p-Index From 2021 - 2026
12.336
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Public Health Science (IJPHS) NURSCOPE: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Ilmiah Keperawatan Nurse Media Journal of Nursing Jurnal NERS Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Jurnal Luka Indonesia Journal Of Vocational Health Studies Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Nursing Current : Jurnal Keperawatan Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Nurse and Health: Jurnal Keperawatan Manuju : Malahayati Nursing Journal Jurnal Keperawatan Komprehensif (Comprehensive Nursing Journal) International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Journal of Health Sciences Community Development Journal Jurnal Keperawatan :Jurnal Penelitian Disiplin Ilmu Keperawatan Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Jurnal Ners Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesian Journal of Global Health research Babali Nursing Research Ners Muda Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA MAHESA : Malahayati Health Student Journal Journal of Vocational Nursing Journal of Health Community Service Pancasakti Journal Of Public Health Science And Research KESANS : International Journal of Health and Science KARYA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Applied Nursing and Health International Journal of Islamic and Complementary Medicine Journal Nursing Research Publication Media (NURSEPEDIA) Makara Journal of Health Research Holistic Nursing Care Approach Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan (JURRIKES) Jurnal Sosial dan Sains Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Jurnal Indonesia Sosial Sains Journal Research of Social Science, Economics, and Management Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Jurnal Keperawatan Enrichment: Journal of Multidisciplinary Research and Development Nursing Applied Journal Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Pena Nursing Inovasi Kesehatan Global Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Karya Kesehatan Journal of Community Engagement AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia KEWINUS: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Claim Missing Document
Check
Articles

Efektivitas Intervensi Personal Care terhadap Manajemen Diri Pasien Diabetes: Systematic literature review Siti Linda Ariska; Satriya Pranata; Siti Aisah; Tri Hartiti; Rahayu Astuti
Jurnal Ners Vol. 9 No. 4 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i4.48854

Abstract

Latar belakang: Diabetes mellitus (DM) adalah penyakit kronis berupa gangguan metabolisme yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah di atas kisaran normal dan merupakan 10 penyebab kematian teratas di dunia. Perawatan mandiri (selfcare) merupakan sebuah tindakan mengupayakan orang lain untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki agar dikembangkan secara maksimal, sehingga seseorang dapat mempertahankan fungsi yang optimal. Metode: Systematic literature review menggunakan pendekatan PRISMA. Database yang digunakan yaitu google scholar, semantic scholar, pubmed, proquest dan sciencedirect terbatas publikasi 5 tahun terakhir yaitu tahun 2021-2025. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian yaitu “edukasi” AND “manajemen diri” AND “diabetes”. Systematic review ini menggunakan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil: Dari 160 artikel, terpilih 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa dari semua artikel yang ditinjau dalam penelitian ini semuanya menunjukkan adanya efektivitas personal care terhadap manajemen diri pasien diabetes, yang mana terjadi perubahan antara sebelum intervensi dan setelah intervensi. Kesimpulan: Intervensi personal care efektif dalam meningkatkan manajemen diri pasien diabetes Kata kunci: Personal care, Manajemen diri, Diabetes
Analisis Konsep Kewaspadaan Klinis Perawat ICU Failasuf Wibisono; Eni Isriani; Siti Aisah; Satriya Pranata; M. Fatkhul Mubin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53032

