Claim Missing Document
Check
Articles

TRANSFORMASI BENTUK ALAM MENJADI MOTIF BATIK DI KECAMATAN ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN Pujiana, Pujiana; Novrita, Sri Zulfia
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.51342

Abstract

The batik motifs in the batik jajak lilin house have a simple form that is different from batik motifs in general, therefore the transformation of batik jajak lilin motifs from the original form into a more complex form but does not eliminate the characteristics of the original form. This research aims to analyze the transformation of batik motifs. This research uses descriptive qualitative method using primary and secondary data. The informants in this research are 7 batik artisans and 1 owner at Jajak Lilin batik house. Interview, observation and documentation techniques are the data collection techniques used in this research. The data analysis technique uses the steps of data reduction, data presentation and conclusion. Triangulation was used to test the validity of the data conducted to the owner of Jajak Lilin batik house. The results of the research show that there are several batik motifs that have undergone transformation from the original form into a more complex form, including the situhuak batik motif, which is a transformation of the situhuak fish which is distilled from the situhuak fish skeleton equipped with starfish and terumbukarang motifs. The karambia batik motif is a transformation of the coconut tree which is distilled from the coconut tree equipped with coconut fruit, fronds, and kaluak paku. The rumah gadang batik motif is a transformation of the shape of a gadang house which is distilled from the shape of a gadang house equipped with mangosteen fruit, coconut fruit, flowers, and kaluak paku. The cacao batik motif is a transformation of the cacao fruit distilled from the shape of the cacao fruit complemented by leaves and flowers. The batik motif of the anggang bird is a transformation of the anggang bird that is distilled from the anatomical shape of the anggang bird's body complemented by kalam nails, flowers, and kaluak nails. The kuau bird batik motif is a transformation of the kuau bird distilled from the anatomical shape of the kuau bird's body complemented with kaluak paku, flowers, leaves and female kuau birds.Keywords: motif, transformation. AbstrakMotif batik yang ada di rumah batik jajak lilin memiliki bentuk yang begitu sederhana berbeda dengan motif batik pada umumnya, maka dari itu dilakukan transformasi pada motif batik jajak lilin dari bentuk asli menjadi bentuk yang lebih kompleks tetapi tidak menghilangkan ciri khas dari bentuk aslinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi motif batik. Penelitian ini memakai metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Informan pada riset ini adalah 7 orang perajin batik dan 1 orang owner di rumah batik Jajak Lilin. Teknik wawancara, observasi dan dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang dipakai dalam riset ini. Teknik analisis data dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data serta kesimpulan. Trianggulasi dipakai untuk menguji keabsahan data yang dilakukan kepada pemilik rumah batik Jajak Lilin. Hasil penelitian ada beberapa motif batik yang mengalami transformasi dari bentuk asli menjadi bentuk yang lebih komplek diantaranya motif batik situhuak merupakan transformasi dari ikan situhuak yang distilasi dari kerangka ikan situhuak dilengkapi dengan motif Bintang laut, dan terumbukarang. Motif batik karambia merupakan transformasi dari pohon kelapa yang distilasi dari pohon kelapa dilengkapai dengan buah kelapa, pelepah, dan kaluak paku. Motif batik rumah gadang merupakan transformasi dari bentuk rumaha gadang yang distilasi dari bentuk rumah gadang yang dilengkapi dengan buah manggis, buah kelapa, bunga, dan kaluak paku. Motif batik kakao merupakan transformasi dari buah kakao yang distilasi dari bentuk buah kakao dilengkapi dengan daun, dan bunga. Motif batik burung anggang merupakan transformasi dari burung anggang yang distilasi dari bentuk anatomi tubuh burung anggang dilengkapai dengan paku kalam, bunga, dan kaluak paku. Motif batik burung kuau merupakan transformasi dari burung kuau yang distilasi dari bentuk anatomi tubuh burung kuau dilengkapai dengan kaluak paku, bunga, daun dan burung kuau betina.Kata Kunci: transformasi, motif. Authors:Pujiana: Universitas Negeri MedanSri Zulfia Novrita : Universitas Negeri Medan References:Arini, Asti M., & Ambar, B. (2011). Batik: Warisan Adiluhung Nusantara. Yogyakarta. Andi Offset.Jhonnedi. (2023). œPerubahan Motif Batik. Hasil Wawancara Pribadi:  27 Mei 2023, Universitas Negeri Padang.Kuwala, Norma .R, and Novrita, S. R. (2022) Ragam Hias Motif Batik Tanah Liek Dharmasraya (Studi Kasus di Kerajinan Batik Tanah Liek Citra). Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(1), 08-15. https://doi.org/10.24114/gr.v11i1.32358.Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.Oktora, Nana, and Adriani Adriani. Studi Batik Tanah Liek Kota Padang (Studi Kasus di Usaha Citra Monalisa). Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 129-136. https://doi.org/10.24114/gr.v8i1.12879.Sachari, A., & Sunarya, Y. Y. (2001). Desain dan Dunia Kesenirupaan Indonesia dalam Wacana Transformasi Budaya. Penerbit ITB.Soekanto, Soerjono .1981. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: Universitas Indonesia.Suhersono, H. (2004). Desain Bordir Motif Flora dan Dekoratif. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.Suhersono, H. (2015). Desain Bordir Motif Flora dan Dekoratif. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.Yuliarma. (2013). Desain Ragam Hias Sulaman dan Bodir Desain Motif Dasar. Padang: FT UNP.Zaeny, A. (2005). Transformasi Sosial dan Gerakan Islam di Indonesia. Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 2(1), 153-165.https://www.academia.edu/download/58224278/transformasisosialdangerakanislamdiindonesia.pdf.
Analisis Kesiapan Karir Mahasiswa Diploma Tata Busana Dalam Persaingan Bisnis Era Digital Novit, Sri Zulfia Novrita
The Indonesian Journal of Computer Science Vol. 13 No. 4 (2024): The Indonesian Journal of Computer Science
Publisher : AI Society & STMIK Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33022/ijcs.v13i4.4148

