Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH MORDAN TUNJUNG TERHADAP PENCELUPAN BAHAN KATUN MENGGUNAKAN KULIT BAWANG MERAH DAN KULIT BUAH MANGGIS Cahya, Nana Dwi; Novrita, Sri Zulfia
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.49881

Abstract

One way to reduce textile waste and emissions is by utilizing natural materials as textile dyes.   This study aims to see the effect of tunjung mordan on dyeing cotton materials using onion peel and mangosteen fruit peel. This type of research is an experiment, where the object of research is cotton from tunjung dyeing. Data were collected using questionnaires distributed and arranged with Likert scales, processed using the Friedman K-related Sample test. The results showed that dyeing with tunjung mordan resulted in Chocolate Brown #524123, light dark colors in the less light category and evenness of flat category colors. Test the hypothesis for dark light colors stating 0.00 < 0.05 then Hâ‚€ is rejected, which means that there is an influence of mordan on dark light colors. In color flatness, the value of 0.00 < 0.05 Hâ‚€ is rejected, meaning that there is an influence of tunjung mordan on the evenness of the color in onion peel extract and mangosteen peel.Keywords: onion, mangosteen, dyes, tunjung. AbstrakSalah satu cara untuk mengurangi limbah dan emisi tekstil yaitu dengan memanfaatkan bahan alam sebagai pewarna tekstil. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh mordan tunjung terhadap pencelupan bahan katun menggunakan kulit bawang merah dan kulit buah manggis. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, dimana objek penelitiannya adalah kain katun hasil pencelupan tunjung. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang disebar dan disusun dengan skala likert, dianalisis dengan uji Friedman K-related Sample. Penelitian ini menunjukkan bahwa pewarnaan dengan mordan tunjung menciptakan warna Chocolate Brown #524123, gelap terang warna pada nilai kurang terang dan kerataan warna kategori rata. Uji hipotesis untuk gelap terang warna menyatakan 0,00<0,05 maka Hâ‚€ ditolak, yang berarti adanya pengaruh mordan terhadap gelap terang warna. Pada kerataan warna memperoleh nilai 0,00<0,05 Hâ‚€ ditolak, artinya adanya pengaruh mordan tunjung pada kerataan warna pada ekstrak kulit bawang merah dan kulit buah manggis.Kata Kunci: bawang merah, manggis, pencelupan, tunjung. Authors:Nana Dwi Cahya : Universitas Negeri PadangSri Zulfia Novrita : Universitas Negeri Padang References:Adriani, A., & Atmajayanti, C. (2023). Pengaruh Mordan Tunjung Dan Kapur Sirih Terhadap Hasil Ecoprint Daun Iler (Coleus Scutellarioides Linn. Benth). Gorga: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 230-236.Andriani, R., Adriani, A., & Novrita, S. Z. (2016). Perbedaan Mordan Asam Jawa (Tamarindus Indica Linn) Dan Jeruk Purut (Citrus Histrix) Terhadap Hasil Pencelupan Ekstrak Buah Senduduk (Melastoma Candidium D. Don) Pada Bahan Sutra. Journal of Home Economics and Tourism, 12(2).Angendari, M. D. (2015). Pemanfaatan kulit bawang merah sebagai pewarna kain dengan teknik jumputan menggunakan mordan tawas, kapur, dan tunjung. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan, 12(1), 25-32.Azis, A. C. K., Lubis, S. K., Kartono, G., & Daulay, M. A. J. (2023). Digitalisation of Teaching Materials for Toba Batak Ethnic Decorative Variety with Procreate Media Based on p-Books and e-Books. Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran, 9(3), 782-793.Ernawati, I., & Nelmira, W. (2008). Pengetahuan Tata Busana. Padang: UNP PRESS.Fatihaturahmi, F., & Novrita, S. Z. (2019). Pengaruh perbedaan mordan tawas dan kapur sirih terhadap hasil pencelupan ekstrak daun sawo menggunakan bahan sutera. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 237-242.Hasanah, U., Adriani, A., & Novrita, S. Z. (2021). Pengaruh Mordan Air Tapai Ketan Hitam dan Air Tapai Singkong terhadap Hasil Pencelupan pada Bahan Sutera Menggunakan Ekstrak Kulit Buah Manggis (Garcinia Mangostana L). Journal of Home Economics and Tourism, 15(2).Hendrika, A. D. (2020). Pengaruh Ekstrak Kulit Buah Nipah (Nypha Fructicans) dengan Kulit Bawang Merah (Allium Ascalonium L) Menggunakan Mordan Tunjung, Tawas dan Kapur Sirih Terhadap Hasil Pencelupan Pada Bahan Katun. (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Padang).Masyitoh, F., & Ernawati, E. (2019). Pengaruh mordan tawas dan cuka terhadap hasil pewarnaan eco print bahan katun menggunakan daun jati (Tectona Grandis). Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(2), 387-391.Noor, F. (2007). Teknik Eksplorasi Zat Pewarna Alam dari Tanaman di Sekitar Kita Untuk Pencelupan Tekstil. Jurnal PKK UNY.Purnomo, E., Aisyah, S., Hadjarati, H., Azis, ACK, Suardika, IK, Jermaina, N., ... & Gumilar, A. (2024). The Coach's Role in Understanding the Athletes' Condition: Maximizing Communication Functions. Retos, 55, 543-551.Putri, L. A., Adriani, A., & Novrita, S. Z. (2015). Perbedaan Mordanting terhadap Hasil Pencelupan Zat Warna Alam Air Limbah Penirisan Getah Gambir pada Sutera Menggunakan Mordan Tunjung (Feso4). Journal of Home Economics and Tourism, 9(2).Revianti, M. M., & Novrita, S. Z. (2019). Pengaruh Mordan Terhadap Pencelupan ekstrak Daun Puring (Codiaeum Variegatum) pada Bahan Katun. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(2), 403-408.Rizky, A. F., & Fatimah, S. (2020). Belimbing Wuluh (Averhoa belimbi L.) sebagai Mordan pada Sintesis Zat Warna Alami dari Kulit Bawang Merah (Allium ascalonium L.) dengan Metode Ekstraksi Ultrasonik. Reka Buana: Jurnal Ilmiah Teknik Sipil dan Teknik Kimia, 5(2): 104-111.Saputri, A., & Novrita, S. Z. (2021). Perbedaan Berat Mordan Tunjung, Tawas dan Kapur Sirih terhadap Hasil Pencelupan Kulit Buah Alpukat Pada Bahan Katun. Jurnal Pendidikan, Busana, Seni dan Teknologi, 3(2), 80-90.Setya, W. P. (2020). Pengaruh Mordan Kapur Sirih Dan Tunjung Terhadap Hasil Pencelupan Ekstrak Batang Pisang Ambon Pada Bahan Katun. (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Padang).Siregar, N. H., Azis, A. C. K., Mesra, M., & Mirwa, T.(2020). Analisis Gambar Bentuk Bunga Anggrek dengan Teknik Pointilis Berwarna di SMP Al-Fityan School Medan. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 9(1), 94-99.Yuled, U. R., & Adriani, A. (2021). Perbedaan Mordan Tunjung Dan Baking Soda Terhadap Hasil Pencelupan Pada Bahan Katun Dengan Menggunakan Ekstrak Kunyit (Curcuma Longa). Jurnal Pendidikan, Busana, Seni dan Teknologi, 3(2), 97-103.
PEWARNAAN ALAM BATIK STUDI KASUS DI RUMAH BATIK SAMPAN PESONA MINANG DESA SUNGAI KASAI KOTA PARIAMAN Hafizah, Ovi Muara; Novrita, Sri Zulfia
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.49960