Abstract

Kewaspadaan klinis perawat ICU merupakan elemen fundamental dalam perawatan pasien kritis, yang memungkinkan deteksi dini perubahan kondisi, pengambilan keputusan tepat, dan peningkatan keselamatan pasien di lingkungan intensif yang dinamis. Penelitian menunjukkan perawat berpengalaman memiliki akurasi deteksi sepsis 30% lebih tinggi, meskipun faktor seperti shift panjang menurunkan tingkat kewaspadaan. Tujuan : Analisis ini bertujuan mengklarifikasi definisi, atribut, antecedent, konsekuensi, serta implikasi kewaspadaan klinis perawat ICU untuk mendukung pengembangan intervensi berbasis bukti yang meningkatkan praktik keperawatan intensif. Metode Walker and Avant (2018) diterapkan melalui delapan langkah sistematis, meliputi identifikasi penggunaan konsep dari kamus dan literatur, penentuan atribut (pemantauan sistematis, pengenalan pola, dll.), analisis antecedent-konsekuensi, kasus model/borderline/terkait/sebaliknya, serta referensi empiris dari studi terkini. Kewaspadaan klinis didefinisikan sebagai kemampuan mempertahankan perhatian berkelanjutan, mendeteksi perubahan dini, dan merespons cepat; antecedent mencakup pendidikan ICU, pengalaman >2 tahun, staffing optimal; konsekuensi meliputi penurunan komplikasi 30% dan mortalitas; model konsep dihasilkan dari kasus empiris, didukung survei vigilance skor 3,86/5. Model konsep ini memperkuat pemahaman aplikatif kewaspadaan klinis, mendorong pelatihan simulasi, instrumen pengukuran seperti Nursing Vigilance Scale, dan kebijakan rumah sakit untuk outcome pasien optimal. Clinical vigilance of ICU nurses is a fundamental element in the care of critically ill patients, enabling early detection of changes in patient conditions, accurate decision-making, and enhanced patient safety in a dynamic intensive care environment. Research indicates that experienced nurses have a 30% higher accuracy rate in detecting sepsis, although factors such as prolonged shifts may decrease levels of vigilance. Objective: This analysis aims to clarify the definition, attributes, antecedents, consequences, and implications of clinical vigilance among ICU nurses to support the development of evidence-based interventions that improve intensive nursing practice. Methods: The Walker and Avant (2018) concept analysis method was applied through eight systematic steps, including identifying concept usage from dictionaries and literature, determining attributes (systematic monitoring, pattern recognition, etc.), analyzing antecedents and consequences, constructing model/borderline/related/contrary cases, and incorporating empirical references from recent studies. Clinical vigilance is defined as the ability to maintain sustained attention, detect early changes, and respond rapidly; antecedents include ICU education, more than two years of experience, and optimal staffing; consequences involve a 30% reduction in complications and mortality; the conceptual model was developed from empirical cases, supported by vigilance survey scores of 3.86/5. This conceptual model strengthens the practical understanding of clinical vigilance, promoting simulation-based training, measurement instruments such as the Nursing Vigilance Scale, and hospital policies to optimize patient outcomes
Analisis Konsep Dukungan Keluarga di Unit Perawatan Intensif (ICU) Rumah Sakit Berdasarkan Patient and Family-Centered Care Ade Rahmah Yulia; Dian Prestiyowati; Satriya Pranata; Siti Aisah; M. Fatkul Mubin
Jurnal Ners Vol. 10 No. 1 (2026): JANUARI 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i1.53477

