Claim Missing Document
Check
Articles

Natural Dyeing in Batik: A Case Study at Pariangan Batik House, Pariangan District Delmasari, Pujiana; Novrita, Sri Zulfia
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 26, No 1 (2024): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPM Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ekspresi.v26i1.3951

Abstract

Abstrak  Pewarnaan alam dapat menjadi salah satu altenatif pewarnaan batik karena aman digunakan dan ramah lingkungan. Penelitian ini membahas tentang pewarnaan alam pada batik di Rumah Batik Pariangan Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar yang bertujuan untuk mendeskripsikan bahan alam yang digunakan, proses pembuatan ekstrak warna alam, proses pewarnaan alam dan resep pembuattan ekstrak dan resep pewarnaan alam. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan jenis data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini menggunakan 4 jenis bahan alam yaitu daun jati, kulit, kayu mahoni, kulit jengkol dan daun alpukat. Fiksasi yang digunakan yaitu tawas, kapur sirih dan tunjung. Proses pembuatan ekstrak dengan cara mempersiapkan alat dan bahan, menghitung zat yang di butuhkan. Untuk ekstraksi daun jati, kulit kayu mahoni dan daun alpukat dilakukan dengan cara perebusan menjadi 1/2 ekstrak dan untuk ekstraksi kulit jengkol yang dilakukan dengan cara merendam kulit jengkol semalaman  dan dilakukan perebusan menjadi 1/2 ekstrak. Proses pewarnaan dimulai dari pencelupan TRO/Rinso, pencelupan dengan ekstrak warna alam yang dilakukan sebanyak 5 kali dilanjut penguncian warna dengan fiksator. Resep TRO/Rinso menggunakan 20 gram dengan 4 liter air. Resep pembuatan ekstrak warna alam menggunakan Vlot 1:5 dan vlot 1:6, untuk fiksasi menggunakan vlot 1:10. Kata Kunci: Bahan Alam, Proses Pembuatan Ekstrak
Analysis Of Ecoprint Results On Cotton Material Using Kenikir Leaves (Cosmos Caudatus) With Mordant Mixture Diva, Rahmatul; Novrita, I Sri Zulfia
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 25, No 2 (2023): Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPM Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ekspresi.v25i2.3872

Abstract

This research was motivated by the effect of mordant mixture on the results of kenikir leaf  ecoprint.  The  purpose  of  this  study  is  to  describe  the  direction  of  color  names, clarity of motifs and the effect of mordant mixtures on ecoprint results. This research is  experimental  descriptive  quantitative  research  conducted  by  making  an  ecoprint with steam blanket technique with the combination of 3 mordants. The mordants used were alum, arbor, soda abu, sodium acetate and whiting. The natural motif used was kenikir  leaves  (cosmos  caudatus).  The  dye  used  is  secang.  The  type  of  data  in  this study  is  primary  data  with  data  collection  techniques  in  the  form  of  questionnaires. The data analysis technique uses frequency percentages and uses the SPSS (Statistical Product And Service Solution) Version 27.0 program. The color name direction of the leaves  using  a  mixture  of  alum,  arbor,  and  soda  abu  produces  an  olive  color.  A mixture  of  alum,  arbor,  and  sodium  acetate  produces  a  dark  brown  color.  The mixture of alum, arbor, and whiting produces a dark Olive Green color.  The results of  the  motif  clarity  test  with  a  mixture  of  alum,  arbor,  soda  abu  are  categorized  as clear, a mixture of alum, arbor, sodium acetate is categorized as clear while a mixture of alum, arbor, and whiting is categorized as unclear.
CRITICAL THINKING SKILLS IN LEARNING PHYSICS: A BIBLIOMETRIC ANALYSIS USING VOSVIEWER Sefriani, Rini; Rahmadani, Ade Fitri; Jalinus, Nizwardi; Refdinal, Refdinal; Novrita, Sri Zulfia; Widyastuti, Rini
AT-TAJDID Vol 7, No 2 (2023): JULI-DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v7i2.3028

