Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

INDIVIDUAL BEHAVIOUR FORMED BY ISLAMIC EDUCATIONAL INSTITUTIONS IN INDONESIA: ANALYSIS-DESCRIPTIVE STUDY Muzakki, Hawwin; Natsir, Ahmad; Nuha, Muhammad Afthon Ulin
Kodifikasia Vol 17 No 1 (2023)
Publisher : IAIN PONOROGO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/kodifikasia.v17i1.5788

Abstract

This research will examine how organizational institutions influence the formation of individual behaviour, while many other studies emphasize how individual behaviour influences organizational culture. This research will provide a broader picture of the factors that influence the formation of individual behaviour, especially from the perspective of organizational institutions. The method used in this research is a literature study, which collects data through written sources such as relevant journals and books. Data analysis was done using descriptive analysis, looking for patterns and finding themes from the collected materials. This study concludes (1) Islamic educational institutions in Indonesia can shape the biographical character of moderate Indonesian Islam, (2) Islamic educational institutions in Indonesia seek to shape individual behaviour that has the expected abilities following Islamic teachings and principles, (3) Islamic educational institutions in Indonesia strive to form positive personalities, namely individuals who have integrity, professionalism, innovation, responsibility and exemplary. (4) The process of behaviour change that occurs in Islamic educational institutions in Indonesia can occur through social interaction, understanding of Islamic teachings, and the relationship between individual behaviour and the consequences it produces. Penelitian ini akan mengkaji bagaimana institusi organisasi mempengaruhi pembentukan perilaku individu, sementara banyak penelitian lain yang menekankan bagaimana perilaku individu mempengaruhi budaya organisasi. Penelitian ini akan memberikan gambaran yang lebih luas mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan perilaku individu, terutama dari sudut pandang institusi organisasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur, yaitu pengumpulan data melalui sumber tertulis seperti jurnal dan buku yang relevan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif, mencari pola dan menemukan tema dari bahan yang dikumpulkan. Penelitian ini menyimpulkan (1) Lembaga pendidikan Islam di Indonesia dapat membentuk karakter biografi Islam Indonesia yang moderat, (2) Lembaga pendidikan Islam di Indonesia berupaya membentuk perilaku individu yang memiliki kemampuan yang diharapkan sesuai dengan ajaran dan prinsip Islam, (3) Pendidikan Islam institusi di Indonesia berupaya untuk membentuk pribadi-pribadi positif, yaitu individu-individu yang mempunyai integritas, profesionalisme, inovasi, tanggung jawab dan keteladanan. (4) Proses perubahan perilaku yang terjadi pada lembaga pendidikan Islam di Indonesia dapat terjadi melalui interaksi sosial, pemahaman ajaran Islam, dan hubungan antara perilaku individu dengan akibat yang ditimbulkannya.
Produksi Kue Brownies sebagai Upaya Meningkatkan Nilai Ekonomi Singkong di Krajan Blimbing Dolopo Madiun Muzakki, Hawwin
Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement Vol. 1 No. 2 (2020): Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement
Publisher : LP2M INSURI Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/amalee.v1i2.303

