Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

EFEKTIVITAS METODE MATEMATIKA GASING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PERHITUNGAN DASAR MAHASISWA BARU : STUDI PRA-EKSPERIMENTAL PADA PROGRAM MATRIKULASI UNIVERSITAS INTERNASIONAL PAPUA Melissa Aeudia Daullu; Ardian Hangga Kelana; Velka Taboka; George Numberi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10. No4, Desember 2025.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v10i4.36665

Abstract

Basic arithmetic ability is a fundamental competence required for new students, particularly in science and education study programs. However, disparities in secondary education quality in frontier, outermost, and underdeveloped regions (3T) often lead to gaps in mathematical proficiency among new students. This study aims to evaluate the effectiveness of the Matematika Gasing (Easy, Fun, and Enjoyable) method within a bridging program to enhance basic arithmetic learning outcomes for students from Puncak Regency and its surroundings. This research employed a quantitative method with a One-Group Pretest-Posttest design. The sample consisted of 27 new students from various study programs selected using the saturation sampling technique. The instrument used was an integer operation test with a maximum score of 20. Data analysis utilized the Wilcoxon Signed-Rank test and Normalized Gain (N-Gain). The results showed a significant increase in the average score from 6.48 (pre-test) to 12.11 (post-test) with a -value < 0,05. The effectiveness test revealed an N-Gain value of 0.45 (Medium category). These findings indicate that the Gasing method is effective as a pedagogical intervention to restore basic mathematical skills and reduce academic gaps among new students.
Analisis Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Kesadaran Peserta Didik terhadap Pengelolaan Sampah di SMA Negeri 6 Skouw: Penelitian Midah Nurhidayah; Kelana, Ardian Hangga; Sittin Masawoy; Febri Listianingrum; Pusmiati; Taufik Mubarak; Sakka Irawan; Titia Erika Sarlota Awom
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4778

Abstract

This study aims to analyze the level of knowledge, attitudes, and awareness of students towards waste management at SMA Negeri 6 Skouw. A descriptive quantitative approach was used in this study with a survey method through a closed area distribution. The research instrument was a questionnaire consisting of 3 main aspects: knowledge, attitudes, and awareness of students towards waste management. The research sample consisted of 48 respondents selected by purposive sampling. The results showed that students had a very positive profile in the three main aspects of waste management. In the knowledge aspect, students were in the capable category as evidenced by their high understanding of the classification of organic and inorganic waste and their risk impacts. This good knowledge was then embedded linearly with students' attitudes which were classified as positive so that a sense of personal responsibility arose to maintain the cleanliness of the school environment. Furthermore, this was reflected in the high level of awareness and demonstrated the readiness and commitment of the trained participants in carrying out real waste management efforts.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN ALAT PERAGA EKOSISTEM UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK KELAS V SD NEGERI INPRES BERTINGKAT WAENA Fadhli, Yongki Dwi; Lusia Narsia Amsad; Yan Dirk Wabiser; Ardian Hangga Kelana; Sakka Irawan
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.38617

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the use of ecosystem teaching aids on improving the scientific literacy of fifth-grade students of SD Negeri Inpres Bertingkat Waena. Scientific literacy is an important skill that every student must have in order to understand scientific concepts and use them to solve problems in everyday life. One effort that can be done to improve scientific literacy is by using contextual and meaningful learning resources such as ecosystem teaching aids. This quantitative study used a pre-experimental design with a One-Group Pretest-Posttest Design pattern. The research sample was carried out in Class V A of SD Negeri Inpres Bertingkat Waena with a total of 30 students. The research instrument was a scientific literacy test in the form of multiple-choice questions implemented before (pretest) and after (posttest) treatment using ecosystem teaching aids. The results of data analysis showed an increase in students' scientific literacy scores after the application of ecosystem teaching aids. This increase was measured using N-Gain (Normalized Gain). The average N-gain value was 0.62, so it was included in the moderate category. Based on these results, it can be concluded that the use of ecosystem teaching aids has proven effective in improving the scientific literacy of Class V A students at Waena State Elementary School.
Pengaruh Model Discovery Learning Berbasis Metode Eksperimen terhadap Hasil Belajar IPA pada Materi Tekanan Zat Cair Irawan, Sakka; Kelana, Ardian Hangga; Daullu, Melissa Aeudia; Inggamer, Mamberuman Marthen; Maya Pujowati
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 1 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i1.3891

