Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Faktor Perilaku Seksual Yang Menyimpang (Homoseksual) Di Wilayah Kerja Puskesmas Simpur Bandar Lampung Tahun 2023 Wayan Aryawati; Angkas Mandala Putra; Christin Angelina Febriani; Aprina; Nurul Aryastuti
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1.631

Abstract

Abstrak Homoseksual merupakan kelainan terhadap orientasi seksual yang ditandai dengan timbulnya rasa suka terhadap sesama jenis. Indonesia menjadi negara kelima terbesar penyumbang LGBT dan mempunyai populasi 3% LGBT. Dari 250 juta rakyat Indonesia, sekitar 7,5 jutanya merupakan LGBT. Penelitian ini bertujuan mengetahui analisis faktor risiko perilaku seksual yang menyimpang (homoseksual) di wilayah kerja Puskesmas Simpur Bandar Lampung tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan case-control. Populasi pada penelitian ini 180 kejadian LSL. Sampel pada penelitian ini berjumlah 102 sampel yang terdiri dari 51 kasus dan 51 kontrol dengan teknik purposive sampling dengan analisis univariat, bivariat (chi-square), dan multivariat (logistic regression). Hasil uji univariat terdapat 50% homoseks, dan 50% tidak homoseks. Usia berisiko 91.2% dan usia tidak berisiko 8.8%. Status pekerjaan yang bekerja 60.8% dan yang tidak bekerja 39.2%. pendidikan rendah 30.4% dan pendidikan tinggi 69.6%. riwayat peristiwa traumatik 66.7% dan yang tidak memiliki peristiwa traumatik 33.3%. Lingkungan yang buruk dan baik sama sebesar 50%. Prevalensi keluarga tidak harmonis 63.7% dan keluarga harmonis 36.3%. Dari hasil uji bivariat didapatkan hubungan antara pekerjaan dengan perilaku homoseks (p-value=0.008), peristiwa traumatik dengan perilaku homoseks (p-value=<0.0001), keluarga dengan perilaku homoseks (p-value=<0.0001), dan lingkungan dengan perilaku homoseks (p-value=0.047). faktor paling dominan adalah peristiwa traumatis (p-value=<0.0001) dengan OR sebesar 14.06. Diharapkan keluarga, orang terdekat, puskesmas dan tenaga kesehatan dapat memberikan dukungan dan perhatian untuk menciptakan lingkungan yang nyaman sehingga diharapkan bisa mengurangi rasa trauma atau ketakutan dimasa lalu dan pelaku homoseksual dapat memiliki kesadaran diri sendiri untuk tidak melakukan penyimpangan orientasi seksual. Kata kunci: Homoseksual, LGBT, LSL
Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku WUS Dalam Melakukan Tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Di Wilayah Kerja Puskesmas Brabasan Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Mesuji Siti Fadilah; Dessy Hermawan; Nurul Aryastuti; Fitri Ekasari; Christin Angelina Febriani
PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL Vol. 5 No. 1 (2023): Desember
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (PPPM) STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/phj.v5i1.639

Abstract

Kanker serviks merupakan penyakit ganas yang berkembang di leher rahim, bagian terbawah rahim yang meluas hingga ke ujung saluran reproduksi. Pencegahan terpadu dengan skrining sebaiknya dilaksanakan di puskesmas. Program Pemeriksaan Kanker Serviks Puskesmas Willaraga Bravasan memiliki tingkat kelulusan sebesar 13,6% pada tahun 2022. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku WUS dalam skrining kanker serviks dengan metode IVA. Jenis penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 2.479 wanita usia subur antara 30 dan 50 tahun yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Bravasan, dengan sampel sebanyak 127 orang wanita. Analisis data menggunakan univariat, bivariat dengan chi-square dan multivariat dengan regresi logistic sedehana. Hasilnya, 102 orang (80,3%) tidak mengikuti tes, dan 25 orang (19,7%) mengikuti tes. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p-value = 0,000; OR = 7,600), dukungan suami (p-value = 0,001; OR = 4,875), dan dukungan tenaga kesehatan (p-value = 0,045; OR = 7,600). Diketahui bahwa ada. ) terdiri dari 1,378), sumber (p-value = 0,018 OR=3,563), dan paritas (p-value = 0,000; OR = 5,560). ). Variabel yang paling dominan yaitu variable pengetahuan (OR=11,082. Diharapkan tenaga kesehatan untuk melakukan penyuluhan kepeda Wanita Usia Subur antara 30 dan 50 tahun di wilayah kerja Puskesmas Bravasan agar lebih memahami tentang tes IVA dan risiko kanker serviks, sehingga dapat memperbaiki perilakunya saat melakukan tes WUS. Kata kunci: Deteksi Dini, Kanker Leher Rahin, WUS
Hubungan Pengetahuan dan Motivasi dengan Literasi Kesehatan Mental pada Mahasiswa di Universitas Malahayati tahun 2023 Usfa, Hafiratul; Febriani, Christin Angelina; Sari, Nurhalina; Dwiyana, M Rizal
Jurnal Dunia Kesmas Vol 12, No 3 (2023): Volume 12 Nomor 3
Publisher : Persatuan Dosen Kesehatan Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jdk.v12i3.10810

