Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PEMBUATAN PAKAN APUNG IKAN PATIN (Pangasius sp.) DI CV. KRESINDO AULIA MANDIRI TULUNGAGUNG Rifqi, Achmad Taufiq; Priati, Dara Hayuning; Suhermanto, Achmad; Ramli, Taufik Hadi
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 2 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v2i1.20490

Abstract

Patin (Pangasius sp.) merupakan salah satu komoditas air tawar skala industri, karena teknologinya dari segi benih, pembesaran, pakan, dan pengolahannya dikuasai serta perlu dikembangkan. Pakan komersial menjadi komponen utama biaya produksi dalam budidaya ikan, dan menjadi masalah utama yang dihadapi pembudidaya ikan dari aspek kualitas, kuantitas, dan kontinuitas. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui cara pembuatan pakan apung ikan patin di CV. Kresindo Aulia Mandiri. Observasi langsung dilakukan untuk mengetahui proses pembuatan pakan. Pengujian pakan apung dilakukan dengan uji proksimat dan uji fisik pakan. Pengujian fisik pakan meliputi pengujian warna, bau, lama mengapung, kecepatan tenggelam, dan daya apung. Proses produksi pakan apung ikan patin meliputi persiapan bahan, formulasi pakan, penepungan, penimbangan, pencampuran, pencetakan, pengeringan, pelapisan minyak, pendinginan, pengayakan, pengemasan dan penyimpanan. Hasil penelitian pembuatan pakan apung ikan patin diperoleh komposisi protein 25.85%, abu 6.86%, lemak 5.35%, serat 7.23% dan air 11.13%. Pakan apung memiliki warna coklat kehitaman, bau menyengat, lama mengapung 453 menit, kecepatan tenggelam 1.05 cm/detik, daya apung 100% dan pakan hancur di dasar pada menit 482.
PEMELIHARAAN LARVA KERAPU BEBEK (Cromileptes altivelis) DI CV. MAJAQUEEN KALIANDA, LAMPUNG SELATAN Agistha, Rahma; Safitri, Nur Maulida; Suhermanto, Achmad; Adi, Catur Pramono
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 3 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v3i1.20485

Abstract

Kerapu Bebek (Cromileptes altivelis) merupakan komoditas ikan laut yang memiliki nilai jual tinggi.Pemeliharaan larva kerapu bebek merupakan tahap krusial dalam produksi benih karena tingkat kelangsungan hidup pada fase awal sangat dipengaruhi oleh kualitas pakan dan kondisi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknis pemeliharaan larva meliputi penyiapan wadah,pemberian pakan alami secara bertahap dan pengelolaan kuaitas udara. Pada CV. Majaqueen, budidaya dimulai dari penebaran telur dengan jumlah total 419.710. Telur yang menetaskan larva menjadi ditebar dengan kepadatan 30-50 ekor L. Selanjutnya dipindahkan ke wadah pemeliharaan larva berukuran 4 x 2,5 x 1,2 m dan volume udara dalam wadah pemeliharaan yaitu 13 mʒ dengan total larva 313.160 yang ditebar dalam bak pemliharaan. Hasil penelitian menunjukkan nilai derajat penetasan telur (Hatching Rate) adalah sebesar 74,61% dengan nilai sintasan (Survival Rate) larva sebesar 9,85%. Selain itu hasil pengukuran kualitas udara menunjukkan nilai pH 7,8-9,2, Salinitas 31-34, Suhu 29-31. Hasil pemeliharan menunjukkan bahwa penerapan manajemen pakan yang tepat seperti penggunaan Nannocloropsis sp. Rotifera (Brachionus sp.) dan Artemia sp., serta kestabilan kualitas udara, mampu meningkatkan sintasan dan kualitas benih yang dihasilkan. Secara keseluruhan, pemeliharaan larva kerapu bebek yang terkelola dengan baik menjadi kunci keberhasilan proses budidaya dan mendukung ketersediaan benih.
PERHITUNGAN TOTAL VIBRIO COUNT (TVC) PADA SAMPEL AIR DAN LARVA PEMBENIHAN UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) DI PT. CENTRAL PROTEINA PRIMA, LAMPUNG Rizqi, Nihayah Nur; Suhermanto, Achmad; Safitri, Nur Maulida; Adi, Catur Pramono
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 3 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v3i1.20543