Abstract

Cassava, one of the staple foods of Indonesian people beside rice and sago, is promoted by the government as rice consumption replacements, together with corn, sago or potatoes. Cassava is indeed very easy to plant in all types of land, as in Krajan Hamlet, Blimbing Village, Dolopo District, Madiun Regency where almost every house has cassava plants on its garden. This fact encourages the engagement team to take the initiative to provide training of creative cassava processing. This activity aims to increase the economical value of cassava, which is one of the assets in the Krajan Hamlet, and is expected to be able to increase the family income, most of which are former migrant workers. Through the ABCD (Asset Based Community Development) method with some of its tools, found that the innovative and creative cassava process training in the form of "Si Engkong" cake can provide new insights and knowledge about cassava processing that have high selling points within the community. With a better processing of cassava, "Si Engkong" cake is expected to become a new trade commodity for the residents of Krajan Hamlet and its surroundings, so that it can raise the community's economy level. Keywords: ABCD, cassava processing, economical value, processed cassava, training Abstrak Singkong, salah satu makanan pokok masyarakat Indonesia selain nasi dan sagu, dipromosikan oleh pemerintah sebagai pengganti konsumsi beras, bersama dengan jagung, sagu atau kentang. Singkong memang sangat mudah ditanam di semua jenis tanah, seperti di Dusun Krajan, Desa Blimbing, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun di mana hampir setiap rumah memiliki tanaman singkong di kebunnya. Fakta ini mendorong tim pengabdi untuk mengambil inisiatif memberikan pelatihan pengolahan singkong. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai ekonomis singkong, yang merupakan salah satu aset di Dusun Krajan, dan diharapkan mampu meningkatkan pendapatan keluarga, yang sebagian besar adalah mantan pekerja migran. Melalui metode ABCD (Pengembangan Masyarakat Berbasis Aset) dengan beberapa alatnya, ditemukan bahwa pelatihan proses singkong yang inovatif dan kreatif dalam bentuk kue "Si Engkong" dapat memberikan wawasan dan pengetahuan baru tentang pemrosesan singkong yang memiliki nilai jual tinggi. Dengan pengolahan singkong yang lebih baik, kue "Si Engkong" diharapkan menjadi komoditas perdagangan baru bagi penduduk Dusun Krajan dan sekitarnya, sehingga dapat meningkatkan tingkat ekonomi masyarakat. Kata Kunci: ABCD, nilai ekonomi, olahan singkong, pengolahan singkong, pelatihan
Unggul Accreditation as a Quality-Based Marketing Strategy to Build University Brand Image Hawwin Muzakki; Khoirul Mudawinun Nisa’
International Journal of Multidisciplinary Research and Innovation Vol. 1 No. 1 (2025): Vol 1 No 1 June 2025
Publisher : Badan Usaha Milik Desa Berkaho Pungpungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64084/ijmri.v1i1.49

Abstract

Abstract. This study aims to examine the implementation of unggul accreditation as a brand image strategy to enhance the competitive advantage of higher education institutions. Focusing on the Early Childhood Islamic Education (PIAUD) Study Program at UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, this research explores how quality-based marketing strategies—through planning, brand-building factors, and positioning—contribute to institutional reputation and student trust. Using a qualitative field research approach, data were collected through interviews, observations, and documentation. The results show that unggul accreditation serves not only as a quality assurance label but also as a key branding component that differentiates the program from its competitors. Key success factors include the formation of an accreditation team, strong curriculum design, excellent infrastructure, and a commitment to continuous improvement. Strategies employed include clear positioning, effective differentiation, and integrated branding efforts that leverage institutional excellence, brand association, and uniqueness.
Teori Belajar Konstruktivisme Ki Hajar Dewantara serta Relevansinya dalam Kurikulum 2013 Hawwin Muzakki
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 2 No. 2 (2021): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v2i2.64

Abstract

Abstrak: Perdebatan panjang terjadi khususnya dalam hal teori belajar. Bermuara pada pertanyaan, apakah siswa dapat mengkonstruk sendiri pengetahuannya atau guru satu-satunya sumber belajar utama? Ki Hajar Dewantara dalam sejarahnya merupakan tokoh awal pendidik Indonesia yang visioner. Beliau membentuk Taman Siswa untuk menentang konsep pendidikan ala Belanda yang menghegemoni dan menjajah (Inferiority complex) kaum pribumi kala itu, sehingga membuat rakyat Indonesia tidak bisa berfikir secara merdeka. Konsep “berfikir merdeka” itulah, yang saat ini ditangkap oleh pemerintah melalui penerapan Kurikulum 2013 dengan pendekatan scientific. Penelitian ini merupakan penelitian literatur yang dianalisis dengan menggunakan hermeneutika filosofis, dengan tokohnya Gadamer. Penelitian ini ingin mengungkap (1) Bagaimana konsep teori belajar konstruktivisme Ki Hajar Dewantara? (2) Bagaimana relevansi pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai teori belajar konstruktivisme dengan Kurikulum 2013? Adapun tujuan dalam penelitian ini untuk memberikan gambaran pemikiran Ki Hajar Dewantara tentang Teori Belajar Konstruktivisme dan relevansinya dengan Kurikulum 2013. Hasil penelitian ini menghasilkan kesimpulan: Pertama, teori belajar konstruktivisme Ki Hajar Dewantara yaitu: (1) Kesetaraan antara Peserta Didik dan Guru (2) Pemanfaatan sumber belajar lingkungan dan budaya (3) Pembelajaran berbasis observasi (4) Pembelajaran merdeka (5) Tut Wuri Handayani. Kedua, pemikiran Ki Hajar Dewamtara atas Relevansinya dengan Kurikulum 2013 dikaji melalui 2 aspek, yaitu: penekanan instruksional serta peran guru dan siswa.
BUS (Bussines Unit Strategies) di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung untuk Meningkatkan Daya Saing Lembaga Hawwin Muzakki
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 3 No. 2 (2022): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v3i2.110

