Claim Missing Document
Check
Articles

Optimalisasi Peran Kader Posbindu Lansia dalam Perawatan Paliatif Home Care di Wilayah Kerja Kelurahan Limo Wahyudi, Chandra Tri; Tobing, Duma Lumban; Adyani, Sang Ayu Made; Anggraini, Nourmanyansa Vidya; Anggraeni, Risa Kusuma; Citra, Silvi Yulia; Harsono, Indah Nurafriani; Balqis, Ayunissa; Millah, Zulfa Muzayyanatul; Maulana, Erwin; Sandra, Rati Ari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.19982

Abstract

ABSTRAK Lansia sering mengalami gejala fisik yang menyakitkan akibat penyakit degeneratif. Perawatan paliatif menjadi pendekatan yang penting untuk mendukung lansia yang menghadapi masalah kesehatan kronis. Kader kesehatan memiliki peran penting dalam memberikan perawatan paliatif berbasis home care. Pelatihan teknik "Pijat Effleurage" sebagai pendekatan non-farmakologis bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader dalam memberikan perawatan paliatif kepada lansia dengan penyakit kronis serta meningkatkan kualitas hidup mereka dengan mengurangi nyeri dan meningkatkan kenyamanan. Metode pelatihan  meliputi ceramah, diskusi, serta demonstrasi dan redemonstrasi teknik pijat effleurage. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan pengetahuan kader, dengan skor pre-test sebesar 64,55 dan post-test mencapai 78,18. Peningkatan keterampilan tercatat dari skor pre-test 63,45 menjadi post-test 86,00. Uji Paired Samples Test menunjukkan p < 0,05, yang mengindikasikan bahwa pelatihan memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader. Diharapkan, pelatihan ini dapat meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan lansia secara keseluruhan, menjadikan terapi pijat effleurage sebagai strategi pemberdayaan yang efektif di Posbindu Dahlia Senja, Kelurahan Limo. Kata Kunci: Kader Posbindu, Kualitas Hidup, Lansia, Pijat Effleurage  ABSTRACT The elderly often experience painful physical symptoms due to degenerative diseases. Palliative care is an important approach to support older people facing chronic health problems. Health cadres have an important role in providing home care-based palliative care. The training on "Effleurage Massage" technique as a non-pharmacological approach aims to increase cadres' knowledge and skills in providing palliative care to elderly with chronic diseases and improve their quality of life by reducing pain and increasing comfort. Training methods included lectures, discussions, and demonstration and redemonstration of effleurage massage techniques. The results showed an increase in cadre knowledge, with a pre-test score of 64.55 and post-test reaching 78.18. Improved skills were recorded from a pre-test score of 63.45 to a post-test of 86.00. Paired Samples Test showed p < 0.05, indicating that the training had a significant impact on improving cadres' knowledge and skills. Hopefully, this training can improve the overall comfort and well-being of the elderly, making effleurage massage therapy an effective empowerment strategy in Posbindu Dahlia Senja, Limo Village. Keywords: Posbindu Cadres, Quality of Life, Elderly, Effleurage Massage
Edukasi Pencegahan dan Deteksi Dini Anemia Pada Siswi Remaja di Sekolah MAN 5 Jakarta Utara Marcelina, Lina Ayu; Anggraeni, Diah Tika; Wahyudi, Chandra Tri; Samaria, Dora; Rokhaidah, Rokhaidah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i5.19031

