Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

EFISIENSI KINERJA RANTAI PASOK IKAN PATIN DI KABUPATEN PRINGSEWU clara yolandika; Dayang Berliana; Nuni Anggraini
Journal of Food System & Agribusiness Volume 5 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v5i2.2085

Abstract

This study aims to analyze the efficiency of the supply chain performance of pangasius in Pringsewu. This research was conducted in Pringsewu, Lampung. The types of data used in this study were primary data and secondary data. Respondents in this study were partner farmers who produced pangasiush as many as 43 partner farmers. Measurement of supply chain performance was carried out using the Data Envelopment Analysis (DEA) method. The result of this research was that the performance of the supply chain of pangasius in Pringsewu was mostly technically efficient, there were only 7 partner farmers who were still not technically efficient. This inefficient performance of pangasius farmers was due to the presence of slack input (excess input). Efforts that can be made to improve supply chain performance efficiency can reduce order fulfillment lead times by 18.42%, order fulfillment cycles by 12.50%, supply chain costs 28.51%, and supply chain flexibility by 15%.
Pemberdayaan Gapoktan Dalam Pengolahan Pupuk Cair Berbasis Limbah Kulit Kopi Dan Bahan Baku Lokal Analianasari Analianasari; Dayang Berliana; Eko Kenali; Meinilwita Yulia
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 5 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31100/matappa.v5i1.1532

Abstract

Limbah kulit kopi hasil produksi Gapoktan belum dimanfaatkan secara optimal, hanya digunakan sebagai pupuk padat tanpa dilakukan pengolahan atau hanya dibuang ke lahan kopi. Limbah kulit kopi  memiliki kandungan nutrisi yang cukup baik untuk diproses menjadi produk yang memiliki nilai tambah tinggi jika dilakukan dengan fermentasi. Tujuan kegiatan adalah memberdayakan gabungan kelompok tani untuk: meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengolahan limbah kulit kopi dengan bahan baku lain menjadi pupuk cair organic.  Metode pelaksanaan kegiatan dengan teknik penyuluhan dan demontrasi cara pengolahan limbah kulit kopi menjadi pupuk organic cair. Hasil kegiatan adalah anggota kelompok tani memahami pentingnya melakukan pengolahan limbah kulit kopi dengan bahan baku yang tersedia menghasilkan pupuk cair dan maggot.  Kedua produk tersebut dapat mengefisienkan pengeluaran pupuk untuk budidaya kopi dan pakan ikan.
Evaluasi pasca panen, cacat mutu dan atribut kimia (kafein, asam klorogenat) kopi robusta Lampung Barat (studi kasus gapoktan di Lampung Barat)[Identification of post-harvest, quality defects, and chemical characteristics (caffeine, chlorogenic acids) of West Lampung robusta coffee beans (Case Study of Gapoktan in West Lampung] Analianasari Analianasari; Eko Kenali Win; Dayang Berliana; Meinilwita Yulia; Shintawati Shintawati
Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian Vol 27, No 1 (2022): Jurnal Teknologi & Industri Hasil Pertanian
Publisher : Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtihp.v27i1.42-52

Abstract

Post-harvest Robusta coffee conducted by local farmers in West Lampung consisted of two post-harvest processes: dry processing (natural, honey) and wet processing (full wash). The study aimed to identify the post-harvest process stages, the value of quality defects and to characterize the chemical composition (chlorogenic acid, caffeine) of coffee beans from different post-harvest processes produced by Gapoktan Triguna Tribudi Syukur, West Lampung. The research used survey and interview methods equipped with laboratory analysis. The research sample was determined by purposive sampling, a coffee producer (Gapoktan Triguna) who have been fostering coffee in West Lampung for 35 years. Coffee quality analysis refered to SNI 01-2907-2020. The results showed that the post-harvest process carried out by Gapoktan Triguna on honey, natural and full wash processing produced premium quality of of coffee beans (1-2 quality) with the highest number of quality defects produced were broken beans. The roasting process with semi-mechanical and mechanical machines with natural processing produced high chlorogenic acid content (>3%) and the caffeine content according to the SNI caffeine content (2%). Keywords: caffeine, chlorogenic acid, defects, post-harvest, Robusta
Analisis Produksi dan Skala Ekonomi Usahatani Sawi Putih (Brassica pekinensis) di Kecamatan Gisting Kabupaten Tanggamus Nadia Gisti Ameliana; Sutarni Sutarni; Dayang Berliana
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2022.006.01.21

