Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Perbandingan Tingkat Pencemaran Escherichia Coli di Instalasi Gizi pada Dua Rumah Sakit di Kota Kupang Luh Komang Ayu Shinta Dewi, Ni; Indriarini, Desi; Listyawati Nurina, Rr.; Levina Sari Setianingrum, Elisabeth
Blantika: Multidisciplinary Journal Vol. 2 No. 10 (2024): Special Issue
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/blantika.v2i10.228

Abstract

Rumah sakit merupakan sebuah instansi perawatan kesehatan ahli yang menyediakan pelayanan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Pelayanan gizi merupakan salah satu pelayanan yang diberikan dan disesuaikan dengan keadaan pasien. Kontaminasi dapat terjadi pada makanan dan dapat menyebabkan penyakit. Bakteri yang paling sering ditemukan mengkontaminasi makanan dan air adalah Escherichia coli. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2021, terdapat 76 Kejadian Luar Biasa akibat makanan yang tercemar di Indonesia dengan 178.300 orang mengalami sakit dan 1.000 orang meninggal dunia. Data World Health Organization tahun 2013 pada 1.240 rumah sakit di dunia menunjukan 12,6% rumah sakit masih belum memenuhi standar hygiene makanan. Mengetahui perbandingan tingkat pencemaran Escherichia coli di instalasi gizi pada dua rumah sakit di Kota Kupang. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan mengambil 18 sampel dari usap tangan pekerja, alat makan, dan makanan pada Rumah Sakit A dan Rumah Sakit B dengan teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan dengan melakukan usap (swab) dan adanya lembar observasi 6 prinsip hygiene dan sanitasi makanan minuman (HSMM) berdasarkan peraturan menteri kesehatan republik Indonesia No.1096/Menkes/PER/VI/2011. Hasil laboratorium tingkat pencemaran Escherichia coli adalah 0 CFU/gr. Hasil analisis yang diperoleh yaitu p=0000. Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara pencemaran Escherichia coli di instalasi gizi pada usap tangan, alat makan, dan makanan di kedua rumah sakit.
PKM Edukasi dan PHBS Pencegahan Cacingan Anak Usia Sekolah sebagai Upaya Menanggulangi Stunting di Kualin NTT Buntoro, Ika Febianti; Handoyo, Nicholas Edwin; Koamesah, Sangguana Marthen Jacobus; Folamauk, Conrad L. H.; Nurina, Rr.Listyawati; Muntasir, Muntasir
Yumary: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): Maret
Publisher : Penerbit Goodwood

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35912/yumary.v5i3.3306

Abstract

Purpose: This community service aims to provide educational interventions and knowledge about the importance of preventing worms, instilling good and correct PHBS behavior of washing hands in school-age children, checking the health of nails, hands, skin, and body weight, providing posters for preventing worms and air storage facilities for washing hands. Methodology: The activity consisted of three stages: preparation, implementation, and evaluation. The preparation stage involved site observation, communication with Taus Elementary School, obtaining permits, and providing initial information. Results: The results of this service showed positive results, as many as 52 Taus Elementary School children knew and carried out worm prevention by applying good information using the worm prevention pocketbook, the students were able to carry out demonstrations and practice active participation in carrying out PHBS washing their hands, had carried out health checks. Conclusions: Educational interventions such as lectures and PHBS practices can have a positive impact in increasing health awareness among students. A total of 52 students have the security and knowledge to prevent helminthiasis as one of the causes of stunting with the application of helminthiasis prevention pocket book. Limitations: This activity only reaches 1 Taos elementary school, Oni village, Kualin TTS sub-district, NTT. Contribution: This service is beneficial for schools and the community, maintaining health will endanger worms and increase PHBS hand washing for students and schools to become pilot centers for personal and community hygiene.
Antibacterial activity of garlic ethanol extract (Allium sativum Linn) against Propionibacterium acnes Seran, Stefania Danita Dwi W. M.; Nurina, Rr. Listyawati; Hutasoit, Regina Marvina; Nugroho, Teguh Dwi
Acta Biochimica Indonesiana Vol. 8 No. 1 (2025): Acta Biochimica Indonesiana
Publisher : Indonesian Society for Biochemistry and Molecular Biology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32889/actabioina.186

