Claim Missing Document
Check
Articles

Pemberdayaan Lansia dengan Penyakit Kronis Dalam Mengelola Kecemasan Melalui Relaksasi Otot Progresif di Posbindu Dahlia Senja Kelurahan Limo Herlina, Santi; Suratmini, Dwi; Diorarta, Raphita; Samaria, Dora; Tobing, Duma Lumban; Adyani, Sang Ayu Made; Wahyudi, Chandra Tri; Sucika, Dara; Wisudawati, Sulistya Nur'aeni; Millah, Zulfa Muzayyanatul; Balqis, Ayunissa; Nasution, Nurul Aryani; Putri, Alia Resti Andri; Mariyam, Fidelmia; Cahyani, Clara Oktalia; Putri, Widya Kartika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i11.22832

Abstract

ABSTRAK Lansia mengalami perubahan signifikan dalam aspek fisik, psikologis, dan sosial seiring bertambahnya usia. Proses penuaan menyebabkan penurunan fungsi tubuh yang berpotensi memicu timbulnya penyakit kronis. Kondisi ini dapat berdampak pada kondisi psikososial lansia, salah satunya menimbulkan kecemasan. Salah satu strategi manajemen cemas yang dapat dilakukan pada lansia adalah latihan relaksasi otot progresif (ROP). Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan kemampuan lansia dalam mengelola cemas. Program pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui metode edukasi dan praktik keterampilan ROP pada 49 lansia yang rutin mengikuti kegiatan Posbindu di Posbindu Dahlia Senja Kelurahan Limo. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata usia peserta adalah 65.35 tahun, dimana mayoritas lansia memiliki jenis kelamin perempuan (93.9%). Berdasarkan hasil pengukuran menggunakan Geriatric Anxiety Scale (GAS), diketahui bahwa mayoritas lansia mengalami kecemasan tingkat ringan sebanyak 55.1%, tingkat sedang 36,7% dan tingkat berat 8,2%. Setelah dilakukan kegiatan edukasi dan praktik ROP, skor rata-rata tingkat pengetahuan lansia terkait cemas meningkat sebesar 42,02. Hasil observasi juga menunjukkan bahwa mayoritas lansia mampu melakukan gerakan praktik ROP secara benar. Program pengabdian masyarakat melalui edukasi dan praktik relaksasi otot progresif (ROP) dapat meningkatkan pengetahuan lansia tentang kecemasan serta keterampilan mereka dalam mengelola cemas. Intervensi ini dapat dijadikan alternatif dalam meningkatkan kemampuan lansia mengelola cemas secara mandiri. Kata Kunci: Kecemasan, Lansia, Penyakit Kronis, Relaksasi Otot Progresif  ABSTRACT Elderly people experience significant changes in physical, psychological, and social aspects as they age. The aging process causes a decline in body functions that can potentially trigger chronic diseases. This condition can impact the psychosocial conditions of the elderly, one of which is causing anxiety. One anxiety management strategy that can be done in the elderly is progressive muscle relaxation (ROP) training. The purpose of this activity is to increase the knowledge and ability of the elderly in managing anxiety. This community service program was carried out through the ROP education and skills practice method on 49 elderly who regularly participate in Posbindu activities at Posbindu Dahlia Senja, Limo Village. The results of the activity showed that the average age of participants was 65.35 years, where the majority of elderly were female (93.9%). Based on the results of measurements using the Geriatric Anxiety Scale (GAS), it was known that the majority of elderly experienced mild anxiety as much as 55.1%, moderate levels 36.7% and severe levels 8.2%. After the ROP education and practice activities, the average score of the elderly's level of knowledge regarding anxiety increased by 42.02. The results of the observation also showed that the majority of elderly were able to perform ROP practice movements correctly. A community service program involving education and practice of progressive muscle relaxation (ROP) can improve older adults' knowledge about anxiety and their skills in managing it. This intervention can be used as an alternative to improve their ability to manage anxiety independently. Keywords: Anxiety, Elderly, Chronic Disease, Progressive Muscle Relaxation
Pengaruh Penyuluhan Manajemen Laktasi terhadap Pengetahuan Ibu dengan Balita di Kota Depok Arini, Firlia Ayu; Wahyudi, Chandra Tri; Fatmawati, Iin; Sofianita, Nur Intania
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 8 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v8i01.2719