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh dalam produksi sawi putih dan menganalisis ekonomi skala usaha sawi putih. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survey. Penelitian ini di lakukan di Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus dengan jumlah responden sebanyak 52 petani. Analisis yang digunakan adalah Fungsi Produksi Cobb-Douglas. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh dalam produksi sawi putih pada taraf nyata 10% yaitu luas lahan (X1), pupuk tunggal urea (X3), pupuk majemuk NPK (X4), pestisida (X5), dan Dummy pupuk kandang (D), Sedangkan faktor yang tidak berpengaruh nyata dalam produksi sawi putih yaitu benih (X2) dan tenaga kerja (X6). Skala ekonomi atau return to scale menunjukkan nilai 1,076, pada posisi ini skala ekonomi usahatani sawi putih berada pada kondisi increasing returns to scale.
SMART MARKETPLACE UNTUK KEBERLANJUTAN BISNIS LOKAL Fitriani Fitriani; Dewi Kania Widyawati; Sutarni; Dayang Berliana; Marlinda Apriyani
Jurnal Manajemen Informatika dan Sistem Informasi Vol. 5 No. 2 (2022): MISI Juni 2022
Publisher : LPPM STMIK Lombok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Spirit entrepreneurship lulusan perguruan tinggi perlu terus dikembangkan melalui berbagai ruang kreativitas berwirausaha dengan memanfaatkan perluasan akses terhadap teknologi informasi.  Upaya penguatan proses pengembangan budaya kewirausahaan di perguruan tinggi di Politeknik Negeri Lampung (Polinela) dilakukan melalui pusat pengembangan kewirausahaan intelektual kampus.  Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan rancangan pemasaran digital menggunakan teknologi smart market place untuk pengembangan pasar produk olahan pangan lokal dengan Polinela sebagai kampus trigger pertumbuhan usaha UMK di Propinsi Lampung. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan  rancangan Sistem Informasi Smart Market Place dengan flow chart dan deskripsi tahapan penelitian.  Teknologi marketplace (start-up) merupakan bagian e-marketing  melalui penjualan daring menggunakan internet secara berkelanjutan. Pengembangan marketplace dibangun melalui Proses Bisnis disajikan dalam bentuk Conteks Diagram dan Data Flow Diagram dengan menggunakan tools easy case for windows 7.0. Polinela Smart Market Place meluncurkan layanan digital marketing sebagai start-up dengan nama Agrishop Polinela. Laman web dapat diakses pada laman https://www.agrishoppolinela.com. Kehadiran Polinela Smart Market Place ditujukan untuk memperkuat jejaring dari lini pemasok, produsen, dan jejaring pemasaran.  Sinergi jejaring bisnis menjadi kunci keunggulan bersaing bagi pelaku agroindustri dan wirausaha baru mulai di tingkat wirausaha kampus, tataran lokal, regional dan internasional
Pendampingan Lembaga Gapoktan Sebagai Rintisan Sub terminal Agribisnis Swadaya Di Kabupaten Pringsewu Fitriani Fitriani; Cholid Fatih; Teguh Budi Trisnanto; Sutarni Sutarni; Evi Yuniarti; Fadila Marga Saty; Marlinda Apriyani; Dayang Berliana; Sri Handayani
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol 6, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v6i1.1697