Abstract

ABSTRAK Anemia merupakan masalah gizi yang sering terjadi di seluruh dunia, baik di negara berkembang maupun di negara maju. Di Indonesia, data menunjukkan bahwa anemia paling banyak terjadi pada remaja putri, dengan prevalensi sebesar 32%, sementara di Jakarta Utara prevalensinya mencapai 6,4%. Kurangnya informasi mengenai anemia pada remaja menjadi salah satu masalah utama yang dihadapi. Oleh karena itu, edukasi mengenai anemia sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat guna mencegah anemia, khususnya pada siswi remaja di MAN 5 Jakarta. Kegiatan edukasi pencegahan dan deteksi dini anemia dilakukan dengan metode kombinasi yang melibatkan penyuluhan melalui pemaparan materi presentasi slide PowerPoint kepada 25 remaja putri. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 31 Mei 2024 di MAN 5 Jakarta, Marunda, Cilincing, dengan menggunakan metode penyuluhan. Berdasarkan hasil nilai pre-test dan post-test, didapatkan peningkatan nilai yang sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa penyuluhan ini berhasil diterima oleh remaja, sehingga mereka dapat memahami anemia dengan lebih baik dibandingkan sebelumnya. Terdapat peningkatan pengetahuan yang signifikan tentang anemia pada remaja putri setelah diberikan edukasi. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan diperlukan untuk terus meningkatkan pengetahuan dan pemahaman remaja perempuan tentang anemia dan pencegahannya. Kata Kunci:  Anemia , Edukasi, Remaja, Siswi  ABSTRACT Anemia is a prevalent nutritional problem worldwide, affecting both developing and developed countries. In Indonesia, data shows that anemia is most common among adolescent girls, with a prevalence of 32%, while in North Jakarta, the prevalence is 6.4%. A significant issue faced by partners is the lack of information about anemia among adolescents. Therefore, education is crucial to enhance knowledge and awareness in the community to prevent anemia, particularly among female students at MAN 5 Jakarta. The educational activities for anemia prevention and early detection were conducted using a combination method that involved presenting material through PowerPoint slides to 25 adolescent girls. The implementation of this community service activity consisted of three stages: preparation, execution, and evaluation. This activity was carried out on Friday, May 31, 2024, at MAN 5 Jakarta, Marunda, Cilincing, using the counseling method. Based on the pre-test and post-test scores, there was a significant improvement in the participants' knowledge. This indicates that the counseling was well-received by the adolescents, enabling them to understand anemia better than before. There is a significant increase in knowledge about anemia among adolescent girls after receiving education. Thus, continuous education is needed to further enhance the knowledge and understanding of adolescent girls regarding anemia and its prevention. Keywords: Education, Anemia, Female Students
TERATASI: Terapi Rendam Kaki Air Hangat dengan Epsom Salt untuk Hipertensi pada Lansia Anggraini, Nourmayansa Vidya; Ratnawati, Diah; Ritanti, Ritanti; Adyani, Sang Ayu Made; Wahyudi, Chandra Tri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i4.18688

Abstract

ABSTRAK World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah kondisi medis serius yang secara signifikan meningkatkan risiko penyakit jantung, otak, ginjal, dan penyakit lainnya. Tingginya prevalensi hipertensi di wilayah ini menunjukkan perlunya perhatian khusus terhadap upaya pencegahan dan penanganan penyakit ini. Terapi rendam kaki dengan air hangat yang ditambahkan epsom salt memiliki efek relaksasi yang dapat membantu menurunkan tekanan darah. Kegiatan pengadian kepada masyarakat dilakukan terhadap 40 lansia. Terjadi perubahan pengetahuan masyarakat mengenai hipertensi pada kategori baik dari 47,5% menjadi 57,5%. Berdasarkan hasil analisis bivariat menggunakan uji Wilcoxon, didapatkan nilai koefisien untuk variabel pengetahuan sebesar <0.014 (p-value <0.05). Nilai tersebut menunjukkan bahwa H0 ditolak, artinya terdapat hubungan signifikan antara penyuluhan dan demonstrasi dengan pengetahuan peserta. Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan kesehatan pada lansia mengenai hipertensi, didapatkan hasil peningkatan pada pengetahuan lansia mengenai hipertensi. Peningkatan pengetahuan ini juga dipengaruhi oleh pendidikan kesehatan yang dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi dan faktor-faktor yang mendukung yang mendukung. Kata kunci: Hipertensi, Lansia, Rendam Kaki, Terapi   ABSTRACT The World Health Organization (WHO) states that hypertension or high blood pressure is a serious medical condition that significantly increases the risk of heart disease, brain disorders, kidney disease, and other illnesses. The high prevalence of hypertension in this region highlights the need for special attention to prevention and treatment efforts. Warm foot soak therapy with the addition of Epsom salt has a relaxing effect that can help lower blood pressure. A community service activity was conducted involving 40 elderly participants. There was an improvement in public knowledge about hypertension, with the "good" category increasing from 47.5% to 57.5%. Based on bivariate analysis using the Wilcoxon test, the coefficient value for the knowledge variable was <0.014 (p-value <0.05). This result indicates that H0 is rejected, meaning there is a significant relationship between counseling and demonstrations with participants' knowledge. Following health education activities for the elderly on hypertension, an increase in their knowledge about hypertension was observed. This improvement in knowledge was also influenced by health education delivered through lectures, demonstrations, and supporting factors. Keywords: Hypertension, Elderly, Foot Soak, Therapy
Pelatihan Pengukuran Tekanan Darah dan Gula Darah Kepada Kader Kecamatan Sawangan Kota Depok Tahun 2024 Wahyudi, Chandra Tri; Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul; Anwar, Khoirul; Marjan, Avliya Quratul; Simanungkalit, Sintha Fransiske; Wirayudha, Gibran; Putri, Devia Amanda; Yasmin, Salwa; Kineisha, Phoebe
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i2.18262

