p-Index From 2021 - 2026
12.336
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Nurse Media Journal of Nursing Jurnal NERS Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Jurnal Luka Indonesia Journal Of Vocational Health Studies Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Nursing Current : Jurnal Keperawatan Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Nurse and Health: Jurnal Keperawatan Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Journal of Health Sciences Community Development Journal Jurnal Keperawatan :Jurnal Penelitian Disiplin Ilmu Keperawatan Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Jurnal Ners Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research Babali Nursing Research Ners Muda Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA MAHESA : Malahayati Health Student Journal Journal of Vocational Nursing Journal of Health Community Service Pancasakti Journal Of Public Health Science And Research KESANS : International Journal of Health and Science KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Applied Nursing and Health International Journal of Islamic and Complementary Medicine Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Makara Journal of Health Research Holistic Nursing Care Approach Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) Jurnal Sosial dan Sains Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Jurnal Indonesia Sosial Sains Journal Research of Social Science, Economics, and Management Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Jurnal Keperawatan Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Nursing Applied Journal Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Pena Nursing Inovasi Kesehatan Global Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Karya Kesehatan Journal of Community Engagement AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia KEWINUS: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Toxic Relationship Dengan Tingkat Stres Di Kalangan Mahasiswa : The Relationship Between Toxic Relationship on Stress Levels Among Students Nurdini, Fella; Fazriani, Vivi Erina; Aini, Maya Fitri; Alfiyanti, Salma; Pertiwi, Santi; Latifah, Sanyatul; Rianto, Edi; Prabowo, Agung Aditya; Wiguna, Utuh Tri; Awalinda, Gustina; Pranata, Satriya
Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Vol. 3 No. 3 (2024): Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)
Publisher : Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/nrpm.v3i3.150

Abstract

Latar Belakang: Toxic relationship merupakan salah satu faktor yang bisa mengubah persepsi individu sehingga menimbulkan stress yang mungkin dialami oleh beberapa mahasiswa. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan toxic relationship dengan tingkat stres di kalangan mahasiswa. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross-sectional. Penelitian dilakukan di Universitas Muhammadiyah Semarang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive. Sampel pada penelitian ini berjumlah 45. Alat ukur yang digunakan Kuisioner toxic relationship 14 pertanyaan dan the perception of academic stress scale (PASS-13 items).  Analisa data menggunaka uji Spearman-Rank.  Hasil: Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (84,4%). Sebagian besar responden berusia 17-20 tahun (64,4%). Mayoritas responden menempuh perkuliahan di semester 5 (71,1%). Uji spearman nilai p=0,029 < α = 0,05. Kesimpulan: Terdapat hubungan toxic relationship dengan tingkat stress di kalangan mahasiswa.
Anemia Prevention in Adolescent Females With Lawrence W. Green Theory Approach: A Literature Review Ismail, Mujiono; Aisah, Siti; Soesanto, Edy; Pranata, Satriya
Babali Nursing Research Vol. 6 No. 1 (2025): January
Publisher : Babali Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37363/bnr.2025.61404

Abstract

Background: The prevalence of anemia worldwide is very high, particularly in developing countries, including Indonesia. Adolescent girls are especially susceptible to anemia, with the monthly menstrual cycle being one of the contributing factors. This review aims to synthesize data by analyzing several articles that focus on the prevention of anemia in adolescent girls using the Lawrence W. Green theory approach. Methods: The method used for this article is a literature review of articles published between 2020 and 2024. The sources include Google Scholar, PubMed, and ScienceDirect, with the keywords "Anemia," "Prevention," "Adolescent girls," and "Lawrence W. Green's Theory." After the screening process, 15 articles were selected for review out of the 883 articles initially identified. Results: The findings indicate that individual behaviors vary widely, even among identical twins. Behavior does not always follow a predictable pattern, and the development of positive behavior is not solely determined by knowledge or positive attitudes. According to Lawrence W. Green's Theory, factors influencing actions or behaviors are classified into three categories: 1) Predisposing factors, 2) Enabling factors, and 3) Reinforcing factors. Conclusion: The prevention of anemia in adolescent girls is influenced by factors such as knowledge levels, attitudes, peer support, and the availability of health facilities.
Konsep Analisis Kualitas Hidup Penderita Gagal Ginjal Adriani, Vita; Tuny, Nurfitriyana; Dyah, Dwi Tristining; Purwono, Purwono; Tristiyaningrum, Diana; Aisah, Siti; Mubin, Mohammad Fatkhul; Pranata, Satriya; Vranada, Aric
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 15 No 2 (2025): Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v15i2.3577