Abstract

Bakteri Vibrio sp. merupakan patogen utama penyebab kematian massal pada pembenihan udang vaname (Litopenaeus vannamei). Penelitian ini bertujuan menganalisis Total Vibrio Count (TVC) pada sampel air dan larva di PT Central Proteina Prima, Lampung (15 Oktober–15 November 2025). Sampel diambil dari stadia H-1 hingga PL-10 menggunakan media TCBS dan TSA dengan metode inkubasi suhu 30°C selama 18–24 jam. Hasil menunjukkan dominasi Yellow Vibrio Colony (YVC) pada mayoritas sampel. Secara konsisten, nilai TVC pada tubuh larva lebih tinggi dibandingkan sampel air, dengan puncak mencapai 4,47x105 CFU/mL pada stadia M2 dan PL2. Meskipun nilai TVC air umumnya stabil di bawah 104 CFU/ml, akumulasi bakteri pada larva sering melebihi standar aman (105 CFU/gr). Dinamika mikrobiologi ini menegaskan pentingnya penguatan biosekuriti, sanitasi, dan manajemen kualitas air untuk menekan risiko infeksi patogen di hatchery.
ANALISIS PARAMETER KUALITAS AIR TAMBAK PEMBESARAN UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) DI CV REKSA BUMI SITUBONDO Nissa, Siti Khoirun; Hapsari, Larasati Putri; Suhermanto, Achmad
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 3 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v3i1.20474

Abstract

Kualitas air merupakan faktor utama yang menentukan keberhasilan budidaya udang vaname (Litopenaeus vannamei), khususnya pada tahap pembesaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis parameter kualitas air yang meliputi aspek fisika, kimia dan biologi pada tambak pembesaran udang vaname di CV. Reksa Bumi Situbondo. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Oktober 2025 dengan metode survei pada tiga kolam berbeda (C1, D2, dan E7) yang mewakili kondisi lingkungan berbeda. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa parameter fisika seperti suhu berkisar 28-33℃ dan kecerahan berkisar 30-40 cm pada fase pertengahan hingga akhir pemeliharaan umumnya berada dalam kisaran optimal. Parameter kimia seperti pH berkisar 7,5-8,5 dan Dissolved Oxygen/DO berkisar >4 mg/L, juga masih memenuhi standar budidaya. Namun, beberapa parameter menunjukkan kondisi kurang optimal, seperti nitrit yang berada pada kisaran 0,05-0,5 mg/L dan melebihi baku mutu <0,01 mg/L, serta Total Organic Matter (TOM) yang meningkat hingga >100 ppm pada fase pertengahan hingga akhir pemeliharaan. Peningkatan nitrit dan TOM berkaitan dengan akumulasi bahan organik dari sisa pakan dan metabolisme udang yang berpotensi menurunkan kualitas air. Secara keseluruhan kualitas air pada tambak masih mampu mendukung kehidupan udang vaname, namun terdapat tekanan lingkungan pada fase pertengahan hingga akhir pemeliharaan akibat peningkatan bahan organik dan senyawa nitrogen. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan kualitas air yang lebih optimal, terutama dalam pengendalian bahan organik dan manajemen aerasi, untuk menjaga kestabilan lingkungan dan mendukung pertumbuhan udang secara berkelanjutan.
PEMILIHAN BAHAN BAKU PENYUSUN PAKAN IKAN LELE (Clarias sp.) DI PT. TIMUR MANDIRI AKUAKULTUR KABUPATEN JEMBER PROVINSI JAWA TIMUR Noviyana, Calista; Nafisah, Tazkiyah; Suhermanto, Achmad; Hapsari, Larassati Putri
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 2 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v2i1.20489

