p-Index From 2021 - 2026
8.178
P-Index
This Author published in this journals
All Journal TARBIYA : Journal Education in Muslim Society ARABIYAT Shaut Al-'Arabiyah Lisanuna: Jurnal Ilmu Bahasa Arab dan Pembelajarannya MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Al-Ta'rib : Jurnal Ilmiah Program Studi Pendidikan Bahasa Arab UIN Palangka Raya Arabi : Journal of Arabic Studies Arabiyatuna : Jurnal Bahasa Arab Studi Arab IZDIHAR An Nabighoh Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Bahasa Arab LISANAN ARABIYA: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Budimas : Jurnal Pengabdian Masyarakat Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Pendidikan Islam International Journal of Arabic Language Teaching IJALT Kalamuna El-Jaudah : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Muhadasah : Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Al-Rasikh : Jurnal Hukum Islam Fashohah : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa Arab Asalibuna Kilmatuna: Journal Of Arabic Education TADRIS AL-ARABIYAT: Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan Bahasa Arab Lahjatuna: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Al-Rasikh : Jurnal Hukum Islam Jurnal Al-Mashadir: Journal of Arabic Education and Literature Lughawiyah: Journal of Arabic Education and Linguistics Adabuna: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Lahjatuna: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Nidhomiyyah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Jurnal Pendidikan Islam Journal of Arabic Language Learning and Teaching Pelita: Jurnal Studi Islam Mahasiswa UII Dalwa Al Mu'azarah: Jurnal Pengadian kepada Masyarakat Mohuyula : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesian Journal of Islamic Religious Education (INJIRE) Al-Wazan Lughawiyyat: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Pedagogy: Journal of Multidisciplinary Education Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengabdian Internasional: Pendampingan Bahasa Arab Dasar Berbasis al-Muḥāwarah al-Yawmiyyah di Malaysia Segaf Baharun; Nur Hanifansyah; Muhamad Solehudin; Moh. Tohiri Habib; Yusuf Arisandi; Syahrul Iswan; M. Yusuf Harun
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2025): Desember 2025
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66053/mosaic.v2i3.194

Abstract

Pengabdian internasional ini dilaksanakan sebagai respons terhadap rendahnya keberanian santri dalam menggunakan bahasa Arab secara lisan meskipun telah memiliki hafalan kosakata dasar, serta adanya perbedaan bahasa Melayu–Indonesia yang berpotensi menghambat efektivitas pemahaman. Kegiatan ini dilakukan di Ma’had Tahfiz Darul Ulum (MADU) Negeri Sembilan, Malaysia, dengan tujuan memperkuat keterampilan berbahasa Arab dasar santri melalui pendekatan al-Muḥāwarah al-Yawmiyyah (dialog harian). Pengabdian dilaksanakan pada Agustus–September 2025 (±8 minggu) dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR), melibatkan sekitar tiga puluh santri tingkat awal. Materi meliputi penggunaan kata tanya sederhana seperti hal (هل), mādhā (ماذا), ayna (أين), serta pengenalan bentuk fiʿil māḍī dengan dhomir -ta dan -tu. Metode yang digunakan berupa ceramah interaktif, simulasi dialog, dan pendampingan intensif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keberanian santri berbicara, kemampuan menyelaraskan kosakata Melayu dengan padanan Arab, serta terciptanya suasana kelas yang lebih hidup dan komunikatif. Dengan demikian, pengabdian ini berkontribusi pada pengembangan pembelajaran bahasa Arab dasar dalam konteks internasional melalui pendekatan komunikatif dan interkultural. Implikasinya menegaskan pentingnya strategi adaptif yang mengintegrasikan penguasaan kosakata, praktik dialog, dan sensitivitas lintas bahasa sebagai model pengabdian bahasa Arab di Asia Tenggara.
Exploring Ai-Assisted Transcription as Scaffolding In Arabic Listening Comprehension Baharun, Segaf; Hanifansyah, Nur; Habib, Moh. Tohiri; Mahmudah, Menik; Batrisya , Nur Aunie
Izdihar : Journal of Arabic Language Teaching, Linguistics, and Literature Vol. 9 No. 1 (2026): Izdihar: Journal of Arabic Language Teaching, Linguistics, and Literature
Publisher : Arabic Education Department, Islamic Studies Faculty, Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/jiz.v9i1.42312