Abstract

Penderita gagal ginjal mengalami gangguan sistem metabolic dan gejala fisik yang berdampak pada aspek psikis, sosial dan spiritual. Secara keseluruhan kondisi penderita gagal ginjal akan berpengaruh pada kualitas hidup yang buruk. Konsep kualitas hidup sangat penting dalam ranah pelayanan untuk memahami kondisi dan berimplikasi pada perawatan yang berkualitas. Tujuan analisis ini untuk konsep menjelaskan lebih spesifik tentang kualitas hidup penderita gagal ginjal kronis. Analisis konsep kualitas hidup dengan dilakukan melalui tinjauan artikel yang relevan dari database Pubmed, Sciencedirect, Googlescholar dan ProQuest dengan kriteria jurnal berbahasa inggris, fulltex, open access, publikasi 5 tahun terkahir (mulai tahun 2019-2024), menggunakan kata kunci “Quality of Life”, “quality of life of chronic renal failure”, “concept analysis,”. Pencarian artikel didapatkan 30 artikel untuk dilakukan review dengan menggunakan teori Walker dan Avant untuk memperjelas atribut utama dan faktor yang memengaruhi kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis. Hasil analisis ditemukan bahwa konsep kualitas hidup penderita gagal ginjal terdiri dari 4 atribut yaitu aspek fisik, aspek psikologis, aspek social dan aspek lingkungan. Atribut ini menjadi domain utama untuk menilai kualitas hidup pasien gagal ginjal secara komprehensif. Hasil penilaian digunakan sebagai dasar bagi tenaga kesehatan, khususnya perawat, dapat merancang intervensi yang mendukung dimensi fisik, emosional, sosial, dan lingkungan pasien. Pendekatan ini memastikan praktik perawatan lebih berfokus pada kebutuhan individu dan meningkatkan kualitas hidup pasien secara menyeluruh.
Eksplorasi Pengalaman Mahasiswa Terhadap Kesulitan Menghadapi Ujian OSCA : An Exploration of Students' Experiences of Difficulties Facing The OSCA Exam Vanda S, Azzahra; Arthamevia B, Deandra; Rahma W, Nesya; Maya, Fadia Nur; Liswidya D, Hasnahayu; Febri S, Farid; Sari, Linda Puspita; Yuda, Bagus Nur; Pranata, Satriya
Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jaki.v1i2.9

Abstract

Latar Belakang: OSCA adalah jenis evaluasi cutting edge yang berfungsi untuk menguji keterampilan mahasiswa kesehatan. Dalam menghadapi ujian OSCA tantangan terbesar bagi mahasiswa keperawatan yang sering dialami, baik sebelum, selama, maupun setelah ujian OSCA yaitu kecemasan. Kecemasan merupakan keadaan emosi negatif yang ditandai dengan firasat dan ketegangan fisik, seperti detak jantung yang cepat, berkeringat, dan kesulitan bernapas. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman mahasiswa terhadap kesulitan menghadapi ujian OSCA. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling, jumlah sampel sebanyak 10 orang. Teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam. Metode Analisis data menggunakan metode Analisis Collaizi. Hasil: Hasil penelitian eksplorasi pengalaman mahasiswa terhadap kesulitan menghadapi ujian OSCA terbagi menjadi 7 tema yaitu, 1) Pengalaman terburuk selama ujian OSCA , 2) Manajemen atau pengelolaan stres sebelum dan sesudah ujian OSCA , 3) Harapan di masa mendatang saat ujian OSCA , 4) Cara mengelola waktu belajar menghadapi ujian OSCA , 5) Tantangan utama persiapan ujian OSCA , 6) Strategi atau metode belajar untuk memahami materi dan keterampilan sebelum OSCA , 7) Cara mengatasi rasa cemas atau stres sebelum ujian OSCA. Kesimpulan: Pengalaman mahasiswa saat menghadapi ujian OSCA ternyata menjadi tantangan terbesar bagi mahasiswa keperawatan.
BIBLIOMETRIC ANALYSIS TREND CUPPING THERAPY TREATMENT INTERVENTIONS FOR HEALTH Yuri Santoso, May Dwi; Pranata, Satriya; Soesanto, Edy
International Journal of Islamic and Complementary Medicine Vol. 6 No. 1 (2025): International Journal of Islamic and Complementary Medicine
Publisher : International Islamic Medicine Forum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55116/IJICM.V6I1.98