Abstract

Ikan lele (Clarias sp.) merupakan komoditas perikanan unggulan yang memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan sebagai sumber protein hewani. Tingginya permintaan pasar mendorong peningkatan produksi melalui optimalisasi kualitas dan efisiensi pakan. Pakan merupakan faktor penting dalam budidaya ikan lele yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Penggunaan bahan baku lokal dinilai lebih ekonomis dan mudah diperoleh, meskipun beberapa bahan seperti tepung ikan dan minyak ikan memiliki keterbatasan dari segi harga dan ketersediaan. Oleh karena itu, kombinasi antara sumber protein hewani dan nabati menjadi strategi efektif dalam menekan biaya tanpa mengurangi kualitas pakan. Selain itu, penerapan teknologi produksi seperti extruder dan dryer mampu meningkatkan kualitas pelet dan efisiensi proses produksi. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi bahan baku dengan proporsi yang tepat mampu memenuhi kebutuhan nutrisi ikan lele, meningkatkan efisiensi pakan, serta mendukung pertumbuhan optimal.
PERFORMA PERTUMBUHAN IKAN KAKAP PUTIH (Lates calcarifer) PADA FASE PENDEDERAN DI CV. MAJA QUEEN KALIANDA, LAMPUNG SELATAN Amin, Siva Aswary; Suhermanto, Achmad; Safitri, Nur Maulida
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 3 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v3i1.20472

Abstract

Ikan kakap putih (Lates calcarifer) merupakan komoditas perikanan perikanan ungglan dengan pertumbuhan cepat dan nilai ekonomis tinggi, sehingga keberhasilan budidaya sangat ditentukan oleh tahap pendederan sebagai fase awal sebelum pembesaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa pertumbuhan benih, serta faktor – faktor yang mempengaruhinya selama pendederan. Pengamatan dilakukan pada benih umur (D – 30) selama 1 – 2 bulan dengan parameter pertumbuhan, tingkatkelangsungan hidup (survival rate / sr), kualitas air, dan manajemen pakan. Hasil menunjukkan bahwa pertumbuhan benih dipengaruhi oleh padat tebar, ketersediaan pakan, kualitas air, serta pengelolaan pemeliharaan. Permasalahan yang sering terjadi meliputi fluktuasi kualitas air, ketidaksamaan ukuran benih, dan perilaku kenibalisme yang dapat menurunkan SR. Penerapan grading secara rutin serta pemberian pakan yang tepat terbukti mampu meningkatkan keseragaman ukuran dan menekan kanibalisme. Dengan demikian, pengelolaan pendederan yang optimal sangat penting untuk menghasilkan benih yang sehat, seragam, dan memiliki tingkat kelngsungan hidup tinggi sebagai dasar keberhasilan budidaya ikan kakap putih
FORMULASI PAKAN UNTUK KEBUTUHAN NUTRISI KEPITING BAKAU (Scylla serrata) DI BALAI BESAR PERIKANAN BUDI DAYA AIR PAYAU (BBPBAP) JEPARA Mubtadin, Tahbilal; Priati, Dara Hayuning; Ramli, Taufik Hadi; Suhermanto, Achmad
Proceedings of The Vocational Seminar on Marine & Inland Fisheries Volume 2 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15578/voc_seminar.v2i1.20493

