Claim Missing Document
Check
Articles

Counseling on Diet Programs to Minimize the Risk of Hypertension in Poris Plawad Village, Cipondoh Sub-District: Penyuluhan Program Diet Untuk Meminimalisir Risiko Hipertensi di Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh Rahmania, Sarah; Wijoyo, Eriyono Budi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini Vol 3 No 1 (2024): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini
Publisher : Ruang Ide Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58516/ssgfds13

Abstract

Hypertension is a serious medical condition that may increase the risk of heart disease and stroke, and is one of the global health priorities. In Indonesia, many people suffer from hypertension, and they are unaware of the problem because it may have no warning symptoms. So to minimize the impact, a hypertension diet needs to be done. Counseling really needs to be conducted to help increase public knowledge regarding the implementation of the hypertension diet. The results of the counseling showed that people were aware of the importance of a hypertension diet, because this disease may trigger other diseases. Undergoing a low-sodium diet and avoiding foods that trigger hypertension need to be accompanied by regular exercise. The results of the counseling showed that 70% of the counseling participants had knowledge of the hypertension diet, so that the counseling could be said to have been maximized. However, similar counseling needs to be further carried out on a wider scope to generate greater benefits.
Pengetahuan dan Efikasi Diri Mahasiswa Kesehatan dalam Perilaku Pencegahan Penularan Covid-19 Kartini, Kartini; Hastuti, Hera; Umara, Annisaa Fitrah; Azizah, Shieva Nur; Istifada, Rizkiyani; Wijoyo, Eriyono Budi
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 5 No. 1 (2021): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v5i1.270

Abstract

Abstrak Mahasiswa merupakan kelompok yang memiliki mobilitas tinggi dalam aktivitas di luar rumah. Berbagai faktor mempengaruhi perilaku mahasiswa, salah satunya pengetahuan dan efikasi diri. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan hubungan pengetahuan dan efikasi diri mahasiswa dalam perilaku pencegahan penularan COVID-19 setelah satu tahun pandemi. Metode penelitian menggunakan studi kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini telah lolos uji etik dengan jumlah responden yang terlibat adalah 228 mahasiswa. Analisis data menggunakan tes chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan pengetahuan dan efikasi diri dengan perilaku mahasiswa dalam pencegahan penularan COVID-19 setelah satu tahun pandemi (p-value < 0,05). Akses informasi yang mudah didapat oleh mahasiswa berdampak pada peningkatan pengetahuan dan nilai efikasi diri. Oleh karena itu dibutuhkan dukungan dari berbagai lintas sektoral dan keluarga untuk mempertahankan pengetahuan dan motivasi positif mahasiswa dalam perilaku pencegahan COVID-19. Kata kunci: COVID-19, efikasi diri, mahasiswa, pengetahuan, perilaku  Abstract College students are a group that has high mobilization activity outside. Various factors influence college student behavior, one of which is knowledge and self-efficacy. The aim of this study was to describe the relationship between knowledge and self-efficacy of college students in preventing COVID-19 transmission behavior after one year of the pandemic. The research method used a quantitative study with a cross-sectional design. This research had passed the ethical test with the number of respondents involved are 228 college students. Data analysis used a chi-square test. The results showed a relationship between knowledge and self-efficacy with college student behavior in preventing COVID-19 transmission after one year of the pandemic (p-value <0,05). The information that is accessible for students has an impact on increasing knowledge and self-efficacy values. Therefore, it takes support from various sectoral and families to maintain positive knowledge and motivation of students in COVID-19 prevention behavior.Keywords: COVID-19, self-efficacy, college students, knowledge, behavior
Blood Pressure Analysis in the Runner Community towards the Risk of Exercise-Induced Hypertension Umara, Annisaa Fitrah; Habibi, Alpan; Wijoyo, Eriyono Budi; Fratiwi, Agmalia; Rananda, Dhinda Anjas
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol. 9 No. 1 (2025): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : LPPM Universitas Hafshawaty Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v9i1.897