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model Discovery Learning berbasis metode eksperimen menggunakan bahan sederhana terhadap hasil belajar IPA pada materi tekanan zat cair. Penelitian kuasi eksperimen ini menggunakan desain Pretest-Posttest Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian adalah peserta didik Kelas VIII SMP Negeri 11 Jayapura. Sampel penelitian ini terbagi ke dalam dua kelompok yaitu Kelas VIII A dan Kelas VIII C, masing-masing terdiri dari 30 peserta didik. Penentuan sampel dilakukan melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian meliputi tes hasil belajar pilihan ganda (23 butir valid) dan angket responss peserta didik (25 butir valid). Data dianalisis menggunakan uji N-Gain, independent sample t-test, dan regresi linear sederhana dengan bantuan SPSS 21.0. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen dengan rata-rata N-Gain 0,75 (kategori tinggi), lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelas kontrol yang memperoleh rata-rata N-Gain 0,58 (kategori sedang). Hasil uji statistik mengonfirmasi perbedaan yang signifikan antara kedua kelas (sig. 0,000 < 0,05) serta pengaruh signifikan model pembelajaran terhadap hasil belajar (sig. 0,04 < 0,05). Respons peserta didik terhadap model pembelajaran berada dalam kategori baik dengan rata-rata 61%. Disimpulkan bahwa model discovery learning berbasis eksperimen dengan bahan kontekstual efektif meningkatkan hasil belajar kognitif, keterampilan saintifik, motivasi, dan relevansi pembelajaran IPA (fisika) bagi peserta didik.
Etnosains: Pendampingan Pengenalan Konsep Sains melalui Budaya Papua (Pinang, Sagu, Papeda, Noken, Tifa, dan Musamus) di Sekolah Dasar Kelana, Ardian Hangga; Weipsa, Saul; Awom, Titia Erika Sarlota; Soll, Yekson; Irawan, Sakka; Mambrasar, Angel Paradise Raggiana; Kopeuw, Stevani Gracia Papuana; Menanti, Haikel Fabregas
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i1.4023

Abstract

Pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mempraktikkan pembelajaran “Etnosains: Pendampingan Pengenalan Konsep Sains melalui Integrasi Budaya Papua (Pinang, Sagu, Papeda, Noken, Tifa, dan Musamus) di Sekolah Dasar” Negeri Inpres Bertingkat Waena Jayapura. Pendekatan ini dilakukan untuk menjembatani antara materi sains formal dengan kearifan lokal Papua agar lebih kontekstual bagi peserta didik. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara mendalam terhadap peserta didik, wali Kelas V B, dan kepala sekolah, serta dokumentasi kegiatan. Instrumen kuesioner menggunakan tiga kategori jawaban (Ya, Tidak, dan Ragu-ragu) yang dianalisis secara deskriptif. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan respons yang sangat positif, di mana jawaban responden didominasi oleh pilihan "Ya" mencapai rata-rata 92,2% sehingga pendampingan pengenalan konsep sains melalui budaya Papua di SD Negeri Inpres Bertingkat Waena berhasil dilakukan. Lebih lanjut, hasil wawancara juga mengonfirmasi bahwa penggunaan unsur budaya lokal Papua mampu meningkatkan motivasi belajar IPA (sains) peserta didik. Program ini berhasil menciptakan suasana belajar yang lebih bermakna dan relevan dengan lingkungan tempat tinggal peserta didik.
Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Kelas V tentang Perubahan Materi melalui Alat Peraga IPA Berbantuan Praktikum Sederhana Kelana, Ardian Hangga; Irawan, Sakka; Demena, Widelmina Keterina; Sulistyowati, Retno Wuri; Ayomi, Golden Ringgo SC.
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4236