Abstract

Cupping therapy is a complementary medical intervention for health that has been around for thousands of years. This research provides information about trends in future research topics related to cupping therapy treatment interventions for health regarding low back pain, reducing pain and migraine. Data analysis in this research uses bibliometrics. Search for used data on the Web via http://app.dimensions.ai. Journals or data have more than 142 million articles and are limited from 2020-2024, by filtering data based on app.dimensions.ai which focuses on the fields of health sciences, nursing, clinical sciences, public health and the types of articles in publications. The data was analyzed into a bibliometric map using VOSviewer. As a result of data identification via app.dimensions.ai, there were 20,566 recorded data, by sorting based on the type of article and type of document, the results found were 2,062 articles. The highest number of publications on trends in cupping therapy treatment interventions for health regarding low back pain, reduce pain and migraine occurred in 2022 and the lowest occurred in 2021. Research on trends in cupping therapy treatment interventions for health regarding low back pain, reduce pain and migrancy was carried out not only in the health sector, medicine, nursing and psychology but also in other fields. The trending topic of cupping therapy treatment interventions for health is a topic that needs to be developed further as a complementary therapy for health. Suggestions for other researchers to choose topics that fall under low visualization to find research updates.
Tren Terapi Non Farmakologi Komplementer Dzikir Sebagai Terapi Kesehatan May Dwi Yuri Santoso; Satriya Pranata; Edy Soesanto
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15339

Abstract

Dhikr is a religious ritual of Muslims that has a positive impact on cognitive, affective and spiritual aspects. Dhikr is one of the non-pharmacological therapies by praying from mind-body interventions in dealing with various health problems. The purpose of this study was to conduct a bibliometric analysis related to the trend of complementary non-pharmacological therapy of dhikr as a health therapy. This study used a bibliometric analysis technique that takes into account the contribution of research constituents and science mapping focusing on the relationship between research constituents. Data search was conducted via the URL http://app.dimensions.ai. There were more than 143 million articles and are limited to the years 2020-2024, by filtering app.dimensions.ai-based data that focuses on the fields of health science, nursing, clinical science, public health and types of articles in publications. The literature was analyzed into a bibliometric map using VOSviewer. The results of the study showed that there were 2,398 recorded data, sorted by type of article and type of document, the results found were 369 articles. The highest number of publications on the trend of complementary non-pharmacological therapy of dhikr as a health therapy occurred in 2021 and the lowest occurred in 2022. Research on the trend of complementary non-pharmacological therapy of dhikr was as a health therapy for: 1) anxiety, 2) hypertension, 3) stress, 4) diabetes, 5) pain management, 6) emotions, and 7) resilience. It was concluded that complementary non-pharmacological therapy of dhikr as a health therapy is a topic that is starting to trend, and needs to be further developed as a complementary therapy in the health sector.Keywords: non-pharmacological therapy; dhikr; spiritual therapy ABSTRAK Dzikir adalah suatu ritual keagamaan umat Islam yang memberikan dampak positif pada aspek kognitif, afektif dan spiritual. Dzikir  menjadi salah satu terapi non-farmakologis dengan cara berdoa dari intervensi pikiran-tubuh dalam menangani berbagai masalah kesehatan. Tujuan studi ini adalah melakukan analisis bibliometrik terkait tren terapi non farmakologi komplementer dzikir sebagai terapi kesehatan. Studi ini menggunakan teknik analisis bibliometrik yang memperhitungkan kontribusi konstituen penelitian dan pemetaan sains berfokus pada hubungan antar konstituen penelitian. Pencarian data dilakukan melalui URL http://app.dimensions.ai. Terdapat lebih dari 143 juta artikel dan dibatasi tahun 2020-2024, dengan menyaring data berbasis app.dimensions.ai yang berfokus pada bidang ilmu kesehatan, keperawatan, ilmu klinis, kesehatan masyarakat dan jenis artikel dalam publikasi. Literatur dianalisis menjadi peta bibliometrik menggunakan VOSviewer. Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat 2.398 data tercatat, dengan mengurutkan berdasarkan jenis artikel dan jenisnya dari dokumen tersebut, hasil yang ditemukan adalah 369 artikel. Jumlah tertinggi publikasi tren terapi non farmakologi komplementer dzikir sebagai terapi kesehatan terjadi pada tahun 2021 dan terendah terjadi pada tahun 2022. Penelitian mengenai tren terapi non farmakologi komplementer dzikir adalah sebagai terapi kesehatan untuk : 1) kecemasan, 2) hipertensi, 3) stres, 4) diabetes, 5) manajemen nyeri, 6) emosi, dan 7) resiliensi. Disimpulkan bahwa terapi non farmakologi komplementer dzikir sebagai terapi kesehatan adalah sebuah topik yang mulai tren, dan perlu dikembangkan lebih lanjut sebagai terapi komplementer dibidang kesehatan.Kata kunci: terapi non farmakologi; dzikir; terapi spiritual
Terapi Dzikir Lisan untuk Menurunkan Nyeri pada Pasien Pasca Operasi Fraktur May Dwi Yuri Santoso; Satriya Pranata; Edy Soesanto
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15219

