Claim Missing Document
Check
Articles

Empowerment of health cadres in detecting psychosocial problems for chronic tuberculosis patients in Bulu, Sukoharjo Arum Pratiwi; Erna Herawati; Abi Muhlisin; Nuralis Setyadi; Dian Hudiyawati; Kartinah Kartinah
Community Empowerment Vol 8 No 11 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.10172

Abstract

Bulu Community Health Center currently treats 24 Tuberculosis (TB) sufferers, 143 people in the risk group and has 30 health cadres. TB sufferers need comprehensive treatment including physiological and psychological problems. Psychological treatment for TB sufferers has not been carried out due to limited health personnel and lack of knowledge about how to detect psychosocial problems early and treat them. The aim of this community service is to obtain data on TB patients who experience psychosocial problems and increase health cadres' knowledge about detecting psychosocial problems and how to treat them. This program was carried out in the form of training and mentoring for 15 health cadres. Based on the evaluation results, the level of cadre knowledge about the concept of TB increased from 66.7 to 82.1 and the concept of depression increased from 56.4 to 72.2. Furthermore, skills in early detection increased from 52.3 to 76.5.
Gambaran Pengetahuan Perawat Terhadap Perawatan Paliatif pada Pasien Gagal Jantung di RSUD Dr. Moewardi Nindi Muthohar; Dian Hudiyawati
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 12 (2023): Volume 5 Nomor 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i12.10140

Abstract

ABSTRACT Chronic heart failure is defined as a complex clinical syndrome accompanied by complaints of heart failure in the form of tightness, fatigue either at rest or during exercise, edema and objective signs of cardiac dysfunction at rest. Heart failure is a major cause of poor quality of life, as well as high morbidity and mortality globally. Palliative care is an approach to improve the quality of life of patients and families in dealing with life-threatening and progressive problems, such as heart failure. The general objective of this study was to describe the knowledge of nurses in palliative care for heart failure patients at Dr. Moewardi General Hospital. This research method uses descriptive analytic which uses a quantitative approach with a cross sectional study method. The population in this study amounted to 40 respondents consisting of 20 nurses in the ICVCU room, 14 nurses in the Heart HCU and 6 nurses in the Aster 5 room. The age of the majority of respondents is the vulnerable age of 20-40 years, amounting to 26 nurses (65%), the majority were D3 totaling 22 nurses (55.0%), the majority of working time in the heart failure ward was 1-10 years with a total of 35 nurses (87.5%) as respondents. From the overall results of research regarding nurses' knowledge of palliative care, it shows that nurses have varying levels of knowledge, namely good (45%), sufficient (47.5%), and lacking (7.5%). Keyword: Nurse, Palliative Care, Heart Failure  ABSTRAK Gagal jantung kronik didefinisikan sebagai sindrom klinik yang komplek yang disertai keluhan gagal jantung berupa sesak, fatigue baik dalam keadaan istirahat atau latihan, edema dan tanda objektif adanya disfungsi jantung dalam keadaan istirahat. Gagal jantung atau Heart Failure menjadi penyebab utama kualitas hidup yang buruk, serta morbiditas dan mortalitas yang tinggi secara global. Paliatif care merupakan pendekatan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga dalam menghadapi masalah yang berkaitan dengan masalah yang mengancam jiwa dan progesif, seperti gagal jantung. Tujuan umum dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan perawat dalam perawatan paliatif pada pasien Gagal jantung di RSUD Dr.Moewardi. Metode Penelitian ini menggunakan deskriptif analitik yang menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 40 responden yang terdiri dari 20 perawat diruang ICVCU,14 perawat di HCU Jantung dan 6 perawat diruang Aster 5. Usia mayoritas responden yaitu pada rentan usia 20-40 tahun yang berjumlah 26 perawat (65%), Pendidikan terakhir perawat mayoritas adalah D3 berjumlah 22 perawat (55,0%), mayoritas lama bekerja dibangsal gagal jantung adalah 1-10 tahun dengan jumlah responden 35 perawat (87,5%).  Dari keseluruhan hasil penelitian mengenai pengetahuan perawat tentang perawatan paliatif menunjukan bahwa perawat memiliki tingkat pengetahuan yang variatif yaitu baik (45%), cukup (47,5%), dan kurang (7,5%). Kata Kunci: Perawat, Perawatan Paliatif, Gagal Jantung
Hubungan Tingkat Stres Dengan Kualitas Tidur Pada Pasien Gagal Jantung Ardhiansyah, Muhammad Faiz Fahrizal; Hudiyawati, Dian
Health Information : Jurnal Penelitian Content Digitized
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal jantung merupakan suatu kondisi di mana terjadi ketidakmampuan jantung untuk memompa darah yang adekuat dalam memenuhi kebutuhan jaringan akan oksigen dan nutrisi sehingga menimbulkan berbagai macam manifestasi klinis pada penderitanya. Adanya manifestasi klinis tersebut penderita bisa mengalami gangguan psikologis, salah satunya stres. Stres yang berlebih dapat mengganggu tidur penderita yang mengakibatkan menurunnya kualitas tidur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan kualitas tidur pada pasien gagal jantung. Jenis penelitian ini merupakan kuantitatif deskriptif, menggunakan metode pengambilan data secara cross sectional. Jumlah responden sebanyak 106 responden di poli jantung RS UNS menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner, PSS (Perceived Stress Scale) untuk mengukur tingkat stres dan PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index) untuk mengukur kualitas tidur. Analisis data menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukan pasien gagal jantung mengalami tingkat stres sedang sebesar 59,4% dan kualitas tidur buruk sebesar 84%, terdapat hubungan antara tingkat stres dengan kualitas tidur dengan nilai Sig.(2-sided) P=0,007. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat stres berhubungan dengan kualitas tidur pada pasien gagal jantung.
Penerapan Teknik Relaksasi Genggam Jari terhadap Penurunan Rasa Nyeri pada Pasien Post Operasi Kraniotomi Rini Indah Pratiwi; Dian Hudiyawati
Jurnal Ventilator Vol. 2 No. 2 (2024): Juni : Jurnal Ventilator
Publisher : Stikes Kesdam IV/Diponegoro Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59680/ventilator.v2i2.1188

