Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi kekerasan seksual dengan media video pada remaja Astri, Hanifah; Muhani, Nova; Febriani, Christin Angelina
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 2 No. 2 (2025): April Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v2i2.1292

Abstract

Background: Sexual violence remains a serious problem in educational settings, including secondary schools. According to data from the 2022 Symfoni PPA (PPA Children's Empowerment and Child Protection) report, there were 4,908 cases of sexual violence against children in Indonesia, with 362 cases occurring in Lampung Province. Preventing sexual violence requires effective and accessible educational efforts for adolescents. Purpose: To determine the effectiveness of sexual violence education using video media on improving students' knowledge. Method: A one-group pretest-posttest study with a randomly selected sample of 84 students. The research instrument was a knowledge questionnaire, measured before and after the intervention. Data analysis was performed using the Wilcoxon Signed Rank Test. Results: The study showed an increase in the average knowledge score from 97.26 before the intervention to 99.93 after the intervention, with a p-value of 0.001 (p<0.05), indicating a significant difference. Conclusion: Educational videos are considered effective in improving students' knowledge regarding sexual violence prevention. Routine use of video media in schools is a strategy for promoting reproductive health and preventing sexual violence against adolescents   Keywords: Education; Knowledge; Sexual Violence; Video.   Pendahuluan: Kekerasan seksual masih menjadi salah satu masalah serius di lingkungan pendidikan, termasuk di sekolah menengah. Berdasarkan data Simfoni PPA tahun 2022, tercatat sebanyak 4.908 kasus kekerasan seksual pada anak di Indonesia, dengan 362 kasus terjadi di Provinsi Lampung. Pencegahan kekerasan seksual memerlukan upaya edukasi yang efektif dan mudah dipahami oleh remaja. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas edukasi kekerasan seksual dengan media video terhadap peningkatan pengetahuan siswa. Metode: Penelitian desain one group pretest-posttest dengan sampel 84 siswa yang dipilih secara acak. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan yang diukur sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 97,26 sebelum intervensi menjadi 99.93 setelah intervensi, dengan p-value 0,001 (p<0,05) yang menunjukkan perbedaan signifikan. Simpulan: Video edukasi dinilai efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pencegahan kekerasan seksual. Penggunaan media video dilakukan secara rutin di sekolah sebagai strategi promosi kesehatan reproduksi dan pencegahan kekerasan seksual pada remaja.   Kata kunci: Edukasi; Kekerasan Seksual; Pengetahuan; Video.
Patterns and Determinants of Open Defecation among Urban People Yulyani, Vera; Febriani, Christin Angelina; MS, Shaharuddin; Hermawan, Dessy
Kesmas Vol. 16, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

At the present time, an estimated of 673 million people defecate in the open space, not in private. Indonesia is a densely populated country with a lot of open defecation (OD) both in urban (37%) and rural areas (43%). Tanjung Karang Pusat Subdistrict is an area in Bandar Lampung City with the highest percentage of OD practice (45%). This study aimed to explore and explain the patterns and determinants of OD among urban people in the Tanjung Karang Pusat Subdistrict in- volving 377 respondents for quantitative analysis. Quantitative data were analyzed using the chi square and regression analysis. After controlling the economic status and education level variables, the data revealed that urban communities were still practicing OD (23.3%) with land ownership, latrine ownership, conative attitude, and occupation as influential factors. Statistical test results showed that the most influential factor in the behavior of OD in the community was latrine ownership (p-value <0.001, OR adj = 58.2). These findings suggested that stakeholders must take action on landowners who do not allow sanitation facilities to be built on their land.
Analisis Faktor Perilaku Seksual Yang Menyimpang (Homoseksual) Di Wilayah Kerja Puskesmas Simpur Bandar Lampung Tahun 2023 Wayan Aryawati; Angkas Mandala Putra; Christin Angelina Febriani; Aprina; Nurul Aryastuti
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1.631