Abstract

Pain is one of the common problems in post-fracture surgery patients after the effects of anesthetic drugs wear off. One of the non-pharmacological actions that does not cause side effects to reduce pain is oral dhikr therapy, a dhikr in the form of spoken words. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of oral dhikr therapy to reduce pain in post-fracture surgery patients. The research design used was one group pretest and posttest. The study was conducted at the dr. Soehadi Prijonegoro Sragen Hospital, involving 43 post-fracture surgery patients, who were selected using a purposive sampling technique. Oral dhikr treatment by reciting dhikr in the form of spoken words for 15 minutes. The level of pain was measured using the Numeric Rating Scale (NRS). Data were analyzed using the Wilcoxon signed ranks test. The results of the analysis showed that before oral dhikr was performed, the average pain level score was 6.00; while after oral dhikr was performed, the average pain level score decreased to 4.70. The results of the Wilcoxon Signed Ranks Test showed a p-value of 0.000; so it was interpreted that there was a difference in pain levels between before and after oral dhikr therapy. Furthermore, it could be concluded that oral dhikr therapy is effective in reducing pain in post-fracture surgery patients.Keywords: oral dhikr therapy; pain; post-fracture surgery ABSTRAK Nyeri merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada pasien pasca operasi fraktur setelah hilangnya efek obat anestesi. Salah satu tindakan non farmakologi yang tidak menimbulkan efek samping untuk mengurangi nyeri adalah terapi dzikir lisan, suatu dzikir dalam bentuk ucapan lisan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektifitas terapi dzikir lisan untuk menurunkan nyeri pada pasien pasca operasi fraktur. Desain penelitian yang digunakan adalah one group pretest and posttest. Penelitian dilakukan di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro Sragen, dengan melibatkan 43 pasien pasca operasi fraktur, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Perlakuan dzikir lisan dengan mengucapkan dzikir dalam bentuk ucapan lisan yang dilakukan selama 15 menit. Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Data dianalisis menggunakan Wilcoxon signed ranks test. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebelum dilakukan dzikir lisan, skor rerata tingkat nyeri adalah 6,00; sedangkan sesudah dilakukan dzikir lisan, skor rerata tingkat nyeri menurun menjadi 4,70. Hasil Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan nilai p 0,000; sehingga diinterpretasikan ada perbedaan tingkat nyeri antara sebelum dan sesudah dilakukan terapi dzikir lisan. Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa terapi dzikir lisan efektif untuk menurunkan nyeri pada pasien pasca operasi fraktur.Kata kunci: terapi dzikir lisan; nyeri; pasca operasi fraktur
Terapi Non Farmakologi Berbasis Sumber Hewani Lebih Efektif untuk Mengatasi Anemia pada Remaja Putri Didhing Supariti; Siti Aisah; Satriya Pranata
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15452