Abstract

Pendahuluan: Pemeriksaan tekanan darah dan gula darah adalah langkah awal untuk mendeteksi hipertensi dan diabetes. Hipertensi dan Diabetes melitus (DM) khususnya tipe 2 adalah penyakit degeneratif yang angka kejadian dan komplikasinya semakin meningkat seiring berjalannya waktu. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan terkait pengukuran tekanan darah dan gula darah para kader kesehatan di kecamatan Sawangan kota Depok. Metode: Ceramah dan praktik. Hasil: Adanya peningkatan nilai dari 57,88 menjadi 77,27 pada materi pengukuran tekanan darah, dan perubahan nilai dari 58,79 menjadi 81,12 pada materi pengukuran gula darah. Kesimpulan: Pelatihan ini berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat dan juga kader di Sawangan Kota Depok tentang pengukuran tekanan darah dan gula darah.
Pemberdayaan Lansia dengan Penyakit Kronis Dalam Mengelola Kecemasan Melalui Relaksasi Otot Progresif di Posbindu Dahlia Senja Kelurahan Limo Herlina, Santi; Suratmini, Dwi; Diorarta, Raphita; Samaria, Dora; Tobing, Duma Lumban; Adyani, Sang Ayu Made; Wahyudi, Chandra Tri; Sucika, Dara; Wisudawati, Sulistya Nur'aeni; Millah, Zulfa Muzayyanatul; Balqis, Ayunissa; Nasution, Nurul Aryani; Putri, Alia Resti Andri; Mariyam, Fidelmia; Cahyani, Clara Oktalia; Putri, Widya Kartika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22832

Abstract

ABSTRAK Lansia mengalami perubahan signifikan dalam aspek fisik, psikologis, dan sosial seiring bertambahnya usia. Proses penuaan menyebabkan penurunan fungsi tubuh yang berpotensi memicu timbulnya penyakit kronis. Kondisi ini dapat berdampak pada kondisi psikososial lansia, salah satunya menimbulkan kecemasan. Salah satu strategi manajemen cemas yang dapat dilakukan pada lansia adalah latihan relaksasi otot progresif (ROP). Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan lansia dalam mengelola cemas. Program pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui metode edukasi dan praktik keterampilan ROP pada 49 lansia yang rutin mengikuti kegiatan Posbindu di Posbindu Dahlia Senja Kelurahan Limo. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata usia peserta adalah 65.35 tahun, dimana mayoritas lansia memiliki jenis kelamin perempuan (93.9%). Berdasarkan hasil pengukuran menggunakan Geriatric Anxiety Scale (GAS), diketahui bahwa mayoritas lansia mengalami kecemasan tingkat ringan sebanyak 55.1%, tingkat sedang 36,7% dan tingkat berat 8,2%. Setelah dilakukan kegiatan edukasi dan praktik ROP, skor rata-rata tingkat pengetahuan lansia terkait cemas meningkat sebesar 42,02. Hasil observasi juga menunjukkan bahwa mayoritas lansia mampu melakukan gerakan praktik ROP secara benar. Program pengabdian masyarakat melalui edukasi dan praktik relaksasi otot progresif (ROP) dapat meningkatkan pengetahuan lansia tentang kecemasan serta keterampilan mereka dalam mengelola cemas. Intervensi ini dapat dijadikan alternatif dalam meningkatkan kemampuan lansia mengelola cemas secara mandiri. Kata Kunci: Kecemasan, Lansia, Penyakit Kronis, Relaksasi Otot Progresif  ABSTRACT Elderly people experience significant changes in physical, psychological, and social aspects as they age. The aging process causes a decline in body functions that can potentially trigger chronic diseases. This condition can impact the psychosocial conditions of the elderly, one of which is causing anxiety. One anxiety management strategy that can be done in the elderly is progressive muscle relaxation (ROP) training. The purpose of this activity is to increase the knowledge and ability of the elderly in managing anxiety. This community service program was carried out through the ROP education and skills practice method on 49 elderly who regularly participate in Posbindu activities at Posbindu Dahlia Senja, Limo Village. The results of the activity showed that the average age of participants was 65.35 years, where the majority of elderly were female (93.9%). Based on the results of measurements using the Geriatric Anxiety Scale (GAS), it was known that the majority of elderly experienced mild anxiety as much as 55.1%, moderate levels 36.7% and severe levels 8.2%. After the ROP education and practice activities, the average score of the elderly's level of knowledge regarding anxiety increased by 42.02. The results of the observation also showed that the majority of elderly were able to perform ROP practice movements correctly. A community service program involving education and practice of progressive muscle relaxation (ROP) can improve older adults' knowledge about anxiety and their skills in managing it. This intervention can be used as an alternative to improve their ability to manage anxiety independently. Keywords: Anxiety, Elderly, Chronic Disease, Progressive Muscle Relaxation
LANSIA SEHAT, LANSIA AKTIF DAN BERSAMA ATASI HIPERTENSI Adyani, Sang Ayu Made; Tobing, Duma Lumban; Anggraini, Nourmayansa Vidya; Marwah, Safa; Salsabila, Talita Alifa; Wahyudi, Chandra Tri
KOMMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): KOMMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : KOMMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elderly people experience various declines in body function which can cause various health problems. The problem that is often encountered is hypertension. If hypertension in the elderly is not treated, it will cause various complications and can reduce the quality of life of the elderly. The knowledge and skills of elderly people in managing hypertension through health education and elderly exercise. The exercise carried out is low impact aerobic exercise taking into account the abilities of the elderly. Exercises are done in a sitting position. Elderly people are expected to be able to practice exercise and maintain a healthy lifestyle so that theit blood pressure is controlled.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN CARA MANAJEMEN STRES PADA REMAJA KARANG TARUNA DI RW 06 KELURAHAN LIMO DEPOK Tobing, Duma Lumban; Adyani, Sang Ayu Made; Wahyudi, Chandra Tri; Pebriyanti, Regita Cahya; Nurrizki, Asti; Nabila, Farach; Fijriah, Fina; Ansar, Nabilah Aulia
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i2.2893

