Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN SISTEM AKUAPONIK SEBAGAI SOLUSI PANGAN UNTUK PEMENUHAN GIZI KELUARGA BERKELANJUTAN DALAM PENCEGAHAN STUNTING Ramadhan, Galang; HSB, Fatur M Ahmad; Herian, M. Fauzan Alfatin; Kesuma, Ilham Jaya; Ramadhan, Reza Mukti; Sembiring, Khairul Rasyid; Atmaja, Pramudia; Lubis, Humairah Medina Liza
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i2.5785

Abstract

Stunting masih menjadi masalah utama di Indonesia, terutama di kalangan keluarga dengan akses terbatas terhadap pangan bergizi. Salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah ini adalah melalui sistem akuaponik yang menjadi inovasi dalam bidang peternakan dan pertanian. Sistem akuaponik merupakan penggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu ekosistem tertutup. Akuaponik tidak hanya menyediakan sumber protein dari ikan, tetapi juga sayuran segar yang kaya nutrisi, menjadikannya solusi yang berkelanjutan untuk pemenuhan gizi keluarga. Artikel ini membahas penerapan sistem akuaponik sebagai solusi pangan dalam pencegahan stunting, dengan fokus pada manfaat gizi, keberlanjutan, dan keterjangkauan untuk keluarga di Indonesia. Pengabdian ini bekerja sama dengan kader desa dan perangkat desa dengan tujuan menuju desa sehat bebas stunting. Hasil pengabdian masyarakat melalui sistem akuaponik ini diharapkan efektif dalam meningkatkan asupan gizi keluarga dan berpotensi mengurangi angka stunting jika diterapkan secara luas dengan asupan protein yang tinggi yang berasal dari ikan lele dan juga asupan gizi sayuran yang berasal dari tanaman.Kata kunci: akuaponik, budidaya ikan, gizi keluarga, pangan berkelanjutan, stunting
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG MAKRO DAN MIKRONUTRIEN PADA REMAJA DI LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK MELATI AISYIYAH DELI SERDANG Purwoningsih, Emni; Lubis, Humairah Medina Liza; Malini, Fitri Nur; Salsabila, Salsabila; Noviardy, Arya; Fadillah, Akram
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i2.5867

Abstract

Masa remaja adalah peralihan dari masa remaja ke dewasa yang merupakan periode pertumbuhan dan perkembangan yang dinamis dan pesat secara fisik, psikologis, intelektual, sosial, tingkah laku, dan seksual yang dikaitkan dengan pubertas. Salah satu masalah nutrisi utama remaja adalah kekurangan mikronutrien, terutama anemia dan kekurangan zat besi, masalah malnutrisi, seperti kekurangan gizi, perawakan pendek, dan kekurangan gizi hingga obesitas. Masalah gizi pada remaja memiliki dampak yang signifikan pada kesehatan generasi muda, serta ekonomi dan kesehatan negara. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang makro dan mikronutrien. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui edukasi tentang cara mengukur pengetahuan remaja tentang kebutuhan gizinya. Remaja yang diberikan edukasi merupakan siswa di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Melati Aisyiyah Deli Serdang diberi pertanyaan untuk mengukur pengetahuan mereka tentang gizi. Sebelum intervensi pendidikan gizi, skor rata-rata pengetahuan siswa sebesar 5,89 ± 1,711, tetapi setelah intervensi skor rata-rata siswa meningkat sebesar 6,44 ± 1,977, yang menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa tentang gizi terutama untuk makro dan mikronutrien.Kata kunci: makronutrien, mikronutrien, pengetahuan, remaja
Hubungan Rasio Neutrofil Limfosit Dengan Grading Histopatologi Kanker Serviks Nasution, Reyhan Khaira Helmita; Lubis, Humairah Medina Liza
JURNAL PANDU HUSADA Vol 6, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jph.v6i2.22663