Abstract

The price of agricultural products usually fluctuates cause of seasonal harvesting, bulky, voluminous, and the distance of the production centre to consumers.  This activity was conducted to build an initiative of the farmer association (Gapoktan) to self-governing over sub-terminal agribusiness (STA).  Extention and technical assistance were approached to solve their problem. Based on the analysis performed that STA has an important role in solving the weakness in the market.  STA is a power to strengthen the Gapoktan in facing market restrictions. The success of the establishment of STA in the production centre depends on the managerial ability of the STA management board.  They must push hard to build synergy between production and the market network.  After following the extension, member of the farmer association had been increased their knowledge about the requirement of STA establishment and STA management.  Technical assistance is delivered separately.  Gapoktan Sumber Katon initiated the self-governing STA focussed on horticulture production link with the market.  Besides Gapoktan Srikandi established the self-governing STA focussed on rice production. Development activities for pioneering Agribusiness Sub Terminals at Gapoktan in Kab. Pringsewu resulted in the establishment of a self-supporting STA in the centre of farming production.            Keywords: agriculture; farmer group; Gapoktan; self-governing; terminal-market.Permasalah utama produk pertanian adalah fluktuasi harga yang disebabkan oleh dinamika situasi produksi dan permintaan serta sistem rantai nilai produk dari produsen ke konsumen. Lemahnya akses pasar pertanian berdampak pada ketidakpastian harga di tingkat petani. Kegiatan ini bertujuan membangun kapasitas Gapoktan dalam inisiasi pasar alternatif melalui Sub Terminal Agribisnis (STA). Penyuluhan dan bimbingan teknis digunakan untuk metode pelaksanaan kegiatan pendampingan. Berdasarkan analisis yang dilakukan bahwa STA memiliki peran penting dalam mengatasi kelemahan pasar produk pertanian. STA memperkuat Gapoktan dalam menghadapi keterbatasan akses pasar. Keberhasilan pendirian STA di sentra produksi tergantung pada kemampuan manajerial pengurus STA. Pengurus STA harus bekerja keras mendorong sinergi antara pelaku produksi dan jejaring pasar. Setelah mengikuti penyuluhan, anggota Gapoktan bertambah pengetahuannya tentang syarat-syarat pendirian STA dan pengelolaan STA. Bantuan teknis disampaikan secara terpisah. Gapoktan Sumber Katon memprakarsai STA swakelola yang berfokus pada hubungan produksi hortikultura dengan pasar. Gapoktan Srikandi mendirikan STA swakelola yang fokus pada produksi beras. Kegiatan pembinaan perintisan STA pada Gapoktan di Kab. Pringsewu menghasilkan kelembagaan STA swadaya di daerah sentra produksi sayur mayur.  Tumbuh kembang STA swadaya di daerah sentra produksi akan tergantung kepada kesungguhan dan kerja keras unsur pengurus dalam memperjuangkan akses pasar bagi hasil produksi pertanian anggotanya. Kata kunci: gapoktan; kelembagaan; pemasaran-terpadu; pertanian; sub terminal agribisnis; swadaya 
ANALISIS KELAYAKAN USAHA INDUSTRI TEMPE DI KECAMATAN TERUSAN NUNYAI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH Riki Muhammad; Marlinda Apriyani; Fadila Marga Saty; Dayang Berliana
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 9, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v9i1.9518

Abstract

This study aims to describe the business of the tempe industry, the financial feasibility of the tempe industry, and the sensitivity of the tempe industry in the Terusan Nunyai District, Central Lampung Regency. This research was conducted from December 2021 to September 2022. Sampling using sampling, namely taking several samples in a group and using a structured questionnaire as the main data collection tool to obtain specific information and the number of respondents was 3 industries . Data analysis uses financial analysis and sensitivity analysis. The results showed that the production process for the tempe home industry went through several stages, namely peeling, washing, boiling, fermenting, and packaging. The Tempe Industry in the Terusan Nunyai District which is currently being implemented is said to be financially feasible because based on the investment criteria it is above the maximum feasibility limit. This can be shown by the Net Present Value (NPV) of Rp. 125,786,982, Internal Rate of Return (IRR) of 37%, Net B/C ratio with a value of 1.99, Break Even Point (BEP) that is for 4 years 7 months 1 day and Payback Period (PBP) for 4 months 20 days. The sensitivity analysis shows that the tempe home industry is proven to be insensitive to changes from an increase in raw material costs and a decrease in revenue of 4.5% for the tempe home industry. The result of these changes is that all investment criteria still meet the criteria, so that home industries are still feasible to run.
Analisis Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Kopi di Sumber Jaya Lampung Barat Anisa Pratiwi; Fitriani Fitriani; Dayang Berliana
Sigmagri Vol 3 No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Agribisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/sigmagri.v3i01.963

