Claim Missing Document
Check
Articles

Psychosocial Aspects of Erickson Model on Toileting Behavior For Toddler Ages: Case Study Eriyono Budi Wijoyo; Mustikasari Mustikasari
Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia [JIKI] Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia [JIKI]
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jiki.v3i1.1485

Abstract

Introduction: Toddlers aged 1-3 years are children with psychosocial development stages between autonomy with shame and doubt so training is needed to control themselves, one of which is toilet training. Method: The process of writing this scientific article applied a case study approach with descriptive methods drawn from the writer's life and personal experience. To collect data in the form of articles, the writer used several databases such as PROQUEST, Science Direct, Google Search, and Scopus. The writer also used several search keywords, which are “Toodler Development”, “Erickson Theory”, “Toilet Training”, “Psychosocial Process”, by using boolean “AND”. Besides using keywords, the writer also used inclusion and exclusion criteria ranging from 2012-2017 published articles in Indonesian and English, and full text articles from reliable sources. From the aforementioned searches, thousands of articles were obtained and the writer analyzed and came up with the title “Psychosocial Aspects of Erickson Model in Toileting Behavior for Toddler Ages: Case Study”. Results and Discussion: The development of toddlers varies from one another. Toddlers can also carry out orders given from others to themselves. After entering the age of 24-30 months it is recommended that the children be trained in toileting behavior because at that age they can control themselves. Conclusion and suggestion:Children’s development in this case is still in line with Erikson's psychosocial development theory so that children are still within the psychosocial limits of health. Special attention is needed from parents to toddlers, especially related to their psychosocial development so that there is no delay and does not interfere with children's development at later stage. Keywords: Psychosocial, Erikson's Theory, Toddler, Toilet Training
Pengaruh Terapi Musik terhadap Penurunan Tingkat Stres pada Mahasiswa Selama Proses Penyusunan Tugas Akhir: Literature Review Mutakamilah Mutakamilah; Eriyono Budi Wijoyo; Imas Yoyoh; Hera Hastuti; Kartini Kartini
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 14, No.2, 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v14i2.13670

Abstract

  Pendahuluan: Mahasiswa merupakan seorang peserta didik yang terdaftar di perguruan tinggi, dimana mahasiswa rentan mengalami stres akibat tuntutan atau beban tugas akademik yang cukup banyak. Salah satu stres beban tugas akademik yang dialami mahasiswa yaitu pada saat proses penyusunan tugas akhir. Stres adalah respon fisik dan psikis dari setiap individu terhadap tuntutan yang menyebabkan ketegangan dan mengganggu stabilitas kehidupan individu sehari-hari. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi tingkat stres mahasiswa adalah dengan terapi musik. Penulisan literature review ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari terapi musik terhadap penurunan tingkat stres pada mahasiswa selama proses penyusunan tugas akhir berdasarkan studi empiris sepuluh tahun terakhir. Metode: Studi literature review ini menggunakan tiga database dalam pencarian studi atau artikel penelitian, yaitu PubMed, Researchgate dan Google Scholar, desain penelitian yang digunakan rata-rata menggunakan penelitian kuantitatif dengan quasy experimental dan pre eksperimental. Sedangkan framework yang digunakan dalam literature review ini yaitu PICOS (population, intervension, compare, outcome, study design), dan pemaparan dalam pencarian studi atau literature menggunakan diagram flow PRISMA checklist. Hasil dan Analisis: Penulis menemukan sembilan studi yang memenuhi kriteria inklusi dari literature review. Dimana terdapat berbagai jenis terapi musik yang dapat digunakan yaitu terapi musik klasik, terapi musik jawa, terapi musik binaural beats dan terapi musik sampeq. Secara keseluruhan dari sembilan studi didapatkan bahwa terapi musik efektif menurunkan tingkat stres pada mahasiswa secara signifikan dengan rata-rata diperoleh nilai p value (0,000). Analisis yang digunakan dalam beberapa studi yaitu menggunakan uji Wilcoxon. Diskusi dan Kesimpulan: Dari kesembilan studi yang telah direview oleh penulis dapat disimpulkan bahwa terapi musik mampu menurunkan tingkat stres pada mahasiswa terutama pada mahasiswa yang sedang dalam proses penyusunan tugas akhir. Diharapkan mahasiswa dapat menggunakan terapi musik dalam menurunkan tingkat stres yang dialaminya.    Kata Kunci: Mahasiswa, Stres, Terapi Musik
Pengaruh Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Kualitas Tidur Pada Lansia: Literature Review Efi Anggraini; Eriyono Budi Wijoyo; Kartini Kartini; Hera Hastuti; Imas Yoyoh
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 14, No.2, 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v14i2.13669

