Articles
PERSEPSI IBU HAMIL TENTANG PEMILIHAN PERSALINAN DITINJAU DARI BUDAYA BANGGAI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LANTIBUNG
Een Kurnaesih;
Andi Multazam;
Caca Sudarsa
Jurnal Mitrasehat Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51171/jms.v8i2.193
Pemilihan tempat persalinan dan penolong persalinan yang tidak tepat akanberdampak secara langsung pada kesehatan ibu. Tempat yang paling ideal untuk persalinanadalah fasilitas kesehatan dengan perlengkapan dan tenaga kesehatan yang siap menolongsewaktu-waktu apabila terjadi komplikasi persalinan atau memerlukan penanganankegawatdaruratan.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan infomasi secara mendalam tentangPersepsi Ibu Hamil Tentang Pemilihan Persalinan Ditinjau Dari Budaya Banggai Di WilayahKerja Puskesmas Lantibung. Digunakan metode kualitatif dengan analisis deskritif. Pemilihaninforman biasa menggunakan metode snowball sampling sedangkan informan kunci danpendukung menggunakan metode purposive.Informan penelitian ini sebanyak sebelas orangorang yang terdiri dari informan biasa enam orang, informan pendukung satu orang daninforman kunci empat orang.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan persalinan ditinjau dari budayaBanggai ibu hamil lebih nyaman pertolongan dukun karena setelah melahirkan dukunmerawat ibu sampai sehat. Ibu hamil lebih mengutamakan dukun saat persalinan karena adapelaksanaan budaya yang dipercaya membantu proses persalinan dan bidan menolonghanya pada saat ibu selesai melahirkan atau terjadi masalah. Sosial ekonomi yang cukup,akses ke pelayanan kesehatan yang sulit dijangkau karena kondisi jalan yang rusak danmenyebarang laut. Dukungan suami atau keluarga sangat berpengaruh terhadap pemilihanpersalinan dan budaya persalinan yang harus dilakukan ibu hamil yaitu persiapan, pantanganatau larangan, anjuran, proses atau metode dan keberadaan suami yang dipercaya dapatmembantu proses persalinan yang aman dan apabila budaya persalinan tidak dilaksanakanakan berdampak pada kesehatan ibu dan bayi.Kesimpulan penilitian ini adalah persepsi ibu hamil tentang pemilihan persalinanditinjau dari budaya Banggai di pengaruhi oleh perilaku, pengetahuan, sikap, tindakan, faktorpemungkin, faktor penguat dan budaya persalinan. Adapun saran dari penelitian ini adalahdiharapkan petugas kesehatan dapat memberikan penyuluhan kepada masyarakat khususnyaibu hamil tentang pemilihan persalinan yang sehat dan aman.
PENGARUH PEMBERIAN KAPSUL DAUN KELOR TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL PADA IBU MENOPAUSE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMAMAUNG
Wulandari Darmawan;
Een Kurnaesih;
Andi Multazam
Jurnal Mitrasehat Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51171/jms.v8i2.198
Perubahan gaya hidup secara jelas antara lain banyaknya restoran cepat saji yangmenjual makanan mengandung kolesterol tinggi dan sedikit mengandung nutrisi. Makanancepat saji ini sangat berbahaya bagi tubuh jika sering dikonsumsi salah satunya wanitamenopause, akan mengalami peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh yang diakibatkanoleh adanya penurunan produksi hormon estrogen. Hormon estrogen pada wanita memilikiproteksi terhadap kadar kolesterol darah. Dalam hal ini estrogen meningkatkan kadar HDLdan merendahkan kadar LDL.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruhpemberian kapsul daun kelor terhadap penurunan kadar kolesterol pada ibu menopause diwilayah kerja Puskesmas Tamamaung.Jenis penelitian menggunakanQuasi Eksperimen. Teknik pengambilan sampling yaituPurposive sampling dengan jumlah sampel 40 responden dengan intervensi 20 responden,kontrol 20 responden, penelitian di lakukan di wilayah kerjaPuskesmas Tamamaung.Hasil penelitian ini yang didapat yaitu ada pengaruh pemberian kapsul daun kelorterhadap penurunan kadar kolesterol pada ibu menopause kelompok intervensidi WilayahKerja Puskesmas Tamamaung dengan nilai p-value= 0,000. Tidak ada pengaruh pemberiankapsul daun kelor terhadap penurunan kadar kolesterol pada ibu menopause kelompokkontrol di Wilayah Kerja Puskesmas Tamamaung dengan nilai p-value= 0,595 dan terdapatperbedaan signifikan pemberian kapsul daun kelor terhadap penurunan kadar kolesterol padaibu menopause kelompok kontrol dan intervensidi wilayah kerja Puskesmas Tamamaungdengan nilai p Value 0,511 dan pada kelompok intervensi dan kontrol sesudah padapemberian kapsul daun kelor dengan nilai p Value 0,012. Kesimpulan dalam penelitian iniadalah terdapat pengaruh yang siginifikan pemberian kapsul daun kelor terhadap penurunankadar kolesterol pada ibu menopause kelompok intervensidi Wilayah Kerja PuskesmasTamamaung.Diharapkan dalam penelitian ini petugas kesehatan dapat memberikan kontribusidalam hal penyuluhan, sosialisasi atau konseling mengenai Manfaat daun kelor yang salahsatunya adalah kapsul daun kelor.
