Claim Missing Document
Check
Articles

TRANSFER TEKNOLOGI PENGOLAHAN KOMPOS PELEPAH SAWIT UNTUK PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TANAMAN MENGHASILKAN (TM) DI SINGKAWANG TIMUR Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri; Hazriani, Rini; Manurung, Rinto; Agustine, Leony
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v6i4.5850

Abstract

Mitra pada kegiatan ini adalah para petani sawit di Kelurahan Maya Sopa, Kecamatan Singkawang Timur, yang menghadapi permasalahan rendahnya produktivitas Tanaman Menghasilkan (TM) akibat penurunan kesuburan tanah Ultisol dan belum adanya keterampilan dalam mengolah limbah pelepah sawit menjadi kompos. Kegiatan ini bertujuan untuk mentransfer teknologi pengolahan kompos pelepah sawit guna meningkatkan kapasitas petani, sekaligus membantu memperbaiki kesuburan tanah sebagai upaya peningkatan produktivitas tanaman sawit. Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelatihan pembuatan kompos, pendampingan praktik lapangan, dan evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani dalam memanfaatkan pelepah sawit sebagai bahan kompos, serta tersusunnya prototipe kompos yang siap diaplikasikan pada lahan Ultisol. Disimpulkan bahwa kegiatan ini efektif dalam memberdayakan petani melalui peningkatan keterampilan pengolahan limbah organik, sehingga mendukung perbaikan kualitas tanah dan berpotensi meningkatkan produktivitas TM.
TRANSFER TEKNOLOGI PERTANIAN BERBASIS ORGANIK DI DESA PARIT KELADI II, KECAMATAN SEI KAKAP Romiyanto, Romiyanto; Fitrianti, Wanti; Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v6i4.6228

Abstract

Poktan Bersatu Karya Tani di Desa Parit Keladi II, Kecamatan Sei Kakap, merupakan kelompok tani yang membudidayakan sayuran buah dan padi pada lahan sulfat masam. Kelompok ini terdiri dari 10 orang petani yang selama ini menghadapi berbagai kendala kesuburan tanah, seperti kahat unsur hara makro dan mikro, tingginya bahan organik, keberadaan pirit, serta tingginya unsur Fe dan Al yang bersifat toksik bagi tanaman. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan produktivitas sayuran buah dan padi dari tahun ke tahun. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan mentransfer teknologi pembuatan pupuk organik berbasis biochar sekam padi dan kompos enceng gondok yang diperkaya dengan pukan ayam. Enceng gondok yang melimpah di sepanjang sungai dan parit di Kecamatan Sei Kakap selama ini menjadi gulma dan menyebabkan pendangkalan perairan, sehingga pemanfaatannya sebagai kompos menjadi solusi inovatif dan ramah lingkungan. Kegiatan PKM ini mencakup penyuluhan mengenai pentingnya biochar sekam padi sebagai amelioran tanah serta metode pembuatannya dengan kontiki sederhana. Pelatihan diberikan dalam bentuk praktik langsung, meliputi persiapan bahan baku sekam padi, proses pembakaran menjadi biochar, penyiraman biochar, panen dan penyimpanan, serta pembuatan kompos enceng gondok diperkaya pukan ayam menggunakan bak komposter berbahan terpal. Sebelum kegiatan berlangsung, sebagian besar peserta belum memahami konsep biochar, kompos enceng gondok diperkaya pukan ayam, serta manfaatnya bagi lahan pertanian. Setelah kegiatan selesai, 90% peserta mampu membuat biochar dengan benar dan mengaplikasikannya di lahan pertanian untuk budidaya sayuran buah dan padi.
BIOCHAR DAN PEMASARAN DIGITAL : MENGOPTIMALKAN PRODUKSI JERUK DAN PENDAPATAN PETANI TEBAS Hazriani, Rini; Romiyanto, Romiyanto; Fitrianti, Wanti; Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri
Jurnal Abdimas Ilmiah Citra Bakti Vol. 6 No. 4 (2025)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jailcb.v6i4.6270

