Claim Missing Document
Check
Articles

Announcement of Balance exercise to Reduce the Risk of Falling on a Geriatric Community at the Grhasia Psychiatric Hospital: Penyuluhan tentang Latihan Keseimbangan untuk Mengurangi Resiko Jatuh pada Lansia di Rumah Sakit Jiwa Grhasia Sudaryanto, Wahyu Tri; Sabana, Muhammad Rajab; Shidiq, Ronald Rizal; Maliesgasari, Dita; Lestari, Sulis; Anugrah, Welya Nesvi; Pristanto, Arif; Wahyuni, W
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 18th University Research Colloquium 2023: Bidang Pengabdian Masyarakat
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memasuki usia lansia muncul permasalahan yang disebabkan penurunan kemampuan serra kebugaran fisik. Degenerasi struktural pada sistem neuromuskuloskeletal dan sistem indera menyebabkan menurunnya keseimbangan statis dan dinamis. Gangguan keseimbangan adalah penyebab utama cedera serta keterbatasan aktivitas pada lansia, dan efek buruk yang terkait dengan masalah tersebut adalah jatuh Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kewaspadaan dan pencegahan resiko jatuh pada lansia. Metode kegiatan penganbdian ini adalah Penyuluhan yang dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 – Desember 2022 yang bertempat di Rumah Sakit Jiwa Ghrasia. Populasi dalam kegiatan penyuluhan ini sebanyak 26 lansia. Konsep metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah community based participatory research (CPR). Media penyuluhan berupa leaflet. Indikator penilaian hasil yang digunakan berupa kuisioner pre-test dan post test Hasil kegiatan pengabdian ini adalah adanya peningkatan tingkat pemahaman komunitas lansia Rumah Sakit Jiwa Ghrasia tentang latihan keseimbangan untuk mengurangi resiko jatuh pada lansia. Kesimpulan: Penyuluhan tentang latihan keseimbangan untuk mengurangi resiko jatuh pada lansia efektif dalam menambah pemahaman para lansia akan hal tersebut.
Socialization and Physiotherapy Services to Youth Drugs Rehabilitation in Tanon Village, Sragen Noor Iman, Fidiantari; Wahyuni, W
Indonesian Health Journal Vol. 1 No. 1 (2022): Indonesian Health Journal
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/ihj.v1i1.7

Abstract

Tanon is a sub-district in Sragen Regency, Central Java Province, Indonesia. Drug rehabilitation is one of the efforts to save addicts from the shackles of drugs and the dangers that accompany them; there are three stages of drug rehabilitation in Indonesia, namely medical, non-medical, and advanced rehabilitation. The implementation of the examination activities for adolescents was carried out using a descriptive method, namely providing an explanation of the benefits of physical examination exercises and introducing the role of physiotherapy to adolescents. In this study, the authors included age and health status characteristics in adolescent rehabilitation at the Indonesian Lentera Bangsa Foundation. Drug rehabilitation is one of the efforts to save addicts from the shackles of drugs and the dangers that accompany them; there are three stages of drug rehabilitation in Indonesia, namely medical, non-medical, and advanced rehabilitation. Specific data presenting a physical examination includes an examination of body conditions such as tests of balance, endurance, and agility of adolescents aged 16-25 years before a physical examination and after being given a physical examination, as well as the level of knowledge of adolescents about the function and role of physiotherapy. The results of data from respondents or adolescents indicate that the average level of knowledge about the role of physiotherapy and the benefits of providing physical exercise is in the "less" category due to the lack of physiotherapy graduates in the area where the author took this research.
Efektifitas Pilates Exercise untuk Mengurangi Lingkar Perut pada Obesitas: A Critical Review Wahyuni, W; Rizqi, Muhammad
Annual Physiotherapy Scientific Meeting Proceeding 2023: Annual Physiotherapy Scientific Meeting Proceeding
Publisher : Ikatan Fisioterapi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Obesitas adalah suatu efek ketidaksetaraan antara pemasukan energi lebih banyak dari energi yang dikeluarkan pada waktu yang lama. Prevalensi obesitas pada penduduk umur >18 Tahun di Indonesia yakni 21,8 persen. Obesitas tersebut paling banyak terjadi di Sulawesi Utara dengan prevalensi 30,2%. Sementara itu, prevalensi obesitas terendah di Nusa Tenggara Timur yakni 10,3%. Upaya Fisioterapi dalam menurunkan berat badan adalah dengan latihan Pilates Exercise. Pilates exercise adalah latihan strengthening dan stretching otot-otot core yaitu perut dan punggung yang mempunyai tujuan meningkatkan kekuatan otot, dan fleksibilitas otot pada perut. Tujuan: menganalisis dan mengkritisi efektifitas pilates exercise untuk mengurangi lingkar perut pada penderita obesitas. Metode: penelitian ini menggunakan metode critical review yang menelaah penelitian sebelumnya terkait pilates exercise untuk mengurangi lingkar perut pada penderita obesitas dan direview menggunakan PEDro scale. Hasil: berdasarkan data yang diperoleh dari 6 artikel dengan jenis randomized controlled trial (RCT). Dilanjutkan dengan menentukan penilaian bias menggunakan PEDro scale yang tertera pada Tabel.1 dengan interpretasi yaitu apabila nilai total 0-4 poin memiliki tingkat bias yang tinggi, nilai total 5-8 poin berarti memiliki tingkat bias sedang dan apabila nilai total 9-10 memiliki tingkat bias rendah. Terdapat 1 artikel yang memiliki skor 5/10 (bias sedang), 4 artikel yang memiliki 6/10 (bias sedang), serta 1 artikel yang memiliki skor 8/10 (bias sedang). Kesimpulan: berdasarkan hasil critical review dari 6 artikel terpilih, pilates exercise terbukti dalam menurunkan mengurangi lingkar perut pada penderita obesitas.