PENGARUH HEALTH EDUCATION TERHADAP PERILAKU WANITA USIA SUBUR (WUS) DALAM PEMERIKSAAN IVA PADA DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DI PUSKESMAS KASSI-KASSI KOTA MAKASSAR
Sri Sudarwaty;
Een Kurnaesih;
Reza Aril Ahri
Jurnal Mitrasehat Vol. 8 No. 1 (2018): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51171/jms.v8i1.361
Influence of Health Education on Female Age Behavior (WUS) in IVA Examination in Early Detection of Cervical Cancer at Kassi-Kassi Health Center of Makassar (Guided Een Kurnaesih and Reza Aril Ahri). Currently, the coverage of early detection of cervical cancer is still very low, due to a lack of knowledge and public awareness to participate in the early detection of cervical cancer programs. IVA examination is an early detection program for cervical cancer applied by the government. The purpose of this study is to know the influence of Health Education on the Behavior of Women Aged Fertile (WUS) in IVA Examination on Early Detection of Cervical Cancer at Kassi-Kassi Health Center of Makassar City The research design used was a quasi-experimental pre-post design with a comparison group which attempted to reveal the effectiveness of the independent variable to the dependent variable by stretching the control group in addition to the experimental group with the number of samples 66 Wus. The result of the research shows that health education influences knowledge, attitude, and action of WUS in IVA examination on early detection of cervical cancer at Kassi-Kassi Health Center Makassar 2018, from T-Test statistic test p sig = 0,000 <0,05. Health Education in the IVA examination in the early detection of cervical cancer gives the effect of increasing knowledge, attitude, and action to become more positive, it is expected the authorized institution can do it in a wider range and better quality
KINERJA BIDAN DALAM RANGKA MENURUNKAN ANGKA KEJADIAN INFEKSI POST PARTUM DI PUSKESMAS KABUPATEN POLEWALI MANDAR SULAWESI BARAT
Rahayu, Bakti;
Multazam, Andi;
Kurnaesih, Een
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 13 No. 5 (2018): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sekitar 25-50% kematian wanita usia subur disebabkan oleh masalah kehamilan dan persalinan, dan nifas.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi kinerja bidan dalam rangka menurunkan angka kejadian infeksi post partum di Puskesmas Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat. Desain penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional untuk melihat pengaruh variabel dependen terhadap variabel independen. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 71 bidan yang bekerja di tiga wilayah kerja Puskesmas Binuang, Puskesmas campalagian dan Puskesmas Polewali di Kabupaten Polewali Mandar. Sampel dalam penelitian ini adalah Total sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner kemudian diolah dan dianalisis menggunakan uji statistik Chi-square dengan tingkat kemaknaan 95% (α=0,05). Hasil uji statistik menunjukkan pengaruh yang signifikan antara sikap (ρ=0,000) dan tindakan (ρ=0,043) terhadap kinerja bidan dan tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan antara masa kerja (ρ=0,296) terhadap kinerja bidan. Kesimpulan masa kerja tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kinerja bidan hal Ini dikarenakan petugas yang sudah lama bekerja cenderung sudah berkurang minat kerjanya. Saran diharapkan kepada bidan agar meningkatkan kemampuannya untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat dan untuk meningkatkan motivasinya bidan perlu menyadari tanggung jawabnya sebagai pelaksana dalam pelayanan masa nifas nifas.