Abstract

ABSTRAKLansia merupakan tahap akhir dari siklus hidup manusia, yaitu bagian dari proses kehidupan yang tidak dapat dihindari dan akan di alami oleh setiap individu. Pada proses penuaan akan terjadi penurunan, kemunduran dan perubahan fungsi baik fungsi biologis dan fisiologis, sosial, psikologis meliputi depresi, cemas, tidak konsentrasi, koping tidak efektif. Lansia sebagian besar berisiko tinggi mengalami gangguan tidur yang disebabkan oleh berbagai faktor. Salah satu gangguan tidur pada lansia yaitu, Insomnia/kesulitan tidur. Salah satu terapi non farmakologi untuk pemenuhan kebutuhan tidur ialah rendam kaki menggunakan air hangat atau hydrotherapy. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh rendam kaki air hangat terhadap kualitas tidur pada lanisa secara kajian literatur. Metodelogi: pencarian artikel menggunkan Google Schoolar, PubMed, Medline database untuk menentukan artikel sesuai dengan kriteria inklusi dan eklusi kemudian dilakukan review. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa rendam kaki air hangat memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas tidur pada lansia. Hal ini bisa dibuktikan Setelah dilakukan intervensi menunjukkan bahwa mayoritas responden mempunyai total tidur 5-7 jam, waktu untuk tidur lebih cepat, frekuensi terbangun dimalam hari berkurang, tidur nyenyak dan responden mengatakan puas dalam tidurnya. Kesimpulan: terapi rendam kaki air hangat baikdilakukan dengan  adanya campuran seperti aromaterapi lavender ataupun larutan garam masing-masing jenis tersebut dapat membantu meningkatkan kualitas tidur pada lansia.  Kata Kunci: Rendam Kaki, Air Hangat, Kualitas Tidur, Lansia
Literature Review: Pengaruh Pemberian Aromaterapi Sebagai Intervensi Asuhan Keperawatan Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Lansia Eriyono Budi Wijoyo
Jurnal Kesehatan Rajawali Vol 11 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Rajawali
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Rajawali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.826 KB) | DOI: 10.54350/jkr.v11i2.110

Abstract

Introduction : The aging process is a process marked by a decrease or change in various physical, psychological and social conditions in interacting with other people. Of the various elderly who experience physical changes will affect health and will cause a decrease in welfare so that it can cause psychological problems, one of which is anxiety. Elderly who experience psychological problems such as anxiety, then these conditions can interfere with the daily activities of the elderly. One of the non-pharmacological therapies to reduce anxiety levels that is easy to do and affordable is Aromatherapy. Objective: To determine the effectiveness of aromatherapy in reducing anxiety levels in the elderly based on the Literature Review. Methods: Search articles using PubMed, Google Scholar and World Wide Science, then found 8 articles according to the inclusion and exclusion criteria which were then reviewed. Results: Based on eight reviewed journals, an effective therapy to reduce anxiety levels in the elderly is by giving aromatherapy with fruit and flower essential oils. Discussion: giving aromatherapy can be done 3-7 days and there are some journals that are done for 30 days in a row and given for 10-15 minutes. Conclusion: giving aromatherapy is very effective in reducing anxiety levels in the elderly because the therapy is easy, safe, effective, non-invasive, and can be done by all ages.
Pengetahuan dan Efikasi Diri Mahasiswa Kesehatan dalam Perilaku Pencegahan Penularan Covid-19 Kartini Kartini; Hera Hastuti; Annisaa Fitrah Umara; Shieva Nur Azizah; Rizkiyani Istifada; Eriyono Budi Wijoyo
JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan) Vol 5, No 1 (2021): JI-KES (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33006/ji-kes.v5i1.270

