p-Index From 2021 - 2026
11.547
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Prosodi: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Jurnal Kajian Bahasa, Sastra dan Pengajaran (KIBASP) Jurnal Ilmiah KORPUS Parafrase: Jurnal Kajian Kebahasaan dan Kesastraan Widyabastra : Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia LINGUISTIK : Jurnal Bahasa dan Sastra Hasta Wiyata Literasi : Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pembelajarannya Magistra Andalusia : Jurnal Ilmu Sastra SeBaSa: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Salaka : Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya Indonesia Cakrawala Indonesia SULUK: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Budaya SOSCIED Ghancaran: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Dinamika: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Indonesia Berdaya Ksatra: Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra Abdimas Langkanae Nuances of Indonesian Language Gurindam: Jurnal Bahasa dan Sastra DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Jurnal Diksatrasia : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia AKSARA: Jurnal Bahasa dan Sastra Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Tamaddun TITIK DUA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Jurnal Sastra Indonesia Jurnal Pengabdian Masyarakat ASMARALOKA : Jurnal Pendidikan, Linguistik dan Sastra Indonesia PEDAMAS (Pengabdian Kepada Masyarakat) Tabasa: Jurnal Bahasa, Sastra Indonesia, dan Pengajarannya Belajar Bahasa : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Sawerigading Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Claim Missing Document
Check
Articles

DENOTASI, KONOTASI, DAN MITOS ROLAND BARTHES DALAM FILM AYAT-AYAT CINTA 2 Ridwan, Nensilianti, Haerana,
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 9, No 2 (2024): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v9i2.443-451

Abstract

Film yang saya analisis adalah film religius atau Islam. Film tersebut menceritakan mengenai berbagai persoalan hidup dengan cara islami dan mempresentasikan tentang kebencian dan ketakutan terhadap Islam atau orang muslim. Analisis film ini menggunakan salah satu teori terpenting dalam studi bahasa, semiotika Roland Barthes, dapat menangkap makna yang tergandung dalam setiap adegan dalam film. Eksplorasi ini mencoba menyelidiki implikasi yang perlu disampaikan oleh film tersebut kepada penontonnya. Dalam keadaan unik ini, ilmuwan perlu menyelidiki signifikansi Islamofobia yang menjadi subjek utama dalam film Ayat Cinta 2 dengan memanfaatkan hipotesis semiotika Roland Barthes. Nantinya, tanda-tanda yang ada akan digunakan untuk analisis dialog dan adegan untuk menemukan makna denotatif, konotatif, dan mitis. Hasil akhir dari penelitian ini menganggap bahwa Islamophobia dibayangkan dalam berbagai kegiatan yang tidak diinginkan seperti kritik, pencemaran nama baik, segregasi sosial, serta kebrutalan dan serangan nyata. Efek samping dari Islamophobia ini tidak hanya mengejar secara bertahap tetapi menjangkau beberapa sudut pandang lain seperti kewanitaan, budaya Islami, dan karunia Islami. Selain terorisme, penelitian ini mengungkap sejumlah faktor lain yang turut mendorong munculnya Islamofobia, di antaranya upaya propaganda segelintir kelompok untuk mencemarkan nama baik Islam dan ketidakmampuan mereka memahami dunia Islam, yang membuat mereka berkesimpulan bahwa Islam adalah Islam. agama kekerasan. Studi tentang tanda dikenal sebagai semiotika. Roland Barthes percaya bahwa ada tiga jenis makna: denotasi, konotasi, dan mitos.
MAKNA DENOTASI DAN KONOTASI PADA FILM "SURGA YANG TAK DIRINDUKAN" Ridwan, Nensilianti, Reski,
Linguistik : Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 9, No 2 (2024): LINGUISTIK: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/linguistik.v9i2.376-380

