Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search
Journal : PRISMA FISIKA

Analisis Pengaruh Madden Julian Oscillation, Anual Oscillation, ENSO dan Dipole Mode Terhadap Curah Hujan di Kabupaten Kapuas Hulu Yana, Serafi; Ihwan, Andi; Jumarang, Muh. Ishak; Apriansyah, .
PRISMA FISIKA Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v2i2.5838

Abstract

Telah dianalisis pengaruh Madden Julian Oscillation (MJO), Annual Oscillation (AO), ENSO dan Dipole Mode (DM) terhadap curah hujan di Kabupaten Kapuas Hulu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Fast Fourier Transfrom (FFT). Metode FFT digunakan untuk melihat seberapa besar dan frekuensi atau fenomena atmosfer  yang paling berpengaruh terhadap peningkatan curah hujan daerah pengamatan. Berdasarkan hasil analisis, maka fenomena AO paling kuat pengaruhnya terhadap curah hujan dibandingkan dengan empat fenomena lain. Pengaruh ENSO dan DM diketahui dengan menggunakan data SOI dan DMI yang dikorelasikan dengan data anomali curah hujan. Secara umum fenomena ENSO lebih berpengaruh dibandingkan dengan fenomena DM. Nilai koefisien korelasi pada saat El Nino sebesar 0,13, La Nina 0,25, DM (+) 0,03 dan DM (-) 0,05. Kata Kunci: MJO, AO, SAO, ENSO, DM, pola curah hujan.
Prediksi Curah Hujan bulanan di Kota Pontianak Berdasarkan Metode Quadratic-Hill Climbing Anggraini, Novia; ihwan, andi; Jumarang, Muh. Ishak
PRISMA FISIKA Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v2i1.4963

Abstract

Telah dilakukan pemodelan inversi untuk mengestimasi curah hujan bulanan di Kota Pontianak menggunakan metode Quadratic-Hill Climbing. Dari hasil simulasi model diperoleh bahwa fungsi matematika yang dianggap dapat mengikuti pola curah hujan bulanan adalah fungsi Deret Fourier orde 18 dengan tingkat koefisien korelasi 0,63 dan memiliki pola curah hujan ekuatorial. Berdasarkan hasil prediksi, pada tahun 2013 curah hujan minimum terjadi pada bulan Juli (127,57 mm) dan maksimum terdapat pada bulan Mei (262,98 mm) dan November (442,81 mm). Kata Kunci: Quadratic-Hill Climbing, Deret Fourier, Curah Hujan
Kajian Elevasi Muka Air Laut Di Perairan Indonesia Pada Kejadian Dipole Mode Andi Ihwan, Yenny Kristina Muh. Ishak Jumarang
PRISMA FISIKA Vol 1, No 3 (2013)
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v1i3.4253

Abstract

Telah dikaji tentang elevasi muka air laut di empat titik pengamatan di perairan Indonesia pada saat kejadian Dipole Mode. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh Dipole Mode terhadap elevasi muka air laut di Perairan Indonesia, yaitu Samudera Hindia, Selat Karimata, Laut Jawa, dan Laut Banda. Penentuan kejadian Dipole Mode menggunakan data Dipole Mode Indeks (DMI). Sedangkan data pasang surut diperoleh dengan menggunakan Tide Model Driver. Hasil yang diperoleh pada Kondisi Dipole Mode positif elevasi rata-rata muka air laut tertinggi terjadi di Laut Jawa yaitu meter dan terendah terjadi di Laut Banda yaitu meter. Pada kondisi Dipole Mode negatif elevasi rata-rata muka air laut tertinggi terjadi di Laut Banda yaitu meter dan terendah terjadi di Laut Jawa yaitu meter. Elevasi rata-rata muka air laut juga dipengaruhi oleh pergerakan angin monsun yang membawa massa air. Kejadian DM (+) dan DM (-) terhadap Elevasi muka air laut di empat titik pengamatan tidak besar pengaruhnya. Kata kunci :Dipole Mode, elevasi muka air laut, perairan Indonesia.
Analisis Cadangan Karbon Tanah Gambut pada Lahan Yang Telah Direklamasi Kurnia, Ayu; Ihwan, Andi; Wahyuni, Dwiria
PRISMA FISIKA Vol 3, No 1
Publisher : Jurusan Fisika, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v3i1.9687

