Claim Missing Document
Check
Articles

Skrining Gangguan Refraksi Mata dan Buta Warna Pada Pelajar SMK Negeri 8 Palembang Purwoko, Mitayani; Indawaty, Septiani Nadra; Rodhiaty, Fera Yunita; Rizki, Putri Nersi; Alifah, Haura Zatty; Jamaiyah, Miranda; Utami, Dhiya Luthfiyyah; Miranda, Mira
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 2 No. 1 (2024): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/pmsdu.v2i1.331

Abstract

Skrining gangguan penglihatan (visus) dimaksudkan untuk mencegah kejadian gangguan ketajaman penglihatan. Pemeriksaan tajam penglihatan dilakukan dengan kartu Snellen (Snellen Chart) yang berisikan berbagai ukuran huruf atau angka yang ditempatkan pada jarak 6 meter di depan pasien. Selain gangguan penglihatan, pelajar juga mungkin mengalami buta warna yang dapat menghambat pilihan studinya di masa depan. Buta warna bersifat diturunkan dari ibu kepada anak laki-lakinya. Pemeriksaan buta warna dilakukan dengan menggunakan Buku Ishihara. Hasil skrining pada 20 orang pelajar didapatkan 10 orang (50%) mengalami kelainan refraksi mata dan 1 orang pelajar laki-laki (5%) menderita buta warna parsial. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan seorang pelajar mengalami kelainan refraksi. Hal ini dapat diatasi dengan koreksi visus menggunakan kacamata yang sesuai. Buta warna bersifat genetik sehingga tidak dapat disembuhkan, namun penderita telah diberi edukasi terkait dampak dari penyakitnya tersebut.
Kolangitis Akut pada Penderita Tumor Klatskin Astoni, Muhamad Ayus; Bardiman, Syadra; Purwoko, Mitayani
MAGNA MEDICA Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 5 (2018): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.77 KB) | DOI: 10.26714/magnamed.1.5.2018.11-19

Abstract

Acute cholangitis in patients with Klatskin tumor Tumor Klatskin merupakan suatu kolangiokarsinoma tipe ekstrahepatik yang bersifat ganas dan timbul dari epitel duktus koledokus dan kedua percabangannya. Seorang wanita usia 47 tahun mengalami keluhan badan panas sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit. Satu hari sebelum masuk rumah sakit, pasien mengalami demam tinggi terus- menerus, tidak disertai dengan menggigil. Keluhan disertai nyeri hebat di perut kanan atas sampai ke ulu hati, nafsu makan menurun, mual setiap hendak makan, BAK berwarna seperti teh, BAB biasa, dan mata terlihat kuning. Satu minggu sebelum masuk rumah sakit, keluhan nyeri perut makin sering timbul disertai demam, mual, kadang-kadang muntah bila makan, dan nafsu makan makin turun. Hasil MRI menunjukkan kesan lesi hipointens dengan tepi yang irreguler di distal CBD sepanjang ±2 cm dengan dilatasi sedang CBD di bagian proksimalnya dan dilatasi ringan IHBD serta tak tampak dilatasi pada duktus pankreatikus, mengesankan massa di distal CBD yang menyebabkan obstruksi, curiga Klatskin Tumor Type 1 (berdasarkan Bismuth Classification). Pasien menolak dilakukan tindakan pembedahan maupun kemoterapi. Pasien mengaku merasa dalam kondisi baik, keluhan nyeri perut sangat jarang, nafsu makan sudah meningkat. Klatskin tumor is an malignant extrahepatic type of cholangiocarcinoma and arises from the choledocus ducte pithelium and its two branches. A 47-year-oldwoman has afever since one day before being hospitalized. One day before being admitted to the hospital, the patient experienced a persistent high fever, not accompanied by shivering. Complaints accompanied by severe pain in the right upper abdomen to the epigastrium, decreasedappetite, nausea, urine coloredliketea, normal bowelmovements, and eyes look yellow. One week before being hospitalized, complaintsof abdominal pain often came with fever, nausea, sometimes vomiting when eating, and appetite decreased. The MRI results showed hypointense lesions with irregular edges in the distal CBD of ±2 cm with moderate CBD dilatation in the proximal part and mild IHBD dilatation and no visible dilatation of the pancreatic ducts, impressive distal CBD mass causing obstruction, suspicious of Klatskin Tumor Type 1 (basedonBismuthClassification). Patient refused surgeryor chemotherapy. Patient claimed to feel in good condition, complaints of abdominal pain was veryrare, appetite has increased. 
Faktor Risiko Timbulnya Kelainan Kongenital Purwoko, Mitayani
MAGNA MEDICA Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.312 KB) | DOI: 10.26714/magnamed.6.1.2019.51-56