Abstract

Latar belakang. Kanker serviks merupakan penyakit keganasan yang terjadi pada leher rahim. Etiologi kanker serviks adalah infeksi human papilloma virus (HPV) dan dapat dicegah dengan beberapa metode diagnostik dan vaksin HPV. Kanker serviks adalah kanker paling sering keempat pada wanita di dunia. Terdapat 570.000 kasus baru serviks pada tahun 2018. Lebih dari 311.000 kematian akibat kanker serviks terjadi setiap tahun. Pertumbuhan sel kanker ditandai adanya respon inflamasi, dan banyak respon inflamasi telah diidentifikasi dalam beberapa penelitian. Rasio neutrofil limfosit (RNL), rasio platelet limfosit (RPL), dan rasio monosit limfosit (RML) paling sering digunakan untuk mendeteksi adanya peradangan. Beberapa penelitian menemukan bahwa RNL dapat digunakan sebagai indikator prognostik. Grading histopatologi sejalan dengan survival outcomes pada pasien kanker. Tujuan. Mengetahui hubungan antara rasio neutrofil limfosit dengan grading histopatologi pada penderita kanker serviks di RS. X Tahun 2019 – 2022. Metode. Penelitian yang dilakukan bersifat analitik observasional dengan pendekatan studi cross-sectional, yang bertujuan untuk mencari hubungan antara rasio neutrofil limfosit (RNL) dengan grading histopatologi kanker serviks dengan mengamati data sekunder dari rekam medik pasien dan melihat slide sediaan histopatologi kanker serviks. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik Total Sampling. Hasil. Pasien penderita kanker serviks lebih banyak memiliki nilai RNL rendah yaitu 19 pasien (73,1%) dan grading histopatologi yang paling banyak dijumpai adalah well differentieted yaitu 11 orang (42,3%). Rasio neutrofil limfosit dan grading histopatologi kanker serviks memiliki nilai p-value = 0,025. Kesimpulan. Terdapat hubungan yang signifikan antara rasio neutrofil limfosit dengan grading histopatologi kanker serviks pada RS. X Tahun 2019 – 2022.
PENERAPAN TEKNOLOGI FILTER UDARA UNTUK MENANGGULANGI POLUSI UDARA DI DESA LAUT DENDANG Barasa, Neza Farach Addiba; Fadlina, Shofiah Dina; Cindy, Tiara Safira; Lubis, Humairah Medina Liza
DedikasiMU : Journal of Community Service Vol 7 No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/dedikasimu.v7i1.9551

Abstract

Tingginya tingkat polusi udara di Desa Laut Dendang yang berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat, khususnya pada anak-anak dan lansia. Polusi udara yang terus meningkat memengaruhi kualitas pernapasan dan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, terutama gangguan pernapasan kronis. Dalam upaya mengatasi masalah ini, penerapan teknologi filter udara menjadi solusi yang relevan untuk mengurangi tingkat polusi dan meningkatkan kualitas udara di daerah tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menerapkan teknologi filter udara yang efektif dalam mengurangi polusi udara di Desa Laut Dendang, serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kualitas udara untuk kesehatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan pembuatan filter udara kepada 9 orang kepala dusun dan pegawai kantor Desa Laut Dendang. Hasil yang didapatkan bahwa kepala dusun mahir dan terampil membuat alat filter udara yang diharapkan nantinya kepala dusun tersebut dapat mengajarkan kepada warganya untuk dapat membuat sendiri alat filter udara dan dapat digunakan di rumah masing-masing sehingga kualitas udara menjadi baik yang berpengaruh terhadap kesehatan dan menurunkan angka kejadian gangguan pernapasan.
Antibacterial Activity of Legundi (Vitex trifolia L.) Fruit Extract Against Lactobacillus gasseri ATCC 19992: Study In Vitro Cindykia, Assyifa; Lubis, Humairah Medina Liza
Buletin Farmatera Vol 10, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/bf.v10i1.22821

