Claim Missing Document
Check
Articles

Blood Pressure Analysis in the Runner Community towards the Risk of Exercise-Induced Hypertension Umara, Annisaa Fitrah; Habibi, Alpan; Wijoyo, Eriyono Budi; Fratiwi, Agmalia; Rananda, Dhinda Anjas
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 9 No. 1 (2025): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v9i1.897

Abstract

Abstrak Hipertensi meningkatkan risiko penyakit jantung secara global, sementara olahraga lari telah menjadi populer sebagai langkah pencegahan. Namun, hal ini juga dapat menyebabkan Hipertensi yang Dipicu oleh Olahraga (EIH), terutama pada pelari jarak jauh berusia paruh baya yang menunjukkan tingkat EIH lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lain. Studi ini menyelidiki variasi tekanan darah sebelum dan setelah berlari dalam komunitas pelari. Menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan pra-tes dan pasca-tes, studi ini melibatkan responden berusia di atas 18 tahun yang berlari lebih dari 1-kilometer dan berlatih setidaknya dua kali seminggu. Sebanyak 36 anggota komunitas dipilih secara purposif. Tekanan darah dan denyut nadi diukur sebelum dan segera setelah berlari. Sebagian besar responden adalah laki-laki (33,3%), muda (52,78%), dan tidak merokok (72,2%). Temuan menunjukkan bahwa berlari tidak secara signifikan mempengaruhi Tekanan Darah Sistolik (p>0,05), tetapi mempengaruhi Tekanan Darah Diastolik (p<0,05). Tidak terdapat perubahan signifikan pada tekanan darah, menunjukkan adanya EIH (tekanan darah istirahat <140/90 mmHg dan maksimum selama olahraga ≥210 mmHg untuk pria dan ≥190 mmHg untuk wanita). Tekanan darah yang stabil atau menurun dikaitkan dengan vasodilatasi metabolik selama olahraga. Pemantauan tekanan darah secara terus-menerus sangat penting untuk mengurangi risiko kesehatan yang potensial. Kata kunci: hipertensi, latihan fisik, pelari, tekanan darah   Abstract Hypertension increases the risk of heart disease globally, while running has gained popularity as a preventive measure. However, it can also lead to Exercise-Induced Hypertension (EIH), particularly in middle-aged long-distance runners who exhibit higher EIH levels than other age groups. This study investigates blood pressure variations before and after running within a running community. Utilizing a pre-experimental design with a pre- and post-test approach, the study included respondents over 18 years old, who ran more than 1 kilometer and trained at least twice weekly. A purposive sample of 36 community members was selected. Blood pressure and pulse were measured before and immediately after running. The majority of respondents were male (33.3%), young (52.78%), and non-smokers (72.2%). Findings indicated that running did not significantly affect Systolic Blood Pressure (p>0.05), but it did impact Diastolic Blood Pressure (p<0.05). No significant changes in blood pressure were observed, suggesting EIH (resting blood pressure <140/90 mmHg and maximum during exercise ≥210 mmHg for men and ≥190 mmHg for women). The stable or decreased blood pressure is attributed to metabolic vasodilation during exercise. Continuous blood pressure monitoring is essential to mitigate potential health risks.   Keywords: blood pressure; hypertension; physical exercise; runner
Evaluating the FACIT-Sp-12: a systematic review of measurement properties of spiritual well-being in cancer patients Fauji, Achmad; Wijoyo, Eriyono Budi; Ninik Yunitr; Imami Nur Rachmawati; Yati Afiyanti
Jurnal Ners Vol. 20 No. 4 (2025): VOLUME 20 ISSUE 4 (NOVEMBER 2025)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jn.v20i4.68460