Abstract

This study aims to measure the career readiness of Diploma in Couture students at the Faculty of Tourism and Hospitality, Padang State University in facing digital business challenges. This research uses a survey method by collecting data from 172 of the total population of students who are academically active in 2024. The sample technique used was purposive sampling. The indicators measured include digital literacy readiness, technology adaptability readiness, practical experience readiness, and modern business skills readiness. The results showed that students' digital literacy readiness was categorized as very low with a score of 46%, technological adaptability readiness was 60%, readiness due to practical experience was 64%, and readiness for a very low understanding of modern business skills was 43%. These findings indicate a significant gap between academic training and current industry requirements, which hinders students from adapting quickly to new technologies and managing fashion businesses effectively in the digital age. This study aims to measure the career readiness of Diploma in Couture students at the Faculty of Tourism and Hospitality, Padang State University in facing digital business challenges. This research uses a survey method by collecting data from 172 of the total population of students who are academically active in 2024. The sample technique used was purposive sampling. The indicators measured include digital literacy readiness, technology adaptability readiness, practical experience readiness, and modern business skills readiness. The results showed that students' digital literacy readiness was categorized as very low with a score of 46%, technological adaptability readiness was 60%, readiness due to practical experience was 64%, and readiness for a very low understanding of modern business skills was 43%. These findings indicate a significant gap between academic training and current industry requirements, which hinders students from adapting quickly to new technologies and managing fashion businesses effectively in the digital age.
Pengaruh Mordan Tawas, Kapur Tohor dan Tunjung Terhadap Hasil Ecoprint Daun Bidara Laut (Ziziphus mauritiana L) pada Bahan Rayon Twill dengan Teknik Hammering Farida, Farida; Novrita, Sri Zulfia; Ernawati, Ernawati; Pradana, Samuel Martin
Ekspresi Seni : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni Vol 27, No 2 (2025): Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni
Publisher : LPPM Institut Seni Indonesia Padangpanjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/ekspresi.v27i2.6063