Abstract

The re-emergence of sampan batik with natural dyes as a substitute for synthetic dyes that are not environmentally friendly encourages this research. In 1946, the first batik company in the Sampan area, Padang Pariaman Regency was called Batik Sampan. The aim of the research is to describe the natural materials used, the process of making natural dye extracts and the natural coloring process. Qualitative descriptive research uses primary and secondary data. The 5 owners and craftsmen of the Sampan Pesona Minang Batik House were used as informants. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. Data analysis techniques namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. The research results used were 3 natural materials, namely gambier bark, tingi bark and jengkol bark using a mixture of alum mordant, soda ash, rinso with tunjung fixator and whiting. The process for making extracts from the three natural ingredients is the same, namely by boiling using a vlot of 1:12 (1 kg of gambier is boiled in 12 liters of water until it reduces to its initial volume), vlot 1:8 (1 kg of jengkol bark is boiled in 8 liters of water until the initial volume decreases), vlot 1:3 (1 kg of jengkol bark is boiled in 3 liters of water until the initial volume decreases), then filtered and left for a day before use. Dyeing process (1) 300 grams of cloth dipped in 12 liters of water, (2) mordanting with a mixture of 20 grams of alum + 25 grams of soda ash + 10 grams of rinso per 12 liters of water for 30 minutes, (3) dyeing 300 grams of cloth/5 liters Natural dye extract was carried out 4 times, (4) fixation with 830 grams of tunjung/5 liters of water or 1,670 grams of whiting/5 liters of water, (5) dilorod batik with 25 grams of soda ash/12 liters of water.Keywords: dyeing, natural dye extract. AbstrakMunculnya kembali batik sampan dengan pewarnaan alam sebagai pengganti pewarnaan sintetis yang tidak ramah lingkungan mendorong penelitian ini. Tahun 1946, perusahaan batik pertama di daerah Sampan Kabupaten Padang Pariaman bernama Batik Sampan. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan bahan alam yang digunakan, proses pembuatan ekstrak warna alam dan proses pewarnaan alam. Penelitian deskriptif kualitatif menggunakan data primer dan sekunder. Pemilik dan pengrajin Rumah Batik Sampan Pesona Minang berjumlah 5 orang dijadikan informan. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian ada 3 bahan alam yang digunakan yaitu gambir, kulit kayu tingi dan kulit jengkol menggunakan mordan campuran tawas, soda ash, rinso dengan fiksator tunjung dan kapur sirih. Proses pembuatan ekstrak ketiga bahan alam sama, yaitu dengan cara direbus menggunakan vlot 1:12 (1 kg gambir direbus dengan 12 liter air hingga menyusut menjadi volume awal), vlot 1:8 (1 kg kulit kayu tingi direbus dengan 8 liter air hingga menyusut menjadi volume awal), vlot 1:3 (1 kg kulit jengkol direbus dengan 3 liter air hingga menyusut menjadi volume awal), kemudian disaring dan didiamkan sehari sebelum digunakan. Proses pewarnaan (1) kain 300 gram dicelup ke dalam 12 air, (2) mordanting dengan campuran 20 gram tawas + 25 gram soda ash + 10 gram rinso per 12 liter air selama 30 menit, (3) pencelupan 300 gram kain/5 liter ekstrak pewarna alam dilakukan sebanyak 4 kali, (4) fiksasi dengan 830 gram tunjung/5 liter air atau 1.670 gram kapur sirih/5 liter air, (5) batik dilorod dengan 25 gram