Abstract

Risk Factors for Congenital AbnormalitiesThe life expectancy of a person can vary depending on where the person was raised. The gap in the health sector is especially felt in people with congenital disorders. Congenital abnormality is a condition of abnormal structure or function of the body that appears at birth. If the baby is born well, it can cause lifelong disability and cause negative effects on the family and the environment. Several risk factors that have an important role in the emergence of congenital abnormalities are nutrition, parental age, and environment. Inadequate nutritional consumption, drug consumption during pregnancy, maternal and paternal age at conception, and exposure to dust and cigarette smoke in the environment can cause congenital abnormalities. Usia harapan hidup seseorang dapat bervariasi tergantung di mana orang tersebut dibesarkan. Kesenjangan dalam bidang kesehatan terutama dirasakan pada penderita kelainan kongenital. Kelainan kongenital adalah suatu kondisi ketidaknormalan struktur atau fungsi tubuh yang muncul saat lahir. Apabila bayi terlahir dengan baik maka dapat menyebabkan disabilitas seumur hidup dan menyebabkan pengaruh negatif  bagi keluarga dan lingkungan. Beberapa faktor risiko yang memiliki peranan penting dalam timbulnya kelainan kongenital adalah nutrisi, usia orang tua, dan lingkungan. Konsumsi nutrisi yang tidak adekuat, konsumsi obat-obatan selama kehamilan, usia ibu dan ayah saat terjadi pembuahan, serta adanya paparan debu dan asap rokok pada lingkungan dapat menyebabkan kelainan kongenital.
Isolation and Characterization of Wound Healing Compounds from Chloroform Extract of Binahong Leaves (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) Rohani, Siti; Purwoko, Mitayani
MAGNA MEDICA Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.415 KB) | DOI: 10.26714/magnamed.8.1.2021.40-59

Abstract

The leaves of Binahong (Anredera cordifolia (Ten) Steenis) have been widely studied to have benefits and uses in various medical purposes, one of which is in the wound healing process. The existence of several active compounds contained in the leaves of the Binahong tree plant have an important role in wound healing, such as flavonoids, terpenoids, alkaloids, saponins, ascorbic acid and citrate compounds, these compounds are the targeted for further process of this natural product. The eminence of the extraction method that is used repeatedly and consistently to obtain pure compounds from Binahong leaves to be isolated is the one of topics discussed in this literature study. The perspective of implementation from liquid-solid extraction followed by liquid-liquid extraction using chloroform as a solvent is discussed comprehensively in this article. The identification of the isolation of compounds are able to conducted by implemented a thin layer chromatography (TLC) techniques, and for the further structural determination by UV, MS, FTIR, NMR spectroscopy and separation techniques using GC-MS. Respectively, the components are successfully to be identified and reported in previous research, for the following criteria that have been completed, some isolated active compound are purposed as the candidate for the wound healing agent. For the further application it is reasonable to implied these matters for some pharmaceutical products.
Dermatoglifi Pada Autisme Dan Sindrom Down di Palembang Suciandari, Altiara Risky; Mundijo, Trisnawati; Purwoko, Mitayani
MAGNA MEDICA Berkala Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 5 (2018): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.097 KB) | DOI: 10.26714/magnamed.1.5.2018.30-35