Abstract

Abstrak Mahasiswa merupakan kelompok yang memiliki mobilitas tinggi dalam aktivitas di luar rumah. Berbagai faktor mempengaruhi perilaku mahasiswa, salah satunya pengetahuan dan efikasi diri. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan hubungan pengetahuan dan efikasi diri mahasiswa dalam perilaku pencegahan penularan COVID-19 setelah satu tahun pandemi. Metode penelitian menggunakan studi kuantitatif dengan desain cross-sectional. Penelitian ini telah lolos uji etik dengan jumlah responden yang terlibat adalah 228 mahasiswa. Analisis data menggunakan tes chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan pengetahuan dan efikasi diri dengan perilaku mahasiswa dalam pencegahan penularan COVID-19 setelah satu tahun pandemi (p-value < 0,05). Akses informasi yang mudah didapat oleh mahasiswa berdampak pada peningkatan pengetahuan dan nilai efikasi diri. Oleh karena itu dibutuhkan dukungan dari berbagai lintas sektoral dan keluarga untuk mempertahankan pengetahuan dan motivasi positif mahasiswa dalam perilaku pencegahan COVID-19. Kata kunci: COVID-19, efikasi diri, mahasiswa, pengetahuan, perilaku  Abstract College students are a group that has high mobilization activity outside. Various factors influence college student behavior, one of which is knowledge and self-efficacy. The aim of this study was to describe the relationship between knowledge and self-efficacy of college students in preventing COVID-19 transmission behavior after one year of the pandemic. The research method used a quantitative study with a cross-sectional design. This research had passed the ethical test with the number of respondents involved are 228 college students. Data analysis used a chi-square test. The results showed a relationship between knowledge and self-efficacy with college student behavior in preventing COVID-19 transmission after one year of the pandemic (p-value <0,05). The information that is accessible for students has an impact on increasing knowledge and self-efficacy values. Therefore, it takes support from various sectoral and families to maintain positive knowledge and motivation of students in COVID-19 prevention behavior.Keywords: COVID-19, self-efficacy, college students, knowledge, behavior
Pengaruh Pengendalian Halusinasi Teknik Distraksi Menghardik terhadap Penurunan Halusinasi Pendengaran: Studi Literatur Hertati Hertati; Eriyono Budi Wijoyo; Nuraini Nuraini
Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia (JIKI) Vol 5, No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Keperawatan Indonesia [JIKI]
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jiki.v5i2.2918