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasari oleh keterbatasan fasilitas sekolah yang belum memiliki laboratorium IPA khusus sehingga kegiatan praktikum dilakukan secara terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penggunaan alat peraga IPA berbantuan praktikum sederhana dalam meningkatkan minat belajar peserta didik pada materi Perubahan Materi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pre-Experimental (One-Group Pretest-Posttest Design). Teknik penentuan sampel penelitian menggunakan purposive sampling, dengan kriteria pemilihan kelas yang belum pernah mendapatkan pembelajaran berbasis praktikum akibat ketiadaan fasilitas laboratorium. Sampel penelitian adalah 30 peserta didik Kelas V B SD Negeri Abepantai (12 laki-laki dan 18 perempuan). Data dikumpulkan melalui instrumen angket minat belajar, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya respons positif yang sangat signifikan, yakni memperoleh rerata sebesar 90% terhadap penerapan alat peraga IPA berbantuan praktikum sederhana. Hasil tersebut mengindikasikan bahwa peserta didik memiliki minat belajar dalam kategori “Sangat Tinggi” tentang perubahan materi melalui alat peraga IPA berbantuan praktikum sederhana. Secara keseluruhan, implementasi alat peraga IPA berbantuan praktikum mampu menjadi solusi alternatif yang efektif untuk meningkatkan minat belajar peserta didik di tengah keterbatasan sarana laboratorium serta mengubah proses pembelajaran dari teoretis menjadi lebih konkret dan bermakna.
Peningkatan Keterampilan Proses Sains: Implementasi E-Modul Kimia Materi Redoks Berbasis Budaya Papua Karubaba, Marice; Kelana, Ardian Hangga; Irawan, Sakka; Inggamer, Mamberuman Marthen; Kopeuw, Agnes Julia
JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 2 (2026): JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/jagomipa.v6i2.4282

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan Keterampilan Proses Sains (KPS) peserta didik melalui penggunaan e-modul kimia berbasis budaya Papua pada materi reaksi reduksi dan oksidasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik Kelas X IPA SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura yang berjumlah 50 orang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan pertimbangan tertentu. Penelitian ini dilaksanakan di Kelas X IPA SMA YPPK Teruna Bakti Jayapura dengan jumlah sampel 28 peserta didik menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) model ADDIE. Instrumen penelitian meliputi angket KPS, lembar observasi, wawancara, dan tes hasil belajar. Selanjutnya, data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil riset menunjukkan bahwa, rata-rata KPS sebelum menggunakan e-modul berada pada kategori kurang terampil dengan persentase 47,32%. Setelah implementasi e-modul, KPS peserta didik meningkat secara bertahap pada setiap pertemuan, yaitu 68,30% RPP 1 (kategori kurang terampil), 71,25% RPP 2 (kategori terampil), dan 80,54% RPP 3 (kategori terampil). Secara keseluruhan, rata-rata KPS mencapai 73% dengan kategori terampil. Peningkatan paling signifikan terlihat pada indikator mengajukan pertanyaan (81,25%) dan mengomunikasikan (82,14%) dengan kategori sangat terampil. Temuan ini menunjukkan bahwa e-modul kimia berbasis budaya Papua efektif dalam meningkatkan keterampilan proses sains peserta didik serta mampu menjadikan pembelajaran kimia lebih kontekstual, interaktif, dan bermakna.
Sinergi Sains dan Seni Budaya (Kearifan Lokal Papua): Pelatihan Daur Ulang Barang Bekas Menjadi Alat Peraga Inovatif Model Miniatur Honai Papua Ardian Hangga Kelana; Kumala Sari; Sakka Irawan; Marice Karubaba; Valerianus Amandus; Amanda Kasanofa
Jurnal Abdimas Indonesia Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34697/jai.v5i4.2445