Abstract

Kecamatan Tebas merupakan daerah penghasil jeruk siam khas Pontianak, namun produksi jeruk menurun setiap tahun akibat tanah Sulfat Masam yang kurang subur. Kelompok Tani Tanjung Pandan I, yang terdiri dari 15 petani, menghadapi kesulitan dalam meningkatkan produksi dan pendapatan jeruk. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mentransfer teknologi pembuatan biochar sekam padi, kompos pukan sapi, serta olahan jeruk siam menjadi sirup dan selai yang manis tanpa rasa pahit, sehingga meningkatkan produksi dan nilai jual jeruk. Metode yang diterapkan meliputi penyuluhan mengenai pentingnya biochar dan kompos untuk kesuburan tanah, teknik pembuatan biochar dan kompos, serta pelatihan pembuatan sirup dan selai jeruk. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum pelatihan sebagian besar peserta belum memahami biochar, kompos, dan olahan jeruk, sedangkan setelah kegiatan, 90% peserta mampu membuat biochar, kompos, sirup, dan selai jeruk dengan benar. Kesimpulannya, kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas teknis petani dalam produksi dan pengolahan jeruk, serta potensi pendapatan melalui penerapan teknologi tepat guna.
ANALISIS BEBERAPA HARA MAKRO PADA TANAMAN JAMBU KRISTAL PADA DESA RASAU JAYA, KABUPATEN KUBURAYA Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri; Agustine, Leony; Febrianti, Ristha
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 1 (2024): Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i1.4043

Abstract

Aluvial soil is soil that has low productivity because the pH is acidic, contains pyrite, and is poor in macro and macro nutrients. Rasau Jaya Tiga Village, Kubu Raya Regency is one of the centers for Crystal Guava plants, where there are differences in the productivity of Crystal Guava plants between one plantation and another. The aim of this research is to test the status of the nutrients N, P, K at 2 locations of Crystal Guava plantations, provide fertilizer suggestions at 2 research locations. This research will be carried out in a crystal guava plantation owned by 2 farmers, which covers an area of 1 Ha with a plant age of 2 years. Soil sample analysis was carried out at the Soil Chemistry and Fertility Laboratory, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University. The research will be conducted in January–July 2023 for 6 months starting from preparation to presenting the results. From the research results, the nutrient status of the two fields showed that the status of the Nitrogen element was included in the very high criteria, the status of the Phosphorus element was included in the very high criteria and the status of the Potassium element was included in the low criteria. Fertilization suggestions are only for K, namely at location 1 as much as 0.25 kg/plant, and location 2 as much as 0.75 kg/plant. Key words: Alluvial Soil, Crystal guava. INTISARITanah Aluvial adalah tanah yang memiliki produktivitas yang rendah karena pH yang masam, mengandung pirit, miskin unsur hara makro dan makro. Desa Rasau Jaya Tiga Kabupaten Kubu Raya merupakan salah satu sentra tanaman Jambu Kristal, dimana terdapat perbedaan produktivitas tanaman jambu kristal antara kebun satu dan yang lainnya.Tujuan dari penelitian ini adalah menguji status unsur hara N, P, K pada 2 lokasi kebun jambu kristal, memberikan saran pemupukan di 2 lokasi penelitian. Penelitian ini akan dilaksanakan di kebun jambu kristal milik 2 petani, yang luas nya 1 Ha dengan usia tanaman 2 tahun. Analisis sampel tanah dilakukan di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian akan dilakukan pada bulan Januari–Juli 2023 selama 6 bulan dimulai dari persiapan sampai penyajian hasil. Dari hasil penelitian,  status hara pada kedua lahan di dapatkan bahwa status unsur Nitrogen termasuk dalam kriteria sangat tinggi, status unsur Fosfor termasuk dalam kriteria sangat tinggi dan status unsur Kalium termasuk dalam kriteria rendah. Saran pemupukan hanya untuk  K, yaitu pada lokasi 1 sebanyak 0,25 kg/tanaman, dan lokasi 2 sebanyak 0,75 kg/tanaman. Kata kunci: Tanah Aluvial, Jambu kristal
Penyiapan Lahan Jagung Tanpa Bakar Untuk Mendukung Swasembada Pangan Di Kelompok Tani Tuah Talino Kelurahan Mayasopa Kecamatan Singkawang Timur Kota Singkawang Riduansyah, Riduansyah; Romiyanto, Romiyanto; Nuriman, Muhammad; Vitri Indrawati, Urai Suci Yulies
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - April
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i1.7032

