Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

SOSIALISASI PEMANFAATAN LIMBAH ORGANIK SEBAGAI SOLUSI PERTANIAN SIRKULAR DI PESANTREN AN-NAJAH CINDAI ALUS PUTRA KABUPATEN TANAH LAUT KALIMANTAN SELATAN Maulana, Fajri; Febrina, Bunga Putri; Yardani, Jesi; Agasi, Satri Yusasra; Fajri, Fadhli; Yaman, Hafiz Ibnu; Naim, Dimas Amin; Adnan, Muhammad
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 8 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i8.2729

Abstract

Unmanaged food waste generated by students and the high cost of agricultural production due to dependence on chemical fertilizers are two major problems faced by Pesantren An-Najah Cindai Alus Putra, Tanah Laut Regency, South Kalimantan. This community service activity aimed to increase the awareness and knowledge of students at Pesantren An-Najah Cindai Alus Putra regarding the use of organic waste as part of a circular agriculture system. Socialization was carried out for 45 students using interactive lectures and educational media, such as PowerPoint presentations, leaflets, and infographics. The materials covered the concept of circular agriculture, the use of food waste as fermented feed for quails, and the utilization of quail feces as raw material for organic fertilizer. Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests to assess changes in participants' understanding. The results showed a significant increase in understanding, with an average score improvement of more than 75% in each assessed aspect. These findings demonstrate that contextual and participatory socialization is effective as an initial step in developing an integrated waste management system within the pesantren environment. This activity serves as a vital foundation for the development of sustainable circular agriculture. Going forward, technical training and continuous mentoring are needed to enable pesantren to implement this concept independently and consistently over the long term.
PENGARUH DOSIS PEREKAT TERHADAP KUALITAS FISIK RANSUM AYAM PETELUR BERBENTUK PELET Fajri, Fadhli; Febrina, Bunga Putri; Sandri, Dwi; Rido, Muhammad
Jurnal Peternakan (Jurnal of Animal Science) Vol 9, No 2 (2025): JURNAL PETERNAKAN (JURNAL OF ANIMAL SCIENCE)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jas.v9i2.19583

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis perekat terhadap kualitas fisik ransum ayam petelur berbentuk pelet. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan yaitu: perlakuan A: ransum tanpa perekat tepung tapioka (kontrol), B: ransum + perekat tepung tapioka 1,5%, C : ransum + perekat tepung tapioka 3,0%, D: ransum + perekat tepung tapioka 4,5%  dan E: ransum + perekat tepung tapioka 6,0 %. Peubah yang diamati adalah kadar air, kerapatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan dan sudut tumpukan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan dosis perekat yang berbeda berpengaruh sangat nyata (P0.01) terhadap kadar air pelet, kerapatan tumpukan, kerapatan pemadatan tumpukan dan sudut tumpukan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah dosis perekat tapioka terbaik pada pembuatan pelet ransum ayam petelur adukan adalah 3% dengan kandungan kadar air 10,29 %, kerapatan tumpukan 554,70 kg/m3, kerapatan pemadatan tumpukan 623,26 kg/m3 dan sudut tumpukan 39,43o
Pengaruh Marinasi Ekstrak Kecombrang (Etlingera elatior) dengan Variasi Konsentrasi dan Lama Perendaman terhadap Karakteristik Fisik Daging Puyuh (Coturnix coturnix japonica) Jannah, Hidayatul; Pratama, Yudha Endra; Syahminan, Auli Two Putra; Fajri, Fadhli
Jurnal Peternakan Borneo Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Peternakan Borneo
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jpb.v4i1.50

