Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA TENAGA KESEHATAN Swandy Mirsal; Daniel Ginting; Asima Sirait; Fridalina Tarigan; Donald Nababan
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jkmlh.v11i1.6306

Abstract

Latar Belakang: Rumah sakit daerah sebagai fasilitas pelayanan kesehatan rujukan memiliki tantangan tersendiri dalam mengelola sumber daya manusia, sehingga diperlukan kepemimpinan yang efektif serta motivasi kerja yang tinggi untuk meningkatkan kinerja tenaga kesehatan. Kinerja tenaga kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit. Kinerja yang optimal dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya kepemimpinan dan motivasi kerja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kepemimpinan dan motivasi kerja dengan kinerja tenaga kesehatan di RSUD Dolok Sanggul Kabupaten Humbang Hasundutan. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga kesehatan di RSUD Dolok Sanggul yang berjumlah 423 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah tenaga kesehatan di RSUD Dolok Sanggul yang diambil menggunakan purposive sampling (81 orang). Analisis data menggunakan uji Spearman rank. Hasil: Hasil penelitian didapatkan kepemimpinan di RSUD Dolok Sanggul Kabupatan Humbang Hasundutan adalah mayoritas baik (65.4%), motivasi kerja mayoritas adalah tinggi (66,7%) dan kinerja tenaga kesehatan mayoritas adalah baik (51.9%). Analisis hubungan kepemimpinan dan motivasi kerja dengan kinerja tenaga kesehatan didapatkan hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kepemimpinan dengan kinerja tenaga kesehatan, dan ada hubungan yang signifikant motivasi kerja dengan kinerja tenaga kesehatan (p=0,000; p=0,000). Kesimpulan kepemimpinan dan motivasi kerja memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja tenaga kesehatan di RSUD Dolok Sanggul Kabupaten Humbang Hasundutan. Oleh karena itu, pihak manajemen rumah sakit diharapkan dapat meningkatkan kualitas kepemimpinan serta memberikan dorongan motivasi kerja guna meningkatkan kinerja tenaga kesehatan dan mutu pelayanan kesehatan.
ANALISIS KEPUASAN PASIAN ATAS PELAYANAN RAWAT JALAN DI POLI PENYALIT DALAM RSU. ESHMUM MEDAN Rizky Haryantari; Kesaktian Manurung; Asima Sirait; Donal Nababan; Rinawati Sembiring
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Pelayanan poli rawat jalan yaitu jenis layanan medis di rumah sakit yang dirujuk kepada pasien waktu kurang dari 24 jam, hingga tidak memerlukan perawatan di rumah sakit. Layanan ini bertujuan untuk melaksanakan observasi, menetapkan diagnosis, memberikan terapi, melakukan rehabilitasi, serta menyelenggarakan berbagai layanan kesehatan lainnya Tujuan: untuk mengevaluasi keterkaitan antara mutu pelayanan dengan tingkat kepuasan pasien terhadap layanan rawat jalan di Poliklinik Penyakit Dalam RSU Eshmun Medan Metode: menggunakan pendekatan analitis dengan desain potong lintang (cross-sectional). Populasi melibatkan seluruh pasien rawat jalan yang datang ke Poliklinik Penyakit Dalam RSU Eshmun Medan selama bulan Juni 2023, yang berjumlah 283 orang. Sampel diambil sebanyak 96 orang, menggunakan rumus penentuan sampel untuk estimasi proporsi, dan diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan oleh peneliti. Pengolahan dan analisis data dilakukan secara komputerisasi dengan menggunakan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi α = 0,05. Simpulan: bahwa ada hubungan yang signifikan antara mutu layanan dan kepuasan pasien (α < 0,05). Dengan kata lain, semakin baik kualitas pelayanan yang disediakan oleh rumah sakit, maka tingkat kepuasan pasien pun akan semakin tinggi Hasil: diharapkan dapat memberikan saran bagi pihak rumah sakit agar meningkatkan efektivitas pengawasan terhadap semua aspek layanan, baik dari segi struktural maupun fungsional. Setiap unit layanan dapat melaksanakan tugasnya dengan lebih profesional, berkualitas, dan fokus pada kepuasan pasien.
TUBERKULOSIS DALAM LANSKAP KEPADATAN DAN HUNIAN: STUDI SPASIAL DI PULAU NIAS Vierto Irennius Girsang; Meriberlina Ziliwu; Asima Sirait; Laura Mariati Siregar
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 10 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Penyakit tuberkulosis adalah salah satu penyakit yang dipengaruhi oleh lingkungan. Diantaranya yaitu, kepadatan penduduk dan cakupan rumah sehat. Penyakit tuberkulosis paru. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kepadatan penduduk dan cakupan rumah sehat dengan kejadian tuberkulosis di Pulau Nias. Metode: Jenis penelitian menggunakan metode kuantitatif. Desain yang dipakai adalah desain penelitian ekologi. Sumber data penelitian diperoleh dari Dinas Kesehatan di Kepulauan Nias, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dan BPS Provinsi Sumatera Utara. Populasi dalam penelitian ini adalah semua penderita tuberkulosis di Pulau Nias yang ada pada TB 03 tahun 2023. Penelitian ini menggunakan total sampling dimana seluruh data penderita Tuberkulosis di Pulau Nias. Analisa data menggunakan analisa spasial. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah dengan kepadatan penduduk cukup padat dengan kasus tuberkulosis rendah sebanyak 16 kecamatan. Wilayah dengan kepadatan penduduk cukup padat dengan kasus rendah sebanyak 14 kecamatan. Tidak ada hubungan kepadatan penduduk dengan kejadian tuberkulosis di Pulau Nias. Ada hubungan cakupan rumah sehat tinggi dengan kasus tuberkulosis. Simpulan: Tidak ada hubungan kepadatan penduduk dengan kejadian tuberkulosis di Pulau Nias. Ada hubungan cakupan rumah sehat tinggi dengan kasus tuberkulosis. Dinas Kesehatan di Pulau Nias, Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara dan BPS Provinsi Sumatera Utara lebih meningkatkan ketersediaan data-data kasus tuberkulosis per kecamatan serta melengkapi data-data terkait kasus tuberkulosis dan jumlah penduduk di Pulau Nias.
PATIENT KNOWLEDGE AS DETERMINANT OF MEDICATION ADHERENCE IN TYPE 2 DIABETES MELLITUS AT SIMARMATA PRIMARY HEALTH CENTER, SAMOSIR REGENCY Laura Mariati Siregar; Nurpina Simarmata; Vierto Irennius Girsang; Asima Sirait
Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Mutiara Ners
Publisher : Program Studi Ners UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Diabetes mellitus management includes dietary restrictions, increased physical activity, an appropriate medication regimen, regular medical follow-up, and periodic metabolic monitoring through laboratory examinations. Adherence of diabetes mellitus patients to therapy that has been indicated and prescribed by physicians will lead to positive therapeutic effects. Purpose: The aim of this study is to identify the relationship between patient knowledge and medication adherence among type 2 diabetes mellitus patients at Simarmata Primary Health Center, Samosir Regency. Methods: This study employed a quantitative research approach with a cross-sectional design. The population consisted of all diabetes mellitus patients who were undergoing routine medical follow-up at the health center, totaling 32 individuals. The sample was selected using a total sampling technique, resulting in 32 respondents. Results: The study findings showed that 56.3% of respondents had good knowledge, with 34.4% demonstrating adherence to medication and 21.9% non-adherence. Respondents with moderate knowledge accounted for 37.5%, of whom 34.4% were non-adherent and only 3.1% adherent. The statistical test resulted in a significance value of Sig. = 0.001, which was lower than 0.005, indicating a significant relationship between knowledge and medication adherence. Conclusion: It can therefore be concluded that there is a significant relationship between patient knowledge and medication adherence among people with type 2 diabetes mellitus. Respondents are encouraged to further improve their adherence to prescribed medication in order to increase the likelihood of successful treatment outcomes and achieve a higher rate of recovery.
ANTITUBERCULOSIS DRUG SIDE EFFECTS AND MEDICATION ADHERENCE AMONG PATIENTS WITH PULMONARY TUBERCULOSIS: A CROSS-SECTIONAL STUDY AT HUTABAGINDA PRIMARY HEALTH CARE CENTER, NORTH TAPANULI, INDONESIA Asima Sirait; Evi Sri Junita Sitohang; Vierto Irennius Girsang; Laura Mariati Siregar
Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Mutiara Ners
Publisher : Program Studi Ners UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jmn.v9i2.6498