Abstract

Background: Acne vulgaris is a common dermatological condition largely associated with Propionibacterium acnes infection. The increasing resistance of P. acnes to conventional antibiotics necessitates alternative treatment approaches. Garlic (Allium sativum Linn) has documented antimicrobial properties, yet its specific activity against P. acnes remains underexplored. Objective: To evaluate the antibacterial activity of garlic extract at various concentrations against P. acnes and determine its potential as an alternative acne treatment. Methods: Garlic extract was prepared using ethanol maceration, followed by phytochemical screening. The antibacterial activity against P. acnes was assessed using the well diffusion method at concentrations of 10%, 40%, 70%, and 100%, with doxycycline and distilled water serving as positive and negative controls, respectively. Inhibition zones were measured and statistically analyzed. Results: Phytochemical screening revealed the presence of tannins, flavonoids, alkaloids, saponins, and triterpenoids in the garlic extract. All tested concentrations exhibited significant antibacterial activity against P. acnes. The inhibition zone diameters were 32.83 mm (100%), 28.90 mm (70%), 26.60 mm (40%), and 15.29 mm (10%), compared to 38.81 mm for doxycycline, with statistically significant differences between all groups (p<0.05). Conclusion: Garlic extract demonstrates potent antibacterial activity against P. acnes, with 70% concentration providing optimal efficacy relative to extract concentration, suggesting its potential as a natural alternative for acne treatment.
Comparative Effectiveness of Coriander Seed Decoction and Unripe Coconut Water in Lowering Uric Acid Level Anggraini, Thalitha Ayu; Manafe, Derri R. Tallo; Nurina, Rr. Listyawati; Ratu, Kristian
Cendana Medical Journal Vol 12 No 1 (2024): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v12i1.15501

Abstract

Background: High uric acid levels are a major cause of Gout arthritis. Untreated Gout arthritis can progress to chronic gout, kidney dysfunction, and a decrease in quality of life. The use of natural substances such as the giving of coriander seed decoction and unripened coconut water can be one of the non-pharmacological intervention to reduce uric acid levels. Objective: This research aims to determine the comparison of the effectiveness of coriander seed decoction and unripened coconut water in reducing uric acid levels. Methods: The study is a quasi-experimental research, using a pretest-posttest with control group design. The study participants consisted of 54 respondents from educators and education staff at Nusa Cendana University who met the inclusion and exclusion criteria. Data analysis used parametric analysis, namely paired sample t-test, and one-way anova. Result: There was a significant effect in the coriander seed decoction intervention group on uric acid levels before and after the intervention (p=0.002), while in the unripened coconut water intervention group and the control group, there was no significant effect on uric acid levels with respective p-values of (p=0.648) and (p=0.705). There was no significant difference after the intervention in the coriander seed decoction group, unripened coconut water group, and control group in reducing uric acid levels (p=0.114). Conclusion: There was no difference in the effectiveness between giving coriander seed decoction and unripened coconut water to reduce uric acid levels.
Implementasi Duta Gizi Sebagai Pengenalan 3J dan pola snacking anak sekolah Lada, Christina Olly; Febrianti, Ika; Nurina, Rr Listyawati; Woda, Rachel Rara; Ginting, Almido H.
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Undana Vol 15 No 2 (2021): DESEMBER 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jpkmlppm.v15i2.6058