Abstract

Dermatoglyphics on Autism and Down's Syndrome in PalembangDermatoglyphics is the study of fingerprint patterns, the number of tendrils and the number of triradius whose development is regulated by genetics. Chromosomal abnormalities that can affect the dermatoglyphic phenotype include Autism and Down's Syndrome. This study aims to determine the fingerprint pattern in patients with Autism and Down's Syndrome. This research is descriptive with a total sample of 76 patients, namely 46 patients with autism and 30 patients with Down's Syndrome who were taken by total sampling at YPAC, YBAM and Autism Clinic Anakku Palembang. From the research results, the loop pattern is the most common fingerprint pattern in Autism (57.2%) and in Down's Syndrome (80.7%). While the arch pattern is the least fingerprint pattern, namely Autism (3.7%) and Down's Syndrome (5.3%). The results of the study concluded that most people with Autism and Down's Syndrome in Palembang had a loop fingerprint pattern. Dermatoglifi adalah ilmu yang mempelajari pola sidik jari, jumlah sulur dan jumlah triradius yang perkembangannya diatur oleh genetik. Kelainan kromosom dapat mempengaruhi fenotip dermatoglifi diantaranya adalah Autisme dan Sindrom Down. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola sidik jari pada penderita Autisme dan Sindrom Down. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan sampel penelitian berjumlah 76 penderita yaitu 46 penderita Autisme dan 30 penderita Sindrom Down yang diambil secara total sampling di YPAC, YBAM dan Klinik Autis Anakku Palembang. Dari hasil penelitian pola loop merupakan pola sidik jari terbanyak pada Autisme (57,2%) dan pada Sindrom Down (80,7%). Sedangkan pola arch merupakan pola sidik jari yang paling sedikit yaitu Autisme (3,7%) dan Sindrom Down (5,3%). Hasil penelitian disimpulkan penderita Autisme dan Sindrom Down di Palembang sebagian besar memiliki pola sidik jari loop.  
PEMBERIAN TERAPI KORTIKOSTEROID ORAL MEMENGARUHI TINGGI BADAN PENDERITA SINDROM NEFROTIK DI RSUD PALEMBANG BARI Asyik, Hadi; Gunawan, Ernes Putra; Sinta, Adliah Zahira Padya; Purwoko, Mitayani
MESINA (Medical Scientific Journal) Vol 2, No 1 (2021): Medical Scientific Journal (MESINA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/msj.v2i1.2619

Abstract

Sindrom Nefrotik adalah suatu keadaan klinis yang ditandai dengan proteinuria masif (? 40 mg/m2/jam), hipoalbuminemia (? 3,0 g/dL), hiperkolesterolemia (>250 mg/dL) dan edema. Kortikosteroid merupakan pilihan pertama untuk terapi sindrom nefrotik. Penggunaan kortikosteroid jangka panjang dapat menghambat hormon pertumbuhan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi kortikosteroid oral terhadap tinggi badan penderita sindrom nefrotik. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian diambil secara total sampling dan dianalisis secara statistik dengan Chi-Square. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa status rekam medik di Bagian Anak RSUD Palembang BARI periode 2016-2018. Hasil penelitian didapatkan 55 data rekam medik pasien sindrom nefrotik menunjukkan jenis kelamin terbanyak adalah anak laki-laki (65,5%), usia rata-rata adalah 8,89 ± 5,119 tahun, tinggi penderita banyak yang tidak sesuai dengan usianya (83,6%), hasil klasifikasi terapi terbanyak adalah terapi inisial 31 orang (56,4%). Uji Chi Square untuk menilai pengaruh pemberian terapi kortikosteroid oral terhadap kesesuaian tinggi badan penderita sindrom nefrotik menunjukkan nilai p = 0,012. Simpulan, tinggi badan penderita Sindrom Nefrotik dipengaruhi oleh pemberian terapi kortikosteroid oral yang sering akibat kondisi relaps.
Hubungan Status Gravida dan Kehamilan Multipel dengan Derajat Keparahan Preeklampsia Fachrozi, Muhammad Fuad Arifin; Indriani, M. A. Yenny; Mundijo, Trisnawati; Purwoko, Mitayani
FASKES : Jurnal Farmasi, Kesehatan, dan Sains Vol. 1 No. 2 (2023): Bulan November 2023 Faskes : Jurnal Farmasi, Kesehatan dan Sains
Publisher : Program Studi Farmasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/faskes.v1i3.2157