Abstract

Pelaksanaan PKM ini bertujuan untuk melakukan penyuluhan kepada anggota kelompok tani Tuah Talino di Kelurahan Mayasopa Kecamatan Singkawang Timur Kota Singkawang Provinsi Kalimantan Barat dalam upaya meminimalkan pembukaan lahan tanpa bakar. Pembukaan lahan dengan cara membakar sampai saat ini masih dilakukan oleh beberapa petani, selain murah hal ini juga di dukung oleh Perda Kalbar No 1 Tahun 2022 Tentang Pembukaan Lahan Perladangan Berbasis Kearifan Lokal. Namun harus dilakukan secara terbatas dan terkendali, serta tidak boleh dikukan pada lahan gambut. Penyuluhan dimaksud dilakukan selama 2 bulan terutama pada saat masyarakat membuka lahan. Kegiatan penyuluhan salah satunya adalah untuk memperkenalkan jenis-jenis sekat bakar alami maupun buatan guna memitigasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Disisi lain, juga menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam masyarakat lokal, yang sudah lama menghilang, dimana hal dimaksud adalah gotong royong dalam membuka lahan menggunakan peralatan tradisional. Upaya ini sangat efektif dalam upaya menghilangkan pembukaan lahan dengan cara membakar, sehingga permasalahan kebakaran lahan dapat terselesaikan, selain itu juga dapat memupuk tali silaturahmi dan kekompakan antar masyarakat dan kelompok tani dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan.
ANALISIS SIFAT KIMIA TANAH ULTISOL PADA LAHAN KARET DENGAN TANAMAN PENUTUP DAN TANPA TANAMAN PENUTUP DI KECAMATAN BENGKAYANG Firadila, Rulia Alda; Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.103690

Abstract

Tanah Ultisol menunjukkan potensi yang cukup besar bagi bidang pertanian di Indonesia khususnya di Kalimantan Barat, namun jika tidak dikelola dengan efektif penggunaan tanah ini dihadapkan pada hambatan yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman khususnya tanaman perkebunan. Masalah umum tanah Ultisol mencakup tingkat kemasaman yang tinggi, kejenuhan Al yang tinggi, kekurangan unsur hara makro terutama P, K, Ca, dan Mg, serta kandungan bahan organik yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat kimia tanah Ultisol pada beberapa lahan karet dengan tanaman penutup dan tanpa tanaman penutup tanah serta memberikan saran pemupukan N, P, K yang sesuai pada lahan karet di Kecamatan Bengkayang. Penelitian ini menggunakan metode deskripstif dengan melakukan survei pada jenis tanah Ultisol di beberapa lahan karet di Kelurahan Sabalo, Kecamatan Bengkayang. Berdasarkan hasil analisis tanah di laboratorium dan pengamatan lapangan diketahui bahwa lahan karet dengan tanaman penutup rumput gajah mini memiliki nilai C-organik dan N-total yang lebih baik, lahan karet dengan tanaman penutup paku harupat menunjukkan sifat kimia yang buruk dibandingkan dengan lahan karet tanpa tanaman penutup, dan lahan karet tanpa tanaman penutup memiliki nilai P-tersedia lebih baik dibandingkan lahan lainnya.
Effect of Rice Husk Bioactive Compost Charcoal Application on the Agronomic Characteristics of Peanut (Arachis hypogaea L.) on Alluvial Soil Agus Suyanto; Urai Suci Yulies Vitri Indrawati; Shinta Rosalina; Edi Kurniadi
Jurnal Teknik Pertanian Lampung (Journal of Agricultural Engineering) Vol. 14 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : The University of Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtep-l.v14i2.372-379

