Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search
Journal : Cendana Medical Journal

Comparative Effectiveness of Coriander Seed Decoction and Unripe Coconut Water in Lowering Uric Acid Level Anggraini, Thalitha Ayu; Manafe, Derri R. Tallo; Nurina, Rr. Listyawati; Ratu, Kristian
Cendana Medical Journal Vol 12 No 1 (2024): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v12i1.15501

Abstract

Background: High uric acid levels are a major cause of Gout arthritis. Untreated Gout arthritis can progress to chronic gout, kidney dysfunction, and a decrease in quality of life. The use of natural substances such as the giving of coriander seed decoction and unripened coconut water can be one of the non-pharmacological intervention to reduce uric acid levels. Objective: This research aims to determine the comparison of the effectiveness of coriander seed decoction and unripened coconut water in reducing uric acid levels. Methods: The study is a quasi-experimental research, using a pretest-posttest with control group design. The study participants consisted of 54 respondents from educators and education staff at Nusa Cendana University who met the inclusion and exclusion criteria. Data analysis used parametric analysis, namely paired sample t-test, and one-way anova. Result: There was a significant effect in the coriander seed decoction intervention group on uric acid levels before and after the intervention (p=0.002), while in the unripened coconut water intervention group and the control group, there was no significant effect on uric acid levels with respective p-values of (p=0.648) and (p=0.705). There was no significant difference after the intervention in the coriander seed decoction group, unripened coconut water group, and control group in reducing uric acid levels (p=0.114). Conclusion: There was no difference in the effectiveness between giving coriander seed decoction and unripened coconut water to reduce uric acid levels.
HUBUNGAN STATUS NUTRISI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUD PROF. DR. W. Z. JOHANNES Ullu, Arah Murni Adi; Nurina, Rr. Listyawati; Wahyuningrum, Stefany Adi
Cendana Medical Journal Vol 6 No 3 (2018): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.738 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v6i3.1456

Abstract

Penyakit ginjal kronik menggambarkan kerusakan ginjal dan/atau penurunan fungsi ginjal selama 3 bulan atau lebih dengan laju filtrasi glomerulus kurang dari 60 ml/menit/1,73 m2. Pilihan pengobatan gagal ginjal kronik yang sering dilakukan adalah hemodialisis (HD). Terapi hemodialisis merupakan teknologi tinggi sebagai terapi pengganti untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme atau racun tertentu dari peredaran darah manusia seperti air, natrium, kalium, hidrogen, urea, kreatinin, asam urat, dan zat-zat lain melalui membran semi permiabel sebagai pemisah darah dan cairan dialisat pada ginjal buatan dimana terjadi proses difusi, osmosis dan ultrafiltrasi. HD dapat dilakukan apabila ada penurunan kualitas hidup tanpa penyebab jelas dan HD dapat memberikan kualitas hidup baik. Berbagai faktor dapat mempengaruhi kualitas hidup, salah satunya status nutrisi dan masalah nutrisi tersering adalah malnutrisi energi protein. Tujuan penelitian mengetahui hubungan status nutrisi dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes. Metodologi penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pasien gagal ginjal kronik di RSUD Prof. DR. W. Z. Johannes yang berjumlah 48 responden. Pada penelitian ini 6 orang pasien di drop out karena meninggal dunia. Kemudian peneliti mencari 2 sampel baru karena sampel minimal adalah 44 orang. Pengukuran status nutrisi menggunakan Malnutrition Inflammation Score dan pengukuran kualitas hidup menggunakan Quality Of Life Index Dialysis Version III. Analisis bivariat digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen dengan menggunakan uji Pearson Chi-square. Hasil untuk uji kemaknaan hubungan antara variabel tersebut menggunakan uji Pearson Chi-square dengan angka kemaknaan = 0,05, diperoleh nilai p=0,340 yang berarti p > 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini tidak ada hubungan antara status nutrisi dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes
PERBEDAAN JUMLAH KEMATIAN LARVA NYAMUK Aedes aegypti DENGAN PEMBERIAN EKSTRAK BIJI KELOR (Moringa oleifera) PELARUT ETANOL DAN AQUADES Fitriyah, Nur Laelatul; Koamesah, Sangguana M J; Nurina, Rr Listyawati
Cendana Medical Journal Vol 7 No 1 (2019): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.543 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i1.1461