Abstract

This study examined the effectiveness of AI-assisted transcription as instructional scaffolding for Arabic listening comprehension in Indonesian pesantren, a context where listening skills receive limited pedagogical attention and empirical research on AI-mediated support remains scarce. While previous studies on artificial intelligence in language learning have focused mainly on vocabulary, grammar, or speaking skills in general EFL settings, the pedagogical role of AI transcription in Arabic listening within faith-based education has been largely unexplored. Using a mixed-methods quasi-experimental design, this study involved forty-five male pesantren students (aged 16–18) divided into experimental and control groups during a twelve-week intervention. Quantitative data were collected through standardized Arabic listening pre-tests and post-tests, while qualitative data were obtained from semi-structured interviews, focus group discussions, classroom observations, and transcription usage logs. Quantitative analysis employed paired and independent samples t-tests with effect size calculation (Cohen’s d), whereas qualitative data were analyzed using thematic analysis. The findings indicate that students supported by AI-assisted transcription achieved significantly higher listening comprehension gains (d = 0.42) and reported reduced anxiety, increased confidence, and greater engagement. The study contributed theoretically by extending scaffolding and cognitive load principles to AI-assisted Arabic listening instruction, and practically by offering a culturally grounded model for integrating AI transcription in pesantren classrooms.
Transformasi Pembelajaran Bahasa Arab di Bulan Ramadhan: Pendampingan Berbasis Psikologi Kognitif dan Afektif Segaf Baharun; Nur Hanifansyah; Muhamad Solehudin; Juliari Agustian; Moh. Tohiri Habib; Badrus Shalih; Menik Mahmudah
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66053/mosaic.v3i1.405

Abstract

 Program Daurah Ramadhan di Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah merupakan momentum strategis untuk mengoptimalkan pembelajaran bahasa Arab melalui pendekatan yang lebih intensif dan terstruktur, program ini selalu diadakan setiap tahun. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mentransformasikan pembelajaran mufradat serta meningkatkan keberanian santri dalam merangkai kata dan mengungkapkan gagasan secara lisan melalui pendampingan berbasis psikologi kognitif dan afektif. Program dilaksanakan selama 20 hari dengan melibatkan 28 santri sebagai peserta, menggunakan model pendampingan harian yang menekankan penguatan memori kosakata, latihan perangkaian kalimat sederhana, serta pembinaan motivasi dan regulasi emosi dalam berbicara. Pendekatan kognitif diterapkan melalui teknik repetition, active recall, dan asosiasi makna, sedangkan pendekatan afektif dilakukan melalui penguatan motivasi intrinsik, dukungan emosional, dan praktik berbicara dalam suasana yang suportif. Evaluasi program dilakukan melalui observasi partisipatif, perbandingan kemampuan pra dan pasca intervensi, serta analisis perkembangan mufradat aktif dan perilaku verbal peserta. Hasil menunjukkan adanya peningkatan kemampuan peserta, ditandai dengan kenaikan rata-rata mufradat aktif dari 4,2 menjadi 19,7 kata, serta peningkatan persentase peserta yang mampu berbicara mandiri dari 10,7% menjadi 78,6%. Selain itu, indikator afektif seperti keberanian berbicara dan kepercayaan diri juga mengalami peningkatan yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi pendekatan kognitif dan afektif dalam pembelajaran intensif Ramadhan efektif dalam meningkatkan kompetensi linguistik sekaligus kesiapan psikologis peserta didik.
Pemberdayaan Keterampilan Mengetik Arab melalui Arabic Keyboard Typing Mastery (AKTM) untuk Santri dan Mahasiswa Berbasis Platform Digital dan Muscle Memory Nur Hanifansyah; Muhammad Shobaahun Ni’am; Ahmad Hamdan Amadiy; Menik Mahmudah; Wilda Rihlasyita
IHSAN : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 8, No 1 (2026): Ihsan: Jurnal Pengabdian Masyarakat (April)
Publisher : University of Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/ihsan.v8i1.26483