Abstract

Paradigma keperawatan intensif telah bergeser dari model biomedis–teknosentris menuju patient and family-centered care (PFCC) yang menempatkan keluarga sebagai mitra aktif dalam komunikasi, asuhan, dan pengambilan keputusan. Meskipun bukti global terus berkembang, kejelasan konseptual tentang “dukungan keluarga” dalam kerangka PFCC di ICU Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan merumuskan definisi konseptual dan operasional dukungan keluarga sebagai mitra dalam asuhan keperawatan kritis, mengidentifikasi atribut, antecedent, dan konsekuensi, serta menyusun indikator empiris untuk pengukuran dan integrasinya dalam praktik ICU. Analisis konsep dilakukan dengan pendekatan delapan langkah Walker dan Avant melalui sintesis bukti dari penelitian kuantitatif, kualitatif, dan campuran, uji klinis, serta telaah sistematis dan meta-analisis tentang PFCC dan partisipasi keluarga di ICU dewasa yang terbit tahun 2020–2025. Teridentifikasi lima atribut utama dukungan keluarga: (1) komunikasi terapeutik dan kolaboratif, (2) kehadiran fisik–emosional, (3) partisipasi aktif dalam perawatan dan pengambilan keputusan, (4) keterhubungan berbasis teknologi, serta (5) orientasi pada kebutuhan emosional, informasi, dan rasa aman pasien–keluarga. Atribut-atribut tersebut berhubungan dengan penurunan delirium, durasi ventilasi, dan lama rawat ICU, serta peningkatan kepuasan, kualitas komunikasi, dan kesejahteraan psikologis keluarga. Dukungan keluarga di ICU merupakan kemitraan terstruktur antara keluarga dan tim kesehatan yang meliputi komunikasi, kehadiran, partisipasi, dan pengambilan keputusan bersama. Model ini menjadi dasar teoritis bagi pengembangan kebijakan dan intervensi keperawatan ramah keluarga di Indonesia. The paradigm in intensive care nursing has shifted from a biomedical–technocentric model to patient- and family-centered care (PFCC), emphasizing the family as an active partner in communication, care, and decision-making. Despite growing global evidence, conceptual clarity of “family support” within the PFCC framework in Indonesian ICUs remains limited. This study aimed to formulate a conceptual and operational definition of family support as a partner in critical care nursing, identify its defining attributes, antecedents, and consequences, and develop empirical indicators for its measurement and integration into ICU practice. A concept analysis was conducted using Walker and Avant’s eight-step approach, synthesizing evidence from quantitative, qualitative, and mixed-method studies, clinical trials, and systematic reviews on PFCC and family participation in adult ICUs published between 2020–2025. Five core attributes of family support were identified: (1) therapeutic and collaborative communication, (2) physical–emotional presence, (3) active participation in care and decision-making, (4) technology-mediated connectedness, and (5) orientation to emotional, informational, and safety needs. These attributes were linked with reduced delirium incidence, shorter ventilation duration and ICU stay, improved satisfaction and communication quality, and enhanced family psychological well-being. Family support in the ICU is a structured partnership between families and the healthcare team encompassing communication, presence, participation, and shared decision-making. This conceptual model provides a theoretical foundation for developing evidence-based, family-friendly ICU policies and nursing interventions within the Indonesian critical care context.
What Are the Emerging Trends, Research Gaps, and Future Directions of Personalized Care in Nursing? Pranata, Satriya; Shu-Fang Vivienne Wu; Shu-Yuan Liang; Yeu Hui Chuang
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v8i1.600

Abstract

Background: Trends show that research on personalized care continues to increase annually. In future studies, researchers need information on trends and innovations to inform personalized care research. The purpose of the study was to explore the trend of the number of publications, the trend of the number of citations, the journal with the highest number of publications, which field has the most consent to publish, network visualization, overlay visualization, and density visualization on the topic of personalized care through bibliometric analysis. Methods: This study qualifies as a bibliometric analysis. Papers in this study are restricted to those published from 2021 to 2026, with a focus on the fields of health sciences and nursing, and on publication types. The data sources used in this study are based on online searches via https://app.dimensions.ai/. Data was collected in January 2026. Researchers analyse the data using VOS viewer. Results: Research on personalized care began to increase in 2021, peaking in 2025. Through this study, we identified that the use of artificial intelligence can achieve the goal of personalizing patient needs. Numerous studies have been conducted on the development of artificial intelligence in nursing, but they are still limited to systematic reviews, scoping reviews, literature reviews, and meta-analyses. Moreover, the system surrounding the patient to achieve personalization comprises family, caregivers, health workers, and the patient. The tendency of which diseases are most often developed and discussed in the personalized care approaches is cancer (lung cancer and breast cancer), chronic diseases (diabetes, heart disease, and kidney disease), with cancer being the most frequently discussed topic. The focus of personalized care interventions across various diseases is on exercise, diet, medication adherence, and chemotherapy. Overall, personalization is expected to reduce levels of anxiety, fatigue, complications, and depression, as well as improve the quality of life of each patient. On the other hand, the least frequently discussed topics in personalized care are patients with mental disorders, dementia, cancer, self-care, and spiritual care. Conclusion: Personalized care emphasizes not only the use of artificial intelligence and genetic technology to identify each patient's individual needs but also considers patient preferences and health profiles. Personalized care is a challenge that must be addressed to improve patient satisfaction with healthcare services in the future.
Penurunan kecemasan dengan terapi musik instrumental pada pasien Gagal Ginjal Kronik yang menjalani hemodialisa Bella Eka Nadia Puspitaloka; Anna Kurnia; Satriya Pranata
Holistic Nursing Care Approach Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/hnca.v5i2.15960

