Claim Missing Document
Check
Articles

TEKNIK MENYULAM SULAMAN BENANG EMAS DENGAN TITIK SAMEK DI KELURAHAN BATUANG TABA KECAMATAN LUBUK BEGALUNG KOTA PADANG Yudi, Nindika Gustri; Novrita, Sri Zulfia
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 11 No. 1 (2022): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v11i1.32305

Abstract

The titik samek is an embroidery technique which is usually combined with gold thread embroidery in Batuang Taba village. The titik samek is different from frenchknot or suji caia, and the process must use two needles, so it is considered difficult. The titik samek is a regional cultural asset that must be preserved. The purpose of the study is to describe the gold thread embroidery sewing technique in Batuang Taba village. This research method uses descriptive qualitative method. The type of data used is primary data and secondary data. Data collection techniques are observation, interviews and documentation. The data analysis technique carried out is an interactive model that has a relationship based on the subject matter, through data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results of the study were the gold thread embroidery sewing technique using two sewing needles. For the technique, embroider the gold thread first by copying the motif on the fabric, locking the binding thread, inserting the binding thread, pulling slowly while tucking the gold thread. Pull the thread until the gold thread is tied. , repeat a maximum distance of 0.5cm. For the next technique, fill it with titik samek embroidery by inserting one sheet of moulin thread and gusset, stab from under the fabric on the part of the motif that will be filled with the titik samek, wrap one time around the sewing needle, stab again in the same hole, tuck in the loop. the large needle that will be used to hold the loop, so that it forms like a circle, pull the thread slowly so it can't be separated from the large needle. Embroidering gold thread is done by making the edges of the motif first using gold thread and then filling the interior of the motif with moulin thread with the titik samek technique. Keywords: gold thread embroidery, titik samek.AbstrakTitik samek merupakan teknik menyulam yang biasanya di kombinasikan dengan sulaman benang emas di Kelurahan Batuang Taba. Titik samek berbeda dengan kepala peniti atau suji caia, dan pengerjaannya harus menggunakan dua jarum, sehingga dinilai sulit. Titik samek merupakan aset budaya daerah yang harus dilestarikan. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan tentang teknik jahit sulaman benang emas di Kelurahan Batuang Taba. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Jenis data yang digunakan data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara serta dokumentasi. Teknik analisa data yang dilaksanakan yaitu model interaktif yang memiliki kaitan berdasarkan pokok permasalahan, melalui reduksi data, penyajian data serta pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian yaitu teknik jahit sulaman benang emas menggunakan dua jarum jahit, Untuk teknik, lakukan meyulam benang emas terlebih dahulu dengan cara menyalin motif pada kain, kunci benang pengikat, tusukkan benang pengikat, tarik perlahan sambil menyelipkan benang emas.Tarik benang hingga benang emas terikat, ulangi jarak maksimal 0,5cm. Untuk teknik selanjutnya isi dengan sulaman titik samek dengan memasukkan satu lembar benang moulin dan buhul, tusuk dari bawah kain pada bagian motif yang akan di isi titik samek, lilitkan satu kali lilit pada bagian jarum jahit, tusukkan lagi pada lobang yang sama, pada lilitan selipkan jarum besar yang akan di gunakan untuk menahan lilitan, agar terbentuk seperti lingkaran, tarik benang perlahan tidak boleh lepas dari jarum besar. Menyulam benang emas dilakukan dengan mambuat bagian tepi motif terlebih dahulu menggunakan benang emas selanjutnya mengisi bagian dalam motif dengan benang moulin dengan teknik titik samek.Kata Kunci: sulaman benang emas, titik samek. Authors:Nindika Gustri Yudi : Universitas Negeri PadangSri Zulfia Novita : Universitas Negeri Padang References:Hervilas, Adriani., & Nelmira, W. (2016). Bordir Kerancang di Kota Bukittinggi (Studi Kasus di Usaha Sulaman Ambun Suri). Journal of Home Economics and Tourism, 13(3).Maydayusi, D., Yasnidawati, & Andriani. (2015). Studi Tentang Pelaminan Dikecamatan Kota Baru Kota Jambi. E-Journal Home Economic and Tourism, 8(1).Rahman, D., Novrita, S. Z., & Efi, A. (2015). Ragam Hias Suji Cair pada Sulaman Selendang Kotogadang Kabupaten Agam Sumatera Barat (Studi Kasus di Yayasan Amai Setia). E-Journal Home Economic and Tourism, 9(2).Sativa, Aswar. (1999). Antakesuma Suji dalarn Adat Minangkabau. Jakarta: Djambatan.Sugiyono. (2011) Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.Tamimi, Enna. (1982). Terampil Memantas Diri dan Menjahit. Jakarta: Depdikbut.Utari, A. G., Zahri, W., & Idrus, Y. (2014). Studi Tentang Kerajinan Sulaman Benang Emas di Nagari Saniangbaka Kecamatan X Koto Singkarak Kabupaten Solok. Journal of Home Economics and Tourism, 7(3).Wahyuni, S., Idrus, Y., & Novrita, S. Z. (2015). Studi Tentang Sulaman Tangan pada Pelaminan Tradisional Naras di Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman. Journal of Home Economics and Tourism, 8(1).Yossi, Zullkarnaen. (2006). Sulam Benang untuk Pemula. Jakarta: Puspa Swara.
Efektivitas Efektivitas Model Pembelajaran Project Based Learning Terhadap Soft Skill Berfikir Kritis dan Kreatif Peserta Didik: Meta Analisis Sri Zulfia Novrita; Ambiyar, Ambiyar; Syah, Nurhasan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13368

