Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

KARAKTERISTIK RAVELLING RESISTANCE, MOISTURE SENSITIVITY, DAN WORKABILITY LASTON AC-WC DENGAN BAHAN TAMBAH POLIVINIL KLORIDA (PVC) Khanza, Ayu Kamila; Michael, Michael; Helmi Maulana Ramadan
Nusantara Hasana Journal Vol. 5 No. 3 (2025): Nusantara Hasana Journal, August 2025
Publisher : Yayasan Nusantara Hasana Berdikari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59003/nhj.v5i3.1655

Abstract

This study aims to evaluate the effect of 4% waste addition on the characteristics of the asphalt concrete wearing course (AC-WC) mixture, including raveling resistance, moisture sensitivity, and workability. The study used a dry mix method with 60/70 penetration asphalt, according to the 2018 General Specification of Bina Marga Division 6. The results showed an increase in mixture performance in the Tensile Strength Ratio (TSR) value increasing from 95.10% to 99.86%, and Cantabro Loss decreasing from 5.16% to 3.47%. Workability testing showed that the Void in Mix (VIM) value in the PVC mixture was higher than the control in each impact variation (5–100), indicating that the control was easier to compact. VIM increased in the 5th impact from 14.530% to 15.316% and in the 100th from 3.409% to 4.617%, indicating a slight decrease in compaction ease. This condition occurs because PVC has a relatively high melting point and a rigid molecular structure, so during the compaction process, the PVC particles do not fully soften with the flow of asphalt, which causes more air voids to remain. Overall, the addition of PVC has been shown to effectively increase wear resistance and moisture resistance, with a slight increase in compaction ease.
Analysis of Road Network Performance in Universitas Islam Negeri Raden Intan Area using Microsimulation PTV VISSIM Michael, Michael; Syaputra, Frenda; Marina, Bernaditha Catur; Khanza, Ayu Kamila
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 9 No 4 (2025): G-Tech, Vol. 9 No. 4 October 2025
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/g-tech.v9i4.8092

Abstract

The road network in the area of the Raden Intan State Islamic University in Lampung often experiences congestion due to heavy traffic, resulting in a decline in road performance. The objective of this study is to analyze existing performance, implement improvement scenarios, and evaluate the impact of improvement scenarios. A descriptive quantitative method was used, involving field surveys covering traffic volume, vehicle speed, and side obstacles. Traffic simulation modeling was conducted using PTV VISSIM software, calibrated by adjusting microscopic traffic parameters and validated through GEH and MAPE tests, ensuring the modeling results accurately represent actual traffic conditions on-site. The results showed the performance of the existing road network, with an average speed of 25.13 km/h, an average queue length of 16.3 m, and an average delay of 73.84 seconds. Three improvement scenarios were conducted using a one-way system and the use of the right lane. All three improvement scenarios showed improvements, with the most significant improvement using scenario 1, which had an average speed of 26.69 km/h, an average queue length of 2.18 m, and an average delay time of 10.13 seconds.
Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Kurikulum 2025 - 2030 Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Sumatera Kurniawan, Rahmat; Michael, Michael; Syuhada, Syahidus; Maini, Miskar; Fitriana, Indri Rahmandhani; Hayati, Julita; Dwiyana, Putri Ayu; Mardika, M Gilang Indra; Aprilia, Ayu Sinta; Khanza, Ayu Kamila; Saputra, Cahyo Agung; Prayogi, Galih Rio; Ribowo, Anggarani Budi; Yudi, Ahmad; Nadi, Muhammad Abi Berkah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 1 (2025): Bulan September
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i1.463

Abstract

Penyusunan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) merupakan upaya strategis untuk memastikan ketercapaian kompetensi lulusan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, perkembangan teknologi, dan tantangan pembangunan berkelanjutan. Sejalan dengan hal tersebut, Program Studi Teknik Sipil Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) sebagai wadah kolaboratif dalam merumuskan Kurikulum 2025–2030. Proses ini melibatkan pemangku kepentingan internal dan eksternal, termasuk dosen, mahasiswa, alumni, praktisi, asosiasi profesi, serta pengguna lulusan. Kurikulum yang dikembangkan dirancang sesuai dengan standar Outcome Based Education (OBE) dan kriteria akreditasi LAM Teknik, dengan penekanan pada penguatan kompetensi inti bidang teknik sipil, integrasi teknologi digital, prinsip keberlanjutan lingkungan, serta pengembangan soft skills mahasiswa. Hasil FGD ini menghasilkan rekomendasi kurikulum yang adaptif, aplikatif, dan berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang selaras dengan standar nasional maupun internasional, sekaligus mendukung visi ITERA untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul dalam sains, teknologi, dan inovasi.
Efektivitas Edukasi Pemahaman dan Kepatuhan Pengemudi Muda terhadap Marka dan Rambu Lalu Lintas (Studi Kasus SMAN 2 Bandar Lampung) Marina, Bernaditha Catur; Michael, Michael; Prayogi, Galih Rio; Tambunan, Hermon Frederik; Khanza, Ayu Kamila; Nadi, Muhammad Abi Berkah; Pamursari, Nurmagita; Sari, Nurwanda; Setyaji, Arif; Maulidina, Siti; Febriyadi, Febriyadi; Yulianto, Andry; Muttaqin, M Al Ghifary Jundana; Alnikaromah, Sovi; Rochmani, Evi Malyana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.830

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan menganalisis efektivitas program edukasi keselamatan berkendara berbasis sekolah terhadap pemahaman dan kepatuhan siswa SMAN 2 Bandar Lampung terhadap rambu dan marka lalu lintas. Kegiatan dilakukan dengan desain one-group pretest-posttest, melibatkan siswa sebagai pengemudi muda. Instrumen berupa kuesioner pilihan ganda untuk mengukur pemahaman rambu-marka serta skala likert untuk mengukur kepatuhan berlalu lintas. Program edukasi dilaksanakan melalui pemaparan materi, diskusi kasus, dan simulasi sederhana, diikuti posttest pada akhir kegiatan. Output dari kegiatan ini adalah media edukasi keselamatan berkendara, berupa booklet, modul, flyer, dan rambu. Hasil menunjukkan adanya peningkatan nyata skor pemahaman rambu dan marka lalu lintas dari kategori “cukup” saat pretest (70,16 untuk rambu dan 70,20 untuk marka) menuju “baik” saat posttest (83,92 untuk rambu dan 83,90 untuk marka). Uji paired sample t-test menunjukkan peningkatan signifikan secara statistik (p<0,05). Persentase siswa pada kategori tinggi terhadap rambu dan marka- seperti kepatuhan garis henti, larangan melawan arus, dan penggunaan helm standar, juga meningkat secara bermakna. Temuan ini mengindikasikan bahwa edukasi keselamatan berkendara berbasis sekolah efektif meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan pengemudi muda terhadap rambu dan marka lalu lintas, serta berpotensi diintegrasikan secara berkelanjutan ke dalam program sekolah.