Claim Missing Document
Check
Articles

PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PENJUMLAHAN DAN PENGURANGAN BILANGAN BULAT MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT DENGANMODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DI KELAS VII SMP NEGERI 9 PALU Mega Kristina Stevi R.; Ibnu Hadjar; Marinus B. Tandiayuk
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 5 No. 3 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa pada materi penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan model pembelajaran langsung di kelas VII SMP Negeri 9 Palu. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif eksperimendengan rancangan penelitian menggunakan One-Shot Case Study Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 9 Palu yang terdaftar pada tahun ajaran 2017/2018 dan terdiri dari 10 kelas yang berjumlah 300 siswa. ­Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan simplerandom sampling.Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes hasil belajar yang berbentuk pilihan ganda. Penelitian ini menemukan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa antara yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dengan yang mengikuti model pembelajaran langsung di kelas VII SMP Negeri 9 Palu. Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif tipe NHT, pembelajaran langsung, hasil belajar Abstract:The objective of this research is to know the difference of students achievement on addition and reduction of integer with using cooperative learning of NHT with direct learning in grade VII SMP Negeri 9 Palu.This research is experimental quantitative researchwith the research design usingOne-Shot Case Study Design. The research population is all students of grade VII SMP Negeri 9 Palu in the academic year 2017/2018 with 300 students. The sampling technique is done by simple random sampling. The research instrument used is the achievement test in the form of multiple choice. This study found that there are differences between the students mathematics learning outcomes that follow learning by implementing cooperative learning model NHT with students who take the direct learning in grede VII SMP Negeri 9 Palu. Keywords: Cooperative learning of NHT, direct learning, learning outcomes.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TALKING STICK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LUAS PERMUKAAN SERTA VOLUME KUBUS DAN BALOK DI KELAS VIII F SMP NEGERI 7 PALU Fini Widyawati Hi. Hafid; Ibnu Hadjar; Sutji Rochaminah
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 5 No. 4 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan dan volume kubus dan balok di kelas VIII F SMP Negeri 7 Palu. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc.Taggart yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe talking stick dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas permukaan dan volume kubus dan balok mengikuti fase-fase, yaitu: 1) menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa, peneliti menyampaikan tujuan pembelajaran secara lisan dan mempersiapkan siswa untuk belajar, 2) menyajikan informasi, peneliti memberikan motivasi dengan menekankan bahwa materi yang akan dipelajari sangat penting, menjelaskan cara kerja tongkat serta instrumen musik dan menginformasikan tentang materi yang dipelajari, 3) mengorganisir siswa ke dalam tim-tim belajar, peneliti membentuk empat kelompok belajar yang terdiri dari empat siswa setiap kelompok, 4) Membantu kerja tim dan belajar, peneliti membagikan LKS pada tiap-tiap kelompok beserta alat peraga yang terbuat dari bahan karton, menjelaskan cara kerja LKS dan menegaskan untuk saling bekerja sama dengan teman-teman kelompoknya, 5) mengevaluasi, peneliti menjalankan tongkat secara estafet dengan bantuan instrumen musik dan memberikan pertanyaan kepada siswa pemegang tongkat saat musik diberhetikan. Setelah siswa pemegang tongkat selesai menjawab pertanyaan yang diberikan, siswa pemegang tongkat mempersentasikan hasil jawabannya. Kemudian, peneliti meminta tanggapan siswa lain terhadap jawaban siswa pemegang tongkat yang dituliskan di papan tulis dan peneliti bersama siswa membuat kesimpulan dan 6) memberikan pengakuan atau penghargaan, peneliti memberikan penghargaan kepada kelompok terbaik berupa pujian dan hadiah yang sudah disiapkan. Kata kunci: Model pembelajaran kooperatif tipe talking stick, hasil belajar, luas permukaan serta volume kubus dan balok. Abstract: This study aims to describe the application of cooperative learning model type of talking stick can improve student learning outcomes on surface material and volume of cubes and beams in class VIII F SMP Negeri 7 