Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA CELEBRITY WORSHIP DENGAN PERILAKU KONSUMTIF PADA KOMUNITAS FANS JKT48 MARSHAOSHI Syuhada, Dva Alqil; Budiani, Meita Santi
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v5i2.5992

Abstract

The advancement of technology and information has driven the emergence of consumptive behavior in society, including among fans of the idol group JKT48. One of the factors that may influence such behavior is celebrity worship, which refers to an individual's emotional attachment to a celebrity. The MarshaOshi community, as part of the JKT48 fanbase, shows strong indications of high consumptive behavior. This study aims to examine the relationship between celebrity worship and consumptive behavior within the MarshaOshi community. A quantitative correlational approach was employed with a convenience sampling technique. The sample consisted of 116 members of the MarshaOshi community, selected based on their active involvement with Marsha JKT48. The research instrument used a four-point Likert scale developed based on the aspects of celebrity worship. Data were analyzed using Spearman correlation with the assistance of SPSS 27.0. The results revealed a positive and significant relationship between celebrity worship and consumptive behavior (r = 0,938 ; p = 0,00). The higher the level of celebrity worship, the greater the tendency toward consumptive behavior. These findings are expected to serve as a foundation for educating fans to support their idols wisely without placing a burden on their personal finances. ABSTRAKPerkembangan teknologi dan informasi mendorong munculnya perilaku konsumtif dalam masyarakat, termasuk di kalangan penggemar idol grup JKT48. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi perilaku konsumtif tersebut adalah celebrity worship, yakni keterikatan emosional individu terhadap selebriti. Komunitas MarshaOshi sebagai bagian dari fans JKT48 menunjukkan gejala perilaku konsumtif yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara celebrity worship dengan perilaku konsumtif pada komunitas MarshaOshi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan teknik convenience sampling. Sampel terdiri dari 116 anggota komunitas MarshaOshi, yang dipilih berdasarkan keterlibatan aktif terhadap Marsha JKT48. Instrumen penelitian berupa skala likert empat poin yang disusun berdasarkan aspek celebrity worship. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman dengan bantuan SPSS 27.0. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara celebrity worship dan perilaku konsumtif (r = 0,938 ; p = 0,00). Semakin tinggi tingkat celebrity worship, semakin tinggi pula kecenderungan untuk berperilaku konsumtif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar edukasi penggemar agar mendukung idolanya secara bijak tanpa membebani finansial pribadi.
Hubungan antara Perceived Usefulness dengan Kepuasan Pelanggan pada Pengguna Aplikasi Kesehatan X Niken Sukma Ningrum; Meita Santi Budiani
Jurnal Psikologi Udayana Vol. 10 No. 1 (2023)
Publisher : Program Studi Sarjana Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JPU.2023.v10.i01.p06

Abstract

Unduhan maupun transaksi pada aplikasi kesehatan di Indonesia meningkat secara drastis sejak pandemi Covid-19, tidak terkecuali pada aplikasi kesehatan X sebagai aplikasi kesehatan yang paling banyak digunakan di Indonesia. Pengguna yang didominasi oleh generasi milenial membuat kepuasan para penggunanya menjadi perhatian khusus bagi aplikasi kesehatan X. Dalam kepuasan pelanggan, terdapat faktor kinerja dimana pelanggan akan cenderung puas jika kinerja yang ditunjukkan juga baik. Salah satu kinerja suatu produk dapat ditunjukkan oleh seberapa besar manfaat yang dirasakan pelanggan yang dikenal dengan perceived usefulness. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara perceived usefulness dengan kepuasan pelanggan pada pengguna aplikasi kesehatan X. Pendekatan kuantitatif dan metode convenience sampling digunakan dalam penelitian ini dengan kriteria yang diteliti adalah individu yang lahir tahun 1980-2000 (generasi milenial) dan menggunakan aplikasi kesehatan X minimal 2 kali dalam setahun terakhir. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan kepada 400 pengguna aplikasi kesehatan X dengan kuesioner yang disusun dengan 2 skala. Skala perceived usefulness memiliki nilai reliabilitas sebesar 0,951, sedangkan skala kepuasan pelanggan sebesar 0,936. Analisis korelasi Pearson product moment digunakan untuk menganalisis data dari penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perceived usefulness dengan kepuasan pelanggan pada pengguna aplikasi kesehatan X dengan nilai signifikansinya 0,000 dan nilai korelasi Pearsonnya 0,763. Hal tersebut dapat diartikan bahwa hubungan antara kedua variabel menunjukkan arah positif dengan tingkat korelasi kuat.
Improving Lecturer Well-Being through Mental Workload and Change Management Training at Universitas Negeri Surabaya: Peningkatan Kesejahteraan Dosen melalui Pelatihan Manajemen Beban Kerja Mental dan Manajemen Perubahan di Universitas Negeri Surabaya Meita Santi Budiani; Seger Handoyo; Rahkman Ardi
Room of Civil Society Development Vol. 5 No. 2 (2026): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.907

