Claim Missing Document
Check
Articles

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN MINUM OBAT ANTI TUBERKOLOSIS PARU: STUDI LITERATUR : Bahasa Indonesia Chandra Tri; Mandasari, Erliana
Jurnal Keperawatan Widya Gantari Indonesia Vol 7 No 3 (2023): JURNAL KEPERAWATAN WIDYA GANTARI INDONESIA (JKWGI)
Publisher : Nursing Department, Faculty of Health, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52020/jkwgi.v7i3.5628

Abstract

Tuberkulosis paru adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang memerlukan pengobatan jangka panjang selama 6 bulan atau lebih untuk mencapai kesembuhan; ketidakpatuhan terhadap pengobatan dapat menyebabkan resistensi obat dan kemungkinan kematian. Kepatuhan minum obat anti tuberkulosis dapat dipengaruhi oleh dorongan keluarga dan rasa efikasi diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan fungsi afektif keluarga dan efikasi diri dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis. Literatur review non systematic digunakan sebagai metode penelitian. Literatur diperoleh dengan mengkaji publikasi yang terkait dengan masalah penelitian dan memenuhi kriteria inklusi. Pencarian literatur menggunakan web internet yang diterbitkan antara tahun 2016-2020. Dalam pencarian literatur, frasa "tuberkulosis", "dukungan keluarga", "emosi keluarga", "kemanjuran diri", "kepatuhan penyembuhan", dan "kepatuhan pengobatan" digunakan. Berdasarkan hasil pencarian, menunjukkan bahwa 28 literatur sesuai dengan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Setelah dianalisis hasil menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara fungsi afektif keluarga dan efikasi diri dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis. Kata kunci: Efikasi Diri, Fungsi Afektif Keluarga, Kepatuhan Minum Obat Anti Tuberkulosis
Optimalisasi Peningkatan Kemampuan Remaja dalam Penatalaksanaan Henti Jantung di Komunitas melalui Metode Flipped Learning Jadmiko, Arief Wahyudi; Wahyudi, Chandra Tri; Buntara, Arga; Oematan, Grouse; Marni
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.21090

Abstract

Latar Belakang: Henti jantung merupakan salah satu penyebab utama mortalitas dengan angka kejadian yang relatif tinggi baik secara global maupun nasional. Intervensi cepat dan tepat melalui tindakan Resusitasi Jantung Paru (RJP) telah terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan peluang kelangsungan hidup pasien. Namun demikian, tingkat pengetahuan dan keterampilan kelompok remaja, dalam melakukan pertolongan awal masih rendah.. Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode flipped classroom dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja terkait resusitasi jantung paru (RJP). Metode: Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan dilakukan dengan menggunakan metode pembelajaran flipped classroom (edukasi berbasis video yang dikirimkan sebelum pembelajaran tatap muka, pelatihan tatap muka yang mencakup diskusi dan praktik RJP). Untuk mengetahui efektifitas dari kegiatan dilakukan dengan membandingkan nilai pre-test, post-test, dan observasi keterampilan dalam melakukan RJP. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Sebanyak 57 siswa SMA di Kupang Barat berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan skor pengetahuan dari 4,84 menjadi 6,67 (p < 0,001) serta peningkatan keterampilan praktik RJP. Kesimpulan: Metode flipped classroom  terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas remaja sebagai kader kesehatan sekolah yang mampu berperan sebagai penolong awal dalam situasi gawat darurat khususnya henti jantung.
ANALISIS CROSS-SECTIONAL SIKAP KELUARGA BERDASARKAN PENINGKATAN PENGETAHUAN DALAM MERAWAT LANSIA STROKE Sarah Fitria; Chandra Tri Wahyudi
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v12i1.2174