Abstract

 AbstrakPendahuluan: Gangguan jiwa dapat terjadi pada siapa saja dan kapan saja, salah satu ganguan jiwa yang sering muncul adalah skizofrenia. Tanda dan gejala positif dari skizofrenia yaitu halusinasi. Jenis halusinasi yang dialami oleh pasien yaiut halusinasi pendengaran yang berdampak dapat melukai diri sendiri atau orang lain. Sehigga perlu adanya latihan untuk mengurangi dmapak tersebut. Salah satu latihan yaitu menghardik halusinasi yang melibatkan pasien dan keluarga. Metode:  metode yang digunakan adalah studi literature serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan  metode pengumpulan data pustaka, atau penelitian yang objek penelitiannya digali melalui beragam informasi kepustakaan. Untuk mengumpulkan data yang berupa artikel, penulis menggunakan beberapa database yaitu Science Direct dan Google Search. Penulis juga menggunakan beberapa kata kunci pencarian yaitu “Halusinasi Pendengaran”, “Skizofrenia”, “Teknik Menghardik”, dengan menggunakan boolean “AND”. Selain menggunakan kata kunci, penulis juga menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi mulai dari artikel terbitan 2011-2020, menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris serta artikel fulltext dengan sumber yang terpercaya. Hasil: berdasarkan hasil telaah literature yang dilakukan, didapatkan dengan dilakukannya bimbingan dan latihan teknik distraksi menghardik maka halusinasi pendengaran pada klien skizofernia akan mengalami penurunan. Saran: berdasarkan tinjauan literature ini, di dapatkan hasil bahwa pengendalian halusinasi yang efektif terhadap penurunan halusinasi pendengaran adalah tehnik distraksi menghardik. Diharapkan dengan adanya pengendalian halusinasi terhadap penurunan halusinasi dapat menjadi rujukan bagi tenaga kesehatan dalam upaya pengendalian halusinasi pendengaran. Kata Kunci: Halusinasi pendengaran, Tehnik Distraksi, skizofrenia     
One Year Pandemic: Community Knowledge and Self-Efficacy in Prevention Behavior of Covid-19 Based on The Health Promotion Model by Nola J. Pender Hera Hastuti; Kartini Kartini; Annisaa F. Umara; Shieva Nur Azizah; Eriyono Budi Wijoyo; Rizkiyani Istifada
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 3: September 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.823 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i3.513

Abstract

The community has a new adaptation after one year of the COVID-19 pandemic. The concept of Nola J. Pender describes that the behaviour is in line with the knowledge and self-efficacy that an individual possesses. This study aims to analyze the relationship between knowledge, self-efficacy, and behaviour of the community about preventive of COVID-19 after one year of the pandemic. This research is a quantitative study with a cross-sectional method design. Respondents consist of 246 people. Data analysis used chi-square and spearmen tests which were adjusted to the type of variables being analyzed. The results showed that there was good knowledge, positive self-efficacy, and good behaviour in the community in preventing COVID-19 after one year of the pandemic. There is a relationship between self-efficacy and community behaviour in preventing COVID-19, but there is no relationship between knowledge and community behaviour. Other factors also influence the growth of positive community behaviour. Collaboration and commitment from the community and stakeholders are the main factors in harmonizing knowledge and behaviour in preventing COVID-19. Masyarakat memiliki adaptasi baru setelah satu tahun pandemi COVID-19. Model Nola J. Pender mendeskripsikan bahwa perubahan perilaku terjadi seiring dengan adanya pengetahuan dan efikasi diri yang dimiliki individu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan, efikasi diri, dan perilaku masyarakat dalam pencegahan COVID-19 setelah satu tahun pandemi. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan rancangan metode cross-sectional. Responden yang terlibat dalam penelitian berjumlah 246 orang. Analisis data menggunakan uji chi-square dan spearmen yangdisesuaikan dengan jenis variabel yang dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pengetahuan tinggi, efikasi diri positif, dan perilaku baik masyarakat dalam pencegahan COVID-19 setelah satu tahun pandemi. Ada hubungan antara efikasi diri dengan perilaku masyarakat dalam pencegahan COVID-19, namun tidak ada hubungan antara pengetahuan dengan perilaku masyarakat. Adanya faktor lain yang juga mempengaruhi tumbuhnya perilaku positif masyarakat. Kerja sama dan komitmen masyarakat, serta pemegang kebijakan menjadi faktor utama untuk menselaraskan pengetahuan dan perilaku dalam pencegahan COVID-19.
The Effectiveness of Social Support in Adolescents to Overcome Low Self-Esteem: Scoping Review Kurniawan Kurniawan; Khoirunnisa Khoirunnisa; Casman Casman; Eriyono Budi Wijoyo; Atiq Rizka Azjunia; Euis Irna Nurpadillah; Gita Cahyani; Ilham Fajri; Lubna Najwa Wardani; Nisa Nizhan Nurfadillah; Rana Kumala; Windi Srirahayu; Yulia Agnia Nurrohmah
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 5, No 1 (2022): JKPBK Juni 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v5i1.7517