Abstract

Salah satu permasalahan yang signifikan di dunia dan Indonesia termasuk diantaranya adalah kesehatan jiwa. Menurut data (Riskesdas) Provinsi Lampung pada tahun 2013, Gangguan kesehatan mental pada remaja memiliki prevalensi gangguan berupa depresi mencapai 2,77% dan meningkat pada tahun 2018 sebesar 2,86% (Kemenkes RI, 2018). Permasalahan yang terjadi pada remaja mempunyai kecendrungan untuk melakukan perilaku berisiko yang akan menyebabkan terjadinya gangguan kesehatan dalam bentuk fisik dan kesehatan mental. Tujuan penelitian yaitu mengetahui hubungan pengetahuan dan motivasi terhadap faktor yang berhubungan dengan literasi kesehatan mental pada mahasiswa di Universitas Malahayati Bandar Lampung Tahun 2023.Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel pada penelitian ini adalah 250 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan sampling incidental. Instrumen yang digunakan adalah kuisoner google formulir. Uji statistik yang digunakan uji t-independent dan korelasi dan  regresi linear.Hasil analisis menggunakan uji t-independent dengan nilai p-value = 0,000 < (0,05) untuk pengetahuan yang artinya terdapat hubungan antara literasi kesehatan mental dengan faktor penegtahuan. Hasil uji korelasi dan regresi linear dengan nilai p-value 0,072 > (0,05)  untuk motivasi yang artinya tidak ada hubungan antara literasi kesehatan mental deng faktor motivasi. Saran kepada mahasiswa untuk mencara lebih informasi mengenai kesehatan mental dan membangun suasana yang menyenangkan, membuat daftar buku bacaan, sharing dengan teman dan alumni dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan guna meningkatkan motivasi dalam literasi kesehatan mental.Kata Kunci : Literasi Kesehatan Mental, Pengetahuan, Motivasi
Edukasi Pencegahan Perundungan Pada Siswa Sekolah Dasar Negeri 2 Rajabasa Bandar Lampung Febriani, Christin Angelina; Januartha, Herzandho; Oktavia, Mutiara; Veronica, Ervi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14638