Abstract

Marinasi merupakan salah satu metode pengolahan daging yang bertujuan untuk meningkatkan cita rasa, memperbaiki tekstur, dan mempertahankan kualitas daging. Bunga kecombrang (Etlingera elatior) diketahui memiliki senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenol, dan antosianin yang berpotensi memperbaiki kualitas fisik daging melalui mekanisme peningkatan kapasitas ikat air dan penghambatan oksidasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh konsentrasi ekstrak kecombrang dan lama perendaman terhadap karakteristik fisik daging puyuh (Coturnix coturnix japonica), meliputi pH, cooking loss, warna (L*, a*, b*), dan tekstur (shear force). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 3×3 dengan dua faktor, yaitu konsentrasi ekstrak kecombrang (0%, 10%, dan 20%) dan lama perendaman (30, 60, dan 120 menit), masing-masing diulang tiga kali. Data dianalisis menggunakan ANOVA dua arah dan uji lanjut Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak kecombrang dan lama perendaman berpengaruh signifikan (p<0,05) terhadap semua parameter yang diamati. Peningkatan konsentrasi ekstrak dan waktu marinasi menurunkan nilai pH dan cooking loss, serta meningkatkan nilai a(kemerahan), b(kekuningan), dan keempukan daging (shear force). Perlakuan terbaik diperoleh pada konsentrasi 20% dengan lama perendaman 120 menit yang menghasilkan pH 6,18, cooking loss 26,50%, nilai a 10,90, b 7,70, dan shear force 25,40 N. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak kecombrang dapat digunakan sebagai bahan marinasi alami yang efektif dalam meningkatkan kualitas fisik daging puyuh. Temuan ini memberikan peluang pengembangan teknologi pengolahan daging unggas yang lebih sehat dan ramah lingkungan.
Peningkatan Nutrisi Sisa Makanan dan Limbah Organik Dapur Pesantren di Kabupaten Tanah Laut Hidayat, Ryan; Khusairi, Ahmad; Zakhiya, Malika; Maulana, Fajri; Fajri, Fadhli; Febrina, Bunga Putri; Sandri, Dwi; Susalam, Malikil Kudus
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science) Vol 26 No 3 (2024): Jurnal Peternakan Indonesia
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jpi.26.3.128-137.2024

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kandungan nutrisi sisa makanan dan limbah organik dapur pesantren di Kabupaten Tanah Laut sebagai pakan lokal ternak unggas. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial 3 x 3 dengan 3 ulangan. Faktor I yaitu jenis mikrorganisme (Bacillus amyloliquefaciens, Neurospora crassa dan Saccharomyces cerevisiae) dan Faktor II yaitu lama fermentasi (lama fermentasi 5, 7 dan 9 hari). Peubah yang diamati adalah kandungan bahan kering (%), protein kasar (%BK), lemak kasar (%BK), serat kasar (%BK) dan total abu (%BK). Hasil penelitian ini menunjukan tidak terjadi interaksi antara jenis mikroorganisme dengan lama fermentasi, namun masing-masing faktor yaitu jenis mikroorganisme (Faktor I) berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan lemak kasar dan serat kasar dan lama fermentasi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan lemak kasar dan serat kasar. Dari penelitian ini dapat disimpulkan fermentasi sisa makanan dan limbah dapur organik fermentasi dengan Saccharomyces cerevisiae dengan lama 7 hari diperoleh kandungan nutrisi bahan kering 92,46%, kandungan protein kasar 20,17% BK, kandungan lemak kasar 16,76% BK, serat kasar 5,90% BK dan total abu 7,44 %BK.
Efek Dosis Probiotik Konsorsium pada Kualitas Organoleptik Daging Broiler Susalam, Malikil Kudus; Marlida, Yetti; Prima, Heppy Setya; Fajri, Fadhli; Maulana, Fajri
Jurnal Peternakan Vol 22, No 2 (2025): September 2025
Publisher : State Islamic University of Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jupet.v22i2.33056