Abstract

Introduction: This study aims to investigate whether the FACIT-Sp-12's measurement properties yield the most accurate spiritual data for cancer patients. Methods: This systematic review examined full-text studies written in English and involving patients with cancer published between 2000 and 2024, using cross-sectional, randomized controlled trials, case-control, and quasi-experimental designs. This study used the MEDLINE (PubMed and EBSCO), ScienceDirect, Scopus, Taylor and Francis, and selected ProQuest databases. We assessed the papers methodically using the PRISMA flow before reviewing ten of them. The Consensus-based Standards for the Selection of Health Measurement Instruments tool has been used for evaluating the review articles. Results: We found that various studies on spirituality in cancer patients conducted in different countries have employed diverse research methods. All these studies used the FACIT-Sp-12, which has been modified and adapted for cultural contexts. Cronbach's alpha ranges from 0.70 to 0.91, indicating that FACIT-Sp-12 is consistent across studies. COSMIN has been used to evaluate and critique FACIT-Sp-12; however, its structural validity, Cronbach's alpha for the subscales, intraclass correlation, and measurement error remain unsatisfactory. Some publications examine hypotheses and provide satisfactory responses, but there is little discussion on criterion validity or cross-cultural adaptation. Conclusions: We determined that patients with cancer could use the FACIT-Sp-12. This study suggests using the FACIT-Sp-12 spiritual assessment tool for cancer patients in research and nursing care.
OPTIMALISASI MITIGASI BENCANA MELALUI PEMBENTUKAN TIM PSYCHOLOGICAL FIRST AID PADA BENCANA KEBAKARAN PADA WILAYAH RAWAN KEBAKARAN TAMBORA Mustikasari, Mustikasari; Fitria, Dian; Wardhani, Ice Yulia; Hargiana, Giur; Wijoyo, Eriyono Budi; Oktavia, Maynah; Nurfalah, Firhan
Jurnal Salingka Abdimas Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v5i2.7350

Abstract

ABSTRAK Wilayah Tambora merupakan salah satu kawasan padat penduduk di Jakarta yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana kebakaran. Tingginya kepadatan bangunan, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesiapsiagaan bencana, serta minimnya penanganan psikologis pasca kebakaran menjadi faktor utama yang memperparah dampak sosial dan mental korban. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan mitigasi bencana melalui pembentukan Tim Psychological First Aid (PFA) sebagai respon awal dalam penanganan dampak psikologis bagi korban bencana kebakaran. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan dasar PFA, simulasi lapangan, dan evaluasi efektivitas tim. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai PFA dari rata-rata 72% menjadi 86 % serta terbentuknya tim relawan lokal yang siap tanggap memberikan pertolongan psikologis awal. Dengan demikian, program ini berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas masyarakat Tambora dalam mitigasi bencana berbasis psikososial.
Efektivitas Intervensi Edukasi dalam Mengubah Persepsi Masyarakat Tentang Fogging dan Pencegahan DBD: Penelitian Komunitas di RW 04 Kelurahan Neglasari: Efektivitas Intervensi Edukasi dalam Mengubah Persepsi Masyarakat Tentang Fogging dan Pencegahan DBD: Penelitian Komunitas di RW 04 Kelurahan Neglasari Budiman, Shely Erlia; Wijoyo, Eriyono Budi; Winahyu, Karina Megasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini
Publisher : Ruang Ide Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58516/3c8a1w84

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat, dimana fogging sering dipahami sebagai langkah utama pengendalian DBD meskipun efeknya bersifat sementara. Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai DBD, pencegahannya, dan peran fogging di RW 04 Kelurahan Neglasari. Metode yang digunakan adalah pra-eksperimental dengan desain one group pre test dan post test. Sebanyak 24 responden mengikuti sesi edukasi selama 30 menit menggunakan media PowerPoint dan leaflet, serta mengisi kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana 20 responden mampu menjawab pertanyaan dengan benar setelah edukasi, dibandingkan dengan sebagian besar responden yang memiliki pengetahuan rendah pada pre-test. Edukasi berhasil mengubah persepsi masyarakat mengenai fogging, menekankan bahwa fogging hanya bersifat sementara, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemberantasan sarang nyamuk serta perilaku hidup bersih melalui 3M Plus. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi kesehatan merupakan strategi efektif dalam pengendalian DBD berbasis komunitas.
EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN BERBASIS KOMUNITAS TENTANG LEPTOSPIROSIS TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU MASYARAKAT DI KELURAHAN NEGLASARI RW 04: Efektivitas Edukasi Kesehatan Berbasis Komunitas Tentang Leptospirosis Terhadap Pengetahuan Dan Perilaku Masyarakat Di Kelurahan Neglasari RW 04 Utami, Sekar Widya Noer; Wijoyo, Eriyono Budi; Winahyu, Karina Megasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini
Publisher : Ruang Ide Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58516/x6dddb98