Abstract

Background: Non-adherence to treatment remains one of the major barriers to successful pulmonary tuberculosis therapy. The long duration of treatment and the occurrence of antituberculosis drug adverse effects may cause patients to take their medication irregularly or discontinue treatment prematurely. This study aimed to analyze the association between antituberculosis drug adverse effects and treatment adherence among pulmonary tuberculosis patients at Hutabaginda Public Health Center, Tarutung District, North Tapanuli Regency, in 2026. Methods:This observational analytic study used a cross-sectional design. All 73 eligible pulmonary tuberculosis patients receiving antituberculosis drugs in 2026 were included using total sampling. Side effects were assessed using a 13-item questionnaire adapted from previous studies, while treatment adherence was measured using the MMAS-8. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-square test. Results:Most respondents experienced mild antituberculosis drug adverse effects, accounting for 60.3%, while 68.5% were categorized as adherent to treatment. Bivariate analysis showed a significant association between antituberculosis drug adverse effects and treatment adherence among pulmonary tuberculosis patients. These findings indicate that the severity of adverse effects experienced by patients is associated with their consistency in undergoing treatment. Conclusion:Antituberculosis drug adverse effects are associated with treatment adherence among pulmonary tuberculosis patients. Easily understood education, adverse-effect monitoring, and continuous support from healthcare workers should be strengthened to help patients complete their treatment.                                                                              
Determinan Keberadaan Bakteri E. coli pada Air Minum: Survei pada Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan Surya Kusuma Purba; Myrnawati Crie Handini; Asima Sirait
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 4 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 4, November 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i4.493