Penatalaksanaan Fisioterapi pada Kasus Claw Finger e.c. Morbus Hansen disertai Drop Foot: A Case Report Sari, Etik Yunita; Wahyuni, W; Wijayanti, Christina Wahyu
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Kusta atau lepra merupakan salah satu penyakit menular kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini dapat menyerang pada area kulit, saraf tepi, saluran pernapasan, dan jaringan tubuh lainnya. Kusta ditandai dengan gejala berupa lesi kulit yang tidak terasa sakit,atau mati rasa serta penurunan sensitivitas kulit, deformitas pada ekstremitas tubuh akibat kerusakan saraf. Meskipun kusta merupakan penyakit yang dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat, jika tidak diobati, penyakit ini dapat menyebabkan cacat permanenpada penderita kusta.Case Presentation: Seorang pasien dengan nama TN. A, laki-laki berusia 28 tahun, didiagnosis menderita claw finger bilateral dan drop foot bilateral. Pasien mengeluhkan nyeri di tangan kiri dan mati rasa di telapak tangan kanan, khususnya pada area jari keempat dan kelima. Ia juga kesulitan untuk meluruskan jari-jarinya.Management and Outcome: Diberikan intervensi fisioterapi sebanyak 2 kali pertemuan selama 2 minggu diapatkan hasil pada kekuatan otot yang masi sama , pengukuran lingkup gerak sendi yang meningkat , dan peningkatan kemampuan fungsional yang masi samaDiscussion: Pemberian intervensi fisioterapi dalam dua pertemuan menunjukkan hasil bahwa kekuatan otot tidak berubah, lingkup gerak sendi sedikit meningkat, dan aktivitas fungsional tetap sama. Kerusakan saraf butuh waktu lama untuk sembuh, sehingga diperlukan waktu evaluasi lebih lama. Penelitian yang lebih lama dapat memberikan hasil yang baik untuk evaluasi jangka panjangnConclusion: Intervensi fisioterapi dalam dua pertemuan tidak mengubah peningkatan otot, sedikit peningkatkan lingkup gerak sendi, serta tidak mengubah aktivitas fungsional sehari-hari. Pemulihan saraf butuh waktu lama. Penelitian lebih panjang bisa menghasilkan hasil yang lebih baik.
Management Fisioterapi pada Kasus Lymphedema et Causa Ca Mamae di Poli Rehab Medik RSUP Prof. Dr. I. G. N. G Ngoerah Bali: Studi Kasus Hanum, Ery Nafisah; Wahyuni, W; Hamidah, Nilam Nur
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2025: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Limfedema pada kanker payudara merupakan kondisi ketika terganggunya sistem limfatik sehingga menimbulkan akumulasi cairan yang kaya dengan protein di ruang interstisial yang menyebabkan terjadinya pembengkakan. Kejadian ini akan merasakan nyeri, keterbatasan gerak, distorsi bentuk anggota tubuh, dan penurunan kemampuan fungsional pada ekstremitas atas pasien. Fisioterapis memiliki tujuan untuk menurunkan rasa nyeri, meningkatkan lingkup gerak sendi, menurunkan bengkak, meningkatkan kekuatan otot, dan meningkatkan kemampuan fungsional pasien dengan pemberian modalitas dan intervensi lain.Case Presentation: Seorang pasien perempuan berusia 46 tahun mengeluhkan nyeri pada leher hingga jari-jari tangan sisi kiri ketika ditekan, keterbatasan gerak pada leher dan bahu sisi kiri, serta bengkak pada lengan sisi kiri. Pasien mempunyai riwayat 5 tahun lalu muncul benjolan pada payudara kiri dan ketiak, ketika menjalani kemoterapi pasien mulai merasakan bengkak pada lengan kiri yang kian membesar setiap harinya. Dilakukan pemeriksaan nyeri menggunakan NRS, kekuatan otot menggunakan MMT, lingkup gerak sendi menggunakan