Abstract

Gagal Ginjal Kronis (GGK) merupakan penyakit yang pada umumnya menyebabkan perubahan dalam kehidupan penderitanya. Kondisi ini menjadi salah satu pemicu masalah kecemasan pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa. Terapi yang dapat menurunkan tingkat kecemasan salah satunya dengan terapi non farmakologis berupa terapi musik instrumental. Studi kasus ini bertujuan untuk melakukan penerapan terapi musik instrumental pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa dengan gangguan kecemasan. Studi kasus ini dilakukan dengan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan proses keperawatan. Terapi ini dilakukan pada pasien laki-laki atau perempuan yang terdiagnosa penyakit GGK, pasien berusia 30-65 tahun, pasien dalam keadaan sadar, pasien yang mengalami kecemasan sedang yang dibuktikan dengan hasil skor State Trait Anxiety Inventory (STAI) 32-53, pasien dapat membaca dan menulis, pasien yang bersedia menjadi subyek studi dan pasien yang memiliki riwayat hemodialisa minimal 3 tahun. Terapi musik instrumental dilakukan sebanyak 9 kali pertemuan selama 3 minggu dengan durasi 20 menit. Kecemasan diukur dengan State Trait Anxiety Inventory (STAI) yang berisikan 20 pertanyaan. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa hari pertama sampai hari kesembilan ketiga subyek studi mengalami penurunan tingkat kecemasan dari kecemasan sedang ke kecemasan ringan. Terapi musik instrumental dapat digunakan sebagai terapi non farmakologis untuk menurunkan tingkat kecemasan pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa.
PENGARUH LIMA PILAR DIABETES TERHADAP SELF CARE PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 : The Influence of the Five Pillars of Diabetes Management on Self-Care in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus Oktaviani, Via; Insani Haqiqi, Fitratul; Anisya Iqlima, Risa; Nikita Khoerunisa, Brilian; Nasywa Azkia, Handisa; Pranata, Satriya
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v4i1.39

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronik dengan prevalensi yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan berbagai komplikasi. Pengelolaan DMT2 di Indonesia mengacu pada lima pilar Diabetes Melitus, yaitu edukasi, terapi nutrisi medis, aktivitas fisik, terapi farmakologis, dan pemantauan glukosa darah mandiri, yang berperan penting dalam meningkatkan self-care pasien. Tujuan: Untuk mengevaluasi bukti ilmiah terkait pengaruh penerapan lima pilar Diabetes Melitus terhadap self-care pada pasien Diabetes Melitus tipe 2, sebagai landasan dalam merancang intervensi keperawatan yang berbasis bukti dan efektif. Metode: Penelitian ini menggunakan metode systematic review yang disusun berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada empat basis data elektronik (PubMed, ScienceDirect, Scopus, dan Google Scholar) dalam rentang tahun 2019–2025. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, dan data disintesis secara naratif. Penilaian kualitas studi dilakukan menggunakan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tool. Hasil : Sebanyak 1.084 artikel diidentifikasi, dan setelah proses seleksi diperoleh 10 artikel yang memenuhi kriteria inklusi, terdiri dari 5 studi quasi-experimental, 4 cross-sectional, dan 1 kualitatif. Hasil sintesis menunjukkan bahwa penerapan lima pilar Diabetes Melitus berhubungan dengan peningkatan self-care pasien DMT2. Intervensi berbasis edukasi, khususnya Diabetes Self-Management Education (DSME), secara konsisten meningkatkan perilaku self-care. Intervensi multikomponen yang mengombinasikan beberapa pilar memberikan hasil yang lebih optimal dibandingkan intervensi tunggal. Kesimpulan: Penerapan lima pilar Diabetes Melitus secara komprehensif berperan penting dalam meningkatkan self-care pasien DMT2. Edukasi menjadi komponen utama yang mendukung keberhasilan pilar lainnya. Pendekatan terintegrasi diperlukan sebagai dasar pengembangan intervensi keperawatan yang efektif dalam meningkatkan kualitas hidup dan mencegah komplikasi. 
Efektivitas Algoritma Decision-Based Triage Dalam Meningkatkan Ketepatan dan Kecepatan Life-Saving Intervention Pada Pasien Emergency di IGD RSBK Columbia Asia Semarang Vita Adriani; Chanif Chanif2; Satriya Pranata
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55828