Abstract

Leptospirosis is a zoonotic disease that remains a major public health problem globally, particularly in areal with high rainfall, poor sanitation, and densely populated settlements. These conditions increase the risk of leptospirosis transmission, especially in high-risk urban communities such as Neglasari RW 04. This study aimed to assess the effectiveness of community-based health education on knowledge and preventive behavior toward leptospirosis. A pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach was applied among residents of RW 04, Neglasari. A total of 22 respondents were selected using total sampling. The education was delivered through lectures using PowerPoint, discussions, question-and-answer sessions, and leaflets. Knowledge and preventive behavior were measured using a 13-item questionnaire before and after the intervention. The results showed that before the education, most respondents had low levels of knowledge and preventive behavior, whereas after the education, 17 respondents demonstrated an increase in correct answers. These findings indicate that community-based health education plays an important role in improving public awareness and understanding of leptospirosis. Structured and locally relevant health education can serve as an effective promotive and preventive strategy for leptospirosis at the community level.
Family caregivers’ perception and response to COVID-19 in caring for older adults with chronic diseases: A qualitative study Bahtiar, Bahtiar; Fitriani, Nurlaila; Nopriyanto, Dwi; Widiastuti, Ida Ayu Kade Sri; Andriyanto, Arief; Fradianto, Ikbal; Wijoyo, Eriyono Budi
Lentera Perawat Vol. 7 No. 2 (2026): April - June
Publisher : School of Health Sciences Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v7i2.721

Abstract

Background: The older adult is the vulnerable group to infecting COVID-19 and most of them live with their families. The family must take care of them while they face various problems during the pandemic. It will probably tend to more stress and burden so the understanding of their perception and response on dealing with older adults with chronic diseases is vital. Objective: This study explored exploring about perceptions and responses of family caregiver’s older adults with chronic diseases about COVID-19 disease. Methods: The study used qualitative descriptive phenomenology by using online semi-structured interviews with family caregivers of older adults with chronic diseases in Samarinda, Indonesia from September to November 2021. Sixteen family caregivers of older adults participated that was using purposive sampling method. The data analysis conducted by Collaizi technique and rigor process were included peer debriefing with peers, member checking of the outcome, and inquiry audit.  Results: After qualitative analysis, three main themes emerged: 1) Views of older adult families on covid-19 disease (positive and negative views on Covid-19 disease); 2) Older adult family caregiver responses in facing covid-19 vaccination of older adult with chronic diseases (negative thoughts about vaccinations, family efforts to facilitate vaccination for the older adult); 3) Families facilitate traditional medicine are an option that is of interest to the older adult to prevent and deal with covid-19 disease (opinions of the older adult to consume herbal medicine, reasons for older adult consuming herbal medicine). Conclusion: This study showed that Indonesian older adult family caregivers have various perceptions and responses to older adults with chronic diseases during the pandemic. The government needs to enhance health promotion regarding COVID-19 and vaccination. Older people commonly use herbal medicine, so information about ingredients and dose must be educated properly.  
Lived Experiences of Interpersonal Trauma and Spiritual Coping among Adolescents: A Transcendental Phenomenological Study Niken Setyaningrum; Ardhian Indra Darmawan; Eriyono Budi Wijoyo; Tran Thien Nhan
An Idea Health Journal Vol 6 No 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v6i01.633

Abstract

Background: Adolescents who experience interpersonal trauma, like bullying, family conflict, emotional neglect, or betrayal in a relationship, are at a higher risk for mental health problems, especially social anxiety and low self-esteem. A lot of research has been done on the effects of trauma, but not much has been done on how teens use spiritual coping as a way to make sense of what happened to them after trauma. Methods: This study utilized a qualitative transcendental phenomenological framework, employing Moustakas’ methodology to investigate adolescents lived experiences of interpersonal trauma and spiritual coping. We did in-depth, semi-structured interviews with 15 teens who had been through trauma in their relationships. The data underwent analysis via epoche, horizontalization, clustering of meaning units, and the formulation of textural and structural descriptions, resulting in a fundamental synthesis of the phenomenon. Results: The analysis showed that there are some things that don't change about experience, such as a broken sense of relational safety, internalized self-blame and silence, emotional withdrawal from social relationships, and increased social anxiety. Spiritual coping became a key experiential resource, providing a private and nonjudgmental space that helped people manage their emotions, think about themselves, and rebuild their confidence. Spiritual practices helped people look at traumatic events in a new way, feel better about themselves, and get their mental health back on track. Discussion: These results show that spiritual coping is more about finding meaning than just being religious. This makes spirituality an important psychological tool for teens who are recovering from trauma. The results add to trauma and coping theories by showing how spirituality can help teens rebuild their sense of self and become more emotionally strong. Conclusion: This study emphasizes the necessity of incorporating spiritual dimensions into trauma-informed psychological and mental health interventions for adolescents, providing phenomenological insights that can guide culturally and contextually appropriate support strategies.
Kemampuan Keluarga Menurunkan Beban Keluarga dalam Merawat Pasien Skizofrenia Wijoyo, Eriyono Budi; Nopiyanah, Siti; Umara, Annisaa Fitrah
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 5 No 2 (2021): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v5i2.208