Abstract

Background: Menurut WHO, pada usia 0-6 bulan pertama kehidupan, anak diberikan ASI secara eksklusif dan dilanjutkan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) pada usia 6 bulan. Angka pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih kurang dari capaian persentase cakupan yang ditetapkan pemerintah yaitu 80%. Berdasarkan data Profil Kesehatan Kota Depok tahun 2020, capaian ASI eksklusif masih di bawah target pemerintah yaitu 68,49%. Artinya, masih terdapat bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif dan kemungkinan mendapat MP-ASI dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk memberikan penyuluhan gizi mengenai manajemen laktasi, agar pengetahuan ibu meningkat dan ibu dapat memberikan ASI secara eksklusif. Metode: Kegiatan ini dilakukan dengan metode memberikan ceramah dan diskusi menggunakan lembar balik dan mempraktikkan pemijatan laktasi yang dapat melancarkan ASI. Jumlah ibu dari balita yang mengikuti kegiatan ini yaitu 21 orang yang berasal dari 2 kelurahan. Sebelum penyuluhan, peserta melakukan pretest, kemudian menerima materi manajemen laktasi. Setelah penyuluhan manajemen laktasi diikuti praktik melakukan pijat oksitosin, peserta diminta mengerjakan posttest. Hasil: Setelah menerima penyuluhan manajemen laktasi, pengetahuan ibu balita mengenai ASI eksklusif dan manajemen laktasi meningkat secara signifikan, hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan bermakna antara nilai pretest dan posttest (p= 0,003). Sebanyak 51,7% peserta memiliki skor posttest yang lebih tinggi dari pretest. Kesimpulan: Penyuluhan manajemen laktasi meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai ASI eksklusif dan manajemen laktasi. Setelah mendapatkan penyuluhan ini, diharapkan ibu balita dapat memberikan ASI secara eksklusif dan mempraktikkan manajemen laktasi dengan tepat.
LANSIA SEHAT, LANSIA AKTIF DAN BERSAMA ATASI HIPERTENSI Adyani, Sang Ayu Made; Tobing, Duma Lumban; Anggraini, Nourmayansa Vidya; Marwah, Safa; Salsabila, Talita Alifa; Wahyudi, Chandra Tri
KOMMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2023): KOMMAS: JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : KOMMAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elderly people experience various declines in body function which can cause various health problems. The problem that is often encountered is hypertension. If hypertension in the elderly is not treated, it will cause various complications and can reduce the quality of life of the elderly. The knowledge and skills of elderly people in managing hypertension through health education and elderly exercise. The exercise carried out is low impact aerobic exercise taking into account the abilities of the elderly. Exercises are done in a sitting position. Elderly people are expected to be able to practice exercise and maintain a healthy lifestyle so that theit blood pressure is controlled.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN CARA MANAJEMEN STRES PADA REMAJA KARANG TARUNA DI RW 06 KELURAHAN LIMO DEPOK Tobing, Duma Lumban; Adyani, Sang Ayu Made; Wahyudi, Chandra Tri; Pebriyanti, Regita Cahya; Nurrizki, Asti; Nabila, Farach; Fijriah, Fina; Ansar, Nabilah Aulia
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i2.2893

Abstract

Remaja merupakan fase transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Menurut WHO, fase remaja dimulai ketika berusia 10-19 tahun. Pada proses ini akan terjadi banyak sekali perubahan dan perkembangan pada diri remaja baik secara fisik, psikis, maupun sosial. Proses transisi ini menyebabkan cara berpikir remaja akan sangat berbeda dengan cara berpikir pada dewasa maupun pada anak-anak. Perbedaan tersebut yang mempengaruhi munculnya tekanan/stresor pada remaja. Tekanan yang terjadi ini dapat menimbulkan berbagai gejala stres baik secara fisik maupun mental. Dengan begitu, kami melakukan kegiatan pengabdian masyarakat dengan memberikan pendidikan kesehatan pada remaja di daerah Karang Taruna RW 06 Kelurahan Limo-Depok. Kegiatan pengabdian masyarakat yang diberikan berupa penyuluhan pengenalan stres dan cara mengatasi stres pada remaja. Kegiatan penyuluhan ini menggunakan metode ceramah interaktif dengan menampilkan powerpoint, diskusi, dan tanya jawab kepada remaja. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada remaja tentang stres dan cara manajemen stres dengan kenaikan persentase antara hasil pre test dan post test yaitu 8,75%
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MAKANAN BERGIZI DAN PENDIDIKAN IBU DENGAN SIKAP DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI RW.011 KELURAHAN PEJATEN TIMUR Anggraini, Nourmayansa Vidya; Suratmini, Dwi; Tri Wahyudi, Chandra; Suci Rahmanti, Septia
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v11i1.1836