Abstract

Abstrak Homoseksual merupakan kelainan terhadap orientasi seksual yang ditandai dengan timbulnya rasa suka terhadap sesama jenis. Indonesia menjadi negara kelima terbesar penyumbang LGBT dan mempunyai populasi 3% LGBT. Dari 250 juta rakyat Indonesia, sekitar 7,5 jutanya merupakan LGBT. Penelitian ini bertujuan mengetahui analisis faktor risiko perilaku seksual yang menyimpang (homoseksual) di wilayah kerja Puskesmas Simpur Bandar Lampung tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan case-control. Populasi pada penelitian ini 180 kejadian LSL. Sampel pada penelitian ini berjumlah 102 sampel yang terdiri dari 51 kasus dan 51 kontrol dengan teknik purposive sampling dengan analisis univariat, bivariat (chi-square), dan multivariat (logistic regression). Hasil uji univariat terdapat 50% homoseks, dan 50% tidak homoseks. Usia berisiko 91.2% dan usia tidak berisiko 8.8%. Status pekerjaan yang bekerja 60.8% dan yang tidak bekerja 39.2%. pendidikan rendah 30.4% dan pendidikan tinggi 69.6%. riwayat peristiwa traumatik 66.7% dan yang tidak memiliki peristiwa traumatik 33.3%. Lingkungan yang buruk dan baik sama sebesar 50%. Prevalensi keluarga tidak harmonis 63.7% dan keluarga harmonis 36.3%. Dari hasil uji bivariat didapatkan hubungan antara pekerjaan dengan perilaku homoseks (p-value=0.008), peristiwa traumatik dengan perilaku homoseks (p-value=<0.0001), keluarga dengan perilaku homoseks (p-value=<0.0001), dan lingkungan dengan perilaku homoseks (p-value=0.047). faktor paling dominan adalah peristiwa traumatis (p-value=<0.0001) dengan OR sebesar 14.06. Diharapkan keluarga, orang terdekat, puskesmas dan tenaga kesehatan dapat memberikan dukungan dan perhatian untuk menciptakan lingkungan yang nyaman sehingga diharapkan bisa mengurangi rasa trauma atau ketakutan dimasa lalu dan pelaku homoseksual dapat memiliki kesadaran diri sendiri untuk tidak melakukan penyimpangan orientasi seksual. Kata kunci: Homoseksual, LGBT, LSL
Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku WUS Dalam Melakukan Tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Di Wilayah Kerja Puskesmas Brabasan Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Mesuji Siti Fadilah; Dessy Hermawan; Nurul Aryastuti; Fitri Ekasari; Christin Angelina Febriani
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1.639

Abstract

Kanker serviks merupakan penyakit ganas yang berkembang di leher rahim, bagian terbawah rahim yang meluas hingga ke ujung saluran reproduksi. Pencegahan terpadu dengan skrining sebaiknya dilaksanakan di puskesmas. Program Pemeriksaan Kanker Serviks Puskesmas Willaraga Bravasan memiliki tingkat kelulusan sebesar 13,6% pada tahun 2022. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku WUS dalam skrining kanker serviks dengan metode IVA. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 2.479 wanita usia subur antara 30 dan 50 tahun yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Bravasan, dengan sampel sebanyak 127 orang wanita. Analisis data menggunakan univariat, bivariat dengan chi-square dan multivariat dengan regresi logistic sedehana. Hasilnya, 102 orang (80,3%) tidak mengikuti tes, dan 25 orang (19,7%) mengikuti tes. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p-value = 0,000; OR = 7,600), dukungan suami (p-value = 0,001; OR = 4,875), dan dukungan tenaga kesehatan (p-value = 0,045; OR = 7,600). Diketahui bahwa ada. ) terdiri dari 1,378), sumber (p-value = 0,018 OR=3,563), dan paritas (p-value = 0,000; OR = 5,560). ). Variabel yang paling dominan yaitu variable pengetahuan (OR=11,082. Diharapkan tenaga kesehatan untuk melakukan penyuluhan kepeda Wanita Usia Subur antara 30 dan 50 tahun di wilayah kerja Puskesmas Bravasan agar lebih memahami tentang tes IVA dan risiko kanker serviks, sehingga dapat memperbaiki perilakunya saat melakukan tes WUS. Kata kunci: Deteksi Dini, Kanker Leher Rahin, WUS
Analisis Tim dan Karakteristik Perawat Terhadap Penerapan Keselamatan Pasien di Rs Pertamina Bintang Amin Azzahra, Dhika; Aryawati, Wayan; Samino, Samino; Kundayani, Tri; Febriani, Christin Angelina
Jurnal Dunia Kesmas Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v13i1.16494