Abstract

Remaja merupakan fase transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Menurut WHO, fase remaja dimulai ketika berusia 10-19 tahun. Pada proses ini akan terjadi banyak sekali perubahan dan perkembangan pada diri remaja baik secara fisik, psikis, maupun sosial. Proses transisi ini menyebabkan cara berpikir remaja akan sangat berbeda dengan cara berpikir pada dewasa maupun pada anak-anak. Perbedaan tersebut yang mempengaruhi munculnya tekanan/stresor pada remaja. Tekanan yang terjadi ini dapat menimbulkan berbagai gejala stres baik secara fisik maupun mental. Dengan begitu, kami melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan memberikan pendidikan kesehatan pada remaja di daerah Karang Taruna RW 06 Kelurahan Limo-Depok. Kegiatan pengabdian masyarakat yang diberikan berupa penyuluhan pengenalan stres dan cara mengatasi stres pada remaja. Kegiatan penyuluhan ini menggunakan metode ceramah interaktif dengan menampilkan powerpoint, diskusi, dan tanya jawab kepada remaja. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada remaja tentang stres dan cara manajemen stres dengan kenaikan persentase antara hasil pre test dan post test yaitu 8,75%
Pemberdayaan Lansia melalui “ Terapi Tawa” untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia di Wilayah Kerja Kelurahan Limo Tobing, Duma Lumban; Adyani, Sang Ayu Made; Wahyudi, Chandra Tri; Sucika, Dara; Suciantie, Pramesti Dwi; Shahidda, Nadia; Wisudawati, Sulistya Nur’aeni; Nadhifa, Dhia Wita; Ningtiyas, Astuti; Evangeline, Marsaulina Priscilla; Millah, Zulfa Muzayyanatul; Balqis, Ayunissa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17627