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang cadangan karbon tanah gambut pada lahan yang telah direklamasi yang terdiri dari lahan perkebunan kelapa sawit dan lahan pertanian jagung di Kabupaten Kubu Raya dengan luas lahan penelitian masing-masing 1 Ha. Untuk menentukan kandungan unsur karbon  serta morfologi pada tanah gambut digunakan SEM-EDX dan untuk mengetahui cadangan karbon digunakan metode gravimetri. Hasil SEM-EDX menunjukkan bahwa unsur karbon pada tanah gambut yang telah direklamasi lebih besar daripada unsur oksigen dan unsur lainnya dan morfologi sampel tanah gambut terlihat tidak beraturan, terpecah-pecah atau tidak menyatu antara satu struktur dengan struktur lainnya. Sedangkan dengan metode gravimetri diperoleh jumlah cadangan karbon pada lahan perkebunan kelapa sawit dan pertanian jagung dengan luas masing-masing 1 Ha sebesar 2107,19 ton dan 1084,17 ton. Kata Kunci : gambut, lahan reklamasi, cadangan karbon
Analisis Indeks Stabilitas Udara pada Saat Kejadian Angin Puting Beliung di Kota Pontianak Fernanda, Anastasia Gracia; Ihwan, Andi; Adriat, Riza
PRISMA FISIKA Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v12i1.75550

Abstract

Kota Pontianak merupakan salah satu wilayah yang sering terjadi bencana ekstrem, salah satunya adalah kejadian angin puting beliung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi cuaca, indeks stabilitas udara, dan suhu puncak awan saat kejadian angin puting beliung di Kota Pontianak pada tanggal 13 Agustus 2019, 21 Januari 2020, dan 16 Januari 2022. Metode yang digunakan pada analisis kondisi cuaca adalah menggunakan analisis spasial dan temporal. Sedangkan, metode analisis indeks stabilitas udara menggunakan analisis nilai indeks stabilitas seperti KI, LI, SI, TT, SWEAT, CAPE, dan CIN. Pada analisis suhu puncak awan akan menggunakan analisis spasial. Hasil penelitian kondisi cuaca menunjukkan suhu udara mengalami penurunan pada tiga kejadian angin puting beliung, yaitu sekitar 27,6ËšC sampai 31,3ËšC. Kelembapan udara mengalami peningkatan pada setiap tiga kejadian angin puting beliung, yaitu sekitar 54% sampai 73,5%. Sedangkan, arah angin saat kejadian angin puting beliung tanggal 13 Agustus 2019 bergerak dari selatan kemudian dibelokkan ke arah timur dan dua kejadian lainnya dari arah utara kemudian dibelokkan ke arah tenggara dengan kecepatan angin pada tiga kejadian angin puting beliung adalah sekitar 1,45 m/s sampai 3,45 m/s. Parameter-parameter cuaca tersebut menunjukkan kondisi yang berpotensi menyebabkan terjadi angin puting beliung. Berdasarkan klasifikasi indeks stabilitas hasil yang diperoleh adalah indeks LI, CAPE dan CIN menunjukkan atmosfer tidak stabil. Indeks SWEAT menunjukkan kondisi cuaca buruk. Indeks KI, SI, dan TT menunjukkan potensi terjadi thunderstorm. Hasil analisis suhu puncak awan pada tiga kejadian angin puting beliung, yaitu sekitar -25ËšC sampai -70ËšC yang merupakan awan dingin (cumulonimbus) yang memicu terjadi angin puting beliung.
Analisis Jumlah Hotspot Sebagai Penduga Kebakaran Hutan Pada Kejadian El Niño di Kalimantan Barat Tsabita, Tyas Khansa; Ihwan, Andi
PRISMA FISIKA Vol 12, No 1 (2024)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v12i1.69909