Abstract

The mother's level of knowledge and education regarding stunting prevention plays an important role in stunting prevention. In previous research, research had not been carried out on these two things, namely the level of knowledge and education of the mother and attitudes towards preventing stunting. This study aims to analyze the relationship between the level of maternal knowledge about nutritious food and maternal education and their attitudes towards preventing stunting in toddlers. The method used is non-experimental quantitative research with a correlational descriptive design, using a cross-sectional study approach. A total of 148 samples were selected using random sampling techniques, and data was obtained through filling out questionnaires whose validity and reliability were tested. The sample criteria in this study were mothers who had children under five (0-59 months), lived in sub-district Y and were willing to be research respondents. The questionnaire used was a questionnaire related to knowledge and education and the mother's attitude in preventing stunting. The results of analysis using Spearman correlation showed that there was a significant relationship between mothers' knowledge about nutritious food and their attitudes towards preventing stunting (r = 0.404, p < 0.001). In addition, there was a stronger relationship between mothers' education level and their attitudes towards stunting prevention (r = 0.569, p < 0.001). It is hoped that mothers can increase their knowledge about nutrition and stunting prevention by participating in nutrition education programs and utilizing resources to provide nutritious food at affordable costs. The recommendation for future research is to conduct research related to other factors that influence mothers' attitudes in preventing stunting.
Pengaruh Teman Sebaya dengan Status Gizi Lebih Remaja di Sekolah Menengah Pertama di Kecamatan Pamulang Fatmawati, Iin; Wahyudi, Chandra Tri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 13 No 1 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 1, Februari 2021
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v13i1.176

Abstract

Abstrak Latar belakang: Status gizi lebih atau kegemukan merupakan kondisi terjadinya peningkatan berat badan yang disebabkan karena adanya penimbunan lemak tubuh. Tidak hanya ditemukan pada kelompok usia dewasa, namun status gizi lebih juga ditemukan pada usia anak-anak dan remaja. Prevalensi status gizi lebih pada kelompok usia remaja masih mengalami peningkatan yang tinggi dari tahun ke tahun. Salah satu yang menyebabkan peningkatan status gizi adalah perubahan pola makan. Perubahan pola makan sendiri dipengaruhi oleh adanya peran lingkungan sosial, yaitu pengaruh teman sebaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengaruh teman sebaya dengan kejadian status gizi lebih pada remaja. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional dengan desain cross sectional. Sampel diambil menggunakan stratified random sampling dengan jumlah 60 orang siswa-siswi sekolah menengah pertama. Pengumpulan data status gizi dilakukan dengan metode self reported dan untuk pengaruh teman sebaya menggunakan kuesioner pengaruh peer group support. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli – November 2020. Hasil: Hasil anailisis menyebutkan sebanyak 40% remaja tanpa adanya pengaruh teman sebaya memiliki status gizi yang normal dan sebanyak 23,3% remaja dengan pengaruh teman sebaya memiliki status gizi lebih. Penelitian ini menujukkan ada hubungan antara pengaruh teman sebaya dengan status gizi lebih pada remaja dengan p value = 0,028. Kesimpulan: Pengaruh teman sebaya dapat mempengaruhi terjadinya gizi lebih pada remaja. The Correlation Between Peer Group Support and Overweight Among Adolescents In Junior High School Pamulang Sub-District Tangerang Selatan Abstract Background: Overweight and obesity is a condition in which excess body fat has accumulated and leads to weight gain. Overweight is not only found in adults, but also in children and adolescents. The prevalence of overweight in the adolescent still has a sharp increase from year to year. One of the causes of overweight is changes in diet. Changes in diet are influenced by the role of the social environment, such as peer group support. This research aims to determine the correlation between peer group support with overweight in adolescents. Method: This research is an observational study with a cross-sectional design. The samples were collected using stratified random sampling, with a total sample of 60 students at middle school. The nutritional status data were collected using the self-respected method, and for the peer influence used questionnaire. This research was conducted in July to November 2020. Results: The analysis results showed that as many as 40% of adolescents without the peer group support had normal nutritional status, and 23.3% of adolescents with the peer group support had overweight. This research showed that there was a relationship between peer group support and overweight in adolescents, with the p value = 0.028. Conclusion: Peer group support is able to influence the occurrence of overweight in adolescents.
Pemberdayaan Lansia melalui “ Terapi Tawa” untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Lansia di Wilayah Kerja Kelurahan Limo Tobing, Duma Lumban; Adyani, Sang Ayu Made; Wahyudi, Chandra Tri; Sucika, Dara; Suciantie, Pramesti Dwi; Shahidda, Nadia; Wisudawati, Sulistya Nur’aeni; Nadhifa, Dhia Wita; Ningtiyas, Astuti; Evangeline, Marsaulina Priscilla; Millah, Zulfa Muzayyanatul; Balqis, Ayunissa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17627