Abstract

Facing the complexity of life's challenges In this 21st century, students must be prepared with high-level soft skills so they can compete effectively in the dynamics of this era of globalization. The purpose of this research is to show the Project Based Learning (PjBL) learning model affects students' soft skills in critical and creative thinking. In order to identify the Project Based Learning learning model, a review of relevant literature is conducted as part of the meta analysis research method. After reviewing the literature, research characteristics and determined article analysis criteria, a sample of 25 articles was obtained that met the requirements for this meta-research. The effectiveness of the Project Based Learning learning model for junior high school students shows a medium effect size (0,68), while the high category is tained for elementary school students (2,41), SMA/SMK (1.79) and tertiary institutions (1,30). The effectiveness of the Project Base Learning learning model based on soft skills achieved resulted in a high category effect size for achieving critical thinking (1,33), creative (1,69) learning motivation (1,33). This is a fairly large impact according to Cohen's criteria and shows that the Project Based Learning learning model is more effective in education in improving critical and creative thinking soft skills and can increase students' learning motivation.
Pengulangan Pencelupan Terhadap Hasil Kerataan Warna Pada Bahan Katun Menggunakan Ekstrak Daun Talas (Colosia Eskulenta L.) Menggunakan Mordan Tunjung Syukraini Putri, Afifi; Adriani, Adriani; Zulfia Novrita, Sri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13606