Abstract

Latar Belakang: Kecepatan dan ketepatan life-saving intervention merupakan indikator kunci mutu pelayanan kegawatdaruratan, khususnya pada pasien true emergency. Keterlambatan atau ketidaktepatan tindakan dapat meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas triase dan pengambilan keputusan klinis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) adalah melalui penerapan algoritma Decision-Based Triage (DBT). Tujuan: menganalisis pengaruh penerapan algoritma DBT terhadap ketepatan dan kecepatan life-saving intervention pada pasien true emergency di IGD RSBK Columbia Asia Semarang. Metode: Penelitian Quasy Experimen dengan pendekatan kuantitatif one group pretest–posttest. Populasi seluruh perawat IGD RSBK Columbia Asia Semarang yang memenuhi kriteria inklusi, sebanyak 32 responden, dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi sebelum dan sesudah penerapan algoritma DBT. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Penelitian mendapatkan persetujuan etik dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang dengan nomor No. 255/KE/12/2025. Hasil: Hasil penelitian didapatkan adanya peningkatan ketepatan life-saving intervention setelah penerapan algoritma DBT, dengan nilai rata-rata meningkat dari 47,656 menjadi 82,813 (Δ mean = 35,157) dan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kecepatan life-saving intervention juga mengalami peningkatan, ditunjukkan dengan penurunan waktu rata-rata dari 11,803 menit menjadi 8,456 menit (Δ mean = 3,347) dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan: Penerapan algoritma Decision-Based Triage (DBT) berpengaruh signifikan terhadap peningkatan ketepatan dan kecepatan life-saving intervention di IGD. Algoritma DBT direkomendasikan untuk diintegrasikan ke dalam standar operasional prosedur triase kegawatdaruratan serta digunakan sebagai panduan klinis dalam pengambilan keputusan perawat di IGD. Kata kunci: Decision-Based Triage, life-saving intervention, true emergency, kecepatan, ketepatan, Instalasi Gawat Darurat.
Peningkatan Pengetahuan Ibu Rumah Tangga Dalam Penanganan Perdarahan Melalui Program SARAGA di Kelurahan Plamongansari Rindang Putri Mayda; Muhammad Irham Ilahia; Dianita Dwi Puspita; Muh Nurkharistna Al Jihad; Satriya Pranata Pranata
Karya Kesehatan Journal of Community Engagement Vol 7 No 1 (2026): Karya Kesehatan Journal of Community Engangement
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46233/k2jce.v7i1.1531

Abstract

Kegawatdaruratan merupakan kondisi yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat agar nyawa korban dapat diselamatkan serta mencegah terjadinya komplikasi berat. Salah satu kasus kegawatdaruratan yang sering dijumpai di masyarakat adalah perdarahan, baik akibat luka luar, kecelakaan, maupun trauma dalam. Perdarahan yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan syok hipovolemik bahkan kematian. Namun demikian, sebagian besar masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, masih memiliki tingkat pengetahuan yang rendah mengenai cara melakukan pertolongan pertama pada perdarahan. Hal ini menjadi dasar perlunya edukasi kesehatan berbasis masyarakat yang dapat meningkatkan kesiapsiagaan keluarga menghadapi situasi gawat darurat. Program SARAGA (Satu Rumah Satu Caregiver) merupakan inovasi yang dikembangkan oleh tim PPK Ormawa HIMAPERSA Universitas Muhammadiyah Semarang untuk meningkatkan kemampuan keluarga dalam penanganan perdarahan melalui pelatihan dan edukasi langsung. Penelitian ini menggunakan metode kuasi-eksperimental dengan desain One Group Pretest–Posttest yang melibatkan 35 ibu rumah tangga di Kelurahan Plamongansari, Kota Semarang, yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kegiatan dilaksanakan dalam satu hari melalui tiga tahap, yaitu pengukuran awal (pre-test), pemberian edukasi dan pelatihan hands-on tentang pertolongan pertama perdarahan, serta pengukuran ulang (post-test). Analisis dilakukan secara deskriptif untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan tingkat pengetahuan ibu rumah tangga, dari 22 orang berkategori baik menjadi 33 orang setelah intervensi. Seluruh peserta juga mampu mempraktikkan langkah pertolongan pertama perdarahan dengan benar. Kesimpulannya, Program SARAGA terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dalam menghadapi kegawatdaruratan perdarahan serta berpotensi diintegrasikan dengan kegiatan Posyandu dan PKK guna memperkuat ketahanan kesehatan keluarga dan masyarakat.
Tingkat Kecemasan Mahasiswa Keperawatan Menjelang Pembelajaran Praktik Klinik Elda Tania; Rimarsya Meyland Putri; Siti Nurazizah; Fitri Nurazizah; Satriya Pranata; Haifa Nahda Rizqi
NAJ Nursing Applied Journal Vol. 3 No. 4 (2025): October : Nursing Applied Journal
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/naj.v3i4.925

