Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan cemas dan depresi pada pasien dengan penyakit jantung koroner (PJK) Nuraeni, Aan Nuraeni; Mirwanti, Ristina
MEDISAINS Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v15i1.1621

Abstract

Latar Belakang: Depresi menjadi faktor yang paling mempengaruhi kualitas hidup pasien PJK. Faktor-faktor terkait depresi pada pasien PJK di Jawa Barat belum diketahui dengan jelas. Salah satu faktor yag diduga menjadi penyebab depresi adalah cemas. Cemas merupakan permasalahan psikososial yang sering dialami oleh pasien PJK dan seringkali tidak diperhatikan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan cemas dengan depresi pada pasien dengan penyakit jantung koroner (PJK). Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional cross sectional. Penelitian dilakukan di poli jantung pada 100 orang responden yang diambil dengan teknik simple random sampling. Kecemasan diukur menggunakan Zung self-Rating Anxiety Scale (SAS), sedangkan depresi diukur menggunakan instrumen Beck Depression Inverntory II (BDI-II) versi bahasa Indonesia. Hubungan antar variabel yaitu cemas dan depresi dilakukan dengan analisis data non-parametrik yaitu dengan uji Rank Spearman. Hasil dan Simpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara cemas dan depresi (r=0,371, p=0,000). Semakin tinggi kecemasan maka semakin tinggi pula tingkat depresi pada pasien PJK.
Kecemasan berhubungan dengan frekuensi angina: studi korelatif pada pasien pasca sindrom koroner akut Rachmi, Fitria; Nuraeni, Aan; Mirwanti, Ristina
MEDISAINS Vol 16, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/medisains.v16i1.2091