Abstract

Stroke in older adults often causes physical, cognitive, and emotional limitations that require long-term care at home. In this condition, the family acts as the primary caregiver, making family knowledge and attitudes important factors in the success of caring for older adults with Stroke. Although many studies have discussed the role of families in Stroke care, most focus on caregiver burden or patient quality of life, while studies examining the relationship between family knowledge and attitudes in caring for older adults with Stroke in the community remain limited. This study aimed to analyze the relationship between the level of knowledge and family attitudes in caring for older adults with Stroke in Limo District, Depok City. This study used a quantitative analytic design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 124 families caring for older adults with Stroke, selected using a total sampling technique. Data were collected using the Stroke Knowledge Assessment Tool (SKAT) questionnaire to measure knowledge and the Family Caregiver Patient Stroke questionnaire to assess family attitudes. Data were analyzed using the Chi-Square test. The results showed that most families had low knowledge levels and negative attitudes toward caring for older adults with Stroke. Bivariate analysis showed a significant relationship between knowledge level and family attitudes (p < 0.001). These findings indicate that family knowledge plays an important role in shaping attitudes toward caring for older adults with Stroke at home.
Pengaruh Penyuluhan Manajemen Laktasi terhadap Pengetahuan Ibu dengan Balita di Kota Depok Firlia Ayu Arini; Chandra Tri Wahyudi; Iin Fatmawati; Nur Intania Sofianita
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 8 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v8i01.2719

Abstract

Background: Menurut WHO, pada usia 0-6 bulan pertama kehidupan, anak diberikan ASI secara eksklusif dan dilanjutkan pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) pada usia 6 bulan. Angka pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih kurang dari capaian persentase cakupan yang ditetapkan pemerintah yaitu 80%. Berdasarkan data Profil Kesehatan Kota Depok tahun 2020, capaian ASI eksklusif masih di bawah target pemerintah yaitu 68,49%. Artinya, masih terdapat bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif dan kemungkinan mendapat MP-ASI dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini ditujukan untuk memberikan penyuluhan gizi mengenai manajemen laktasi, agar pengetahuan ibu meningkat dan ibu dapat memberikan ASI secara eksklusif. Metode: Kegiatan ini dilakukan dengan metode memberikan ceramah dan diskusi menggunakan lembar balik dan mempraktikkan pemijatan laktasi yang dapat melancarkan ASI. Jumlah ibu dari balita yang mengikuti kegiatan ini yaitu 21 orang yang berasal dari 2 kelurahan. Sebelum penyuluhan, peserta melakukan pretest, kemudian menerima materi manajemen laktasi. Setelah penyuluhan manajemen laktasi diikuti praktik melakukan pijat oksitosin, peserta diminta mengerjakan posttest. Hasil: Setelah menerima penyuluhan manajemen laktasi, pengetahuan ibu balita mengenai ASI eksklusif dan manajemen laktasi meningkat secara signifikan, hasil uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan bermakna antara nilai pretest dan posttest (p= 0,003). Sebanyak 51,7% peserta memiliki skor posttest yang lebih tinggi dari pretest. Kesimpulan: Penyuluhan manajemen laktasi meningkatkan pengetahuan ibu balita mengenai ASI eksklusif dan manajemen laktasi. Setelah mendapatkan penyuluhan ini, diharapkan ibu balita dapat memberikan ASI secara eksklusif dan mempraktikkan manajemen laktasi dengan tepat.
Intervensi Senam Hipertensi dan Edukasi Kesehatan untuk Pengendalian Tekanan Darah Lansia Di Kelurahan Grogol, Kota Depok Wahyudi, Chandra Tri; Ratnawati, Diah; Adyani, Sang Ayu Made; Tobing, Duma Lumban; Nasya, Nabila
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21406