Abstract

Abstrak Hipertensi meningkatkan risiko penyakit jantung secara global, sementara olahraga lari telah menjadi populer sebagai langkah pencegahan. Namun, hal ini juga dapat menyebabkan Hipertensi yang Dipicu oleh Olahraga (EIH), terutama pada pelari jarak jauh berusia paruh baya yang menunjukkan tingkat EIH lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lain. Studi ini menyelidiki variasi tekanan darah sebelum dan setelah berlari dalam komunitas pelari. Menggunakan desain pra-eksperimental dengan pendekatan pra-tes dan pasca-tes, studi ini melibatkan responden berusia di atas 18 tahun yang berlari lebih dari 1-kilometer dan berlatih setidaknya dua kali seminggu. Sebanyak 36 anggota komunitas dipilih secara purposif. Tekanan darah dan denyut nadi diukur sebelum dan segera setelah berlari. Sebagian besar responden adalah laki-laki (33,3%), muda (52,78%), dan tidak merokok (72,2%). Temuan menunjukkan bahwa berlari tidak secara signifikan mempengaruhi Tekanan Darah Sistolik (p>0,05), tetapi mempengaruhi Tekanan Darah Diastolik (p<0,05). Tidak terdapat perubahan signifikan pada tekanan darah, menunjukkan adanya EIH (tekanan darah istirahat <140/90 mmHg dan maksimum selama olahraga ≥210 mmHg untuk pria dan ≥190 mmHg untuk wanita). Tekanan darah yang stabil atau menurun dikaitkan dengan vasodilatasi metabolik selama olahraga. Pemantauan tekanan darah secara terus-menerus sangat penting untuk mengurangi risiko kesehatan yang potensial. Kata kunci: hipertensi, latihan fisik, pelari, tekanan darah   Abstract Hypertension increases the risk of heart disease globally, while running has gained popularity as a preventive measure. However, it can also lead to Exercise-Induced Hypertension (EIH), particularly in middle-aged long-distance runners who exhibit higher EIH levels than other age groups. This study investigates blood pressure variations before and after running within a running community. Utilizing a pre-experimental design with a pre- and post-test approach, the study included respondents over 18 years old, who ran more than 1 kilometer and trained at least twice weekly. A purposive sample of 36 community members was selected. Blood pressure and pulse were measured before and immediately after running. The majority of respondents were male (33.3%), young (52.78%), and non-smokers (72.2%). Findings indicated that running did not significantly affect Systolic Blood Pressure (p>0.05), but it did impact Diastolic Blood Pressure (p<0.05). No significant changes in blood pressure were observed, suggesting EIH (resting blood pressure <140/90 mmHg and maximum during exercise ≥210 mmHg for men and ≥190 mmHg for women). The stable or decreased blood pressure is attributed to metabolic vasodilation during exercise. Continuous blood pressure monitoring is essential to mitigate potential health risks.   Keywords: blood pressure; hypertension; physical exercise; runner
Evaluating the FACIT-Sp-12: a systematic review of measurement properties of spiritual well-being in cancer patients Fauji, Achmad; Wijoyo, Eriyono Budi; Ninik Yunitr; Imami Nur Rachmawati; Yati Afiyanti
Jurnal Ners Vol. 20 No. 4 (2025): VOLUME 20 ISSUE 4 (NOVEMBER 2025)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jn.v20i4.68460