Abstract

Latar Belakang: Air minum isi ulang harus bebas dari cemaran bakteri E. coli dikarenakan sebagian besar masyarakat menjadikan air minum isi ulang sebagai sumber air minum utama. Pemeriksaan bakteri E. coli dan faktor determinannya perlu dilakukan pada DAMIU di Kecamatan Medan Belawan sebagai evaluasi terhadap kualitas air minum isi ulang. Penelitian ini bertujuan menganalisis bakteri E. coli di DAMIU serta faktor determinan yang berhubungan dengan kandungan E. coli yang meliputi tempat pengolahan, kondisi peralatan, kondisi penjamah dan sumber air baku.Metode: Penelitian dilakukan sejak Oktober 2021 sampai dengan Agustus 2022 dengan menggunakan desain studi Cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan di 30 DAMIU di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara melalui observasi dan wawancara dengan merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2014 tahun 2014 Tentang Higiene Sanitasi Depot Air Minum. Uji Chi Square digunakan untuk menguji hubungan faktor determinan dengan keberadaan E. coli, sementara regresi logistik berganda dilakukan untuk mengetahui faktor determinan yang paling berpengaruh.Hasil: Penelitian ini menemukan hubungan yang signifikan antara tempat pengolahan air minum isi ulang (p=0,015), kondisi peralatan pengolahan air minum (p=0,001), dan kondisi penjamah pengolahan air minum (p=0,004) dengan keberadaan bakteri E. coli di DAMIU Kecamatan Medan Belawan.Kesimpulan: Kondisi penjamah merupakan variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap keberadaan E. coli pada air minum isi ulang. Oleh karena itu, disarankan agar pemeriksaan bakteriologis dan kimiawi berkala dilakukan oleh pengusaha dan petugas kesehatan. Kata Kunci: Depot air minum isi ulang, E. coli, Faktor determinan Background: Refill drinking water must be free from E. coli contamination because most people used it as their main source of drinking water. Examination of E. coli and its determinant factors needs to be carried out at Refill Drinking Water Depot (RDWD) in Belawan District as an evaluation of the quality of refill drinking water. This study aimed to analyze E. coli bacteria in RDWD and determinants associated with E. coli, including processing facilities, equipment conditions, handler conditions, and the source of water.Method: This study was conducted from October 2021 to August 2022 with a Cross-sectional approach. Data collection was carried out at 30 RDWDs in Belawan District, Medan Municipal, North Sumatra through observation and interview references to Minister of Health Regulation Number 43 of 2014 Concerning Drinking Water Depot Sanitation Hygiene. Chi-square test was performed to examine the relationship between determinant and the occurrence of E. coli, while logistic regression was used to identify the most influential determinant.Results: The results reveal that E. coli was significantly associated with the dependent variables, including the processing location of refill drinking water (p=0.015), the condition of refill drinking water processing equipment (p=0.001), and the condition of refill drinking water processing handlers (p=0.004) in the RDWDs in the study.Conclusion: The condition of the handlers was the most dominant determinant in the presence of E. coli in refill drinking water. This research emphasizes the importance of periodic bacteriological and chemical examinations by owners and health officials.Keywords: Determinant factors, E. coli, Refill drinking water depot
Screening for Psychosocial Problems Using the PSC-35/Youth and Associated Factors among Adolescents: A Cross-Sectional Study at MTs Al-Washliyah 42 Sipispis, Serdang Bedagai, Indonesia Asima Sirait; Ismi Ilaika; Agnes Purba; Mido Ester Sitorus; Ronni Naudur Siregar
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 9 No. 9 (2026): In Progress
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v9i9.10606