Abstract

Clinical practice is a crucial stage in nursing education that requires students to apply theoretical knowledge in real healthcare settings. The transition to a clinical environment often triggers anxiety, as students face competency demands, professional responsibilities, and direct interactions with patients. This study aims to determine the anxiety levels of fifth-semester nursing students prior to clinical practice at Universitas Muhammadiyah Semarang. A descriptive quantitative design was employed with a sample of 35 students selected using a simple random sampling technique. Data were collected using the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) and analyzed descriptively with Microsoft Excel to obtain frequency and percentage distributions. The results showed that most students experienced severe anxiety (31%), followed by moderate (29%), mild (23%), no anxiety (14%), and panic-level anxiety (3%). These findings indicate that the majority of nursing students experience anxiety before clinical practice, predominantly at severe and moderate levels. Therefore, psychological support and mental preparation programs are essential to help students transition optimally into the clinical environment.
Analisis Tingkat Pengetahuan Masyarakat Tentang Upaya Pencegahan Dampak Polusi Udara terhadap Kesehatan Pernapasan di Kota Semarang Azzahra Aulia Ramadhani; Mecca Shahha Hita; Imroatus Sholihah; Dian Nabella N.K; Vira Dwialvianti; Amelia Putri; Minda Amanda Puspa; Jelita Ambar Astuti; Satriya Pranata
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 1 No. 5 (2025): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (Bulan November 2025)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v1i5.52