Abstract

Keterampilan mengetik huruf Arab merupakan bagian penting dari literasi digital di pesantren dan perguruan tinggi Islam, namun masih banyak santri dan mahasiswa yang menghadapi kesulitan dalam menguasainya.  pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan keterampilan mengetik Arab melalui pendekatan Arabic Keyboard Typing Mastery (AKTM) berbasis muscle memory dan platform digital. Metode yang digunakan adalah Asset-Based Community Development (ABCD) dengan melibatkan tiga mitra lembaga pendidikan Islam dan 30 peserta selama tiga bulan. Program pelatihan dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu pengenalan tata letak dan teknik dasar, latihan menengah berbasis gamifikasi, serta latihan lanjutan dengan proyek akhir berupa pengetikan teks Arab utuh. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kecepatan dan akurasi mengetik Arab, penurunan tingkat kesalahan, serta peningkatan kepercayaan diri peserta. Selain itu, terbentuk kader tutor sebaya yang memastikan keberlanjutan program di lembaga masing-masing. Wawancara mendalam mengungkap perubahan pola pikir, motivasi belajar, dan transformasi budaya literasi digital di kalangan peserta. Dengan demikian, program AKTM dapat dijadikan model pengabdian masyarakat yang inovatif, replikatif, dan relevan dalam mendukung akselerasi literasi digital dan pendidikan bahasa Arab di era Society 5.0.  
Model Transfer Lintas Bahasa Arab–Inggris dalam Pendampingan Pembelajaran Bahasa Inggris di Pondok Pesantren Ribath Imam Al Ghazali Nur Hanifansyah; Ahmad Makki Lazuardi; Ahmad Qusairi; Muhamad Solehudin; Masnun Masnun; Segaf Baharun; Menik Mahmudah
Mohuyula : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/mohuyula.5.1.1-6.2026

Abstract

Penguatan kompetensi bahasa Inggris di lingkungan pesantren memerlukan pendekatan yang adaptif terhadap latar belakang linguistik santri, khususnya bagi mereka yang telah fasih berbahasa Arab. Pengabdian ini bertujuan merumuskan dan mengimplementasikan model transfer lintas bahasa Arab–Inggris dalam pendampingan pembelajaran bahasa Inggris dasar di Pondok Pesantren Ribath Imam Al Ghazali selama satu bulan. Pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif dan kolaboratif dengan memanfaatkan prinsip cross-linguistic transfer dan scaffolding, di mana struktur dan makna bahasa Arab diaktivasi sebagai jembatan konseptual untuk memahami bahasa Inggris. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan orientasi konseptual, integrasi struktur dasar, pemetaan semantik kosakata, serta praktik komunikatif sederhana, dengan evaluasi melalui observasi, tes pemahaman awal dan akhir, serta angket persepsi peserta. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa model transfer lintas bahasa efektif dalam menurunkan beban kognitif awal, mempercepat pemahaman struktur kalimat nominal dan fungsi kata tanya, serta memperkuat penguasaan kosakata dasar melalui pemetaan semantik antara kedua bahasa. Selain itu, pendekatan ini meningkatkan kepercayaan diri santri dalam menggunakan bahasa Inggris secara sederhana. Secara konseptual, pengabdian ini menghadirkan model pedagogis kontekstual bagi pesantren bilingual yang memanfaatkan bahasa Arab sebagai modal linguistik strategis dalam penguatan kompetensi bahasa global. Model ini berpotensi direplikasi pada lembaga pendidikan Islam serupa untuk mendukung pengembangan pembelajaran bahasa asing yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Developing Inner Speech for Arabic Fluency: Evidence from the Islamic Education Institution in Malaysia Masnun Masnun; Nur Hanifansyah; Menik Mahmudah; Nur Aina Faqihah
An Nabighoh Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Bahasa Arab Vol 28 No 1 (2026): An Nabighoh
Publisher : Universitas Islam Negeri Jurai Siwo Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32332/an-nabighoh.v28i1.277-298