Abstract

Kepiting bakau (Scylla sp.) merupakan salah satu komoditas perikanan dari kelompok krustase yang memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Saat ini, sebagian besar produksi kepiting bakau dihasilkan melalui penangkapan di alam (Syah et al., 2024). Permasalahan yang sering dialami dalam budidaya kepiting bakau adalah ketersediaan benih, ketersediaan pakan, kualitas media budi daya dan molting (Khairunnisa et al., 2023). Penelitian ini akan dilaksanakan mulai tanggal 29 Juli 16 September 2024 yang berlokasi di Balai Besar Perikanan Budi Daya Air Payau (BBPBAP) Jepara menggunakan analisis data uji kimia,uji fisika,uji biologis dengan metode pengumpulan data primer dan skunder. Hasil dari Uji proksimat dari setiap perlakuan yang diberi kode huruf. Huruf A untuk protein 35.10%, huruf B untuk protein 45.34%. Hasil analisis uji fisik yang dilakukan pada pakan dengan protein berbeda yaitu protein 35.10% dan protein 45.34%. hasil uji biologis dari pakan buatan berbahan baku lokal dengan protein berbeda pada parameter daya pikat didapatkan nilai tercepat mendapatkan respon dari kepiting adalah pada perlakuan B waktu ke 73 menit dengan daya lezat sebesar 4 g dari 14 g. Sedangkan yang terlama mendapatkan respon dari kepiting adalah perlakuan A pada waktu 97 menit dengan daya lezat sebesar 7 g dari 14 g. simpulan Dari kesimpulan ini hasil pada pembuatan formulasi pakan dengan frekuensi protein yang berbeda menujukan bahwa formulasi pakan dilakukan dengan memperhitungkan kebutuhan nutrisi yang tepat.
Co-Authors A'rifin, Nur Maulia A'rifin, Nurul Maulia Abet, Farti Achmad Sofian Adi, Catur Pramono Agistha, Rahma Agung Setia Abadi Alauddin, Muhammad Hery Riyadi Alfianti, Fadia Tantri Amin, Siva Aswary Andi, Rudi Andini, Salsa Angela Mariana Lusiastuti Angela Mariana Lusiastuti Anggoro, Agung Doni Anton Anton Anton Anwar Ardana Kurniaji Atiqoh Zummah Budi Rianto Wahidi Budiyati Budiyati Budiyati, Budiyati Dendi Hidayatullah DIAH AYU SATYARI UTAMI Djiada, Herdiyanto Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Ernawati Fabian Ardianta Hapsari, Larasati Putri Hapsari, Larassati Putri Hardianto, Toto Herdianto T Hismayasari Hismayasari Ihwan IIN SITI DJUNAIDAH Iis Nurmawanti Indri Astuti Intanurfemi Bacandra Kadarusman Kasful Anwar Kusuma, Prasetya Wahyu Maftuch Maftuch Meilya Suzan Triyastuti, Meilya Suzan Mubtadin, Tahbilal Muhammad Safir Muhammad Syahrir Muhammad Zairin Jr. Muhammad Zairin Jr. Mukhaimin, Iman Mulato, Alwi Mulyono, Mugi Murtihapsari Murtihapsari Nafisah, Tazkiyah Nisa Hakimah Nissa, Siti Khoirun Noviyana, Calista Nur Maulida Safitri Nurmawanti I Poltak, Hendra Prabowo, Guntur Priati, Dara Hayuning Puspitasari, Asthervina Widyastami Putri Renitasari, Diana Rahardjo, Sinung Rahman, Samsu Adi Ramli, Taufik Hadi Rasnijal, Muhammad Regan, Yip Ridwan Ridwan Ridwan Ridwan, Ridwan Rifqi, Achmad Taufiq Rizkiah, Riza Rizqi, Nihayah Nur Saidin Saidin Sangkia, Frederik Dony Saridu, Siti Aisyah Sayuti, Mohammad Sektiana, Sinar Pagi Sri Andayani Sri Nuryati Sucipto Suherman Suhermin Suhermin Suhermin Sukenda Sukenda Sukenda Sukenda Suleman, Gabriella Augustine Suleman, Yakub Supryady Syarief, Muhammad Nurman Valentine, Riris Yuli Wahid, Eriyanti Wahyudi, Dzikri Wesy Jufan Galvanis Wibowo, Wahyu Budi Wiga Alif Violando Yunarty