Abstract

Air pollution is a significant environmental health threat, particularly to the respiratory system in densely populated urban areas such as Semarang. Public understanding of the impacts and prevention of air pollution is key to respiratory health protection efforts. This study aims to analyze the level of public knowledge in Semarang City regarding efforts to prevent the impact of air pollution on respiratory health. This study used a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach involving 100 respondents selected through purposive sampling technique with criteria of residing in Semarang and aged ≥18 years. Data were collected using structured questionnaires covering knowledge about air pollution causes, health impacts, and prevention strategies. Data analysis used descriptive statistics in the form of frequency distribution and percentages as well as Chi-Square test to identify relationships between variables. The results showed that the majority of respondents, 95%, had good knowledge about air pollution and its prevention efforts, while 5% had adequate knowledge, and no respondents had poor knowledge. This high level of knowledge was influenced by education level where 55% of respondents were university graduates, productive age with 67% of respondents aged less than 35 years, and length of residence in Semarang City with 62% of respondents having lived for more than 10 years. This study concludes that the community of Semarang City has good knowledge about efforts to prevent the impact of air pollution on respiratory health, and this knowledge serves as a foundation for the formation of better preventive attitudes and behaviors in facing air pollution threats.
Co-Authors Ade Rahmah Yulia Adekutari Pratiwi Adham Rabbani, Mohhamad Daffa Aditya Wahyu Prasetya Adriani, Sri Adriani, Vita Adzan Raihandasyarif Darmawan Afida Nur Aulia Aini, Maya Fitri Al Kausar, Rizki Nanda Aldilla Dwi Estri Hastuti Alfath Dzea Haqilana Alfiyanti, Salma Ali Rosidi Amelia Putri Amelia Putri Amelia, Suzanna Amin Samiasih Andy Setiawan Anggi Eli Anggraeni, May Dinda Indriya Anisa, Pradevi Nur Anistasia Aditya Suryani Anisya Iqlima, Risa Anna Kurnia Anna Kurnia Anto Susfolyanto Aric Vranada Arief Yanto Arifatul Hikmah, Octanida Agielya Arthamevia B, Deandra Aryanti, Dewi Fadhilla Asep Muhamad Nurhalim Ashshofiyyah, Nida’un Taqwiyani Asmi Asmi Asriyani Asriyani Atha Faiza Anindya Putri Sunoto Aulia, Mia Maulida Awalinda, Gustina Ayu Kerta Cahyani Azzahra Aulia Ramadhani Azzahra Aulia Ramadhani Azzahra Vanda S Bagus Nur Yuda Baidhowi, Arief Sofyan Banati Fitri Bekti Wahyuning Tias Bella Eka Nadia Puspitaloka Breaden, Katrina Brilian Nikita Khoerunisa Cahya, Rasta Aktaviola Chanif Chanif Chanif Chanif Chanif Chanif Chanif Chanif2 Chen, Miao-Yen Chia-Jung Hsieh Christina Nur Widayati Chuang, Yeu-Hui Darti Darti Dea Fitri Deandra Arthamevia B Devica Permatajaya, Kinanti Kodrat Dewa Gede Sanjaya Putra Dewi, Novita Sari Diah Ayu Woro Diah Indriastuti Dian Nabella N.K Dian Nabella N.K Dian Prestiyowati Dianita Dwi Puspita Didhing Supariti Difran Nobel Bistara Diyahayu Wahyu Utami Dyah Winarni Dyah Winarni Dyah, Dwi Tristining Edy Soesanto Edy Soesanto Edy Soesanto Edy Surya Pratama Elda Tania Elvira Riska Hanifah Eni Isriani Enjelina Angela Fransiska Fanumbi Erien Luthfia Ernawati Ernawati Eva Berthy Tallutondok Evi Gustia Kesuma Fadia Nur Maya Failasuf Wibisono Farenzi Budi Setiaprabhawa Farid Febri S Fariqoini, Ayul Fatkhul Mubin Fatkhul Mubin Fauziyyah, Wardah Tri Fazriani, Vivi Erina Febri S, Farid Febriana, Putri Syahrani Feby Artha Ayu Mefian Femy Melia Rahmawati Fenia Firdaus, Ananda Badi’atul Fitratul Insani Haqiqi Fitri Nurazizah Galuh Iriantono Gendut Sukarno Geulis Uthlubil Irma R Gladys Maristela Rawung Gumilang, Cania Panji Gunawan Gunawan Hadi Kusuma Atmaja Haifa Nahda Rizqi Handisa Nasywa Azkia Harmoko, Tri Haryati, Eni Hasanah, Risnatun Hasnahayu Liswidya D Hayuning Sri Setyarti