Abstract

Background: Arabic-speaking fluency remains a central yet challenging goal in Malaysian Islamic education, where Arabic functions as both a religious and academic language. Although students receive formal instruction in grammar, vocabulary, and reading, many still rely on mental translation before speaking, limiting spontaneity and confidence. Inner speech, which is understood as silent Arabic self-talk, subvocal rehearsal, and internal sentence formulation, offers a cognitive pathway for strengthening oral fluency. Research Objectives: This study examines the extent to which students in Islamic educational institutions in Malaysia develop inner speech in Arabic and investigates how it contributes to speaking fluency, confidence, and self-regulation. Methodology: A mixed-methods design involving 60 final-year secondary and diploma-level students from two Islamic education institutions in Kedah, Malaysia, was employed. Data were collected through questionnaires, semi-structured interviews with 15 participants, classroom observations, and institutional documents. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, chi-square testing, Pearson correlation, and partial correlation, whereas qualitative data were examined through thematic analysis and triangulation. Results: The findings show that 68.3% of students regularly used Arabic inner speech. Advanced learners demonstrated stronger direct Arabic formulation, whereas beginners remained dependent on Malay-to-Arabic mental translation. A significant relationship was found between the proficiency level and the inner speech pattern, χ²(2)=15.34, p<0.001, Cramer’s V=0.51. Arabic inner speech was also moderately correlated with perceived speaking fluency, r=0.58, p<0.001. Unique Contribution: This study extends inner speech theory to Arabic language acquisition in Islamic educational contexts and introduces inner Arabic thought as a measurable psycholinguistic factor in fluency development. Conclusion: By supporting rehearsal, vocabulary retrieval, self-correction, confidence building, and emotional regulation, inner speech functions as a cognitive bridge between linguistic knowledge and spontaneous Arabic speaking. Recommendations: Digital-based inner speech training through AI voice assistants, speech-recognition tools, or mobile Arabic self-talk diaries should be explored in future studies to strengthen internal rehearsal, reduce mental translation, and improve spontaneous Arabic fluency.
Penguatan Literasi Digital dan Etika Bermedia bagi Siswa Madrasah melalui Program Generasi Anti Hoax Lutfi Rachman; Nur Hanifansyah; Zidan Muhtadin Husni; Muhammad Fikry Alqodry Rusli
Mohuyula : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/mohuyula.4.2.51-57.2025

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkuat literasi digital dan etika bermedia di kalangan siswa Madrasah Aliyah melalui program Generasi Anti Hoax. Kegiatan dilaksanakan di MA Alhidayah Wanti, Kabupaten Lebak, Banten, dengan pendekatan deskriptif-partisipatif yang menggabungkan seminar dan workshop interaktif. Metode pelaksanaan mencakup tiga tahap: (1) persiapan dan observasi lapangan untuk pemetaan kebutuhan literasi digital, (2) implementasi program berupa penyuluhan, pelatihan, dan simulasi analisis berita hoax dengan pendekatan kolaboratif, serta (3) monitoring dan evaluasi melalui observasi, refleksi peserta, dan umpan balik guru pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kesadaran kritis siswa terhadap informasi digital, kemampuan memverifikasi berita, serta internalisasi nilai-nilai keislaman seperti tabayyun, kejujuran, dan tanggung jawab sosial. Pembelajaran kolaboratif dan reflektif terbukti efektif dalam menumbuhkan karakter bermedia yang etis dan bijak. Program ini berkontribusi dalam mengembangkan model literasi digital berbasis nilai Islam yang relevan bagi madrasah di era disinformasi digital.
Teaching the Art of Introduction: Barāʾat al-Istihlāl as a Strategy in Arabic Language Pedagogy Menik Mahmudah; Nur Hanifansyah; Nur Aunie Batrisya
Journal of Arabic Language Learning and Teaching (JALLT) Vol. 4 No. 1 (2026): Journal of Arabic Language Learning and Teaching (JALLT)
Publisher : Universitas Islam Negeri Palangka Raya Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/jallt.v4i1.404