Abstract

Kebakaran hutan dan lahan merupakan permasalahan yang terjadi di Indonesia setiap tahunnya. Kekeringan yang berkepanjangan akibat Fenomena El Niño diduga menjadi penyebab kebakaran hutan dan lahan. Kalimantan Barat merupakan wilayah yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan saat terjadi kekeringan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jumlah hotspot di Kalimantan Barat saat terjadi fenomena El Niño pada rentang tahun 2001 sampai dengan 2021. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa jumlah hotspot terbanyak terjadi pada tahun 2006 (6492 titik) dan paling sedikit terjadi pada tahun 2004 (175 titik), kedua tahun tersebut merupakan kejadian El Niño lemah. Curah hujan tahunan di Kalimantan Barat dalam rentang tahun 2001-2021 berkisar antara 2418-3994 mm/tahun. Hubungan antara curah hujan dengan hotspot memiliki hubungan negatif (berbanding terbalik) sebesar 24%. Hal ini menunjukkan bahwa   24% peningkatan jumlah hotspot yang terjadi di Kalimantan Barat disebabkan oleh penurunan curah hujan.
Analisis Indeks Stabilitas Atmosfer Pada Saat Kejadian Thunderstorm disertai Hujan di Stasiun Meteorogi Supadio Oktapiana, Teresia; Ihwan, Andi; Adriat, Riza; Fitrianto, Taufik Nur
PRISMA FISIKA Vol 13, No 3 (2025): PRISMA FISIKA, Vol. 13, No. 03 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i3.75086

Abstract

Analisis indeks stabilitas atmosfer pada saat kejadian thunderstorm disertai hujan telah dilakukan di stasiun meteorologi Supadio di tahun 2022. Indeks yang dikaji adalah Severe Weather Threat Index (SWEAT), Showalter Index (SI), dan K-Index (KI) yang diperoleh dari keluaran perangkat lunak Rawinsonde Observation Program (RAOB).  Hasil analisis menunjukan bahwa puncak kejadian thunderstorm disertai hujan di stasiun meteorologi Supadio pada musim kering yaitu bulan Juni, Juli, Agustus (JJA). Ketiga indeks stabilitas yaitu SWEAT (89,29%), SI (100%), dan KI (67,86%) menunjukan dominan berkategori moderat.
Analisis Urban Heat Island (UHI) Di Kota Singkawang, Kalimantan Barat Nathasya, Risma; Ihwan, Andi; Adriat, Riza
PRISMA FISIKA Vol 13, No 3 (2025): PRISMA FISIKA, Vol. 13, No. 03 (2025)
Publisher : FMIPA, Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/pf.v13i3.75507