Palu. This research is a classroom action research which refers to Kemmis and Mc.Taggart that is planning, action, observation and reflection. This study was conducted in two cycles. The results showed that the application of cooperative learning model type of talking stick can improve student learning outcomes on the surface area material and the volume of cubes and beams following the phases, is to: 1) present goal and set, the researcher conveys the learning objectives orally and prepares the students to learn, 2) present information, researchers provide motivation by emphasizing that the material to be studied is very important, explaining the workings of the stick and musical instruments and inform about the material being studied, 3) organize students into learning teams, the researchers formed four study groups consisting of four students per group, 4) assit team work and study, researchers distributed LKS to each group and props made of cardboard, explaining how to work LKS and assert to cooperate with friends of his group, 5) test on the materials, the researcher runs the baton in relay with the aid of a musical instrument and asks the student the stick holder when music is discharged. After the student of the stick holder has finished answering the questions given, the student holder of the stick presents the results of the answer. Then, the researcher asked for another student's response to the stick student's answer written on the board and the researcher with the students made the conclusion and 6) provide recognition, researchers reward the best groups of praise and rewards that have been prepared. Keywords: Cooperative learning model type talking stick, learning outcomes, surface area and volume of cube and beam.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS DI KELAS VIII B SMP NEGERI 18 PALU Sinta Afriana; Dasa Ismaimuza; Ibnu Hadjar
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share yang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi teorema Pythagoras di kelas VIII B SMP Negeri 18 Palu. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B SMP Negeri 18 Palu sejumlah 26 orang yang terdiri atas 14 laki-laki dan 12 perempuan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang rancangan penelitiannya mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari empat komponen, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang setiap siklus terdiri atas dua kali pertemuan. Informan penelitian sebanyak tiga orang dengan kualifikasi siswa berkemampuan tinggi, sedang dan rendah. Jenis data yang diperoleh adalah aktivitas guru dan siswa di kelas dan hasil belajar siswa. Data aktivitas guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran diperoleh dengan lembar observasi dan data prestasi belajar diperoleh dengan tes individu. Data-data tersebut dianalisis dengan teknik persentase. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru dan siswa mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II dan untuk analisis tes akhir tindakan dari siklus I ke siklus II terjadi peningkatan belajar klasikal sebesar 18,8% yaitu dari 65,2% pada siklus I menjadi 84% pada siklus II. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa dengan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dapat meningkatkan Prestasi belajar siswa pada materi teorema Pythagoras di kelas VIII B SMP Negeri 18 Palu. Kata Kunci : kooperatif, think pair share, prestasi belajar, Pythagoras. Abstract: The purpose of this study is to describe the application of cooperative learning model Think Pair Share type that can improve student achievement on the material of Pythagoras theorem in class VIII B SMP Negeri 18 Palu. The subjects of this study are students of class VIII B SMP Negeri 18 Palu number of 26 people consisting of 14 men and 12 women. This type of research is a classroom action research whose research design refers to the Kemmis and Mc model. Taggart consists of four components, namely (1) planning, (2) implementation of action, (3) observation and (4) reflection. This study was conducted in two cycles, each cycle consisting of two meetings. Informant of research as many as three people with qualification of student of high ability, medium and low. The types of data obtained are the activities of teachers and students in the classroom and student learning outcomes. The data of teacher and student activity in learning activity is obtained by observation sheet and the learning achievement data obtained by individual test. The data are analyzed by percentage technique. Based on the results of the study showed that the activity of teachers and students increased from cycle I to cycle II and for analysis of the final test of action from cycle I to cycle II there was an increase of classical learning by 18.8% from 65.2% in cycle I to 84% in cycle II. Based on these results can be concluded that the cooperative learning model type Think Pair Share can improve student achievement on the material Pythagoras theorem in class VIII B SMP Negeri 18 Palu. Keywords: Cooperative, think pair share, Student Results, Pythagoras.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE (TPS) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI GRADIEN DI KELAS VIII A1 SMP NEGERI 14 PALU Rahmawati Dahlan; Ibnu Hadjar; Rita Lefrida
