Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

ASSET-BASED COMMUNIY DEVELOPMENT: SEBAGAI SOLUSI WARGA DESA DALAM MELAKUKAN PRODUKSI PAKAN TERNAK AYAM M. Ma'ruf Idris; Herman Sjahruddin; Ardiansyah Halim; Hikmawati Hikmawati; Sulfikar Sulfikar; Suherni Suherni; Hernik Hernik; Saci Dewi; Marcelina Lomban
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.41972

Abstract

Seringnya ditemukan jagung yang membusuk dan atau tidak termanfaatkan oleh warga serta keinginan untuk menambah pendapatan warga menjadi aherman.sjahruddin@stiem-bongaya.ac.idlasan dilakukannya Pengabdian kepada Masayarat (PkM) pada Desa Sanrobone. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan selama ± 30 hari (satu bulan). PkM ini terselenggara atas bantuan pemerintah desa dan dilakukan dengan menggunakan pendekatan Asset-Based Communiy Development (ABCD). Hasil produksi pengelolaan pelet pakan ayam yang dilakukan warga desa Sanrobone telah dilaksanakan dengan baik, walaupun untuk saat ini peningkatan pendapatan warga belum nampak dikarenakan karena pelaksanaannya masih tergolong relative baru, namun pengetahuan dan kemampuan warga desa untuk melakukan proses produksi pakan ayam semakin meningkat terbukti dengan tidak ditemuinya lagi hasil panenan jagung yang tidak termanfatkan oleh warga.
Program Pelatihan Dasar Pemrograman Python untuk Meningkatkan Inovasi Digital di SMKS Islam Pesantren Alam Indonesia Dary Mochamad Rifqie; Putri Ida Sunaryathy Samad; Muh. Ma’ruf Idris; Nur Athiyyah Fadhilah; Sudarmanto Jayanegara
Vokatek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3: Issue 3 (Oktober 2025)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital menuntut generasi muda memiliki kompetensi literasi teknologi, termasuk kemampuan dasar pemrograman sebagai fondasi inovasi digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi pemrograman siswa SMKS Islam Pesantren Alam Indonesia melalui pelatihan dasar bahasa Python. Sebelum pelatihan, tingkat pemahaman peserta masih rendah, ditunjukkan oleh nilai pre-test dengan rata-rata 43,2 dan tidak ada siswa yang mencapai skor ≥ 70. Setelah mengikuti rangkaian pelatihan, pendampingan, dan evaluasi, terjadi peningkatan signifikan. Rata-rata post-test meningkat menjadi 81,6 dengan 84% siswa mencapai nilai ≥ 70, serta tidak ditemukan lagi peserta dengan skor < 40. Selain peningkatan kognitif, pelatihan ini juga mendorong aspek afektif: 80% peserta merasa lebih percaya diri dan 68% menyatakan minat untuk membuat proyek digital sederhana. Hasil ini menunjukkan bahwa pelatihan dasar Python efektif dalam meningkatkan kompetensi pemrograman serta memperkuat budaya inovasi digital di lingkungan sekolah berbasis pesantren.
EXPLORING ENTREPRENEURIAL INTENTIONS AMONG VOCATIONAL HIGH SCHOOL STUDENTS: EVIDENCE FROM SOUTH SULAWESI Sutarsi Suhaeb; Muh. Ma’ruf Idris
Jurnal Vokasi Keteknikan Vol 4 No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/sfyxqt46

Abstract

Entrepreneurial intention is an important factor in encouraging vocational high school students to become future entrepreneurs and job creators. This study aimed to map the entrepreneurial intentions of vocational high school students in South Sulawesi. A quantitative descriptive survey design was employed involving 283 vocational high school students selected from several schools in South Sulawesi. Data were collected using an entrepreneurial intention questionnaire consisting of six indicators and analyzed using descriptive statistics, including frequency distribution, percentages, means, and achievement scores. The findings revealed that students generally demonstrated a high level of entrepreneurial intention. The majority of respondents were categorized within the high entrepreneurial intention level, indicating a positive orientation toward entrepreneurship as a future career choice. Furthermore, all entrepreneurial intention indicators achieved high levels of attainment, suggesting that students possess strong entrepreneurial aspirations, interests, commitments, and readiness. These findings highlight the potential of vocational education to foster entrepreneurial mindsets and support the development of future entrepreneurs. The study provides empirical evidence that can be used by educators and policymakers to strengthen entrepreneurship education programs in vocational schools.
Model for Improving Employee Performance through Education Level and Work Motivation. Muh. Ma’ruf Idris; Sutarsi Suhaeb
YUME : Journal of Management Vol 9, No 1
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yum.v9i1.10672

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menganalisis model peningkatan prestasi pegawai melalui peran tingkat pendidikan dan motivasi kerja sebagai dua faktor utama yang memengaruhi kinerja individu dalam organisasi. Prestasi pegawai merupakan indikator penting dalam menentukan efektivitas organisasi dalam mencapai tujuan strategisnya. Namun, variasi prestasi antarpegawai sering kali dipengaruhi oleh perbedaan latar belakang pendidikan dan tingkat motivasi kerja. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei, melibatkan pegawai dari berbagai unit kerja dalam organisasi. Data dianalisis menggunakan regresi berganda untuk mengetahui besarnya pengaruh parsial dan simultan kedua variabel independen terhadap prestasi pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan memiliki pengaruh positif terhadap prestasi pegawai melalui peningkatan kapasitas kognitif dan kompetensi teknis. Motivasi kerja juga ditemukan berpengaruh signifikan sebagai pendorong internal yang meningkatkan komitmen, ketekunan, dan produktivitas individu. Temuan ini menegaskan bahwa pengembangan pegawai tidak dapat hanya bertumpu pada peningkatan kualifikasi pendidikan, tetapi juga harus disertai dengan strategi peningkatan motivasi yang sistematis. Model yang dihasilkan memberikan kontribusi praktis bagi organisasi dalam merancang kebijakan pengembangan sumber daya manusia yang lebih efektif dan berorientasi pada peningkatan kinerja.Kata kunci: tingkat pendidikan, motivasi kerja, prestasi pegawai, model kinerja, sumber daya manusia.