Abstract

ABSTRAK Proses penuaan pada lansia sering kali disertai dengan penurunan fungsi tubuh yang berkontribusi pada munculnya penyakit kronis dan juga berdampak pada kondisi psikologis lansia, yang dapat memengaruhi kualitas hidup mereka secara signifikan. Pemberdayaan kelompok lansia melalui terapi tawa merupakan salah satu pendekatan nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lansia terkait perawatan penyakit kronis yang dialami, serta meningkatkan kemampuan mereka dalam mengatasi masalah-masalah yang diakibatkan oleh penyakit kronis, sehingga kualitas hidup mereka dapat meningkat. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan diskusi mengenai penyakit kronis dan dampaknya terhadap kesehatan mental dan kualitas hidup, yang kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi terapi tawa. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pada lansia, yang ditunjukkan dengan nilai pretest sebesar 59,46 dan nilai posttest sebesar 81,35. Terdapat peningkatan nilai sebesar 21,89 poin dari pretest ke posttest. Kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan lansia dalam melakukan terapi tawa sebagai salah satu bentuk manajemen stres. Diharapkan upaya ini dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup lansia secara keseluruhan. Dengan demikian, terapi tawa merupakan strategi pemberdayaan yang efektif dalam meningkatkan kualitas hidup lansia di Posbindu Dahlia Senja, Kelurahan Limo. Kata Kunci: Kualitas Hidup, Lansia, Terapi Tawa  ABSTRACT The aging process in the elderly is often accompanied by a decline in bodily functions, which contributes to the development of chronic diseases and also impacts their psychological condition, significantly affecting their quality of life. Empowering elderly groups through laughter therapy is a non-pharmacological approach that can be used to enhance their quality of life. This community service activity aims to increase the elderly's knowledge about managing the chronic diseases they are experiencing, as well as improve their ability to address the challenges posed by these diseases, ultimately leading to a better quality of life. The methods used in this activity include lectures and discussions about chronic diseases, their impact on mental health, and their effects on quality of life. These are followed by a demonstration of laughter therapy. The results of this activity show an improvement in the elderly's knowledge, as indicated by a pretest score of 59.46 and a posttest score of 81.35, reflecting an increase of 21.89 points. This service activity successfully enhanced the knowledge and skills of elderly individuals in practicing laughter therapy as a form of stress management. It is hoped that this initiative will contribute to improving the overall quality of life for the elderly. In conclusion, laughter therapy serves as an effective empowerment strategy for improving the quality of life of the elderly at Posbindu Dahlia Senja, Limo Village. Keywords: Quality of Life, Elderly, Laughter Therapy
Edukasi PHBS Rumah Tangga, Pengukuran Status Gizi dan Tekanan Darah di Kampung Pemulung Pondok Kelapa Jakarta Timur Fatmawati, Iin; Marjan, Avliya Quratul; Wahyudi, Chandra Tri; Jadmiko, Arief Wahyudi; Arini, Firlia Ayu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12841