Abstract

Lecturers play a central role in higher education through teaching, research, community service, and administrative responsibilities. These multiple roles often increase mental workload and require lecturers to adapt to organizational changes, which may affect their well-being. This community service program aims to improve lecturers’ capacity to manage work pressure, respond to organizational changes, and strengthen workplace well-being. The program involved 54 lecturers at Universitas Negeri Surabaya and employed an educational-participatory approach through a workshop on mental workload and change management. The evaluation used adapted scales of occupational well-being, perceived organizational change, and trust in colleagues, supported by pre-test and post-test measurements. The results showed positive changes across the measured indicators. Scores for self-management increased from 3.3 to 4.7, changed management from 3.4 to 4.6, and well-being from 3.5 to 4.3. In addition, participants’ understanding of the material reached an average score of 4.8 out of 5.0, with satisfaction at 4.5 and perceived importance of the program at 4.7. These findings indicate that the workshop contributed positively to improving lecturers’ readiness to manage mental workload and organizational change. The program implies that universities need to provide continuous support for lecturers’ well-being through relevant and contextual capacity-building initiatives.
Peran Assessment Center dalam Menilai Kompetensi Komunikasi Kerja sebagai Prediktor Produktivitas Karyawan Aptanta Danendra Singky; Meita Santi Budiani
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (Spesial Issue) (2026): "Dharma Samudera"
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/c39dy466

Abstract

Komunikasi kerja merupakan aspek krusial dalam dunia organisasi modern karena menentukan efektivitas, efisiensi, serta kualitas hubungan kerja antar individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh komunikasi kerja terhadap produktivitas karyawan berdasarkan tinjauan pustaka dari 20 artikel jurnal, terdiri atas 10 jurnal nasional terindeks SINTA dan 10 jurnal internasional terindeks Scopus. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik analisis konten tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi kerja yang baik—baik dalam bentuk komunikasi interpersonal, organisasi, maupun digital—berkontribusi positif terhadap peningkatan produktivitas, motivasi kerja, serta keterlibatan karyawan dalam organisasi. Sejumlah studi mencatat bahwa komunikasi menyumbang proporsi besar dalam variasi produktivitas dan pencapaian kinerja organisasi. Selain itu, perkembangan teknologi dan sistem kerja jarak jauh menuntut bentuk komunikasi yang lebih adaptif dan kolaboratif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi kerja yang efektif merupakan strategi penting dalam pengelolaan sumber daya manusia yang berdampak langsung pada keberhasilan organisasi. Oleh karena itu, perusahaan perlu membangun sistem komunikasi yang terbuka, partisipatif, dan didukung oleh teknologi untuk memaksimalkan potensi produktivitas tenaga kerja.
PERAN ADMINISTRASI DAN ASESMEN SDM DALAM MENDUKUNG PROSES REKRUTMEN DAN SELEKSI: LITERATURE REVIEW Eka Wiwik Sugiarti Lailatus Sholicha; Meita Santi Budiani
Character Jurnal Penelitian Psikologi Vol. 13 No. 02 (2026): Character Jurnal Penelitian Psikologi
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/cjpp.v13n02.p468-477