Abstract

A Video Tutorial for Slash Method Pattern Cracking Technique Using Richpeace CAD Application in the Flat Pattern Design Course Puspa, Puspaneli; Novrita, Sri Zulfia; Yusmerita, Yusmerita
JURNAL PENDIDIKAN DAN KELUARGA Vol 16 No 01 (2024): Jurnal Pendidikan dan Keluarga
Publisher : Fakultas Pariwisata dan Perhotelan Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jpk/vol16-iss01/1354

Abstract

The Flat Pattern course offers instruction in the theoretical and practical aspects of creating broken patterns in accordance with design specifications. To ensure optimal learning outcomes, it is essential to provide students with updated, engaging, and practical learning media. This updated learning medium has the potential to enhance student learning outcomes and address the challenges commonly encountered in flat-pattern courses. The objective of this study is to develop a video tutorial learning medium for the slash method pattern-breaking technique using the Richpeace CAD application in a flat pattern design course. This study employs the 4D Research and Development Model method, which comprises the following four stages: The four stages of the 4D Research and Development Model method are as follows: define, design, develop, and disseminate. The alpha test stage was employed to validate this video tutorial media product with the participation of two media experts and two material content validators. The study included 35 students from the IKK FPP UNP who had previously undertaken courses in Flat Pattern Design. The data were collected through the use of validation sheets completed by media experts and an analysis of the material content, as well as through the administration of questionnaires to students regarding video tutorial media. Subsequently, the data were subjected to descriptive statistical analysis.
Pengaruh Pembelajaran Teaching Factory (TEFA) Berbasis Unit Produksi Terhadap Kesiapan Berwirausaha Siswa Tata Busana di SMKN 1 Ampek Angkek Sari, Yani Novita; Novrita, Sri Zulfia
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 9 No. 4 (2024): November
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v9i4.2767

Abstract

Pembelajaran Teaching Factory dapat memberikan peserta didik pengalaman industri langsung serta paparan terhadap dunia kewirausahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran Teaching Factory berbasis unit produksi, mengetahui kesiapan berwirausaha siswa Tata Busana sebelum mengikuti pembelajaran Teaching Factory, mengetahui pengaruh pembelajaran Teaching Factory berbasis unit produksi terhadap kesiapan berwirausaha siswa Tata Busana di SMKN 1 Ampek Angkek. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional dengan teknik total sampling, melibatkan 82 siswa. Hasil penelitian diketahui pembelajaran Teaching Factory siswa Tata Busana di SMKN 1 Ampek Angkek sebesar 80% dengan kategori baik. Sedangkan kesiapan berwirausaha siswa Tata Busana sebesar 82% dengan kategori baik, kedua variabel diukur dengan menggunakan kriteria TCR. Berdasarkan analisis regresi linear sederhana, terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara pembelajaran Teaching Factory terhadap kesiapan berwirausaha siswa Tata Busana di SMKN 1 Ampek Angkek, dibuktikan dengan uji T dengan model regresi linear sederhana dengan perolehan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan Thitung> Ttabel (10.502 >1,99). Hal ini menunjukkan nilai positif, dapat disimpulkan semakin tinggi pengaruh pembelajaran Teaching Factory maka makin tinggi juga kesiapan berwirausaha siswa Tata Busana di SMKN 1 Ampek Angkek. Pengaruh pembelajaran Teaching Factory terhadap kesiapan berwirausaha dalam penelitian ini sebesar 58% dan 42% dipengaruhi oleh variabel lainnya.
PENGEMBANGAN MEDIA VIDEO TUTORIAL PEMBUATAN MOTIF DENGAN TEKNIK SUMINAGASHI Nurfadhila, Dinda Emilya; Novrita, Sri Zulfia; Adriani, Adriani
EDUTECH Vol 23, No 3 (2024)
Publisher : Prodi Teknologi Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/e.v23i3.73282