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh daun talas yang mengeluarkan pigmen yang berwarna hijau kecoklatan dan kandungan senyawa seperti tanin dan flavonoid lainnya dari tanaman daun talas (Colocasia Esculenta L.) akan larut dalam larutan air, sehingga jika dilakukan ekstraksi akan menghasilkan warna. Penelitian eksperimen ini termasuk jenis True-Eksperiment. Objek pada penelitian ini adalah bahan katun mori yang dicelupkan kedalam ekstrak daun talas (Colocasia Esculenta L.) dengan pengulangan pencelupan. Data yang digunakan yaitu data primer yang bersumber dari 18 panelis. Data yang terkumpul kemudian diolah dan dianalisis menggunakan ANOVA satu arah menggunakan uji Friedman K-relatd sample dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil dari penelitian ini ada tiga yaitu sebagai berikut: Pertama, pada 3 kali pengulangan pencelupan menghasilkan warna olive dengan kerataan kurang rata. Kedua, pada 6 kali pengulangan pencelupan menghasilkan warna dark brown dengan kerataan tidak rata. Ketiga, pada 9 kali pengulangan pencelupan menghasilkan warna dark brown dengan kerataan sangat rata. Uji Friedman K-related untuk kerataan warna diperoleh nilai signifikan < Taraf signifikasi = 0.001 > 0.05. Berdasarkan hasil penelitian dana analisi data dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan terhadap kerataan warna.
Proses Pembuatan Ekstrak Warna Alam di Rumah Batik Jajak Lilin Kecamatan Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman Gustia Putri, Fany; Zulfia Novrita, Sri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13929

Abstract

Batik bagi Bangsa Indonesia bukan sekedar hiasan pada kain atau pakaian, namun lebih jauh dari itu batik merupakan jati diri, namun sebagai warisan budaya yang masih dibudidayakan hingga saat ini. Penelitian ini membahas tentang pewarnaan alam pada batik di Rumah Batik Jajak Lilin Kecamatan Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman Provinsi Sumatera Barat yang bertujuan untuk mendeskripsikan bahan alam yang digunakan, resep dan proses pembuatan ekstrak warna alam. Penelitian ini menggunakan metode deksriptif kualitatif dengan jenis data primer dan sekunder. Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang, 1 sebagai triangulasi yaitu pimpinan dan pemilik rumah batik. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini menggunakan 3 jenis bahan alam yaitu daun tarum, kulit jengkol dan gambir.Bahan tambahannya yaitu TRO/rinso untuk menghilangkan zat penghalang pada kain yang akan diwarnai, lalu bahan untuk fiksasi yaitu tawas, kapur dan tunjung. Resep pembuatan ekstrak daun tarum yaitu daun tarum sebanyak 1 kg direndam dengan air sebanyak 5 liter, daun tarum difermentasi dan menyusut dan terjadi endapan yang disebut pasta, endapan tersebut ditambahkan dengan air sebanyak 5 liter untuk 1 kg pasta., lalu bahan alam kulit jengkol sebanyak 1 kg direbus dengan air sebanyak 3 liter, rebus sampai volume menyusut hingga setengah dari volume awal yaitu 1,5 liter dan bahan alam gambir sebanyak 1 kg direbus dengan air sebanyak 12 liter, rebus sampai volume menyusut setengah dari volume awal yaitu 6 liter. Proses pembuatan ekstrak dengan menghitung zat yang dibutuhkan yaitu daun tarum dengan vlot 1:5 daun yang sudah tua di ekstraksi dengan cara fermentasi selama 3 hari, selanjutnya dilakukan proses aerasi yaitu dengan menuangkan rendaman daun tarum ke wadah lainnya dari ketinggian sampai berbusa, diamkan larutan kembali selama 2 hari sampai terjadi endapan berbentuk pasta lalu dilarutkan dengan air sebanyak 5 liter untuk penggunaan ekstrak warna alam daun tarum, ekstrak disimpan di dalam wadah tertuup, untuk ekstraksi kulit jengkol dengan vlot 1:3 dengan cara kulit jengkol dihancurkan sedikit agar getahnya keluar, kulit jengkol direndam semalaman lalu direbus sampai volumenya menyusut setengah dari volume awal yaiu 1,5 liter, dinginkan ekstrak dan simpan dalam wadah tertutup, lalu untuk ekstraksi gambir dengan vlot 1:12 gambir direbus sampai volumenya menyusut setengah dari volume awal yaitu 6 liter, ekstrak di dinginkan dan disimpan diwadah tertutup.
Pengaruh Mordan Tunjung Terhadap Hasil Pencelupan Kain Katun Mengunakan Ekstrak Daun Nangka (Artocarpus Heterophyllus L) Wahyuni, Riza; Zulfia Novrita, Sri
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v8i1.13930