Abstract

Ada pasang surut yang signifikan dalam perkembangan film di Indonesia sebagai salah satu bentuk media massa. Luasnya komunikasi di Indonesia pada dasarnya dapat mempengaruhi cara penyampaian pesan yang paling umum. Semiotika oleh Roland Barteh dalam film Surga yang Tak Dirindukan 1, yaitu tentang pernikahan poligami. Poligami adalah suatu kerangka perkawinan dimana salah satu pihak memiliki atau mengawinkan beberapa jenis kelamin yang lain secara bersamaan, poligami adalah perbuatan perkawinan lebih dari satu pasangan atau istri. Di Indonesia, poligami memang masih asing untuk diperbincangkan,fenomena poligami yang semakin marak pada lingkungan masyarakat membuat suatu hal yang menjadi kontroversi, namun beberapa produser film memang menganggap poligami sebagai topik yang menarik untuk diangkat sebagai karya media umum. Inti dari kajian pada film Surga yang tak dirindukan 1 adalah untuk mengetahui penggambaran pentingnya pemerataan dalam film Surga Yang Tak dirindukan 1 dilihat dari tanda-tanda visual yang muncul dalam film tersebut. Penelitian ini menggunakan investigasi semiotika Roland Barthes. Penelitian yang berfokus pada audio danvisual serta dianalisis melalui semiotika Roland Barthes. Film Surga Yang tak Dirindukan 1 ini juga berisi pembelajaran tentang bagaimana ikhlas dan sabar yang sebenarnya, jika seorang berpoligami maka ikhlas dan sabar adalah kuncinya.    
Perlawanan perempuan yang terpinggirkan dalam Novel “Anak Semua Bangsa” Karya Paramodya Ananta Toer Nensilianti, Nensilianti; Ridwan, Ridwan; Ramadhan, Nur Syawaluddin
Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra Vol 25, No 2 (2024): Aksara: Jurnal Bahasa dan Sastra
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/aksara/v25i1.pp388-397

Abstract

This research aims to analyze the novel "Children of All Nations" by Pramoedya Ananta Toer in the context of the struggle of oppressed women in Dutch colonial society. This analysis uses a feminist approach, focusing on the resistance of marginalized women. This research uses a qualitative descriptive methodology, where reading and note-taking techniques are applied in the data collection process. Reading techniques are used to understand and interpret the content of the text, while note-taking techniques focus on female characters in the novel who experience various types of gender-based oppression and injustice. The results of text analysis show that in the patriarchal culture of the Dutch East Indies colonial era, indigenous women figures such as Nyai Ontosoroh aggressively resisted oppression and fought for the rights of women who were always oppressed and marginalized. This research found that women are often marginalized and disadvantaged in societies dominated by men since the colonial era. In conclusion, it is hoped that the findings of this research will help to better understand the resistance of marginalized women in historical and social contexts.Keywords: Feminism, Resistance, Marginalized
Eksistensi Perempuaan dalam Novel "Merahnya Merah" karya Iwan Simatupang Nensilianti*, Nensilianti; Ridwan, Ridwan; Riska Nadia, Riska Nadia
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 13, No 2 (2024): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v13i2.4105

Abstract

This article discusses the existence of women in the novel "Merahnya Merah" by Iwan Simatupang. The study uses a qualitative descriptive method. Data were collected through careful reading of the novel and extraction of quotes that describe the existence of women. The data were then analyzed qualitatively using the theory of existentialist feminism. The findings of the study show that female characters in the novel display their existence through work, becoming intellectual agents, and rejecting gender subordination. They show courage, independence, and rejection of male domination, in line with the concept of existentialist feminism. The novel also depicts the existence of women as active subjects who oppose patriarchal norms. Female characters such as Maria and Fifi show the potential of women to be independent, think critically, and oppose gender subordination.Keywords: existentialism; feminism; novel Abstrak: Artikel ini mendiskusikan  eksistensi perempuan dalam novel "Merahnya Merah" karya Iwan Simatupang. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui pembacaan teliti terhadap novel dan ekstraksi kutipan yang menggambarkan eksistensi perempuan. Data kemudian dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan teori feminisme eksistensialis. Temuan penelitian menujukkan bahwa tokoh perempuan dalam novel menampilkan eksistensi diri mereka melalui pekerjaan, menjadi agen intelektual, dan menolak subordinasi gender. Mereka menunjukkan keberanian, kemandirian, dan penolakan terhadap dominasi laki-laki, sejalan dengan konsep feminisme eksistensialis. Dalam novel juga  tergambar eksistensi perempuan sebagai subjek aktif yang menentang norma-norma patriarki. Tokoh perempuan seperti Maria dan Fifi menunjukkan potensi perempuan untuk mandiri, berpikir kritis, dan menentang subordinasi gender.Katakunci: eksistensialisme; feminisme; novel 
Perjuangan dan Realitas Gender dalam Puisi "Perempuan Yang Tergusur" karya W.S Rendra Asia*, Asia; Ridwan, Ridwan; Wulandari, Welda
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol 13, No 2 (2024): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/alinea.v13i2.4148

