Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

PENGEMASAN PRODUK INOVATIF UNTUK MENINGKATKAN DAYA SAING PRODUK DI UMKM EYEK-EYEK REGGAE Tunjung Andarwangi; Fitriani Fitriani; Teguh Budi Trisnanto; Sutarni Sutarni; Fadila Marga Saty; Marlinda Apriyani; Dayang Berliana; Rini Desfariyani; Dita Pratiwi
Jurnal Abimana (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nasional) Vol 1 No 1 (2024): Mei
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/abimana.v1i1.3536

Abstract

UMKM di bidang pengolahan makanan memiliki potensi untuk terus di kembangkan. Produk pangan yang sudah diolah hendaknya dikemas dengan baik, sehingga dapat menjaga mutu produk. Kemasan yang dirancang dengan baik dapat membangun kepercayaan masyarakat akan produk yang dipasarkan. Pengemasan suatu produk biasanya dilakukan oleh produsen untuk dapat merebut minat konsumen terhadap pembelian barang. UMKM Eyek-Eyek Reggae yang berada di Desa Donomulyo Kabupaten Lampung Timur merupakan UMKM yang memproduksi Eyek-Eyek dengan bahan dasar singkong. Desain kemasan yang sederhana menyebabkan pemasaran produk eyek-eyek hanya sebatas di Desa Donomulyo. Pengusaha ingin memperluas pangsa pasarnya hingga keluar desa sehingga diadakan pelatihan terkait kemasan produk. Pelatihan dilaksanakan pada Hari Rabu, 15 Maret 2023. Pelatihan dilaksanakan melalui 3 tahap yaitu penyam[aian materi, praktik langsung, dan evaluasi kegiatan. Peserta sangat antusias dengan adanya pelatihan terkait kemasan produk. Terciptanya desain kemasan produk ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan memicu masyarakat untuk terus berinovasi dalam pemberdayaan produk serta dapat meningkatkan keuntungan produsen.
Analisis Efisiensi Pemasaran Ikan Lele (Clarias Sp.) Di Kecamatan Penawar Aji Kabupaten Tulang Bawang Haexal, Yoshe Rizky; Marlinda Apriyani; Dayang Berliana; Fadila Marga Saty
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i6.11594

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi pemasaran ikan lele (Clarias sp.) di Kecamatan Penawar Aji, Kabupaten Tulang Bawang. Data dikumpulkan dari produsen, pedagang, dan konsumen akhir melalui survei, wawancara, dan observasi. Terdapat tiga saluran pemasaran yang diidentifikasi, yaitu: (1) produsen–pedagang pengepul–pedagang pengecer–konsumen akhir, (2) produsen–pedagang pengecer–konsumen akhir, dan (3) penjualan langsung dari produsen ke konsumen akhir. Analisis margin pemasaran, farmer’s share, dan elastisitas transmisi harga digunakan untuk menilai efisiensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa saluran pemasaran 3 merupakan yang paling efisien, dengan farmer’s share tertinggi (100%) dan Rasio Profit Margin terbesar (21,08%), sedangkan elastisitas transmisi harga sebesar – 0,069 yang berarti tidak elastis. Temuan ini mengindikasikan bahwa saluran pemasaran yang lebih pendek memberikan keuntungan lebih besar bagi produsen dan menekan biaya transaksi.
Feasibility and Added Value of the Robusta Coffee Agroindustry in Kebun Tebu District, West Lampung Analianasari, Analianasari; Shintawati, Shintawati; Berliana, Dayang; Sari, Shania Puspita
International Journal of Technology, Food and Agriculture Vol. 1 No. 2 (2024): June
Publisher : P3M Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25047/tefa.v1i2.4816