Abstract

In the textile dyeing course at suminagashi technique material, student still face challenges in following the motifs making procedures contained in the module, this causes students to fail to carry out the suminagashi technique so they have to repeat it. One of the efforts made to overcome these difficulties is to developing video tutorial media that can visualize the steps for performing the suminagashi technique. Valid and practical learning videos on making motifs using the suminagashi technique are still limited, which is the reason for conducting this research. This study aims to create a video tutorial that is proven valid and practical regarding making motifs using the suminagashi technique in the textile dyeing course for FPP-UNP Fashion Design students. Research and Development (RD) is the research method used in this research. The RD model used in this study is the 4D model. 4D stands for Define, Design, Develop, and Disseminate. But, this study was conducted only up to the development stage. The percentage of media validity has a value of 91.5% and the percentage of material validity has a value of 82%. Both results are categorized as very valid based on the level of validity criterion. The percentage of small-scale practical trials has a value of 92.8%, the percentage of large-scale practical trials has a value of 88.5%, and the percentage of lecturer practical trials has a value of 97%. The three results are categorized as very practical based on the level of practicality criterion. Based on the data from the research, it can be concluded that the video tutorial for making motifs with the suminagashi technique in the Textile Dyeing course is very valid and very practical, so it can be used in the lecture process. Pada mata kuliah pewarnaan tekstil di materi teknik suminagashi mahasiswa masih menghadapi tantangan dalam mengikuti prosedur pembuatan motif yang terdapat dalam modul, hal ini menyebabkan mahasiswa gagal melakukan teknik suminagashi sehingga harus mengulanginya. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan tersebut yaitu dengan melakukan pengembangan media video tutorial yang dapat memvisualisasikan langkah-langkah melakukan teknik suminagashi. Video pembelajaran yang valid dan praktis mengenai pembuatan motif dengan teknik suminagashi masih terbatas, sehingga menjadi alasan untuk melakukan penelitian ini. Penelitian ini memiliki tujuan yaitu menciptakan video tutorial yang teruji valid dan praktis mengenai pembuatan motif menggunakan teknik suminagashi dalam mata kuliah pewarnaan tekstil untuk mahasiswa Tata Busana FPP-UNP. Research and Development (RD) merupakan metode penelitain yang digunakan pada penelitian ini. Model RD yang digunakan pada penelitian ini yaitu model 4D. 4D merupakan singkatan dari Define, Design, Develop, dan Disseminate. Namun penelitian ini dilakukan hanya sampai pada tahap develop. Persentase validitas media memiliki nilai 91,5% dan persentase validitas materi memiliki nilai 82%. Kedua hasil tersebut dikategorikan sangat valid berdasarkan tingkat pencapaian kriteria validitas. Persentase uji coba praktikalitas skala kecil memiliki nilai 92,8%, persentase uji praktikalitas skala besar memiliki nilai 88,5%, dan persentase uji praktikalitas dosen memiliki nilai 97%. Ketiga hasil tersebut dikategorikan sangat praktis berdasarkan tingkat pencapaian kriteria kepraktisan. Berdasarkan data dari penelitian, dapat disimpulkan bahwa video tutorial tentang pembuatan motif dengan teknik suminagashi dalam mata kuliah Pewarnaan Tekstil sangat valid dan sangat praktis, sehingga dapat digunakan dalam proses perkuliahan tersebut.
Pengaruh Mordan Tawas, Tunjung dan Kapur Sirih Terhadap Hasil Pencelupan Kain Katun Mori Primissima dengan Ekstrak Daun Gambir (Uncaria Gambir Roxb) Gustiani, Nurulita; Novrita, Sri Zulfia; Adriani, Adriani
Jurnal Ilmiah Dikdaya Vol 14, No 2 (2024): September
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/dikdaya.v14i2.692