Abstract

Rekrutmen dan seleksi merupakan fungsi strategis dalam manajemen sumber daya manusia (SDM) yang berperan penting dalam menentukan kualitas tenaga kerja organisasi. Keberhasilan proses tersebut tidak hanya ditentukan oleh metode seleksi, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kualitas administrasi SDM dan pelaksanaan asesmen yang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran administrasi dan asesmen SDM dalam mendukung efektivitas proses rekrutmen dan seleksi karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode literature review terhadap berbagai sumber ilmiah berupa jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional bereputasi, dan buku referensi yang relevan. Analisis dilakukan secara tematik dengan mengelompokkan dan mensintesis temuan penelitian berdasarkan peran administrasi SDM, asesmen SDM, serta integrasi keduanya dalam proses rekrutmen dan seleksi. Hasil kajian menunjukkan bahwa administrasi SDM yang tertata berperan dalam menjamin keteraturan, transparansi, dan akuntabilitas proses seleksi, sementara asesmen SDM berfungsi sebagai alat evaluasi objektif untuk menilai kompetensi dan kesesuaian kandidat dengan kebutuhan jabatan. Integrasi antara administrasi dan asesmen SDM terbukti menjadi faktor kunci dalam meningkatkan efektivitas pengambilan keputusan rekrutmen dan seleksi yang berbasis data, objektif, dan berorientasi pada keberhasilan organisasi. Abstract Recruitment and selection are strategic functions in human resource management (HRM) that play a crucial role in determining organizational workforce quality. The effectiveness of these processes is not solely influenced by selection methods, but also by the quality of human resource administration and the implementation of systematic assessments. This study aims to examine the role of human resource administration and assessment in supporting effective recruitment and selection processes. This research employs a qualitative approach using a literature review method by analyzing national accredited journals, reputable international journals, and relevant reference books. Data were analyzed thematically by categorizing and synthesizing findings related to HR administration, HR assessment, and their integration within recruitment and selection processes. The findings indicate that well-structured HR administration ensures orderliness, transparency, and accountability in selection procedures, while HR assessment serves as an objective evaluation tool to measure candidates’ competencies and job fit. The integration of HR administration and assessment is a key factor in enhancing data-driven, objective recruitment and selection decisions, ultimately supporting organizational effectiveness and long-term performance.
Improving Lecturer Well-Being through Mental Workload and Change Management Training at Universitas Negeri Surabaya: Peningkatan Kesejahteraan Dosen melalui Pelatihan Manajemen Beban Kerja Mental dan Manajemen Perubahan di Universitas Negeri Surabaya Meita Santi Budiani; Seger Handoyo; Rahkman Ardi
Room of Civil Society Development Vol. 5 No. 2 (2026): Room of Civil Society Development
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Masyarakat Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59110/rcsd.907

Abstract

Lecturers play a central role in higher education through teaching, research, community service, and administrative responsibilities. These multiple roles often increase mental workload and require lecturers to adapt to organizational changes, which may affect their well-being. This community service program aims to improve lecturers’ capacity to manage work pressure, respond to organizational changes, and strengthen workplace well-being. The program involved 54 lecturers at Universitas Negeri Surabaya and employed an educational-participatory approach through a workshop on mental workload and change management. The evaluation used adapted scales of occupational well-being, perceived organizational change, and trust in colleagues, supported by pre-test and post-test measurements. The results showed positive changes across the measured indicators. Scores for self-management increased from 3.3 to 4.7, changed management from 3.4 to 4.6, and well-being from 3.5 to 4.3. In addition, participants’ understanding of the material reached an average score of 4.8 out of 5.0, with satisfaction at 4.5 and perceived importance of the program at 4.7. These findings indicate that the workshop contributed positively to improving lecturers’ readiness to manage mental workload and organizational change. The program implies that universities need to provide continuous support for lecturers’ well-being through relevant and contextual capacity-building initiatives.
HUBUNGAN SELF-EFFICACY DAN WORK LIFE BALANCE PADA TENAGA KEPENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI X Leilani Megara Nathania; Meita Santi Budiani
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i2.12203