Abstract

The study aims to identify the characteristics of the ground coffee industry products, feasibility, and the added value of ground coffee in the Kebun Tebu District of West Lampung. The research method that the ground coffee industry will use in the Kebun Tebu sub-district uses qualitative descriptive analysis to identify the feasibility of the ground coffee business using the R/C and B/C ratio indicators, and the amount of added Value resulting from ground coffee processing is calculated using the Hayami method. The research results show that Coffee bean processing activities are financially feasible for the West Lampung Kebun Tebu industry to undertake and continue. They are also feasible for the community because they are economically profitable. Feasibility analysis based on the R/C and B/C ratio indicators shows that the ground coffee business with honey and natural processes has R/C > 1 and B/C > 0 or is worthy of business. The added value resulting from natural and processed ground coffee honey is classified as having a high value-added ratio because the Value added ratio is >40 percent, and processing ground coffee is a capital-intensive activity.
Pemberdayaan Masyarakat melalui Penguatan Branding Produk Hilir Kakao di Suka Agung Bulok Tanggamus Lampung Dayang Berliana; Analianasari Analianasari; Fadila Marga Saty; Rima Maulini; Sutarni Sutarni; Fitriani Fitriani; Kurnia Rimadhanti Ningtyas
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.110532

Abstract

Pekon Suka Agung merupakan salah satu pekon di Kecamatan Bulok yang memiliki luas lahan kering tertinggi untuk budi daya kakao. Kelompok tani di Pekon ini telah membudi dayakan kakao sejak tahun 1998 serta memperoleh hibah bantuan Dana Aspirasi berupa Fasilitas Pengelolaan Biji Kakao November 2020. Pembentukan kelompok tani Sido rukun 5 sejak tahun 2016 dengan jumlah anggota kelompok tani berjumlah 24 orang aktif serta luas garapan 37 ha. Sarana prasarana pengolahan produk cokelat yang dimiliki kelompok tani Sido rukun 5 tergolong cukup memadai. Sarpras tersebut berasal dari Bantuan Dana Aspirasi untuk memproduksi bubuk cokelat dan coco butter. Merek produk cokelat yang dihasilkan bernama Kihako. Namun,  kemasan dan label produk belum variatif, inovatif dan menarik.  Promosi maupun penjualan produk bubuk cokelat masih terbatas lokal. Penerapan digital marketing belum dilakukan secara optimal oleh anggota kelompok. Oleh karenanya perlunya penguatan branding produk melalui pengenalan platform pemasaran digital dan pendampingan promosi kepada anggota kelompok. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperluas jangkauan pasar dan menjadikan produk kelompok mampu bersaing secara kompetitif di tingkat regional hingga nasional. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok tentang pembuatan desain kemasan dan label produk bubuk cokelat yang variatif, inovatif dan menarik dan meningkatkan pengetahuan kelompok tentang pembuatan materi promosi dan penerapan digital marketing. Metode pendekatan yang digunakan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi Kelompok Sido Rukun 5 adalah dengan cara pendekatan partisipatif aktif. Berdasarkan hasil kegiatan dapat diketahui bahwa sebanyak 90% peserta PKM setuju adanya peningkatan pengetahuan petani tentang pentingnya kemasan, desain, dan label produk serta 90% juga peserta PKM siap menerapkan  digital marketing dalam meningkatkan daya saing produk anggota poktan.  Kemasan yang dimiliki anggota kelompok setelah adanya kegiatan PKM menjadi lebih variatif dan desainnya lebih menarik. Sebanyak 90% anggota kelompok tani juga siap menerapkan promosi digital pada akun-akun media sosial yang dimiliki.
Circular Economy: Pemanfaatan Limbah Cascara di Sentra Agroforestri Kopi Pesawaran Analianasari Analianasari; Irmayani Noer; Dayang Berliana; Giffary Pramafisi Soeherman; Dina Tri Maryana
SEMAR (Jurnal Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni bagi Masyarakat) Vol 14, No 2 (2025): November
Publisher : LPPM UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/semar.v14i2.110540