Abstract

Anemia is one of the health problems that are often found in adolescents. This can be influenced by several factors such as nutritional deficiencies to bleeding due to menstruation. Currently, non-pharmacological actions have been developed to overcome anemia in adolescent girls by using foods from plant and animal sources. This study aimed to compare non-pharmacological therapies from plant and animal sources in overcoming anemia in adolescent girls. The method used in this study was a systematic review. The literature came from Dimensions AI. The search was carried out with the keywords: (Complementary therapy AND hemoglobin AND anemia AND adolescent girls, Complementary therapy AND hemoglobin AND anemia AND adolescent girls, Non pharmacology AND hemoglobin AND anemia AND adolescent girls). The article selection process is based on the PRISMA flow diagram. Based on the results of the selection and evaluation, 12 eligible articles were obtained. The review results showed significant non-pharmacological therapy to overcome anemia in adolescent girls, with p values respectively: 1) plant sources: dates = 0.000, red guava 0.001, moringa leaves = 0.001, green beans = 0.000, dragon fruit = 0.000, beetroot = 0.000, avocado = 0.000 and soybeans = 0.000; 2) animal sources: chicken liver = 0.000, chicken eggs = 0.000, quail eggs = 0.000 and honey = 0.000. It was concluded that animal sources are more effective in overcoming anemia in adolescent girls.Keywords: non-pharmacological intervention, hemoglobin, adolescent girls ABSTRAK Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang banyak ditemukan pada golongan remaja. Hal ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kekurangan nutrisi hingga pendarahan akibat menstruasi. Saat ini telah berkembang tindakan non farmakologis untuk mengatasi anemia pada remaja putri dengan menggunakan makanan dari sumber dari nabati dan hewani. Studi ini bertujuan untuk membandingkan terapi non farmakologi dari sumber nabati dan hewani dalam mengatasi anemia pada remaja putri. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah systematic review. Literatur berasal dari Dimensions AI. Pencarian dilakukan dengan kata kunci: (Terapi komplementer AND hemoglobin AND anemia AND remaja putri, Complementary therapy AND hemoglobin AND anemia AND adolescent girls, Non farmakologi AND hemoglobinAND anemia AND remaja putri, Non pharmacology AND hemoglobin AND anemia AND adolescent girls). Proses pemilihan artikel didasarkan pada diagram alir PRISMA. Berdasarkan hasil seleksi dan evaluasi didapatkan 12 artikel yang layak. Hasil review menunjukkan terapi non farmakologi yang signifikan untuk mengatasi anemia pada remaja putri, dengan nilai p masing-masing adalah: 1) sumber nabati: kurma = 0,000, jambu biji merah 0,001, daun kelor = 0,001, kacang hijau = 0,000, buah naga = 0,000, bit = 0,000, alpukat = 0,000 dan kedelai = 0,000; 2) sumber hewani: hati ayam = 0,000, telur ayam = 0,000, telur puyuh = 0,000 dan madu = 0,000. Disimpulkan bahwa sumber hewani lebih efektif untuk mengatasi anemia pada remaja putri.Kata kunci: intervensi non farmakolgi, hemoglobin, remaja putri
A Pilot Study on Diabetes Distress, Insulin Growth Factor-I, Insulin-Like Growth Factor Binding Protein-3, and HbA1c in Diabetic Patients Tahiruddin, Tahiruddin; Indriastuti, Diah; Syahrul, Syahrul; Irwan, Andi Masyitha; Pranata, Satriya
Nurse Media Journal of Nursing Vol 15, No 1 (2025): (April 2025)
Publisher : Department of Nursing, Faculty of Medicine, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/nmjn.v15i1.58052