Abstract

Kopi sebagai penyumbang komoditas pertanian di Kabupaten Lampung Barat merupakan produk unggulan daerah dan sumber pendapatan petani. Komoditas kopi memiliki peranan untuk membangun perekonomian rakyat. Menurut Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian tahun 2020, Kabupaten Lampung Barat termasuk ke dalam peringkat indeks ketahanan pangan yang rendah yaitu urutan ke 10 untuk Provinsi Lampung. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis bagaimana tingkat pendapatan, tingkat pengeluaran dan tingkat ketahanan pangan rumah tangga petani kopi di Kecamatan Sumber Jaya Kabupaten Lampung Barat. Penelitian ini menggunakan teknik proportional random sampling. Sebanyak 46 petani kopi yang dijadikan sampel dalam penelitian ini. Proporsi sampel dari masing-masing desa yaitu sebanyak 26 sampel berasal dari Desa Sindang Pagar dan 20 sampel berasal dari Desa Way Petai. Penelitian ini menggunakan metode analisis pendapatan dan ketahanan pangan rumah tangga yang mengukur ketahanan pangan menggunakan rumus pangsa pengeluaran rumah tangga. Hasil penelitian ini adalah sejumlah rumah tangga responden dengan kategori pangsa pengeluaran pangan < 60% atau tahan pangan sebanyak 13 (28%) responden.
Pengembangan produk teh kulit buah kopi dari tiga klon kopi robusta Analianasari Analianasari; Dayang Berliana; Eko Win Kenali; Meinilwita Yulia
AGROINTEK Vol 17, No 4 (2023)
Publisher : Agroindustrial Technology, University of Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agrointek.v17i4.17150

Abstract

Coffee skin is a waste from green coffee production as much as 40-45% which has the potential as a source of natural antioxidants. The diversity of local Robusta coffee clones in West Lampung as raw materials for the processing of coffee products provides a variety of coffee skins which are thought to have strong antioxidant activity which is useful as a functional drink for coffee skin tea (cascara).The aims of the study werestudy aimed of the study were to identify the sweetness level of coffee cherries skin from three local coffee robusta clones (rope, huerona, and srintil), identify antioxidant activity, test consumer preferences, and calculate the added value of coffee skin tea (cascara). The research method uses DPPH antioxidant activity analysis, consumer preference test (organoleptic hedonic test), and the calculation of added valueadded value calculation using the Hayami method. The results showed that the antioxidant activity of the Rope clone had strong antioxidant activity, the cascara drink on the level of aroma, taste, and liking for cascara tea found no difference between samples based on analysis of variance, but. Still, the cascara drink from the Rope clone had a darker color. The added value generated by the cascara is IDR 27,941 per kilogram of raw materials used
ANALISIS KERAGAAN PASAR BERAS DI DESA MARGO DADI KECAMATAN TUMIJAJAR KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT Natalia, Devi; Berliana, Dayang; Fitri, Annisa
Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH Vol 10, No 3 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jimag.v10i3.11164

Abstract

Desa Margo Dadi merupakan salah satu sentra produksi padi tertinggi di Kecamatan Tumijajar, Kabupaten Tulang Bawang Barat. Kegiatan pemasaran padi dihadapkan pada persoalan harga yang fluktuatif sehingga perlu dilakukan analisis sistem pemasaran padi di Desa Margo Dadi. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis saluran pemasaran beras, pemasaran marjin dan share petani , menganalisis transmisi harga beras. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dan kuantitatif. Data pada penelitian ini dengan mengumpulkan data primer dan sekunder. Saluran pemasaran yang terbentuk di Desa Margo Dadi terdapat 3 saluran yang masing-masing memperoleh margin sebesar Rp 8.300, Rp 7.500, dan Rp 7.000. Nilaibagian petani dari saluran pemasarn I, saluran pemasaran II, dan saluran pemasaran III masing-masing sebesar 30,83%, 37,50% dan 39,13%. Berdasarkan beberapa indikator efisiensi pemasaran maka saluran pemasaran III merupakan saluran yang efisien dibandingkan saluran I dan II. Nilai elastisitas harga transmisi yaitu sebesar 0,038 (Et<1). Sehingga laju perubahan harga ditingkat petani lebih kecil dari pada ditingkat pedagang. Petani yang bertindak sebagai penerima harga hanya dapat menerima harga yang sudah diberikan pedagang.