Abstract

Kota Singkawang merupakan salah satu kota di Provinsi Kalimantan Barat yang memiliki luas wilayah sebesar 504,00 km2 atau sekitar 0,34 % dari luas wilayah Kalimantan Barat dan jumlah penduduknya 241.467 jiwa dengan kepadatan penduduk 479 jiwa/km2. Dengan jumlah penduduk yang banyak dan terus meningkat, dapat memberikan pengaruh besar terhadap perubahan luas permukiman dan juga akan mempengaruhi suhu udara yang dapat memicu terjadinya fenomena Urban Heat Island (UHI). Penelitian ini menggunakan citra penginderaan jauh Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) untuk menganalisis fenomena UHI yang terjadi di wilayah Kota Singkawang. Hasil penelitian ini menunjukkan Kota Singkawang pada tahun 2001 didominasi LST (28-30 ℃) dalam suhu udara hangat dan tahun 2022 didominasi LST (30-32℃). Kota Singkawang telah terdampak fenomena UHI dimana pada tahun 2001 Kota Singkawang yang terindikasi UHI dengan luas sebesar 94,83 km2 dan nilai maksimum UHI 2℃, tahun 2022 luas wilayah sebaran UHI sebesar 253,12 km2 dengan nilai maksimum mencapai 3℃. Kota Singkawang pada tahun 2001 didominasi suhu permukaan kelas 3 sedangkan tahun 2022 Kota Singkawang didominasi suhu permukaan kelas 4. Perubahan UHI yang terjadi dari tahun 2001-2022 di Kota Singkawang yaitu adanya peningkatan luas sebaran wilayah yang terindikasi UHI sebesar 158,28 %, dan nilai intensitas UHI yang pada tahun 2001 hanya terdapat 3 kelas sedangkan pada tahun 2022 ada 4 kelas.
Co-Authors . Apriansyah . Kornellius . Nurfarahin . Renitania . Retnawati Achmadi Achmadi Ade Elbani Ade Mirza Adlina, Zora Ulva Afrizal - Agustina Listiawati Aktris Nuryanti, Aktris Alhadiansyah Ardianto, Randy Arnida Lailatul Latifah Asep Nursangaji Asifa Asri Aswandi - Atang Rahma Agusta Bistari Boni Pahlanop Lapanporo Budiman Budiman Christy, Maria Citra Puella Dwi Zulfita Dwiria Wahyuni Edy Suasono Elly Suharlina Erni Djun Astuti Eva Dolorosa Fadhilah, Raudhatul Fanni Aditya Fernanda, Anastasia Gracia Firmansyah Sirait, Firmansyah Fita Kurniasari Fitri Imansyah Fitrianto, Taufik Nur Fitriyawita, Mega Fronika, Yohana Gibran, Muhammad Godja, Balduyanus Yosep Hadary, Ferry Hamdani - Herkulana Ferdianti Aprianti Herniawati Herniawati Herniawati, Herniawati Herry Sujaini Hidayat Pawitan Hutabarat, Victor Ibrahim Sota Ibrahim Sota Iis Solehati Imam Ghozali Iman Hakiki, Iman Irfan Maftuh Irfana Diah Faryuni Ismawartati - Joko Sampurno Joko Sampurno Jumarang, Ishak Jumarang, Muh Ishak M. Yogi Riyantama Isjoni Mabriyah, Minuk Hidayatul Maftuh, Irfan Masriani . Massuro, Lusyndatul Meiran Panggabean Memet Agustiar Miftahuddin, . Mochammad Meddy Danial Muanuddin - Muh. Ishak Jumarang Muh. Ishak Jumarang Muh. Taufik Muhammad Elifant Yuggotomo Muhammad Gibran Muhammad Luthfi Muhammad Yusuf Muhardi Muhsin Muhsin Muliadi Muliadi Muliadi Muliadi Nathasya, Risma Nia Daniati Niken Ayu Oktaviani Ningsih, Kurnia Norsiah, Norsiah Novi Suryanti Novia Anggraini Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurhasanah Nurmainah - Nurul Kusuma Wardhani Oktapiana, Teresia Oktavia, Vivi Perdana, Radhitya Perdhana, Radhitya Priyo Saptomo Purba Santoso, Purba Purwaningsih - Purwoko, Agus Putri Yuli Utami Rachmawati Rahmat Hidayat Rahmidiyani - Ratna Herawatiningsih Riduansyah - Rika Katulistiyani Riza Adriat Rommy Patra Sari, Deby Kartika Satria Putra, Yoga Serafi Yana Setia Budi Sholva, Yus Silvia Uslianti Siti Hadijah Siti Halidjah Stepanus Sahala Sitompul Sultra Tari Surachman - Susi Susanti Sy. Hasyim Azizurrahman Syaifurrahman Syaifurrahman Syamswisna , Tari, Sultra Tia Nuraya Tiara Tiara Tiara, Tiara Tsabita, Tyas Khansa Tyas Khansa Tsabita Uti Asikin Vivi Bachtiar Wendy Windhu Putra Witarsa - Yani, Elyda Yoga Satria Putra Yohanes Gatot Sutapa Yudha Arman Yuline - Yulis Jamiah Yuris Sutanto Zubaidah R Zulfian Zulfian