Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN KARAKTERISTIK PETANI DENGAN KEPATUHAN TERHADAP ISPO: STUDI KASUS PETANI SAWIT SWADAYA DI KABUPATEN SANGGAU Aditya; Maswadi; Shenny Oktoriana
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

ISPO (Indonesia Sustainable Palm Oil System) adalah salah satu kebijakan yang bertujuan dalam peningkatan daya saing minyak sawit yang dibuat oleh Kementrian Pertanian Indonesia. Hingga saat ini sertifikasi ISPO masih mengalami beberapa hambatan, masalah, tantangan, dan tuntutan. Pertama, terkait pemahaman dan kebijakan tentang konsep sustainability (berkelanjutan) di Indonesia. Kedua, mekanisme kelembagaan penyelengaraan sertifikasi ISPO. Tujuan dari penulisan ini ialah memberikan hasil analisis terkait bagaimana perbedaan persepsi petani sawit swadaya yang melakukan standarisasi sertifikasi ISPO dan yang tidak menjalankan sertifikasi ISPO. Penulisan penelitian ini didasarkan pada jenis metode penelitian desktiptif. Hasil temuan penelitian ialah petani sawit swadaya yang mendapatkan program pelatihan sekolah lapang demi mewujudkan sertifikasi ISPO mulai beradaptasi dan mengimplementasikan pengetahuan yang telah didapatkan untuk memenuhi standarisasi sertifikasi ISPO. Pengelolaan usahatani kebun sawit pada petani yang mendapatkan program pelatihan mendapatkan pengawasan langsung dari pihak lembaga penyelenggara, faktor ini juga yang mendorong minat petani dalam memenuhi standarisasi ISPO. Petani sawit swadaya yang tidak melaksanakan standarisasi ISPO masih melakukan penerapan pengelolaan kebun berdasarkan kebiasaan atau kebudayaan yang telah turun temurun, minimnya pengetahuan dan pengenalan terkait kebijakan ISPO pada petani mengakibatkan kurangnya minat petani dalam melakukan standarisasi ISPO.
The influence of farmers' knowledge of the jajar legowo planting system on rice production Pebriana, Rianti; Kurniati, Dewi; Oktoriana, Shenny
Agriekonomika Vol 14, No 1: April 2025
Publisher : Department of Agribusiness, Faculty of Agriculture, Universitas Trunojoyo Madura, Indonesi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriekonomika.v14i1.27269

Abstract

The Legowo row planting system is a method of rice cultivation with several rows separated by one empty row. This research aims to determine the influence of farmers' knowledge and skills in applying the Legowo row planting system on rice production. A quantitative descriptive method was used with 112 rice farmers who have implemented the system in Landak Regency. Data analysis was performed using the structural equation modeling (SEM) model with SMART PLS 3.0 software. The results show that rice production using the Legowo planting system is significantly influenced by knowledge factors, including training levels and innovation adoption, and skill factors, including procedures and water management. These factors significantly impact rice production for farmers implementing the Legowo system.
Faktor Penentu Kehilangan Pangan Pada Proses Pengolahan Pasca Panen Usahatani Padi di Tingkat Penggiling Kecamatan Tebas Inta, Florentina; Kusrini, Novira; Oktoriana, Shenny
Journal of Integrated Agricultural Socio-Economics and Entrepreneurial Research (JIASEE) Vol 4, No 2 (2026): Volume. 4 No. 2 Maret 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jiasee.4.2.2026.59-68

Abstract

Pengolahan pasca panen padi merupakan subsistem penting dalam sistem agribisnis yang berpengaruh terhadap tingkat kehilangan hasil dan mutu beras yang dihasilkan. Penanganan pasca panen yang kurang optimal, khususnya pada penggilingan padi skala kecil, masih menjadi permasalahan utama yang menyebabkan tingginya kehilangan pangan dan rendahnya kualitas beras. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kehilangan pangan pada proses pengolahan pasca panen padi di tingkat penggilingan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian dilakukan pada penggilingan padi di Kecamatan Tebas dengan metode pengamatan langsung terhadap proses penggilingan. Data kehilangan hasil dihitung menggunakan rumus persentase kehilangan standar dan dianalisis secara kuantitatif menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kehilangan hasil pasca penggilingan bervariasi pada setiap tahapan proses. Kehilangan hasil pada tahap penggilingan sebesar 60,93%, lebih rendah dibandingkan standar kehilangan penggilingan padi skala kecil sebesar 68–73%. Namun, kehilangan hasil pada tahap pengemasan mencapai 23,89%, jauh lebih tinggi dibandingkan standar pengemasan yang umumnya kurang dari 2%, sedangkan pada tahap penyimpanan kehilangan hasil relatif sangat kecil, yaitu 0,15%. Faktor-faktor yang cenderung meningkatkan kehilangan hasil meliputi umur pelaku usaha, kecepatan alat putar mesin, kapasitas mesin, umur mesin, dan lama penyimpanan, sedangkan pengalaman usaha, frekuensi perawatan mesin, tipe konfigurasi mesin, dan bentuk bulir padi berpengaruh dalam menurunkan kehilangan hasil. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan teknologi dan manajemen penggilingan padi skala kecil menjadi strategi penting untuk menekan kehilangan hasil pasca panen.