Abstract

This article will describe gender inequality and social stereotypes in a poem. This study uses a qualitative approach because poetry is subjective and full of symbolic meaning, which allows for an in-depth approach to understanding and interpreting the poem's message. The results of the study show that the poem “Perempuan yang Tergusur” by W.S. Rendra intensely describes the struggle of marginalized women through the combination of natural elements with emotional and social journeys. In addition, from a feminist perspective, the poem depicts issues such as sexual exploitation, oppression, legal injustice, and eviction as a result of inequality. This is a deep, thought-provoking depiction of inequality and women's struggles, making this poem a call for more just and equal change.Keywords: feminism; inequality; poetry Abstrak:Artikel ini akan menggambarkan ketidaksetaraan gender dan stereotip sosial dalam sebuah puisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif karena puisi bersifat subjektif dan penuh makna simbolis, yang memungkinkan pendekatan mendalam untuk memahami dan menginterpretasikan pesan puisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi “Perempuan yang Tergusur” karya W.S. Rendra menggambarkan secara intens perjuangan perempuan yang terpinggirkan melalui penggabungan elemen alam dengan perjalanan emosional dan sosial. Selain itu, dari kaca mata feminisme dalam puisi tergambar isu-isu seperti eksploitasi seksual, penindasan, ketidakadilan hukum, dan pengusiran sebagai akibat ketidaksetaraan. Inilah gambaran mendalam yang menggugah pemikiran mengenai ketidaksetaraan dan perjuangan perempuan, menjadikan puisi ini sebagai panggilan untuk perubahan yang lebih adil dan setara.Katakunci: feminisme; ketidaksetaraan; puisi 
Eksistensi Perempuan Dalam Novel Re Dan Perempuan Karya Maman Suherman Ridwan, Ridwan; Rapi, Muhammad; Lisma, Lisma
TITIK DUA: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4, No 3 (2024)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/titikdua.v4i3.68002

Abstract

This research aims to find out how the existence of women in the novel Re and Perempuan by Maman using the feminism theory approach. This research is qualitative descriptive. The data in this study comes from quotations in the novel related to women's existence. reading and note-taking techniques are applied in the data collection process. The reading technique is used to understand and interpret the content of the text, while the note-taking technique focuses on the female characters in the novel who experience various types of oppression and injustice. The results of this study are as follows: first, the presence of female characters. The female characters in this novel are women who eventually succeed and achieve the freedom they dream of, but are trapped in situations that limit them. Secondly, the life of women in society, prostitutes who are considered as the scum of society even though their existence is the result of the existing economic inequality. Third, women in education show that the social level of parents cannot be a benchmark for children's education. Melur, who was born from a prostitute, was able to get a PhD. The theory used in this research is Simmone de Beaouvier's existentialist feminism theory. Existentialist feminism examines how the existence of female characters in living their lives.
Kritik Sosial pada Novel "Book Shamer" Karya Asmira Fhea: Sosiologi Sastra M, Asia; Ridwan, Ridwan; Nurlaila, Nurlaila
Nuances of Indonesian Language Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : PPJB-SIP (Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/nila.v5i2.864