Abstract

Craniotomy is a neurosurgical procedure for treating diseases or disorders in the head or brain. The craniotomy procedure can cause side effects in the form of pain. Pain is a sensation that arises due to tissue damage, involving a person's physical, emotional and mental reactions. Pain management is a non-pharmacological treatment used in the health world to reduce pain after patients undergo medical procedures. One of the pain management used in this case study is finger grip. This study aims to implement evidence-based practice of the finger grip method to reduce pain. This study uses a descriptive method with a case study approach. This study involved a patient who had undergone craniotomy surgery. Data was collected through interviews and document study. Data processing is carried out using pain scale measurements and monitoring vital signs such as blood pressure, pulse, respiration and temperature. The instruments used were books, pens and pain measurement scale paper. This case study shows that the finger grip technique is effective in reducing pain in patients who are experiencing pain. This is proven by the change in the level of pain when the finger grip management technique was applied for 3 days of application which decreased significantly. The results of the case study show that pain management using the finger grip technique is effective in reducing pain in patients, resulting in a significant reduction in pain scale
PENDIDIKAN KESEHATAN DALAM MENCEGAH PENYAKIT KANKER DI MASYARAKAT Rosyid, Fahrun Nur; Kristinawati, Beti; Hudiyawati, Dian; Annisa, Safira Bela; Antika, Febrianti Nur; Mustofa, Sidqon
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 7, No 6 (2023): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v7i6.19296

Abstract

Abstrak: Kanker adalah salah satu penyakit utama yang menyebabkan kematian di dunia. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pendidikan Kesehatan dalam mencegah penyakit kanker dimasyarakat. Metode pengabdian pendidikan kesehatan yang dilakukan adalah metode ceramah berupa penjelasan mengenai pengetahuan penyakit kanker, jenis kanker dan pencegahan kanker, dilanjutkan diskusi tanya jawab mengenai pertanyaan terkait penyakit kanker dan keluhan yang dirasakan penderita kanker melalui media power point dan leaflet. Sebanyak 30 orang peserta berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil pengujian analisis pengaruh pemberian edukasi terhadap tingkat pengetahuan peserta menunjukan nilai p = 0.03 dimana hal ini merupakan nilai yang signifikan sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dalam pemberian edukasi kesehatan terhadap tingkat pengetahuan peserta dalam manajemen kanker.Abstract: Cancer is one of the main causes of death in the world. The aim of this activity is to determine the effect of providing health education in preventing cancer in the community. The health education service method used is the lecture method in the form of explanations regarding knowledge of cancer, types of cancer and cancer prevention, followed by a questio and answer discussion regarding questions about cancer and complaints felt by cancer sufferers through the media of power points and leaflets. A total of 30 participants participated in this activity. The results of testing the analysis of the effect of giving education on the level of knowledge of participants showed a value of p = 0.03 where this is a significant value so that it can be concluded that there is an influence in providing health education on the level of knowledge of participants in cancer management.
Hubungan antara Kecemasan dengan Kepatuhan Minum Obat pada Pasien dengan Gagal Jantung Anjarsari, Rizki; Hudiyawati, Dian
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Supp Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.1900