Abstract

Aedes aegypti merupakan vektor dari berbagai penyakit seperti dengue, chikungunya, yellow fever dan zika. Demam berdarah dengue di Kota Kupang terjadi peningkatan dari tahun 2014 – 2016. Salah satu upaya pengendalian kasus DBD adalah abatesasi, namun sudah terjadi resistensi di beberapa wilayah Indonesia. Oleh karena itu, perlu dikembangkan tanaman kelor yang memiliki senyawa alkaloid, saponin, tannin dan flavonoid sebagai larvasida biologi, yang mana kelor sebagai tanaman daerah semiringkai sesuai dengan kondisi geografis di Kota Kupang. Tujuan penelitian ini menganalisis jumlah kematian larva nyamuk Aedes aegypti dengan pemberian ekstrak biji kelor (Moringa oleifera) pelarut etanol dan aquades dalam jangka waktu 48 jam. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan post test control group. Ekstraksi menggunakan pelarut etanol dan aquades dengan berat simplisia 300g dalam 1.100 mL volume palarut selama 36 jam. Penelitian dilakukan terhadap larva Aedes aegypti instar III/IV dengan 4 kelompok yaitu ekstrak etanol biji kelor, ekstrak aquades biji kelor, kontrol negatif dan kontrol positif dengan 5 kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan uji T Independent untuk mengetahui apakah ada perbedaan jumlah kematian larva nyamuk Aedes aegypti dengan pemberian ekstrak biji kelor (Moringa oleifera) antara pelarut etanol dan aquades. Hasil rerata jumlah kematian larva pada tiap kelompok perlakuan yaitu kelompok ekstrak etanol biji kelor (4,2 larva), ekstrak aquades biji kelor (3,2 larva), kontrol negatif (0 larva) dan kontrol positif (25 larva). Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan rerata persentase jumlah kematian larva nyamuk Aedes aegypti dengan pemberian ekstrak biji kelor (Moringa oleifera) pelarut etanol adalah 16,8% dan pelarut aquades adalah 12,8% artinya tidak ada perbedaan signifikan diantara keduanya dengan nilai p 0,095
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI LARUTAN MADU HUTAN TERHADAP PERTUMBUHAN Escherichia coli SECARA IN VITRO Sun, Diana Maximiliany; Indriarini, Desi; Nurina, Rr Listyawati
Cendana Medical Journal Vol 7 No 1 (2019): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.293 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i1.1491

Abstract

Penyakit infeksi merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen, salah satunya bakteri Escherichia coli. Antibiotik merupakan satu zat yang dapat menghambat pertumbuhan suatu mikroorganisme. Madu (Mel) merupakan substansi alam yang diproduksi oleh lebah madu yang berasal dari nektar bunga atau sekret tanaman dan memiliki potensi dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Daya antibakteri madu disebabkan karena adanya kandungan senyawa aktif, hidrogen peroksida, osmolaritas yang tinggi, serta pH yang rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri larutan madu hutan terhadap pertumbuhan Escherichia coli secara In vitro. Metode penelitian ini eksperimental in vitro dengan metode difusi agar menggunakan kertas cakram yang direndam dalam konsentrasi 100%, 80%, 60%, 40%, 20%, 10%, kontrol positif menggunakan streptomisin, dan kontrol negatif menggunakan aquades steril. Pengulangan dilakukan 3 kali dan hasil dibaca setelah diinkubasi selama 24 jam. Hasil analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis menunjukan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara tiap kelompok terhadap zona hambat yang terbentuk dengan nilai p = 0,002. Analisis post hoc menunjukan bahwa terdapat perbedaan signifikan antar kelompok yang memiliki perbedaan potensi daya hambat. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa larutan madu hutan memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan Escherichia coli
HUBUNGAN JARAK KEHAMILAN DAN JUMLAH PARITAS DENGAN KEJADIAN KURANG ENERGI KRONIK (KEK) PADA IBU HAMIL DI KOTA KUPANG Nugraha, Rahmat Nurwan; Lalandos, Jansen Loudwik; Nurina, Rr. Listyawati
Cendana Medical Journal Vol 7 No 2 (2019): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.607 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i2.1800