Abstract

Abstrak Aktivitas sekolah membutuhkan zat gizi yang cukup, dan anak dapat memperolehnya di sekolah melalui jajan di sekolah dan makan siang di sekolah. Pilihan menu dan jenis jajanan sangat bervariasi, dan keamanan pangan mungkin saja tidak dapat di kontrol. Sebagai konsumen, anak perlu dibekali pengetahuan tentang jajanan yang sehat. Dengan demikian, anak-anak perlu diberikan pengetahuan tentang 3J, yaitu jenis, jadwal dan jumlah makanan yang sesuai untuk kebutuhan anak, serta syarat jajanan yang sehat. Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan metode penyuluhan, yang juga dilengkapi dengan model kompetisi. Kompetisi untuk membawakan materi tentang 3J dan jajanan sehat dilakukan oleh anak-anak sebagai peserta kegiatan. Hal ini dilakukan agar pesan yang diberikan pada anak akan selalu diingat. Dengan metode ini juga, anak-anak dapat menjadi sumber informasi pengetahuan tentang 3J dan jajanan yang sehat. Selain pengetahuan anak meningkat, anak juga menjadi lebih percaya diri dalam berkomunikasi di depan banyak orang. Kata kunci: anak, jajanan, sekolah, kompetisi, sumber informasi, 3J Abstract School activities require sufficient nutrients, and children can get them at school through snacks at school and lunch at school. Menu choices and types of snacks vary widely, and food safety may not be controlled. As consumers, children need to be equipped with knowledge about healthy snacks. Thus, children need to be given knowledge about the 3Js, namely the type, schedule and amount of food that is appropriate for the child's needs, as well as the requirements for healthy snacks. This activity is carried out using the extension method, which is also equipped with a competition model. The competition to bring material about 3J and healthy snacks was carried out by children as participants in the activity. This is done so that the message given to the child will always be remembered. With this method, children can be a source of information about 3J's and healthy snacks. In addition to increasing children's knowledge, children also become more confident in communicating in front of many people.. Keywords: children, snack, school, competition, source of information, 3Js
HUBUNGAN STATUS NUTRISI DENGAN KUALITAS HIDUP PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RSUD PROF. DR. W. Z. JOHANNES Ullu, Arah Murni Adi; Nurina, Rr. Listyawati; Wahyuningrum, Stefany Adi
Cendana Medical Journal Vol 6 No 3 (2018): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (776.738 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v6i3.1456

Abstract

Penyakit ginjal kronik menggambarkan kerusakan ginjal dan/atau penurunan fungsi ginjal selama 3 bulan atau lebih dengan laju filtrasi glomerulus kurang dari 60 ml/menit/1,73 m2. Pilihan pengobatan gagal ginjal kronik yang sering dilakukan adalah hemodialisis (HD). Terapi hemodialisis merupakan teknologi tinggi sebagai terapi pengganti untuk mengeluarkan sisa-sisa metabolisme atau racun tertentu dari peredaran darah manusia seperti air, natrium, kalium, hidrogen, urea, kreatinin, asam urat, dan zat-zat lain melalui membran semi permiabel sebagai pemisah darah dan cairan dialisat pada ginjal buatan dimana terjadi proses difusi, osmosis dan ultrafiltrasi. HD dapat dilakukan apabila ada penurunan kualitas hidup tanpa penyebab jelas dan HD dapat memberikan kualitas hidup baik. Berbagai faktor dapat mempengaruhi kualitas hidup, salah satunya status nutrisi dan masalah nutrisi tersering adalah malnutrisi energi protein. Tujuan penelitian mengetahui hubungan status nutrisi dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes. Metodologi penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain penelitian cross sectional. Sampel penelitian ini adalah pasien gagal ginjal kronik di RSUD Prof. DR. W. Z. Johannes yang berjumlah 48 responden. Pada penelitian ini 6 orang pasien di drop out karena meninggal dunia. Kemudian peneliti mencari 2 sampel baru karena sampel minimal adalah 44 orang. Pengukuran status nutrisi menggunakan Malnutrition Inflammation Score dan pengukuran kualitas hidup menggunakan Quality Of Life Index Dialysis Version III. Analisis bivariat digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen dengan menggunakan uji Pearson Chi-square. Hasil untuk uji kemaknaan hubungan antara variabel tersebut menggunakan uji Pearson Chi-square dengan angka kemaknaan = 0,05, diperoleh nilai p=0,340 yang berarti p > 0,05. Kesimpulan dari penelitian ini tidak ada hubungan antara status nutrisi dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RSUD Prof. Dr. W.Z. Johannes
PERBEDAAN JUMLAH KEMATIAN LARVA NYAMUK Aedes aegypti DENGAN PEMBERIAN EKSTRAK BIJI KELOR (Moringa oleifera) PELARUT ETANOL DAN AQUADES Fitriyah, Nur Laelatul; Koamesah, Sangguana M J; Nurina, Rr Listyawati
Cendana Medical Journal Vol 7 No 1 (2019): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.543 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i1.1461