soda ash/ 12 liter air.Kata Kunci: ekstrak pewarna alam, pencelupan. Authors:Ovi Muara Hafizah : Universitas Negeri PadangSri Zulfia Novrita : Universitas Negeri Padang References: Andika, D. (2023), œBahan Alam Pewarna Batik. Hasil Wawancara Pribadi: 26 Juli 2023, Rumah Batik Sampan Pesona Minang.Berlin, S. W., & Riza Linda, M. (2017). Pemanfaatan Tumbuhan Sebagai Bahan Pewarna Alami Oleh Suku Dayak Bidayuh Di Desa Kenaman Kecamatan Sekayam    Kabupaten Sanggau. Jurnal Protobiont, 6(3).Derisa, D., Efi, A., & Adriani, A. (2012). Pengaruh Garam terhadap Hasil Pencelupan Bahan Sutera dengan Ekstrak Kulit Pohon Mahoni. Journal of Home Economics and Tourism, 1(1).Dullah, Santosa. 2002. Batik, Pengaruh Zaman dan Lingkungan. Solo: Danar Hadi.Hanifati, I., Novrita, S. Z., & Yusmerita, Y. (2023). Teknik Pembuatan Ekstrak Warna Alam dari Tumbuhan dan Limbah Pasar (Studi Kasus di Rumah Batik Tarancak Kota Solok). Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(1), 1370-1376.Herwandi, Lindayanti, Dosen FIB Unand, and Batik di Pariaman. "Industri Batik di Sumatera Barat (PerspektifSejarah): Kebutuhan Pasar Besar Namun Kemampuan Produksi Kecil1."Isfi, Y. P., & Novrita, S. Z. (2021). Proses Pewarnaan Anyaman Mansiang di Jorong Taratak Kubang Kabupaten Lima Puluh Kota. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 559-364.Kamala, N., & Adriani, A. (2019). Studi Tentang Motif Dan Pewarnaan Batik Cap Dengan Zat Pewarnaan Alam Di Rumah Batik Dewi Busana Kecamatan Lunang Kabupaten Pesisir Selatan. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(2), 303-307.Kwartiningsih, E., Setyawardhani, D. A., Wilyanto, A., & Triyono, A. (2009). Zat pewarna alami tekstil dari kulit buah manggis. Ekuilibrium, 8(1), 41-47.Maryami, I., Ernawati, E., & Adriani, A. (2012). Studi Tentang Kain Pelangi Studi Kasus di Industri Salsabillah Collection Palembang. Journal of Home Economics and Tourism, 1(1).Pujilestari, T. (2014). Pengaruh ekstraksi zat warna alam dan fiksasi terhadap ketahanan luntur warna pada kain batik katun. Dinamika Kerajinan dan Batik, 31(1), 31-40.Putri, E. H., & Midawati, M. (2020). Sejarah Batik Tanah liek dan Pekerjaan Perempuan Perajin Batik di Kabupaten Dharmasraya. HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah, 8(1), 13.Rahmi, E., & Novrita, S. Z. (2021). RESEP DAN TEKNIK PEMBUATAN EKSTRAK PEWARNAAN ALAM BATIK INDRAGIRI HULU  INDRAGIRI  HULU  PROVINSI RIAU. Jurnal Pendidikan, Busana, Seni dan Teknologi, 3(3), 104-108.Siallagan, N. R., Misgiya, M., & Azis, A. C. K. (2020). Analisis Souvenir Di Langgam Batik & Souvenir Tembung Berbahan Kain Perca Ulos. MAVIS: Jurnal Desain Komunikasi Visual, 2(2), 36-46.Ulum, I. (2009). Batik dan kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Bestari, (42), 241635.Widjajanti, Kesi. 2011. Model Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Ekonomi Pembangunan, Vol. 12 Nomor 1, Juni 2011, hlm. 15-27. Fakultas Ekonomi Universitas Semarang.Yuliana, E., & Adriani, A. (2022). Studi Tentang Pewarnaan Alam Batik Studi Kasus di Rumah Batik Krinok Kecamatan Rantau Pandan  Kabupaten  Muara  Bungo Jambi. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(1), 178- 184.
PENGARUH PERBEDAAN MORDAN PADA PENCELUPAN DENGAN ZAT WARNA DAUN INAI (LAWSONIA INERMIS L.) TERHADAP KAIN KATUN Muharrani, Khalishah Rezky; Adriani, Adriani; Novrita, Sri Zulfia; Nelmira, Weni
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.50050

