Claim Missing Document
Check
Articles

OPTIMALISASI MITIGASI BENCANA MELALUI PEMBENTUKAN TIM PSYCHOLOGICAL FIRST AID PADA BENCANA KEBAKARAN PADA WILAYAH RAWAN KEBAKARAN TAMBORA Mustikasari, Mustikasari; Fitria, Dian; Wardhani, Ice Yulia; Hargiana, Giur; Wijoyo, Eriyono Budi; Oktavia, Maynah; Nurfalah, Firhan
Jurnal Salingka Abdimas Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v5i2.7350

Abstract

ABSTRAK Wilayah Tambora merupakan salah satu kawasan padat penduduk di Jakarta yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana kebakaran. Tingginya kepadatan bangunan, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesiapsiagaan bencana, serta minimnya penanganan psikologis pasca kebakaran menjadi faktor utama yang memperparah dampak sosial dan mental korban. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan mitigasi bencana melalui pembentukan Tim Psychological First Aid (PFA) sebagai respon awal dalam penanganan dampak psikologis bagi korban bencana kebakaran. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan dasar PFA, simulasi lapangan, dan evaluasi efektivitas tim. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai PFA dari rata-rata 72% menjadi 86 % serta terbentuknya tim relawan lokal yang siap tanggap memberikan pertolongan psikologis awal. Dengan demikian, program ini berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas masyarakat Tambora dalam mitigasi bencana berbasis psikososial.
Efektivitas Intervensi Edukasi dalam Mengubah Persepsi Masyarakat Tentang Fogging dan Pencegahan DBD: Penelitian Komunitas di RW 04 Kelurahan Neglasari: Efektivitas Intervensi Edukasi dalam Mengubah Persepsi Masyarakat Tentang Fogging dan Pencegahan DBD: Penelitian Komunitas di RW 04 Kelurahan Neglasari Budiman, Shely Erlia; Wijoyo, Eriyono Budi; Winahyu, Karina Megasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini
Publisher : Ruang Ide Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58516/3c8a1w84

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat, dimana fogging sering dipahami sebagai langkah utama pengendalian DBD meskipun efeknya bersifat sementara. Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai DBD, pencegahannya, dan peran fogging di RW 04 Kelurahan Neglasari. Metode yang digunakan adalah pra-eksperimental dengan desain one group pre test dan post test. Sebanyak 24 responden mengikuti sesi edukasi selama 30 menit menggunakan media PowerPoint dan leaflet, serta mengisi kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana 20 responden mampu menjawab pertanyaan dengan benar setelah edukasi, dibandingkan dengan sebagian besar responden yang memiliki pengetahuan rendah pada pre-test. Edukasi berhasil mengubah persepsi masyarakat mengenai fogging, menekankan bahwa fogging hanya bersifat sementara, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemberantasan sarang nyamuk serta perilaku hidup bersih melalui 3M Plus. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi kesehatan merupakan strategi efektif dalam pengendalian DBD berbasis komunitas.
EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN BERBASIS KOMUNITAS TENTANG LEPTOSPIROSIS TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU MASYARAKAT DI KELURAHAN NEGLASARI RW 04: Efektivitas Edukasi Kesehatan Berbasis Komunitas Tentang Leptospirosis Terhadap Pengetahuan Dan Perilaku Masyarakat Di Kelurahan Neglasari RW 04 Utami, Sekar Widya Noer; Wijoyo, Eriyono Budi; Winahyu, Karina Megasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini
Publisher : Ruang Ide Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58516/x6dddb98

Abstract

Leptospirosis is a zoonotic disease that remains a major public health problem globally, particularly in areal with high rainfall, poor sanitation, and densely populated settlements. These conditions increase the risk of leptospirosis transmission, especially in high-risk urban communities such as Neglasari RW 04. This study aimed to assess the effectiveness of community-based health education on knowledge and preventive behavior toward leptospirosis. A pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach was applied among residents of RW 04, Neglasari. A total of 22 respondents were selected using total sampling. The education was delivered through lectures using PowerPoint, discussions, question-and-answer sessions, and leaflets. Knowledge and preventive behavior were measured using a 13-item questionnaire before and after the intervention. The results showed that before the education, most respondents had low levels of knowledge and preventive behavior, whereas after the education, 17 respondents demonstrated an increase in correct answers. These findings indicate that community-based health education plays an important role in improving public awareness and understanding of leptospirosis. Structured and locally relevant health education can serve as an effective promotive and preventive strategy for leptospirosis at the community level.
Lived Experiences of Interpersonal Trauma and Spiritual Coping among Adolescents: A Transcendental Phenomenological Study Niken Setyaningrum; Ardhian Indra Darmawan; Eriyono Budi Wijoyo; Tran Thien Nhan
An Idea Health Journal Vol 6 No 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ihj.v6i01.633

