Claim Missing Document
Check
Articles

MANAJEMEN PROGRAM PELATIHAN DI LPK SEOULINA DALAM MENINGKATKAN KOMPETENSI DAN KESIAPAN KERJA PESERTA PELATIHAN Evie Jamilah; Maman Suherman; Emay Mastiani; Aas Purnamasasri; Iman Ramadan
Jurnal Manajemen Pendidikan : Jurnal Ilmiah Administrasi, Manajemen dan Kepemimpinan Pendidikan Vol. 8 No. 1 (2026): April Issue
Publisher : Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jump.v8i1.95270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pengelolaan program pelatihan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Seoulina untuk meningkatkan keterampilan dan kesiapan kerja peserta. Fokus penelitian adalah pada proses manajemen pelatihan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi, serta tantangan dan solusi yang muncul selama proses pelaksanaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui teknik observasi, wawancara, dan studi dokumen dengan manajer, instruktur, dan peserta pelatihan. Temuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan program pelatihan di LPK Seoulina telah dilaksanakan dengan baik melalui perencanaan yang berorientasi pada kebutuhan industri di Korea Selatan dan Jepang, implementasi pelatihan berbasis kompetensi, dan evaluasi berkelanjutan menggunakan simulasi ujian EPS-TOPIK dan studi penelusuran alumni. Beberapa tantangan yang diidentifikasi meliputi kurangnya fasilitas dan infrastruktur, perbedaan kemampuan peserta, dan kebutuhan penyesuaian kurikulum untuk mengikuti perkembangan standar industri yang berubah. Untuk mengatasi masalah ini, peningkatan kapasitas instruktur, penggunaan media digital dalam proses pembelajaran, dan penguatan kemitraan dengan industri sedang diimplementasikan. Secara keseluruhan, manajemen pelatihan di LPK Seoulina telah memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan keterampilan teknis, keterampilan lunak, dan kesiapan kerja lulusan, sehingga memungkinkan mereka untuk bersaing di pasar tenaga kerja global.
Pelaksanaan Pembelajaran Orientasi dan Mobilitas melalui Teknik Pendamping Awas pada Anak Tunanetra Kelas II di SLBN Taruna Mandiri Kuningan dan di SLB-A Beringin Bhakti Kabupaten Cirebon Nopi Safitri; Emay Mastiani
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2026 (2)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jppi.v6i2.2636

Abstract

Pembelajaran orientasi dan mobilitas (OM) bagi anak tunanetra memegang peranan penting dalam mendukung kemandirian gerak dan navigasi mereka di lingkungan sekitar. Salah satu teknik yang digunakan dalam pembelajaran OM adalah teknik pendamping awas, yang mencakup delapan aspek dasar seperti pegangan, posisi berjalan, serta navigasi melalui ruang sempit, tangga, dan pintu. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan pembelajaran OM melalui teknik pendamping awas pada siswa tunanetra kelas 2 SDLB. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan pende katan antara dua sekolah, di mana satu sekolah menggunakan tongkat sebagai alat bantu sedangkan sekolah lainnya tidak. Tantangan utama dalam pelaksanaan pembelajaran ini mencakup perbedaan tingkat kemampuan siswa dalam hal pemahaman, motorik, dan keberanian, serta kondisi lingkungan fisik yang kurang mendukung seperti jalan tidak rata dan suasana yang bising. Untuk mengatasi hal tersebut, guru melakukan adaptasi seperti menyediakan jalur mobilitas yang aman, penambahan penanda pendukung, serta pengaturan waktu latihan. Rekomendasi pentingnya adaptasi strategi OM sesuai karakteristik siswa dan lingkungan, serta peran krusial dukungan eksternal dalam mencapai kemandirian tunanetra.
School partnership strategies with business and industry to enhance the employability Irfan Ahmad; Emay Mastiani
At Turots: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 Desember (2025): At Turots: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51468/jpi.v7i2.1162