Abstract

ABSTRAK Proses penuaan pada lansia sering kali disertai dengan penurunan fungsi tubuh yang berkontribusi pada munculnya penyakit kronis dan juga berdampak pada kondisi psikologis lansia, yang dapat memengaruhi kualitas hidup mereka secara signifikan. Pemberdayaan kelompok lansia melalui terapi tawa merupakan salah satu pendekatan nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia terkait perawatan penyakit kronis yang dialami, serta meningkatkan kemampuan mereka dalam mengatasi masalah-masalah yang diakibatkan oleh penyakit kronis, sehingga kualitas hidup mereka dapat meningkat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan diskusi mengenai penyakit kronis dan dampaknya terhadap kesehatan mental dan kualitas hidup, yang kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi terapi tawa. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada lansia, yang ditunjukkan dengan nilai pretest sebesar 59,46 dan nilai posttest sebesar 81,35. Terdapat peningkatan nilai sebesar 21,89 poin dari pretest ke posttest. Kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam melakukan terapi tawa sebagai salah satu bentuk manajemen stres. Diharapkan upaya ini dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup lansia secara keseluruhan. Dengan demikian, terapi tawa merupakan strategi pemberdayaan yang efektif dalam meningkatkan kualitas hidup lansia di Posbindu Dahlia Senja, Kelurahan Limo. Kata Kunci: Kualitas Hidup, Lansia, Terapi Tawa  ABSTRACT The aging process in the elderly is often accompanied by a decline in bodily functions, which contributes to the development of chronic diseases and also impacts their psychological condition, significantly affecting their quality of life. Empowering elderly groups through laughter therapy is a non-pharmacological approach that can be used to enhance their quality of life. This community service activity aims to increase the elderly's knowledge about managing the chronic diseases they are experiencing, as well as improve their ability to address the challenges posed by these diseases, ultimately leading to a better quality of life. The methods used in this activity include lectures and discussions about chronic diseases, their impact on mental health, and their effects on quality of life. These are followed by a demonstration of laughter therapy. The results of this activity show an improvement in the elderly's knowledge, as indicated by a pretest score of 59.46 and a posttest score of 81.35, reflecting an increase of 21.89 points. This service activity successfully enhanced the knowledge and skills of elderly individuals in practicing laughter therapy as a form of stress management. It is hoped that this initiative will contribute to improving the overall quality of life for the elderly. In conclusion, laughter therapy serves as an effective empowerment strategy for improving the quality of life of the elderly at Posbindu Dahlia Senja, Limo Village. Keywords: Quality of Life, Elderly, Laughter Therapy
Edukasi PHBS Rumah Tangga, Pengukuran Status Gizi dan Tekanan Darah di Kampung Pemulung Pondok Kelapa Jakarta Timur Fatmawati, Iin; Marjan, Avliya Quratul; Wahyudi, Chandra Tri; Jadmiko, Arief Wahyudi; Arini, Firlia Ayu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12841

Abstract

ABSTRAK Kesadaran untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) perlu ditingkatkan karena adanya kendala di masyarakat akibat kurangnya akses dan fasilitas. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengedukasi masyarakat di Kampung Pemulung dalam menerapkan PHBS dan memantau status gizi dan kesehatan untuk menghindari risiko penyakit di tingkat rumah tangga. Metode pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan asesmen gizi dan tekanan darah yang merupakan bagian dari PHBS serta sosialisasi PHBS kepada 45 orang ibu di RT 02 Kampung Pemulung Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Berdasarkan hasil asesmen, lebih dari separuh peserta mengalami obesitas dan hipertensi. Berdasarkan observasi selama pengabdian masyarakat, sebagian besar peserta mempunyai pola makan yang tidak seimbang. Saat kami menggalakkan PHBS, diketahui bahwa sebagian besar peserta belum pernah mendengar tentang PHBS dan tidak mengetahui cara penerapannya di tingkat rumah tangga. Pengabdian masyarakat ini berhasil dengan antusiasme peserta dan aktif bertanya seputar PHBS. Dari pengabdian masyarakat ini, kami berharap peserta dapat menambah pengetahuannya tentang PHBS dan memperbaiki pola hidup agar terhindar dari risiko penyakit baik menular maupun tidak menular. Kata Kunci: Tekanan Darah, Kampung Pemulung, Asesmen Gizi, Promosi PHBS.  ABSTRACT Awareness of implementing Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS/ Healthy Living) needs increments because there was obstacles in community due to lack of access and facilities. The purpose of this community service was to educate community at Kampung Pemulung to implementing PHBS and monitoring nutritional and health status to avoid disease risk at household level. Method of this community service were obtaining nutritional and blood pressure assessment which are part of PHBS and promote PHBS to 45 mothers from RT 02 Kampung Pemulung Pondok Kelapa, East Jakarta. According to assessment result, more than half of participants were obese and hypertension. Due to observation during the community service, most of participants had unbalance diet pattern. As we promote PHBS, it was known that most of participants had never been heard about PHBS and they did not know how to implementing at household level. This community service were succeeded by participants enthusiasm and they were active to ask about PHBS. From this community service, we hope that participants could increase their knowledge about PHBS and improve their life pattern to avoid disease risk whether communicable nor non communicable. Keywords: Blood Pressure, Kampung Pemulung, Nutrtitional Assessment, PHBS Promotion.
Peran efikasi dan persepsi diri dalam kepatuhan minum obat antihipertensi Wahyudi, Chandra Tri
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v6i2.4398