Abstract

Abstract: Lactobacillus species are the most frequent bacterial colonies in the human microbiome that can be found in the gastrointestinal tract, urinary tract, and vaginal microbiota. Lactobacillus gasseri is an important constituent of the female urogenital tract. if there is excessive proliferation of Lactobacillus, there will be changes in the homeostasis of the human microbiome. Homeostasis of the human microbiome can undermine the symbiotic relationship between host and microorganisms, induce physiological changes in the individual, and lead to the development of diseases such as to the development of diseases such as cancer. Legundi fruit extract was found to be cytotoxic against several lines of cancer cells and has antimicrobial activity. This research aims to determine the diameter of antibacterial inhibition of Legundi fruit extract, and determine the minimum inhibition concentration (MIC), minimum kill concentration (MKC) against Lactobacillus gasseri. This research used solid and liquid dilution and diffusion methods with concentrations of 10%, 20%, 25%, 50%, 75%, 100%, positive and negative controls. Extract of Legundi fruit can’t inhibit bacterial growth at concentrations of 10% and 20%. The longest diameter was in the positive control with streptomycin. The higher the concentration of Legundi fruit ethanol extract given, the higher the inhibition ability.    
Strategi Pelatihan Penguatan Kapasitas Petugas Tuberculosis untuk Meningkatkan Kinerja dan Pencatatan Kasus di Puskesmas Kebun Lada Binjai Aini, Rahma; Khairunisa, Zafira; Parinduri, Saskya Nabila; Salsabila, Asya; Hutabarat, Siti Rahmah; Lubis, Humairah Medina Liza
Bahasa Indonesia Vol 22 No 03 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.223.8

Abstract

Tuberculosis (TB) remains a significant public health challenge in Indonesia affecting approximately 1 million individuals and resulting in around 134,000 death annualy. Indonesia became a country with the second-highest TB rates globally. In response to this urgent matter, the government has voiced an ambitious objective to eliminate TB by 2030. However, several obstacles must be navigated, including social stigma, insufficient healthcare infrastructure, and a general unawareness regarding the disease and available treatment options. The roles and competencies of TB officers are crucial in enchancing the quality of care, staying abreast of new regulatory policies, and effectively utilizing the TB case recording system. To strengthen their capabilities, the method chosen was a face-to-face training sessions were implemented, with 18 tb officers the effectiveness of these sessions assessed via pre and pos training tests. After the training, a significant increase in the officers’ understanding of the material has increased. Pre-posttest results showed an average pretest score of 56.11, increasing to 68.11 in the posttest, with a decreasing range from 70.00 to 50.00, indicating a more even understanding among TB officers. Furthermore, the questionnaire showed improvements in case recording, management, patient support, and overall positive performance of TB officers; nonetheless 6% expressed a need for additional training, 5% called for program support, and 11% encountered difficulties with the case recording system. These finding underscore the necessity for training and support for enchancing performance of TB officers, ultimately contributing to more effective and sustainable TB control efforts.   Abstrak Tuberkulosis (TB) masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, yang memengaruhi sekitar 1 juta orang dan menyebabkan sekitar 134.000 kematian setiap tahun. Indonesia menjadi negara dengan tingkat TB tertinggi kedua di dunia. Sebagai respons terhadap masalah mendesak ini, pemerintah telah menetapkan tujuan untuk mengeliminasi TB pada tahun 2030. Namun, terdapat beberapa hambatan yang harus diatasi, termasuk stigma sosial, fasilitas kesehatan yang tidak memadai dan kurangnya kesadaran masyarakat mengenai penyakit ini serta opsi kesehatan yang tersedia. Peran dan kompetensi petugas TB sangat penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan, update kebijakan terbaru dan memanfaatkan sistem pencatatan kasus TB secara efektif. Untuk memperkuat kemampuan, metode yang dipilih adalah sesi pelatihan tatap muka yang dilaksanakan kepada 18 petugas TB, dengan efektivitas sesi tersebut melalui pre-posttest. Setelah pelatihan, pemahaman petugas terhadap materi mengalami peningkatan yang signifikan. Hasil pre-posttest menunjukkan nilai rata rata pretest sebesar 56.11 meningkat menjadi 68.11 pada posttest, dengan range menurun dari 70.00 menjadi 50.00, menandakan pemahaman petugas TB lebih merata. Selain itu, kuisioner menunjukkan perbaikan pencatatan kasus, penanggulangan, pendampingan pasien dan kinerja petugas TB secara umum positif, 6% membutuhkan pelatihan tambahan dan 5% membutuhkan dukungan program dan 11% mengalami kesulitan dengan sistem pencatatan kasus. Temuan ini menyoroti pentingnya pelatihan dan dukungan untuk meningkatkan kinerja petugas TB, yang pada akhirnya berkontribusi pada upaya pengendalian TB yang efektif dan berkelanjutan.
Implementasi Integrated Community-Based Early Detection Melalui Edukasi Partisipatif untuk Meningkatkan Deteksi Dini dan Pencegahan Malaria di Daerah Endemis Lubis, Humairah Medina Liza; Febryandani, Silvy Claresta; Riaulina, Nasha; Anriani, Dwi; Prayoga, M. Iqbal; Arifin, Salsalina Dwi
Bahasa Indonesia Vol 22 No 03 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.223.5