Abstract

ABSTRAK Kesadaran untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) perlu ditingkatkan karena adanya kendala di masyarakat akibat kurangnya akses dan fasilitas. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengedukasi masyarakat di Kampung Pemulung dalam menerapkan PHBS dan memantau status gizi dan kesehatan untuk menghindari risiko penyakit di tingkat rumah tangga. Metode pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan asesmen gizi dan tekanan darah yang merupakan bagian dari PHBS serta sosialisasi PHBS kepada 45 orang ibu di RT 02 Kampung Pemulung Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Berdasarkan hasil asesmen, lebih dari separuh peserta mengalami obesitas dan hipertensi. Berdasarkan observasi selama pengabdian masyarakat, sebagian besar peserta mempunyai pola makan yang tidak seimbang. Saat kami menggalakkan PHBS, diketahui bahwa sebagian besar peserta belum pernah mendengar tentang PHBS dan tidak mengetahui cara penerapannya di tingkat rumah tangga. Pengabdian masyarakat ini berhasil dengan antusiasme peserta dan aktif bertanya seputar PHBS. Dari pengabdian masyarakat ini, kami berharap peserta dapat menambah pengetahuannya tentang PHBS dan memperbaiki pola hidup agar terhindar dari risiko penyakit baik menular maupun tidak menular. Kata Kunci: Tekanan Darah, Kampung Pemulung, Asesmen Gizi, Promosi PHBS.  ABSTRACT Awareness of implementing Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS/ Healthy Living) needs increments because there was obstacles in community due to lack of access and facilities. The purpose of this community service was to educate community at Kampung Pemulung to implementing PHBS and monitoring nutritional and health status to avoid disease risk at household level. Method of this community service were obtaining nutritional and blood pressure assessment which are part of PHBS and promote PHBS to 45 mothers from RT 02 Kampung Pemulung Pondok Kelapa, East Jakarta. According to assessment result, more than half of participants were obese and hypertension. Due to observation during the community service, most of participants had unbalance diet pattern. As we promote PHBS, it was known that most of participants had never been heard about PHBS and they did not know how to implementing at household level. This community service were succeeded by participants enthusiasm and they were active to ask about PHBS. From this community service, we hope that participants could increase their knowledge about PHBS and improve their life pattern to avoid disease risk whether communicable nor non communicable. Keywords: Blood Pressure, Kampung Pemulung, Nutrtitional Assessment, PHBS Promotion.
Peran efikasi dan persepsi diri dalam kepatuhan minum obat antihipertensi Wahyudi, Chandra Tri
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v6i2.4398

Abstract

Hipertensi saat ini menjadi masalah kesehatan serius. Pengobatan hipertensi yang tidak rutin menjadi penyebab peningkatkan angka kesakitan dan kematian akibat hipertensi. Penelitian ini  dilakukan untuk melihat bagaimana peranan efikasi diri dan persepsi pasien hipertensi dalam kepatuhan minum obat antihipertensi. Metode penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling ditentukan secara purposive pada agregat dewasa penderita hipertensi yang sedang menjalani pengobatan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peranan efikasi diri dengan kepatuhan minum obat, namun tidak ditemukan peran persepsi penyakit secara signifikan dengan kepatuhan minum obat pada responden (p> 0,005). Hasil riset diharapkan memberikan pengaruh positif untuk penderita hipertensi guna melindungi pola hidup sehat serta menaati penyembuhan supaya menghindari terbentuknya komplikasi efek hipertensi.  
Optimalisasi Peningkatan Kemampuan Remaja dalam Penatalaksanaan Henti Jantung di Komunitas melalui Metode Flipped Learning Jadmiko, Arief Wahyudi; Wahyudi, Chandra Tri; Buntara, Arga; Oematan, Grouse; Marni
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.21090