Abstract

Gagal jantung merupakan suatu kondisi dimana jantung tidak mampu memompa cukup darah ke organ tubuh, dan jantung berhenti berfungsi dengan baik. Pada tahun 2018, prevalensi penyakit jantung di Indonesia sebesar 1,5% yang berarti sekitar 1.017.290 orang menderita gagal jantung. Salah satu gejala klinis penyakit jantung adalah stress dan kecemasan. Kecemasan dapat berdampak negative pada perilaku, misalnya kepatuhan berobat karena khawatir atau terlalu memikirkan penyakit yang dideritanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecemasan dengan kepatuhan minum obat pada pasien dengan gagal jantung. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini adalah pasien gagal jantung di poliklinik rawat jalan RS UNS. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sample yang berjumlah 103 responden. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu Kuesioner Karakteristik Demografi Responden, Cardiac Anxiety Questionere (CAQ) dan Medication Adharence Questionere (MMAS). Berdasarkan hasil penelitian, proporsi responden dengan kecemasan sedang sebanyak 14,6%, dan proporsi responden dengan kepatuhan pengobatan yang tinggi sebanyak 1,9%. Berdasarkan hasil analisis Chi-square diperoleh nilai p value sebesar 0,047 yang berarti H0 ditolak yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kecemasan dengan kepatuhan pengobatan pada pasien gagal jantung.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kualitas Tidur pada Pasien Gagal Jantung Oktavira, Sisilia Hani; Hudiyawati, Dian
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Supp Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.1989

Abstract

Gangguan tidur menjadi salah satu masalah yang mempengaruhi kualitas tidur pasien gagal jantung. Aktivitas fisik merupakan strategi atau terapi yang dapat membantu meningkatkan kualitas tidur. Namun, rata-rata pasien gagal jantung melakukan aktivitas fisik pada tingkat yang kurang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dan aktivitas fisik pada pasien gagal jantung. Metode penelitian ini merupakan kuantitatif dan menggunakan desain cross-sectional. Jumlah sampel yang terdiri dari 102 responden yang didiagnosis gagal jantung di poli jantung Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Moewardi Surakarta dipilih menggunakan purposive sampling. Penelitian ini dilakukan antara bulan Agustus sampai November 2023. Untuk analisis data, uji Spearman digunakan. Sebanyak 79 (77,5%) responden dalam penelitian ini berjenis kelamin laki-laki, dengan kelompok usia 56-65 tahun yang berjumlah 35 (34,3%). Pendidikan terakhir sebagian besar SD sebanyak 41 (40,2%). Responden yang bekerja sebanyak 82 (80,4%). Lama menderita penyakit responden terbanyak pada rentang ≥1 tahun yaitu 62 (60,8%). Responden yang tidak memiliki penyakit komorbid lebih banyak yaitu 78 (76,5%) dengan mayoritas 50 (49,0%) memiliki klasifikasi fungsional NYHA kelas II. Mayoritas responden penelitian ini mempunyai aktivitas fisik yang kurang optimal dan kualitas tidur yang baik. Hasil analisis bivariat memperlihatkan hubungan signifikan p value <0,05 (p=0,014) dengan korelasi negatif dan memiliki korelasi yang lemah (r= -0,2).
Hubungan antara Kualitas Tidur dengan Self-Care pada Pasien Gagal Jantung Septi Khairunisa; Hudiyawati, Dian
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Supp Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.1995