Abstract

Aedes aegypti merupakan vektor dari berbagai penyakit seperti dengue, chikungunya, yellow fever dan zika. Demam berdarah dengue di Kota Kupang terjadi peningkatan dari tahun 2014 – 2016. Salah satu upaya pengendalian kasus DBD adalah abatesasi, namun sudah terjadi resistensi di beberapa wilayah Indonesia. Oleh karena itu, perlu dikembangkan tanaman kelor yang memiliki senyawa alkaloid, saponin, tannin dan flavonoid sebagai larvasida biologi, yang mana kelor sebagai tanaman daerah semiringkai sesuai dengan kondisi geografis di Kota Kupang. Tujuan penelitian ini menganalisis jumlah kematian larva nyamuk Aedes aegypti dengan pemberian ekstrak biji kelor (Moringa oleifera) pelarut etanol dan aquades dalam jangka waktu 48 jam. Metode penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan pendekatan post test control group. Ekstraksi menggunakan pelarut etanol dan aquades dengan berat simplisia 300g dalam 1.100 mL volume palarut selama 36 jam. Penelitian dilakukan terhadap larva Aedes aegypti instar III/IV dengan 4 kelompok yaitu ekstrak etanol biji kelor, ekstrak aquades biji kelor, kontrol negatif dan kontrol positif dengan 5 kali pengulangan. Data dianalisis menggunakan uji T Independent untuk mengetahui apakah ada perbedaan jumlah kematian larva nyamuk Aedes aegypti dengan pemberian ekstrak biji kelor (Moringa oleifera) antara pelarut etanol dan aquades. Hasil rerata jumlah kematian larva pada tiap kelompok perlakuan yaitu kelompok ekstrak etanol biji kelor (4,2 larva), ekstrak aquades biji kelor (3,2 larva), kontrol negatif (0 larva) dan kontrol positif (25 larva). Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan rerata persentase jumlah kematian larva nyamuk Aedes aegypti dengan pemberian ekstrak biji kelor (Moringa oleifera) pelarut etanol adalah 16,8% dan pelarut aquades adalah 12,8% artinya tidak ada perbedaan signifikan diantara keduanya dengan nilai p 0,095
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI LARUTAN MADU HUTAN TERHADAP PERTUMBUHAN Escherichia coli SECARA IN VITRO Sun, Diana Maximiliany; Indriarini, Desi; Nurina, Rr Listyawati
Cendana Medical Journal Vol 7 No 1 (2019): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.293 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i1.1491