Abstract

This study analyzes the strategies of Vocational High Schools (SMK) in partnering with the Business and Industrial World (DUDI) through the Plan–Do–Check–Act (PDCA) framework. It responds to the persistent issue of high unemployment among SMK graduates in Indonesia, which reflects a gap between school competencies and industry demands. Using a qualitative comparative case study method, the research explores two institutions with different characteristics: SMKN 1 Karangtengah and SMKN Pertanian Pembangunan (PP) Cianjur. Data were collected through observation, interviews, and document analysis involving principals, vice principals, and industry partners. The findings show that both schools implemented PDCA systematically but with distinct emphases. SMKN 1 Karangtengah pursued large-scale, multi-sectoral partnerships supported by ±80 industrial partners, highlighting programs such as long-term internships, teaching factories, industrial classes, and international networks. In contrast, SMKN PP Cianjur specialized in agribusiness and fisheries, focusing on laboratory-based practices, local industry collaboration, and the Open Day program with Polbangtan. Both schools successfully improved graduate absorption rates, reaching 100% by 2024, yet evaluation still centered more on hard skills than on soft skills. The study concludes that PDCA serves not only as a quality management tool but also as a strategic framework for sustaining vocational partnerships. While SMKN 1 Karangtengah demonstrates the effectiveness of broad-scale networking, SMKN PP Cianjur illustrates the strength of specialization. This comparative analysis highlights that effective partnership strategies must align with institutional capacity, identity, and labor market needs. The study’s novelty lies in presenting a cross-case perspective that identifies replicable best practices for strengthening vocational education partnerships in Indonesia.
Swot-informed english teaching strategies to address mother tongue dominance and build global competence Pina Dewi Apiyanti; Emay Mastiani
At Turots: Jurnal Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 Desember (2025): At Turots: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51468/jpi.v7i2.1164

Abstract

This study aims to explore English learning strategies based on SWOT analysis integrated with the PDSA (Plan-Do-Study-Act) quality management cycle in the context of non-formal education at PKBM Askara Bandung and PKBM Insan Muwahid Garut. The research uses a qualitative approach with case study design and data collection through in-depth interviews, observations, and documentation. The results of the study show that the two PKBMs apply different but complementary adaptive strategies. PKBM Askara emphasizes global competency development through the English Club, adaptive lesson plans based on the Independent Curriculum, and bilingual projects, while PKBM Insan Muwahid focuses on basic communicative skills with the use of simple media. The translanguaging approach is applied as a bridge between the mother tongue and English to facilitate students' understanding. Evaluation is carried out through a combination of tests, observations, projects, portfolios, and reflections, followed by follow-up in the form of program strengthening, remedial, alumni mentoring, and collaborative strategy development. Despite obstacles such as limited resources, mother tongue dominance, diverse student motivations, and varying tutor competencies, SWOT-PDSA integration has proven effective in improving the quality of contextual and globally oriented learning. The findings of this study confirm that SWOT analysis is not only an internal-external mapping tool, but also a strategic framework for planning, implementation, evaluation, and continuous improvement in non-formal education, so that learners are better prepared to face the global challenges of the 21st century.
Verification Strategies and Independence: Cash Reader Use Among Students with Visual Impairment Fahri Algifari; Emay Mastiani
Journal of Teacher Training and Educational Research Vol. 4 No. 1 (2026): August 2026
Publisher : Yayasan Sahabat Literasi Edukasi dan Publikasi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71280/jotter.v4i1.626