Abstract

Malaria remains a major public health challenge in endemic regions of Indonesia, contributing to high morbidity and reduced community productivity. Limited knowledge, along with inadequate attitudes and preventive practices, continues to hinder effective malaria control. This community service program aimed to strengthen community capacity for malaria prevention through a participatory, empowerment-based educational approach targeting populations at risk in endemic areas. The intervention included structured health education sessions, interactive group discussions, and practical training focused on early recognition of malaria symptoms and household-level prevention strategies. Program effectiveness was evaluated using a pre-test and post-test design to assess changes in knowledge, attitudes, and preventive practices before and after the intervention. The findings demonstrated clear improvements across all assessed domains. The mean knowledge score increased substantially from 4.98 ± 2.254 prior to the intervention to 13.76 ± 4.689 afterward. Likewise, the mean score for attitudes and preventive practices improved from 5.02 ± 2.245 to 13.68 ± 4.414 following the educational program. These results indicate that participatory education is effective not only in enhancing community understanding of malaria but also in encouraging positive and measurable changes in preventive behavior. In conclusion, the participatory education program successfully enhanced community engagement in early detection and malaria prevention. By promoting sustainable behavioral change, this approach contributes to ongoing efforts to accelerate malaria elimination in endemic communities.   Abstrak Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat utama di daerah endemis Indonesia yang berdampak pada meningkatnya angka kesakitan dan penurunan produktivitas masyarakat. Rendahnya tingkat pengetahuan serta sikap dan tindakan pencegahan masyarakat menjadi salah satu kendala dalam upaya pengendalian malaria. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta mendorong perubahan sikap dan tindakan nyata masyarakat melalui program edukasi partisipatif berbasis pemberdayaan komunitas. Program dilaksanakan di wilayah endemis malaria dengan melibatkan masyarakat berisiko. Intervensi yang diberikan meliputi penyuluhan terstruktur, diskusi kelompok, dan pelatihan praktis mengenai deteksi dini gejala malaria serta pencegahan berbasis rumah tangga. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk menilai perubahan pengetahuan serta sikap dan tindakan masyarakat sebelum dan setelah intervensi. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang jelas pada seluruh aspek yang dinilai. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 4,98 ± 2,254 pada pre-test menjadi 13,76 ± 4,689 pada post-test. Selain itu, rerata skor sikap dan tindakan nyata masyarakat juga meningkat dari 5,02 ± 2,245 menjadi 13,68 ± 4,414 setelah pelaksanaan program edukasi. Peningkatan nilai rerata pada kedua aspek tersebut menunjukkan bahwa intervensi edukasi partisipatif mampu memperbaiki pemahaman masyarakat sekaligus mendorong perubahan sikap dan perilaku pencegahan malaria secara nyata. Dapat disimpulkan bahwa program edukasi partisipatif efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat terkait deteksi dini dan pencegahan malaria. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga berkontribusi pada perubahan perilaku yang berkelanjutan, sehingga berpotensi mendukung percepatan upaya eliminasi malaria melalui penguatan peran aktif masyarakat di daerah endemis.
Hubungan Berat Badan Lahir Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 1-4 Tahun Di Desa Jati Mulia, Kabupaten Batu Bara Herian, M. Fauzan Alfatin; Lubis, Humairah Medina Liza
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v9i1.27868