Abstract

Introduction: This study aims to investigate whether the FACIT-Sp-12's measurement properties yield the most accurate spiritual data for cancer patients. Methods: This systematic review examined full-text studies written in English and involving patients with cancer published between 2000 and 2024, using cross-sectional, randomized controlled trials, case-control, and quasi-experimental designs. This study used the MEDLINE (PubMed and EBSCO), ScienceDirect, Scopus, Taylor and Francis, and selected ProQuest databases. We assessed the papers methodically using the PRISMA flow before reviewing ten of them. The Consensus-based Standards for the Selection of Health Measurement Instruments tool has been used for evaluating the review articles. Results: We found that various studies on spirituality in cancer patients conducted in different countries have employed diverse research methods. All these studies used the FACIT-Sp-12, which has been modified and adapted for cultural contexts. Cronbach's alpha ranges from 0.70 to 0.91, indicating that FACIT-Sp-12 is consistent across studies. COSMIN has been used to evaluate and critique FACIT-Sp-12; however, its structural validity, Cronbach's alpha for the subscales, intraclass correlation, and measurement error remain unsatisfactory. Some publications examine hypotheses and provide satisfactory responses, but there is little discussion on criterion validity or cross-cultural adaptation. Conclusions: We determined that patients with cancer could use the FACIT-Sp-12. This study suggests using the FACIT-Sp-12 spiritual assessment tool for cancer patients in research and nursing care.
OPTIMALISASI MITIGASI BENCANA MELALUI PEMBENTUKAN TIM PSYCHOLOGICAL FIRST AID PADA BENCANA KEBAKARAN PADA WILAYAH RAWAN KEBAKARAN TAMBORA Mustikasari, Mustikasari; Fitria, Dian; Wardhani, Ice Yulia; Hargiana, Giur; Wijoyo, Eriyono Budi; Oktavia, Maynah; Nurfalah, Firhan
Jurnal Salingka Abdimas Vol 5, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v5i2.7350

Abstract

ABSTRAK Wilayah Tambora merupakan salah satu kawasan padat penduduk di Jakarta yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana kebakaran. Tingginya kepadatan bangunan, rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesiapsiagaan bencana, serta minimnya penanganan psikologis pasca kebakaran menjadi faktor utama yang memperparah dampak sosial dan mental korban. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan mitigasi bencana melalui pembentukan Tim Psychological First Aid (PFA) sebagai respon awal dalam penanganan dampak psikologis bagi korban bencana kebakaran. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan dasar PFA, simulasi lapangan, dan evaluasi efektivitas tim. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai PFA dari rata-rata 72% menjadi 86 % serta terbentuknya tim relawan lokal yang siap tanggap memberikan pertolongan psikologis awal. Dengan demikian, program ini berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas masyarakat Tambora dalam mitigasi bencana berbasis psikososial.
Efektivitas Intervensi Edukasi dalam Mengubah Persepsi Masyarakat Tentang Fogging dan Pencegahan DBD: Penelitian Komunitas di RW 04 Kelurahan Neglasari: Efektivitas Intervensi Edukasi dalam Mengubah Persepsi Masyarakat Tentang Fogging dan Pencegahan DBD: Penelitian Komunitas di RW 04 Kelurahan Neglasari Budiman, Shely Erlia; Wijoyo, Eriyono Budi; Winahyu, Karina Megasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini
Publisher : Ruang Ide Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58516/3c8a1w84

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat, dimana fogging sering dipahami sebagai langkah utama pengendalian DBD meskipun efeknya bersifat sementara. Penelitian ini bertujuan menilai pengaruh edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai DBD, pencegahannya, dan peran fogging di RW 04 Kelurahan Neglasari. Metode yang digunakan adalah pra-eksperimental dengan desain one group pre test dan post test. Sebanyak 24 responden mengikuti sesi edukasi selama 30 menit menggunakan media PowerPoint dan leaflet, serta mengisi kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana 20 responden mampu menjawab pertanyaan dengan benar setelah edukasi, dibandingkan dengan sebagian besar responden yang memiliki pengetahuan rendah pada pre-test. Edukasi berhasil mengubah persepsi masyarakat mengenai fogging, menekankan bahwa fogging hanya bersifat sementara, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemberantasan sarang nyamuk serta perilaku hidup bersih melalui 3M Plus. Temuan ini menegaskan bahwa edukasi kesehatan merupakan strategi efektif dalam pengendalian DBD berbasis komunitas.
EFEKTIVITAS EDUKASI KESEHATAN BERBASIS KOMUNITAS TENTANG LEPTOSPIROSIS TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU MASYARAKAT DI KELURAHAN NEGLASARI RW 04: Efektivitas Edukasi Kesehatan Berbasis Komunitas Tentang Leptospirosis Terhadap Pengetahuan Dan Perilaku Masyarakat Di Kelurahan Neglasari RW 04 Utami, Sekar Widya Noer; Wijoyo, Eriyono Budi; Winahyu, Karina Megasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan Terkini
Publisher : Ruang Ide Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58516/x6dddb98