PENGARUH PEMBERIAN JUS BUAH NAGA TERHADAP PENINGKATAN HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI YANG MENGALAMI ANEMIA DI SMAN 4 PANGKEP
Usman, Munadira;
Arman;
Kurnaesih, Een
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 13 No. 6 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Remaja putri banyak mengalami kekurangan zat gizi dalam konsumsi makanan sehari - harinya.Kekurangan zat besi dianggap sebagai salah satu penyebab paling umum dari anemia,buah baga yang mengandung zat besi, mengandung banyak mineral, dan vitamin C, maka dengan mengkonsumsi buah naga secara rutin diharapkan mampu meningkatkan kadar hemoglobin. Tujuan umum pada penelitian ini adalah untuk menganalisis seberapa besar pengaruh pemberian jus buah naga terhadap peningkatan kadar Hemoglobin pada remaja putri yang mengalami anemia di SMAN 4 Pangkep.Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan nonequivalent control group design. Populasi pada penelitian ini adalah semua siswi SMAN 4 Pangkep, yang berjumlah 276 orang. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 44 orang yang terdiri dari 22 kelompok intervensi dan 22 kelompok control. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling.Hasil uji paired t test menunjukkan bahwa pada kelompok intervensi (pemberian jus buah naga) diperoleh nilai p = 0,000, dimana p < α (0,05). Sedangkan untuk kelompok kontrol diperoleh hasil nilai p = 0,204, dimana p > α (0,05).Dapat disumpulkan bahwa ada pengaruh antara pemberian jus buah naga terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri yang mengalami anemia dan pada kelompok kontrol tidak ada pengaruh antara pemberian pemberian edukasi nutrisi terhadap peningkatan hemoglobin pada remaja putri di SMAN 4 Pangkep. Remaja putri diharapakan lebih memperhatikan asupan nutrisi yang dikonsumsi sehingga dapat mencegah terjadinya anemia.
DETERMINAN KEJADIAN PREKOKS PADA REMAJA UMUR 10-17 TAHUN DI KOTA MAKASSAR
Hadriyanti M;
Gobel, Fatmah Aprianti;
Kurnaesih, Een
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 13 No. 6 (2019): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Remaja putri adalah sosok yang sedang berkembang, baik dari segi fisik maupun seksual. Pada masa remaja, seorang remaja belum mempunyai tempat yang jelas dalam rangkaian proses perkembangannya.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menganalisis determinan kejadian prekoks pada remaja umur 10-17 tahun di kota Makassar. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yaitu mengeksplorasi secara mendalam mengenai determinan faktor kejadian prekoks pada remaja umur 10-17 tahun di kota makassar tahun 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemicu menstruasi dini datang dari keterpaparan media sosial, baik berasal dari percakapan maupun tontonan dari film – film atau internet berlabel dewasa, vulgar, atau mengumbar sensualitas, Selain itu nutrisi mempunyai pengaruh terhadap kematangan seksual manusia, karena gizi mempengaruhi sekresi hormon gonadotropin dan respon terhadap Luteinizing Hormone (LH), hormon ini berfungsi untuk sekresi estrogen dan progesteron dalam ovarium adapun life style sering disalah gunakan oleh sebagian besar remaja jika tidak pintar dalam memilih mode orang barat, maka akan berpengaruh negatif bagi mereka sendiri dan salah satu akibatnya adalah terjadinya pubertas dini, begitupun dengan lingkungan pergaulan. Semua hal tersebut diatas akan menjadi faktor pemicu terhadap percepatan usia pubertas pada remaja sehingga memerlukan perhatian khusus seblumnya karena pengobatan ubtuk pubertas dini belum cukup memadai sedangkan akibatnya sangat besar.Perilaku,
MONITORING PARENTAL TEMAN SEBAYA DAN MEDIA SOSIAL TERHADAP PERILAKU SEKS PRA NIKAH DI KOTA MAKASSAR TAHUN 2019
Elbetan, Sarti Nofriyanti;
Abdullah, Tahir;
Kurnaesih, Een
Diagnosis Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 16 No. 1 (2021): Diagnosis: Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Amerika, ditemukan remaja yang diberikan kebebasan penuh oleh orang tuanya memiliki risiko tinggi terjadinya perilaku seksual (Dempster, dkk, 2015). Provinsi sulawesi selatan sendiri, berdasarkan data survei BKKBN 2015, proporsi terbesar pertama kali pacaran di usia 15-17 tahun, remaja pria 63,3% dan remaja wanita 57,2%. Dan berhubungan seks remaja pria 30,2% dan remaja wanita 7,7%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis monitoring parental, teman sebaya dan media terhadap perilaku seks pranikah pada remaja. Jenis penelitian survey analitik dengan desain cross sectional dan bersifat kuantitatif, populasi yang digunakan sebanyak 304 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil analisis menunjukkan bahwa diantara variable monitoring parental, teman sebaya dan media yang signifikan mempengaruhi perilaku seks pada SMKN yaitu Monitoring neglect parenting (000) dan pengaruh teman sebaya (001) sedangkan pada SMA yaitu pengaruh teman sebaya (001) dan monitoring authoritative parenting (002). Kesimpulan hasil penelitian ini yaitu variable monitoring parental (neglect parenting dan authoritative parenting) dan variable teman sebaya mempunyai pengaruh lebih besar terbentuknya perilaku seks pada remaja.