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang masih tinggi di Indonesia, dengan prevalensi 30,2% menurut World Health Organization (WHO), menempatkan Indonesia pada urutan kedua tertinggi di Asia Tenggara setelah Timor-Leste (48,8%). Stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah berat badan lahir rendah (BBLR), yang meningkatkan risiko gangguan pertumbuhan dan infeksi pada anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara berat badan lahir dengan kejadian stunting pada balita usia 1–4 tahun di Desa Jati Mulia, Kabupaten Batu Bara. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 52 balita dipilih menggunakan teknik simple random sampling dari populasi balita usia 1–4 tahun yang memenuhi kriteria inklusi. Data primer dikumpulkan melalui pengukuran langsung dan wawancara dengan ibu menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan IBM SPSS dengan analisis univariat dan uji chi-square (α=0,05) untuk melihat hubungan antara berat badan lahir dan kejadian stunting. Hasil: Dari 52 responden, 34,6% balita memiliki berat badan lahir rendah dan 32,7% mengalami stunting. Analisis chi-square menunjukkan hubungan yang signifikan antara berat badan lahir dan kejadian stunting (p=0,001), dengan odds ratio (OR) sebesar 0,013. Kesimpulan: Berat badan lahir memiliki hubungan signifikan dengan kejadian stunting pada balita usia 1–4 tahun di Desa Jati Mulia, Kabupaten Batu Bara.Kata kunci: stunting, berat badan lahir, balita
IN VITRO EVALUATION OF THE ANTITUBERCULOSIS POTENTIAL OF BASIL LEAF ETHANOL EXTRACT USING THE RESAZURIN MICROTITER ASSAY (REMA) METHOD Setiadi, Nurlina; Lubis, Humairah Medina Liza; Syafina, Ikhfana
Biomedika Vol 18, No 1 (2026): Biomedika February 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Tuberculosis (TB) remains a global health challenge and is the second leading infectious cause of death. Indonesia ranks among the top three countries with the highest TB burden. Efforts to discover safer and more effective antituberculosis agents include exploring natural products such as basil (Ocimum basilicum), which contains antimicrobial bioactive compounds. Objective: To determine the minimum inhibitory concentration (MIC) of basil leaf ethanol extract against Mycobacterium tuberculosis H37Rv using the Resazurin Microtiter Assay (REMA). Methods: Basil leaves were extracted by maceration using 96% ethanol and tested at concentrations of 2.5%, 1.25%, and 0.625%. Antimycobacterial activity was evaluated using REMA, with rifampicin as the positive control and untreated media as the negative control. Color change from blue to pink indicated bacterial growth. Results: All concentrations of basil extract produced a pink color, indicating continued bacterial growth, whereas rifampicin remained blue, confirming assay validity. The MIC of the extract was >2.5 µg/mL, indicating no inhibitory effect at the tested concentrations. Conclusion: Basil leaf ethanol extract did not inhibit M. tuberculosis H37Rv at the evaluated doses. Further research using higher concentrations, phytochemical profiling (LC–MS/GC–MS), and fractionation of active compounds is recommended to explore its potential antimycobacterial activity.