Abstract

Penyakit infeksi merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme patogen, salah satunya bakteri Escherichia coli. Antibiotik merupakan satu zat yang dapat menghambat pertumbuhan suatu mikroorganisme. Madu (Mel) merupakan substansi alam yang diproduksi oleh lebah madu yang berasal dari nektar bunga atau sekret tanaman dan memiliki potensi dalam menghambat pertumbuhan bakteri. Daya antibakteri madu disebabkan karena adanya kandungan senyawa aktif, hidrogen peroksida, osmolaritas yang tinggi, serta pH yang rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri larutan madu hutan terhadap pertumbuhan Escherichia coli secara In vitro. Metode penelitian ini eksperimental in vitro dengan metode difusi agar menggunakan kertas cakram yang direndam dalam konsentrasi 100%, 80%, 60%, 40%, 20%, 10%, kontrol positif menggunakan streptomisin, dan kontrol negatif menggunakan aquades steril. Pengulangan dilakukan 3 kali dan hasil dibaca setelah diinkubasi selama 24 jam. Hasil analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis menunjukan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara tiap kelompok terhadap zona hambat yang terbentuk dengan nilai p = 0,002. Analisis post hoc menunjukan bahwa terdapat perbedaan signifikan antar kelompok yang memiliki perbedaan potensi daya hambat. Dari penelitian ini disimpulkan bahwa larutan madu hutan memiliki aktivitas antibakteri terhadap pertumbuhan Escherichia coli
HUBUNGAN JARAK KEHAMILAN DAN JUMLAH PARITAS DENGAN KEJADIAN KURANG ENERGI KRONIK (KEK) PADA IBU HAMIL DI KOTA KUPANG Nugraha, Rahmat Nurwan; Lalandos, Jansen Loudwik; Nurina, Rr. Listyawati
Cendana Medical Journal Vol 7 No 2 (2019): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.607 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v7i2.1800

Abstract

Kehamilan menyebabkan meningkatnya metabolisme energi, karena itu kebutuhan energi dan zat gizi lainnya meningkat selama kehamilan. Semakin sering seorang wanita mengalami kehamilan dan melahirkan dalam waktu singkat akan makin banyak kehilangan energi sehingga ATP menurun yang menyebabkan penurunan proses metabolisme tubuh, lalu tubuh melakukan proses katabolisme sehngga cadangan makanan dalam tubuh digunakan dan menyebabkan tubuh kekurangan energi. Data Riskesdas dari tahun 2007, 2013 dan 2018 menunjukkan prevalensi KEK tertinggi di provinsi NTT. Berdasarkan uraian diatas peneliti tertarik untuk meneliti mengenai hubungan jarak kehamilan dan jumlah paritas dengan kejadian kurang energi kronik (KEK) pada ibu hamil di kota kupang. Peneliti memilih empat puskesmas yaitu Puskesmas Bakunase, Puskesmas Sikumana, Puskesmas Oepoi dan Puskesmas Oesapa. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara jarak kehamilan dan jumlah paritas dengan kejadian kurang energi kronik pada ibu hamil di kota Kupang. Metodologi Penelitian menggunakan metode penelitian analitik observasional yang dilakukan dengan pendekatan studi cross sectional. Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode total sampling, dengan jumlah sampel sebesar 34 sampel ibu hamil. Hasil penelitian didapati jumlah paritas tidak berhubungan terhadap kejadian KEK pada ibu hamil dengan nilai P=0,968. Sedangkan jarak kehamilan memiliki hubungan terhadap kejadian KEK pada ibu hamildengan nilai P=0,000.
PENGARUH PEMBERIAN PUDING DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA) TERHADAP PERUBAHAN KADAR HEMOGLOBIN DARAH ANAK DI SD INPRES NOELBAKI KABUPATEN KUPANG Indra Wardana, I Gede Aprilian; Nurina, Rr. Listyawati; Trisno, Idawati
Cendana Medical Journal Vol 8 No 1 (2020): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.888 KB) | DOI: 10.35508/cmj.v8i1.2655