Abstract

Kabupaten Pesawaran merupakan salah satu sentra agroforestri kopi pada kawasan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dengan potensi produksi kopi robusta dan arabika yang signifikan. Proses honey sosoh menghasilkan biji kopi berkualitas, namun juga menimbulkan limbah kulit kopi (cascara) yang belum dimanfaatkan optimal dan berpotensi mencemari lingkungan. Cascara mengandung senyawa bioaktif yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, seperti teh herbal dan eco-enzyme berbasis kulit kopi ceri. Melalui pendekatan circular economy, limbah cascara diubah menjadi sumber daya baru yang mendukung keberlanjutan pertanian sekaligus meningkatkan nilai ekonomi masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bersama Kelompok Agroforestri Lestari pada tanggal 26 Juli 2025 melalui metode penyuluhan, demonstrasi cara, dan pelatihan partisipatif. Kegiatan difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengolah cascara menjadi teh herbal serta produk eco-enzyme. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan kapasitas mitra dan antusiasme dalam mengembangkan produk turunan, termasuk sabun, pupuk organik cair (POC), dan sanitizer. Implementasi circular economy pada pengolahan cascara terbukti mampu mengurangi limbah sekaligus mendorong inovasi produk ramah lingkungan yang memperkuat ketahanan ekonomi lokal.
Determinasi Faktor yang Berpengaruh terhadap Hasil Produksi Jagung di Kecamatan Bandar Sribhawono Kabupaten Lampung Timur Dewi Sukmaningsih, Riris; Berliana, Dayang
Journal of Food System & Agribusiness Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v8i2.4089

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi besarnya pendapatan pada usahatani jagung, mengidentifikasi proses produksi usahatani jagung dan  mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi dalam produksi jagung di Desa Bandar Agung Kecamatan Bandar Sribhawono. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data primer dan sekunder.  Jumlah sampel yang diambil dengan metode pengumpulan data simple random sampling pada penelitian ini adalah sebanyak 46 petani.  Metode analisis yang dipakai dalam penelitian yaitu regresi dari fungsi produksi Cobb-Douglas yang perhitungannya menggunakan persamaan regresi linear berganda dan menggunakan metode backward untuk mendapatkan model terbaik. Hasil penelitian didapatkan bahwa nilai rata-rata pendapatan petani sebesar Rp10.294.484/1,25ha. Nilai R/C ratio didapatkan sebesar 1,70 sedangkan nilai B/C ratio sebesar 0,70. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa usahtani yang dijalankan petani responden mendapatkan keuntungan, dan usahatani layak karena nilai B/C didapatkan lebih besar daripada 0. Penggunaan faktor-faktor produksi seperti luas lahan dan benih berpengaruh dalam produksi jagung di Desa Bandar Agung.
Analisis Kelayakan Finansial Industri Rumah Tangga Tempe di Antasari Bandar Lampung Tri Grahita, Agie; Marga Saty, Fadila; Berliana, Dayang
Journal of Food System & Agribusiness Volume 8 Nomor 2 Tahun 2024
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v8i2.4100