Barriers to Implementing Comprehensive Sexuality Education as a Strategy to Prevent Adolescent Pregnancy in Indramayu District, Indonesia
Kurnaesih, Een;
Herbawani, Chahya Kharin;
Febriani, Nelly
Kesmas Vol. 20, No. 3
Publisher : UI Scholars Hub
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
The implementation of comprehensive sexuality education (CSE) is not optimal. This qualitative study aimed to identify and contextualize barriers to CSE implementation, specifically in Indramayu District, Indonesia. Conventional content analysis procedures were used. Seven participants, consisting of relevant authorities, were interviewed. A purposive sampling technique was employed to select participants. Data were collected through in-depth, semi-structured interviews. All interviews were recorded and transcribed verbatim. Data were analyzed using conventional qualitative content analysis. The barriers to CSE implementation in Indramayu District were identified across five themes: advocacy, technical considerations, coordination and collaboration, integration with other sexual and reproductive health projects, and access beyond school, highlighting the need for improved coordination, targeted outreach, and curriculum development to address these challenges and enhance program effectiveness.
Asuhan Kebidanan pada Ny. L Akseptor KB Suntik 1 Bulan (Cyclofem)
Isnaini, Mufidah;
Een Kurnaesih;
Nia Karuniawati
Window of Midwifery Journal Vol. 3 No. 2 (Desember, 2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/wom.vi.190
Keluarga Berencana (KB) adalah upaya mengatur banyaknya jumlah kelahiran dengan pembatasan yang bisa dilakukan dengan pengunaan alat kontrasepsi sekaligus menjamin terkendalinya pertambahan penduduk. Pada tahun 2020 jumlah pasangan usia subur (PUS) sebanyak 107.999 dengan peserta KB aktif 60.429 meliputi IUD sebanyak 2.198 (4%), MOW sebanyak 1.720 (3%), MOP sebanyak 173, implan sebanyak 10.030 (17%), suntik 32.952 (55%), kondom sebanyak 1.427 (2%), dan pil sebanyak 11.929 (20%). Dari data tersebut sebagian peserta KB aktif memilih suntikan (55%) sebagai alat kontrasepsi dibanding metode kontrasepsi lainnya. Tujuan studi kasus ini adalah agar dapat melaksanakan asuhan kebidanan pada Ny. L, akseptor KB suntik 1 Bulan dengan pendekatan manajemen asuhan kebidanan 7 langkah varney dan pendokumentasian dalam bentuk SOAP. Berdasarkan studi kasus pada Ny. L dengan Akseptor KB Suntik 1 Bulan ditemukan tidak ada kesenjangan antara teori dan kasus. Setelah penulis mempelajari teori dan pengalaman langsung di lahan praktek melalui pengalaman langsung tentang manajemen asuhan kebidanan pada Ny. L dengan akseptor KB suntik 1 bulan di RSIA Malebu Husada Makassar 2021 maka penulis menarik kesimpulan dan saran, Ny. L dengan akseptor KB suntik 1 bulan umur 32 tahun Bidan diharapkan berusaha dan secara antusias memberikan perhatian serta mengupayakan pelayanan kontrasepsi dengan baik.
Asuhan Kebidanan Antenatal pada Ny. S
Fitri, Fitriani;
Sundari;
Kurnaesih, Een
Window of Midwifery Journal Vol. 3 No. 2 (Desember, 2022)
Publisher : Pusat Kajian dan Pengelola Jurnal FKM UMI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33096/wom.vi.212
Kehamilan di definisikan sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Selama proses kehamilan, diperlukan kemampuan seorang ibu hamil untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi pada fisik dan psikisnya. Perubahan yang terjadi pada kehamilan kemungkinan dapat terjadi resiko kelainan atau komplikasi bila tidak dideteksi sejak dini. Berdasarkan penelitian tentang kehamilan resiko tinggi yang dialami oleh ibu hamil dengan paritas grandemultipara lebih besar dibandingkan ibu hamil dengan paritas primipara dan multipara yaitu ibu hamil dengan paritas grandemultipara 51,02%, primipara 3,06% dan multipara 45,92%. Pada ibu hamil dengan grandemultipara lebih besar kemungkinan mengalami resiko kelainan atau komplikasi seperti anemia, hipertensi kehamilan, diabetes melitus, kelainan letak, plasenta previa, solusio plasenta dan lain-lain. Tujuan dari studi kasus ini adalah agar dapat melaksanakan asuhan kebidanan antenatal pada Ny. S di RSIA Malebu Husada Makassar 2021 melalui pendekatan manajemen asuhan kebidanan 7 langkah varney dan pendokumentasian dalam bentuk SOAP yang sesuai dengan wewenang bidan. Berdasarkan studi kasus pada Ny. S G7P5A1, gestasi 38 minggu tidak ditemukan adanya kesenjangan antara teori dan kasus.