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini ialah untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi gradien di kelas VIII A1 SMP Negeri 14 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc.Taggart, yakni perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TPS yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi gradien di kelas VIII A1 SMP Negeri 14 Palu yaitu dengan fase-fase sebagai berikut: 1) memberikan orientasi, guru menjelaskan aturan main dalam menggunakan model pembelajaran TPS dan batasan waktu untuk tiap fase kepada siswa, 2) think (berfikir secara individu), guru memberikan LKS kepada seluruh siswa dan siswa mengerjakan LKS secara individu, 3) pair (berpasangan), guru mengelompokkan siswa secara heterogen berdasarkan hasil tes awal, 4) share (berbagi jawaban dengan pasangan lain) guru meminta setiap kelompok berbagi dengan kelompok lain tentang hasil diskusi mereka dan 5) penghargaan, siswa dinilai secara individu dan kelompok dan siswa yang memiliki skor tertinggi akan diberikan penghargaan. Kata Kunci: Kooperatif; Think Pair Share; Hasil Belajar; Gradien. Abstract: The purpose of this research was to obtain a description that applying cooperative learning type Think Pair Share (TPS) that can Improve Student’s Learning out comes on gradient material in class VIII A1 SMP Negeri 14 Palu.This research is classroom action research which refers to Kemmis’ and Mc.Taggart’s research design that including are planning, doing, observation and reflection. The results of the research showed that the application of cooperative learning type TPS can improve student’s learning outcomes on gradient material in class VIII A1 SMP Negeri 14 Palu, it follow the phases: 1) provide orientation,the teacher explains the rules of the game in using application learning of TPS and the time limit for each phase to the students, 2) think (individual thinking) the teacher distributes LKS to all students and students working individually, 3) pair (pairs) teachers classify students heterogeneously based on initial test results, 4) share (share answer with other partner) the teacher asks each group to share with other groups about the results of their discussion and 5) awards, students are assessed individually and groups and students who have the highest score will be awarded. Keywords: Cooperatif; Think Pair Share; Learning outcomes; Gradient.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI LUAS PERMUKAAN KUBUS DAN BALOK MELALUI METODE PENEMUAN TERBIMBING BERBANTUAN ALAT PERAGA DI KELAS VIII B SMP NEGERI 6 PALU Azza Masnawati; Ibnu Hadjar; M. Nur Yadil
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 6 No. 3 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama pada penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas VIII B SMP Negeri 6 Palu pada pelajaran matematika khususnya materi luas permukaan kubus dan balok. Hal ini disebabkan karena siswa tidak aktif dalam mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tentang bagaimana meningkatkan hasil belajar peserta didik pada materi luas permukaan kubus dan balok melalui metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga kelas VIII B di SMP Negeri 6 Palu. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII B di SMP Negeri 6 Palu. Desain penelitian ini mengacu pada model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari 4 komponen, yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa hasil belajar siswa pada materi luas permukaan kubus dan balok dapat meningkat dari siklus I sebesar 76,67% ke siklus II sebesar 84,61% dengan menerapkan metode penemuan terbimbing berbantuan alat peraga melalui langkah-langkah (1) perumusan masalah, (2) pemrosesan data dan penyusunan konjektur, (3) pemeriksaan konjektur, (4) verbalisasi konjektur, dan (5) umpan balik. Alat peraga yang digunakan adalah kubus dan balok yang terbuat dari karton dan dapat diubah ke dalam bentuk jaring-jaringnya. Kata kunci: hasil belajar, luas permukaan kubus dan balok, metode penemuan terbimbing