Abstract

Natural dyes are highly recommended as environmentally friendly dyes so they can be used continuously. This research utilizes henna leaves as a natural dye that is easy to obtain and has a coloring agent. This study means to depict: 1) the color's name (hue), 2) its value, 3) its uniformity, and 4) the effect of various mordant whitting and tunjung on the results of natural dyeing cotton fabric with henna leaf extract. The primary data used in this study come from 18 panelists, making it an experiment. The gathered information is handled and investigated with the SPSS (Factual Item and Administration Arrangement) rendition 22.0 utilizing the K-related example friedman test equation. The research results show that the colors are produced from: 1) the non-mordant dye is Golden Sundance #BB9457, 2) dyeing with whiting mordant produces Golden Sundance color #BDB76B, and 3). dyeing with Tunjung mordant produces Dark Olive Green color #32441E. The results of data value analysis obtained from the Friedman K-relative sample a significance of 0.000 which is smaller than the significance level of 0.05 or 0.000 <0.05. Then Ho is declared rejected, which is  means that there is a significant effect on the color darkness (value) due to the influence of the use of mordant whitting, and tunjung on the dyeing results of henna leaf extract (Lawsonia Inermis L) on cotton fabric. Based on the analysis obtained from the Friedman K-related test the sample for evenness of color is 0.001 which is smaller than the significance level of 0.05 or 0.001 <0.05. Then Ho was declared rejected, which meant that there was a significant difference in the evenness of the color caused by differences in mordant to the results of dyeing henna leaf extract (Lawsonia Inermis L) on cotton fiber material.Keywods: whitting, tunjung, henna leaves.AbstrakPewarna alami sangat direkomendasikan sebagai pewarna yang ramah lingkungan sehingga dapat digunakan terus menerus. Penelitian ini memanfaatkan daun inai sebagai bahan pewarna alami yang mudah diperoleh dan memiliki zat warna. Penelitian tujuannya guna mendeskripsikan 1) nama warna (hue), 2)  gelap terang warna (value), 3) kerataan warna, dan 4) pengaruh perbedaan mordan kapur sirih, dan tunjung terhadap hasil pencelupan alami menggunakan ekstrak daun inai pada kain katun. Jenis penelitian adalah eksperimen, data penelitian yang digunakan adalah data primer yang bersumber dari 18 panelis.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, kemudian data tersebut diolah dan dianalisis dengan uji Friedman K-Related Sample.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna yang dihasilkan dari: 1) pencelupan tanpa mordan adalah warna Golden Sundance #BB9457 2) pencelupan dengan mordan kapur sirih menghasilkan warna Golden Sundance #BDB76B, dan 3) pencelupan dengan mordan tunjung adalah menghasilkan warna Dark Olive Green #32441E. Hasil analisis data gelap terang yang diperoleh signifikansi sebesar 0,000 yang lebih kecil dari taraf signifikansi 0,05 atau 0,000 < 0,05. Maka Ho dinyatakan ditolak, mempunyai arti bahwa terdapat pengaruh yang signifikan terhadap gelap terang warna (value) akibat pengaruh penggunaan mordan kapur sirih, dan tunjung terhadap hasil pencelupan ekstrak daun inai (Lawsonia Inermis L) pada kain katun. Berdasarkan analisis yang di peroleh dari uji Friedman K-related sampel untuk hasil kerataan warna adalah 0,001 yang lebih kecil dibandingkan dari taraf signifikansi 0,05 atau 0,001 < 0,05. Maka Ho dinyatakan ditolak, yang berarti adanya perbedaan signifikan terhadap kerataan warna yang diakibatkan oleh perbedaan mordan terhadap hasil pencelupan ekstrak daun inai (Lawsonia Inermis L) pada bahan dari serat katun.  Kata Kunci: kapur sirih, tunjung, daun inai.Authors:Khalishah Rezky Muharrani : Universitas Negeri MedanAdriani : Universitas Negeri MedanSri Zulfia Novrita : Universitas Negeri MedanWeni Nelmira : Universitas Negeri Medan References:Abu, A., & Hading, A. (2016). Pewarnaan tumbuhan alami kain sutera dengan menggunakan fiksator tawas, tunjung dan kapur tohor. Indonesian Journal of Fundamental Sciences, 2(2), 86-91.Ahmad, A. F., & Hidayati, N. (2018). Pengaruh jenis mordan dan proses mordanting terhadap kekuatan dan efektifitas warna pada pewarnaan kain katun menggunakan zat warna daun jambu biji Australia. Indonesia Journal of Halal, 1(2), 84-88.Azizah, E., & Hartana, A. (2018). Pemanfaatan daun Harendong (Melastoma malabathricum) sebagai pewarna alami untuk kain katun. Dinamika Kerajinan dan Batik, 35(1), 1-8.Nisa, A. R., & Singke, J. (2018). Pengaruh Massa Mordan Tunjung Terhadap Hasil Pewarnaan Dengan Kulit Buah Asam (Sweettamarind) Menggunakan Teknik Tie Dye. Jurnal Tata Busana, 7(2), 41“47.Putri, A. W. A., Angelica, J., & Kartawidjaja, K. (2021). Pewarnaan dan Pemberian Motif Alami Kain Celup Ikat Itajime Shibori dengan Ekstrak Indigofera dan Tunjung. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 541-548.Nilamsari, Z., & Giari, N. (2018). Uji Coba Pewarna Alami Campuran Buah Secang Dan Daun Mangga Pada Kain Katun Prima. Jurnal Seni Rupa, 6(01), 839-847.Rosyida, A. (2015). Pengaruh Variasi pH dan Fiksasi pada Pewarnaan Kain Kapas dengan Zat Warna Alam dari Kayu Nangka Terhadap Kualitas Hasil Pewarnaannya. In Prosiding seminar Nasional 4th UNS SME™s Summit & Awards, Universitas Negeri Surakarta, Surakarta (pp. 101-112).Wulandari, C., Loravianti, S. R., & Jamarun, N. (2021). Pituah Paikek: Penciptaan Karya Tari Berangkat Dari Ritus Peralihan Malam Bainai Di Sumatera Barat. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 302-311.Zainab, Z., Sulistyani, N., & Anisaningrum, A. (2016). Penetapan parameter standardisasi non spesifik dan spesifik ekstrak daun pacar kuku (Lawsonia inermis L.). Media Farmasi: Jurnal Ilmu Farmasi, 13(2), 212-226.Zulikah, K., & Adriani, A. (2019). Perbedaan Teknik Mordanting terhadap Hasil Pencelupan Bahan Katun Primisima menggunakan Warna Alam Ekstrak Daun Lamtoro (Leucaena Leucocephala) dengan Mordan Kapur Sirih. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 209-213.
TRANSFORMASI BENTUK ALAM MENJADI MOTIF BATIK DI KECAMATAN ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN Pujiana, Pujiana; Novrita, Sri Zulfia
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.51342