Abstract

Peanut production on alluvial soil faced challenges due to low soil fertility. The application of soil amendments such as bioactive compost charcoal (BCC) was necessary to improve alluvial soil fertility. The aim of the study was to assess the effect of rice husk BCC application on the agronomic characteristics of peanut in alluvial soil. The research was conducted using a Completely Randomized Design (CRD) and analyzed using the F-test and Tukey's test at 5% significance level. The study design included 4 samples and 6 treatment levels: d1 (20 g/polybag), d2 (40 g/polybag), d3 (60 g/polybag), d4 (80 g/polybag), d5 (100 g/polybag), and d6 (120 g/polybag). The observation variables included plant height, number of branches, number of pods, pod wet weight per plant, and pod dry weight per plant. The data analysis results showed that the application of BCC had a significant effect on the agronomic characteristics of the peanut plants. The application of BCC at a dose of 120 g/polybag showed the best results and was recommended for use on alluvial soil with crop yield of of 31.72 g fresh pod or 24.86 g dry pod weight. Keywords: Agronomic characteristics, Alluvial soil, Bioactive compost charcoal, Peanut, Rice husk.
Pengaruh Biochar Pukan Ayam terhadap Ketersediaan Hara dan Produksi Cabai Rawit di Tanah Alluvial Urai Suci Yulies Vitri Indrawati; Abdul Mujib Alhaddad; Agus Suyanto; Tri Mulya Hartati
Vegetalika Vol 14, No 4 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.107252

Abstract

The latest data shows that cayenne pepper production in Indonesia has declined since 2024. According to the Statistics Indonesia (BPS) Horticultural Statistics, household consumption of cayenne pepper in 2024 fell 2.03% compared to 2023, and the downward trend is also evident in production. This is due to declining soil fertility, including alluvial soil, as well as climate conditions that affect crop yields. To overcome this, additional organic ameliorants such as biochar from chicken manure are needed, in addition to the use of inorganic fertilizers. The purpose of this study was to examine the effect of applying biochar from chicken manure on the productivity of chili peppers planted in alluvial soil. This study design was RAL, chicken manure biochar using 5 doses and repeated 5 times for a total of 25 treatment polybags. The treatments were P0 = control, still given NPK as recommended, P1 = 15 tons/ha, P2 = 30 tons/ha, P3 = 45 tons/ha, P4 = 60 tons/ha. The research parameters were pH, organic C, total N, available P, K-dd, height growth, and plant production. The results showed that the application of chicken manure biochar at a dose of 60 tons/ha (P4) significantly affected soil acidity (pH) (increased by 12.29%), organic carbon (74.34%), total nitrogen (62,06%), available phosphorus (170.95%), exchangeable potassium (842.80%), cayenne pepper plant height (270.57%), and fruit weight (204%).
Effect of Soil Amendment Application on Productivity of Watermelon (Citrullus vulgaris Schard.) in Suboptimal Land Tri Mulya Hartati; Krishna Aji; Amiruddin Teapon; Urai Suci Yulies Vitri Indrawati
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 31 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.31.1.158

Abstract

Inappropriate land management system has emerged as a serious issue in agricultural development. Instead of boosting land productivity, suboptimal land use has become a viable option for regional agricultural development. However, this has not resulted in considerable increases in agricultural productivity. The purpose of this study was to improve soil parameters and increase watermelon (Citrullus vulgaris Schard) production by applying soil amendments to suboptimal land. This study was conducted utilizing a factorial randomized group design with two factors. The first factor was the application of mulch (M) with three treatment levels: M0 = no mulch, M1 = reed mulch, and M2 = coconut leaf mulch; the second factor was the application of bird manure fertilizer (P) with three treatment levels: P0 = no fertilizer, P1 = 10 t/ha fertilizer, and P2 = 20 t/ha. The data was analyzed using ANOVA and Duncan's multiple range test (significant at P < 0.05). The study was conducted at Khairun University's Campus IV in Madihutu Village, Kao Teluk District, North Halmahera Regency. Soil parameters and plant agronomic traits were among the observed variables. The findings revealed that the mulch and bird manure treatments had no significant impact on soil characteristics. In terms of plant agronomic features, the mulch-free treatment had the greatest impact on watermelon plant growth and yield, whereas the 10 t/ha fertilizer treatment outperformed the other treatments. Keywords: bird manure fertilizer, mulch, suboptimal land, watermelon plant
Pengaruh Pemberian Fly Ash dan Biochar Sekam Padi terhadap Ketersediaan N, P, K dan Pertumbuhan Terung Ungu (Solanum melongena L.) pada Tanah Alluvial Manalu, Anggita Yosia; Indrawati, Urai Suci Yulies Vitri; Nuriman, Muhammad
Pedontropika: Jurnal Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan Vol. 12 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Soil Science Department, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pedontropika.v12i1.105856