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan pada pasien sindrom koroner akut (SKA) yang menjalani rawat jalan masih sedikit diteliti, padahal kecemasan pada pasien rawat jalan merupakan hal yang penting untuk dikaji karena pasien berada di rumah dan jauh dari fasilitas kesehatan. Beberapa konsep menyatakan bahwa kecemasan pada pasien SKA dapat memperburuk keadaan jantung, namun demikian bagaimana kaitan antara cemas dengan frekuensi angina masih belum banyak diteliti.Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hubungan kecemasan dengan frekuensi angina pada pasien SKA.Metode: Desain penelitian ini adalah correlational study. Penelitian dilakukan di Poliklinik Jantung di satu Rumah Sakit di Jawa Barat. Jumlah sampel sebanyak 100 responden dengan SKA yang di ambil menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunaan kuesioner ZSAS dan SAQ selama satu bulan, kemudian data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan korelasi Rank Spearman.Hasil: Mayoritas responden memiliki tingkat kecemasan normal dan frekuensi angina minimal. Sedangkan responden yang mengalami cemas berat sebesar 3% dan mengalami frekuensi angina berat sebesar 8%.Hasil perhitungan p-value sebesar  0,00 yang lebih kecil dari α (0,05) dan r -0,508 maka terdapat hubungan yang bermakna antara kecemasan dengan frekuensi angina.Kesimpulan: Terdapat hubungan antara kecemasan dengan frekuensi angina pada pasien dengan SKA. Semakin tinggi tingkat kecemasan seseorang maka frekuensi angina semakin berat.
Manajemen Nyeri Farmakologi pada Pasien Fraktur di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Emaliyawati, Etika; Nuraeni, Aan; Mirwanti, Ristina; Sutini, Titin
Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (Profesi Ners XXVI)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fraktur merupakan salah satu masalah yang sering muncul di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Fraktur mengakibatkan penderitanya mengalami gangguan fisiologis maupun psikologis yang dapat menimbulkan respon berupa nyeri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen farmakologis nyeri yang dapat dilakukan pada pasien dengan fraktur di ruang instalasi gawat darurat (UGD). Literature Review dengan pencarian artikel menggunakan database Scopus, Pubmed, Cambridge Core, Google Scholar, dan Cinahl. Artikel yang digunakan adalah artikel yang diterbitkan dalam kurun waktu tahun 2014 sampai dengan tahun 2023, dengan menggunakan metode PCC setelah dilakukan seleksi dan diidentifikasi sesuai kriteria inklusi, terdapat 5 artikel yang akan direview. Berdasarkan hasil analisis 5 artikel penelitian yang direview, maka didapatkan hasil bahwa penggunaan ultrasound-guided block saraf femoral dan parenteral opioid, penggunaan ultrasound-guided fascia iliaca block, penggunaan intranasal ketamin dan intranasal fentanyl, penggunaan ultrasound-guided serratus anterior plane block, dan penggunaan ultrasound-guided block hematoma dan prosedural sedasi analgesi dapat menjadi manajemen farmakologis nyeri pada pasien dengan fraktur di IGD. Peran perawat sebagai edukator diharapkan dapat memberikan edukasi terhadap klien tentang apa saja manajemen nyeri pada pasien fraktur beserta kekurangan dan kelebihannya. Selain itu sebagai kolaborator, perawat dapat berkolaborasi dengan dokter mengenai pemberian obat dan dosis yang sesuai untuk klien untuk menangani masalah nyeri pada pasien fraktur di IGD.
Pengetahuan Ibu tentang Masalah Gizi Kronis pada Anak: Sebuah Narrative Review Hendrawati, Sri; Maryam, Nenden Nur Asriyani; Mirwanti, Ristina; Fitri, Siti Ulfah Rifaatul
Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (Profesi Ners XXVI)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Status gizi anak di Indonesia masih cukup rendah. Keadaan ini dapat mengancam upaya Indonesia untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, salah satunya karena masalah gizi kronis. Dalam hal ini, pengetahuan ibu tentang pemenuhan gizi pada anak sangat penting, karena dengan pengetahuan ibu yang baik akan memberikan makanan yang baik dan seimbang kepada anak, dengan demikian maka hal ini dapat mempengaruhi status gizi anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang masalah gizi kronis pada anak. Metode: Kajian literatur ini menggunakan metode narrative review. Pencarian literatur menggunakan electronic database yang terdiri dari Google Scholar, Pubmed, dan EBSCOhost. Kata kunci yang digunakan dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Kriteria inklusi yang digunakan adalah penelitian original berbahasa Indonesia atau Inggris, penelitian kuantitatif atau kualitatif, artikel menggunakan sampel yaitu ibu yang memiliki anak serta penelitian terkait status gizi anak dan masalah gizi kronis pada anak, artikel terbit dalam 10 tahun terakhir (2012-2022), dan tersedia dalam full text. Peneliti menemukan 11 artikel yang dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil: Dari 11 artikel yang menggambarkan pengetahuan ibu tentang masalah gizi kronis pada anak menunjukan bahwa pengetahuan ibu terkait masalah gizi kronis pada anak secara garis besar masih dalam kategori kurang pengetahuan. Hal ini mungkin disebabkan rendahnya tingkat pendidikan ibu, rendahnya tingkat sosial ekonomi, pengasuhan ibu terkait pemberian makan pada anak masih kurang, dan perilaku ibu sebagian besar kurang sesuai dalam hal pemenuhan gizi anak. Sebagian besar ibu belum mengetahui terkait pemenuhan gizi seimbang pada anak. Kesimpulan: Hasil analisis dari beberapa jurnal menunjukkan bahwa pengetahuan ibu sangat mempengaruhi masalah gizi pada anak. Untuk meningkatkan pengetahuan ibu yang masih dalam kategori kurang perlu dilakukannya promosi kesehatan terkait pemenuhan gizi seimbang dan praktik pemberian makan pada anak. Hasil tinjauan literatur ini diharapkan dapat dijadikan sumber referensi sebagai acuan untuk memberikan promosi kesehatan, salah satunya oleh perawat guna mencegah risiko masalah gizi kronis pada anak.
Penggunaan Artificial Intelligence oleh Tenaga Kesehatan pada Area Keperawatan Kritis: Sebuah Protokol Scoping Review Mirwanti, Ristina; Nuraeni, Aan; Emaliyawati, Etika; Hendrawati, Sri
Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (Profesi Ners XXVI)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artificial intelligence atau kecerdasan buatan telah digunakan dalam analisis data yang rumit dan besar untuk memberikan keluaran tanpa input manusia dalam berbagai konteks perawatan kesehatan. Area keperawatan kritis atau perawatan intensif memiliki banyak data yang tersedia serta memiliki kebutuhan akan peningkatan efisiensi dalam perawatan pasien. Hal ini menjadi salah satu alasan, perawatan intensif dianggap cocok untuk penerapan artificial intelligence. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penggunaan artificial intelligence oleh tenaga kesehatan pada area keperawatan kritis serta mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan penggunaannya, serta untuk mengidentifikasi peluang perbaikan di masa depan. Protokol scoping review ini disusun menggunakan framework Arksey & O’Malley. Peneliti akan mencari literatur menggunakan teknik advance search pada database dan search engine CINAHL, PubMed, Scopus, Science Direct, SAGE journals dan Google Scholar. Kata kunci yang akan digunakan dalam review ini yang memenuhi unsur population yaitu, healthcare professional dengan alternatif terminologi seperti healthcare professional or healthcare providers or physician or nurse(s) or doctor(s) dan konsep artificial intelligence, dengan alternatif ai or a.i. or machine learning or deep learning, serta konteks critical care dengan alternatif intensive care or icu. Setelah itu, dua reviewer akan melakukan skrining pada abstrak secara independen sesuai dengan kriteria inklusi. Peneliti akan melaporkan hasil yang didapatkan dalam diagram alur PRISMA. Peneliti akan melakukan analisa pada hasil yang didapatkan berdasarkan data bibliografi serta hasil studi terkait penggunaan artificial intelligence pada area keperawatan kritis. Hasil dari review ini diharapkan dapat memberikan informasi terkait pelaksanaan penggunaan artificial intelligence pada area keperawatan kritis, juga kekuatan dan kelemahan penggunaannya, serta peluang perbaikan di masa depan.
Improving Public's Knowledge of Cardiovascular Health through Health Education Risnandar, Mochammad Wisnu; Anna, Anastasia; Mirwanti, Ristina
Media Karya Kesehatan Vol 7, No 2 (2024): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v7i2.52885