Abstract

Dampak negatif penggunaan pewarnaan sintetis terhadap lingkungan dan memanfaatkan tumbuhan dilingkungan sekitar sebagai pewarna alami yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nama warna (hue), gelap terang (value), kerataan warna dan mendeskripsikan hasil perbedaan tanpa mordan dan mordan tunjung terhadap hasil pencelupan ekstrak daun nangka. Penelitian eksperimen memakai data primer yang bersumber dari 18 penelis yang terdiri dari 3 dosen ahli dan 15 mahasiswa terdidik. diolah dan dianalisis dengan menggunakan uji mann whitney dengan SPSS versi 26. Hasil yang diperoleh pada pencelupan tanpa mordan tanpa menghasilkan warna light Brown kategori, terang dengan kerataan warna yang rata, mordan tunjung menghasikan warna Olive kategori tidak terang dengan kerataan warna yang sangat rata. uji mann whitney pada gelap terang warna (value) adalah nilai signifikan < taraf signifikasi = 0.000 < 0.05 yaitu .000b. dengan hasil bahwa Ha diterima Ho ditolak. Dimana Ha menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara gelap terang warna. Hasil analisis dari uji mann whitney pada kerataan warna pada proses pencelupan tanpa mordan dan mordan memperoleh nilai signifikan 0.938b yang mana lebih besar dari taraf signifikan yaitu 0.05, artinya tidak terdapat perbedaan kerataan pada hasil pencelupan kain katun mengunakan ekstrak daun nangka.
Pengetahuan tentang Zero Waste Pattern pada Mahasiswa Tata Busana PKK FPP-UNP Suci Rahmawati; Puji Hujria Suci; Sri Zulfia Novrita; Puspaneli Puspaneli
Atmosfer: Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humaniora Vol. 2 No. 4 (2024): November : Jurnal Pendidikan, Bahasa, Sastra, Seni, Budaya, dan Sosial Humanior
Publisher : Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59024/atmosfer.v2i4.999

Abstract

Textile waste is one of the 2nd largest types of waste in the world. The increasing amount of textile waste will have an impact on the environment. There has not been much development of clothing with Zero Waste techniques in Indonesia, and students as social beings also play an important role in environmental renewal through waste reduction. The purpose of this research is to understand the level of knowledge of fashion students about Zero Waste Pattern based on the level of cognitive knowledge, namely knowledge, understanding, application, analysis, synthesis and evaluation. The method in this research is descriptive quantitative with one variable, namely knowledge about Zero Waste Pattern. The research sample was 78 respondents of active Fashion Cosmetology students of the Family Welfare Education Study Program at Padang State University, class of 2019-2022. Data collection using a questionnaire with the Gutman Scale. The results showed that the knowledge of fashion students about Zero Waste Pattern was measured based on six knowledge indicators, namely: knowledge, understanding, application, analysis, synthesis and evaluation. The results showed that the Knowledge Indicator percentage was 56.41%, the Understanding Indicator percentage was 62.82% (high category), the Application Indicator percentage was 64.10%, the Analysis Indicator percentage was 57.69%, the Synthesis Indicator percentage was 80.77% and the Evaluation Indicator percentage was 74.36%. So, it can be concluded that the Fashion Management Students' Knowledge of Zero Waste Pattern is at a “high” level with an average percentage of 79.49%.
CRITICAL THINKING SKILLS IN LEARNING PHYSICS: A BIBLIOMETRIC ANALYSIS USING VOSVIEWER Sefriani, Rini; Rahmadani, Ade Fitri; Jalinus, Nizwardi; Refdinal, Refdinal; Novrita, Sri Zulfia; Widyastuti, Rini
AT-TAJDID Vol 7, No 2 (2023): JULI-DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v7i2.3028