Abstract

Hipertensi saat ini menjadi masalah kesehatan serius. Pengobatan hipertensi yang tidak rutin menjadi penyebab peningkatkan angka kesakitan dan kematian akibat hipertensi. Penelitian ini  dilakukan untuk melihat bagaimana peranan efikasi diri dan persepsi pasien hipertensi dalam kepatuhan minum obat antihipertensi. Metode penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling ditentukan secara purposive pada agregat dewasa penderita hipertensi yang sedang menjalani pengobatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peranan efikasi diri dengan kepatuhan minum obat, namun tidak ditemukan peran persepsi penyakit secara signifikan dengan kepatuhan minum obat pada responden (p> 0,005). Hasil riset diharapkan memberikan pengaruh positif untuk penderita hipertensi guna melindungi pola hidup sehat serta menaati penyembuhan supaya menghindari terbentuknya komplikasi efek hipertensi.  
Co-Authors Alifah Ananda Suwardi Andy Sirada Anggraeni, Diah Tika Anggraini, Nourmanyansa Vidya Ansar, Nabilah Aulia Arga Buntara Arief Wahyudi Jadmiko Arief Wahyudi Jadmiko Arum Pratiwi Asti Nurrizki Astuti Yuni Nursasi Avliya Quratul Marjan Balqis, Ayunissa Cahyani, Clara Oktalia Catur Septiawan Gunarto Citra, Silvi Yulia Crosita, Yessi Diah Ratnawati Diah Ratnawati Diorarta, Raphita Dora Samaria Duma Lumban Tobing Dwi Suratmini Ester Ronauli Estrin Handayani Evangeline, Marsaulina Priscilla Farach Nabila Farah Aprilia Farha Farhana Fatmawati, Iin Fijriah, Fina Fina Fijriah Firlia Ayu Arini Galuh Nurulita Fitriani Geby Zetira Hanna Isabela Hakim Harsono, Indah Nurafriani Herlina, Santi Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul Indah Permatasari Kartini, Ajeng Khoirul Anwar Kineisha, Phoebe Krisno Septyan La Ode Abdul Rahman Laksita Barbara Lina Ayu Marcelina Mandasari, Erliana Mariyam, Fidelmia Marni Marwah, Safa Maulana, Erwin Meiza Anniza Millah, Zulfa Muzayyanatul Mona Oktarina Muhammad Tsaqif Ash Shidqi Nabila Nasya Nabila Nasya Nabila, Farach Nabilah Aulia Ansar Nadhifa, Dhia Wita Nadia Shahidda Nailus Suaidah Nasution Nasution, Nurul Aryani Nasya, Nabila Nazhira, Fidyatul Ningtiyas, Astuti Nirmala Nirmala Nourmayansa Vidya Anggraini Novia Aprilianawati Novita Dyah Yuliarti Nur Intania Sofianita Nurrizki, Asti Nurwahyuni, Atik Oematan, Grouse Panji Asmoro, Muhammad Pebriyanti, Regita Cahya Putri, Alia Resti Andri Putri, Devia Amanda Putri, Widya Kartika Rahim, Nur Tsarwah Ranti Nugraheni Ratnawati, Diah Regita Cahya Pebriyanti Reihana Zakiya Reihana Zakiya Reima Albary Risa Kusuma Anggraeni Ritanti Ritanti Ritanti Ritanti Ritanti, Ritanti Rokhaidah, Rokhaidah Rosa Tri Sevia Safa Marwah Ilmanan Rachmah Putri Setiawan Safira Diyanti Elbees Salsabila, Talita Alifa Sandra, Rati Ari Sang Ayu Made Sang Ayu Made Adyani Sang Ayu Made Adyani Sang Ayu Made Adyani Santi Herlina Sarah Fitria Septia Suci Rahmanti Setyawan, Andy Shahidda, Nadia Sintha Fransiske Simanungkalit Siregar, Tatiana Suciantie, Pramesti Dwi Sucika, Dara Sulistya Nur’aeni Wisudawati Vittala, Govinda Winarti, Wiwin Wirayudha, Gibran Wisudawati, Sulistya Nur'aeni Wisudawati, Sulistya Nur’aeni Yasmin, Salwa