Abstract

This research is motivated by the development of ecoprint using natural materials so as to reduce the use of harmful synthetic substances. The purpose of this study is to describe the color name, clarity of the motif shape and color resistance to washing with soap produced from ecoprint of bidara laut leaves on rayon twill material with hammering technique using alum, calcium oxide and tunjung mordants. This research is an experimental research with the object of research rayon twill fabric given a motif of bidara laut leaves. The type of data in this study is primary data sourced from questionnaires. The data analysis technique uses the Friedman K-Related Sample test with SPSS version 30.0. The results of ecoprint without mordant, with alum, calcium oxide and tunjung mordant produce various colors. The results of the clarity of the motif shape without mordant is clear, alum mordant is clear, calcium oxide mordant is clear and tunjung mordant is quite clear. The results of color resistance to washing with soap without mordant changed, the alum changed slightly, the calcium oxide changed and the tunjung changed, the results of the Friedman K-Related Sample test from the clarity of the leaf motif shape were 0.001 <0.05. Meanwhile, the color fastness to washing with soap is 0.000 < 0.05. From these data, it can be concluded that there is a significant effect due to the use of alum, calcium oxide, and tunjung mordants on the clarity of the motif shape and color fastness to washing with soap produced from the ecoprint
Penggunaan Video Tutorial Penyelesaian Garis Leher: Pengaruhnya Terhadap Hasil Belajar Dasar-Dasar Busana Siswa SMK Meilina, Eighteen; Puspaneli, Puspaneli; Novrita, Sri Zulfia; Mahniza, Melda
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i3.3864

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Dasar-Dasar Busana, khususnya materi penyelesaian garis leher, menjadi permasalahan yang dihadapi di SMKN 8 Padang. Lebih dari 60% siswa belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) karena metode pembelajaran yang masih konvensional menggunakan powerpoint dan fragmen, sehingga siswa kesulitan memahami detail langkah pengerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan video tutorial sebagai media pembelajaran yang dinilai mampu memberikan pengalaman belajar lebih interaktif, fleksibel, dan dapat diulang sesuai kebutuhan siswa. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode Quasi Experiment menggunakan desain Posttest-Only Design with Nonequivalent Groups. Subjek penelitian adalah 48 siswa kelas X Busana SMKN 8 Padang tahun ajaran 2025/2026 yang terbagi menjadi 24 siswa kelas eksperimen dan 24 siswa kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa tes keterampilan, sedangkan analisis data dilakukan melalui uji deskriptif, uji normalitas, homogenitas, uji-t, dan perhitungan effect size.Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata post-test kelas eksperimen 79,13 dengan ketuntasan 58%, sedangkan kelas kontrol 65,58 dengan ketuntasan 25%. Uji-t menghasilkan Sig. (2-tailed) < 0,05 yang berarti terdapat pengaruh signifikan penggunaan video tutorial terhadap hasil belajar siswa. Nilai effect size sebesar 1,1 termasuk kategori tinggi. Dengan demikian, video tutorial efektif digunakan sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan keterampilan siswa pada materi busana.
Efektivitas Video Tutorial Ecoprint Teknik Iron Blanket Dalam Meningkatkan Pemahaman Praktik Siswa SMK Tata Busana Oktarizaldi, Nada; Novrita, Sri Zulfia; Puspaneli, Puspaneli; Pradana, Samuel Martin
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i3.3873