Abstract

Latar belakang: Preeklampsia adalah penyakit hipertensi yang terjadi selama kehamilan. Salah satu faktor risiko terjadinya preeklampsia pada ibu hamil adalah status gravida dan kehamilan multipel. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara status gravida dan kehamilan multipel dengan derajat keparahan preeklampsia di RSUD Palembang BARI tahun 2020-2022. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah data rekam medik pasien ibu hamil dengan preeklampsia yang melahirkan di RSUD Palembang BARI selama periode tahun 2020-2022. Sebanyak 68 sampel telah diambil dengan teknik concecutive sampling. Hasil: Sebanyak 16,2% ibu merupakan primigravida, 83,8% multigravida, 70,5% preeklampsia berat, 29,4% preeklampsia ringan, 4,4% dengan kehamilan multipel, 32,4% dengan kadar protein urine +1, 25,0% dengan kadar protein urine +2, 42,6% dengan kadar protein 3+. Hasil uji Fisher exact test didapatkan nilai p=0,155 untuk status gravida dan p=0,550 untuk kehamilan multipel. Kesimpulan dan Saran: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara status gravida dan kehamilan multipel dengan derajat keparahan preeklampsia di RSUD Palembang BARI.
Harnessing Electrochemical Processes for Enhanced Struvite Crystallization: A Comprehensive Review Ariyanto, Eko; Yusmartini, Eka Sri; Gusmiatun, Gusmiatun; Fatimah, Fatimah; Purwoko, Mitayani
IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry) Vol 10, No 1 (2025): February 2025
Publisher : IJFAC (Indonesian Journal of Fundamental and Applied Chemistry)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The recovery of nutrients from contaminated water and wastewater can effectively mitigate both the nutrient burden on water resources and the associated environmental issues affecting aquatic ecosystems. This approach presents a valuable solution towards achieving environmental and societal sustainability. Consequently, struvite crystallization technology has emerged as a promising method for nutrient recovery, as the resulting precipitate can be recycled as a natural fertilizer. This review aims to elucidate the characteristics of struvite and provide insight into the fundamental process of crystallization. Furthermore, it comprehensively discusses the various variables that influence struvite crystallization, with a special focus on its application in urine-contaminated water using electrochemical methods. The review also highlights the advantageous on environmental and economic aspects. In addition, the limitations of struvite crystallization technology are examined, and future research prospects are explored, particularly in the context of electrochemical techniques which offer innovative solutions for controlled nutrient extraction. Ultimately, this work serves as a foundational resource for the future utilization of struvite crystallization technology in nutrient recovery, in response to the escalating environmental challenges and depletion of natural resources.Keywords: Struvite formation, electrochemical process, magnesium anode, struvite crystallization, natural fertilizer
Family Support in Perineal Wound Care for Postpartum Mothers in Lampung Salsabilla, Salsabilla; Oktariza, Rury Tiara; Purwoko, Mitayani
Indonesian Journal of Medical Anthropology Vol. 6 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Medical Anthropology
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijma.v6i1.19270

Abstract

Cases of perineal wounds in postpartum mothers are still frequently encountered in Indonesia. One of the factors that can influence the healing of perineal wounds is the role of the family in the care of perineal wounds. This study aims to determine the role of the family in perineal wound care for postpartum mothers. The type of this research is qualitative with a phenomenological approach. Data were obtained through in-depth interviews with 5 informants who are family members (husbands) of postpartum mothers with perineal wounds in the working area of Puskesmas Rama Indra, Lampung. The data were triangulated with a midwife from Puskesmas Rama Indra, Lampung. The results of this study found that the types of family support for postpartum mothers with perineal wounds included instrumental, emotional, informational, and esteem support. Work schedules and local customs become obstacles in assisting the postpartum mother's care. It was found that there is a phenomenon of insufficient family involvement in the early mobilization of postpartum mothers and local customs that hinder perineal wound care. Conclusion, the role of the family still needs to be improved in terms of assisting early mobilization of postpartum mothers with perineal wounds.
Hubungan Kesehatan Kerja Dengan Tingkat Stres Karyawan Pt Sukses Citra Pangan Aflah, Anisatul; Oktariza, Rury Tiara; Purwoko, Mitayani; Astri, yesi
MESINA (Medical Scientific Journal) Vol 5, No 2 (2025): MESINA (Medical Scientific Journal)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/msj.v5i2.9405