Abstract

ABSTRAK Perundungan atau bullying adalah perilaku tidak menyenangkan baik secara verbal, fisik, ataupun sosial di dunia nyata maupun dunia maya yang membuat seseorang merasa tidak nyaman, sakit hati dan tertekan baik dilakukan oleh perorangan ataupun kelompok. Perundungan/bullying dapat terjadi di sekolah, rumah, lingkungan masyarakat, dan cyber (melalui media elektronik). Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa/i agar dapat mencegah perilaku perundungan pada lingkungan sekolah. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (quasi experimental) yaitu penelitian eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok saja dengan desain penelitian one group pre test-post test design ini diukur dengan menggunakan pre test yang dilakukan sebelum diberi perlakuan dan post test yang dilakukan setelah diberi perlakuan. Hasil pengukuran pengetahuan tentang bullying sebelum diberikan edukasi sebesar 86,7% siswa yang menjawab pertanyaan perundungan dengan baik dan benar. Setelah mengikuti edukasi, persentase siswa yang menjawab pertanyaan tersebut meningkat menjadi 90,0%. Sikap siswa terhadap perundungan sebelum diberikan edukasi sebesar 36,7% siswa dengan sikap yang positif terhadap perundungan dan setelah diberikan edukasi sikap positif siswa meningkat menjadi 56,7%. Siswa merupakan sasaran yang tepat untuk diberikan edukasi tentang perilaku bullying. Kegiatan PkM ini merupakan bentuk eduksi tentang bullying. Kegiatan edukasi ini berjalan sesuai dengan rencana. Hal ini berdasarkan kepuasan dan antusiasme peserta dalam bertanya dan menceritakan pengalaman mereka tentang perilaku bullying. Diharapkan siswa dapat menerapkan perilaku anti perundungan dan peran guru atau tenaga kesehatan untuk dapat memberikan edukasi tentang bahaya perundungan, agar anak-anak dapat memahami dampak perundungan mulai dari dini, dan agar mereka dapat menerapkan pertemanan yang baik. Kata Kunci: Perundungan, Edukasi, Pengetahuan, Sikap, Siswa  ABSTRACT Bullying is verbally, physically, or socially unpleasant behavior in the real or virtual world that makes a person feel uncomfortable, hurt and depressed whether done by individuals or groups. Bullying can occur at school, home, community, and cyber (through electronic media). The purpose of this activity is to increase students' knowledge and attitudes in order to prevent bullying behavior in the school environment. This research method is quasi experimental research, which is experimental research carried out on one group only with a research design of one group pre test-post test design, measured using a pre test conducted before treatment and a post test conducted after treatment. The results of measuring knowledge about bullying before education were 86.7% of students who answered bullying questions properly and correctly. After attending the education, the percentage of students who answered these questions increased to 90.0%. The attitude of students towards bullying before education was 36.7% of students with a positive attitude towards bullying and after education, the positive attitude of students increased to 56.7%. Students are the right target to be given education about bullying behavior. This PkM activity is a form of education about bullying. This educational activity went according to plan. This is based on the satisfaction and enthusiasm of the participants in asking questions and telling their experiences about bullying behavior. It is hoped that students can apply anti-bullying behavior and the role of teachers or health workers to be able to provide education about the dangers of bullying, so that children can understand the impact of bullying from an early age, and so that they can apply good friendship. Keywords: Bullying, Education, Knowledge, Attitude, Students
EDUKASI DAN SKRINING KESEHATAN TENTANG PENYAKIT TIDAK MENULAR DI PKOR WAY HALIM BANDAR LAMPUNG Khoirur Rizqi, Afifah; Sari, Yunila; Angelina Febriani, Christin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 9 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i9.3374-3378

Abstract

Penyakit Tidak Menular adalah suatu penyakit kronik yang awal terjadinya penyakit terkadang tidak menimbulkan gejala sama sekali, sehingga masyarakat banyak yang tidak sadar dirinya telah terjangkit Penyakit Tidak Menular. Penyebab Penyakit Tidak Menular bersifat multifaktorial, dengan faktor risiko utama termasuk pola hidup tidak sehat, seperti konsumsi makanan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan merokok. Faktor risiko lainnya termasuk faktor genetik, lingkungan, dan demografi. Dampak Penyakit Tidak Menular terhadap kesehatan masyarakat sangat signifikan, dengan Penyakit Tidak Menular menjadi penyebab utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia. Penyakit Tidak Menular juga menimbulkan beban ekonomi yang besar bagi individu, keluarga, dan masyarakat. Oleh karena itu melalui skrining kesehatan Penyakit Tidak Menular di PKOR Way Halim Bandar Lampung sangatlah penting guna menciptakan kesadaran kepada masyarakat akan pencegahan Penyakit Tidak Menular tersebut. Tujuan dari tinjauan literatur ini untuk menjelaskan masalah kesehatan Penyakit Tidak Menular yang biasanya terjadi di masyarakat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah edukasi dan skrining kesehatan. Tujuan dari kegiatan ini adalah diharapakan masyarakat semakin teredukasi terkait Penyakit Tidak Menular. Hasil dari kegiatan ini ada beberapa masyarakat yang terkena Penyakit Tidak Menular. 
EDUKASI PENCEGAHAN BULLYING PADA MURID SEKOLAH DASAR DI SDN 1 BERINGIN RAYA KEMILING BANDAR LAMPUNG Manggeskar, Riska; Sari, Yunila; Fatmasari, Yeni; Handayani, Fina; Angelina Febriani, Christin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 6 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i6.2006-2010