Abstract

Pembelajaran praktik di bidang Tata Busana menuntut media yang mampu menampilkan prosedur kerja secara visual dan sistematis. Materi Ecoprint teknik Iron Blanket merupakan keterampilan yang memerlukan ketelitian tinggi dan urutan langkah yang runtut. Namun, penggunaan media berbasis teks seperti jobsheet belum mampu membantu siswa memahami setiap prosedur secara mendalam. Kondisi ini menegaskan perlunya media pembelajaran inovatif yang dapat meningkatkan pemahaman dan kemandirian belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan video tutorial Ecoprint teknik Iron Blanketdalam meningkatkan pemahaman praktik siswa SMK Tata Busana dibandingkan metode demonstrasi langsung. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi experiment tipe Nonequivalent Control Group Design. Subjek penelitian melibatkan 44 siswa, terdiri atas 24 siswa kelas eksperimen yang belajar dengan video tutorial dan 20 siswa kelas kontrol yang belajar melalui demonstrasi langsung. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman praktik dan dianalisis dengan uji-t independen menggunakan SPSS. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada kelas eksperimen dari rata-rata 56,69 menjadi 79,75, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 50,17 menjadi 60,21. Nilai tₕᵢₜᵤₙg 10,530 > tₜₐᵦₑₗ 2,018 menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelompok. Penelitian terbatas pada satu sekolah dan satu teknik Ecoprint, sehingga perlu diperluas pada konteks keterampilan lain. Guru dapat menggunakan video tutorial sebagai media efektif untuk meningkatkan pemahaman dan kemandirian belajar siswa dalam praktik vokasional. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris baru mengenai efektivitas media video dalam pembelajaran praktik berbasis keterampilan Ecoprint teknik Iron Blanket.
Pengembangan Video Pembelajaran untuk Pemasangan Body Line pada Mata Kuliah Draping Fitri, Wike Diansyah; Novrita, Sri Zulfia; Yusmerita, Yusmerita; Puspaneli, Puspaneli
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 5 No. 3 (2025): September-December 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/jrip.v5i3.3911

Abstract

Penelitian ini mengembangkan media video pembelajaran pada mata kuliah Draping sebagai solusi atas keterbatasan jobsheet dan demonstrasi langsung di kelas yang membuat mahasiswa kesulitan memahami pemasangan Body Line secara tepat. Kondisi ini berdampak pada rendahnya ketepatan hasil praktik mahasiswa, padahal keterampilan pemasangan Body Line merupakan kompetensi dasar penting dalam pembuatan pola busana dengan teknik Draping. Tujuan penelitian adalah menghasilkan media video pembelajaran pemasangan Body Line serta mendeskripsikan validitas dan praktikalitasnya bagi mahasiswa Tata Busana. Metode yang dipakai adalah pendekatan Penelitian dan Pengembangan (R&D) dengan model 4D (define, design, develop) tanpa melibatkan tahap disseminate. Subjek penelitian terdiri dari dua pakar media, dua pakar materi, dosen yang mengajar mata kuliah Draping, sepuluh mahasiswa dalam kelompok kecil untuk uji coba, dan tiga puluh mahasiswa dalam kelompok besar untuk percobaan. Alat yang dipakai pada penelitian ini berupa angket untuk validasi dan praktikalitas dengan memakai skala Likert, lalu dianalisis dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Temuan dari penelitian ini membuktikan bahwa video media mencapai rata-rata nilai validitas sebesar 94,5% dan termasuk pada kategori sangat valid. Uji praktikalitas menunjukkan rata-rata skor 91% yang dikategorikan sangat praktis, baik menurut pendapat dosen pengampu maupun mahasiswa. Oleh karena itu, video pembelajaran ini dianggap pantas untuk digunakan sebagai media tambahan dalam mata kuliah Draping, karena efektif dalam membantu mahasiswa memahami proses penempatan Body Line dengan cara yang lebih jelas, menarik, dan fleksibel.
PERSEPSI PENGGUNAAN APLIKASI IBIS PAINT X SEBAGAI MEDIA DIGITAL PERANCANGAN BUSANA PADA PROYEK AKHIR MAHASISWA D3 TATA BUSANA ANGKATAN 2021 DAN 2022 DENGAN PENDEKATAN TAM (TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL) Putri Vanisha; Puji Hujria Suci; Sri Zulfia Novrita; Puspaneli
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Terbit
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i04.35302

