Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pelatihan Bagi Sanggar Seni Mustika Budaya Jawa Timur dan Penyerahan Teknologi Inovasi Alat Produksi Seni dan Kostum Penari utuk Penguatan Kapasitas dari Program Inovasi Seni Budaya Nusantara (PISN) Universitas Halu Oleo : Pengabdian Laxmi, Laxmi; Sumiman Udu; Wa Ode Sifatu; Syahrun, Syahrun; Muh Reynaldi Ismail; Rizky Nur Amalia; Buyung Febriana, M
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 2 (October 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i2.3522

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarkat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas artistik di Sanggar Seni Mustika Budaya, Kabuapaten Konawe Selatan Desa Mataupe Kecamatan Andolo Barat, melalui pelatihan dan penyerahan teknologi inovasi alat produksi seni serta kostum penari. Program dilaksanakan dalam tiga tahap: identifikasi kebutuhan, pelatihan teknis, dan pendampingan pasca-penyerahan alat dengan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi visual. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan efisiensi kerja sebesar 40% dan peningkatan kualitas detail artistik pada kostum tari Punjari dan Jaranan Buto. Penyerahan alat seperti lighting system modern dan pemotong otomatis berkontribusi pada peningkatan mutu pertunjukan yang ditampilkan dalam pementasan kedua tarian. Selain itu, kegiatan ini menumbuhkan semangat kolaborasi, tanggung jawab, dan profesionalisme anggota sanggar. Program ini membuktikan bahwa sinergi antara seni, teknologi, dan pemberdayaan masyarakat mampu meningkatkan kualitas karya serta memperkuat ekonomi kreatif berbasis komunitas.
Edukasi Pemanfaatan Tumbuhan Obat Tradisional Sebagai Upaya Preservasi Pengetahuan Etnomedisin dan Peningkatan Kesehatan Masyarakat Aso, La; Lindayani, Lilik Rita; Sifatu, Wa Ode; Laxmi, Laxmi; Putri, Elsa Septiani; Sardila, Sardila; Aryanti, Niluh Eva
Amal Ilmiah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Maret 2026
Publisher : FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/amalilmiah.v7i1.746

Abstract

Pembangunan kesehatan di Indonesia bertujuan untuk mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Bangsa Indonesia telah lama menggunakan tanaman berkhasiat obat sebagai salah satu upaya dalam menanggulangi masalah kesehatan. Pengetahuan ini perlu dilestarikan karena merupakan warisan budaya yang harus dijaga keberlanjutannya. Namun demikian, terdapat kekhawatiran apabila penyehat tradisional (hattra) di Indonesia tidak melakukan regenerasi pengetahuan etnomedisinnya, maka pengetahuan tersebut akan hilang. Selain itu, dalam perkembangannya sering dijumpai ketidaktepatan penggunaan obat tradisional karena kesalahan informasi maupun cara penggunaannya. Melalui artikel ini penulis menyajikan upaya yang telah dilakukan sebagai bentuk konservasi pengetahuan etnomedisin dan edukasi cara yang tepat dalam memanfaatkan tumbuhan obat tradisional kepada masyarakat. Sasaran kegiatan ini adalah masyarakat di wilayah Kelurahan Padaleu, Kecamatan Kambu, Kota Kendari. Metode yang digunakan yaitu ceramah dan diskusi interaktif. Sumber rujukan dari kegiatan edukasi yaitu dokumen resmi yang disusun oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang disebut Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia (FROTI). Hasil penyuluhan ini menunjukkan keberhasilan karena tingkat pengetahuan peserta meningkat dari skor rata-rata sebesar 72,5 menjadi 94,12 (30%). Kesimpulannya, masyarakat memahami bahwa tumbuhan obat tradisional dapat bermanfaat untuk meningkatkan derajat kesehatan bila dipergunakan secara tepat yaitu tepat dosis, cara dan waktu penggunaan serta pemilihan bahan ramuan yang sesuai dengan indikasi penggunaannya.
Penyuluhan Kesehatan Memanfaatkan Tumbuhan Obat Tradisional Warisan Leluhur Untuk Kesehatan Masa Kini Di Kelurahan Padaleu Kecamatan Kambu Kota Kendari Sulawesi Tenggara La Aso; Wa Ode Sifatu; Elsa Septiani Putri; Lilik Rita Lindayani; Laxmi, Laxmi; Ardila; Ni Luh
Jurnal Pengabdian Vol. 4 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Bengkulu Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58222/jp.v4i2.1777

Abstract

The objective of PKM (Community Service) is to increase public knowledge about selecting plants for treating certain diseases at home and how to use them, as well as to create health independence in the community. In addition, this activity aims to raise public awareness of the importance of utilizing local plants as traditional medicines inherited from ancestors, especially in Padaleu Village. The materials used in this activity included knowledge about the management of plants for traditional medicine and public health, as well as anthropology and health materials from competent sources. The methods used were lectures and discussions to improve the competence and understanding of the community, especially housewives and local government officials. This activity was carried out directly through counseling and question and answer sessions so that participants could understand and apply this knowledge in their environment. The results of the study show that the outreach activity succeeded in increasing the knowledge and awareness of the community, especially housewives and Dasawisma administrators, about the use of local plants as traditional medicine inherited from their ancestors. Participants showed great enthusiasm and actively asked questions about traditional medicine and its use. In addition, this activity was able to create a more independent community in managing health and utilizing natural resources in a sustainable manner. The conclusion of this report is that educational activities on the use of local plants as traditional medicine have successfully increased the knowledge, attitudes, and skills of the community, especially housewives and Dasawisma administrators, in managing and utilizing plants for family health. In addition, these activities are expected to encourage community health independence and preserve local wisdom related to traditional medicine inherited from ancestors.