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas peserta didik dengan mengintegrasikan pembelajaran sains dan seni budaya melalui pelatihan daur ulang barang bekas menjadi alat peraga inovatif berupa miniatur honai Papua. Pembelajaran sains pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA), khususnya di Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) sering kali dilakukan oleh guru dengan pola teoretis. Hal ini menyebkan peserta didik kurang meningkatkan kreativitas dan pemahaman kontekstual terhadap kearifan lokal daerahnya. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif melalui beberapa tahapan yang terdiri dari persiapan, pelaksanaan (praktik langsung), dan evaluasi. Melalui kegiatan pelatihan pembuatan miniatur honai berbasis kearifan lokal Papua, peserta didik diajak menelusuri dan mengembangkan keterampilan ilmiah serta mengintegrasikan nilai-nilai budaya Papua dalam sebuah hasil karya. Honai merupakan rumah adat (tradisional) khas masyarakat Papua yang mempunyai nilai-nilai ilmiah dan mampu dihubungkan dengan konsep fisika (struktur, gaya, suhu, dan kestabilan), biologi (material hayati seperti kayu, bambu, Jerami/alang-alang, dan tali rotan/akar pohon) serta kimia (aspek lingkungan, pemilihan bahan, dan proses daur ulang). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kreativitas peserta didik dalam mengolah barang bekas menjadi alat peraga yang kontekstual dan bermakna. Selain itu, menumbuhkan rasa cinta dan peduli terhadap kearifan lokal Papua. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) seperti ini dapat menjadi model sinergi lintas bidang antara sains dan seni budaya dalam pendidikan.
Hilirisasi Potensi Alam Papua Berbasis Sains: Pemberdayaan Mahasiswa sebagai Upaya Peningkatan Literasi Pangan Ardian Hangga Kelana; Titia Erika Sarlota Awom; Marice Karubaba; Yulius Deni Kurnianto; Retno Wuri Sulistyowati; Midah Nurhidayah; Widelmina Keterina Demena; August Lewaherilla; Elizabet Kafiar
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i2.4532

Abstract

Penelitian terdahulu menekankan pentingnya mengintegrasikan latar sosiokultural serta potensi lokal Papua pada pembelajaran sains agar lebih kontekstual dan bermakna di dalam kelas. Akan tetapi, pembelajaran sains tidak boleh berhenti pada ranah kognitif. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberdayakan mahasiswa dalam hilirisasi potensi alam Papua berbasis sains sebagai upaya meningkatkan literasi pangan. Mitra dalam kegiatan ini adalah mahasiswa Universitas Internasional Papua (UIP). Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan model Project-Based Learning (PjBL) yang terdiri dari tiga tahap yaitu persiapan (sosialisasi teoretis), pelaksanaan (praktik pembuatan produk), dan evaluasi. Peningkatan literasi pangan mahasiswa dari kegiatan ini diukur menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui teknik triangulasi data yang bersumber dari observasi dokumentasi, analisis finansial, dan wawancara mendalam (in-depth interview). Hasil pengabdian mengindikasikan adanya peningkatan literasi pangan mahasiswa secara signifikan yang mencakup tiga aspek yaitu literasi sains terapan (teknologi pangan), literasi keamanan pangan (food safety), dan literasi ekonomi pangan. Mahasiswa berhasil melakukan hilirisasi potensi agrikultur lokal meliputi pisang kepok, singkong, talas, dan bayam yang diolah menjadi enam varian produk kompetitif (Keripik Pisang Kepok, Keripik Singkong, Stick Singkong, Keripik Bayam, Sempol Tahu, dan Keripik Umbi Talas Saus Pedas) serta mampu membukukan keuntungan finansial dari hasil penjualan.
Komunikasi Lingkungan Interaktif melalui Pelatihan Ecobrick untuk Membangun Generasi Sekolah Peduli Sampah Midah Nurhidayah; Ardian Hangga Kelana; Sittin Masawoy; Febri Listianingrum; Pusmiati Pusmiati; Retno Wuri Sulistyowati
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i2.4584