Abstract

Penerapan keselamatan pasien merupakan upaya asuhan pasien menjadi lebih aman. Perawat merupakan salah satu profesi yang berperan vital dalam menjalankan keselamatan pasien. Adanya insiden RSPBA Bandar Lampung menunjukkan bahwa capaian target pelaporan IKP belum terpenuhi. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor tim dan karakteristik perawat terhadap penerapan keselamatan pasien di RSPBA Bandar Lampung 2023. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional, populasi sebanyak 139 perawat fungsional dengan sampel total populasi (139 perawat). Analisis data univariat menggunakan deskriptif frekuensi, analisis bivariat menggunakan  uji chi square dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik berganda.  Berdasarkan hasil uji chi-square di dapatkan hasil bahwa tidak ada hubungan antara jenis kelamin (p-value=0.385) dan usia (p-value=0.27) dengan penerapan keselamatan pasien. Terdapat hubungan antara variabel pendidikan (p-value=0.041; OR=0.3), kerja tim (p-value=0.000; OR=4.7) dan kepemimpinan (p-value=0.001; OR=17.44) dengan penerapan keselamatan pasien. Berdasarkan uji regresi logistik berganda di dapatkan faktor yang paling berpengaruh pada penerapan keselamatan pasien adalah kepemimpinan dengan nilai p-value 0.000 (<0.05) dan OR=4.9 yang berarti bahwa ada hubungan yang signifikan antara kepemimpinan dengan penerapan keselamatan pasien. Diharapkan dengan adanya penelitian ini dapat menjadi bahan masukan dan sebagai bahan evaluasi bagi pemimpin tim sift perawat dalam penerapan keselamatan pasien.
Hubungan Pengetahuan dan Motivasi dengan Literasi Kesehatan Mental pada Mahasiswa di Universitas Malahayati tahun 2023 Usfa, Hafiratul; Febriani, Christin Angelina; Sari, Nurhalina; Dwiyana, M Rizal
Jurnal Dunia Kesmas Vol 12, No 3 (2023): Volume 12 Nomor 3
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v12i3.10810