Abstract

Utilization of abscission (deciduous) plants which have the potential to be extracted as natural dyes that are non-toxicand environmentally friendly. This research aims to describe the name of the color (hue), the darkness of the color (value), thecolor resistance/fading to washing and the influence of the differences between tawas, tunjung and kapur sirih mordants on theresults of dyeing gambier leaf extract on cotton. The type of research is experimental research. The object of this research isprimissima mori cotton dipped in gambier leaf extract (Uncaria Gambir Roxb) with alum, tunjung and whiting mordant. Usingprimary data with data collection techniques through questionnaires sourced from 18 panelists consisting of 3 lecturers who havetaught textile courses and 15 Fashion Design students from the IKK Department. The collected data was processed in the form offrequency percentages and analyzed using the Friedman K-Related Sample test with SPSS version 29. This research produces thename of the color (hue), dark and light color (value) and color resistance/fading to washing. Without using a mordant, the colorMuddy Waters Brown #B19453 is produced, the value is very bright and the color/fading resistance to washing changes/reduces.Dyeing with tawas mordant produces the color Muddy Waters Brown #8D774E, the value is quite bright and the colorfastness/fading changes/reduces slightly. Tunjung Mordan shows the color Soft brown #554736, the value is not light and thecolor does not change at all. And with kapur sirih mordant produces the color Muddy Waters Brown #98815C, the value is brightand the color changes/reduces slightly. The Friedman K-Related Sample test for dark and light colors (value) is a significantvalue < significance level = 0.001 < 0.05 with the result that Ha is accepted and Ho is rejected. Where Ha states that there is asignificant influence on the lightness and darkness of the color (value). Based on the analysis of the Friedman K-Related Sampletest for color resistance/fading to washing, it is significant < significance level = 0.001 < 0.05. So Ho is declared rejected,meaning that there is a significant difference in color resistance/fading to washing caused by differences in mordant on the resultsof dyeing gambier leaf extract (Uncaria Gambir Roxb) on cotton fabric
Perbedaan Mordan Tawas, Kapur Sirih, dan Tunjung Menggunakan Zat Warna Alam Ekstrak Kulit Kayu Bayur ( Pterospermum Javanicum) terhadap Hasil Pencelupan Pada Bahan Katun Primissima Khairani, Faizathul; Novrita, Sri Zulfia
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.25099

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan mordan tawas, kapur sirih, dan tunjung menggunakan zat warna alam ekstrak kulit kayu bayur (Pterospermum Javanicum) terhadap hasil pencelupan pada bahan katun primissima. Jenis peneltian yang digunakan adalah eksperimen. Data primer diperoleh dari 18 panelis, yang selanjutnya dianalisis menggunakan uji Friedman K-Related Sample dan aplikasi SPSS versi 20. Nama warna yang dihasilkan pada pencelupan menggunakan kulit kayu bayur pada bahan katun primissima tanpa mordan menghasilkan warna Dark Salmon Pink #DFA289, mordan tawas menghasilkan Warna Clam Shell Pink #E1B589, mordan kapur sirih menghasilkan warna Lemon Ginger Brown #9B6B2E, dan mordan tunjung menghasilkan warna Dark Brown #534837. Untuk kerataan warna, tanpa mordan dan tawas menghasilkan warna yang sangat rata, kapur sirih rata, dan tunjung kurang rata. Hasil ketahanan luntur tanpa mordan tidak luntur, mordan tawas tidak luntur, kapur sirih sedikit luntur, dan tunjung sedikit luntur.Hasil uji Friedman K-Related Sample untuk kerataan warna diperoleh 0,006 < 0,05 , sedangkan untuk ketahanan luntur diperoleh 0,005 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan signifikan antara mordan tawas, kapur sirih, dan tunjung.
TEKNIK MENYULAM SULAMAN BENANG EMAS DENGAN TITIK SAMEK DI KELURAHAN BATUANG TABA KECAMATAN LUBUK BEGALUNG KOTA PADANG Nindika Gustri Yudi; Sri Zulfia Novrita
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 11 No. 1 (2022): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v11i1.32305