Abstract

Background: self-esteem is important and plays a vital role in the development of self-esteem during adolescence. Individuals with low self-esteem are characterized by a negative view of themselves and an avoidance focus to protect themselves from possible harm, whereas individuals with self-esteem have the motivation to maintain and increase self-esteem. Purpose: This study aims to determine the sources of support in adolescence and the relationship to the incidence of low self-esteem in adolescents. Methods: This study was a literature review, which searched data using dome databases, namely PubMed, Science Direct, and Google Scholar. Articles are then selected based on inclusion and exclusion criteria based on the PRISMA flow chart. Result: The findings were 18.467 articles, and 5 articles selected that met the criteria for this study. The data showed there is a strong relationship between social support and adolescent self-esteem, social support does affect the person's self-esteem in every way in a positive way. Conclusion: There are several kinds of social support obtained by teenagers from the surrounding environment as a form of self-esteem in adolescents including social support from teenagers' parents, friends, schools, teachers, and the surrounding community. Various forms of support that adolescents get such as emotional support and instrumental support.Keywords:  adolescence; self-esteem; social support
PENYULUHAN DAN DEMONSTRASI MEROKOK TERHADAP PENGETAHUAN DAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT (PHBS) SELAMA PANDEMI COVID-19 DI KOTA TANGETANG, BANTEN Eriyono Budi Wijoyo; Hera Hastuti; Elang Wibisana; Azizah Al Ashri Nainar; Nuraini
Jurnal Mitra Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021): Jurnal Mitra Masyarakat
Publisher : STIKes Mitra Keluarga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.959 KB)

Abstract

Merokok merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh masyarakat secara umum di Indonesia baik laki-laki atauperempuan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mensosialisasikan dan mencegah agar tidak merokok padamasyarakat. Tindakan sudah dilakukan mulai dari usia dini sampai dengan dewasa untuk edukasi kesehatan dampakdari merokok. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk melihat pengaruh Pendidikan kesehatan dan demonstrasipengganti rokok terkait dengan pengetahuan dan perilaku hidup bersih dan sehat terutama terkait dengan merokok.Pengadian ini dilakukan di Kelurahan Poris Jaya, Kota Tangerang, Banten dengan diikuti oleh 36 peserta. Kegiatandilakukan selama 2 hari dengan rata-rata durasi sekitar 3 jam. Sebelum kegiatan pertama dimulai masyarakatdiberikan kuisioner untuk menilai pengetahuan dan perilaku masyarakat setelah itu diberikan intervensi pendidikankesehatan terkait dengan merokok dan dilanjutkan dengan demonstrasi pengganti rokok. Setelah kegiatan selesaipeserta diberikan kembali kuisioner yang sama untuk menilai pengetahuan dan perilaku masyarakat. Hasil pengabdianada pengaruh pemberian edukasi dan demonstrasi kepada pengetahuan (p-value=0,002) dan perilaku (p-value=0,001).Pengabdian ini memperlihatkan bahwasanya pengetahuan dan perilaku masyarakat dapat dipengaruhi oleh faktor luarmisalnya adalah pengadian yang telah dilakukan ini.
Studi Literatur: Penolakan Jenazah COVID-19 di Indonesia Casman Casman; Kurniawan Kurniawan; Eriyono Budi Wijoyo; Anung Ahadi Pradana
Jurnal Kesehatan Manarang Vol 6 No Khusus (2020): Oktober 2020
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes Mamuju

