Claim Missing Document
Check
Articles

PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH DAN KESEJAHTERAAN PETANI DI DESA RABAK KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK Karia, Yulianus Marong; Suyatno, Adi; Oktoriana, Shenny
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.43234

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pendapatan usahatani padi sawah, menganalisis tingkat kesejahteraan masyarakat, dan menganalisis bagaimana hubungan pendapatan usahatani padi sawah dan tingkat kesejahteraan masyarakat di Desa Rabak Kecamatan Sengah Temila Kabupaten Landak. Jumlah populasi sebanyak 264 petani dengan sampel sebanyak 72 petani. Hasil penelitian ini rata-rata pendapatan petani pertahun sebesar Rp 14.560.000,00, sedangkan hasil analisis dari 7 indikator tingkat kesejahteraan menurut BPS Tahun 2007 menunjukan bahwa banyak petani belum sejahtera sebanyak 38 petani (53%) dan petani yang sejahtera sebanyak 34 petani (47%) dan hasil hubungan pendapatan terhadap tingkat kesejahtraan masyarakat yaitu dengan nilai 0.844 yang artinya tingkat hubungannya sangat kuat.
KETAHANAN PANGAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT Setiabudi, Iwan; Aritonang, Marisi; Oktoriana, Shenny
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 10 No. 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45004

Abstract

According to Law No. 7 of 1996 and the Indonesian Government Regulation No. 68 of 2002 concerning food, food security is defined as a condition the fulfillment of food for households that reflected: : (1) adequate food availability, both in quantity and quality; (2) secure; (3) evenly; and (4) affordable In an effort to reduce community dependence only on rice as a staple food the government designed a food diversification policy through Presidential Instruction No. 14/1974 concerning Efforts to Improve the People's Food Menu (UMPMR). Food diversification is the most appropriate solution in solving problems in food needs. This research is entitled to analyze the role of food diversification on food security in West Kalimantan Province. The data analysis tool used was Microsoft exel 2013 and SPSS with Rank Spearman rho correlation. Based on the results and discussion in case studies the role of food diversification on the level of food security. West Kalimantan province is at a very low level. This is due to the high consumption of people in districts / cities in West Kalimantan Province for rice compared to other food consumption.Keyword : food security, food diversification, food consumtion.
STRATEGI PENGEMBANGAN AGRIBISNIS KARET RAKYAT DI KECAMATAN NANGA MAHAP KABUPATEN SEKADAU Aprianti, Novi; Dolorosa, Eva; Oktoriana, Shenny
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.68357

Abstract

Karet adalah sumber pendapatan, pekerjaan, dan perdagangan asing, yang mendorong perkembangan moneter di pangkalan baru di daerah di perkebunan karet serta pelestarian aset alam dan organic. Karet merupakan salah satu komoditas unggulan perkebunan yang ada di Kabupaten Sekadau. Mengingat potensi ketersediaan lahan yang cukup, pengembangan karet di Kabupaten Sekadau sangat menarik, yaitu sekitar 54 502, 00 hektar (Badan Pusat Statistik Kabupaten Sekadau, 2021). Petani di Kabupaten Sekadau sudah lama usahatani karet rakyat, dimana sebagian besar petani karet rakyat adalah pekerjaan utamanya. Dilihat dari BPS Kalimantan Barat, produksi rata-rata (ton) untuk karet rakyat di Kabupaten Sekadau rendah jika dibandingkan dengan Kabupaten Sintang. Kendala utama yang dihadapi petani ketika mencoba membangun perkebunan karet rakyat adalah lemahnya permodalan dan minimnya bibit yang digunakan dalam budidaya perkebunan karet, agar petani dapat memanfaatkan bibit yang ada dan teknologi sederhana, sehingga menghasilkan getah berkualitas rendah yang dibutuhkan pasar dan rendahnya produksi karet. Tujuan penelitian adalah menyusun strategi untuk peningkatan agribisnis karet rakyat di Kabupaten Sekadau. Teknik samplingnya adalah purposive sampling kemudian dianalisis SWOT dan QSPM. Hasil penelitian menunjukan strategi yang dipilih untuk pengembangan agribisnis karet rakyat di Sekadau adalah strategi tiga, menggunakan pemakaian bibit klon unggul untuk meningkatkan produktivitas karet dengan Total Attractiveness Scores sebesar 6,653.
RISK IDENTIFICATION IN INCREASING THE ADDED VALUE OF KERUPUK AMPLANG AT KETAPANG DISTRICT Putro, Haryo; Kurniati, Dewi; Oktoriana, Shenny
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.69436

Abstract

The obstacles faced by IKM that want to add value to similar products are increasingly complex, especially the amplang IKMs in Ketapang Regency. In order to have good competitiveness with various problems, it is necessary to have an elaboration of value-added improvement activities. then survey activities were carried out to find 9 IKMs, then compiled a questionnaire by making closed questions to Amplang IKM owners by violating the restrictions during production activities. on production risks such as machine breakdown, work environment discomfort, work accidents and requests such as contracts not going according to plan, demand for amplang fluctuates, competitors for amplang products. Furthermore, researchers seek to formulate several methods from experts in mitigating risk, namely using FMEA calculations so that they can prioritize the highest risk, namely the demand for ampalng which fluctuates by 28.87 because the IKM predicts orders from big holidays, using the ordering method via Whatsapp media, when Currently, IKM is trying to use social media, but it is difficult to access because using Google Mail which seems complicated, so IKM continues to use Whatsapp media as well as promotional media.
Faktor Penentu Kehilangan Pangan Pada Tahap Pasca Panen Usahatani Padi di Tingkat Petani Kecamatan Tebas Deza Pebia; Novira Kusrini; Shenny Oktoriana
Journal of Integrated Agricultural Socio-Economics and Entrepreneurial Research (JIASEE) Vol 4, No 2 (2026): Volume. 4 No. 2 Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jiasee.4.2.2026.86-91

Abstract

Kerugian pangan dalam pertanian padi tetap menjadi masalah penting karena berdampak pada efisiensi produksi, pendapatan petani, dan ketahanan pangan daerah. Kerugian pascapanen sering terjadi pada tahap panen, perontokan, pengeringan, dan penyimpanan akibat teknik penanganan yang tidak tepat serta rendahnya adopsi teknologi pascapanen oleh petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penentu kerugian pangan pascapanen dalam pertanian padi pada tingkat petani di Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas. Penelitian ini dilakukan pada bulan September hingga Oktober 2025 di Kecamatan Tebas. Jumlah responden sebanyak 97 petani padi yang dipilih menggunakan rumus Slovin dari populasi sebanyak 2.958 petani. Responden dipilih menggunakan teknik sampling acak. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan korelasi peringkat Spearman untuk menentukan hubungan antara variabel independen dan tingkat kerugian pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar petani mengalami kerugian pangan dalam kategori rendah. Faktor teknis seperti alat panen, waktu panen, metode perontokan, dan teknik pengeringan memiliki hubungan yang lebih kuat dengan kerugian pangan dibandingkan dengan faktor sosio-ekonomi. Peningkatan praktik penanganan pasca panen dan penguatan layanan penyuluhan pertanian merupakan strategi penting untuk mengurangi kerugian pangan dalam pertanian padi.