Abstract

ABSTRACT Work-life balance is an important factor that supports the psychological well-being and productivity of educational staff in carrying out administrative and academic service responsibilities in higher education institutions. One factor presumed to contribute to the achievement of work-life balance is self-efficacy, which refers to an individual's belief in their ability to complete tasks and cope with various work demands. This study aimed to examine the relationship between self-efficacy and work-life balance among educational staff at University X. The study employed a quantitative approach with a correlational design. The population consisted of 139 educational staff members, and 104 respondents participated in the study. Data were collected using Likert-scale instruments measuring self-efficacy and work-life balance and were analyzed using the Pearson Product-Moment correlation test with the assistance of SPSS version 25. The results revealed a positive and significant relationship between self-efficacy and work-life balance (r = 0.450, p = 0.000 < 0.05). These findings indicate that educational staff with higher levels of self-efficacy tend to be more capable of maintaining a balance between work demands and personal life. The study contributes to the development of occupational psychology and educational organization research by providing empirical evidence that self-efficacy functions as a personal resource that supports the achievement of work-life balance among educational staff. Furthermore, the findings may serve as a basis for higher education institutions in designing programs aimed at strengthening self-efficacy to enhance employee well-being and performance. ABSTRAK Work life balance merupakan aspek penting yang mendukung kesejahteraan psikologis, kepuasan kerja, dan produktivitas tenaga kependidikan dalam menjalankan tugas administratif maupun pelayanan akademik di perguruan tinggi. Kemampuan menjaga keseimbangan antara tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadi menjadi semakin penting karena tenaga kependidikan memiliki peran strategis dalam mendukung kualitas layanan pendidikan tinggi. Salah satu faktor yang diduga berkontribusi terhadap tercapainya work life balance adalah self-efficacy, yaitu keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan tugas dan menghadapi berbagai tuntutan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dan work life balance pada tenaga kependidikan di Perguruan Tinggi X. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 139 tenaga kependidikan dengan sampel sebanyak 104 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate random sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala Likert dan dianalisis melalui uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara self-efficacy dan work life balance dengan koefisien korelasi sebesar 0,450 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self-efficacy yang dimiliki tenaga kependidikan, semakin baik kemampuan mereka dalam menjaga keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi. Secara teoritis, hasil penelitian memperkuat kajian psikologi kerja mengenai peran keyakinan diri dalam mendukung penyesuaian individu terhadap berbagai tuntutan peran. Temuan ini juga dapat menjadi dasar bagi perguruan tinggi dalam merancang program penguatan self-efficacy guna meningkatkan kesejahteraan dan kinerja tenaga kependidikan.
HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN SOSIAL DENGAN WORK-LIFE BALANCE KARYAWAN BANK PT X Lubaiby Tafuzi; Meita Santi Budiani
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.12205

Abstract

ABSTRACT Work-life balance is an important aspect that contributes to employee well-being and productivity, particularly in the banking sector, which is characterized by high job demands, strict performance targets, and continuous service pressure. In such conditions, social support is considered one of the factors that can help employees manage work demands while maintaining balance between their professional and personal lives. This study aimed to examine the relationship between social support and work-life balance among employees of PT. X Bank in Surabaya. A quantitative approach with a correlational design was employed. The sample consisted of 100 back-office employees selected using a total sampling technique. Data were collected using a Social Support Scale and a Work-Life Balance Scale and were analyzed using the Pearson Product-Moment correlation test with SPSS version 27.0. The findings revealed that most respondents reported moderate levels of social support and work-life balance. The correlation analysis indicated a positive and significant relationship between social support and work-life balance (r = 0.210; p = 0.036). These results suggest that higher levels of social support are associated with a greater ability to maintain balance between work responsibilities and personal life. Although the strength of the relationship was relatively weak, social support remains an important factor in fostering work-life balance among employees in the banking sector. ABSTRAK Work-life balance merupakan aspek penting yang berkontribusi terhadap kesejahteraan dan produktivitas karyawan, terutama pada sektor perbankan yang memiliki tuntutan kerja tinggi, target yang ketat, serta tekanan pelayanan yang berkelanjutan. Dalam kondisi tersebut, dukungan sosial dipandang sebagai salah satu faktor yang dapat membantu karyawan mengelola tuntutan pekerjaan dan kehidupan pribadinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan work-life balance pada staf Bank PT. X di Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian terdiri atas 100 karyawan back office yang dipilih menggunakan teknik sampel jenuh. Data dikumpulkan menggunakan skala dukungan sosial dan skala work-life balance, kemudian dianalisis dengan uji korelasi Pearson Product Moment menggunakan SPSS 27.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat dukungan sosial dan work-life balance pada kategori sedang. Uji korelasi menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara dukungan sosial dan work-life balance (r = 0,210; p = 0,036). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi dukungan sosial yang diterima karyawan, semakin baik kemampuan mereka dalam menjaga keseimbangan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi. Meskipun kekuatan hubungan tergolong rendah, dukungan sosial tetap menjadi faktor yang berperan dalam mendukung terciptanya work-life balance pada karyawan sektor perbankan.
HUBUNGAN ANTARA PERCEIVED ORGANIZATIONAL SUPPORT DENGAN JOB EMBEDDEDNESS PADA KARYAWAN DI PT. X. Erika Feby Pratiwi; Meita Santi Budiani
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.12238