Abstract

The batik motifs in the batik jajak lilin house have a simple form that is different from batik motifs in general, therefore the transformation of batik jajak lilin motifs from the original form into a more complex form but does not eliminate the characteristics of the original form. This research aims to analyze the transformation of batik motifs. This research uses descriptive qualitative method using primary and secondary data. The informants in this research are 7 batik artisans and 1 owner at Jajak Lilin batik house. Interview, observation and documentation techniques are the data collection techniques used in this research. The data analysis technique uses the steps of data reduction, data presentation and conclusion. Triangulation was used to test the validity of the data conducted to the owner of Jajak Lilin batik house. The results of the research show that there are several batik motifs that have undergone transformation from the original form into a more complex form, including the situhuak batik motif, which is a transformation of the situhuak fish which is distilled from the situhuak fish skeleton equipped with starfish and terumbukarang motifs. The karambia batik motif is a transformation of the coconut tree which is distilled from the coconut tree equipped with coconut fruit, fronds, and kaluak paku. The rumah gadang batik motif is a transformation of the shape of a gadang house which is distilled from the shape of a gadang house equipped with mangosteen fruit, coconut fruit, flowers, and kaluak paku. The cacao batik motif is a transformation of the cacao fruit distilled from the shape of the cacao fruit complemented by leaves and flowers. The batik motif of the anggang bird is a transformation of the anggang bird that is distilled from the anatomical shape of the anggang bird's body complemented by kalam nails, flowers, and kaluak nails. The kuau bird batik motif is a transformation of the kuau bird distilled from the anatomical shape of the kuau bird's body complemented with kaluak paku, flowers, leaves and female kuau birds.Keywords: motif, transformation. AbstrakMotif batik yang ada di rumah batik jajak lilin memiliki bentuk yang begitu sederhana berbeda dengan motif batik pada umumnya, maka dari itu dilakukan transformasi pada motif batik jajak lilin dari bentuk asli menjadi bentuk yang lebih kompleks tetapi tidak menghilangkan ciri khas dari bentuk aslinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi motif batik. Penelitian ini memakai metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Informan pada riset ini adalah 7 orang perajin batik dan 1 orang owner di rumah batik Jajak Lilin. Teknik wawancara, observasi dan dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang dipakai dalam riset ini. Teknik analisis data dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data serta kesimpulan. Trianggulasi dipakai untuk menguji keabsahan data yang dilakukan kepada pemilik rumah batik Jajak Lilin. Hasil penelitian ada beberapa motif batik yang mengalami transformasi dari bentuk asli menjadi bentuk yang lebih komplek diantaranya motif batik situhuak merupakan transformasi dari ikan situhuak yang distilasi dari kerangka ikan situhuak dilengkapi dengan motif Bintang laut, dan terumbukarang. Motif batik karambia merupakan transformasi dari pohon kelapa yang distilasi dari pohon kelapa dilengkapai dengan buah kelapa, pelepah, dan kaluak paku. Motif batik rumah gadang merupakan transformasi dari bentuk rumaha gadang yang distilasi dari bentuk rumah gadang yang dilengkapi dengan buah manggis, buah kelapa, bunga, dan kaluak paku. Motif batik kakao merupakan transformasi dari buah kakao yang distilasi dari bentuk buah kakao dilengkapi dengan daun, dan bunga. Motif batik burung anggang merupakan transformasi dari burung anggang yang distilasi dari bentuk anatomi tubuh burung anggang dilengkapai dengan paku kalam, bunga, dan kaluak paku. Motif batik burung kuau merupakan transformasi dari burung kuau yang distilasi dari bentuk anatomi tubuh burung kuau dilengkapai dengan kaluak paku, bunga, daun dan burung kuau betina.Kata Kunci: transformasi, motif. Authors:Pujiana: Universitas Negeri MedanSri Zulfia Novrita : Universitas Negeri Medan References:Arini, Asti M., & Ambar, B. (2011). Batik: Warisan Adiluhung Nusantara. Yogyakarta. Andi Offset.Jhonnedi. (2023). œPerubahan Motif Batik. Hasil Wawancara Pribadi:  27 Mei 2023, Universitas Negeri Padang.Kuwala, Norma .R, and Novrita, S. R. (2022) Ragam Hias Motif Batik Tanah Liek Dharmasraya (Studi Kasus di Kerajinan Batik Tanah Liek Citra). Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(1), 08-15. https://doi.org/10.24114/gr.v11i1.32358.Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.Oktora, Nana, and Adriani Adriani. Studi Batik Tanah Liek Kota Padang (Studi Kasus di Usaha Citra Monalisa). Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 129-136. https://doi.org/10.24114/gr.v8i1.12879.Sachari, A., & Sunarya, Y. Y. (2001). Desain dan Dunia Kesenirupaan Indonesia dalam Wacana Transformasi Budaya. Penerbit ITB.Soekanto, Soerjono .1981. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: Universitas Indonesia.Suhersono, H. (2004). Desain Bordir Motif Flora dan Dekoratif. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.Suhersono, H. (2015). Desain Bordir Motif Flora dan Dekoratif. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.Yuliarma. (2013). Desain Ragam Hias Sulaman dan Bodir Desain Motif Dasar. Padang: FT UNP.Zaeny, A. (2005). Transformasi Sosial dan Gerakan Islam di Indonesia. Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 2(1), 153-165.https://www.academia.edu/download/58224278/transformasisosialdangerakanislamdiindonesia.pdf.
Analisis Kesiapan Karir Mahasiswa Diploma Tata Busana Dalam Persaingan Bisnis Era Digital Novit, Sri Zulfia Novrita
The Indonesian Journal of Computer Science Vol. 13 No. 4 (2024): The Indonesian Journal of Computer Science (IJCS)
Publisher : AI Society & STMIK Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33022/ijcs.v13i4.4148