Abstract

Sekolah adalah tempat di mana siswa memperoleh pengetahuan, membentuk kepribadian mereka, dan membentuk masa depan generasi penerus bangsa. Sekolah harus aman, nyaman, dan menyenangkan. Bullying, juga dikenal sebagai perundungan, adalah sebuah tindakan negatif tanpa henti oleh pelaku perundungan terhadap korban perundungan. Tidak hanya pelaku dan korban, tetapi juga orang yang menyaksikan perundungan. Ada tiga jenis perundungan:  fisik,  verbal, dan  mental atau psikologis. Di SD Negeri 1 Beringin Raya Kemiling, yang memiliki 21 siswa di kelas V, kegiatan pengabdian masyarakat diadakan pada tanggal 8 Desember 2023. Kegiatan pengabdian masyarakat ini meningkatkan pengetahuan dan sikap siswa SD Negeri.
OPTIMALKAN KESEJAHTERAAN LANSIA DENGAN PENDEKATAN KOMPREHENSIF DALAM EDUKASI DAN PENCEGAHAN RISIKO JATUH Angelina Febriani, Christin; Lestari, Juwita; Lintang Safitri, Nafisa
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 7 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i7.2806-2810

Abstract

Pendidikan mengenai risiko jatuh pada lansia merupakan hal yang krusial, terutama seiring bertambahnya usia. Kemampuan mereka dalam menjaga keseimbangan dan sensitivitas tubuh dapat menurun, meningkatkan rentan terhadap cedera serius. Edukasi menjadi sangat penting dalam mencegah kejadian ini dan mendorong kesadaran lansia terhadap aktivitas fisik mereka. Materi edukasi mencakup informasi tentang risiko jatuh dan strategi pencegahannya, dengan partisipasi aktif dari 22 peserta lansia yang menunjukkan antusiasme besar. Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mereka akan risiko ini serta langkah-langkah yang dapat diambil. Jatuh merupakan masalah umum pada populasi lanjut usia, dengan kontribusi signifikan terhadap kecacatan dan kematian. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan sikap setelah edukasi, menyoroti perlunya dukungan berkelanjutan untuk mendorong keselamatan lansia dalam beraktivitas sehari-hari dan memperhatikan faktor lingkungan seperti keamanan lantai dan alat bantu berjalan.
EDUKASI KESEHATAN TENTANG JAJANAN SEHAT SISWA KELAS 5 DI SDN 3 PERUMNAS WAY HALIM BANDAR LAMPUNG Viandra Yoanisa, Karunia; Kania Fatihah, Azzahra; Angelina Febriani, Christin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.198-203

Abstract

Masyarakat masih kurang peduli terhadap apa yang mereka makan,terlebih lagi pada anak-anak,yang penting adalah porsi yang banyak serta harga yang pas dikantong. Anak-anak cenderung membeli makanan tanpa memperhatikan kebersihannya,sehingga seringkali mereka menjadi korban dari jajanan yang tidak sehat yang berakibat pada sakit perut, diare, muntah,dll. Survei menunjukkan bahwa 80% anak sekolah tidak membawa bekal dan mengkonsumsi Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) yang dijual di sekitar sekolah. Pangan Jajanan Anak Sekolah memegang peranan strategis karena merupakan salah satu sumber asupan gizi penting bagi anak sekolah. Oleh sebab itu, perlu upaya untuk menjamin PJAS yang tersedia di kantin sekolah merupakan Pangan Jajanan Anak Sekolah yang aman, bermutu dan bergizi seimbang serta perlu dilakukan pemberian informasi dan edukasi. Hal ini tentunya sangat mengkhawatirkan sebab  makanan bukan hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan nutrisi pada tubuh, namun kandungan gizi yang baik dari segi kualitas diperlukan agar tumbuh kembang anak optimal. Metode yang digunakan adalah edukasi yang diadakan di SDN 3 Perumnas Way Halim. Tujuan dari kegiatan ini diharapkan adanya peningkatan rata-rata nilai pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan edukasi.Hasil pengabdian ini diharapkan agar siswa-siswi memiliki pengetahuan tentang jajanan yang sehat
PENYULUHAN PENINGKATAN AKTIFITAS FISIK MAHASISWA MELALUI INISIATIF KAMPUS SEHAT Aprilia Belkis, Happy; Astri Aulia, Hanifah; Angelina Febriani, Christin
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.294-299