Abstract

Pendahuluan: Kelompok lanjut usia termasuk dalam populasi yang memiliki kerentanan tinggi terhadap suatu penyakit seperti hipertensi. Kondisi ini dapat berdampak kepada penurunan kualitas hidup, serta meningkatkan risiko komplikasi. Studi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan lansia dalam mengontrol tekanan darah melalui penyuluhan kesehatan dan senam hipertensi. Metode: Pengabdian ini dilaksanakan dengan pendekatan intervensi edukatif dan aktivitas fisik terstruktur. Kegiatan dilaksanakan selama dua hari dengan melibatkan 24 orang lansia di Kelurahan Grogol, Kota Depok, dengan metode pre-post intervention, dengan memberikan intervensi edukasi kesehatan dan senam hipertensi. Hasil: Hasil analisis memperlihatkan peningkatan yang bermakna pada aspek pengetahuan (4,04 menjadi 4,71), sikap (13,21 menjadi 16,63), dan keterampilan (11,00 menjadi 14,46). Selain itu, terjadi penurunan tekanan darah sistolik (147,08 mmHg menjadi 139,08 mmHg) dan diastolik (91,67 mmHg menjadi 84,92 mmHg) setelah senam hipertensi. Kesimpulan: Intervensi ini terbukti efektif dalam meningkatkan kapasitas lansia dalam pengendalian hipertensi secara non-farmakologis.
OPTIMALISASI FUNGSI KOGNITIF LANSIA MELALUI EDUKASI DAN PRAKTIK SENAM LANSIA Risa Kusuma Anggraeni; Meiza Anniza; Chandra Tri Wahyudi; Andy Sirada
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39541

Abstract

Abstrak: Penurunan fungsi kognitif merupakan salah satu masalah yang sering dialami lansia dan dapat memengaruhi kemandirian dalam aktivitas sehari-hari. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia mengenai pentingnya aktivitas fisik dalam menjaga fungsi kognitif melalui edukasi dan praktik senam lansia. Mitra kegiatan adalah Sekolah Lansia Meruyung, Kota Depok, dengan jumlah peserta sebanyak 50 lansia. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, dan praktik langsung senam lansia. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test sebanyak 10 soal untuk mengukur peningkatan pengetahuan, serta observasi untuk melihat partisipasi peserta selama kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan skor rata-rata pengetahuan dari 40 menjadi 90, atau meningkat sebesar 125% dibandingkan skor awal. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif selama praktik senam. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi yang dipadukan dengan praktik senam lansia dapat menjadi pendekatan sederhana untuk mendorong perilaku hidup aktif pada lansia. Abstract: Cognitive decline is a common problem among older adults and may affect their independence in daily activities. This community service activity aimed to improve older adults’ knowledge and awareness of the importance of physical activity in maintaining cognitive function through education and elderly exercise practice. The partner of this activity was Sekolah Lansia Meruyung, Depok City, involving 50 older adults. The methods included health education, interactive discussion, and direct practice of elderly exercise. Evaluation was conducted using pre-test and post-test questionnaires to measure knowledge improvement, as well as observation to assess participant engagement during the activity. The results showed an increase in the average knowledge score from 40 to 90, representing a 125% improvement from the initial score. Participants also demonstrated enthusiasm and active involvement during the exercise session. This activity indicates that education combined with elderly exercise practice can serve as a simple and applicable approach to promoting an active lifestyle among older adults.
Hubungan Kebiasaan Menggosok Gigi Dan Frekuensi Konsumsi Makanan Kariogenik Dengan Karies Gigi Pada Anak Usia Di Sdn Pancoran Mas 2 chandra tri wahyudi; Safira Diyanti Elbees
Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 8 No 04 (2018): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia edisi Desember 2018
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.562 KB) | DOI: 10.33221/jiiki.v8i04.142

Abstract

Karies gigi adalah lesi gigi yang merusak dan progresif, yang jika tidak ditangani akan menyebabkan kerusakan total pada gigi yang terkena. Jenis penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara kebiasaan menyikat gigi dan frekuensi konsumsi makanan kariogenik dengan karies gigi di SDN Pancoran Mas 2. Rancangan penelitian dianalisis secara kuantitatif menggunakan teknik deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel dengan teknik stratified random sampling. Subyek penelitian adalah 152 siswa. Analisis univariat menggunakan uji proporsi dan analisis bivariat menggunakan uji chi-square. Dari hasil uji statistik chi-square p value 0,005 dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara kebiasaan menyikat gigi dengan karies gigi dan OR = 2,716 rata-rata potensi menggosok karies gigi. Dari uji statistik chi-square bahwa p value 0,000 dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi makanan kariogenik dengan karies gigi dan OR = 3,609 frekuensi konsumsi makanan kariogenik berarti peluang karies gigi. Dari hasil penelitian ini diharapkan lebih banyak anak untuk menjaga kesehatan gigi
Produktivitas Kerja Perawat Ruang Rawat Inap chandra tri wahyudi; Catur Septiawan Gunarto
Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 9 No 01 (2019): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Edisi Maret 2019
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.141 KB) | DOI: 10.33221/jiiki.v9i01.210

