ektrakurikuler bola basket dan yang tidak mengikuti ektrakurikuler memnuhi kriteria baik yang telah ditetapkan. Terdapat perbedaan yang signifikan dalam perilaku sosial emosional antara siswa yang mengikuti ekstrakurikuler dan siswa yang tidak mengikuti ekstrakurikuler. Siswa yang mengikuti ekstrakurikuler menunjukkan perilaku sosial emosional lebih baik, mendorong mereka belajar berkolaborasi dan berkomunikasi efektif. Proses ini juga melatih rasa tanggung jawab dan kepemimpinan, sekaligus meningkatkan kemampuan mengelola emosi agar dapat bertindak sesuai dengan situasi yang dihadapi.
Euphemism in News Elections Discourses in the Daily Jawa Pos Hadiwijaya, Munawwir; Sunuyeko, Nurcholis; Mukarom, Mukarom
Journey: Journal of English Language and Pedagogy Vol. 7 No. 2 (2024): Journey: Journal of English Language and Pedagogy
Publisher : UIBU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/journey.v7i2.839

Abstract

Newspapers these days tend to be less kind, especially when reporting on elections. Euphemisms can be used because journalistic discourse surrounding elections is essentially political. The purpose of this study is to describe the usage of euphemisms, including their form, meaning, and purpose. In this study, a qualitative descriptive method was employed. This research data is presented as words, phrases, and clauses found throughout the whole news discourse column concerning elections in the daily Jawa Pos issue from November 2023 for 12 discourses. The documentation approach was used to acquire data. The research findings demonstrate that euphemisms in simple words, phrases, and clauses are present in the news discourse regarding the election in the daily Jawa Pos for November. In news discussions around elections, euphemisms typically have meanings related to linguistic refinement and the concealment of unpleasant facts or events.
Forensic Linguistic Analysis of Critical Speech in the Haris Azhar & Fatia Video: Between Freedom of Expression and Defamation Hadiwijaya, Munawwir; Sunuyeko, Nurcholis; Yahmun, Yahmun
Journey: Journal of English Language and Pedagogy Vol. 8 No. 1 (2025): Journey: Journal of English Language and Pedagogy
Publisher : UIBU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/journey.v8i1.1874

Abstract

This article examines the speech delivered in a YouTube video by Haris Azhar and Fatia Maulidiyanti, which led to a defamation lawsuit filed by a high-ranking Indonesian official. Using a forensic linguistic approach, the study investigates whether the utterances constitute defamatory speech or protected public criticism. A descriptive qualitative method is employed to analyze the lexical, syntactic, pragmatic, and discourse-level features of the video. The analysis identifies three categories of speech—false factual claims, critical opinions, and data-driven statements—and finds that the utterances fall primarily within the latter two, characterized by cautious language such as “allegedly” and “according to reports.” These linguistic mitigations indicate a lack of intent to defame and reflect research-based criticism. The study concludes that the speech acts, from a forensic linguistic perspective, do not fulfill the criteria for criminal defamation, but rather exemplify constitutionally protected freedom of expression.