Abstract

This study aims to measure the career readiness of Diploma in Couture students at the Faculty of Tourism and Hospitality, Padang State University in facing digital business challenges. This research uses a survey method by collecting data from 172 of the total population of students who are academically active in 2024. The sample technique used was purposive sampling. The indicators measured include digital literacy readiness, technology adaptability readiness, practical experience readiness, and modern business skills readiness. The results showed that students' digital literacy readiness was categorized as very low with a score of 46%, technological adaptability readiness was 60%, readiness due to practical experience was 64%, and readiness for a very low understanding of modern business skills was 43%. These findings indicate a significant gap between academic training and current industry requirements, which hinders students from adapting quickly to new technologies and managing fashion businesses effectively in the digital age. This study aims to measure the career readiness of Diploma in Couture students at the Faculty of Tourism and Hospitality, Padang State University in facing digital business challenges. This research uses a survey method by collecting data from 172 of the total population of students who are academically active in 2024. The sample technique used was purposive sampling. The indicators measured include digital literacy readiness, technology adaptability readiness, practical experience readiness, and modern business skills readiness. The results showed that students' digital literacy readiness was categorized as very low with a score of 46%, technological adaptability readiness was 60%, readiness due to practical experience was 64%, and readiness for a very low understanding of modern business skills was 43%. These findings indicate a significant gap between academic training and current industry requirements, which hinders students from adapting quickly to new technologies and managing fashion businesses effectively in the digital age.
Pengaruh Mordan Tawas, Kapur Tohor dan Tunjung Terhadap Hasil Ecoprint Daun Bidara Laut (Ziziphus mauritiana L) pada Bahan Rayon Twill dengan Teknik Hammering Farida, Farida; Novrita, Sri Zulfia; Ernawati, Ernawati; Pradana, Samuel Martin
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 27, No 2 (2025): Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPM Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ekspresi.v27i2.6063

Abstract

This research is motivated by the development of ecoprint using natural materials so as to reduce the use of harmful synthetic substances. The purpose of this study is to describe the color name, clarity of the motif shape and color resistance to washing with soap produced from ecoprint of bidara laut leaves on rayon twill material with hammering technique using alum, calcium oxide and tunjung mordants. This research is an experimental research with the object of research rayon twill fabric given a motif of bidara laut leaves. The type of data in this study is primary data sourced from questionnaires. The data analysis technique uses the Friedman K-Related Sample test with SPSS version 30.0. The results of ecoprint without mordant, with alum, calcium oxide and tunjung mordant produce various colors. The results of the clarity of the motif shape without mordant is clear, alum mordant is clear, calcium oxide mordant is clear and tunjung mordant is quite clear. The results of color resistance to washing with soap without mordant changed, the alum changed slightly, the calcium oxide changed and the tunjung changed, the results of the Friedman K-Related Sample test from the clarity of the leaf motif shape were 0.001 <0.05. Meanwhile, the color fastness to washing with soap is 0.000 < 0.05. From these data, it can be concluded that there is a significant effect due to the use of alum, calcium oxide, and tunjung mordants on the clarity of the motif shape and color fastness to washing with soap produced from the ecoprint
Penggunaan Video Tutorial Penyelesaian Garis Leher: Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Dasar-Dasar Busana Siswa SMK Meilina, Eighteen; Puspaneli, Puspaneli; Novrita, Sri Zulfia; Mahniza, Melda
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i3.3864