Abstract

Gagal jantung adalah kondisi klinis ketidakadekuatan jantung dalam memompa darah dan mengirim oksigen keseluruh tubuh. Gangguan tidur pada pasien gagal jantung adalah salah satu dari gejala klinis yang muncul yang dialami oleh pasien gagal jantung, karena akan dapat menggangu aktivitas keseharian. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis korelasi antara kualitas tidur dengan self-care pada pasien gagal jantung. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kuantitatif dengan menggunakan metode analitik korelasi rancangan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah non probability sampling dengan metode purposive sampling. Sampel penelitian ini sebanyak 105 sampling di poli jantung RS UNS. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner data demografi, PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index) mendapatkan hasil  uji  validitas yang menghasilkan nilai valid karena r hitung melebihi  r tabel  dengan tingkat signifikasi 0.361, adapun  nilai  uji reabilitas yang diperoleh yaitu sebesar 0.938  dan SCHFI (Self-Care Heart Failure) temuan pada uji validitas menunjukkan hasil valid karena r hitung melebihi  r tabel dengan tingkat signifikasi 0.361, adapun nilai ujji reabilitas didapatkan nilai Alpha Cronbach sebesar 0.897. Uji chi-square digunakan untuk menganalisis data. Hasil penelitian menyatakan pasien gagal jantung mengalami kulitas tidur yang buruk memiliki ketidakadekuatan self-care sebanyak 57% dengan hasil nilai Sig.(2-sided) P=0.006. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah kualitas tidur memiliki korelasi dengan self-care pada pasien gagal jantung.  
Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Self Care pada Pasien Gagal Jantung Alfianti, Ade Leta; Hudiyawati, Dian
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Supp Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.1997

Abstract

Gejala gagal jantung dapat hidup berdampingan dengan gejala kecemasan atau depresi, sehingga sulit bagi pasien untuk membedakan antara keduanya dan mengarah pada self care di bawah standar. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional, non-eksperimental. Metode purposive sampling digunakan dalam proses pengambilan sampel, dan dipilih 123 responden sesuai dengan kriteria sampel yang telah ditetapkan. Untuk mengukur hubungan antara tingkat kecemasan dan self care, analisis univariat dan bivariat (Spearman) dari data digunakan. Menurut temuan analisis, 51 responden, atau mayoritas dari mereka, berusia di atas 60 tahun. Dari total responden, 68 individu (55,3%) adalah perempuan dan 55 individu (44,7%) adalah laki-laki. Mayoritas responden (36,6%) memiliki tingkat pendidikan menengah (SMA) 45. Dari tanggapan tersebut, 110 orang (88,0%) memiliki pasangan. Menurut klasifikasi NYHA (I-III), 67 individu (53,6%) memiliki tingkat keparahan penyakit NYHA II, sementara 103 individu (82,4%) memiliki durasi penyakit kurang dari lima tahun. Pasien dengan gagal jantung mencetak rata-rata 33,11 untuk kecemasan, menunjukkan tingkat kekhawatiran sedang. Pasien memiliki self care yang sangat baik, seperti yang ditunjukkan oleh skor self care rata-rata 64,93. Temuan menunjukkan hubungan negatif yang signifikan (r = -0,6) dengan nilai p = 0,001 antara tingkat kecemasan dan variabel self care pada pasien dengan gagal jantung. Self Care pasien gagal jantung lebih baik ketika tingkat kecemasan mereka lebih rendah.
Hubungan antara Self Efficacy terhadap Aktivitas Fisik pada Penderita Penyakit Jantung Koroner Oktandora, Nobrila Salsa; Hudiyawati, Dian
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Supp Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.1999