Abstract

Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi, karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan. Semakin sering seorang wanita mengalami kehamilan dan melahirkan dalam waktu singkat akan makin banyak kehilangan energi sehingga ATP menurun yang menyebabkan penurunan proses metabolisme tubuh, lalu tubuh melakukan proses katabolisme sehngga cadangan makanan dalam tubuh digunakan dan menyebabkan tubuh kekurangan energi. Data Riskesdas dari tahun 2007, 2013 dan 2018 menunjukkan prevalensi KEK tertinggi di provinsi NTT. Berdasarkan uraian diatas peneliti tertarik untuk meneliti mengenai hubungan jarak kehamilan dan jumlah paritas dengan kejadian kurang energi kronik (KEK) pada ibu hamil di kota kupang. Peneliti memilih empat puskesmas yaitu Puskesmas Bakunase, Puskesmas Sikumana, Puskesmas Oepoi dan Puskesmas Oesapa. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara jarak kehamilan dan jumlah paritas dengan kejadian kurang energi kronik pada ibu hamil di kota Kupang. Metodologi Penelitian menggunakan metode penelitian analitik observasional yang dilakukan dengan pendekatan studi cross sectional. Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode total sampling, dengan jumlah sampel sebesar 34 sampel ibu hamil. Hasil penelitian didapati jumlah paritas tidak berhubungan terhadap kejadian KEK pada ibu hamil dengan nilai P=0,968. Sedangkan jarak kehamilan memiliki hubungan terhadap kejadian KEK pada ibu hamildengan nilai P=0,000.
PENGARUH PEMBERIAN PUDING DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP PERUBAHAN KADAR HEMOGLOBIN DARAH ANAK DI SD INPRES NOELBAKI KABUPATEN KUPANG Indra Wardana, I Gede Aprilian; Nurina, Rr. Listyawati; Trisno, Idawati
Cendana Medical Journal Vol 8 No 1 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.888 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i1.2655

Abstract

Tanaman kelor dikenal sebagai tanaman yang memiliki banyak manfaat karana kandungan dan manfaat seluruh bagian tanamanya. Kadar hemoglobin sangat dipengaruhi oleh asupan zat besi sehari – hari. Rendahnya intake zat besi dapat membuat kadar hemoglobin menjadi rendah sehingga dapat mempengaruhi aktivitas anak. Puding daun kelor dapat dipilih sebagai alternative untuk memenuhi kebutuhan zat besi sehari – hari anak karana kandungannya yang tinggi zat besi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian puding daun kelor (Moringa Oleifera) terhadap perubahan kadar hemoglobin darah anak di SD Inpres Noelbaki Kabupaten Kupang. Metode penelitian ini merupakan penelitian Quasi experimental dengan rancangannya berupa pre test – post test with control group design dengan perlakuan pemberian puding daun kelor kemudian diukur kadar hemoglobin sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon Signed Ranks Tes. Hasil analisis bivariat yang dilakukan pada variable menunjukkan adanya perubahan yang signifikan pada kadar hemoglobin darah anak di SD Inpres Noelbaki Kabupaten Kupang (p=0,000). Kesimpulan dari 66 anak yang menjadi sampel 22 siswa (33,3%) memiliki kadar hemoglobin dibawah normal, 44 siswa (66,7%) memiliki kadar hemoglobin normal. Terdapat perubahan yang signifikan pada kadar hemoglobin darah anak yang mendapatkan puding daun kelor selama 14 hari (p=0,000). Perubahan rata – rata kenaikan kadar hemoglobin adalah 2,27 g/dL dengan pemberian puding daun kelor 100 g selama 14 hari yang mengandung 7,03 mg zat besi
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL KECAMBAH KACANG HIJAU TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI HATI TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) GALUR SPRAGUE DAWLEY YANG HIPERKOLESTEROLEMIA Aprio Ngga, Yoseph Mariano; Manafe, Derri Riskiyanti Tallo; Nurina, Listyawati
Cendana Medical Journal Vol 8 No 1 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.478 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i1.2657