Abstract

Background: Diabetes distress refers to the emotional and psychological burden experienced by individuals in managing their condition, which can influence physiological outcomes and overall well-being. However, the relationship between HbA1c, insulin growth factor-I (IGF-I), and insulin-like growth factor binding protein-3 (IGFBP-3) with diabetes distress in diabetic patients remains elusive.Purpose: The objective of this study was to evaluate the association of IGF-I, IGFBP-3, and HbA1c with diabetes distress in diabetic patients.Methods: A cross-sectional design with purposive sampling was used to recruit subjects from the public health center in Kendari City, Southeast Sulawesi, Indonesia, from May to November 2021. A total of 30 diabetic patients were recruited for the study. Distress data were collected using the Indonesian version of the Diabetes Distress Scale (DDS) questionnaire. HbA1c levels were measured using High-Performance Liquid Chromatography (HPLC). Serum levels of IGF-I and IGFBP-3 were measured using the ELISA (Enzyme-Linked Immunosorbent Assay) kit method. The data were analyzed using regression analysis.Results: Most respondents had moderate distress, with a DDS score of 53.4%, a high IGF-I level of 76.7%, and a low IGFBP-3 level of 76.7%. As many as 60% of respondents had an HbA1c level above 6.4%. IGF-I (ρ-value=0.024) and IGFBP-3 levels (ρ-value=0.042) showed a significant correlation with diabetes distress. However, HbA1c levels did not significantly correlate with diabetes distress (ρ-value=0.155).Conclusion: IGF-I and IGFBP-3 levels were associated with diabetes distress, but HbA1c was not. Patients with higher distress were found to have elevated serum levels of IGF-I and IGFBP-3. Future research should focus on stress management strategies that support efforts to prevent disease and complications associated with diabetes mellitus.
Concept Analysis Patient Centred Care In Diabetes Mellitus With Heart Disease Complication Pranata, Satriya; Aisah, Siti; Vranada, Aric; Taliki, Verawaty; Adriani, Sri; Riyanto, Ujang; Fariqoini, Ayul; Harmoko, Tri
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i6.18495