Abstract

The titik samek is an embroidery technique which is usually combined with gold thread embroidery in Batuang Taba village. The titik samek is different from frenchknot or suji caia, and the process must use two needles, so it is considered difficult. The titik samek is a regional cultural asset that must be preserved. The purpose of the study is to describe the gold thread embroidery sewing technique in Batuang Taba village. This research method uses descriptive qualitative method. The type of data used is primary data and secondary data. Data collection techniques are observation, interviews and documentation. The data analysis technique carried out is an interactive model that has a relationship based on the subject matter, through data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of the study were the gold thread embroidery sewing technique using two sewing needles. For the technique, embroider the gold thread first by copying the motif on the fabric, locking the binding thread, inserting the binding thread, pulling slowly while tucking the gold thread. Pull the thread until the gold thread is tied. , repeat a maximum distance of 0.5cm. For the next technique, fill it with titik samek embroidery by inserting one sheet of moulin thread and gusset, stab from under the fabric on the part of the motif that will be filled with the titik samek, wrap one time around the sewing needle, stab again in the same hole, tuck in the loop. the large needle that will be used to hold the loop, so that it forms like a circle, pull the thread slowly so it can't be separated from the large needle. Embroidering gold thread is done by making the edges of the motif first using gold thread and then filling the interior of the motif with moulin thread with the titik samek technique. Keywords: gold thread embroidery, titik samek.AbstrakTitik samek merupakan teknik menyulam yang biasanya di kombinasikan dengan sulaman benang emas di Kelurahan Batuang Taba. Titik samek berbeda dengan kepala peniti atau suji caia, dan pengerjaannya harus menggunakan dua jarum, sehingga dinilai sulit. Titik samek merupakan aset budaya daerah yang harus dilestarikan. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan tentang teknik jahit sulaman benang emas di Kelurahan Batuang Taba. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis data yang digunakan data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara serta dokumentasi. Teknik analisa data yang dilaksanakan yaitu model interaktif yang memiliki kaitan berdasarkan pokok permasalahan, melalui reduksi data, penyajian data serta pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian yaitu teknik jahit sulaman benang emas menggunakan dua jarum jahit, Untuk teknik, lakukan meyulam benang emas terlebih dahulu dengan cara menyalin motif pada kain, kunci benang pengikat, tusukkan benang pengikat, tarik perlahan sambil menyelipkan benang emas.Tarik benang hingga benang emas terikat, ulangi jarak maksimal 0,5cm. Untuk teknik selanjutnya isi dengan sulaman titik samek dengan memasukkan satu lembar benang moulin dan buhul, tusuk dari bawah kain pada bagian motif yang akan di isi titik samek, lilitkan satu kali lilit pada bagian jarum jahit, tusukkan lagi pada lobang yang sama, pada lilitan selipkan jarum besar yang akan di gunakan untuk menahan lilitan, agar terbentuk seperti lingkaran, tarik benang perlahan tidak boleh lepas dari jarum besar. Menyulam benang emas dilakukan dengan mambuat bagian tepi motif terlebih dahulu menggunakan benang emas selanjutnya mengisi bagian dalam motif dengan benang moulin dengan teknik titik samek.Kata Kunci: sulaman benang emas, titik samek. Authors:Nindika Gustri Yudi : Universitas Negeri PadangSri Zulfia Novita : Universitas Negeri Padang References:Hervilas, Adriani., & Nelmira, W. (2016). Bordir Kerancang di Kota Bukittinggi (Studi Kasus di Usaha Sulaman Ambun Suri). Journal of Home Economics and Tourism, 13(3).Maydayusi, D., Yasnidawati, & Andriani. (2015). Studi Tentang Pelaminan Dikecamatan Kota Baru Kota Jambi. E-Journal Home Economic and Tourism, 8(1).Rahman, D., Novrita, S. Z., & Efi, A. (2015). Ragam Hias Suji Cair pada Sulaman Selendang Kotogadang Kabupaten Agam Sumatera Barat (Studi Kasus di Yayasan Amai Setia). E-Journal Home Economic and Tourism, 9(2).Sativa, Aswar. (1999). Antakesuma Suji dalarn Adat Minangkabau. Jakarta: Djambatan.Sugiyono. (2011) Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.Tamimi, Enna. (1982). Terampil Memantas Diri dan Menjahit. Jakarta: Depdikbut.Utari, A. G., Zahri, W., & Idrus, Y. (2014). Studi Tentang Kerajinan Sulaman Benang Emas di Nagari Saniangbaka Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok. Journal of Home Economics and Tourism, 7(3).Wahyuni, S., Idrus, Y., & Novrita, S. Z. (2015). Studi Tentang Sulaman Tangan pada Pelaminan Tradisional Naras di Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman. Journal of Home Economics and Tourism, 8(1).Yossi, Zullkarnaen. (2006). Sulam Benang untuk Pemula. Jakarta: Puspa Swara.
PENGARUH MORDAN TUNJUNG TERHADAP PENCELUPAN BAHAN KATUN MENGGUNAKAN KULIT BAWANG MERAH DAN KULIT BUAH MANGGIS Nana Dwi Cahya; Sri Zulfia Novrita
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.49881