Abstract

Latar Belakang: Henti jantung merupakan salah satu penyebab utama mortalitas dengan angka kejadian yang relatif tinggi baik secara global maupun nasional. Intervensi cepat dan tepat melalui tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) telah terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan peluang kelangsungan hidup pasien. Namun demikian, tingkat pengetahuan dan keterampilan kelompok remaja, dalam melakukan pertolongan awal masih rendah.. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode flipped classroom dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja terkait resusitasi jantung paru (RJP). Metode: Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dilakukan dengan menggunakan metode pembelajaran flipped classroom (edukasi berbasis video yang dikirimkan sebelum pembelajaran tatap muka, pelatihan tatap muka yang mencakup diskusi dan praktik RJP). Untuk mengetahui efektifitas dari kegiatan dilakukan dengan membandingkan nilai pre-test, post-test, dan observasi keterampilan dalam melakukan RJP. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Sebanyak 57 siswa SMA di Kupang Barat berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan dari 4,84 menjadi 6,67 (p < 0,001) serta peningkatan keterampilan praktik RJP. Kesimpulan: Metode flipped classroom  terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas remaja sebagai kader kesehatan sekolah yang mampu berperan sebagai penolong awal dalam situasi gawat darurat khususnya henti jantung.
Co-Authors Andy Sirada Andy Sirada Anggraeni, Diah Tika Anggraeni, Risa Kusuma Anggraini, Nourmanyansa Vidya Ansar, Nabilah Aulia Arga Buntara Arief Wahyudi Jadmiko Arum Pratiwi Asti Nurrizki Astuti Yuni Nursasi Avliya Quratul Marjan Balqis, Ayunissa Cahyani, Clara Oktalia Catur Septiawan Gunarto, Catur Septiawan Citra, Silvi Yulia Diah Ratnawati Diah Ratnawati Diah Ratnawati Diorarta, Raphita Dora Samaria Duma Lumban Tobing Elbees, Safira Diyanti Ester Ronauli Evangeline, Marsaulina Priscilla Farach Nabila Farah Aprilia Farha Farhana Fatmawati, Iin Fijriah, Fina Fina Fijriah Firlia Ayu Arini Galuh Nurulita Fitriani Harsono, Indah Nurafriani Herlina, Santi Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul Indah Permatasari Kartini, Ajeng Khoirul Anwar Kineisha, Phoebe Krisno Septyan La Ode Abdul Rahman Lina Ayu Marcelina Mariyam, Fidelmia Marni Marwah, Safa Maulana, Erwin Millah, Zulfa Muzayyanatul Munyati, Nessa Ishmah Nabila Nasya Nabila Nasya Nabila, Farach Nabilah Aulia Ansar Nadhifa, Dhia Wita Nadia Shahidda Nailus Suaidah Nasution Nasution, Nurul Aryani Ningtiyas, Astuti Nirmala Nirmala Nourmayansa Vidya Anggraini Novia Aprilianawati Novita Dyah Yuliarti Nur Intania Sofianita Nurrizki, Asti Nurwahyuni, Atik Oematan, Grouse Oktarina, Mona Panji Asmoro, Muhammad Pebriyanti, Regita Cahya Putri, Alia Resti Andri Putri, Devia Amanda Putri, Widya Kartika Rahim, Nur Tsarwah Ranti Nugraheni Ratnawati, Diah Regita Cahya Pebriyanti Reihana Zakiya Reihana Zakiya Reima Albary Ritanti Ritanti Ritanti, Ritanti Rokhaidah, Rokhaidah Safa Marwah Ilmanan Rachmah Putri Setiawan Salsabila, Talita Alifa Sandra, Rati Ari Sang Ayu Made Sang Ayu Made Adyani Sang Ayu Made Adyani Sang Ayu Made Adyani Santi Herlina Setyawan, Andy Shahidda, Nadia Sintha Fransiske Simanungkalit Siregar, Tatiana Suci Rahmanti, Septia Suciantie, Pramesti Dwi Sucika, Dara Sulistya Nur’aeni Wisudawati Suratmini, Dwi Vittala, Govinda Winarti, Wiwin Wirayudha, Gibran Wisudawati, Sulistya Nur'aeni Wisudawati, Sulistya Nur’aeni Yasmin, Salwa Zetira, Geby