Abstract

Salah satu permasalahan yang signifikan di dunia dan Indonesia termasuk diantaranya adalah kesehatan jiwa. Menurut data (Riskesdas) Provinsi Lampung pada tahun 2013, Gangguan kesehatan mental pada remaja memiliki prevalensi gangguan berupa depresi mencapai 2,77% dan meningkat pada tahun 2018 sebesar 2,86% (Kemenkes RI, 2018). Permasalahan yang terjadi pada remaja mempunyai kecendrungan untuk melakukan perilaku berisiko yang akan menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan dalam bentuk fisik dan kesehatan mental. Tujuan penelitian yaitu mengetahui hubungan pengetahuan dan motivasi terhadap faktor yang berhubungan dengan literasi kesehatan mental pada mahasiswa di Universitas Malahayati Bandar Lampung Tahun 2023.Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 250 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling incidental. Instrumen yang digunakan adalah kuisoner google formulir. Uji statistik yang digunakan uji t-independent dan korelasi dan  regresi linear.Hasil analisis menggunakan uji t-independent dengan nilai p-value = 0,000 < (0,05) untuk pengetahuan yang artinya terdapat hubungan antara literasi kesehatan mental dengan faktor penegtahuan. Hasil uji korelasi dan regresi linear dengan nilai p-value 0,072 > (0,05)  untuk motivasi yang artinya tidak ada hubungan antara literasi kesehatan mental deng faktor motivasi. Saran kepada mahasiswa untuk mencara lebih informasi mengenai kesehatan mental dan membangun suasana yang menyenangkan, membuat daftar buku bacaan, sharing dengan teman dan alumni dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan guna meningkatkan motivasi dalam literasi kesehatan mental.Kata Kunci : Literasi Kesehatan Mental, Pengetahuan, Motivasi
Analisis Organisasi Terhadap Penerapan Keselamatan Pasien Di Rspba Bandar Lampung Tahun 2023 Hadinata, Andri; Aryawati, Wayan; Samino, Samino; Trikundayani, Trikundayani; Febriani, Christin Angelina
Jurnal Dunia Kesmas Vol 13, No 1 (2024): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v13i1.16496

Abstract

Penerapan keselamatan pasien merupakan upaya asuhan pasien menjadi lebih aman. Perawat merupakan salah satu profesi yang berperan vital dalam menjalankan keselamatan pasien. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis organisasi terhadap penerapan keselamatan pasien di RSPBA Bandar Lampung tahun 2023. Jenis penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional, jumlah populasi sebanyak 139 perawat fungsional dengan sampel teknik total sampling. Terdapat hubungan antara budaya keselamatan (p-value 0.000) OR 11.237, kepemimpinan manajerial (p-value 0.000) OR 7.647, komunikasi (p-value 0.000) OR 7,402, fasilitas (p-value 0.000) OR 7.000, pelatihan (p-value 0.000) OR 8.375 terhadap penerapan keselamatan pasien di RSPBA Bandar Lampung. Faktor budaya keselamatan (p-value 0,000) OR 11,088 merupakan variabel yang paling dominan yang berhubungan dengan penerapan keselamatan pasien. Diharapakan rumah sakit dapat mengupayakan dalam meningkatkan dan menciptakan budaya kerja yang baik, melakukan pengembangan pengetahuan melalui penyelenggaraan pelatihan terkait keselamatan pasien, meningkatkan komunikasi setiap ruangan secara efektif terkait implementasi sasaran keselamatan pasien, meningkatkan komitmen kepemimpinan manajerial dan meningkatkan fasilitas kesehatan
Edukasi Pencegahan Perundungan Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 2 Rajabasa Bandar Lampung Febriani, Christin Angelina; Januartha, Herzandho; Oktavia, Mutiara; Veronica, Ervi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14638