Abstract

Students with visual impairment face persistent difficulties identifying rupiah banknote denominations because their distinguishing features primarily rely on vision, tactile codes deteriorate through circulation, and personal folding strategies are ineffective when receiving change from strangers. This study examined the Cash Reader application as assistive technology for transaction activities and its contribution to learning independence. A qualitative descriptive design involved five totally blind students in grades X and XI at SLB Negeri A Citeureup Cimahi, representing all students who met the inclusion criteria and were selected purposively. Data were collected through in-depth, semi-structured interviews addressing learning capability, application use, and constraints, then analyzed using Miles, Huberman, and Saldaña’s interactive model. Validity was supported through verbatim quotations with participant codes, explicit boundaries for findings not confirmed by every participant, and an auditable trail linking raw statements, categories, and conclusions. Findings showed that participants used the application situationally during real transactions through a controlled, non-continuous pattern and learned to operate it through peer networks rather than formal instruction. Its use supported self-regulated learning through self-regulation, metacognition, and problem solving, while strengthening confidence in everyday transactions. However, critical engagement with the application’s output varied among participants. Constraints included limited detection accuracy, dependence risk, and sensitivity to lighting conditions. Importantly, inaccuracies encouraged participants to develop personal verification strategies. Schools should therefore explicitly teach verification within daily living skills instruction, preserve foundational banknote-recognition abilities, and position assistive applications as complementary tools rather than complete substitutes for independent denomination-identification skills under diverse environmental and everyday transactional circumstances.
Co-Authors Aas Purnamasasri Abdurahimi, Sani Ramdan Adhimah, Sadiyatu Nuh Adzania, Nesa Halimah Agfinita, Yuniar Agus Ruswandi Agustina, Anneu Ahadiat Ahadiat Ahadiat, Ahadiat Ahmad Mugni Almarogi Ahmatika, Deti Alam, Rudi Almarogi, Ahmad Mugni Ana Suryana Anisyah Dewi Syahfitri Annisa Kurnia Fitri, Annisa Kurnia Fitri Ardiana, Lufi Argiasri Mustika Asep Fauzi Amanu Cece Hidayat Dadan Budiman Dadang Solikhin Dedi Mulyasana Defauzi, Prisna Delvina, Delvina Destiani Fima, Destiani Fima Disastra, Tesa Adipuri Dwi Endah Pertiwi Dzahwan Rizki Rusmiadi, Dzahwan Rizki Rusmiadi Eka Yuli Astuti Erawan, Raden Dewangga Tresna Evie Jamilah Fadhil Arifina Bisyri, Fadhil Arifina Bisyri Fahri Algifari Fajar Indra Septiana Farhan Ilham Wira Rohmat Farhan, Cecep Muhammad Firdaus, Ahmad Hilmi Fitrianingsih Fitrianingsih Fitriyah Yuliasari Habibi, Muhammad Faiz Hanafiah Hari Suprayoga Hendri Abdul Qohar Hermansyah, Deden Iim Wasliman Iman Ramadan Indiah Wisjnu Sulistyorini Irfan Ahmad Istigfarin, Agnia Jajang Rusmana Jia Siti Fauziah, Jia Siti Fauziah Khairil Fikri Khairil Fikri Lavision, Zavira Aina Maman Suherman Maulani, Susan Mega Mentari Rahayu Meti Meilawati, Meti Meilawati Moch Irwan Hermanto Mugni Almarogi, Ahmad Muhammad Faiz Habibi Muhammad Rafif Permana, Muhammad Rafif Permana Mulyati Mustafa Reza Raihan Sind Nasruloh, Ujang Neneng Purwanti Nia Kurniawati Ningsih, Reni Priatna Nopi Safitri NUR, siti Nuron Rhamdani Panji Romadhona Pina Dewi Apiyanti Prinanda Gustarina Ridwan Prisna Defauzi Ramadhan, Lutfhi Hilal Ramalana, Abdul Aziz Revita Yanuarsari Reza Febri Abadi Reza Febri Abadi Rhamdani, Nuron Ria Restu Ramadhanty Ridwan, Prinanda Gustarina Rina Nuraeni Rizmawan, Rizal Rohmah Fajarwati, Saktika Rostini, Deti Rudi Alam Rusmana, Jajang Saepudin Zuhri Sauri, R Supyan Setiaji, Dini Anggraeni Saputri Sistriadini Alamsyah Sidik Siti Fauziyah Siti Nur Siti Rachmah Sudiarsa, Andri Suganda, Shalsa Nabila Sukmana, Nishrina Gyna Hafiza Suprayoga, Hari Susi Susanti Sutaryat Trisnamansya Suwandari, Lilis Syamsiar, Syamsiar Syarip Hidayat Sutisna Tasha Amalia Utami Teti Ratnawulan Trianugrahwati, Desemberi Trisnamansya, Sutaryat Ujang Permana Wardana, Lalu Teguh Widi Pratiwi Wildan A K, Muhammad Yeni Suhaeni Yoga Budi Santoso Zhafir, Hasna Aulia Zulfa Rahmah Effendi