Abstract

Peningkatan kadar kolesterol atau hiperkolesterolemia menyebabkan berbagai penyakit, salah satunya penyakit hati kronis yaitu penyakit perlemakan hati non-alkoholik yang dapat merusak sel hati. Masih sering dijumpai adanya penggunaan pengobatan alternatif untuk mengatasi masalah kesehatan. Kecambah kacang hijau adalah salah satu jenis tanaman yang dapat digunakan sebagai pengobatan alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pengaruh pemberian ekstrak kecambah kacang hijau terhadap gambaran histopatologi hati tikus putih (Rattus norvegicus) galur Sprague dawley yang hiperkolesterolemia. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan pendekatan true experimental design post test with control group pada kelompok perlakuan dan kontrol. Teknik pengambilan sampel menggunakan probability sampling dengan randomisasi. Sampel terbagi dalam 6 kelompok terdiri dari kelompok normal, kelompok kontrol negatif, dan 4 kelompok perlakuan pemberian ekstrak beberapa dosis (250, 450, 900, dan 1800 mg/KgBB). Penilaian kerusakan hati menggunakan skor modifikasi dari scoring histopathology Manja Roenigk.Penelitian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Kruskal-wallis dan uji lanjutan post hocMann-Whitney U Test.Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pemberian ekstrak etanol kecambah kacang hijau terhadap gambaran histologi hati tikus putih (Rattus norvegicus) galur Sprague dawley yang hiperkolesterolemia dengan nilai signifikansi p = 0,00 (p <0,05). Dari hasil uji dosis, membuktikan dosis paling efektif dalam memperbaiki kerusakan pada sel hepatosit adalah 1800 mg/KgBB. Kesimpulan dari penelitian ini terdapat pengaruh yang signifikan pemberian ekstrak etanol kecambah kacang hijau terhadap gambaran histologi hati tikus putih (Rattus norvegicus) galur sprague dawley yang hiperkolesterolemia dengan dosis efektif adalah 1800 mg/KgBB
PENGARUH PEMBERIAN EKTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum) TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL TOTAL TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) DENGAN HIPERKOLESTEROL Hewen, Wilhelmina W.M.; Nurina, Rr. Listyawati; Liana, Debora Shinta
Cendana Medical Journal Vol 8 No 1 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.259 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i1.2668

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian secara global(1). Kelebihan kolesterol atau disebut hiperkolesterolemia akan menimbulkan aterosklerosis yang akan menyebabkan stroke dan penyakit kardiovaskuler seperti penyakit jantung koroner(2,3,4,5). Bawang putih memiliki agen aktif allicin yang merupakan senyawa alkaloid yang banyak terkandung dalam bawang putih dapat digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol, selain itu didalam bawang putih terdapat: vitamin C dan niasin(2,6). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak bawang putih (Allium sativum) terhadap penurunan kadar kolesterol total pada tikus putih (Rattus norvegicus) yang sengaja dibuat hiperkolesterol. Metodologi penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan pretest posttest with control group. Sampel penelitian 25 ekor tikus putih yang dipilih secara acak yang dibagi dalam 5 kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Hasil analisis data menggunakan One Way Anova menunjukan bahwa kadar kolesterol total pada hari ke-32, hari ke-33, hari ke-37 dan hari ke-42 memiliki nilai signifikansi p<0,05, yang berarti uji statistik ini menunjukan bahwa pemberian ekstrak bawang putih (Allium sativum) dapat menurunkan kadar kolesterol total pada tikus putih dengan hiperkolesterolemia. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan ada pengaruh ekstrak bawang putih (Allium sativum) terhadap penurunan kadar kolesterol total pada tikus putih (Rattus novergicus) dengan hiperkolesterol dengan nilai signifikan (p<0,05)
STATUS GIZI, KADAR HAEMOGLOBIN DAN KUALITAS HIDUP PENDERITA TUBERCULOSIS PARU SEBELUM DAN SESUDAH TERAPI OBAT ANTI TUBERCULOSIS KATEGORI 1 DI KOTA KUPANG Buntoro, Ika Febianti; Nurina, Listyawati; Lada, Christina Olly
Cendana Medical Journal Vol 8 No 1 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.252 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i1.2669