Abstract

ABSTRAK Perundungan atau bullying adalah perilaku tidak menyenangkan baik secara verbal, fisik, ataupun sosial di dunia nyata maupun dunia maya yang membuat seseorang merasa tidak nyaman, sakit hati dan tertekan baik dilakukan oleh perorangan ataupun kelompok. Perundungan/bullying dapat terjadi di sekolah, rumah, lingkungan masyarakat, dan cyber (melalui media elektronik). Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa/i agar dapat mencegah perilaku perundungan pada lingkungan sekolah. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experimental) yaitu penelitian eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok saja dengan desain penelitian one group pre test-post test design ini diukur dengan menggunakan pre test yang dilakukan sebelum diberi perlakuan dan post test yang dilakukan setelah diberi perlakuan. Hasil pengukuran pengetahuan tentang bullying sebelum diberikan edukasi sebesar 86,7% siswa yang menjawab pertanyaan perundungan dengan baik dan benar. Setelah mengikuti edukasi, persentase siswa yang menjawab pertanyaan tersebut meningkat menjadi 90,0%. Sikap siswa terhadap perundungan sebelum diberikan edukasi sebesar 36,7% siswa dengan sikap yang positif terhadap perundungan dan setelah diberikan edukasi sikap positif siswa meningkat menjadi 56,7%. Siswa merupakan sasaran yang tepat untuk diberikan edukasi tentang perilaku bullying. Kegiatan PkM ini merupakan bentuk eduksi tentang bullying. Kegiatan edukasi ini berjalan sesuai dengan rencana. Hal ini berdasarkan kepuasan dan antusiasme peserta dalam bertanya dan menceritakan pengalaman mereka tentang perilaku bullying. Diharapkan siswa dapat menerapkan perilaku anti perundungan dan peran guru atau tenaga kesehatan untuk dapat memberikan edukasi tentang bahaya perundungan, agar anak-anak dapat memahami dampak perundungan mulai dari dini, dan agar mereka dapat menerapkan pertemanan yang baik. Kata Kunci: Perundungan, Edukasi, Pengetahuan, Sikap, Siswa  ABSTRACT Bullying is verbally, physically, or socially unpleasant behavior in the real or virtual world that makes a person feel uncomfortable, hurt and depressed whether done by individuals or groups. Bullying can occur at school, home, community, and cyber (through electronic media). The purpose of this activity is to increase students' knowledge and attitudes in order to prevent bullying behavior in the school environment. This research method is quasi experimental research, which is experimental research carried out on one group only with a research design of one group pre test-post test design, measured using a pre test conducted before treatment and a post test conducted after treatment. The results of measuring knowledge about bullying before education were 86.7% of students who answered bullying questions properly and correctly. After attending the education, the percentage of students who answered these questions increased to 90.0%. The attitude of students towards bullying before education was 36.7% of students with a positive attitude towards bullying and after education, the positive attitude of students increased to 56.7%. Students are the right target to be given education about bullying behavior. This PkM activity is a form of education about bullying. This educational activity went according to plan. This is based on the satisfaction and enthusiasm of the participants in asking questions and telling their experiences about bullying behavior. It is hoped that students can apply anti-bullying behavior and the role of teachers or health workers to be able to provide education about the dangers of bullying, so that children can understand the impact of bullying from an early age, and so that they can apply good friendship. Keywords: Bullying, Education, Knowledge, Attitude, Students
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Pasien Dalam Pelayanan Kesehatan Dasar di UPTD Puskesmas Pagelaran Pringsewu Dayasih, Nia; Samino, Samino; Sari, Fitri Eka; Febriani, Christin Angelina; Riyanti, Riyanti
Malahayati Nursing Journal Vol 7, No 5 (2025): Volume 7 Nomor 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v7i5.19833