Abstract

Leptospirosis is a zoonotic disease that remains a major public health problem globally, particularly in areal with high rainfall, poor sanitation, and densely populated settlements. These conditions increase the risk of leptospirosis transmission, especially in high-risk urban communities such as Neglasari RW 04. This study aimed to assess the effectiveness of community-based health education on knowledge and preventive behavior toward leptospirosis. A pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach was applied among residents of RW 04, Neglasari. A total of 22 respondents were selected using total sampling. The education was delivered through lectures using PowerPoint, discussions, question-and-answer sessions, and leaflets. Knowledge and preventive behavior were measured using a 13-item questionnaire before and after the intervention. The results showed that before the education, most respondents had low levels of knowledge and preventive behavior, whereas after the education, 17 respondents demonstrated an increase in correct answers. These findings indicate that community-based health education plays an important role in improving public awareness and understanding of leptospirosis. Structured and locally relevant health education can serve as an effective promotive and preventive strategy for leptospirosis at the community level.
Co-Authors Achmad Fauji Agus Mulyawan Ahmad Burhanudin Ahmad, Shieva Nur Azizah Akhmad, Shieva Nur Azizah Alpan Habibi Anggraeni, Efi Anggraeni, Indri Putri Annisaa F. Umara Annisaa Fitrah Umara Antoni, Tresna Dinullah Anung Ahadi Pradana Anung Ahadi Pradana Artanami, Alifia Nur Astrie Merlinda Atiq Rizka Azjunia Azizah Al-Ashri Nainar Azizah, Shieva Nur Bayu Fandhi Achmad Bin Wahab, Jamaluddin Budiman, Shely Erlia Casman Casman Casman, Casman Daulima, Novy Helena C. Dedi Kurniawan Dela Novitasari DWI SURYANTO Efi Anggraini Elang Wibisana Elly Purnamasari Eni Nuraeni Eti Rahmawati Euis Irna Nurpadillah Fadhilah, Rafiqah Fauzan Hakim Fitria, Dian Fitria, Niska Fitriawan, Akbar Satria Fratiwi, Agmalia Gita Cahyani Habibi, Alpan Hargiana, Giur Hastuti, Hera Hera Hastuti Hertati Hertati I Ketut Suada Ice Yulia Wardani Ilham Fajri Imami Nur Rachmawati Imas Yoyoh Imas Yoyoh Indriani Indriani Indrianisa, Yulia Ismawati, Amalia Istifada, Rizkiyani Juliati, Siska K Kartini, K Karina Megasari Winahyu Kartini Kartini Kartini Kartini Kartini Kartini Kartini Kartini Khoirunnisa Khoirunnisa Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kurniawan Lilis Komariyah, Lilis Listia Ardiani Lubna Najwa Wardani Mariani, Siska Mashito, Dewi Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mutakamilah Mutakamilah Mutakamilah, M Nainar, Azizah Al Ashri Nainar, Azizah Al-Ashri Ninik Yunitr Nisa Nizhan Nurfadillah Nopiyanah, Siti Novy H.C Daulima nuraeni, een Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nurfalah, Firhan Nurhikmah Nurhikmah Nurul Amelia nurul khotimah Oktavia, Maynah Popy Irawati Qolina, Elly Rafiqah Fadhilah Rahmania, Sarah Rana Kumala Rananda, Dhinda Anjas Retnaningsih, Listyana Natalia Rizkiyani Istifada Roswita Hasan Rosyad, Habibi Rohman Saad, Zahrah Samutri, Erni Setyaningsih, Wiwit Ananda Wahyu Shieva Nur Azizah Shieva Nur Azizah Siti Toyibatul Khiftiyah Sri Wulandari Sudiarti, Putri Eka Suparmanto, Gatot Tati Suryati Umara, Annisaa Fitrah Utami, Sekar Widya Noer Verawati Verawati Wardhani, Ice Yulia Winahyu, Karina Megasari Windi Srirahayu Wulandari, Apri Nur Yati Afiyanti Yoyoh, Imas Yulia Agnia Nurrohmah Zulia Putri Perdani, Zulia Putri