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum adanya kajian mendalam mengenai persepsi mahasiswa D3 Tata Busana Universitas Negeri Padang terhadap penggunaan aplikasi Ibis Paint X sebagai media digital perancangan busana, meskipun aplikasi ini banyak digunakan secara mandiri dalam proyek akhir. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi mahasiswa terhadap kemudahan penggunaan (Perceived Ease of Use/PEOU) dan kemanfaatan (Perceived Usefulness/PU) aplikasi Ibis Paint X dengan menggunakan pendekatan Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 40 mahasiswa angkatan 2021 dan 2022 yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berskala Likert, kemudian dianalisis dengan statistik deskriptif berupa rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki persepsi positif terhadap kemudahan penggunaan dengan skor rata-rata 3,06 (84,15%) dan persepsi sangat positif terhadap kemanfaatan dengan skor rata-rata 3,31 (94,6%). Hal ini menandakan bahwa Ibis Paint X dianggap mudah digunakan, efisien, serta bermanfaat dalam meningkatkan kreativitas dan kualitas desain busana digital mahasiswa. Semakin tinggi persepsi kemudahan penggunaan, semakin besar pula persepsi manfaat yang dirasakan, sejalan dengan teori TAM oleh Davis (1989). Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi pembelajaran desain digital berbasis aplikasi seperti Ibis Paint X dalam kurikulum pendidikan vokasi agar mahasiswa lebih siap menghadapi tantangan industri fashion modern berbasis teknologi.
TEKNIK MENYULAM SULAMAN BENANG EMAS DENGAN TITIK SAMEK DI KELURAHAN BATUANG TABA KECAMATAN LUBUK BEGALUNG KOTA PADANG Yudi, Nindika Gustri; Novrita, Sri Zulfia
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 11 No. 1 (2022): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v11i1.32305

Abstract

The titik samek is an embroidery technique which is usually combined with gold thread embroidery in Batuang Taba village. The titik samek is different from frenchknot or suji caia, and the process must use two needles, so it is considered difficult. The titik samek is a regional cultural asset that must be preserved. The purpose of the study is to describe the gold thread embroidery sewing technique in Batuang Taba village. This research method uses descriptive qualitative method. The type of data used is primary data and secondary data. Data collection techniques are observation, interviews and documentation. The data analysis technique carried out is an interactive model that has a relationship based on the subject matter, through data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of the study were the gold thread embroidery sewing technique using two sewing needles. For the technique, embroider the gold thread first by copying the motif on the fabric, locking the binding thread, inserting the binding thread, pulling slowly while tucking the gold thread. Pull the thread until the gold thread is tied. , repeat a maximum distance of 0.5cm. For the next technique, fill it with titik samek embroidery by inserting one sheet of moulin thread and gusset, stab from under the fabric on the part of the motif that will be filled with the titik samek, wrap one time around the sewing needle, stab again in the same hole, tuck in the loop. the large needle that will be used to hold the loop, so that it forms like a circle, pull the thread slowly so it can't be separated from the large needle. Embroidering gold thread is done by making the edges of the motif first using gold thread and then filling the interior of the motif with moulin thread with the titik samek technique. Keywords: gold thread embroidery, titik samek.AbstrakTitik samek merupakan teknik menyulam yang biasanya di kombinasikan dengan sulaman benang emas di Kelurahan Batuang Taba. Titik samek berbeda dengan kepala peniti atau suji caia, dan pengerjaannya harus menggunakan dua jarum, sehingga dinilai sulit. Titik samek merupakan aset budaya daerah yang harus dilestarikan. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan tentang teknik jahit sulaman benang emas di Kelurahan Batuang Taba. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis data yang digunakan data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara serta dokumentasi. Teknik analisa data yang dilaksanakan yaitu model interaktif yang memiliki kaitan berdasarkan pokok permasalahan, melalui reduksi data, penyajian data serta pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian yaitu teknik jahit sulaman benang emas menggunakan dua jarum jahit, Untuk teknik, lakukan meyulam benang emas terlebih dahulu dengan cara menyalin motif pada kain, kunci benang pengikat, tusukkan benang pengikat, tarik perlahan sambil menyelipkan benang emas.Tarik benang hingga benang emas terikat, ulangi jarak maksimal 0,5cm. Untuk teknik selanjutnya isi dengan sulaman titik samek dengan memasukkan satu lembar benang moulin dan buhul, tusuk dari bawah kain pada bagian motif yang akan di isi titik samek, lilitkan satu kali lilit pada bagian jarum jahit, tusukkan lagi pada lobang yang sama, pada lilitan selipkan jarum besar yang akan di gunakan untuk menahan lilitan, agar terbentuk seperti lingkaran, tarik benang perlahan tidak boleh lepas dari jarum besar. Menyulam benang emas dilakukan dengan mambuat bagian tepi motif terlebih dahulu menggunakan benang emas selanjutnya mengisi bagian dalam motif dengan benang moulin dengan teknik titik samek.Kata Kunci: sulaman benang emas, titik samek. Authors:Nindika Gustri Yudi : Universitas Negeri PadangSri Zulfia Novita : Universitas Negeri Padang References:Hervilas, Adriani., & Nelmira, W. (2016). Bordir Kerancang di Kota Bukittinggi (Studi Kasus di Usaha Sulaman Ambun Suri). Journal of Home Economics and Tourism, 13(3).Maydayusi, D., Yasnidawati, & Andriani. (2015). Studi Tentang Pelaminan Dikecamatan Kota Baru Kota Jambi. E-Journal Home Economic and Tourism, 8(1).Rahman, D., Novrita, S. Z., & Efi, A. (2015). Ragam Hias Suji Cair pada Sulaman Selendang Kotogadang Kabupaten Agam Sumatera Barat (Studi Kasus di Yayasan Amai Setia). E-Journal Home Economic and Tourism, 9(2).Sativa, Aswar. (1999). Antakesuma Suji dalarn Adat Minangkabau. Jakarta: Djambatan.Sugiyono. (2011) Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.Tamimi, Enna. (1982). Terampil Memantas Diri dan Menjahit. Jakarta: Depdikbut.Utari, A. G., Zahri, W., & Idrus, Y. (2014). Studi Tentang Kerajinan Sulaman Benang Emas di Nagari Saniangbaka Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok. Journal of Home Economics and Tourism, 7(3).Wahyuni, S., Idrus, Y., & Novrita, S. Z. (2015). Studi Tentang Sulaman Tangan pada Pelaminan Tradisional Naras di Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman. Journal of Home Economics and Tourism, 8(1).Yossi, Zullkarnaen. (2006). Sulam Benang untuk Pemula. Jakarta: Puspa Swara.
Efektivitas Efektivitas Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Soft Skill Berfikir Kritis dan Kreatif Peserta Didik: Meta Analisis Sri Zulfia Novrita; Ambiyar, Ambiyar; Syah, Nurhasan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13368