Abstract

In Arabic language pedagogy, students often demonstrate adequate grammatical accuracy yet struggle to produce introductions that are thematically coherent, rhetorically engaging, and contextually appropriate, reflecting a limited integration of classical rhetorical principles in modern writing instruction. This study explores the pedagogical value of Barāʾat al-Istihlāl, a classical rhetorical device traditionally used in Arabic literature to craft meaningful openings, within the context of modern Arabic language teaching. Conducted at Pondok Pesantren Darullughah Wadda’wah with 30 male Aliyah-level students, the research employed a qualitative design involving classroom observations, focus group discussions, and interviews. Findings reveal that practicing rhetorical openings not only enhanced students’ ability to write coherent and stylistically engaging introductions but also enriched their vocabulary, with learners acquiring ten to fifteen new lexical items per session. Furthermore, the practice cultivated emotional sensitivity, training students to align openings with appropriate moods and contexts such as using uplifting language for joyful occasions or solemn expressions for serious ones thereby fostering both linguistic awareness and rhetorical taste (al-Ḥass al-Lughawī wa al-Dhawq al-Balāghī). The study concludes that Barāʾat al-Istihlāl is a powerful pedagogical strategy that bridges classical rhetorical heritage with contemporary education, offering dual benefits for written composition and oral communication. Implications suggest its integration into writing classes and public speaking training to enhance students’ linguistic competence, cultural sensitivity, and persuasive ability.
Dialects, Emojis, and Engagement: A Corpus-Based Study of Arabic Linguistic Features in TikTok Comments Menik Mahmudah; Mohammad Ahsanuddin; Muhamad Solehudin; Nur Hanifansyah; Aufa Hanin Salsabil; Aida Zavirah Fayruza
Asalibuna Vol. 10 No. 01 (2026): Volume 10, Issue 01, June 2026
Publisher : UIN Syekh Wasil Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/asalibuna.v10i01.8390