Abstract

Aktivitas fisik pada remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor yang signifikan terhadap kesejahteraan mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengetahuan, sikap, dan perilaku terkait aktivitas fisik di kampus dengan kesehatan mental dan fisik mahasiswa. Metode penelitian melibatkan survei dan wawancara terhadap sampel mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa yang aktif secara fisik di kampus cenderung memiliki tingkat stres yang lebih rendah, kesehatan mental yang lebih baik, dan kebugaran fisik yang lebih tinggi. Temuan ini menekankan pentingnya mempromosikan aktivitas fisik di lingkungan kampus untuk meningkatkan kesejahteraan mahasiswa. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya dukungan dan fasilitas yang memadai dari pihak kampus untuk mendorong mahasiswa aktif secara fisik. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi strategi efektif dalam meningkatkan partisipasi mahasiswa dalam aktivitas fisik di kampus. Hasil penelitian ini dapat menjadi pedoman bagi institusi pendidikan tinggi dalam mengembangkan program kesehatan dan kebugaran yang dapat meningkatkan kesejahteraan mahasiswa secara keseluruhan. Dengan memperhatikan pentingnya aktivitas fisik dalam kesejahteraan mahasiswa, diharapkan pihak kampus memberikan perhatian lebih besar terhadap fasilitas dan program yang mendukung aktivitas fisik di lingkungan kampus. Selain itu, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi pengembangan intervensi atau program promosi kesehatan yang berfokus pada aktivitas fisik di lingkungan kampus. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami pentingnya aktivitas fisik di kampus terhadap kesejahteraan mahasiswa. Tentu saja, hal ini memprihatinkan karena aktivitas fisik memiliki tujuan lebih dari sekadar memenuhi kesehatan. Metode yang digunakan dalam edukasi di Universitas Malahayati Bandar Lampung adalah pre-test, presentasi, diskusi, tanya jawab, serta post-test. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan rata-rata nilai pengetahuan sebelum dan setelah dilakukan edukasi. Harapannya adalah agar mahasiswa memperoleh pengetahuan tentang aktivitas fisik dari kegiatan ini.
PENGABDIAN MASYARAKAT TENTANG EDUKASI KESEHATAN KELUARGA SADAR GIZI DI POSYANDU MELATI 1 DURIAN PAYUNG KECAMATAN TANJUNG KARANG, KOTA BANDAR LAMPUNG Angelina Febriani, Christin; Shabrina, Hanifah; Jaya, Satrya
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 9 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i9.3379-3384