Abstract

Cardiovascular disease in Indonesia has undergone a vast epidemiological transition in the last three decades, with an increase in the number of deaths and disabilities, resulting in the disease burden and high healthcare costs. Community empowerment strategies through educational and participatory approaches are part of efforts to prevent and control cardiovascular disease. A health education program called "Quality Life with a Healthy Heart" was held with the aim of improving public’s knowledge, especially in West Java, in recognizing cardiovascular diseases (primarily coronary heart disease) and efforts to prevent them and in providing initial assistance for out-of-hospital cardiovascular emergencies. Up to 148 people participated in the program via online videoconferencing and streaming media platform. Participants' level of knowledge was evaluated before and after participating in the program with an electronic questionnaire consisted of 8 multiple choice inquiries. Data were analyzed from 27 participants who completely filled out the pre-test and post-test questionnaires after received four session health education on webinar using descriptive statistics and the non-parametric Wilcoxon Signed Ranks test. Results showed that as many as 59.3% of participants had good knowledge at the pre-test, while 85.2% of participants had good knowledge at the post-test. There was a significant difference between participants' level of knowledge before and after receiving the health education (Z = -3.933, p<0.001). It can be concluded that the program improved public's knowledge of cardiovascular health. Further educational initiatives are recommended to facilitate community skills in providing first aid for cardiovascular emergencies through Basic Life Support. Optimizing the use of social media can be an option to increase public health literacy. Keywords: Cardiovascular disease, health education, knowledge, public.
Faktor Penghambat Persiapan Weaning pada Pasien Terpasang Ventilasi Mekanik dengan Respiratory Failure di Ruang Intensive Care Unit (ICU) Nurazizah, Auliyaurrahmah; Mirwanti, Ristina; Prawesti, Ayu
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah 2024: EDISI KHUSUS II
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Respiratory failure is the failure to provide oxygen to the entire body and the exchange of gases from the atmosphere to the blood. One of the treatments carried out in patients with respiratory failure is the installation of invasive or non-invasive mechanical ventilation. Weaning is a gradual process of reducing ventilator support carried out at the end of ventilator use. The weaning process can be successful or unsuccessful. This case report aims to discuss the inhibiting factors for weaning preparation in patients with mechanical ventilation with respiratory failure in the Intensive Care Unit (ICU). The design of this study uses the case report method to report the inhibiting factors for weaning preparation in patients with mechanical ventilation with respiratory failure in the Intensive Care Unit (ICU). A patient, a 25-year-old man came to the hospital, was transferred to the ICU due to respiratory failure after urethroplasty surgery with a condition that was already intubated with an endotracheal tube and under sedation. On the 9th day of treatment in the weaning readiness monitor. Based on the results of the monitor, it was found that the patient had a history of asthma and infection so that the nurse carried out collaborative interventions so that the asthma he had was controlled and also prevented infection. In patients, it was found that there were inhibiting factors for weaning, namely comorbid diseases and infections. For the prevention of primary infection that can be done is to maintain hand and environmental hygiene.
Maternal characteristics and stunting in children aged 24–60 months in West Jawa, Indonesia: A retrospective study Nintyas, Felantina Restyar; Komariah, Maria; Sukmawati, Sukmawati; Rahayuwati, Laili; Mirwanti, Ristina; Eriyani, Theresia
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol 6, No 8 (2024)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/minh.v6i8.13407