Abstract

Background: Adolescents who experience interpersonal trauma, like bullying, family conflict, emotional neglect, or betrayal in a relationship, are at a higher risk for mental health problems, especially social anxiety and low self-esteem. A lot of research has been done on the effects of trauma, but not much has been done on how teens use spiritual coping as a way to make sense of what happened to them after trauma. Methods: This study utilized a qualitative transcendental phenomenological framework, employing Moustakas’ methodology to investigate adolescents lived experiences of interpersonal trauma and spiritual coping. We did in-depth, semi-structured interviews with 15 teens who had been through trauma in their relationships. The data underwent analysis via epoche, horizontalization, clustering of meaning units, and the formulation of textural and structural descriptions, resulting in a fundamental synthesis of the phenomenon. Results: The analysis showed that there are some things that don't change about experience, such as a broken sense of relational safety, internalized self-blame and silence, emotional withdrawal from social relationships, and increased social anxiety. Spiritual coping became a key experiential resource, providing a private and nonjudgmental space that helped people manage their emotions, think about themselves, and rebuild their confidence. Spiritual practices helped people look at traumatic events in a new way, feel better about themselves, and get their mental health back on track. Discussion: These results show that spiritual coping is more about finding meaning than just being religious. This makes spirituality an important psychological tool for teens who are recovering from trauma. The results add to trauma and coping theories by showing how spirituality can help teens rebuild their sense of self and become more emotionally strong. Conclusion: This study emphasizes the necessity of incorporating spiritual dimensions into trauma-informed psychological and mental health interventions for adolescents, providing phenomenological insights that can guide culturally and contextually appropriate support strategies.
Kemampuan Keluarga Menurunkan Beban Keluarga dalam Merawat Pasien Skizofrenia Wijoyo, Eriyono Budi; Nopiyanah, Siti; Umara, Annisaa Fitrah
Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing Vol 5 No 2 (2021): Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing
Publisher : STIKES Bina Usada Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36474/caring.v5i2.208

Abstract

Latar Belakang: Skizofrenia merupakan gangguan yang terjadi dalam jangka panjang dapat mempengaruhi proses pikir kemampuan perawatan yang tidak baik menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi beban keluarga yang semakin berat. Tujuan Penelitian: mengetahui hubungan antara kemampuan keluarga dengan beban keluarga dalam merawat pasien skizofrenia Di Puskesmas Kedaung Wetan Kota Tangerang. Metedologi: Menggunakan desain deskriptip korelasi dengan rancangan Cross Sectional. Pengambilan sampel dengan metode Purposive Sampling, sebanyak 30 orang. Instrument penelitian ini menggunakan kuesionel kemampuan keluarga dan kuesioner Burden Assessment Schedule (BAS) dengan uji yang digunakan pada penelitian ini menggunakan uji Chi Square. Hasil: Terdapat responden yang memiliki kemampuan perawatan baik sebanyak 14 responden (46,7%%) dengan beban ringan, 16 responden (46,7%) yang memiliki kemampuan perawatan tidak baik dengan beban berat. Dengan uji ini didapatkan nilai P Value 0,000 dengan nilai signifikan ≤ 0,05 bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan keluarga dengan beban keluarga merawat pasien skizofrenia di Puskesmas Kedaung Wetan Kota Tangerang. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan keluarga dengan beban keluarga merawat pasien skizofrenia di Puskesmas Kedaung Wetan Kota Tangerang.
Blood Pressure Analysis in the Runner Community towards the Risk of Exercise-Induced Hypertension Annisaa Fitrah Umara; Alpan Habibi; Eriyono Budi Wijoyo; Agmalia Fratiwi; Dhinda Anjas Rananda
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 9 No. 1 (2025): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v9i1.897