Abstract

Tanaman kelor dikenal sebagai tanaman yang memiliki banyak manfaat karana kandungan dan manfaat seluruh bagian tanamanya. Kadar hemoglobin sangat dipengaruhi oleh asupan zat besi sehari – hari. Rendahnya intake zat besi dapat membuat kadar hemoglobin menjadi rendah sehingga dapat mempengaruhi aktivitas anak. Puding daun kelor dapat dipilih sebagai alternative untuk memenuhi kebutuhan zat besi sehari – hari anak karana kandungannya yang tinggi zat besi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian puding daun kelor (Moringa Oleifera) terhadap perubahan kadar hemoglobin darah anak di SD Inpres Noelbaki Kabupaten Kupang. Metode penelitian ini merupakan penelitian Quasi experimental dengan rancangannya berupa pre test – post test with control group design dengan perlakuan pemberian puding daun kelor kemudian diukur kadar hemoglobin sebelum dan sesudah perlakuan. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon Signed Ranks Tes. Hasil analisis bivariat yang dilakukan pada variable menunjukkan adanya perubahan yang signifikan pada kadar hemoglobin darah anak di SD Inpres Noelbaki Kabupaten Kupang (p=0,000). Kesimpulan dari 66 anak yang menjadi sampel 22 siswa (33,3%) memiliki kadar hemoglobin dibawah normal, 44 siswa (66,7%) memiliki kadar hemoglobin normal. Terdapat perubahan yang signifikan pada kadar hemoglobin darah anak yang mendapatkan puding daun kelor selama 14 hari (p=0,000). Perubahan rata – rata kenaikan kadar hemoglobin adalah 2,27 g/dL dengan pemberian puding daun kelor 100 g selama 14 hari yang mengandung 7,03 mg zat besi
Co-Authors Amat, Anita Lidesna Shinta Anggraini, Thalitha Ayu Anita Amat Aprio Ngga, Yoseph Mariano Arley Telussa Christina Olly Lada Conrad L. H. Folamauk Damanik, Efrisca M. Br. Debora Shinta Liana Deri Riskiyanti Tallo Manafe Elli Arsita Febrianti, Ika Fitriyah, Nur Laelatul Folamauk, Conrad L.H. Folamauk, Conrad Liab Hendricson Ginting, Almido Almido Haryanto Ginting, Almido H. Gregorius Kenang Widyantoro Handoyo, Nicholas E. Hewen, Wilhelmina W.M. Hutasoit, Regina Marvina Idawati Trisno Idawati Trisno Idawati Trisno Ika Febianti Buntoro Ika Febrianti Ikun, Elisabeth Sri Intan Indra Wardana, I Gede Aprilian Indriarini, Desi Kareri, Dyah Gita Rambu Kedang, Elisabeth Flora S. Klau, Maria Luz Clarita Koamesah, Sangguana M J Koamesah, Sangguana Marthen Jacobus Kolobani, Mathias Nathaniel Kote, Angel Eddelweist Yubertina Febrina Bida Lalandos, Jansen Loudwik Levina Sari Setianingrum, Elisabeth Luh Komang Ayu Shinta Dewi, Ni Maria Agnes Etty Dedy Mariana Archoon Sailana Muhajirin Dean Muntasir, Muntasir Nicholas Edwin Handoyo Nugraha, Rahmat Nurwan Paceli, Verena Pakan, Prisca D. PAKAN, PRISCA DEVIANI Pala, Maria Gemma Theovila Pao, Ressa Patricia Prisca Deviani Pakan PRISCA DEVIANI PAKAN Purnasari, Cahyani Rambu Kareri, Dyah Gita Ratu, Kristian Regaletha, Tadeus Andrea Lada Riantoby, Raphaeline Murtiastari Riwu, Magdarita Sagita, Sidarta Salean, Tjieci Yuniar Sangguana Marthen Jacobus Koamesah Sangguana Marthen Jacobus Koamesah Sare, Maria Claudya Nere Sari, Dewi Fadhilah Seran, Stefania Danita Dwi W. M. Setianingrum, Elisabeth Levina Setiawan, I Made Buddy Sibero, Peniel Peranta Reynaldi Tarigan Sidauruk, Debora Maryke Idawati Sion Benu Sun, Diana Maximiliany Tanto, Ayu Cyntia Teguh Dwi Nugroho, Teguh Dwi Telussa, Arley Sadra Turupadang, Welem Ullu, Arah Murni Adi Upa, Nurul Fatmawati Pua Wahda Dwi Sari Wahyuningrum, Stefany Adi Woda, Rachel Rara Woda, Rahel Rara Wungouw, Herman P L