Abstract

ABSTRACT The rapid expansion of Indonesia's manufacturing industry has increased the importance of maintaining a workforce that remains strongly connected to the organization. Within this context, employees' perceptions of organizational support are considered a key factor influencing their willingness to stay committed and contribute to organizational performance. This study examined the association between perceived organizational support and job embeddedness among employees of PT. X. The research involved the entire population of 102 employees using a saturated sampling technique. Data were collected through a questionnaire and analyzed using the Pearson Product-Moment correlation test with SPSS version 30.0.0 for Windows. The findings revealed a significant positive relationship between perceived organizational support and job embeddedness, with a correlation coefficient of r = .659 and a significance level of p < .05. These results indicate that employees who perceive greater organizational support tend to exhibit stronger attachment to both their jobs and the organization. The findings further suggest that organizational practices promoting fairness, a supportive work environment, and opportunities for training and professional development contribute to strengthening employees' job embeddedness. Therefore, reinforcing organizational support may serve as an effective strategy for retaining committed employees while enhancing organizational sustainability and performance within the manufacturing sector. ABSTRAK Perkembangan industri manufaktur yang semakin kompetitif menempatkan keterlekatan karyawan sebagai salah satu faktor penting dalam menjaga keberlangsungan produktivitas organisasi. Dalam konteks tersebut, persepsi karyawan terhadap dukungan yang diberikan organisasi dipandang berpotensi membentuk keinginan untuk tetap bertahan dan berkontribusi di tempat kerja. Penelitian ini mengeksplorasi keterkaitan antara perceived organizational support dan job embeddedness pada karyawan PT. X. Seluruh populasi yang berjumlah 102 karyawan dilibatkan sebagai responden melalui teknik sampel jenuh. Data diperoleh menggunakan instrumen kuesioner dan dianalisis dengan uji korelasi Pearson Product Moment menggunakan SPSS versi 30.0.0 for Windows. Hasil analisis memperlihatkan adanya hubungan positif yang signifikan antara perceived organizational support dan job embeddedness dengan koefisien korelasi sebesar r = .659 dan nilai signifikansi p < 0,05. Temuan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan dukungan yang dirasakan karyawan dari organisasi diikuti oleh semakin kuatnya keterlekatan mereka terhadap pekerjaan dan organisasi. Kondisi ini mengindikasikan bahwa praktik organisasi yang memberikan perlakuan adil, menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, serta menyediakan kesempatan pelatihan dan pengembangan berkontribusi dalam memperkuat keterlekatan kerja. Dengan demikian, penguatan dukungan organisasi dapat dipertimbangkan sebagai strategi untuk mempertahankan sumber daya manusia yang berkomitmen sekaligus mendukung keberlangsungan kinerja organisasi di sektor manufaktur.
HUBUNGAN ANTARA SELF-EFFICACY DAN KESIAPAN KERJA PADA MAHASISWA TINGKAT AKHIR UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA Alfina Dhiya Islami; Meita Santi Budiani
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i3.12779