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33490/jkm.v6iKhusus.283

Abstract

Cases of refusal of the corpse of Covid-19 patients have been viral and continued nowadays. Many factors caused, the most common is unclear information about COVID-19 among communities. The aim of this article is to provide an overview of the stigma of refusal of the corpse of Covid-19 patients and how safe management of the corpse of Covid-19 patients in Indonesia was established. Methode in this article used simple case study literature. Source articles were selected from databases: ProQuest, ScienceDirect, PubMed, and Wiley Online. The results showed that stigmatization and discrimination didn’t only occur in the refusal of the corpse of Covid-19 patients, but the effect to other groups, such as people without symptom (nurse and doctor), people under observation, and patient under surveillance. Transparency regarding virus transmission and procedures for scavenging the remains of COVID-19 from the ward to the funeral hasn’t maximized even though guidelines have been regulated by the government. Lack of spreading information about COVID-19 still becomes the main issue that needs more concern for stopping negative impacts during this pandemic.
Co-Authors Achmad Fauji Agus Mulyawan Ahmad Burhanudin Ahmad, Shieva Nur Azizah Akhmad, Shieva Nur Azizah Alpan Habibi Anggraeni, Efi Anggraeni, Indri Putri Annisaa F. Umara Annisaa Fitrah Umara Antoni, Tresna Dinullah Anung Ahadi Pradana Anung Ahadi Pradana Artanami, Alifia Nur Astrie Merlinda Atiq Rizka Azjunia Azizah Al-Ashri Nainar Azizah, Shieva Nur Bayu Fandhi Achmad Bin Wahab, Jamaluddin Casman Casman Casman, Casman Daulima, Novy Helena C. Dedi Kurniawan Dela Novitasari DWI SURYANTO Efi Anggraini Elang Wibisana Elly Purnamasari Eni Nuraeni Eti Rahmawati Euis Irna Nurpadillah Fadhilah, Rafiqah Fauzan Hakim Fitria, Dian Fitria, Niska Fitriawan, Akbar Satria Fratiwi, Agmalia Gita Cahyani Habibi, Alpan Hargiana, Giur Hastuti, Hera Hera Hastuti Hertati Hertati I Ketut Suada Ice Yulia Wardani Ilham Fajri Imami Nur Rachmawati Imas Yoyoh Imas Yoyoh Indriani Indriani Indrianisa, Yulia Ismawati, Amalia Istifada, Rizkiyani Juliati, Siska K Kartini, K Karina Megasari Winahyu Kartini Kartini Kartini Kartini Kartini Kartini Kartini Kartini Khoirunnisa Khoirunnisa Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kurniawan Kurniawan Lilis Komariyah, Lilis Listia Ardiani Lubna Najwa Wardani Mariani, Siska Mashito, Dewi Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mustikasari Mutakamilah Mutakamilah Mutakamilah, M Nainar, Azizah Al Ashri Nainar, Azizah Al-Ashri Ninik Yunitr Nisa Nizhan Nurfadillah Nopiyanah, Siti Novy H.C Daulima nuraeni, een Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nuraini Nurfalah, Firhan Nurhikmah Nurhikmah Nurul Amelia nurul khotimah Oktavia, Maynah Popy Irawati Qolina, Elly Rafiqah Fadhilah Rahmania, Sarah Rana Kumala Rananda, Dhinda Anjas Retnaningsih, Listyana Natalia Rizkiyani Istifada Roswita Hasan Rosyad, Habibi Rohman Saad, Zahrah Samutri, Erni Setyaningsih, Wiwit Ananda Wahyu Shieva Nur Azizah Shieva Nur Azizah Siti Toyibatul Khiftiyah Sri Wulandari Sudiarti, Putri Eka Suparmanto, Gatot Tati Suryati Umara, Annisaa Fitrah Verawati Verawati Wardhani, Ice Yulia Winahyu, Karina Megasari Windi Srirahayu Wulandari, Apri Nur Yati Afiyanti Yoyoh, Imas Yulia Agnia Nurrohmah Zulia Putri Perdani, Zulia Putri