Abstract

Permasalahan sampah plastik global telah merambah wilayah perbatasan negara termasuk di Kampung Skouw, Kota Jayapura. Kurangnya pemahaman tata kelola sampah anorganik di kalangan remaja menjadi pemicu utama pencemaran lingkungan sekolah. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengimplementasikan strategi komunikasi lingkungan interaktif melalui pelatihan pengelolaan sampah plastik menjadi ecobrick dan membangun karakter peduli lingkungan pada peserta didik SMA Negeri 6 Skouw. Metode pelaksanaan program dilakukan melalui tiga tahapan terstruktur yaitu: (1) tahap persiapan yang meliputi observasi kondisi tata kelola sampah sekolah dan perizinan; (2) tahap pelaksanaan berupa sosialisasi komunikasi lingkungan interaktif serta praktik langsung (hands-on experience) pembuatan ecobrick oleh peserta didik; dan (3) tahap evaluasi menggunakan metode triangulasi yang menggabungkan instrumen angket partisipasi, observasi motorik, serta wawancara mendalam. Hasil analisis data pre-program menunjukkan adanya action-gap, di mana 90% peserta didik belum pernah membuat ecobrick meskipun 89% telah memahami perbedaan jenis sampah secara konseptual. Pasca-pelatihan, program komunikasi lingkungan ini terbukti berhasil memberikan dampak positif yang signifikan. Hal ini ditunjukkan oleh tingginya tingkat pemahaman peserta didik dan kemudahan adopsi metode ecobrick dengan rata-rata persentase kelayakan mencapai 97,8%. Selain itu, aspek keberlanjutan perilaku menunjukkan hasil rata-rata 93,3% peserta didik berkomitmen untuk mengaplikasikan keterampilan ini dalam kehidupan sehari-hari serta merasa puas terhadap kegiatan PkM yang telah dilakukan. Hasil wawancara mengonfirmasi kesiapan sekolah untuk mengintegrasikan pelatihan membuat ecobrick ini ke dalam agenda kokurikuler sebagai bagian dari proyek berkelanjutan.
Co-Authors Agnes Julia Kopeuw Amanda Kasanofa Amri, Haerul August Lewaherilla Awom, Titia Erika Sarlota Ayomi, Golden Ringgo SC. Daullu, Melissa Aeudia Demena, Widelmina Keterina Diah Harmawati Diana, Yanti Efendi, Nofriza Elizabet Kafiar Evellyne Binsyowie Sandhiya Mandosir Fadhli, Yongki Dwi Febri Listianingrum Febri Listianingrum George Numberi Haay, Happy A Happy Alyzhya Haay Hesti Maria Loisa Msiren Inggamer, Mamberuman Marthen Islam, Rukmana Fachrul Janah, Tiyas N Kareth, Hana Karubaba, Marice Keduman, Wenis Kopeuw, Agnes Julia Kopeuw, Stevani Gracia Papuana Kumala Sari Lusia Narsia Amsad Mambrasar, Angel Paradise Raggiana Marani, Margaretha Marice Karubaba Marice Karubaba Matuan, Merti Maya Pujowati Melissa Aeudia Daullu Melissa Aeudia Daullu Menanti, Haikel Fabregas Midah Nurhidayah Midah Nurhidayah Mubarak, Taufik muh. Tawil Murafer, Yana Nanita Tabuni Ninik Munfarikha, Ninik Nurhidayah, Midah Nurwiati, Nurwiati Pusmiati Pusmiati Pusmiati Pusmiati, Pusmiati Raunsay, Ece Refli Surya Barkara Retno Wuri Sulistyowati Retno Wuri Sulistyowati Rosdiana Yoku Rumbewas, Corrnelia Sahar , Adnan Sahar, Adnan Sakka Irawan Sakka Irawan saul weipsa Sittin Masawoy Sittin Masawoy Soll, Yekson Sri Woro Suryani Sri Woro Suryani Sulistyowati, Retno Wuri Suryani, Sri Woro Suwarningsih, Tri Taufik Mubarak Titia Erika Sarlota Awom Titia Erika Sarlota Awom Tri Suwarningsih Tri Suwarningsih Valerianus Amandus Velka Taboka Waimbo, Korinus N Wamea, Roselin Weipsa, Saul Widelmina Keterina Demena Yan Dirk Wabiser Yane Oktovina Ansanay Yekson Soll Yongki Dwi Fadhli Yulius Deni Kurnianto