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Dasar-Dasar Busana, khususnya materi penyelesaian garis leher, menjadi permasalahan yang dihadapi di SMKN 8 Padang. Lebih dari 60% siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) karena metode pembelajaran yang masih konvensional menggunakan powerpoint dan fragmen, sehingga siswa kesulitan memahami detail langkah pengerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan video tutorial sebagai media pembelajaran yang dinilai mampu memberikan pengalaman belajar lebih interaktif, fleksibel, dan dapat diulang sesuai kebutuhan siswa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode Quasi Experiment menggunakan desain Posttest-Only Design with Nonequivalent Groups. Subjek penelitian adalah 48 siswa kelas X Busana SMKN 8 Padang tahun ajaran 2025/2026 yang terbagi menjadi 24 siswa kelas eksperimen dan 24 siswa kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes keterampilan, sedangkan analisis data dilakukan melalui uji deskriptif, uji normalitas, homogenitas, uji-t, dan perhitungan effect size.Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata post-test kelas eksperimen 79,13 dengan ketuntasan 58%, sedangkan kelas kontrol 65,58 dengan ketuntasan 25%. Uji-t menghasilkan Sig. (2-tailed) < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh signifikan penggunaan video tutorial terhadap hasil belajar siswa. Nilai effect size sebesar 1,1 termasuk kategori tinggi. Dengan demikian, video tutorial efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan siswa pada materi busana.
Efektivitas Video Tutorial Ecoprint Teknik Iron Blanket Dalam Meningkatkan Pemahaman Praktik Siswa SMK Tata Busana Oktarizaldi, Nada; Novrita, Sri Zulfia; Puspaneli, Puspaneli; Pradana, Samuel Martin
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i3.3873

Abstract

Pembelajaran praktik di bidang Tata Busana menuntut media yang mampu menampilkan prosedur kerja secara visual dan sistematis. Materi Ecoprint teknik Iron Blanket merupakan keterampilan yang memerlukan ketelitian tinggi dan urutan langkah yang runtut. Namun, penggunaan media berbasis teks seperti jobsheet belum mampu membantu siswa memahami setiap prosedur secara mendalam. Kondisi ini menegaskan perlunya media pembelajaran inovatif yang dapat meningkatkan pemahaman dan kemandirian belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan video tutorial Ecoprint teknik Iron Blanketdalam meningkatkan pemahaman praktik siswa SMK Tata Busana dibandingkan metode demonstrasi langsung. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian melibatkan 44 siswa, terdiri atas 24 siswa kelas eksperimen yang belajar dengan video tutorial dan 20 siswa kelas kontrol yang belajar melalui demonstrasi langsung. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman praktik dan dianalisis dengan uji-t independen menggunakan SPSS. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kelas eksperimen dari rata-rata 56,69 menjadi 79,75, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 50,17 menjadi 60,21. Nilai tₕᵢₜᵤₙg 10,530 > tₜₐᵦₑₗ 2,018 menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Penelitian terbatas pada satu sekolah dan satu teknik Ecoprint, sehingga perlu diperluas pada konteks keterampilan lain. Guru dapat menggunakan video tutorial sebagai media efektif untuk meningkatkan pemahaman dan kemandirian belajar siswa dalam praktik vokasional. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris baru mengenai efektivitas media video dalam pembelajaran praktik berbasis keterampilan Ecoprint teknik Iron Blanket.
Pengembangan Video Pembelajaran untuk Pemasangan Body Line pada Mata Kuliah Draping Fitri, Wike Diansyah; Novrita, Sri Zulfia; Yusmerita, Yusmerita; Puspaneli, Puspaneli
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i3.3911

Abstract

Penelitian ini mengembangkan media video pembelajaran pada mata kuliah Draping sebagai solusi atas keterbatasan jobsheet dan demonstrasi langsung di kelas yang membuat mahasiswa kesulitan memahami pemasangan Body Line secara tepat. Kondisi ini berdampak pada rendahnya ketepatan hasil praktik mahasiswa, padahal keterampilan pemasangan Body Line merupakan kompetensi dasar penting dalam pembuatan pola busana dengan teknik Draping. Tujuan penelitian adalah menghasilkan media video pembelajaran pemasangan Body Line serta mendeskripsikan validitas dan praktikalitasnya bagi mahasiswa Tata Busana. Metode yang dipakai adalah pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model 4D (define, design, develop) tanpa melibatkan tahap disseminate. Subjek penelitian terdiri dari dua pakar media, dua pakar materi, dosen yang mengajar mata kuliah Draping, sepuluh mahasiswa dalam kelompok kecil untuk uji coba, dan tiga puluh mahasiswa dalam kelompok besar untuk percobaan. Alat yang dipakai pada penelitian ini berupa angket untuk validasi dan praktikalitas dengan memakai skala Likert, lalu dianalisis dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Temuan dari penelitian ini membuktikan bahwa video media mencapai rata-rata nilai validitas sebesar 94,5% dan termasuk pada kategori sangat valid. Uji praktikalitas menunjukkan rata-rata skor 91% yang dikategorikan sangat praktis, baik menurut pendapat dosen pengampu maupun mahasiswa. Oleh karena itu, video pembelajaran ini dianggap pantas untuk digunakan sebagai media tambahan dalam mata kuliah Draping, karena efektif dalam membantu mahasiswa memahami proses penempatan Body Line dengan cara yang lebih jelas, menarik, dan fleksibel.
PERSEPSI PENGGUNAAN APLIKASI IBIS PAINT X SEBAGAI MEDIA DIGITAL PERANCANGAN BUSANA PADA PROYEK AKHIR MAHASISWA D3 TATA BUSANA ANGKATAN 2021 DAN 2022 DENGAN PENDEKATAN TAM (TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL) Putri Vanisha; Puji Hujria Suci; Sri Zulfia Novrita; Puspaneli
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35302