Abstract

Bagi penderita penyakit jantung, khususnya penyakit jantung koroner, untuk dapat memperbaiki kondisi kesehatannya, mereka harus memiliki self-efficacy atau kepercayaan diri. Keyakinan diri dalam kapasitas ini dapat membantu seseorang mendapatkan kepercayaan pada kemampuan mereka untuk melakukan tugas-tugas tertentu. Pasien dengan gagal jantung kongestif (PJK) disarankan untuk meminimalkan waktu duduk mereka untuk meningkatkan fungsi jantung. Karena mereka ragu-ragu untuk melakukan latihan fisik, orang dengan gagal jantung kongestif sering menghindarinya. Penelitian di RSUD Moewardi Surakarta ini bertujuan untuk memastikan hubungan antara aktivitas fisik dan efikasi diri pada pasien dengan penyakit jantung koroner. Dengan menggunakan pendekatan purposeful sampling, 97 pasien poli jantung di RSUD Moewardi Surakarta berpartisipasi dalam penelitian kuantitatif cross-sectional ini. Cardiac Self-Efficacy (CSE) dan Rapid Assessment of Physical Activity (RAPA) adalah alat yang akan digunakan. Kuisoner telah diujikan pada 20 responden dan dikatakan valid dengan nilai alpha Cronbach 0.77 untuk instrument CSE serta nilai Cronbach alpha 0.755 untuk instrument RAPA. Analisis data menggunakan uji Spearman. Temuan menunjukkan hubungan yang menguntungkan dengan kekuatan korelasi moderat (r = 0,570) dan nilai p < 0,05 (p = 0,001) antara efikasi diri dan aktivitas fisik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa di antara pasien jantung koroner RSUD Moewardi Surakarta, efikasi diri dan aktivitas fisik saling terkait.
Co-Authors Abi Muhlisin Adella Indri Afitasari Ady Tyawarman Agus Herianto aisya, saktika Aji, Prima Trisna Ajie Maulana Prakoso Alfianti, Ade Leta Alzura, Charisma Amalia, Luthfiana ani syafriati Anik Widiastuti, Anik Anindyati Fatikhul Jannah Anjarsari, Rizki Annisa, Safira Bela Antika, Febrianti Nur Aprilia Kartika Sari Ardhiansyah, Muhammad Faiz Fahrizal Ardhika Putri Utami Arif Widodo Ariwati Anggita Putri Ariwati Anggita Putri Ariyanto, Fajar Arum Pratiwi Arum Pratiwi Ashar, Burhanudin Astuti, Lia Atmaja, Hanandhiya Intansari Azizah, Amalia Nur Azulla, Sellvinia Beti Kristinawati Chouhan, Devraj Singh Dewi, Siti Mutiara Sari Dilla Nurfatika Sari Dimas Ria Angga Pribadi Egidia Tiffany Eka Agustin Eka Lavenia Martini Ekan Faozi Endar Sulistyo Erna Herawati Erni Susanti Fadilah, Farah Faelani, Shelina Puput Gupita Fahrun Nur Rosyid Febi Kusuma Nugraha Hani Oktavira, Sisilia Hariati Wahyuningsih K Haryanto, Agung Hayati, Fila Diana Nur Hunain Suci Kamila Imani, Nadia Nur Indhira Kurniastining Fiqriyah Indhira Kurniastining Fiqriyah Intan Roesyati Intan Roesyati Isa, Zainuddin S. Jayanthi, Jesslyn Khoirunnisaa Jesslyn Khoirunnisaa Jayanthi Jumaiyah, Wati Jumaiyah, Wati Kamila, Hunain Suci Kartinah Karunia, Alya Fitri Dwi Khairunisa, Septi Latifardani, Rissa Martini, Eka Lavenia MH Dwi Nur Arif Miayunaisya Dyah Partita Mujannidah, Afidatul Musa, Mazlinda Musthofa, Tsuroya Nabila Mustofa, Sidqon Muzakar Isa Nabilla Oktaviani Nurlitasari Nadya Yuniandita Nindi Muthohar Niswatin, Tsani Khoirun Nugraha, Bima Surya Nugroho, Agustaria Budi Nur Imamah, Ida Nur Janah, Sherly Nuralis Setyadi Nurwijayanti Oktandora, Nobrila Salsa Oktavira, Sisilia Hani Pambudiarto, Arie Agus Prasetia, Enggartyas Nur Pratiwi, Arum Prima Trisna Aji Primalia, Pudika Priyani, Nabila Novita Priyanti, Tiyas Pudika Primalia Putri, Ariwati Anggita Putri, Ekky Puspita Sonia Rahmawati, Ellyza Renandha Parahita Reni Kartika Sari Rini Indah Pratiwi Rissa Latifardani Rizki Anjarsari Roesyati, Intan Romadhonia, Hanan Nofiana Sabila Rizki Saktika Aisya Hadyantari Saqina, Adhisty Fachrine Ayu sari, afifah laksmita Sari, Annas Tasya Permata Sari, Dilla Nurfatika Sari, Noviana Kurnia Sejati, Ilham Kukuh Septi Khairunisa Septiana, Yuni Setiyo Purwanto Siti Marfu'ah Sri Mulyani Sulastri Sulastri Sulastri Sumarno Adi Subrata Sutanto, Ikhlash Alkaustsar Syafriati, Ani Tanaya, Violeta Yuman Taqiyah, Serin Izzatut Tiffany, Egidia Tiyas Priyanti Tiyas Priyanti Tri Agustina Tyawarman, Ady Utami, Ardhika Putri Via Marganingsih Wachidah Yuniartika Wachidah Yuniartika Wibowo, Della Mardiana Widya Putri Rachmawati Winarsih Nur Ambarwati Wisardoyo Wisardoyo Wita Oktaviana Wulan Syafitry Yuli Susanti Yuni Sri Lestari, Yuni Sri Yuniandita, Nadya Zain, Choirunnisa' Hanun