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh langsung dan tidak langsung serta besarannya motivasi kerja, beban kerja dan kepemimpinan kepala ruangan terhadap produktivitas kerja perawat ruang rawat inap di RS Bhineka Bhakti Husada (BBH) Tangerang Selatan 2014. Penelitian ini berfokus pada faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas kerja perawat di ruang rawat inap di rumah sakit. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional pada 80 orang perawat ruang rawat inap RS BBH yang diperoleh dengan tehnik total sampling. Hasil uji koefisien parameter antara beban kerja terhadap produktivitas kerja menunjukkan terdapat pengaruh langsung sebesar 15,57%, sedangkan untuk pengaruh tidak langsung sebesar 2,17%. Hasil lainnya antara motivasi terhadap produktivitas kerja menunjukkan terdapat pengaruh langsung sebesar 26,77%. Hasil uji koefisien parameter antara kepemimpinan terhadap produktivitas kerja menunjukkan terdapat pengaruh langsung sebesar 27,90%, sedangkan untuk pengaruh tidak langsung sebesar 8,22%. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa variabel produktivitas dipengaruhi oleh beban kerja, kepemimpinan, dan motivasi secara stimultan sebesar 80,63%.
Dukungan Keluarga Berpengaruh Kualitas Hidup Pada Lansia dengan Diagnosa Diabetes Melitus Diah Ratnawati; Chandra Tri Wahyudi; Geby Zetira
Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 9 No 02 (2019): Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Indonesia Edisi Juni 2019
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.224 KB) | DOI: 10.33221/jiiki.v9i02.229

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang sangat membutuhkan perawatan medis dalam waktu lama dan berakibat terjadinya komplikasi yang dapat mempengaruhi tingkat kualitas hidup seseorang terutama lansia. Kualitas hidup lansia bergantung dari dukungan keluarga sebagai komponen utama dalam mengontrol penyakit diabetes mellitus agar lansia dapat menikmati kehidupan masa tua dengan bahagia dan membantu lansia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari secara teratur. Penelitian merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain Cross Sectional (potong lintang). Tujuan penelitian ini untuk melihat adanya hubungan dukungan keluarga dengan kualitas hidup lansia diabetes melitus di Kelurahan Citayam Bogor. Cara pengambilan sampel melalui teknik startified sampling dan mendapatkan jumlah sampel sebanyak 134 orang. Analisa data menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan dukungan keluarga yang positif sebanyak 71 responden (53%) sedangkan untuk kualitas hidup positif sebanyak 67 responden (50%). Hasil analisis data diperoleh hasil p value=0,000 dan OR= 4,210 (2,043-8,679). Ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup lansia diabetes melitus di Kelurahan Citayam Bogor. Lansia yang memiliki dukungan keluarga kurang baik mempunyai peluang 4,21 kali untuk kualitas hidup baik.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MAKANAN BERGIZI DAN PENDIDIKAN IBU DENGAN SIKAP DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA DI RW.011 KELURAHAN PEJATEN TIMUR Nourmayansa Vidya Anggraini; Dwi Suratmini; Chandra Tri Wahyudi; Septia Suci Rahmanti
Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA Vol. 11 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA
Publisher : Program Studi S1/DIII-Keperawatan Universitas Imelda Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52943/jikeperawatan.v11i1.1836