Abstract

Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan yang terjadi dalam jangka panjang dapat mempengaruhi proses pikir kemampuan perawatan yang tidak baik menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi beban keluarga yang semakin berat. Tujuan Penelitian: mengetahui hubungan antara kemampuan keluarga dengan beban keluarga dalam merawat pasien skizofrenia Di Puskesmas Kedaung Wetan Kota Tangerang. Metedologi: Menggunakan desain deskriptip korelasi dengan rancangan Cross Sectional. Pengambilan sampel dengan metode Purposive Sampling, sebanyak 30 orang. Instrument penelitian ini menggunakan kuesionel kemampuan keluarga dan kuesioner Burden Assessment Schedule (BAS) dengan uji yang digunakan pada penelitian ini menggunakan uji Chi Square. Hasil: Terdapat responden yang memiliki kemampuan perawatan baik sebanyak 14 responden (46,7%%) dengan beban ringan, 16 responden (46,7%) yang memiliki kemampuan perawatan tidak baik dengan beban berat. Dengan uji ini didapatkan nilai P Value 0,000 dengan nilai signifikan ≤ 0,05 bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan keluarga dengan beban keluarga merawat pasien skizofrenia di Puskesmas Kedaung Wetan Kota Tangerang. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan keluarga dengan beban keluarga merawat pasien skizofrenia di Puskesmas Kedaung Wetan Kota Tangerang.
Co-Authors Achmad Fauji Agus Mulyawan Ahmad Burhanudin Ahmad, Shieva Nur Azizah Akhmad, Shieva Nur Azizah Alpan Habibi Anggraeni, Efi Anggraeni, Indri Putri Annisaa F. Umara Annisaa Fitrah Umara Antoni, Tresna Dinullah Anung Ahadi Pradana Anung Ahadi Pradana Ardhian Indra Darmawan Arief Andriyanto, Arief Artanami, Alifia Nur Astrie Merlinda Atiq Rizka Azjunia Azizah Al-Ashri Nainar Azizah, Shieva Nur Bahtiar Bahtiar Bayu Fandhi Achmad Bin Wahab, Jamaluddin Budiman, Shely Erlia Casman, Casman Daulima, Novy Helena C. Dedi Kurniawan Dela Novitasari Dwi Nopriyanto DWI SURYANTO Efi Anggraini Elang Wibisana Elly Purnamasari Eni Nuraeni Eti Rahmawati Euis Irna Nurpadillah Fadhilah, Rafiqah Fauzan Hakim Fitria, Dian Fitria, Niska Fitriawan, Akbar Satria Fradianto, Ikbal Fratiwi, Agmalia Gita Cahyani Habibi, Alpan Hargiana, Giur Hastuti, Hera Hera Hastuti Hertati Hertati I Ketut Suada Ice Yulia Wardani Ilham Fajri Imami Nur Rachmawati Imas Yoyoh Indriani Indriani Indrianisa, Yulia Ismawati, Amalia Istifada, Rizkiyani Juliati, Siska K Kartini, K Karina Megasari Winahyu Kartini Kartini Kartini Kartini Kartini Kartini Kartini Kartini Khoirunnisa Khoirunnisa Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kurniawan Lilis Komariyah, Lilis Listia Ardiani Lubna Najwa Wardani Mariani, Siska Mashito, Dewi Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mutakamilah Mutakamilah Mutakamilah, M Nainar, Azizah Al Ashri Nainar, Azizah Al-Ashri Ninik Yunitr Nisa Nizhan Nurfadillah Nopiyanah, Siti Novy H.C Daulima nuraeni, een Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nurfalah, Firhan Nurhikmah Nurhikmah Nurlaila Fitriani Nurul Amelia nurul khotimah Oktavia, Maynah Popy Irawati Qolina, Elly Rafiqah Fadhilah Rahmania, Sarah Rana Kumala Rananda, Dhinda Anjas Retnaningsih, Listyana Natalia Rizkiyani Istifada Roswita Hasan Rosyad, Habibi Rohman Saad, Zahrah Samutri, Erni Setyaningrum, Niken Setyaningsih, Wiwit Ananda Wahyu Shieva Nur Azizah Shieva Nur Azizah Siti Toyibatul Khiftiyah Sri Wulandari Sudiarti, Putri Eka Suparmanto, Gatot Tati Suryati Tran Thien Nhan Umara, Annisaa Fitrah Utami, Sekar Widya Noer Verawati Verawati Wardhani, Ice Yulia Widiastuti, Ida Ayu Kade Sri Winahyu, Karina Megasari Windi Srirahayu Wulandari, Apri Nur Yati Afiyanti Yulia Agnia Nurrohmah Zulia Putri Perdani, Zulia Putri