Abstract

Abstrak Hipertensi meningkatkan risiko penyakit jantung secara global, sementara olahraga lari telah menjadi populer sebagai langkah pencegahan. Namun, hal ini juga dapat menyebabkan Hipertensi yang Dipicu oleh Olahraga (EIH), terutama pada pelari jarak jauh berusia paruh baya yang menunjukkan tingkat EIH lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lain. Studi ini menyelidiki variasi tekanan darah sebelum dan setelah berlari dalam komunitas pelari. Menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan pra-tes dan pasca-tes, studi ini melibatkan responden berusia di atas 18 tahun yang berlari lebih dari 1-kilometer dan berlatih setidaknya dua kali seminggu. Sebanyak 36 anggota komunitas dipilih secara purposif. Tekanan darah dan denyut nadi diukur sebelum dan segera setelah berlari. Sebagian besar responden adalah laki-laki (33,3%), muda (52,78%), dan tidak merokok (72,2%). Temuan menunjukkan bahwa berlari tidak secara signifikan mempengaruhi Tekanan Darah Sistolik (p>0,05), tetapi mempengaruhi Tekanan Darah Diastolik (p<0,05). Tidak terdapat perubahan signifikan pada tekanan darah, menunjukkan adanya EIH (tekanan darah istirahat <140/90 mmHg dan maksimum selama olahraga ≥210 mmHg untuk pria dan ≥190 mmHg untuk wanita). Tekanan darah yang stabil atau menurun dikaitkan dengan vasodilatasi metabolik selama olahraga. Pemantauan tekanan darah secara terus-menerus sangat penting untuk mengurangi risiko kesehatan yang potensial. Kata kunci: hipertensi, latihan fisik, pelari, tekanan darah   Abstract Hypertension increases the risk of heart disease globally, while running has gained popularity as a preventive measure. However, it can also lead to Exercise-Induced Hypertension (EIH), particularly in middle-aged long-distance runners who exhibit higher EIH levels than other age groups. This study investigates blood pressure variations before and after running within a running community. Utilizing a pre-experimental design with a pre- and post-test approach, the study included respondents over 18 years old, who ran more than 1 kilometer and trained at least twice weekly. A purposive sample of 36 community members was selected. Blood pressure and pulse were measured before and immediately after running. The majority of respondents were male (33.3%), young (52.78%), and non-smokers (72.2%). Findings indicated that running did not significantly affect Systolic Blood Pressure (p>0.05), but it did impact Diastolic Blood Pressure (p<0.05). No significant changes in blood pressure were observed, suggesting EIH (resting blood pressure <140/90 mmHg and maximum during exercise ≥210 mmHg for men and ≥190 mmHg for women). The stable or decreased blood pressure is attributed to metabolic vasodilation during exercise. Continuous blood pressure monitoring is essential to mitigate potential health risks.   Keywords: blood pressure; hypertension; physical exercise; runner
Strengthening Elderly Resilience Through Physical Training in Earthquake-Prone Areas: Penguatan Ketahanan Lansia Melalui Pelatihan Fisik di Daerah Gempa Bumi Eriyono Budi Wijoyo; Alpan Habibi; Zulia Putri Perdani; Azizah Al Ashri Nainar; Dermani Jernih Kristiani Hea; Elsa Rahmawati; Ajjahra Lukmanita; Zahra Masayu Maryam; Masuda Reiko
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini
Publisher : Ruang Ide Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58516/8athvq29

Abstract

Older adults are a vulnerable population who experience age-related declines in muscle strength, balance, mobility, and functional capacity. These conditions may increase the risks of falls, frailty, dependency, and difficulties in performing independent evacuation during earthquakes. This community service program aimed to strengthen the physical capacity of older adults through multicomponent physical exercise as an approach to enhancing resilience in earthquake-prone areas. The program was conducted at Home Care Facility, Saitama Prefecture, Japan. A participatory approach with a pre-test and post-test design was employed. The intervention consisted of education on physical activity for older adults and multicomponent exercise involving muscle strengthening, balance, flexibility, endurance, and functional exercises. Participants' physical capacity was evaluated using the Timed Up and Go Test (TUG) and the 30-Second Chair Stand Test, while the training was conducted with support from caregivers. The results indicated positive participant responses and increased engagement in physical exercises, along with improved understanding of the importance of maintaining physical capacity for emergency situations. The training also enhanced caregivers' ability to facilitate simple and safe physical exercises for older adults. This program demonstrates that multicomponent physical exercise can serve as a promotive and preventive approach to maintaining physical function, independence, and disaster preparedness among older adults living in earthquake-prone areas.
Smartphones addiction and mental-emotional disorders among adolescents : A cross sectional study Wijoyo, Eriyono Budi; Fadhilah, Rafiqah; Umara, Annisaa Fitrah
IJNP (Indonesian Journal of Nursing Practices) Vol. 7 No. 1 (2023): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ijnp.v7i1.17564