Abstract

ABSTRAK. Probiotik konsorsium merupakan kombinasi dari berbagai mikroorganisme yang saling bekerja sehingga menghasilkan manfaat yang lebih baik dibandingkan probiotik tunggal. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan dosis pemberian probiotik konsorsium yang terbaik dilihat dari uji organoleptik daging broiler meliputi tekstur, rasa, warna dan aroma. Penelitian menggunakan ayam broiler yang dipelihara selama 35 hari dengan pemberian level probiotik konsorsium berbeda dalam air minum. Pakan yang digunakan adalah BR 1 Wonokoyo. P0 = pemberian level 0 ml probiotik konsorsium, P1 = pemberian level 0,5 ml probiotik konsorsium, P2 = pemberian level 1 ml probiotik konsorsium dan P3 = pemberian level 1,5 ml probiotik konsorsium dengan 5 kali pengulangan. Parameter yang diamati adalah tekstur, rasa, warna dan aroma daging. Hasil penelitian ini menunjukkan pemberian probiotik konsorsium pada ayam broiler memberikan pengaruh berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap tekstur daging, rasa daging, warna daging dan aroma daging. Hasil penelitian ini disimpulkan pemberian level 1 ml probiotik konsorsium pada ayam broiler diperoleh tekstur daging 4,40; rasa daging 4,31; warna daging 3,82 dan aroma daging 4,14.Kata kunci: Probiotik, konsorsium, tekstur, rasa, warnaThe Effect of Probiotic Consortium Dosage on the Organoleptic Quality of Broiler MeatABSTRACT. Consortium probiotics are a combination of various microorganisms that work together to produce better benefits than single probiotics. This research aimed to obtain the best dose of probiotic consortium based on organoleptic tests of broiler meat, including texture, taste, color, and aroma. This study used broiler chickens that were reared for 35 days by administering different levels of probiotic consortium in drinking water. The feed used is BR 1 Wonokoyo. P0 = Giving probiotic consortium level 0 ml, P1 = Giving probiotic consortium level 0.5 ml, P2 = Giving probiotic consortium level 1 ml, and P3 = Giving probiotic consortium level 1.5 ml with 5 times covered. The parameters observed were texture, taste, color, and aroma of meat. The results of this study showed that giving a probiotic consortium to broiler chickens had a very significantly different effect (P<0.01) on meat texture, meat taste, meat color, and meat aroma. From the results of this study, it was concluded that by administering 1 ml of the probiotic consortium to broiler chickens, the meat texture was 4.40, the meat taste was 4.31, the meat color was 3.82, and the meat aroma was 4.14.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN GELINGGANG (Cassia Alata L.) TERHADAP BAKTERI PATOGEN SALURAN PENCERNAAN UNGGAS Fajri, Fadhli; Maulana, Fajri; Febrina, Bunga Putri; Sandri, Dwi; Jannah, Noor; Rafly, Muhammad
AGRIBIOS Vol 22 No 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i2.5474

Abstract

Tanaman gelinggang (Cassia alata L.) merupakan salah satu komoditas pertanian unggulan dari Kalimantan Selatan. Daun gelinggang (Cassia alata L.) mengandung senyawa fitokimia yaitu fenolik, flavonoid, saponin dan tannin yang dapat bersifat sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis pelarut terbaik dalam ekstraksi daun gelinggang ditinjau dari aktivitas antibakteri terhadap bakteri patogen dalam saluran pencernaan seperti Escherichia coli, Salmonella sp dan Staphylococcus aureus. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen, dan rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan dalam penelitian ini adalah : A = Tanpa AGP Sintetis dan Ekstrak Daun Gelinggang (Kontrol Negatif), B = AGP Sintetis (Kontrol Positif), C = Ekstrak Daun Gelinggang dengan Pelarut Air, D = Ekstrak Daun Gelinggang dengan Pelarut Etanol dan E = Ekstrak Daun Gelinggang dengan Pelarut Metanol. Hasil dari penelitian ini adalah ekstrak daun gelinggang dengan pelarut aquades, etanol dan methanol mampu menghambat bakteri patogen saluran pencernaan unggas (Escherichia coli, Salmonella sp, Staphilococcus aureus). Kemampuan zona hambat ekstrak daun gelinggang dengan pelarut aquades, etanol dan metanol terhadap bakteri patogen saluran pencernaan unggas (Escherichia coli, Salmonella sp, Staphilococcus aureus) sama atau tidak berpengaruh nyata dengan kemampuan zona hambat AGP sintetis (kontrol positif), namun memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata dengan perlakuan tanpa AGP sintetis dan ekstrak daun gelinggang (Kontrol Negatif).
PENINGKATAN KUALITAS NUTRISI SISA MAKANAN HOTEL DAN RESTORAN DI BANJARMASIN SEBAGAI PAKAN LOKAL TERNAK UNGGAS Febrina, Bunga Putri; Maulana, Fajri; Fajri, Fadhli; Sandri, Dwi; Andini, Elliani Cahya; Cahayati, Khaida Putri
AGRIBIOS Vol 22 No 2 (2024): November
Publisher : Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/agribios.v22i2.5450