Abstract

Tentunya setiap keluarga menginginkan seluruh anggotanya sehat. Salah satu solusinya adalah menjadi keluarga sadar akan gizi. Keluarga sadar gizi (Kadarzi) adalah keluarga yang seluruh anggota keluarganya berperilaku seimbang terhadap gizi, mengenal masalah kesehatan dan gizi setiap anggota keluarga serta dapat mengambil tindakan untuk mengatasi masalah gizi anggota keluarga tersebut. Dikatakan bahwa keluarga telah berperilaku gizi yang baik setelah 5 indikator gizi diterapkan. Permasalahan yang diangkat dalam program ini adalah banyak keluarga yang belum mengetahui tentang Kadarzi. Kurangnya pengetahuan ini dapat menyebabkan kekurangan gizi pada keluarga bahkan anak. Ada pula anak yang pola makannya kurang seimbang. Secara keseluruhan, tujuan Kadarzi adalah mencapai kondisi gizi yang optimal bagi seluruh anggota keluarga. Metode yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan di Posyandu Melati 1 DUPA adalah pretest, presentasi, diskusi, tanya jawab, dan post test. Hasil edukasi menunjukkan bahwa ibu-ibu dan masyarakat mengenal Kadazi. Terdapat perbedaan pre-test dan post-test ditinjau dari pengetahuan dan perilaku ibu-ibu yang mengikuti kegiatan penyuluhan. Jumlah pengetahuan pre-test dan post-test meningkat dari 42,9% menjadi 85,7%. sedangkan perilaku terjadi peningkatan Pretest dan Post test dari 71,4% menjadi 85,7%. Kesimpulan dari kegiatan  edukasi keluarga sadar gizi ini adalah ibu-ibu dan masyarakat wilayah kerja posyandu Melati 1 DUPA mengetahui tentang perilaku keluarga sadar gizi  serta terdapat perbedaan skor penge
Co-Authors Achmad Farich Adelita, Audrey Agung Aji Perdana Alda Yuniar Amelia Hayati Amir, Sabrina Amperaningsih, Yuliati Anggie Pebriani Anggraheni Widyaningrum Angkas Mandala Putra Angkas Mandala Putra Aprilia Belkis, Happy Aprilia Susanti, Fitri Aprina Aprina Aprina, Aprina Aryastuti, Nurul Aryawati, Wayan Astri Aulia, Hanifah Audrey Adelita Aulyya Rahmah Aumeya, Dhea Azzahra Kania Fatihah Azzahra Kania Fatihah Bakti Herwanti Chanita Sari Manulang Citra Wahyu Citra Citra, Citra Wahyu Debi Febriyani Derius Ixroni Desna Damayanti Dessy Elviyanti Desta Tri Yani Dhini Easter Yanti Dina Dwi Nuryani Dina Dwi Nuryani Dwi Surtiningrum Dwiyana, M Rizal Easter Yanti, Dhiny Echa Rafika Eka Kartika Eva Finarika Fadhilah Amanda Sari Fatmasari, Yeni Fidel Rama Nugraha Fidel Rama Nugraha Firamita Yusticia Fitri Eka Sari Siregar Fitri Ekasari Galuh Danur Wenda Ghina Gabrilla Yusuf Ghina Gabrilla Yusuf Gibral Putra Hermawan Hafiratul Fitri Usfa Handayani, Fina Hanifah Astri Aulia Happy Aprilia Belkis Hermawan, Dessy Iqbal Fawaz Istiqomah, Anisa Cahyanti Januartha, Herzandho Jaya, Satrya Kania Fatihah, Azzahra Karunia Viandra Yoanisa Keswara, Umi Romayati Khairunnisa Khairunnisa Khoidar Amirus Khoirur Rizqi, Afifah Khumairoh Khumairoh Kurniati, Mala Lestari, Juwita Lintang Safitri, Nafisa Lolita Sari Lolita Sary Luh Dewi M. Reza Mahendra Manggeskar, Riska Maryam, Riyanti Metalia Agnessia Monica Falentina Putri MS, Shaharuddin Muhammad Ferdinan Muhani, Nova Nadia Adela Putri Nakita Wima Puri Niki Hadi Utami Nova Muhani Noviansyah Noviansyah, Noviansyah Nur Maya Sari Nur Syifa Aulia Nurhalina Sari Nurkhasanah Nurkhasanah Nurul Aryastuti Nurzana, Desi Oktavia, Mutiara Pefi Fatrisia Pratiwi, Yolandha Adinda Puspa Sari Puspa Sari Putri Puspita sari Rafika, Echa Rahmah, Aulyya Rahmat Agung Rahmat Fikri Renna Oktavia Rudi Ricky Dwi Satria Rieseva Fitria Rika Oktaviani Rilyani Rilyani Rini Budiarti Rivani Gusvara Putri Rr. Salwa Zasya Rudi, Renna Oktavia Safitri Dwi Amanda Saireda, Elistya Mercha Samino Samino Samino Samino Samino Samino Samino Samino Sari, Fadhilah Amanda Sari, Yunila Shabrina, Hanifah Shaharuddin MS Shintani, Clara Silaen, Rahel Gusnita Siti Fadilah Siti Fadilah Siti Lis Jarsiyah Siti Mariam Sri Yuniati Sudjarwo Sudjarwo Sulistri Atmasari Susanti, Fitri Aprilia Syafik Arisandi Syafrizal AR Syasa Pramuli Tamara, Yayang Suci Tati Diana sari Taura Riska Viona Usfa, Hafiratul Veronica, Ervi Viandra Yoanisa, Karunia Vina Rizki Nofiantri Wati, Putri Vega Wayan Aryawati Winarsih Winarsih Winda Juliandari Yanti, Dhiny Easter Yeni Eka Firdaus Yohanes, Efriza Yolandha Adinda Pratiwi Yulyani, Vera Yusuf, Ghina Gabrilla Zain, Bagus Perdana Kusuma Zelda Nora Afriza