Abstract

ABSTRACT Quality health services are an important factor in achieving patient satisfaction. Low patient satisfaction depends on the quality of services provided. Patients will feel satisfied if there is equality between expectations and the reality of the health services they receive. The level of patient satisfaction at the UPTD Pagelaran Pringsewu Health Center is still low, so researchers are interested in analyzing patient satisfaction in basic health services at the Pagelaran Pringsewu Health Center. Objective To analyze patient satisfaction in basic health services at the Pagelaran Pringsewu Health Center. This type of quantitative research uses a cross-sectional approach. The population of the study was outpatients at the Pagelaran Pringsewu Health Center using the probability accidental sampling technique. The research sample was 161 respondents. The research instrument was a questionnaire. Data analysis used for Partial Least Square (PLS) analysis using SmartPLS software. The results of the study showed that there was an influence of physical evidence (Path Coefficient 0.123 t statistic 2.269), responsiveness (Path Coefficient 0.268 t statistic 3.389), empathy (path Coefficient 0.325 t statistic 5.268), assurance (path Coefficient 0.116 t statistic 2.754), reliability (path Coefficient 0.235 t statistic 3.462) on work motivation. The suggestion in this study is that the Health Center creates patient satisfaction and the services provided are not in accordance with what the patient expects, the way that can be taken is by improving the quality of human resources. Keywords: Satisfaction, Patients, Outpatient, Pagelaran Pringsewu Health Center  ABSTRAK Pelayanan kesehatan yang bermutu merupakan faktor yang penting dalam mencapai kepuasan pasien. Kepuasan pasien rendah tergantung dengan kualitas pelayanan yang diberikan. Pasien akan merasa puas apabila ada persamaan antara harapan dan kenyataan pelayanan kesehatan yang diperoleh. Masih rendahnya tingkat kepuasan pasien di UPTD Puskesmas Pagelaran Pringsewu maka peneliti tertarik untuk menganalisis kepuasan pasien dalam pelayanan kesehatan dasar di UPTD Puskesmas Pagelaran Pringsewu. Tujuan penelitian untuk menganalisis kepuasan pasien dalam pelayanan kesehatan dasar di UPTD Puskesmas Pagelaran Pringsewu. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian pasien rawat jalan di UPTD Puskesmas Pagelaran Pringsewu teknik probability accidental sampling. Sampel penelitian 161 responden. Instrumen penelitian adalah kuesioner. Analisa data yang digunakan untuk analisa Partial Least Square (PLS) dengan menggunakan software SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh bukti fisik (Path Coefficient 0,123 t statistik 2,269), daya tanggap (Path Coefficient 0,268 t statistik 3,389), empati (path Coefficient 0,325 t statistik 5,268), jaminan (path Coefficient 0,116t statistik 2,754), kehandalan (path Coefficient 0,235 t statistik 3,462) terhadap motivasi kerja. Saran pada penelitian ini Puskesmas menciptakan sebuah kepuasan pasien dan pelayanan yang diberikan belum sesuai apa yangdiharapkan pasien, cara yang bisa ditempuh adalah dengan peningkatan kualitas SDM.  Kata Kunci: Kepuasan, Pasien, Rawat Jalan, Puskesmas Pagelaran Pringsewu
EDUKASI DAN SKRINING KESEHATAN TENTANG PENYAKIT TIDAK MENULAR DI PKOR WAY HALIM BANDAR LAMPUNG Khoirur Rizqi, Afifah; Sari, Yunila; Angelina Febriani, Christin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 9 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i9.3374-3378