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah suatu penyakit menular menduduki urutan tertinggi penyebab kematian karena infeksi tunggal. Sebagian besar obat anti tuberkulosis (OAT) dapat diterima dalam terapi, namun mempunyai efek toksik yang potensial diantaranya reaksi hematologic seperti anemia, agranulositosis, eosinophilia dan trombositopenia. Efek gastrointestinal yang paling umum terjadi adalah mual dan muntah, dan dapat mengalami penurunan nafsu makan sehingga akan mempengaruhi asupan gizi pada tubuh pasien, yang kemungkinan dapat menyebabkan penderita kekurangan gizi penderita. Metode penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini berlokasi di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Indonesia dan dilakukan di 11 Puskesmas di Kota Kupang. Populasi dalam penelitian ini adalah Penderita TB baru yang diterapi dengan obat anti tuberculosis kateboriI yang berada di kota Kupang. Sampel yang diambil berdasarkan teknik consecutive sampling,dengan jumlah sampel minimal 45 penderita. Hasil penelitian ini terdapat 45 responden bersedia bergabung dalam penelitian ini, dengan usia terbanyak pada usia 20-30 tahun dan 27 orang diantaranya merupakan laki-laki. Yang memiliki statusgizi yang normal sebanyak 18 orang atausebanyak 40 % dari total yang terlibat. Sedangkan 26 orang (57,8%) memiliki status gizi yang underweight dan hanya 1 orang (2,2%) yang memiliki status gizi yang overweight. Didapatkan 40 responden dengan hasil pemeriksaan BTA yang positif atau sebanyak 88,9%. Sedangkan sisanya 5 responden memiliki hasil pemeriksaan BTA yang negatif (11,1%). Sedangkan dari hasil survei kualitas hidup didapatkan 30 responden memiliki kualitas hidup yang buruk atau sebesar 66,7%, Sedangkan sisanya sebanyak 15 responden memiliki kualitas hidup yang baik, atau sebesar 33,3%. Kesimpulan dari penelitian ini didapat bahwa sebagian besar penderita TB paru merupakan TB Paru BTA positif dengan kualitas hidup yang buruk.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP ORANG TUA TENTANG MANFAAT DAUN KELOR DENGAN STATUS GIZI KELUARGA PADA WILAYAH LAHAN KERING KEPULAUAN SEMIRINGKAI Nurina, Rr. Listyawati; Woda, Rahel Rara; Lada, Christina Olly; Buntoro, Ika Febianti
Cendana Medical Journal Vol 8 No 1 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.676 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i1.2670