Abstract

Validitas Modul Dasar Fashion Design Konsep Kolase pada Mata Pelajaran Dasar-Dasar Keahlian Busana Kelas X Tata Busana SMKN 2 Bukittingi Karlina, Nora; Novrita, Sri Zulfia
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 24, No 3 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v24i3.5016

Abstract

This research aims to produce learning media in the form of modules that are valid and can be used as a learning resource for students in learning collage making material. This research is research and development known as Research and Development (R&D) using the 4-D model. Modelmini has 4 stages, namely, the definition, design, development and disseminate stages. The type of data in this research is primary data. The data collection techniques used in this research were observation, interviews and questionnaires. This module was tested for validity by 4 media and material expert validators. By calculating the module assessment score from the questionnaire given and categorizing it according to the interpretation obtained. Based on the results of the material expert's validity test on the Basic Fashion Design module, a score of 93% was obtained in the very valid category, the media expert's validity test on the basic fashion design module obtained a score of 85% in the very valid category.
Mentawai Natural Environment Ornament Transformation on Batik Art Tatoo Motivation Based on Local Wisdom: Ecotourism Efi, Agusti; Budiwirman; Yusmerita; Novrita, Sri Zulfia; Aryati, Yulia; Mutia, Gabila Heira
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No SpecialIssue (2023): UNRAM journals and research based on science education, science applic
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9iSpecialIssue.5838

Abstract

The people of the Siberut Mentawai islands still maintain various arts and practice the culture and customs of their ancestors. They have natural environment ornaments including tattoos and Jaraik, which is a symbol of the greatness of the Sikerei (Shaman) house in the Mentawai tribe.  Along with the progress and development of the Mentawai area, traditional culture began to shift, therefore it is necessary to carry out conservation and development efforts. So, the purpose of this research is the efforts to preserve and produce creative art products based on local wisdom by transforming tattoos, jaraik, and other Mentawai natural environments in batik art and uniting various elements of visual cultural arts as supporting elements. The method used is research and development adopting the 4 D steps with four stages of development design, development, and deployment. In addition, the study also conducted studies of art and aesthetics, design and fashion as well as analysis of market tastes. So, the outputs of this research are; prototypes of batik art innovation products based on local Mentawai culture that are market-worthy; and scientific articles in reputable international journals. Focus Group Discussion (FGD) and product feasibility tests were carried out by experts and product exhibitions which were used as Mentawai branding.  
Pengembangan Eco Print sebagai Peluang Bisnis Fashion Ramah Lingkungan di Nagari Matua Hilia Rizki Syafril; Tri Kurniawati; Sri Zulfia Novrita; Bintang Pratama Putra; Putri Maisuri; Zahra Ayuni Yasmin
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i3.1214