Abstract

This study employed a mixed-methods corpus-based discourse analysis to examine the linguistic features of Arabic used in TikTok comments. The data consisted of 2,160 Arabic comments collected from 36 TikTok videos published between September 2025 and January 2026. After data cleaning, the final corpus contained 28,742 tokens and 6,914-word types. Quantitative corpus procedures were conducted using AntConc 4.3.1 and Sketch Engine to generate frequency lists, normalized frequencies, concordance lines, and lexical clusters. The quantitative results were subsequently integrated with qualitative discourse-pragmatic interpretation informed by Computer-Mediated Communication, pragmatics, and discourse analysis. The findings show that Arabic in TikTok comments is predominantly informal, interactive, and multimodal. The dominant features include dialectal expressions, religious language, orthographic elongation, repetition, emoji usage, Arabic–English code-switching, and engagement-driven language. Emoji and multimodal elements were the most frequent feature (38.7%), followed by dialectal expressions (28.3%) and engagement-driven language (19.5%). These results indicate that communication on TikTok resembles spoken language that is expressive and socially oriented rather than formal written Arabic. Theoretically, this study extends Arabic corpus linguistics by focusing on an underexplored digital platform. Practically, the findings provide useful implications for Arabic digital language pedagogy and the development of NLP systems that can better handle non-standard Arabic varieties. The study also calls for expanding Arabic NLP frameworks to accommodate multimodal and non-standard digital registers.   Abstrak:  Penelitian ini menggunakan analisis wacana berbasis korpus dengan desain metode campuran untuk mengkaji karakteristik linguistik bahasa Arab dalam komentar TikTok. Data penelitian terdiri atas 2.160 komentar berbahasa Arab yang dikumpulkan dari 36 video TikTok yang dipublikasikan antara September 2025 dan Januari 2026. Setelah proses pembersihan data, korpus akhir berisi 28.742 token dan 6.914 tipe kata. Prosedur kuantitatif berbasis korpus dilakukan menggunakan AntConc 4.3.1 dan Sketch Engine untuk menghasilkan daftar frekuensi, frekuensi ternormalisasi, baris konkordansi, dan klaster leksikal. Hasil kuantitatif tersebut kemudian diintegrasikan dengan interpretasi kualitatif wacana-pragmatik berdasarkan teori Computer-Mediated Communication, pragmatik, dan analisis wacana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Arab dalam komentar TikTok bersifat informal, interaktif, dan multimodal. Fitur dominan meliputi ekspresi dialektal, ungkapan religius, pemanjangan ortografis, repetisi, penggunaan emoji, alih kode Arab–Inggris, serta bahasa berbasis keterlibatan (engagement). Emoji dan elemen multimodal muncul paling tinggi (38,7%), diikuti ekspresi dialektal (28,3%) dan bahasa berbasis keterlibatan (19,5%). Temuan ini menunjukkan bahwa komunikasi di TikTok lebih menyerupai bahasa lisan yang ekspresif dan berorientasi relasi sosial daripada bahasa tulis formal. Secara teoretis, penelitian ini memperluas kajian linguistik korpus bahasa Arab pada platform digital yang masih kurang dieksplorasi. Secara praktis, hasil penelitian ini bermanfaat bagi pengembangan pedagogi bahasa Arab digital dan sistem NLP bahasa Arab yang adaptif terhadap ragam non-standar. Penelitian ini juga menekankan perlunya pengembangan dan perluasan kerangka kerja NLP bahasa Arab agar mampu mengakomodasi ragam bahasa digital yang bersifat multimodal serta non-standar.
Pengabdian Internasional: Penguatan Keterampilan Terjemah Bahasa Arab melalui Latihan Terbimbing bagi Pelajar di Malaysia Segaf Baharun; Nur Hanifansyah; Muhamad Solehudin; Kholili Hasib; Khadijah binti Fadzil; M. Yusuf Harun
Mosaic: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Academic Bright Collaboration

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66053/mosaic.v3i2.1041

Abstract

Abstrak Keterampilan menerjemahkan bahasa Arab merupakan kompetensi penting dalam pembelajaran bahasa Arab, terutama bagi pelajar di lembaga pendidikan Islam yang berinteraksi dengan teks-teks Arab dalam proses belajar. Namun, sebagian pelajar masih mengalami kesulitan dalam memahami kosakata, struktur kalimat, konteks makna, dan penyusunan hasil terjemah yang tepat dalam bahasa sasaran. Kegiatan pengabdian internasional ini bertujuan untuk memperkuat keterampilan terjemah bahasa Arab melalui latihan terbimbing bagi pelajar di Maktab Mahmud Yan, Kedah, Malaysia. Kegiatan ini melibatkan 60 pelajar, terdiri atas 30 pelajar putra dan 30 pelajar putri. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan service learning berbasis pendampingan melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Bahan ajar yang digunakan berupa teks percakapan dan tanya jawab bahasa Arab bertema profesi, aktivitas harian, tempat bekerja, dan kegiatan sosial sederhana. Proses pelatihan dilakukan melalui pembacaan teks, pengenalan kosakata, analisis struktur kalimat, penerjemahan bertahap, diskusi, koreksi, dan refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa latihan terbimbing membantu pelajar memahami kosakata secara kontekstual, mengenali pola kalimat, mengurangi penerjemahan harfiah, serta meningkatkan keberanian dalam menerjemahkan teks Arab. Kegiatan ini berkontribusi pada penguatan literasi bahasa Arab pelajar dan menawarkan model pengabdian internasional yang praktis, humanis, serta relevan bagi pembelajaran terjemah dasar di lembaga pendidikan Islam. Kata kunci: bahasa Arab, latihan terbimbing, penerjemahan bahasa Arab, pengabdian internasional, pembelajaran bahasa Arab.