Abstract

One way to reduce textile waste and emissions is by utilizing natural materials as textile dyes.   This study aims to see the effect of tunjung mordan on dyeing cotton materials using onion peel and mangosteen fruit peel. This type of research is an experiment, where the object of research is cotton from tunjung dyeing. Data were collected using questionnaires distributed and arranged with Likert scales, processed using the Friedman K-related Sample test. The results showed that dyeing with tunjung mordan resulted in Chocolate Brown #524123, light dark colors in the less light category and evenness of flat category colors. Test the hypothesis for dark light colors stating 0.00 < 0.05 then Hâ‚€ is rejected, which means that there is an influence of mordan on dark light colors. In color flatness, the value of 0.00 < 0.05 Hâ‚€ is rejected, meaning that there is an influence of tunjung mordan on the evenness of the color in onion peel extract and mangosteen peel.Keywords: onion, mangosteen, dyes, tunjung. AbstrakSalah satu cara untuk mengurangi limbah dan emisi tekstil yaitu dengan memanfaatkan bahan alam sebagai pewarna tekstil. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh mordan tunjung terhadap pencelupan bahan katun menggunakan kulit bawang merah dan kulit buah manggis. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, dimana objek penelitiannya adalah kain katun hasil pencelupan tunjung. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang disebar dan disusun dengan skala likert, dianalisis dengan uji Friedman K-related Sample. Penelitian ini menunjukkan bahwa pewarnaan dengan mordan tunjung menciptakan warna Chocolate Brown #524123, gelap terang warna pada nilai kurang terang dan kerataan warna kategori rata. Uji hipotesis untuk gelap terang warna menyatakan 0,00<0,05 maka Hâ‚€ ditolak, yang berarti adanya pengaruh mordan terhadap gelap terang warna. Pada kerataan warna memperoleh nilai 0,00<0,05 Hâ‚€ ditolak, artinya adanya pengaruh mordan tunjung pada kerataan warna pada ekstrak kulit bawang merah dan kulit buah manggis.Kata Kunci: bawang merah, manggis, pencelupan, tunjung. Authors:Nana Dwi Cahya : Universitas Negeri PadangSri Zulfia Novrita : Universitas Negeri Padang References:Adriani, A., & Atmajayanti, C. (2023). Pengaruh Mordan Tunjung Dan Kapur Sirih Terhadap Hasil Ecoprint Daun Iler (Coleus Scutellarioides Linn. Benth). Gorga: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 230-236.Andriani, R., Adriani, A., & Novrita, S. Z. (2016). Perbedaan Mordan Asam Jawa (Tamarindus Indica Linn) Dan Jeruk Purut (Citrus Histrix) Terhadap Hasil Pencelupan Ekstrak Buah Senduduk (Melastoma Candidium D. Don) Pada Bahan Sutra. Journal of Home Economics and Tourism, 12(2).Angendari, M. D. (2015). Pemanfaatan kulit bawang merah sebagai pewarna kain dengan teknik jumputan menggunakan mordan tawas, kapur, dan tunjung. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, 12(1), 25-32.Azis, A. C. K., Lubis, S. K., Kartono, G., & Daulay, M. A. J. (2023). Digitalisation of Teaching Materials for Toba Batak Ethnic Decorative Variety with Procreate Media Based on p-Books and e-Books. Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran, 9(3), 782-793.Ernawati, I., & Nelmira, W. (2008). Pengetahuan Tata Busana. Padang: UNP PRESS.Fatihaturahmi, F., & Novrita, S. Z. (2019). Pengaruh perbedaan mordan tawas dan kapur sirih terhadap hasil pencelupan ekstrak daun sawo menggunakan bahan sutera. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 237-242.Hasanah, U., Adriani, A., & Novrita, S. Z. (2021). Pengaruh Mordan Air Tapai Ketan Hitam dan Air Tapai Singkong terhadap Hasil Pencelupan pada Bahan Sutera Menggunakan Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L). Journal of Home Economics and Tourism, 15(2).Hendrika, A. D. (2020). Pengaruh Ekstrak Kulit Buah Nipah (Nypha Fructicans) dengan Kulit Bawang Merah (Allium Ascalonium L) Menggunakan Mordan Tunjung, Tawas dan Kapur Sirih Terhadap Hasil Pencelupan Pada Bahan Katun. (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Padang).Masyitoh, F., & Ernawati, E. (2019). Pengaruh mordan tawas dan cuka terhadap hasil pewarnaan eco print bahan katun menggunakan daun jati (Tectona Grandis). Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(2), 387-391.Noor, F. (2007). Teknik Eksplorasi Zat Pewarna Alam dari Tanaman di Sekitar Kita Untuk Pencelupan Tekstil. Jurnal PKK UNY.Purnomo, E., Aisyah, S., Hadjarati, H., Azis, ACK, Suardika, IK, Jermaina, N., ... & Gumilar, A. (2024). The Coach's Role in Understanding the Athletes' Condition: Maximizing Communication Functions. Retos, 55, 543-551.Putri, L. A., Adriani, A., & Novrita, S. Z. (2015). Perbedaan Mordanting terhadap Hasil Pencelupan Zat Warna Alam Air Limbah Penirisan Getah Gambir pada Sutera Menggunakan Mordan Tunjung (Feso4). Journal of Home Economics and Tourism, 9(2).Revianti, M. M., & Novrita, S. Z. (2019). Pengaruh Mordan Terhadap Pencelupan ekstrak Daun Puring (Codiaeum Variegatum) pada Bahan Katun. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(2), 403-408.Rizky, A. F., & Fatimah, S. (2020). Belimbing Wuluh (Averhoa belimbi L.) sebagai Mordan pada Sintesis Zat Warna Alami dari Kulit Bawang Merah (Allium ascalonium L.) dengan Metode Ekstraksi Ultrasonik. Reka Buana: Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia, 5(2): 104-111.Saputri, A., & Novrita, S. Z. (2021). Perbedaan Berat Mordan Tunjung, Tawas dan Kapur Sirih terhadap Hasil Pencelupan Kulit Buah Alpukat Pada Bahan Katun. Jurnal Pendidikan, Busana, Seni dan Teknologi, 3(2), 80-90.Setya, W. P. (2020). Pengaruh Mordan Kapur Sirih Dan Tunjung Terhadap Hasil Pencelupan Ekstrak Batang Pisang Ambon Pada Bahan Katun. (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Padang).Siregar, N. H., Azis, A. C. K., Mesra, M., & Mirwa, T.