Abstract

This research was conducted with the aim of looking for social criticism in the novel Book Shamer by Asmira Fhea, data was taken from the novel Book Shamer by Asmira Fhea. Data collection was carried out using library techniques, listening and taking notes. The data analysis methods used are descriptive analysis, content analysis, and comparative analysis by identifying elements in the novel, using Lucian Goldman's literary sociology theory. The results of this research show that there are five social criticisms in the novel Book Shamer, namely moral criticism about the ethics of communication on social media and the importance of empathy, educational criticism regarding the freedom to choose an educational path and a dismissive view of the field of literature, and family criticism which describes generational conflict related to appreciation. towards reading fiction. This research also emphasizes the importance of social awareness and appreciation of various types of knowledge and literary works. This study can show how literary works can be a medium for reflection and criticism of social reality. This confirms that literary works are not only entertainment, but also have an important role in forming social awareness.
Eksistensi Perempuan dalam Novel "Lebih Senyap Dari Bisikan" Karya Andina Dwifatma: Feminisme Eksistensial Simone de Beauvoir Ridwan, Ridwan; Nensilianti, Nensilianti; Hamid, Reski Aulia
Nuances of Indonesian Language Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : PPJB-SIP (Perkumpulan Pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya).

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/nila.v5i2.861

Abstract

This research aims to find and describe the form of gender injustice and the form of women's resistance in the novel Lebih Senyap dari Bisikan by using Simone de Beauvior's existential feminism theory approach. The data source in this research is taken from the novel Lebih Senyap dari Bisikan by Andina dwifatma. Data collection in this study used reading and note-taking techniques. The results of this study show the existence of gender injustice in the form of discrimination, biological conditions, and a form of resistance in the form of rejection of women as others as well as additional workloads on women to find and show the existence of the female characters from this novel.
PKM Pelatihan Literasi Informasi Untuk Siswa Dalam Memerangi Hoaks Di Dunia Digital (PKM Information Literacy Training for Students in Combating Hoaxes in the Digital World) Asia M, Asia M; Ridwan, Ridwan; Djuanda, Djuanda
Indonesia Berdaya Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.20251062

Abstract

Seiring perkembangan teknologi, minat siswa terhadap informasi digital meningkat. Namun, ketidakmampuan untuk menyaring informasi membuat mereka rentan terhadap hoaks. Hoaks dapat menyebabkan misinformasi, polarisasi sosial, bahkan ketakutan yang tidak beralasan. Siswa harus dilatih untuk berpikir kritis, mengevaluasi sumber informasi, dan membedakan antara fakta dan pendapat. Kegiatan PKM pelatihan literasi informasi untuk siswa dalam memerangi hoaks di dunia digital bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran siswa terhadap bahaya hoaks dan menumbuhkan etika digital dalam pengelolaan informasi. Tim PKM mengadakan kegiatan melalui pendampingan dan penyuluhan di SMK Negeri 3 Makassar.  Siswa mendapatkan pengetahuan, keterampilan, dan perspektif yang dibutuhkan untuk menghadapi tantangan informasi di era digital. Siswa tidak hanya memperoleh pemahaman tentang efek buruk hoaks tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis dalam menemukan, menganalisis, dan memverifikasi informasi melalui workshop verifikasi informasi, studi kasus, dan ceramah interaktif. Mereka diberi instruksi untuk memastikan bahwa informasi yang mereka terima adalah akurat dengan menggunakan alat digital seperti situs pemeriksa kebenaran dan mesin pencari. Oleh karena itu, pelatihan ini membantu siswa menjadi pengguna media digital yang lebih cerdas, kritis, dan bertanggung jawab. Kesimpulan bahwa siswa dididik dengan keterampilan untuk memverifikasi informasi dan membangun sikap bertanggung jawab, sehingga mereka menjadi pengguna media digital yang kritis, bijaksana, dan berkontribusi positif pada pembentukan lingkungan digital yang sehat.Abstract. As technology advances, students' interest in digital information increases. However, the inability to filter information makes them vulnerable to hoaxes. Hoaxes can cause misinformation, social polarization, and even unfounded fear. Students must be trained to think critically, evaluate sources of information, and distinguish between facts and opinions. The PKM activity of information literacy training for students in combating hoaxes in the digital world aims to increase students' understanding and awareness of the dangers of hoaxes and foster digital ethics in information management. The PKM team held activities through mentoring and counseling at SMK Negeri 3 Makassar. Students gained the knowledge, skills, and perspectives needed to face the challenges of information in the digital era. Students not only gained an understanding of the negative effects of hoaxes but also gained practical experience in finding, analyzing, and verifying information through information verification workshops, case studies, and interactive lectures. They were instructed to ensure that the information they received was accurate by using digital tools such as truth-checking sites and search engines. Therefore, this training helps students become smarter, more critical, and responsible digital media users. The conclusion is that students are educated with the skills to verify information and build a responsible attitude, so that they become critical, wise digital media users and contribute positively to the formation of a healthy digital environment.
Otoriter Budaya Patriarki dalam Novel Azab dan Sengsara Karya Merari Siregar: Feminisme Eksistensialitas Asia M, Asia M; Ridwan, Ridwan; Vanesa, Vanesa
Prosodi Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra Vol 19, No 1: (2025): prosodi
Publisher : Program Studi Bahasa Inggris Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/prosodi.v19i1.25465