Abstract

The mother's level of knowledge and education regarding stunting prevention plays an important role in stunting prevention. In previous research, research had not been carried out on these two things, namely the level of knowledge and education of the mother and attitudes towards preventing stunting. This study aims to analyze the relationship between the level of maternal knowledge about nutritious food and maternal education and their attitudes towards preventing stunting in toddlers. The method used is non-experimental quantitative research with a correlational descriptive design, using a cross-sectional study approach. A total of 148 samples were selected using random sampling techniques, and data was obtained through filling out questionnaires whose validity and reliability were tested. The sample criteria in this study were mothers who had children under five (0-59 months), lived in sub-district Y and were willing to be research respondents. The questionnaire used was a questionnaire related to knowledge and education and the mother's attitude in preventing stunting. The results of analysis using Spearman correlation showed that there was a significant relationship between mothers' knowledge about nutritious food and their attitudes towards preventing stunting (r = 0.404, p < 0.001). In addition, there was a stronger relationship between mothers' education level and their attitudes towards stunting prevention (r = 0.569, p < 0.001). It is hoped that mothers can increase their knowledge about nutrition and stunting prevention by participating in nutrition education programs and utilizing resources to provide nutritious food at affordable costs. The recommendation for future research is to conduct research related to other factors that influence mothers' attitudes in preventing stunting.
Co-Authors Alifah Ananda Suwardi Andy Sirada Anggraeni, Diah Tika Anggraini, Nourmanyansa Vidya Ansar, Nabilah Aulia Arga Buntara Arief Wahyudi Jadmiko Arief Wahyudi Jadmiko Arum Pratiwi Asti Nurrizki Astuti Yuni Nursasi Avliya Quratul Marjan Balqis, Ayunissa Cahyani, Clara Oktalia Catur Septiawan Gunarto Citra, Silvi Yulia Crosita, Yessi Diah Ratnawati Diah Ratnawati Diorarta, Raphita Dora Samaria Duma Lumban Tobing Dwi Suratmini Ester Ronauli Estrin Handayani Evangeline, Marsaulina Priscilla Farach Nabila Farah Aprilia Farha Farhana Fatmawati, Iin Fijriah, Fina Fina Fijriah Firlia Ayu Arini Galuh Nurulita Fitriani Geby Zetira Hanna Isabela Hakim Harsono, Indah Nurafriani Herlina, Santi Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul Indah Permatasari Kartini, Ajeng Khoirul Anwar Kineisha, Phoebe Krisno Septyan La Ode Abdul Rahman Laksita Barbara Lina Ayu Marcelina Mandasari, Erliana Mariyam, Fidelmia Marni Marwah, Safa Maulana, Erwin Meiza Anniza Millah, Zulfa Muzayyanatul Mona Oktarina Muhammad Tsaqif Ash Shidqi Nabila Nasya Nabila Nasya Nabila, Farach Nabilah Aulia Ansar Nadhifa, Dhia Wita Nadia Shahidda Nailus Suaidah Nasution Nasution, Nurul Aryani Nasya, Nabila Nazhira, Fidyatul Ningtiyas, Astuti Nirmala Nirmala Nourmayansa Vidya Anggraini Novia Aprilianawati Novita Dyah Yuliarti Nur Intania Sofianita Nurrizki, Asti Nurwahyuni, Atik Oematan, Grouse Panji Asmoro, Muhammad Pebriyanti, Regita Cahya Putri, Alia Resti Andri Putri, Devia Amanda Putri, Widya Kartika Rahim, Nur Tsarwah Ranti Nugraheni Ratnawati, Diah Regita Cahya Pebriyanti Reihana Zakiya Reihana Zakiya Reima Albary Risa Kusuma Anggraeni Ritanti Ritanti Ritanti Ritanti Ritanti, Ritanti Rokhaidah, Rokhaidah Rosa Tri Sevia Safa Marwah Ilmanan Rachmah Putri Setiawan Safira Diyanti Elbees Salsabila, Talita Alifa Sandra, Rati Ari Sang Ayu Made Sang Ayu Made Adyani Sang Ayu Made Adyani Sang Ayu Made Adyani Santi Herlina Sarah Fitria Septia Suci Rahmanti Setyawan, Andy Shahidda, Nadia Sintha Fransiske Simanungkalit Siregar, Tatiana Suciantie, Pramesti Dwi Sucika, Dara Sulistya Nur’aeni Wisudawati Vittala, Govinda Winarti, Wiwin Wirayudha, Gibran Wisudawati, Sulistya Nur'aeni Wisudawati, Sulistya Nur’aeni Yasmin, Salwa