Abstract

Facing the complexity of life's challenges In this 21st century, students must be prepared with high-level soft skills so they can compete effectively in the dynamics of this era of globalization. The purpose of this research is to show the Project Based Learning (PjBL) learning model affects students' soft skills in critical and creative thinking. In order to identify the Project Based Learning learning model, a review of relevant literature is conducted as part of the meta analysis research method. After reviewing the literature, research characteristics and determined article analysis criteria, a sample of 25 articles was obtained that met the requirements for this meta-research. The effectiveness of the Project Based Learning learning model for junior high school students shows a medium effect size (0,68), while the high category is tained for elementary school students (2,41), SMA/SMK (1.79) and tertiary institutions (1,30). The effectiveness of the Project Base Learning learning model based on soft skills achieved resulted in a high category effect size for achieving critical thinking (1,33), creative (1,69) learning motivation (1,33). This is a fairly large impact according to Cohen's criteria and shows that the Project Based Learning learning model is more effective in education in improving critical and creative thinking soft skills and can increase students' learning motivation.
Pengulangan Pencelupan Terhadap Hasil Kerataan Warna Pada Bahan Katun Menggunakan Ekstrak Daun Talas (Colosia Eskulenta L.) Menggunakan Mordan Tunjung Syukraini Putri, Afifi; Adriani, Adriani; Zulfia Novrita, Sri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13606