Abstract: The main problem in this study is low of students learning result of class VIII B Junior High School 6 Palu in mathematics lessons especially the material surface area of cube and cuboid. This is because students are not active in constructing their own knowledge. The purpose of this study is to describe how to improve students' learning outcomes about the surface area of cube and cuboid through Methods of Guided Discovery Assisted Props. Subject in this research were class VIII B Junior High School 6 Palu. Design of this research refers to the model Kemmis and Mc. Taggart which consists of four components, that is: (1) planning, (2) implementation of the action, (3) observation, and (4) reflection. This study was conducted in two cycles. The results of this study indicate that student learning outcomes in the material surface area of cubes and block can increase from cycle I is 76.67% to cycle II is 84.61% by applying guided discovery method assisted props through steps (1) problem formulation , (2) data processing and preparation of conjectures, (3) examination of conjectures, (4) verbalizing the conjecture, and (5) feedback. Props that are cubes and cuboid that can be used to form webs. Keywords: learning results, surface area, cube, block, guided discovery
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS Hanifa; Ibnu Hadjar; Gandung Sugita
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi penerapan model pembelajaran penemuan terbimbing untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 16 Tawaeli pada materi teorema Pythagoras. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIIIA SMP Negeri 16 Tawaeli, yang berjumlah 33 siswa dan dipilih 3 sebagai informan. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Penemuan Terbimbing dapat meningkatkan prestasi belajar siswa kelas VIIIA SMP Negeri 16 Tawaeli pada materi teorema Pythagoras, dengan mengikuti langkah-langkah sebagai berikut: 1) stimulasi yaitu peneliti memberikan stimulus kepada siswa berupa masalah mengenai langkah-langkah menemukan konsep teorema Pythagoras; 2) perumusan masalah yaitu peneliti meminta siswa untuk mengidentifikasi masalah yang terdapat pada LKS bagian A yaitu langkah-langkah menemukan konsep teorema Pythagoras; 3) pengumpulan data yaitu peneliti meminta siswa untuk mengikuti langkah-langkah yang terdapat pada LKS yaitu dengan menempelkan sisi c segitiga pada sisi c persegi, sehingga membentuk bangun datar baru; 4) pemrosesan data yaitu peneliti membimbing siswa untuk menggunakan data yang mereka peroleh dari percobaan menempelkan sisi segitiga pada sisi persegi untuk menemukan konsep teorema Pythagoras; 5) verifikasi yaitu peneliti memberikan tugas tambahan kepada siswa untuk membuktikan konsep teorema Pythagoras yang telah siswa peroleh dan untuk mengukur pemahaman siswa mengenai materi tersebut; 6) generalisasi yaitu peneliti mengarahkan seluruh siswa untuk membuat kesimpulan mengenai materi teorema Pythagoras yang telah mereka pelajari. Kata kunci: Penemuan terbimbing, prestasi belajar, teorema Pythagoras Abstrak: This study aims to obtain a description of the implementation of guided discovery learning model to improve learning achievement students of class VIIIA SMP Negeri 16 Tawaeli on the material Pythagoras theorem. The subjects of this study were students of class VIIIA High School 16 Tawaeli, which amounted to 33 students and selected 3 as informants. This research is a Classroom Action Research (CAS) which refers to the design research of Kemmis and Mc.Taggart that including are (1) planning, (2) implementation of action and observation and (3) reflection. This study was conducted in two cycles. The results showed that the application of guided discovery learning can improve student learning achievement of class VIIIA High School 16 Tawaeli on Pythagoras theorem, by following the foot steps as follows: 1) stimulation where the researcher gives a stimulus to students in the form of a problem that is how to find the concept of the Pythagoras theorem; 2) formulation of the problem where the researcher asks students to identify found the problems in LKS section A, namely how to find the Pythagoras theorem concept; 3) data collection where the researcher asks students to follow the steps contained in the LKS that is by attaching side c of the triangle on the side c of the square, so that it forms e new build; 4) data processing where the researcher guided students to use the data they obtain from experiments attaching the sides of triangle to the sides of square to find Pythagoras theorem concept; 5) verify where the researcher gives additional assignments to student to process Pythagoras theorem concept have obtained and to measure students understanding of the material.; 6) generalization where the researcher directs all students to draw conclusions about the material of the Pythagoras theorem they have learned. Keywords: Guided discovery, learning achievement, Pythagoras theorem.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI ARITMATIKA SOSIAL Ulfiani; Ibnu Hadjar; I Nyoman Murdiana