Abstract

Background: A smartphone is a communication tool designed to be used for  a variety of applications. Excessive usage of smartphones can cause addiction, especially in adolescents. Because of this, adolescents can experience emotional-mental disorders caused by smartphone addiction.Objective: This study aimed to examine the relationship between smartphone addiction and emotional-mental disorders.Methods: This study had a quantitative research using a cross sectional study design. Smartphone addiction was  measured using the Smartphone Addiction Scale-Short Version (SAS-SV) instrument, while mental emotional disorder was measured using the Self Reporting Questionnaire (SRQ) instrument.The sample size of this study was 103 adolescents. Samples were taken by simple random sampling and analyzed by chi-square.Results: The results of this study show that there is a relationship between smartphone addiction and emotional and mental disorders in adolescents with p-value 0.02.Conclusion: More support is needed from various parties to prevent adolescents from experiencing smartphone addictionand subsequently experiencing mental and emotional disorders.
Co-Authors Achmad Fauji Agmalia Fratiwi Agus Mulyawan Ahmad Burhanudin Ahmad, Shieva Nur Azizah Ajjahra Lukmanita Akhmad, Shieva Nur Azizah Alpan Habibi Alpan Habibi Anggraeni, Efi Anggraeni, Indri Putri Annisaa F. Umara Annisaa Fitrah Umara Annisaa Fitrah Umara Antoni, Tresna Dinullah Anung Ahadi Pradana Anung Ahadi Pradana Ardhian Indra Darmawan Artanami, Alifia Nur Astrie Merlinda Atiq Rizka Azjunia Azizah Al-Ashri Nainar Azizah, Shieva Nur Bayu Fandhi Achmad Bin Wahab, Jamaluddin Budiman, Shely Erlia Casman Casman Daulima, Novy Helena C. Dedi Kurniawan Dela Novitasari Dermani Jernih Kristiani Hea Dhinda Anjas Rananda DWI SURYANTO Efi Anggraini Elly Purnamasari Elsa Rahmawati Eni Nuraeni Eti Rahmawati Euis Irna Nurpadillah Fadhilah, Rafiqah Fauzan Hakim Fitria, Dian Fitria, Niska Fitriawan, Akbar Satria Gatot - Suparmanto, Gatot - Gita Cahyani Hargiana, Giur Hastuti, Hera Hera Hastuti Hertati Hertati I Ketut Suada Ice Yulia Wardani Ilham Fajri Imami Nur Rachmawati Imas Yoyoh Indriani Indriani Indrianisa, Yulia Ismawati, Amalia Istifada, Rizkiyani Juliati, Siska K Kartini, K Karina Megasari Winahyu Kartini Kartini Kartini Kartini Kartini Kartini Kartini Kartini Khoirunnisa Khoirunnisa Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kurniawan Lilis Komariyah, Lilis Listia Ardiani Lubna Najwa Wardani Mariani, Siska Mashito, Dewi Masuda Reiko Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mutakamilah Mutakamilah Mutakamilah, M Nainar, Azizah Al Ashri Nainar, Azizah Al-Ashri Ninik Yunitr Nisa Nizhan Nurfadillah Nopiyanah, Siti Novy H.C Daulima nuraeni, een Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nurfalah, Firhan Nurhikmah Nurhikmah Nurul Amelia NURUL KHOTIMAH Oktavia, Maynah Popy Irawati Qolina, Elly Rafiqah Fadhilah Rahmania, Sarah Rana Kumala Retnaningsih, Listyana Natalia Roswita Hasan Rosyad, Habibi Rohman Saad, Zahrah Samutri, Erni Setyaningrum, Niken Setyaningsih, Wiwit Ananda Wahyu Shieva Nur Azizah Shieva Nur Azizah Siti Toyibatul Khiftiyah Sri Wulandari Sudiarti, Putri Eka Tati Suryati Tran Thien Nhan Umara, Annisaa Fitrah Utami, Sekar Widya Noer Verawati Verawati Wardhani, Ice Yulia Wibisana, Elang Winahyu, Karina Megasari Windi Srirahayu Wulandari, Apri Nur Yati Afiyanti Yulia Agnia Nurrohmah Zahra Masayu Maryam Zulia Putri Perdani, Zulia Putri