Abstract

Tempe merupakan makanan yang hasil dari fermentasi terhadap biji kedelai. Industri rumah tangga  di Antasari merupakan industri pengolahan kedelai di Antasari. Harga bahan baku  kedelai yang saat ini berfluktuasi berdampak pada hasil produksi tempe.  Jumlah produksi yang dikurangkan ataupun ukururan yang akan diperkecil. Tujuan penelitian adalah menganalisis tingkat kelayakan finansial, menganalisis tingkat sensitivitas dan menganalisis nilai tambah Industri rumah tangga tempe di Antasari. Analisis kelayakan usaha ini dapat memberi informasi bagi pemilik usaha untuk mengetahui apakah industri rumah tangga layak atau tidak untuk dijalankan. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dan kuantitatif. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Responden terdiri dari 4 industri rumah tanggga tempe. Hasil analisis kelayakan finansial menunjukan bahwa industri rumah tangga tempe di Antasari layak untuk dijalankan. Hasil kelayakan finansial ditunjukkan oleh nilai Net Presen Value (NPV) sebesar Rp432.315.714, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 72%, Net B/C rasio dengan nilai 2,58, Payback Period (PBP) selama 1 Tahun 2 bulan 8 Hari dan Break Even Point (BEP) yaitu selama 3 tahun 11 hari. Sedangkan untuk penilaian pada industri rumah tangga tempe yang tidak menggunakan mesin penggiling ditunjukan oleh nilai Net Presen Value (NPV) sebesar Rp141.394.059, Internal Rate of Return (IRR) sebesar  56%, Net B/C rasio dengan nilai 2,12.  Payback Period (PBP) selama 5 bulan 5 hari dan Break Even Point (BEP) yaitu 4 tahun 5 bulan 16 hari. Analisis sensitivitas menunjukan bahwa industri rumah tangga tempe terbukti tidak sensitif terhadap perubahan  dari peningktan biaya bahan baku 3,1 % untuk industri rumah tangga tempe. Penurunan penerimaan sebesar 3,1% pada industri rumah tangga tempe. Hasil perubahan tersebut bahwa seluruh kriteria investasi masih memenuhi kriteria ,sehingga industri rumah tangga masih layak untuk dijalankan.
Pendapatan Petani Rakyat Kelapa Sawit Di Kecamatan Penawartama Kabupaten Tulang Bawang Gian Ananto, Firly; Marga Saty, Fadila; Desfaryani, Rini; Berliana, Dayang
Journal of Food System & Agribusiness Volume 9 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jofsa.v9i2.4584

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya dan pendapatan petani kelapa sawit di Kecamatan Penawartama, Kabupaten Tulang Bawang. Metode penelitian yang digunakan adalah survei dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 41 responden petani kelapa sawit. Data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi, sedangkan data sekunder berasal dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya tetap usahatani kelapa sawit sebesar Rp40.492 per bulan dan biaya variabel sebesar Rp1.989.806 per bulan. Sementara itu, rata-rata penerimaan petani sebesar Rp11.375.034 per bulan, dengan pendapatan bersih Rp9.563.960 per bulan. Meskipun produktivitas kelapa sawit di wilayah penelitian masih rendah (sekitar 4 ton/ha), tingkat pendapatan yang diperoleh petani tergolong tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa usaha tani kelapa sawit di Kecamatan Penawartama masih berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani dan mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Strategi Pengembangan Bisnis Kuliner dengan Metode Swot dan Business Model Canvas di Kecamatan Purbolinggo (Studi Kasus: Bank Btpn Syariah) Purbangga, Hafis Indra; Sutarni, Sutarni; Berliana, Dayang; Apriyani, Marlinda
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 12, No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v12i1.21150

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the culinary sector in Purbolinggo District are facing internal challenges, such as limited capital, business skills, and minimal promotion, as well as external challenges, including market competition and low adaptation to technology. Bank BTPN Syariah, through the Bestee program, is providing solutions in the form of financing and business assistance, including training in financial recording, promotion strategies, and brand identity development. This study aims to analyze the costs, revenues, and incomes of culinary MSMEs, to measure income improvement after assistance, and to formulate development strategies using the SWOT and Business Model Canvas (BMC) approaches. The study is conducted using purposive sampling with seven respondents who are Bank BTPN Syariah clients engaged in culinary businesses. Data analysis consists of cost, revenue, and income calculations, as well as income differences before and after the assistance program. Furthermore, IFAS (Internal Factor Analysis Summary) and EFAS (External Factor Analysis Summary) analyses are used to develop the SWOT matrix. The results show that the average monthly income of culinary MSMEs is IDR 3,728,589 with an R/C ratio of 1.5 and a B/C ratio of 0.5, indicating that the business is profitable. After receiving assistance, income increases by 11.82%. Based on SWOT analysis, MSMEs are positioned in Quadrant I with a Strength–Opportunity (SO) strategy, which is to develop product and service variations, establish partnerships with fresh raw material suppliers, and build a simple distribution system. Evaluation through the BMC indicates that MSMEs have great potential to grow by determining appropriate market segments, offering value that meets consumer needs, and utilizing digital technology for wider and more effective distribution and marketing.