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh daun talas yang mengeluarkan pigmen yang berwarna hijau kecoklatan dan kandungan senyawa seperti tanin dan flavonoid lainnya dari tanaman daun talas (Colocasia Esculenta L.) akan larut dalam larutan air, sehingga jika dilakukan ekstraksi akan menghasilkan warna. Penelitian eksperimen ini termasuk jenis True-Eksperiment. Objek pada penelitian ini adalah bahan katun mori yang dicelupkan kedalam ekstrak daun talas (Colocasia Esculenta L.) dengan pengulangan pencelupan. Data yang digunakan yaitu data primer yang bersumber dari 18 panelis. Data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis menggunakan ANOVA satu arah menggunakan uji Friedman K-relatd sample dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil dari penelitian ini ada tiga yaitu sebagai berikut: Pertama, pada 3 kali pengulangan pencelupan menghasilkan warna olive dengan kerataan kurang rata. Kedua, pada 6 kali pengulangan pencelupan menghasilkan warna dark brown dengan kerataan tidak rata. Ketiga, pada 9 kali pengulangan pencelupan menghasilkan warna dark brown dengan kerataan sangat rata. Uji Friedman K-related untuk kerataan warna diperoleh nilai signifikan < Taraf signifikasi = 0.001 > 0.05. Berdasarkan hasil penelitian dana analisi data dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kerataan warna.
Co-Authors Abdullah, MT, Dr. Rijal Adriani Adriani Adriani Adriani ADRIANI ADRIANI Agusti Efi Ali Djamhuri Almagita, Rachmy Bunga Alvina Alvina Ambiyar, Ambiyar Andriani, Rika Anisa Anggraeni, Anisa Annisa Prima Asmar Yulastri Asrah Rezki Fauzani Auriga, Resthi Cynara Bintang Pratama Putra Budiwirman Cahya, Nana Dwi Debi Novita Delmasari, Pujiana Dewi, Siska Miga DIAH PERMATA SARI, DIAH PERMATA Diva, Rahmatul Ernawati Ernawati Farida Farida Fatihaturahmi Fatihaturahmi Febian Vebyola Febri yanti Fitri, Wike Diansyah Ganefri Giatman Gusmira, Gusmira Gustia Putri, Fany Gustiani, Nurulita Gustina Gustina Hadaf, Alifa Hadiastuti Hafizah, Ovi Muara Halimul Bahri Hanim, Fadillah Hansi Effendi Hardanti, Elvi Hasriawati, Leli Hurahmi, Intah Mifta Idzni Hanifati Ilfira Gusti Jamhari Jamhari Karlina, Nora KARMILA, IIN Khairani, Faizathul Khalishah Rezky Muharrani Lilik Suheri Lucy Fridayati Mailani Pratiwi Mala, Mariati Meilina, Eighteen Mela Maha Revianti Melda Mahniza mita yani Muharrani, Khalishah Rezky Mulyana, Annisa Murni Astuti Muskhir, Mukhlidi Mutia, Gabila Heira Nana Dwi Cahya Nindika Gustri Yudi Nizwardi Jalinus Nurfadhila, Dinda Emilya Oktarina, Rahmi Oktarizaldi, Nada Oktaviani, Vina Ovi Muara Hafizah Pradana, Samuel Martin Puji Hujria Suci Pujiana Pujiana Pujiana, Pujiana Puput Novitasari, Puput Purnamawati, Sischa Puspa, Puspaneli Puspaneli Puspaneli Puspaneli Puspaneli Puspaneli PUSPANELI, PUSPANELI Putri Maisuri Putri Ramadani Putri Vanisha Putri, Fanny Eka Putri, Lolita Aida Rafikah Husni Rahmadani, Ade Fitri Rahman, Doni Rahmiati Rahmiati Ramelawati, Ramelawati Refdinal, Refdinal Reni Fitria Resfi Norma Kuwala Ridwan Rika Syafitri Rina Susanti Rini Widyastuti Samuel Martin Pradana Sari Nurhardini Sari, Yani Novita Sefriani, Rini Siti Aisyah Nabila Sri Setiya Dewy Suci Rahmawati Sulityowati, Dwi Oktarina Syafriani, Selly Syafril, Rizki Syahril Syukraini Putri, Afifi Takhwil, Annissah Siti Tri Kurniawati Vina Oktaviani Wahyuni, Riza Weni Nelmira Wulan Dari, Ponda Tiara Yasnidawati Yasnidawati Yenni Idrus Yolanda Pratama Isfi Yudi, Nindika Gustri Yulia Aryati Yusmerita Yusmerita Yusmerita Yusmerita Yusmerita Zahra Ayuni Yasmin Zamil, Ilham Zulmardi Zulmardi Zulmi, Yuliya