Abstract

ABSTRACT PCC of patients with diabetes mellitus with heart disease is a patient-focused service with a holistic approach (bio-psychosocial-spiritual) to provide respectful and individualized care, enabling negotiation of care and offering choice through a therapeutic relationship where patients with diabetes mellitus with heart disease complications are empowered to be involved in health decisions at whatever level is desired by the individual receiving care. However, the application of this concept in services has not been comprehensively clarified. The purpose of this analysis is to describe and explain the concept of PCC in patients with diabetes mellitus with heart disease complications. Walker and Avant's concept analysis process was used to analyze the PCC concept. Six main defining attributes were identified: “ autonomy support; shared decision making; cooperation and collaboration; communication and education; emotional support, involvement of family and others. The predecessor analysis included several options with different possible outcomes, substantial patient-focused care conflicts, the need to recognize the health situation of patients with diabetes mellitus complicated by heart disease, and the willingness to participate in care. All of these factors are directly associated with different patient outcames and indirectly associated with outcames through patient activation. Kata Kunci: Patient Centred Care, Diabetes Mellitus, Heart Disease
Co-Authors Ade Rahmah Yulia Adekutari Pratiwi Adham Rabbani, Mohhamad Daffa Aditya Wahyu Prasetya Adriani, Sri Adriani, Vita Adzan Raihandasyarif Darmawan Afida Nur Aulia Aini, Maya Fitri Al Kausar, Rizki Nanda Aldilla Dwi Estri Hastuti Alfath Dzea Haqilana Alfiyanti, Salma Ali Rosidi Amelia Putri Amelia Putri Amelia, Suzanna Amin Samiasih Andy Setiawan Anggi Eli Anggraeni, May Dinda Indriya Anisa, Pradevi Nur Anistasia Aditya Suryani Anisya Iqlima, Risa Anna Kurnia Anna Kurnia Anto Susfolyanto Aric Vranada Arief Yanto Arifatul Hikmah, Octanida Agielya Arthamevia B, Deandra Aryanti, Dewi Fadhilla Asep Muhamad Nurhalim Ashshofiyyah, Nida’un Taqwiyani Asmi Asmi Asriyani Asriyani Atha Faiza Anindya Putri Sunoto Aulia, Mia Maulida Awalinda, Gustina Ayu Kerta Cahyani Azzahra Aulia Ramadhani Azzahra Aulia Ramadhani Azzahra Vanda S Bagus Nur Yuda Baidhowi, Arief Sofyan Banati Fitri Bekti Wahyuning Tias Bella Eka Nadia Puspitaloka Breaden, Katrina Brilian Nikita Khoerunisa Cahya, Rasta Aktaviola Chanif Chanif Chanif Chanif Chanif Chanif Chanif Chanif2 Chen, Miao-Yen Chia-Jung Hsieh Christina Nur Widayati Chuang, Yeu-Hui Darti Darti Dea Fitri Deandra Arthamevia B Devica Permatajaya, Kinanti Kodrat Dewa Gede Sanjaya Putra Dewi, Novita Sari Diah Ayu Woro Diah Indriastuti Dian Nabella N.K Dian Nabella N.K Dian Prestiyowati Dianita Dwi Puspita Didhing Supariti Difran Nobel Bistara Diyahayu Wahyu Utami Dyah Winarni Dyah Winarni Dyah, Dwi Tristining Edy Soesanto Edy Soesanto Edy Soesanto Edy Surya Pratama Elda Tania Elvira Riska Hanifah Eni Isriani Enjelina Angela Fransiska Fanumbi Erien Luthfia Ernawati Ernawati Eva Berthy Tallutondok Evi Gustia Kesuma Fadia Nur Maya Failasuf Wibisono Farenzi Budi Setiaprabhawa Farid Febri S Fariqoini, Ayul Fatkhul Mubin Fatkhul Mubin Fauziyyah, Wardah Tri Fazriani, Vivi Erina Febri S, Farid Febriana, Putri Syahrani Feby Artha Ayu Mefian Femy Melia Rahmawati Fenia Firdaus, Ananda Badi’atul Fitratul Insani Haqiqi Fitri Nurazizah Galuh Iriantono Gendut Sukarno Geulis Uthlubil Irma R Gladys Maristela Rawung Gumilang, Cania Panji Gunawan Gunawan Hadi Kusuma Atmaja Haifa Nahda Rizqi Handisa Nasywa Azkia Harmoko, Tri Haryati, Eni Hasanah, Risnatun Hasnahayu Liswidya D Hayuning Sri Setyarti Hei-Fen Hwang Hendri Purwadi Hendri Setiawan Herlina Wulandari Herlinda Wulandari Herlinda Wulandari Herlinda, Bella