Co-Authors Afelita, Tia Afif Fadhilah Irsyad Afifah Endah Dwi Purianti Aini, Rahma Ainur Rofiq Ainur Rofiq Aisyah Salsabila Alamsyah, Tegar Alfarisi, Bunail Isna Amanda Farra Assyfah Aminuyati Amira Fazhira Ance Roslina ANNISA . ANNISA FITRI HENDEWI Annisa Rifqa Hestiana Annissa Ambaravista Nasution Anriani, Dwi Arifin, Salsalina Dwi Atika Dwiyanti Atika Rahmi Atmaja, Pramudia Barasa, Neza Farach Addiba Berkah Tania Sawitri Bunail Isna Alfarisi Ceri Permata Ayuni Charisma Yani Roza Cindy, Tiara Safira Cindykia, Assyifa DEA YULIA LUBIS Delyuzar, Delyuzar Des Suryani Des Suryani DEWI AGUSTIN HAKIM HARAHAP Dilma Ayu Khairani DIWA AULIA AHMAD Dwiyanti, Atika Fadillah, Akram Fadlina, Shofiah Dina Fayyaza, Nesya Alya Febryandani, Silvy Claresta Filzah, Rahmah Fitri Nur Malini Frina Aeni Putri Galang Ramadhan Hasanah, Nurul HENDRA SUTYSNA Herian, M. Fauzan Alfatin Hervina, Hervina Hestiana, Annisa Rifqa Hidayatullah, Muhammad Rafli HSB, Fatur M Ahmad Hutabarat, Siti Rahmah IBNU AFIF ARMADI Ilham Hariaji Indyra Mahrani Lubis Irsyad, Afif Fadhilah Islami, M. Dian Isnaini Ulfa Jamilah, Qurratu Kasturi KARTIKA HANDAYANI Kesuma, Ilham Jaya KHAIRATUL FITHRIYAH Khairunisa, Zafira Kirana Arum Indra Laden Laden, Laden LITA SEPTINA Lubita, Mardiyah M. Dian Islami Malini, Fitri Nur MEIZLY ANDINA Muhammad Al Anas Muhammad Farouq Hilmi Harahap Muhammad Fathurridha Arabia Salim Muhammad Rafli Hidayatullah Muhammad Zikri Agung Ramadhan Muhammad Zulfikar Karim Chan Nasution, Annissa Ambaravista Nasution, Reyhan Khaira Helmita Nesya Alya Fayyaza Noviardy, Arya Nurcahaya Sinaga Nurfadly, Nurfadly Oche Axena Yulhan Parinduri, Saskya Nabila Prayoga, M. Iqbal Purwoningsih, Emni Qatrunnada Medina Salim Qatrunnada Medina Salim Rafa Nabila Haifa Rafa Nabila Haifa Rahma Rifda F.S. Lubis Rahmah Filzah Raihana Zavira Ramadhan, Galang Ramadhan, Reza Mukti Ratih Yulistika Utami Riaulina, Nasha RIFQY IMSYA AL AYYUBI LUBIS Rizkitha Martono Putri Rizky Yusfasari Robitah Asfur Salsabila, Aisyah Salsabila, Asya Salsabila, Salsabila Sari, Indah Permata Sembiring, Khairul Rasyid Septiady, Teuku Baihaqi Setiadi, Nurlina Shaik Hussain, Basrah Bee Binte SITI MIRHALINA Siti Mulyani Sitompul, Asma Dwi Nantika Sri Rezeki Arbaningsih SYAFINA, IKHFANA Tania Mulia Utami Tegar Alamsyah Teuku Baihaqi Septiady USWATUL KHOIROT Utami, Tania Mulia Widya Yustika Yulhan, Oche Axena Yusmawati Yusran Yustika, Widya Zavira, Raihana Zulkarnain, Rizki Chairani