Abstract

Background: Stunting is a nutritional health problem that can have both short and long-term adverse effects on children and will ultimately lead to a decrease in human resources.Purpose: To determine the relationship between maternal characteristics and the incidence of stunting in children aged 24-60 months in Sukamulya Village.Method: Quantitative research with a case-control approach. The sample in this study amounted to 93 respondents. Data analysis that will be used in this study is univariate and bivariate analysis using Chi-square Results: The results of the bivariate statistical test showed that there was a relationship between maternal height (p-value=0.000) and maternal age at pregnancy (p-value= 0.000) on stunting of toddlers aged 24-60 months in Sukamulya Village The results of bivariate statistical tests showed there was no relationship between birth spacing (p-value=0.147) to stunting of toddlers aged 24-60 months in Sukamulya Village.Conclusion: Factors associated with the incidence of stunting are maternal height and age at pregnancy and factors that are not associated with the incidence of toddler stunting are birth spacing.
Mother Knowledge and Attitudes towards Choking First Aid for Children 0-5 Years Old Nurhayati, Resti; Emaliyawati, Etika; Mirwanti, Ristina
Journal of Nursing Care Vol 8, No 1 (2025): Journal of Nursing Care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnc.v8i1.61869

Abstract

Choking in toddlers can be fatal, underscoring the importance for mothers to be well-versed in first aid and to exhibit a supportive attitude when responding. However, there are still gaps in mothers' understanding of proper first aid techniques and psychological factors that influence their responses in emergency situations. This study aims to determine mothers' knowledge and attitudes regarding jfirst aid for choking children. The research design was descriptive quantitative with Cross Sectional approach. The sample in this study was 100 mothers. The sampling techniques used are proportional sampling and convenience random sampling. The researched collected data in January 2024 using knowledge and attitude questionnaires, and then analyzed using univariate analysis. The results showed 66% of participants answered important statements incorrectly, namely first aid for choking by only giving a drink, 43% of participants answered abdominal thrust is not the first aid for choking in children over 1 year old. Participants' attitudes showed that 97% would give back blow or abdominal thrust, and 81% would give chest trust. The conclusion of this study is that the mother's knowledge is lacking in several crucial statements regarding choking management, although the attitude of most mothers agrees to provide back blow, abdominal thrust and chest thrust actions, so education, simulation and training are still needed. For further research, it can compare whether there is an increase in knowledge and attitudes after providing education and training according to the needs of mothers in handling choking. 
Empowering Communities: The Impact of Emergency First Aid Training on Knowledge and Readiness among Health Cadres Trisyani, Yanny; Sugiharto, Firman; Emaliyawati, Etika; Nuraeni, Aan; Anna, Anastasia; Eli Kosasih, Cecep; Mirwanti, Ristina; Nurhamsyah, Donny; Prawesti, Ayu
Media Karya Kesehatan Vol 8, No 1 (2025): Media Karya Kesehatan
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mkk.v8i1.59965