Abstract

Abstrak Stres kerja adalah bentuk khusus dari stres yang terkait dengan tuntutan dan tekanan di lingkungan kerja. Tenaga kerja dapat terpapar bahan fisik, kimia, dan biologi serta beban kerja fisik yang melampaui kapasitas mereka, termasuk juga beban mental. Tingkat kecelakaan kerja di Indonesia masih cukup tinggi. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara kesehatan kerja dengan tingkat stres karyawan PT Sukses Citra Pangan. Metode: Penelitian kuaritatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel didapakan sebanyak 37 orang. Analisis data yang digunakan ialah analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji alternatif Fisher-Exact. Hasil: Didapatkan hasil responden paling dominan ialah tingkat stress ringan sebanyak 35 orang (94,6%), yaitu 20 orang (95,2%) dengan kesehatan kerja baik dan 15 orang (93,8%) dengan kesehatan kerja yang buruk, serta didapatkan nilai p-value = 1,000 (P>0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan signifikan antara kesehatan kerja dan tingkat stres karyawan di PT Sukses Citra Pangan Kata Kunci : Kesehatan Kerja, Tingkat Stres, PT. Sukses Citra Pangan Abstract Job stress is a special form of stress related to demands and pressure in the work environment. Workers can be exposed to physical, chemical and biological substances and physical workloads that exceed their capacity, including mental burdens. The work accident rate in Indonesia is still quite high. Objective: To determine the relationship between occupational health and stress levels of PT Sukses Citra Pangan employees. Method: Analytical observational quantitative research with a cross sectional approach. The sample obtained was 37 people. The data analysis used was univariate analysis and bivariate analysis with the alternative Fisher-Exact test. Results: The results obtained by the most dominant respondents were mild stress levels as many as 35 people (94.6%), namely 20 people (95.2%) with good work health and 15 people (93.8%) with poor work health, and the pvalue = 1.000 (P>0.05) was obtained. Conclusion: There is no significant relationship between occupational health and employee stress levels at PT Sukses Citra Pangan. Keywords: Occupational Health, Stress Level, PT. Sukses Citra Pangan
Co-Authors -, Hasmeinah Adhi Permana Aditya Warman Aditya, Muhammad Akbar Aflah, Anisatul Ahmad Ghiffari Akrom, Muhamad Afif Al Alifah, Haura Zatty Amalda, Dea Anggina, Dientyah Nur Anggraini, Wieke Antonia, As Syifa Anzani, Tsabitah Zahra Dwi Asyik, Hadi Aziza, Nurita Azzahra, Rashieka Adawiya Baihaqi, Rafly Al Chairani, Liza Dewi Yuniasih Dian Wahyuningsih Eka Sri Yusmartini Eko Ariyanto Eriko Erenkwot Fachrozi, Muhammad Fuad Arifin fatimah Fatimah Ferzieza Dizayang Fitrianti, Yuni Franscisco, Jimmi Ghea Lingga Septiareni Gialini, Windy Ulfa Gunawan, Ernes Putra Hartina, Nabila Hasmeinah - Hasmeinah Bambang Hastuti, Riliani Heriyanto, Mochammad Junaidy Herlangga, Arya Indawaty, Septiani Nadra Indriani, M. A. Yenny Indriyani Indriyani Iqsa, Abil Jamaiyah, Miranda Khalilillah, Muhammad Thareq Lucille Anisa Suardin M. Mansyur Romi Meddy Setiawan Meidiana, Hesesty Meilina Wardhani Miranda, Mira Muhamad Ayus Astoni Muhammad Aditya Alfarizki Muhammad Nazir Muhammad Perdana Airlangga, Muhammad Perdana Mundijo, Trisnawati Mutia Mutmainnah Muzakki, Muhammad Azman Nafatilana, Dinda Ningsih, Ena Aprita Nofitasari, Camelia Novitasari, Erlina Krisdianita Nurjanah, Rizki Anisa Oktariza, Rury Tiara Pamudji, Raden Pandhita, Gea Permana, Adhi Prakoso, Denny Anggoro Pranata, Muhammad Ari Putra, Chendra Perdana Putri, Naurah Ramadhanti Hamanda Rahmatillah, Rirah Ramayanti, Indri Ratih Pratiwi Ressy Irma Juwita Reza Reza Rima January Rizki, Putri Nersi Rizky Maulana, Rizky Rodhiaty, Fera Yunita Ronnia, Ronnia Rudiyanto, Waluyo Sabrina, Siti Safitri, Oktarina Salsabilla, Rizky Salsabilla, Salsabilla Salsyah, Alya Saraswati, Nia Ayu Sheilla Yonaka Lindri Silvana, Rista Sinta, Adliah Zahira Padya Siti Rohani Sriningsih, Solikah Stiawan, Ridho Suciandari, Altiara Risky Suciandari, Altiara Risky Sukarno, Rizky Triutami Sulistiani, Taris Ade SULISTIYANI SULISTIYANI Syadra Bardiman Tubarad, Gladys Dwiani Tinovella Utami, Dhiya Luthfiyyah Wakilla, Putri Widyadi, Yoshiko Wijaya, Otchi Putri Yanuarita Tursinawati, Yanuarita Yesi Astri