Abstract

This research aims to examine the novel entitled "Azab dan sengsara" by Merari Siregar using the existential feminism approach as a view of the role of women in expressing their existentiality how women do not rely on men in their lives.  The method in this research uses descriptive qualitative through novel data sources by analyzing the existence of women in characters, and examining the influence of patriarchal culture on male characters. The results of the study discuss the conflicts that occur in a society by discussing the views of male characters, and the habits of society as a means of dominating women, such as, gender inequality, women's unfreedom in forced marriages, women's love results in discrimination In addition to this, it has been found that the existence of women in society, who are aware of the existence of women, and get the right to position as women including, the right to freedom, the right to express ideas and opinions, the right to be recognized.
Co-Authors Abd. Kadir T, Nabila Adhalia Wanafesyahan, Fahira Adinda Khoirunnisa Ahmadi, Hayana Amaliah M, Resky Apriliya, Dela Ardisa, Ardisa Asia Asia M Asia M Asia M, Asia M Asia*, Asia Aslan Abidin Aslan Abidin, Aslan Asriadi Atika Suri Ramadani Bunga , Vionanda Toding Bungatang Bungatang Charla, Yeremia Damat, Yultriani Davina, Davina Diana, Ririn Sefty Djuanda Djuanda, Djuanda Dwi Rahmi Apriliya F.Z, Miftahuljannah Filawati Filawati Filawati Fitri Ramadhani Galenta, Novita Hamdiah Sudirman Hamid, Reski Aulia Hastab, Nur Amalia Hendra Pratama Putra Hidayanti, Novy Humaira, Annisa Nur Afiat Imelia Kristi Rante Allo Inhilda, Inul Ishak Ishak Istiqamah, Putri Nur Ita Rosvita Jihan Atikah Johar Amir Junaedi, Inayah Maharezki Kurnia Ramadani Latif, Vivi Adriana Lisma Lisma, Lisma Lulyastuti Lulyastuti M, Asia M, Asia, Maharezki, Inayah Mahmudah Mahmudah Muhammad Alfian Tuflih Muhammad Rapi Mustika, Indah Mutiara Sari Ahmad Nensilianti nensilianti Nensilianti Nensilianti Nensilianti Nensilianti Nensilianti Ningrum Amalia Putri Nuna nk, Nurhidayah Aprilia Nur Amalia Hastab Nurul Aini Nurul Syafiqah Nuryuliati, Nuryuliati Pahlevi, Mirza Kamal Pratidina, Nur Ainun Pratiwi Pratiwi Puspa Darwini, Nurul Fadhilah Putra, Hendra Pratama Putra, Pauzan Ramadan Rahmah Indryani Rahmah Indryani Ramadani, Aulia Magfira Ramadhan, Nur Syawaluddin Rante Allo, Imel Kristi Rasding, Reski Fajria ratih ratih Rembon, Earline Griselda Riska Nadia, Riska Nadia Sakti M, Reztu Dwi Saputra, Yusril Shalsabilah Z, Shafira Siti Nurjihan Indasari Srikandi Apriliyani Srikandi Apriliyani Suarni Syam Saguni, Suarni Syam Sumarni Syafiqah*, Nurul Syafiqah, Nurul Syahril, Ainun Sang Fajar Talib, Arianti Tang, Muhammad Rapi Taufik Natsir Tuflih, Muhammad Alfian Umar Thamrin Vanesa, Vanesa Wiastra, Wulandari Wiwik Handayani Wulan Fadillah Wulandari Wulandari, Welda Yuliana Yuliana Yuliana Yuliana Yusuf, Dwi Anggita Zaskia Rahmadhani