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 3 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model Problem Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi aritmatika sosial di Kelas VII D SMP Negeri 19 Palu. Jenis penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart, yaitu 1) perencanaan, 2) pelaksanaan tindakan, 3) observasi, dan 4) refleksi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII D SMP Negeri 19 Palu yang terdaftar pada tahun ajaran 2018/2019 sebanyak 30 siswa, 19 siswa perempuan dan 11 siswa laki-laki. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, tes, wawancara, dan catatan lapangan. Pada siklus I banyaknya siswa yang tuntas yakni 22 siswa dengan persentase ketuntasan 73% dan pada siklus II banyak siswa yang tuntas yakni 25 siswa dengan persentase ketuntasan 83%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learnig dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII D SMP Negeri 19 Palu, dengan mengikuti fase-fase PBL yaitu: 1) orientasi siswa pada masalah materi aritmatika sosial khususnya harga jual, harga beli, untung atau rugi, diskon dan persentase untung atau rugi 2) mengorganisasikan siswa untuk belajar dengan membentuk kelompok belajar secara koperatif, 3) membimbinng penyelidikan siswa secara mandiri maupun kelompok, 4) mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan 5) menganalisis dan mengevaluasi pemecahan masalah. Kata kunci : Problem Based Learning, Hasil Belajar, Aritmatika Sosial ABSTRAC: This study aims to obtain a description of the application of the Problem Based Learning model in improving student learning outcomes in social arithmetic material in Class VII D of SMP Negeri 19 Palu. This type of research is Classroom Action Research (CAR) with reference to the research design of Kemmis and Mc. Taggart, namely 1) planning, 2) implementation of actions, 3) observation, and 4) reflection. This research was conducted in two cycles. The research subjects were VII D grade students of SMP Negeri 19 Palu who were enrolled in the 2018/2019 school year as many as 30 students, 19 female students and 11 male students. Data collection techniques are observation, tests, interviews, and field notes. In the first cycle the number of students who completed were 22 students with a percentage of completeness 73% and in cycle II many students were completed ie 25 students with a percentage of completeness 83%. The results of this study indicate that the application of the Problem Based Learnig model can improve the learning outcomes of class VII D students of SMP Negeri 19 Palu, by following the PBL phases namely: 1) student orientation to the problem of social arithmetic material in particular the selling price, purchase price, profit or loss, discount and percentage of profit or loss 2) organize students to learn by forming cooperative learning groups, 3) guide students' investigations independently or in groups, 4) develop and present their work, and 5) analyze and evaluate problem solving. Keywords: Problem Based Learning, Learning Outcomes, Social Arithmetic
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DI KELAS VIII A SMP NEGERI 9 PALU PADA MATERI STATISTIKA Andika Buntu; Ibnu Hadjar; Sukayasa
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 7 No. 4 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Permasalahan yang mendasari penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa di kelas VIII SMP Negeri 9 Palu pada materi statistika. Selain itu pembelajaran yang diterapkan oleh guru lebih menggunakan metode konvensional sehingga pembelajaran cenderung terpusat pada guru. Untuk mengatasi masalah tersebut, peneliti menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray yang memberikan kesempatan siswa untuk bekerjasama dalam kelompok dan saling tukar informasi dengan kelompok lain. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas VIII A SMP Negeri 9 Palu pada materi statistika. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc Taggart terdiri dari perencanaan, tindakan dan pengamatan, serta refleksi. Hasil dari penelitian ini yaitu penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TSTS dapar meningkatkan hasil belajar siswa di kelas VIII A pada materi statistik yaitu dengan langkah-langkah 1) menyajian materi sabagai pengetahuan pengantar sebelum diskusi kelompok 2) membagi kelompok secara heterogen 3) membimbing diskusi kelompok dengan melibatkan setiap anggota kelompok untuk berdiskusi secara aktif 4) mengarahkan proses berbagi informasi melalui kegiatan saling mengunjungi 5) membimbing siswa mencocokkan hasil diskusi dengan hasil kunjungan 6) memfasilitasi presentasi kelompok 7) memberi penghargaan untuk membuat siswa termotivasi untuk terus belajar. Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray, Hasil Belajar, Statistika. Abstract:The main problem that started this research was students’s low learning outcome at grade VIII SMP Negeri 9 Palu on statistics material. In addition, the teacher tended to apply conventional learning methods thus the learning activities were centalized towards the teacher. To overcome this problems, researcher applied cooperative learning model of Two Stay Two Stray which gave students chances to worked together in a team held informations exchange with other team. This research aimend to obtain descriptions about the application of cooperative learning model of Two Stay Two Stray that could improve students’ learning outcome at grade VIII A SMP Negeri 9 Palu on statistics material. This research is a classroom action research in accordance to desain by Kemmis and Mc Taggart which consisted of planning, action and obsevation, and reflection. The result of this research is that the application of cooperative learning model of TSTS was indeed improve students’ learning outcome at grade VIII A SMP Negeri 9 Palu wich was being done by 1) giving material insight as preparation for group discussion 2) determining members of each group heterongenely 3) giving assistance the group discussion wich enganged every members within each groups 4) guiding and observing while sharing ther toughts with othe group(s), 5) giving assistance evaluating informations they heve got from the group sharing 6) fasilitating classroom presentation 7) giving rewards to students to make them motivated to keep learning Key Words: Cooperative Learning Model of Tipe Two Stay Two Stray, Learning Outcome, Statistics.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK TALK WRITE UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA SPLDV DI KELAS VIII A MTs NEGERI 4 PALU Ika Wahyuni; Ibnu Hadjar; Evie Awuy
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think talk write untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV di kelas VIII A MTs Negeri 4 Palu. Penelitan ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yakni (1) perencaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Subjek penelitian ini sebanyak 3 orang siswa.Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Penerapan model pembelajaran koopearatif tipe TTW dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV di Kelas VIII A MTs Negeri 4 Palu melalui tahap-tahap sebagai berikut: (1) think, (2) talk, (3) write. Hasil penelitian: (1) persentase ketuntasan belajar klasikal tes akhir tindakan pada siklus I mencapai 61,2% dan pada siklus II mencapai 74,19%, (2) hasil observasi aktivitas guru pada siklus I memperoleh skor total 51 atau berada pada kategori baik, dan siklus II memperoleh skor total 59 atau berada pada kategori sangat baik. (3) hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I memperoleh skor total 47 atau berada pada kategori baik. dan siklus II memperoleh skor total 54 atau berada pada kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran koopearatif tipe TTW dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal cerita SPLDV di Kelas VIII A MTs Negeri 4 Palu. Kata Kunci: Model pembelajaran, kooperatif, think talk write, hasil belajar, soal cerita, SPLDV
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE PAIR CHECK UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATERI FUNGSI KUADRAT DI KELAS X IPA 4 SMA NEGERI 7 PALU Suci Muqaddimatul Jannah; Ibnu hadjar; Bakri M
Jurnal Elektronik Pendidikan Matematika Tadulako Vol. 8 No. 3 (2021)