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya kajian mendalam mengenai persepsi mahasiswa D3 Tata Busana Universitas Negeri Padang terhadap penggunaan aplikasi Ibis Paint X sebagai media digital perancangan busana, meskipun aplikasi ini banyak digunakan secara mandiri dalam proyek akhir. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi mahasiswa terhadap kemudahan penggunaan (Perceived Ease of Use/PEOU) dan kemanfaatan (Perceived Usefulness/PU) aplikasi Ibis Paint X dengan menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 40 mahasiswa angkatan 2021 dan 2022 yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berskala Likert, kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif berupa rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap kemudahan penggunaan dengan skor rata-rata 3,06 (84,15%) dan persepsi sangat positif terhadap kemanfaatan dengan skor rata-rata 3,31 (94,6%). Hal ini menandakan bahwa Ibis Paint X dianggap mudah digunakan, efisien, serta bermanfaat dalam meningkatkan kreativitas dan kualitas desain busana digital mahasiswa. Semakin tinggi persepsi kemudahan penggunaan, semakin besar pula persepsi manfaat yang dirasakan, sejalan dengan teori TAM oleh Davis (1989). Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi pembelajaran desain digital berbasis aplikasi seperti Ibis Paint X dalam kurikulum pendidikan vokasi agar mahasiswa lebih siap menghadapi tantangan industri fashion modern berbasis teknologi.
Co-Authors Abdullah, MT, Dr. Rijal Adriani ADRIANI ADRIANI Adriani Adriani Agusti Efi Ali Djamhuri Almagita, Rachmy Bunga Alvina Alvina Ambiyar, Ambiyar Andriani, Rika Anisa Anggraeni, Anisa Annisa Prima Asmar Yulastri Asrah Rezki Fauzani Auriga, Resthi Cynara Bintang Pratama Putra Budiwirman Cahya, Nana Dwi Debi Novita Delmasari, Pujiana Dewi, Siska Miga Diva, Rahmatul Ernawati Ernawati Farida Farida Fatihaturahmi Fatihaturahmi Febian Vebyola Febri yanti Fitri, Wike Diansyah Ganefri Giatman Gusmira, Gusmira Gustia Putri, Fany Gustiani, Nurulita Gustina Gustina Hadaf, Alifa Hafizah, Ovi Muara Halimul Bahri Hanim, Fadillah Hansi Effendi Hardanti, Elvi Hasriawati, Leli Hurahmi, Intah Mifta Idzni Hanifati Ilfira Gusti Jamhari Jamhari Karlina, Nora KARMILA, IIN Khairani, Faizathul Khalishah Rezky Muharrani Lilik Suheri Lucy Fridayati Mailani Pratiwi Mala, Mariati Meilina, Eighteen Mela Maha Revianti Melda Mahniza mita yani Muharrani, Khalishah Rezky Mulyana, Annisa Murni Astuti Muskhir, Mukhlidi Mutia, Gabila Heira Nana Dwi Cahya Nindika Gustri Yudi Nizwardi Jalinus Nurfadhila, Dinda Emilya Oktarina, Rahmi Oktarizaldi, Nada Oktaviani, Vina Ovi Muara Hafizah Pradana, Samuel Martin Puji Hujria Suci Pujiana Pujiana Pujiana, Pujiana Puput Novitasari, Puput Purnamawati, Sischa Puspa, Puspaneli Puspaneli Puspaneli Puspaneli Puspaneli Puspaneli PUSPANELI, PUSPANELI Putri Maisuri Putri Ramadani Putri Vanisha Putri, Fanny Eka Putri, Lolita Aida Rafikah Husni Rahmadani, Ade Fitri Rahman, Doni Rahmiati Rahmiati Ramelawati, Ramelawati Refdinal, Refdinal Reni Fitria Resfi Norma Kuwala Ridwan Rika Syafitri Rina Susanti Rini Widyastuti Sari Nurhardini Sari, Yani Novita Sefriani, Rini Sri Setiya Dewy Suci Rahmawati Sulityowati, Dwi Oktarina Syafriani, Selly Syafril, Rizki Syahril Syukraini Putri, Afifi Takhwil, Annissah Siti Tri Kurniawati Wahyuni, Riza Weni Nelmira Wulan Dari, Ponda Tiara Yasnidawati Yasnidawati Yenni Idrus Yolanda Pratama Isfi Yudi, Nindika Gustri Yulia Aryati Yusmerita Yusmerita Yusmerita Yusmerita Yusmerita Zahra Ayuni Yasmin Zulmardi Zulmardi Zulmi, Yuliya