Abstract

Many emergency situations require immediate first aid. The community plays a crucial role in saving victims of cardiac arrest or traffic accidents, which are among the leading causes of premature death in Indonesia. Unfortunately, the level of public knowledge and preparedness in providing first aid remains low, highlighting the need for improvement through education and training. Community health cadres were chosen as the target group because they are closely connected to the community, easily accessible, and can act as first responders before professional medical personnel arrive. This study aimed to enhance the knowledge and readiness of community cadres in recognizing and providing effective first aid through CPR and first aid training in Pangandaran Village. A pre-experimental one-group pre-test and post-test design was used, involving 33 participants selected through accidental sampling. Data analysis was conducted using a paired sample t-test. The results showed a significant improvement (p<0.05) in the cadres’ knowledge and preparedness after the training. Based on these findings, it is recommended that similar training programs be conducted regularly by health institutions and community organizations to strengthen the capacity of cadres in providing first aid, thereby increasing the survival rate of victims of accidents and cardiac arrest within the community.Keywords: Accident, cardiac aArrest, knowledge, preparedness. 
Co-Authors Aan Nuraeni Abdullah, Dirman AI MARDHIYAH, AI Aini, Astri Mufti Ali, Samin M. Amalia, Selly Nurhasanah Anastasia Anna Anissa, Lisa Mutiara Anissa, Lisa Mutiara Anita Setyawati Asmara, A Danang Ayu Prawesti Priambodo Cahyani, Gita Cahyo, Firman Dwi Cecep Eli Kosasih Christina, Mikha Deris Riandi Setiawan Donny Nurhamsyah Efri Widianti Eka Afrima Sari, Eka Afrima Elsadai, Elsadai Etika Emaliyawati Fikriya, Aeni Freitas, Lurdes Acorta Hana Rizmadewi Agustina Handayani, Audia Harlasgunawan, Alia Rahmi Heriyansyah, Heriyansyah Ihsan, Farly Irman Somantri Istiazahra, Dylla Jabareen, Raifa Khoirunnisa, Fadila Kusman Ibrahim Laili Rahayuwati Larashati, Defa Lilis Mamuroh Maria komariah Masruroh, Rurin Maulana, Sidik Mulya, Adelse Prima Mulyani, Tita Nenden Nur Asriyani Maryam Nintyas, Felantina Restyar Noor, Farisha Noya, Fricilia Nur Azmi, Nur Nur'aeni, Aan Nuraeni, Aan Nuraeni, Aan Nuraeni Nuraeni, Aan Nuraeni Nurazizah, Auliyaurrahmah Nurdiansyah Nurdiansyah Nurhayati, Resti Palo, Daud Prawesti Priambodo, Ayu Purnama, Anita Putri, Hani Amelia Rachmi, Fitria Rachmi, Fitria Rahman, Lutfi Raini Diah Susanti, Raini Diah Ramadani, Regina Cahya Rausanfikra, Syiffa Salsabila Reis, Silvestre Dos Risnandar, Mochammad Wisnu Roulita, Roulita Rukmasari, Ema Ryan Hara Permana Sandra Pebrianti Santi Ariyanti Sari, Wulan Puspita Sesilia, Fitri Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Sri Hartati Pratiwi Sri Hendrawati Sugiharto, Firman Sukmawati Sukmawati Sulistiani, Eka Suryani Suryani Theresia Eriyani Titin Sutini, Titin Verawaty, Rotua Rina Wijayanti, Nunik Wiliastuti, Ulfah Nasti Yanny Trisyani Yanti Hermayanti Yuliandani, Erin Yusanti, Irma Yusshy Kurnia Herliani, Yusshy Kurnia