Hei-Fen Hwang Hendri Purwadi Hendri Setiawan Herlina Wulandari Herlinda Wulandari Herlinda Wulandari Herlinda, Bella Hesty Fauziah Ekawati, Hesty Fauziah Hidayat, Jufri Hilmiyanti, Yanti Huang, Xuan-Yi I Gede Putu Oka I Wayan Septa Wijaya Ika Aditya Wirawan Imam Subiyono Imran Pashar Imroatus Sholihah Imroatus Sholihah Insani Haqiqi, Fitratul Irwan, Andi Masyitha Ismail, Mujiono Isna Fanesa Isna Sofia Izzati Jelita Ambar Astuti Jelita Ambar Astuti Jihan Dwi Pamungkas Jiin-Ru Rong Juhro, Siti Karimah, Safira Nurul Karlistiyaningsih, Beta Karyanti Karyanti Khani Fatul Khusna Khansa’ Faadhilah Hibatullah Khoiriyah Khoiriyah Khoiriyah Khoiriyah Khusna, Khani Fatul Kristanto, Nugroho Dwi Latifah, Sanyatul Leni Erlinda Liang, Shu-Yuan Lin, Hung-Ru Linda Kurniawati, Linda Linda Puspita Sari Lisarni, Linda Listiana Liswidya D, Hasnahayu Losa Nia Pradana Lu, Kuo-Cheng M. Aqil Argyanto M. Aryan Tsaqif M. Fatkhul Mubin M. Fatkhul Mubin M. Fatkul Mubin Maharani, Adelia Putri Nur Manzilah El Inayah Marcella, Marcella Margiyanti Listiyani Marthiningsih, Marthiningsih Masbait, Ermayanti May Dwi Yuri Santoso May Dwi Yuri Santoso Maya, Fadia Nur McCloud, Christine Mecca Shahha Hita Mecca Shahha Hita Minahussanyyah Minda Amanda Puspa Minda Amanda Puspa Mira Utami Ningsih Mohammad Fatkhul Mubin Mohammad Fatkhul Mubin Mohammad Fatkhul Mubin, Mohammad Fatkhul Muh Nurkharistna Al Jihad Muhamad Fadli Muzaki Muhammad Ardabili Bai Dowi Muhammad Farhan Matalino Muhammad Hasbi Muhammad Irham Ilahia Muhammad Naufal Dzaki Mujirahayu, Vina Muliani Muliani Mustikasari, Shofi Roosalina Nabila Dyah Pramesti Nabilah Nasywa Eka Pratiwi Nasywa Azkia, Handisa Nauli, Fathra Anis Nesya Rahma W Niken Nur Indahsari Nikita Khoerunisa, Brilian Ninin Irani Nirmala, Lusita Cipta Norma Sari, Hesti Novany, Wafiq Aurelia Noviana, Desinta Widya Novita Andaresta Putri Novita Andaresta Putri Nugroho Budi Setiawan Nur Fadlilah Nur Kasan, Nur Nurdini, Fella Nurkholis Nurkholis Nurmaidhatul Walidayni Nurul Afiana Salsabilla Nurul Auliyah Nurul Huda Nurul Ita Kartika Nurul Wana Nuzulullail, Agung Subakti Oktaviani, Via Pertiwi, Santi Prabowo, Agung Aditya Prahastyo, Ade Jundy Fahri Prasetyo, Sigit Nian Pratiwi, Adekutari Prawinda, Yulia Dwi Prihandini, Siwi Priyo Sasmito Purwadi, Hendri Purwandari, Reni Purwono Purwono, Purwono Putra Hadju, Febriyanto Dwi Putra, Dewa Gede Sanjaya Putri, Anisa Wangsa Putri, Novita Andaresta Putri, Rini Ananta Putri, Sintya Amanda Rahayu Astuti Rahayu, Pratiwi Rahma W, Nesya Ramdhani, Ariana Oktavia Ratna Sari Putri Restiana, Meira Restiyawati Riah Damawanti Rianto, Edi Rika Viyanti Rimarsya Meyland Putri Rindang Putri Mayda Risa Anisya Iqlima Risnatun Hasanah Risnatun Hasanah Riyanto, Ujang Rizqulloh, Dzaky Azmi Rochman Basuki Romanti, Luthfiana Azahra Saftantri, Dwi Salsabilla, Naswa Aliya sari, linda puspita Sarinti Sarinti Septiani, Dinda Dwi Setiya Ningrum, Dwi Erika Shinta Nur Cahyanti Shu-Fang Vivienne Wu Shu-Yuan Liang Sindy Puji Lestari Siti Aisah Siti Aisah Siti Aisah Siti Aisah Siti Aisah Siti Juhro Siti Linda Ariska Siti Nurazizah Siti Rahmatul Maulidiyah Solikhah, Nur Umi Aminatus Sri Redjeki Sri Rejeki Sri Rejeki Sudarwati Safwan Suhermi Suhermi Sukasmi Sukasmi Syafika Putri Alya Syahrul Syahrul Syva Avrillia Putri Taliki, Verawaty Tazzida Ilma Tri Hartiti Tristiyaningrum, Diana Tuny, Nurfitriyana Vanda S, Azzahra Via Oktaviani Viana Lina Ifazza Vira Dwialvianti Vira Dwialvianti Vita Adriani Wa Ode Vita Sumarta Wahyu Hartini Wahyu Wahyu Wahyuningsih Wahyuningsih Wang, Tsae-Jyy Tiffany Warsono , Warsono Wei, Shiow-Jing Weny Murni Wiguna, Utuh Tri Wiwik Ariati Wiwik Ratnasari Wu, Shu-Fang Vivienne Wulandari, Herlinda Wuri Triyanti, Anjayani Xuan Yi Huang Ya-Ling Shih Yessi Dwi Amalia Yeu Hui Chuang Yuda, Bagus Nur Yuli Windarti Yuliastuti, Anie Yunie Armiyati Yunie Armiyati Yuri Santoso, May Dwi Zahro Adzakia Qurrota A’yun Zakyuddin, Muhammad Arif Zamzam Fahlapi Zuliyanti, Erna ⁠Siti Aisah