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Nagari Matua Hilia, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dengan fokus pada pemberdayaan ekonomi keluarga melalui pengembangan teknik ecoprint sebagai peluang bisnis fashion ramah lingkungan. Latar belakang kegiatan ini adalah ketergantungan ekonomi masyarakat pada sektor pertanian tradisional, rendahnya tingkat pendidikan, serta belum optimalnya pemanfaatan sumber daya lokal untuk usaha kreatif. Mitra utama program adalah kelompok PKK Nagari Matua Hilia yang memiliki potensi namun menghadapi keterbatasan keterampilan dan akses pasar. Metode pelaksanaan meliputi koordinasi dengan pemerintah nagari, pelatihan pembuatan dan pengembangan produk ecoprint, pelatihan pemasaran, pembentukan wadah usaha, serta pemilihan Duta Ecoprint untuk sosialisasi berkelanjutan. Kegiatan ini mengintegrasikan pendekatan pelatihan, pendampingan, kolaborasi dengan dinas terkait, dan strategi pemasaran berbasis e-commerce, media sosial, serta pameran. Hasil yang dicapai pada tahap ini meliputi peningkatan keterampilan anggota PKK dalam produksi ecoprint, terbentuknya produk awal yang memiliki nilai seni dan ramah lingkungan, serta meningkatnya kesadaran akan peluang pasar lokal dan ekspor. Dampak program mencakup pemberdayaan perempuan, diversifikasi produk, peningkatan pendapatan, dan penguatan identitas budaya lokal. Program ini menunjukkan bahwa pengembangan ecoprint berbasis sumber daya lokal dapat menjadi strategi efektif untuk menggerakkan ekonomi kreatif pedesaan secara berkelanjutan, sekaligus mendukung pelestarian lingkungan dan pencapaian indikator kinerja perguruan tinggi.
Co-Authors Abdullah, MT, Dr. Rijal Adriani Adriani Adriani ADRIANI ADRIANI Agusti Efi Ali Djamhuri Almagita, Rachmy Bunga Alvina Alvina Ambiyar, Ambiyar Andriani, Rika Anisa Anggraeni, Anisa Annisa Prima Asmar Yulastri Asrah Rezki Fauzani Auriga, Resthi Cynara Bintang Pratama Putra Budiwirman Cahya, Nana Dwi Debi Novita Delmasari, Pujiana Dewi, Siska Miga Diva, Rahmatul Ernawati Ernawati Farida Farida Fatihaturahmi Fatihaturahmi Febian Vebyola Febri yanti Fitri, Wike Diansyah Ganefri Giatman Gusmira, Gusmira Gustia Putri, Fany Gustiani, Nurulita Gustina Gustina Hadaf, Alifa Hafizah, Ovi Muara Halimul Bahri Hanim, Fadillah Hansi Effendi Hardanti, Elvi Hasriawati, Leli Hurahmi, Intah Mifta Idzni Hanifati Ilfira Gusti Jamhari Jamhari Karlina, Nora KARMILA, IIN Khairani, Faizathul Khalishah Rezky Muharrani Lilik Suheri Lucy Fridayati Mailani Pratiwi Mala, Mariati Meilina, Eighteen Mela Maha Revianti Melda Mahniza mita yani Muharrani, Khalishah Rezky Mulyana, Annisa Murni Astuti Muskhir, Mukhlidi Mutia, Gabila Heira Nana Dwi Cahya Nindika Gustri Yudi Nizwardi Jalinus Nurfadhila, Dinda Emilya Oktarina, Rahmi Oktarizaldi, Nada Oktaviani, Vina Ovi Muara Hafizah Pradana, Samuel Martin Puji Hujria Suci Pujiana Pujiana Pujiana, Pujiana Puput Novitasari, Puput Purnamawati, Sischa Puspa, Puspaneli Puspaneli Puspaneli Puspaneli Puspaneli Puspaneli PUSPANELI, PUSPANELI Putri Maisuri Putri Ramadani Putri Vanisha Putri, Fanny Eka Putri, Lolita Aida Rafikah Husni Rahmadani, Ade Fitri Rahman, Doni Rahmiati Rahmiati Ramelawati, Ramelawati Refdinal, Refdinal Reni Fitria Resfi Norma Kuwala Ridwan Rika Syafitri Rina Susanti Rini Widyastuti Sari Nurhardini Sari, Yani Novita Sefriani, Rini Sri Setiya Dewy Suci Rahmawati Sulityowati, Dwi Oktarina Syafriani, Selly Syafril, Rizki Syahril Syukraini Putri, Afifi Takhwil, Annissah Siti Tri Kurniawati Wahyuni, Riza Weni Nelmira Wulan Dari, Ponda Tiara Yasnidawati Yasnidawati Yenni Idrus Yolanda Pratama Isfi Yudi, Nindika Gustri Yulia Aryati Yusmerita Yusmerita Yusmerita Yusmerita Yusmerita Zahra Ayuni Yasmin Zulmardi Zulmardi Zulmi, Yuliya