Abstract

Introduction: Psychosocial problems may contribute to depression among adolescents, yet many cases remain undetected. In the 2023 Indonesian Health Survey, 2.8% of individuals aged 15–24 years had mental health problems in the previous month. Peer pressure and school bullying may increase psychosocial stress and the risk of depression. Evidence on school-based screening using the Pediatric Symptom Checklist (PSC) in North Sumatra is limited. This study aimed to screen adolescents for psychosocial problems using the PSC-35/Youth and identify associated factors at MTs Al-Washliyah 42 Sipispis, Serdang Bedagai, Indonesia. Methods: This cross-sectional study included 142 adolescents aged 12–15 years at MTs Al-Washliyah 42 Sipispis; all 142 were included in the analysis. Psychosocial problems were assessed using the Pediatric Symptom Checklist-35/Youth (PSC-35/Y), an Indonesian translation reviewed by experts for linguistic appropriateness, item clarity, and semantic equivalence with the original instrument. The 35 items are rated as “never” (0), “sometimes” (1), or “often” (2), giving a total score of 0–70; a score ≥30 indicates a positive screen for psychosocial problems. Ethical approval was granted under approval number 4122/F/KEP/USM/IV/2026. Associations were examined using the chi-square test followed by multivariable logistic regression, with a 95% confidence level. Results: Of the 142 adolescents, 65 (45.8%) screened positive for psychosocial problems. Bivariate analysis identified significant associations with family environment (p = 0.001), school environment (p = 0.023), peer relationships (p = 0.009), and academic achievement (p = 0.008). Multivariable analysis showed that adolescents with a positive family environment had lower odds of screening positive for psychosocial problems compared with those with a negative family environment as the reference category (OR = 0.093; 95% CI: 0.037–0.231; p = 0.001). Conclusion: Psychosocial problems were common among the adolescents in this study. Family environment, school environment, peer relationships, and academic achievement were significantly associated with psychosocial problems in bivariate analyses; family environment remained significant in the multivariable model. These findings support strengthening family support systems and school-based psychosocial screening and support for adolescent mental health.
Co-Authors A.Dachi, Rahmat Afif Husain Faizar Agnes Purba Agnes Purba Agnes Purba Aprilyani, Ramanda AZRIANA . Bakkara, Renasti Bangun, Henny Arwina Bevy Gulo, Adventy Riang Br Tarigan, Ramanda Aprilyani Brahmana, Nettietalia Br Brahmana, Romeika Sembiring Daniel Ginting Daniel Ginting Daniel Ginting Dewi R Bancin Dianta Ulina Ginting, Sri Donal Nababan Donal Nababan Donal Nababan Donald Nababan Elliwati Ginting Evi Sri Junita Sitohang Fitri Debby Sitohang Frida Lina Tarigan Fridalina Tarigan Ginting, Elliwati Hafizuddin Hafizuddin Hakin, Lukman Haryantari, Rizky Heru Santoso Hulu, Darto Eli Syah Putra IDARIA SIDABUKKE Irawaty A. Kahar Irennius Girsang, Vierto Ismi Ilaika Janno Sinaga Jek Amidos Pardede Juneris Aritonang Kesaktian Manurung Kristimone Andayani Lasria Kartika Laura Mariati Siregar Laura Mariati Siregar Lubis, Laniah Lukman Hakim Lumbantoruan, Mestika Lumbantoruan, Mestika Manullang, Hanna Junima Manurung, Kesaktian Masdalina Pane Maulana Ramzi, Tengku Mendrofa, Priska Helni Swandy Meriberlina Ziliwu Mestika Lumbantoruan Mido Ester Sitorus Mindo Tua Siagian MYRNAWATI CRIE HANDINI MYRNAWATI CRIE HANDINI Netti Etalia Br Brahmana Netty Sembiring Nurcahaya Putri Nasution Nurpina Simarmata Nurwijayanti Otniel Ketaren, Sinar Panjaitan, Finta Berliana Pardede, Jek Amidos PRIAJAYA, SONNY Priska Mendrofa Purba, Jenny Marlindawani Purba, Yunita Rahmat Alyakin Dakhi Resmi Pangaribuan Rinawati Sembiring Rizki, Hudeni Rizky Haryantari Ronni Naudur Siregar Ronni Naudur Siregar Roos Etty Nainggolan, Christine Sarah Fadhila Siregar Sembiring, Evarina Sembiring, Rinawati Seri Asnawati Munthe Siagian, Mindo Siagian, Mindo Tua Sidabukke, Ida Ria Royentina Sidabukke, Idaria R Silaban, Lidia Simamora, Elsiana Simarmata, Nurpina Sinaga, Taruli Rohana Sipayung, Rosetty Siregar, Laura Mariati Sitorus, Ester J. Sitorus, Grace Tina Sari Sitorus, Mido Ester SONNY PRIAJAYA Sri Dearmaita Purba Subarma, Didik Surya Kusuma Purba SUSIANI . Swandy Mirsal Taruli Rohana Sinaga Telaumbanua, Hendrikus Toni Wandra Vierto Yani, Fatimah Yunita Purba Ziliwu, Meriberlina