Abstract

ABSTRACT   This study aimed to examine the relationship between self-efficacy and work readiness among final-year students at Universitas Negeri Surabaya. Work readiness is an important factor in preparing students for the transition into the workforce, as it is influenced not only by academic competence but also by individuals’ confidence in their ability to cope with various job demands. The study employed a quantitative approach with a correlational design involving 380 final-year students selected through quota random sampling. Data were collected using validated and reliable Likert-scale questionnaires and analyzed using the Pearson Product-Moment correlation test with the assistance of SPSS. The findings revealed a positive and significant relationship between self-efficacy and work readiness, indicated by a correlation coefficient of 0.639 and a significance value of 0.000 (p < 0.05). The coefficient of determination (R Square) of 0.409 indicates that self-efficacy contributes 40.9% to students’ work readiness, while the remaining 59.1% is influenced by other factors beyond the scope of this study. These findings suggest that enhancing self-efficacy has the potential to strengthen students’ readiness to enter the workforce. Therefore, the results of this study may serve as a reference for higher education institutions in designing work readiness development programs that focus not only on academic competence but also on strengthening students’ psychological aspects, particularly self-efficacy. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan kesiapan kerja pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Negeri Surabaya. Kesiapan kerja menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi transisi menuju dunia kerja karena dipengaruhi tidak hanya oleh kompetensi akademik, tetapi juga keyakinan individu terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan berbagai tuntutan pekerjaan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional yang melibatkan 380 mahasiswa tingkat akhir sebagai sampel, dipilih menggunakan teknik quota random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas, kemudian dianalisis menggunakan korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara self-efficacy dengan kesiapan kerja, yang ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,639 dengan nilai signifikansi 0,000 (Sig. < 0,05). Nilai koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,409 mengindikasikan bahwa self-efficacy memberikan kontribusi sebesar 40,9% terhadap kesiapan kerja mahasiswa, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan self-efficacy berpotensi memperkuat kesiapan mahasiswa dalam memasuki dunia kerja. Oleh karena itu, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi perguruan tinggi dalam merancang program pengembangan kesiapan kerja yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada penguatan aspek psikologis mahasiswa, khususnya self-efficacy.