goniometer, oedema menggunakan midline, dan kemampuan fungsional menggunakan SPADI.Management and Outcome: Penelitian menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan observasional. Pasien mendapatkan intervensi berupa modalitas TENS, manual lymphatic drainage vodder (MLDV), stretching, dan mobilisasi sendi. Pasien mendapatkan terapi sebanyak 5 kali pertemuan dengan fisioterapis dan dilakukan evaluasi pada setiap pertemuannya. Hasil menunjukkan penurunan nyeri NRS. Rata-rata lingkup gerak cervical dan shoulder sinistra meningkat. Oedema lingkar lengan menurun. Kemampuan fungsional meningkat, skor SPADI dari 33,8% menjadi 28,4%. Namun, kekuatan otot regio cervical dan shoulder sinistra tidak menunjukkan peningkatan.Discussion: Kombinasi terapi TENS, MLDV, stretching, dan ROM terbukti efektif untuk menurunkan gejala lymphedema dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Hasil ini sejalan dengan teori bahwa intervensi fisioterapi multimodal dapat memperbaiki fungsi sistem limfatik, mengurangi nyeri akibat peradangan kronis, dan meningkatkan mobilitas pasien pasca kanker payudaraConclusion: Penelitian ini menunjukkan bahwa intervensi fisioterapi menggunakan modalitas TENS, stretching exercis, mobilisasi sendi, dan Manual Lymphatic Drainage Vodder (MLDV) selama 5 kali pertemuan efektif menurunkan nyeri, meningkatkan lingkup gerak sendi, mengurangi oedema, dan meningkatkan fungsi pada kasus lymphedema et causa CA Mamae.
Co-Authors Abdullah, Arif Achmad Fuad Hafid Adeputra, James Alfida, Nur Andzani, Fahreza Ayu Anshari, Riyadi Anugrah, Welya Nesvi Anwar, Rafidan Ari Sartinah, Ari Arif Pristianto Arimbi, Cindy Kartika Ariyanti, Annisa Mutiara Aty Widyawaruyanti Baru Sadarun Belinda, Melur Carla Wulandari Sabandar Chairunnisa, Maurizka Dewi, Diana Rosalina Kartika Dwiyanti, Neriza Fadhliyah Malik Faridah, Umi Hamid, Mustakim Hamidah, Nilam Nur Hanum, Ery Nafisah Hardalena, Lidya Hasanuddin, Didi Dharmadi Haswika, Haswika Helmia, Wa Ode Nia Imam Mawardi Isak, Galih Adi Israwan, Wiek Iyan Gustiana Jabbar, Asriullah Kamaluddin Kamaluddin Kasmawati, Henny Kun Harismah Kusala, Katrin Vidya Lestari, Dimas Budi Lestari, Fegi lestari, sulis Lestari, Ulfa Putri Mahardhini, Ambarrizka Malaka, Muhammad Hajrul Malaka, Muhammad Hajrul Maliesgasari, Dita Marcelia, Riza Mardianto, Halim Mardikasari, Sandra Aulia Maulidia, Kamila Mawarni, Indah Meir, Ruth Golda Mesi Leorita, Mesi Mubaroq, S R Muhammad Ilyas Yusuf Muhammad Rizqi Musadar Mappasomba Noor Hidayah Noor Iman, Fidiantari Novrini Hasti Nur Illiyyin Akib Pabrizadinata, M. Irfan Jasir Perdana, Suryo Saputra Poko, Feny Riskiana Pratiwi, Dilia Ananda Pratiwi, Heny Pratiwi, Yunita Rahayu Prayitno, P Prihantoro, Bangkit Dwi Pristanto, Arif Ramadhani, Raden Shafira Saniyyah Ramadhani, Suci Indah Rini Hamsidi Rustam HN, Muhammad Sabana, M. Rajab Sabana, Muhammad Rajab Sabarudin Sabarudin Sahidin . Sahidin, S Salsabila, Brissa Isabel Sanjoyo, D D Sari, Etik Yunita Septiani, Icha Shidiq, Ronald Rizal Siti Fadhilah, Siti SITI MARYAM Suaib, S Sudarmi, S Suwarto Suwarto Syaahidah, Habiibatusy Timung, Yusni Oktaviani Tomiana, T Tri Widayatno Triastuti Rahayu Trisnabari, Hindari Mernasantia Umi Budi Rahayu Utami, Mulatsih Nita Wa Ode Sitti Musnina Wahidah, Yulia Wahyu Tri Sudaryanto Wardianti, Dwi wati, Mida Wijayanti, Christina Wahyu Wijianto, W Wirasmanto, Bayu Wiwied Ekasari Wulaisfan, Randa Wulandari, Nanda Dias Zaman, Alifia Fatimah