Abstract

Perkembangan manajemen yang begitu dahsyat era modern ini, berawal dari perubahan paradigma manajemen tradisional menuju manajemen modern yang berbasis pengetahuan. Paradigma baru itu kemudian dibawa pada ranah manajemen lembaga pendidikan Islam. Ada tiga tingkatan dalam perencanaan strategik. Pertama ialah menetapkan strategi tingkat korporat, kedua bagaimana unit bisnis mengembangkan strategi dan ketiga strategi operasional. Objek dalam penelitian ini yaitu UIN SATU Tulungagung karena mempunyai keunikan mengembangkan unit bisnis. Penelitian ini ingin menggali sisi kosong mengenai strategi unit bisnis yang dikembangkan oleh UIN Sayyid Ali Rahmatullah (SATU) Tulungagung di level fakultas dan Badan Layanan Umum. Menggunakan pendekatan kualitatif, jenis studi lapangan (field research) dengan meminjam teori strategi generic dari Porter. Penelitian ini menyimpulkan: 1) Strategi unit bisnis untuk meningkatkan daya saing lembaga yaitu dengan mengembangkan BLU dan empat Fakultas yang ada di UIN SATU Tulungagung 2). Dalam perguruan tinggi Islam istilah hierarki strategi bertransformasi menjadi strategi institusional, strategi fakultas, dan strategi jurusan. 3). Strategi Unit Bisnis di UIN SATU Tulungagung menggunakan empat strategi generik, yakni: Strategi Kepemimpinan Biaya, Strategi Fokus–Biaya Rendah, Strategi diferensiasi dan Strategi Fokus, yang diterapkan oleh masing-masing Fakultas dan Badan Layanan Umum. Penelitian ini menegaskan pentingnya mengembangkan strategi unit bisnis pada lembaga pendidikan yang menggunakan BLU. Kata Kunci: Bussines Unit Strategies, Manajemen Strategik, Daya Saing
Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk Meningkatkan Daya Saing Mahasiswa di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung Hawwin Muzakki
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 4 No. 2 (2023): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v4i2.208

Abstract

UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung has implemented the MBKM curriculum, one of the strategies to increase student competitiveness. One of the aspects developed to improve student competitiveness is the ability of soft skills, hard skills, intrapersonal intelligence, and interpersonal intelligence. It is interesting to see the curriculum development using the ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, Evaluate) model lens. Using a descriptive qualitative approach with the type of case study research, this research explores how to analyze, design, develop, implement, and evaluate the development of the MBKM Curriculum at UIN SATU Tulungagung. In conclusion, the analysis aspects of the MBKM curriculum are: analyzing the Vision and Mission, reading industry needs, global capabilities, and learning objectives. The MBKM curriculum design is 4 semesters of learning in Study Programs, 1 semester of Learning outside the Study Program in Higher Education, 2 semesters of learning outside of Higher Education, then 1 semester of Final Project. The development of the MBKM Curriculum at UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung includes 8 BKP (Forms of Learning Activities) to improve hard skills. Soft skills, interpersonal skills, and intrapersonal skills. Implementing the MBKM Curriculum is carried out in stages. It continues until semester 6 through the Permata PTKIN program evaluation of the MBKM curriculum: sharing with users, student feedback, and direct observation.
Model Pengembangan Kurikulum Riset Konstruktif-Integratif dalam Meningkatkan Prestasi Akademik di MAN 2 Tulungagung Hawwin Muzakki
Southeast Asian Journal of Islamic Education Management Vol. 5 No. 1 (2024): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo (previously known as IAIN Ponorogo)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/sajiem.v5i1.286