Co-Authors . Anamedina Aabidah, Shofiyyah Abdullah, M. Zaidan Amin Achmad Sahron Akbar Habibie Akhmad Mitakhul Hudin Alami, Anggun Cahya Alfi Rizqa Choirina Alfina Dhiya Islami Alfina Nelish Zharfana Alief Jawara Cakti Amalia, Maulida Anggara, Onny Fransinata Anisah Siwi Anggreni Aprilia Brilianti Putri Aptanta Danendra Singky Ardeva Govinaza Ardhiana Naufa Rendha Oktaviani ARIKA WINDA AZZAROH Arisandi, Rahmania Asteria Lestari Yunianti Asteria Lestari Yunianti, Asteria Lestari Atik Yuniar Rachmawati Audina, Nadiya Ayu Auliyaa Nurul Aziizah Azizah, Nazalul Kharirotul Badarul Ullah, Bagas Bagas Badarul Ulla BUDIARTI HASANAH, DIAH CAHYANINGTYAS, ISNANI Christopher Robert Muljo Cindy Trisna Anggraini Cinthia Diwanti Putri Amelia Damajanti Kusuma Dewi Damajanti Kusuma Dewi, Damajanti Kusuma Dea Anggi Clarista Putri Denta Fitria, Shafira DESTYADINI GIA HAPSARI Dewi Sukmawati Deyla Erinta Deyla Erinta DIAH BUDIARTI HASANAH Diana Rahmasari Dikky Wulandari Dinar Ester Marturia Oktaviana Simanjuntak Dinda Ayu Damayanti Dinda Cahya Novianti Dwi Agustia, Erlina Eka Wiwik Sugiarti Lailatus Sholicha Eko Darminto Elang Dewantara Elsya Rohainy Sakinah Putri Erika Feby Pratiwi Erlina Yupra Handayani Fachrisa, Mochamad Bryan FAHMI UDIN HIDAYATULLOH Fidella, Vania Fitrania Maghfiroh GIA HAPSARI, DESTYADINI Gunarti Dwi Lestari HAFID PANJI SATRIO Hanif Firdaus G.I.N Hanifah, Silvana Rusdiana Hanita Febby Rizki Salasah Ibrizah, Nur ISNANI CAHYANINGTYAS Isti Alfiah Isti Alfiah, Isti Jelita Citrawati Jihan KARTIKA PUTRI, NISRINA Kinanthi Kawuryaning Laksmi Kinanthi Kawuryaning Laksmi, Kinanthi Kawuryaning Kurniawati, Cindi Leilani Megara Nathania Lely Nur Azizah Lely Nur Azizah Lubaiby Tafuzi Ma'ruf, Yazid Malikul Maheswara, Rajendra Dwi Marrung, Kenny Aronza MASNING TARWIYAH Mauliyah, Hayyin Farihatul Mayang Salsabila Miftahul Fitri Ramadhani Miftakhul Jannah Mohammad Yoga Ardiansyah Muhammad Fahmi Alfaridzi Muhammad Haikal Ferdiansyah MUHAMMAD SYAFIQ muhammad syaifun nawal Mulyana, Phonny Aditiawan Nada Kinanti Nadhira Hafiza Virgianty Najma, Dina Zukhrufi Nalendra Agung Binathara Naura Fatin Nuha Ni Luh Handriani Pratiwi Ni Luh Handriani Pratiwi, Ni Luh Handriani Ni Wayan Sukmawati Puspita Dewi Ni Wayan Sukmawati Puspita Dewi Ni Wayan Sukmawati Puspitadew Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi Ni Wayan Sukmawati Puspitadewi, Niken Sukma Ningrum Ningrum, Diana Puspita Ningrum, Niken Sukma NISRINA KARTIKA PUTRI Noer Lailatul Ma’rifah Noer Lailatul Marifah Nur Eka Rahmawati Nurfendika, Adinda Quida Nurul Savira Fauziah OLIEVIA PRABANDINI MULYANA Olievia Prabandini Mulyana Olievia Prabandini Mulyana Onny Fransinata Anggara Panggabean, Shafa Adilah Azzahrah PANJI SATRIO, HAFID Perdanakusuma, Aditya Marino Qurrota Ayuni Fitriana Rabbani, Raihan Daffa Rafiqoh, Syifa Ainur Rahkman Ardi Rahmania Arisandi Retindha Ayu Ceilindri Retindha Ayu Ceilindri, Retindha Ayu Rhamadani Raharja, Bagus Rivo Nugroho Riza Dyah Puspitasari Riza Noviana Khoirunnisa ROFIK JALAL ROSYANAFI Rohmatin Rohmatin Ryan Alviandi Akbar Sasmita, Sherli Satiningsih Satiningsih Satiningsih Satiningsih Satiningsih Seger Handoyo Setiawan, Ryska Wahyu Shaliha, Siti Ni'matus SHOLIKHATI FIRNANDA, WACHIDATUS Siti Ina Savira Siti Ina Savira, Siti Ina Soedjarwo . Sugeardhana, Dimas Arif Susanto Sukmawati Puspitadewi Ni Wayan Syuhada, Dva Alqil Tarisna Aditya Wijaya TARWIYAH, MASNING Tasya Rabani UDIN HIDAYATULLOH, FAHMI Umi Anugerah Izzati Umi Anugerah Izzati Umi Anugerah Izzati UMI ANUGERAH IZZATI Umi Anugerah Izzati Umi Anugerah Izzati, Umi Anugerah WACHIDATUS SHOLIKHATI FIRNANDA Widya Priatna Widyaswari, Monica WINDA AZZAROH, ARIKA Wiwik Wijayanti Wiwin Yulianingsih Wiwin Yulianingsih Yohana Wuri Satwika Yundari, Yundari Yunia Dwie Nurchayanie Zahwa, Anisa Salsabila