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kandungan nutrisi sisa makanan hotel dan restoran di Banjarmasin sebagai pakan ternak unggas. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor A (Jenis Mikroorganisme) yaitu A1= Bacillus amyloliquefaciens, A2= Neurospora crassa, A3 = Saccharomyces cerevisiae dan Faktor B (Lama Fermentasi) yaitu B1= Lama fermentasi 5 hari, B2 = Lama fermentasi 7 hari dan B3 = Lama fermentasi 9 hari. Peubah yang diamati adalah kandungan energi metabolisme (kkal/kg), protein kasar (%), lemak kasar (%) dan serat kasar (%). Hasil penelitian ini antara jenis mikroorganisme dengan lama fermentasi menunjukan interaksi antara sangat nayata (P<0,01) terhadap kandungan energi metabolisme, namun tidak terjadi interaksi terhadap kandungan protein kasar, lemak kasar dan serat kasar. Dari penelitian ini dapat disimpulkan fermentasi sisa makanan restoran dan hotel di bajarmasin dengan Bacillus amyloliquefaciens pada lama fermentasi 7 hari diperoleh kandungan energi metabolisme 3.484,23 kkal/kg, protein kasar 21,41%, lemak kasar 7,69% dan serat kasar 5,90%. Kata kunci: hotel, nutrisi, peningkatan, restoran, sisa makanan,
Physical Quality Test Of Rice Bran From Different Milling In Tanah Laut District Maulana, Fajri; Fajri, Fadhli; Febrina, Bunga Putri; Sandri, Dwi
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol. 12 No. 3 (2024)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jipt.v12i3.p210-219

Abstract

This research aims to determine the physical quality of rice bran from different mills in Tanah Laut Regency. Data were collected in this research by means of observation and interviews at five different mills in Tanah Laut, namely Panyipatan, Bumi Makmur, Takisung, Kurau and Pelaihari Districts. Data collection was continued with analysis of the physical quality of the bran in the laboratory. Data was processed manually and analyzed descriptively. The parameters measured for the physical quality of rice bran are water content, pile density, pile compaction density, pile angle and specific gravity. The results of this research show that the physical quality of rice bran from different mills in Tanah Laut Regency has good criteria in terms of water content, namely: 11.18 – 13.31%; stack density 300.00 - 430.00 gram/cm3;  pile compaction density 395.04 - 693.45 gram/cm33; stack angle 32.09 - 53.85° and specific gravity 0.219 - 0.143 gram/cm3.
PEMANFAATAN PELEPAH SAWIT UNTUK PAKAN FERMENTASI KAMBING, MODEL PERTANIAN SIRKULAR DI TANAH LAUT Febrina, Bunga Putri; Maulana, Fajri; Yardani, Jesi; Agasi, Satri Yusasra; Fajri, Fadhli; Cahayati, Khaida Putri; Andini, Elliani Cahya; Khoiriyah, Siti Nur
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 10 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i10.3026

Abstract

Oil palm plantation waste, including fronds, fibres, and palm kernel meal, remains an underutilised local resource among livestock farmers in the Tanah Laut region. Despite its potential as an economical and sustainable alternative feed, its adoption has been limited. This community service initiative, conducted in collaboration with ASPERKAM Tanah Laut, aims to promote a circular agriculture model by utilising oil palm waste as feed for goats. The primary objective is to enhance farmers’ capacity to process oil palm waste into nutritious livestock feed while strengthening community-based sustainable agricultural practices. The implementation methods included field surveys, technical training on feed formulation, and feeding trials with goats. A participatory approach was employed to ensure active farmer involvement throughout each phase of the activity. The results indicate that oil palm waste can be processed into feed with adequate nutritional content and is well accepted by livestock. Feed cost efficiency improved by up to 30% compared to commercial feed. Farmers demonstrated increased knowledge and skills in feed formulation, along with heightened environmental awareness through organic waste reduction. This initiative also reinforced synergy between academia and local communities in developing grassroots innovations. In conclusion, the utilisation of oil palm waste as goat feed has proven to be effective and holds significant potential to support inclusive and sustainable circular agriculture.