Abstract

This research highlights significant differences between research approaches at State Islamic Senior High School (MAN) and University curricula. The research curriculum development, adjustment, and modification at the madrasah level are the main attractions for researchers who want to continue their research and in-depth study of the research curriculum at MAN 2 Tulungagung. This research seeks to explore the curriculum development model at MAN 2 Tulungagung to explain the research curriculum development at MAN 2 Tulungagung by borrowing Tyler's curriculum development theory. This research was explored using in-depth interviews, documentation and participant observation. The approach used in this study is qualitative. The data obtained was analyzed using the stages of data collection, presentation, condensation, and conclusion. This research concludes the research curriculum development model at MAN 2 Tulungagung using a constructivist-integrative model with the steps: (1) Using a clear legal basis, (2) Integrating the independent curriculum and research curriculum, (3) Carrying out a preliminary study, (4) ) Designing intracurricular, extracurricular and incidental development activities, (5) Developing research curriculum components, (6) Organizing the curriculum, (7) Collaborating with other agencies, and (8) Evaluating research programs which are carried out sequentially and continuously.
The Management Of Innovation Initiation In Islamic Education And Its Implications For Madrasah Competitiveness: A Multisite Qualitative Study Hawwin Muzakki; Ngainun Na’im; Mujamil Qomar
International Journal of Education Management and Religion Vol. 3 No. 2 (2026): July 2026
Publisher : Pondok pesantren As-salafiyah As-Safi'iyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71305/ijemr.v3i2.1485

Abstract

This study examines the management of innovation initiation in Islamic education and its implications for strengthening madrasah competitiveness, using MAN 2 Tulungagung and MAN 2 Kota Kediri as multisite cases. While existing studies on Islamic educational innovation primarily focus on implementation and outcomes, the initiation phase of innovation remains underexplored, particularly in the context of madrasah management. Employing a qualitative phenomenological approach within a naturalistic paradigm, this research explores how innovation initiation is strategically managed across three domains: curriculum, student development, and human resources (teachers). The findings indicate that innovation initiation is driven by benchmarking, internal awareness building, and systematic identification of student potential through psychological and talent–interest assessments. MAN 2 Tulungagung initiated innovation through talent-based superior classes and differentiated instruction aligned with the Merdeka Curriculum, supported by structured teacher development. In contrast, MAN 2 Kota Kediri adopted an integrative model that connects intrakurikuler, kokurikuler, and ekstrakurikuler programs through its “Red Carpet” philosophy, emphasizing holistic talent development and character formation. Across both sites, innovation initiation is characterized by collaborative decision-making, curriculum flexibility, professional learning communities, and strong leadership commitment. This study contributes novel insights by conceptualizing innovation initiation as a strategic managerial process that precedes implementation and directly shapes institutional competitiveness. It demonstrates that innovation initiation grounded in Islamic educational values functions as a foundational driver of academic excellence, institutional differentiation, and sustainable competitive advantage in contemporary madrasahs.
Pelatihan Pelayanan Kesehatan Berbasis Partisipatif sebagai Upaya Peningkatan Kesadaran Hidup Sehat di Desa Krosok Hawwin Muzakki; Muh Ibnu Sholeh; Ahmad Natsir; Hairul Fauzi; Khoirul Mudawinun Nisa’
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2025): July 2025
Publisher : Ponpes As-Salafiyyah Asy-Syafi'iyyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71305/jpkm.v1i2.280

Abstract

Desa Krosok di Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung, merupakan wilayah pegunungan dengan mayoritas penduduk berprofesi sebagai petani dan peternak. Tingginya aktivitas fisik serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, terutama di kalangan lansia, berdampak pada meningkatnya kasus hipertensi dan asam urat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kesehatan melalui intervensi berupa terapi bekam, pemeriksaan tekanan darah, dan penyuluhan gaya hidup sehat. Pelaksanaan kegiatan dilakukan di Balai Desa Krosok dengan pendekatan partisipatif berbasis teori Asset-Based Community Development (ABCD), melibatkan tokoh masyarakat, perangkat desa, tenaga kesehatan lokal, kelompok PKK, dan kader posyandu. Hasil menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat serta peningkatan pemahaman mengenai pengobatan alternatif dan pentingnya deteksi dini penyakit tidak menular. Bekam dinilai sebagai metode yang efektif, terjangkau, dan sesuai dengan budaya lokal. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam membangun budaya hidup sehat dan berpotensi menjadi agenda rutin pelayanan kesehatan desa.