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan deskripsi aktivitas pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe pair check dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi fungsi kuadrat di kelas X IPA 4 SMA Negeri 7 Palu. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengacu pada desain penelitian Kemmis dan Mc.Taggart yakni (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan (4) refleksi. Subjek penelitian ini seluruh siswa kelas X IPA 4 SMA Negeri 7 Palu. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Hasil penelitian (1) persentase ketuntasan belajar klasikal pada siklus I mencapai 61,76% dan mengalami peningakatan pada siklus II mencapai 79,41%, (2) hasil observasi aktivitas pendidik pada siklus I dan siklusi II berada pada ketegori baik, (3) hasil observasi aktivitas siswa pada siklus I berada pada ketegori baik dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu berada pada ketegori sangat baik. Dari hasil penelitian yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe pair check dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada materi fungsi kuadrat di kelas X IPA 4 SMA Negeri 7 Palu melalui fase-fase yaitu: (1) bekerja berpasangan, (2) pelatih mengecek, (3) pelatih memberi pujian, (4) pelatih dan penyaji saling bertukar peran, (5) pelatih mengecek, (6) pelatih memberi pujian, (7) pasangan mengecek, (8) perayaan kelompok. Abstract: The objective of this research is to describe the implementation of cooperative learning model of pair check type that can improve student achievement on the material of quadratic functions in X IPA 4 Classes SMA Negeri 7 Palu. This research is a classroom action research that refers to Kemmis and Mc. Taggart research design are (1) planning, (2) implementation of action, (3) observation and (4) reflection. The subjects of this study are all students of class X IPA 4 SMAN 7 Palu. This research was conducted in two cycles. The result of the research (1) the percentage of classical learning completeness in the first cycle was reached 61,76% and experienced an increase in the second cycle was reached 79,41%, (2) the result of observations of teacher activities in the cycle I and cycle II in the good category, (3) the result of observations of students activities in the first cycle in the good category and to have an increase in the second cycle which in the very good category. From the result of the research obtained can be concluded that the implementation of cooperative learning model of pair check type that can improve student achievement by following phases, namely: 1) pair work, 2) coach checks, 3) coach praise, 4) coach and presenters exchange roles, 5) coach checks, 6) coach praise, 7) pair check, 8) team celebrations.Keyword: Cooperative Learning Model, Pair Check, Learning Achievement, Quadratic Functions
Co-Authors Abd. Hamid Abd. Hamid Abdurahman, Algyfahri S. Abimanyu, Wisnu Aam Afriana, Sinta Afriani Maso Ahdar Akhyar M Tawil Alfisyahra, Alfisyahra Andika Buntu Anggraini Anggraini Anggraini Anggriani Azza Masnawati Baharuddin Paloloang Baharuddin Paloloang Bakri M Bakri M. Bakri Mallo Baso Amri Baso Amri Chalid, Ziyad Cindy Angeli Que Puspita Dahlan, Rahmawati Darius, Cumarlin Dasa Ismaimuza Desy Katrinatalin Topile Dhini Syafitri Erma Nurhijjah Rakasiwi Evi Febriani R. Palunsu Evie Awuy Evie Awuy Evie Awuy Fadila Rizky, Fadila Fajriani Fajriani Fasya Ardhinda Anatasya Fatimah fatimah Fatimah Fini Widyawati Hi. Hafid Fitriani Samsudin Galu Parwati Gandung Sugita Gayatri, Refma Hanifa Hanifa, Hanifa Hasnita I Labangsa Hasriadi, Hasriadi Hastiti Gita Hatin, Murni A. I Gede Darma Wisilayasa I Nyoman Murdiana I Nyoman Murdiana Idaini, Moh. Wifaqul Ika WAHYUNI Ishariyadi Ishariyadi, Ishariyadi Karniman, Tegoeh S Karniman, Tegoeh S. Kasim, Sitti Ruqaiyyah Komang Melin Linawati Linawati Lowo, Lilis Kartina M, Bakri M. Nur Yadil M., Bakri Mang Megayanti Mansur, Meliani Marinus B. Tandiayuk Marinus B. Tandiayuk Maskur Maskur MASKUR Maskur Maskur Masnawati, Azza Mega Kristina Stevi R. Melin, Komang Mu’min, Vemy Asirudin Mubarik Mubarik Mubarik Mubarik Muh Hasbi Muh. Hasbi Muh. Rizal Muh. Rizal Muhammad Fachri B. Paloloang Mustamin Idris MUSTAMIN IDRIS Mustika Sari Mustika Sari, Mustika Nadya, Fitra Nasir, Rahma Nggariwo, Febryanti Nur Padila Susanti Nur Una Nuraisyah, Patta Rani Nurfidiya Nurfidiya Nurfidiya, Nurfidiya Nurhalizah Nurhalizah Nurhalizah, Nurhalizah Nurhayadi Nurkaenah , Nurkaenah Nurul Hikmah Oktaviani, Andi Rini Padang, Sery Londong Palunsu, Evi Febriani R. Pampi, Desriyana Pathuddin Petra C. M. Sumampou Putri Rezkia Rahmawati Dahlan Ridwan, Ridwan Riska Riska Riska Rita Lefrida Rizal, Muh Safirah Safirah Samsudin, Fitriani Sinta Afriana SITI NURJANAH Sitti Ruqaiyyah Kasim Sobirin, Moh. Sriani, Niluh Stevi R., Mega Kristina Suci Muqaddimatul Jannah Sudarman Bennu Sukayasa Sumampou, Petra C. M. Sumampou, Petra C.M Sutji Rochaminah Syamsul Falah Tegoeh S. Karniman Topile, Desy Katrinatalin Tumongka, Wiwik Andriani Ufi Ufi, Ufi Ulfiani Ummu Salamah Vassita Ratani Atthacariya Vemy Asirudin Mu’min Verawati Verawati Verawati Wardhani, Ardyah Zahra Warouw, Widya Santi Welli Meinarni Welli Meinarni Widya Santi Warouw Widyawati, Fini Wisnu Aam Abimanyu Yadil, Muh. Nur Zhabriani, Khalifa Zulvita Lestari Abdullah