Abstract

Penyakit Tidak Menular adalah suatu penyakit kronik yang awal terjadinya penyakit terkadang tidak menimbulkan gejala sama sekali, sehingga masyarakat banyak yang tidak sadar dirinya telah terjangkit Penyakit Tidak Menular. Penyebab Penyakit Tidak Menular bersifat multifaktorial, dengan faktor risiko utama termasuk pola hidup tidak sehat, seperti konsumsi makanan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan merokok. Faktor risiko lainnya termasuk faktor genetik, lingkungan, dan demografi. Dampak Penyakit Tidak Menular terhadap kesehatan masyarakat sangat signifikan, dengan Penyakit Tidak Menular menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia. Penyakit Tidak Menular juga menimbulkan beban ekonomi yang besar bagi individu, keluarga, dan masyarakat. Oleh karena itu melalui skrining kesehatan Penyakit Tidak Menular di PKOR Way Halim Bandar Lampung sangatlah penting guna menciptakan kesadaran kepada masyarakat akan pencegahan Penyakit Tidak Menular tersebut. Tujuan dari tinjauan literatur ini untuk menjelaskan masalah kesehatan Penyakit Tidak Menular yang biasanya terjadi di masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi dan skrining kesehatan. Tujuan dari kegiatan ini adalah diharapakan masyarakat semakin teredukasi terkait Penyakit Tidak Menular. Hasil dari kegiatan ini ada beberapa masyarakat yang terkena Penyakit Tidak Menular. 
Co-Authors Achmad Farich Adelita, Audrey Agung Aji Perdana Agung Aji Perdana Agung Aji Perdana Amir, Sabrina Amperaningsih, Yuliati Anggraheni Widyaningrum Angkas Mandala Putra Angkas Mandala Putra Aprilia Belkis, Happy Aprilia Susanti, Fitri Aprina Aprina Aprina, Aprina Arisandi, Syafik Aryastuti, Nurul Aryawati, Wayan Astri Aulia, Hanifah Astri, Hanifah Audrey Adelita Aulyya Rahmah Aumeya, Dhea Azzahra Kania Fatihah Azzahra, Dhika Bakti Herwanti Chanita Sari Manulang Citra Wahyu Citra Citra, Citra Wahyu Dayasih, Nia Derius Ixroni Desna Damayanti Dessy Elviyanti Desta Tri Yani Dhini Easter Yanti Dina Dwi Nuryani Dwi Nuryani, Dina Dwiyana, M Rizal Easter Yanti, Dhiny Easter Yanti, Dhiny Echa Rafika Eka Kartika Ekasari, Fitri Eva Finarika Fadhilah Amanda Sari Fatmasari, Yeni Fidel Rama Nugraha Fidel Rama Nugraha Fikri, Rahmat Firamita Yusticia Fitri Eka Sari Fitri Ekasari Fitri Usfa, Hafiratul Gabrilla Yusuf, Ghina Ghina Gabrilla Yusuf Ghina Gabrilla Yusuf Hadinata, Andri Hafiratul Fitri Usfa Handayani, Fina Hanifah Astri Aulia Happy Aprilia Belkis Hayati, Amelia Hermawan, Dessy Iqbal Fawaz Istiqomah, Anisa Cahyanti Januartha, Herzandho Jaya, Satrya Kania Fatihah, Azzahra Karunia Viandra Yoanisa Keswara, Umi Romayati Khoidar Amirus Khoirur Rizqi, Afifah Kundayani, Tri Kurniati, Mala Lestari, Juwita Lintang Safitri, Nafisa Lolita Sari Lolita Sary Manggeskar, Riska Maryam, Riyanti Metalia Agnessia MS, Shaharuddin Muhani, Nova Nora Afriza, Zelda Nova Muhani Noviansyah Noviansyah, Noviansyah Nur Maya Sari Nurhalina Sari Nurkhasanah Nurkhasanah Nurkhasanah Nurkhasanah Nurzana, Desi Oktavia, Mutiara Pefi Fatrisia Pratiwi, Yolandha Adinda Puspa Sari Puspa Sari Putri Puspita sari Rafika, Echa Rahmah, Aulyya Rahmat Agung Renna Oktavia Rudi Ricky Dwi Satria Rieseva Fitria Rilyani Rilyani Rini Budiarti Rivani Gusvara Putri Riyanti Riyanti Rr. Salwa Zasya Rudi, Renna Oktavia Saireda, Elistya Mercha Samino Samino Samino Samino Samino Samino Sari Manulang, Chanita Sari, Fadhilah Amanda Sari, Fitri Eka Sari, Yunila Shabrina, Hanifah Shaharuddin MS Shintani, Clara Silaen, Rahel Gusnita Siti Fadilah Siti Fadilah Siti Lis Jarsiyah Siti Mariam Sri Yuniati Sudjarwo Sudjarwo Sulistri Atmasari Susanti, Fitri Aprilia Syafrizal AR Tamara, Yayang Suci Tati Diana sari Trikundayani, Trikundayani Usfa, Hafiratul Veronica, Ervi Viandra Yoanisa, Karunia Wati, Putri Vega Wayan Aryawati Wayan Aryawati Winarsih Winarsih Yanti, Dhiny Easter Yeni Eka Firdaus Yohanes, Efriza Yolandha Adinda Pratiwi Yulyani, Vera Yusuf, Ghina Gabrilla Zain, Bagus Perdana Kusuma Zelda Nora Afriza