Hesty Fauziah Ekawati, Hesty Fauziah Hidayat, Jufri Hilmiyanti, Yanti Huang, Xuan-Yi I Gede Putu Oka I Wayan Septa Wijaya Ika Aditya Wirawan Imam Subiyono Imran Pashar Imroatus Sholihah Imroatus Sholihah Insani Haqiqi, Fitratul Irwan, Andi Masyitha Ismail, Mujiono Isna Fanesa Isna Sofia Izzati Jelita Ambar Astuti Jelita Ambar Astuti Jihan Dwi Pamungkas Jiin-Ru Rong Juhro, Siti Karimah, Safira Nurul Karlistiyaningsih, Beta Karyanti Karyanti Khani Fatul Khusna Khansa’ Faadhilah Hibatullah Khoiriyah Khoiriyah Khoiriyah Khoiriyah Khusna, Khani Fatul Kristanto, Nugroho Dwi Latifah, Sanyatul Leni Erlinda Liang, Shu-Yuan Lin, Hung-Ru Linda Kurniawati, Linda Linda Puspita Sari Lisarni, Linda Listiana Liswidya D, Hasnahayu Losa Nia Pradana Lu, Kuo-Cheng M. Aqil Argyanto M. Aryan Tsaqif M. Fatkhul Mubin M. Fatkhul Mubin M. Fatkul Mubin Maharani, Adelia Putri Nur Manzilah El Inayah Marcella, Marcella Margiyanti Listiyani Marthiningsih, Marthiningsih Masbait, Ermayanti May Dwi Yuri Santoso May Dwi Yuri Santoso Maya, Fadia Nur McCloud, Christine Mecca Shahha Hita Mecca Shahha Hita Minahussanyyah Minda Amanda Puspa Minda Amanda Puspa Mira Utami Ningsih Mohammad Fatkhul Mubin Mohammad Fatkhul Mubin Mohammad Fatkhul Mubin, Mohammad Fatkhul Muh Nurkharistna Al Jihad Muhamad Fadli Muzaki Muhammad Ardabili Bai Dowi Muhammad Farhan Matalino Muhammad Hasbi Muhammad Irham Ilahia Muhammad Naufal Dzaki Mujirahayu, Vina Muliani Muliani Mustikasari, Shofi Roosalina Nabila Dyah Pramesti Nabilah Nasywa Eka Pratiwi Nasywa Azkia, Handisa Nauli, Fathra Anis Nesya Rahma W Niken Nur Indahsari Nikita Khoerunisa, Brilian Ninin Irani Nirmala, Lusita Cipta Norma Sari, Hesti Novany, Wafiq Aurelia Noviana, Desinta Widya Novita Andaresta Putri Novita Andaresta Putri Nugroho Budi Setiawan Nur Fadlilah Nur Kasan, Nur Nurdini, Fella Nurkholis Nurkholis Nurmaidhatul Walidayni Nurul Afiana Salsabilla Nurul Auliyah Nurul Huda Nurul Ita Kartika Nurul Wana Nuzulullail, Agung Subakti Oktaviani, Via Pertiwi, Santi Prabowo, Agung Aditya Prahastyo, Ade Jundy Fahri Prasetyo, Sigit Nian Pratiwi, Adekutari Prawinda, Yulia Dwi Prihandini, Siwi Priyo Sasmito Purwadi, Hendri Purwandari, Reni Purwono Purwono, Purwono Putra Hadju, Febriyanto Dwi Putra, Dewa Gede Sanjaya Putri, Anisa Wangsa Putri, Novita Andaresta Putri, Rini Ananta Putri, Sintya Amanda Rahayu Astuti Rahayu, Pratiwi Rahma W, Nesya Ramdhani, Ariana Oktavia Ratna Sari Putri Restiana, Meira Restiyawati Riah Damawanti Rianto, Edi Rika Viyanti Rimarsya Meyland Putri Rindang Putri Mayda Risa Anisya Iqlima Risnatun Hasanah Risnatun Hasanah Riyanto, Ujang Rizqulloh, Dzaky Azmi Rochman Basuki Romanti, Luthfiana Azahra Saftantri, Dwi Salsabilla, Naswa Aliya sari, linda puspita Sarinti Sarinti Septiani, Dinda Dwi Setiya Ningrum, Dwi Erika Shinta Nur Cahyanti Shu-Fang Vivienne Wu Shu-Yuan Liang Sindy Puji Lestari Siti Aisah Siti Aisah Siti Aisah Siti Aisah Siti Aisah Siti Juhro Siti Linda Ariska Siti Nurazizah Siti Rahmatul Maulidiyah Solikhah, Nur Umi Aminatus Sri Redjeki Sri Rejeki Sri Rejeki Sudarwati Safwan Suhermi Suhermi Sukasmi Sukasmi Syafika Putri Alya Syahrul Syahrul Syva Avrillia Putri Taliki, Verawaty Tazzida Ilma Tri Hartiti Tristiyaningrum, Diana Tuny, Nurfitriyana Vanda S, Azzahra Via Oktaviani Viana Lina Ifazza Vira Dwialvianti Vira Dwialvianti Vita Adriani Wa Ode Vita Sumarta Wahyu Hartini Wahyu Wahyu Wahyuningsih Wahyuningsih Wang, Tsae-Jyy Tiffany Warsono , Warsono Wei, Shiow-Jing Weny Murni Wiguna, Utuh Tri Wiwik Ariati Wiwik Ratnasari Wu, Shu-Fang Vivienne Wulandari, Herlinda Wuri Triyanti, Anjayani Xuan Yi Huang Ya-Ling Shih Yessi Dwi Amalia Yeu Hui Chuang Yuda, Bagus Nur Yuli Windarti Yuliastuti, Anie Yunie Armiyati Yunie Armiyati Yuri Santoso, May Dwi Zahro Adzakia Qurrota A’yun Zakyuddin, Muhammad Arif Zamzam Fahlapi Zuliyanti, Erna ⁠Siti Aisah