Abstract

Alluvial soils in West Kalimantan have low levels of macronutrients, particularly phosphorus (P) and potassium (K), which hinder the growth of purple eggplant. To improve the chemical properties of these soils, fly ash and rice husk biochar were used as soil amendments, with the aim of increasing soil pH, organic carbon, total nitrogen, available phosphorus, and soluble potassium, as well as promoting plant growth. The study aimed to determine the role and optimal application rates of fly ash and rice husk biochar on the availability of N, P, and K nutrients and the growth of purple eggplant in alluvial soil. The study was designed using a factorial Complete Randomized Design (CRD) with 9 treatment combinations and 3 replications, consisting of Fly Ash (0, 1000, 1500 g/polybag) and rice husk biochar (0, 525, 1000 g/polybag). Analysis of variance results showed that fly ash had a significant effect on soil pH and available phosphorus, which played a role in reducing soil acidity and increasing phosphorus availability in alluvial soil. Fly ash did not have a significant effect on organic carbon, total nitrogen, soluble potassium, and plant height. Result show biochar also had no significant effect on any of the soil chemical parameters or plant height, and there was no interaction between the two soil amendments. The A1B2 treatment combination (0 g of fly ash per polybag and 525 g of biochar per polybag) was the optimal treatment, showing the greatest improvement in soil chemical parameters and plant height, indicating that biochar at a moderate dose is more effective at improving soil chemical properties and supporting the growth of purple eggplant under conditions without fly ash.
Co-Authors Abdul Haris Abdul Mujib Alhaddad Adi Suyatno Agus Suyanto Agus Suyanto Agustina Listiawati Agustine, Leony Aji, Krishna Alhaddad, Abdul Mujib Alhaddad, Abdulmujid Amaro, Fahman Fikri Amiruddin Teapon amiruddin teapon Andini, Bella Anshari, Gusti Zakaria Asnawati Asnawati Azzahra, Tia Tilana Bambang Widiarso Borneo, Ginelar Noto Dewi Kurniati DWI RAHARJO Edi Kurniadi Fatmawati Febrianti, Ristha Feira Budiarsyah Arief Firadila, Rulia Alda Gans Silalahi, Gio Andi Hafsari, Afriani Hanafie, Hadriana Handayani, Wiji Pamungkas Hedi Sugito Janny Jovita Pakanan Joko Joko Junaidi Junaidi juraidah, juraidah Karuru, Perdy Komariyati Komariyati Komaryati, Komaryati Krishna Aji Leony Agustine Leony Agustine Mahyuddin, Masriani Manalu, Anggita Yosia Manurung, Rinto Maulidi Maulidi Mikola, Nada Muhardi Mulidi Maulidi Nazza Kharisma Nia Permatasari, Nia Nuraini Asriati Nuriman, Muhammad Pramesti, Febi Regita Ardia Pratama, Dafib Brilian Ria Dhanisa Riduansyah Riduansyah, Riduansyah Rini Hazriani rini hazriani Rini Hazriani Rini Hazriani Rini Hazriani Rini Hazriani Rinto Manurung Rinto Manurung Rinto Manurung Rita Hayati Romiyanto, Romiyanto Rossie Wiedya Nusantara Sari, Fitria Nopita Savira, Veny Shinta Rosalina Sitinjak, Syilvia Bornok Damayanti Sugianto Sugianto Sulakhudin Sulakhudin Sutaemi, Wawa Sutarman Gafur Tino Orciny Chandra Tri Mulya Hartati Tri Mulya Hartati U Edi Suryadi Vera, Vera Ardelia Wanti Fitrianti Warganda Warganda Wati, Indah Yesi, Akwilna Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi Yuniasih, Indah Maulida