(2020). Analisis Gambar Bentuk Bunga Anggrek dengan Teknik Pointilis Berwarna di SMP Al-Fityan School Medan. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 9(1), 94-99.Yuled, U. R., & Adriani, A. (2021). Perbedaan Mordan Tunjung Dan Baking Soda Terhadap Hasil Pencelupan Pada Bahan Katun Dengan Menggunakan Ekstrak Kunyit (Curcuma Longa). Jurnal Pendidikan, Busana, Seni dan Teknologi, 3(2), 97-103.
Co-Authors Abdullah, MT, Dr. Rijal Adriani Adriani Adriani Adriani ADRIANI ADRIANI Agusti Efi Ali Djamhuri Almagita, Rachmy Bunga Alvina Alvina Ambiyar, Ambiyar Andriani, Rika Anisa Anggraeni, Anisa Annisa Prima Asmar Yulastri Asrah Rezki Fauzani Auriga, Resthi Cynara Bintang Pratama Putra Budiwirman Cahya, Nana Dwi Debi Novita Delmasari, Pujiana Dewi, Siska Miga DIAH PERMATA SARI, DIAH PERMATA Diva, Rahmatul Ernawati Ernawati Farida Farida Fatihaturahmi Fatihaturahmi Febian Vebyola Febri yanti Fitri, Wike Diansyah Ganefri Giatman Gusmira, Gusmira Gustia Putri, Fany Gustiani, Nurulita Gustina Gustina Hadaf, Alifa Hadiastuti Hafizah, Ovi Muara Halimul Bahri Hanim, Fadillah Hansi Effendi Hardanti, Elvi Hasriawati, Leli Hurahmi, Intah Mifta Idzni Hanifati Ilfira Gusti Jamhari Jamhari Karlina, Nora KARMILA, IIN Khairani, Faizathul Khalishah Rezky Muharrani Lilik Suheri Lucy Fridayati Mailani Pratiwi Mala, Mariati Meilina, Eighteen Mela Maha Revianti Melda Mahniza mita yani Muharrani, Khalishah Rezky Mulyana, Annisa Murni Astuti Muskhir, Mukhlidi Mutia, Gabila Heira Nana Dwi Cahya Nindika Gustri Yudi Nizwardi Jalinus Nurfadhila, Dinda Emilya Oktarina, Rahmi Oktarizaldi, Nada Oktaviani, Vina Ovi Muara Hafizah Pradana, Samuel Martin Puji Hujria Suci Pujiana Pujiana Pujiana, Pujiana Puput Novitasari, Puput Purnamawati, Sischa Puspa, Puspaneli Puspaneli Puspaneli Puspaneli Puspaneli Puspaneli PUSPANELI, PUSPANELI Putri Maisuri Putri Ramadani Putri Vanisha Putri, Fanny Eka Putri, Lolita Aida Rafikah Husni Rahmadani, Ade Fitri Rahman, Doni Rahmiati Rahmiati Ramelawati, Ramelawati Refdinal, Refdinal Reni Fitria Resfi Norma Kuwala Ridwan Rika Syafitri Rina Susanti Rini Widyastuti Samuel Martin Pradana Sari Nurhardini Sari, Yani Novita Sefriani, Rini Siti Aisyah Nabila Sri Setiya Dewy Suci Rahmawati Sulityowati, Dwi Oktarina Syafriani, Selly Syafril, Rizki Syahril Syukraini Putri, Afifi Takhwil, Annissah Siti Tri Kurniawati Vina Oktaviani Wahyuni, Riza Weni Nelmira Wulan Dari, Ponda Tiara Yasnidawati Yasnidawati Yenni Idrus Yolanda Pratama Isfi Yudi, Nindika Gustri Yulia Aryati Yusmerita Yusmerita Yusmerita Yusmerita Yusmerita Zahra Ayuni Yasmin Zamil, Ilham Zulmardi Zulmardi Zulmi, Yuliya