Abstract

Masalah gizi di Indonesia masih besar, tidak hanya masalah gizi kurang tetapi juga masalah gizi lebih. Salah satu faktor penyebab adalah pola makan yang tidak seimbang dan penyakit infeksi. Daun kelor dengan banyak keunggulan nutrisi baik yang sangat populer dapat menjadi salah satu cara untuk menanggulangi masalah gizi di tingkat rumah tangga. Namun Hal ini memerlukan adanya pengetahuan dan kesadaran dari masyarakat akan manfaat daun kelor. Oleh karena itu, peneliti dan tim telah melakukan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan dan sikap tentang manfaat daun kelor di masyarakat desa Penfui Timur yang memiliki cukup banyak pohon kelor serta untuk mengetahui hubungannya dengan status gizi keluarga. Disain penelitian ini merupakan studicrossectional yang bersifat deskriptif dan analitik. Populasi adalah seluruh rumah tangga di wilayah kerja Desa Penfui Timur Kecamatan Kupang Tengah Kabupaten Kupang yang telah disampling sesuai dengan kriteria inklusi penelitian. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hampir semua subjek (93%) adalah usia orang dewasa tengah sampai dengan dewasa akhir dengan jenis kelamin yang setara antara perempuan (55,5%) dengan laki-laki (44,4%). Ada 33 responden yang memiliki 5 sampai 8 jumlah anggota dalam rumah tangga dan 12 responden lainnya memiliki 3 sampai 4 jumlah anggota dalam rumah tangganya. Dengan uji statistik Fisher menunjukkan bahwa ada hubungan pengetahuan (p= 0,002 dan sikap orang tua (p=0,019) tentang manfaat daun kelor dengan status gizi keluarga pada wilayah lahan kering kepulauan semiringkai. Hal ini dapat diartikan bahwa hasil penelitian ini sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa pengetahuan dan sikap yang baik tentang manfaat daun kelor memberikan pengaruh yang baik terhadap pemeilihan dan penyediaan makanan bergizi sehingga hamper sebagian lebih status gizi keluarga terpelihara dengan baik. Hal ini terlihat dari hamper sebagian besar responden memiliki status gizi yang baik. Luaran dari penelitian ini adalah lebih optimal dalam pemanfaatan lahan kering semiringkai di sekitar rumah sehingga berguna bagi ketersediaan pangan murah dan bergizi di tingkat rumah tangga
Co-Authors Adang, Gottfrieda Patiencia Taeng-Ob Anggraini, Thalitha Ayu Angsar, Abigail Eugelia Veterine Anita Amat Anita Lidesna Shinta Amat Aprio Ngga, Yoseph Mariano Arley Sadra Telussa Arley Telussa Christina Olly Lada Conrad L. H. Folamauk Damanik, Efrisca M. Br Damanik, Efrisca M. Br. Damanik, Efrisca Meliyuita Br. Debora Shinta Liana Deri Riskiyanti Tallo Manafe Dupe, Shita Anggenella Elli Arsita Febrianti, Ika Fitriyah, Nur Laelatul Folamauk, Conrad L.H. Folamauk, Conrad Liab Hendricson Ginting, Almido Almido Haryanto Ginting, Almido H. Gregorius Kenang Widyantoro Handoyo, Nicholas E. Hendrik, Einstein Daud Victor Hewen, Wilhelmina W.M. Hutasoit, Regina Marvina Idawati Trisno Idawati Trisno Idawati Trisno Ika Febianti Buntoro Ika Febrianti Ikun, Elisabeth Sri Intan Indra Wardana, I Gede Aprilian Indriarini, Desi Kareri, Dyah Gita Rambu Kedang, Elisabeth Flora S. Klau, Maria Luz Clarita Koamesah, Sangguana M J Koamesah, Sangguana Marthen Jacobus Kolobani, Mathias Nathaniel Kote, Angel Eddelweist Yubertina Febrina Bida Lalandos, Jansen Loudwik Lerrick, Riky Alberth Levina Sari Setianingrum, Elisabeth Luh Komang Ayu Shinta Dewi, Ni Manongga, Fidriati Olivia Maria Agnes Etty Dedy Mariana Archoon Sailana Mory, Ogy Rya Muhajirin Dean Muntasir, Muntasir Nicholas Edwin Handoyo Nugraha, Rahmat Nurwan Paceli, Verena Pakan, Prisca D. PAKAN, PRISCA DEVIANI Pala, Maria Gemma Theovila Pao, Ressa Patricia Permatasari, Rr. Lilis Intan Prisca Deviani Pakan PRISCA DEVIANI PAKAN Purnasari, Cahyani Rambu Kareri, Dyah Gita Ratu, Kristian Regaletha, Tadeus Andrea Lada Riantoby, Raphaeline Murtiastari Rini, Desi Indria Riwu, Magdarita Sagita, Sidarta Salean, Tjieci Yuniar Sangguana Marthen Jacobus Koamesah Sangguana Marthen Jacobus Koamesah Sare, Maria Claudya Nere Sari, Dewi Fadhilah Seran, Stefania Danita Dwi W. M. Setianingrum, Elisabeth Levina Setiawan, I Made Buddy Sibero, Peniel Peranta Reynaldi Tarigan Sidauruk, Debora Maryke Idawati Sion Benu Sun, Diana Maximiliany Tanto, Ayu Cyntia Teguh Dwi Nugroho, Teguh Dwi Turupadang, Welem Ullu, Arah Murni Adi Upa, Nurul Fatmawati Pua Wahda Dwi Sari Wahyuningrum, Stefany Adi Woda, Rachel Rara Woda, Rahel Rara Wungouw, Herman P L